Home Blog Page 13194

Istri Syamsul Akui Teken Kuitansi Rp150 Juta

MEDAN-Fatimah Habibie, istri Gubsu Nonaktif Syamsul Arifin, memenuhi panggilan Poldasu, kemarin. Dia datang pukul 9.00 WIB dan diperiksa selama dua jam oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu.
“Jam sembilan beliau sudah datang. Sekitar jam 11 lewat, beliau sudah selesai pemeriksaannya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, Kamis (26/7).

Dalam pemeriksaan itu, Fatimah dicecar 12 pertanyaan oleh penyidik. Status Fatimah masih sebatas saksi untuk mengklarifikasi adanya tanda tangan di kuitansi biro Umum Pemprovsu tersebut. “Di salah satu pertanyaan, Fatimah Habibie mengaku menandatangani di lima kuitansi dengan nilai total Rp150 juta,” beber Sadono.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, Fatimah menyebut kalau jumlah uang yang ditandatanganinya dalam kuitansi tersebut sudah digunakan sesuai peruntukannya. “Dari pemeriksaan itu, Fatimah mengaku uang Rp150 juta sudah digunakan sesuai dengan peruntukannya,” ungkap Sadono sembari tidak mau menyebutkan ke mana saja uang itu diperuntukkan.

Saat ditanya apakah pihaknya akan melakukan pengecekan peruntukan uang senilai Rp150 juta itu, Sadono membantahnya. “Gak sampai ke sana. Fatimah kami panggil untuk mengklarifikasi ada tanda tangan beliau di kuitansi tersebut. Jadi kami gak akan mengecek sampai sejauh itu. Yang begitu ada, tapi untuk kasus yang lain lagi,” sebut Sadono.

Disinggung mengenai apakah ada pemeriksaan lanjutan terhadap Fatimah, Sadono mengatakan bahwa tidak ada pemeriksaan lanjutan. “Pemeriksaan Fatimah sudah dirampungkan. Sepertinya tidak ada lagi pemeriksaan lanjutan,” tukas Sadono.

Istri Gatot Bantah Terima Rp60 Juta

Sementara itu, karena tak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan pergi ke luar kota, jadwal pemeriksaan Sutyas Handayani, istri Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho akan disusun ulang. Mengenai tanggal pemeriksaan ulang, penyidik yang akan menentukannya.
Saat dikonfirmasi ke Sutyas, dia merasa terkejut dengan keterangan Sadono. Ia juga heran atas tudingan adanya kuitansi yang ditandatangani sebesar Rp60 juta. “Astagfirullah, dari mana Rp60 juta itu. Besar banget itu,” katanya melalui telepon selular kepada Sumut Pos, kemarin.

Perempuan berjilbab dan berkacamata tersebut, mengaku dirinya tidak pernah menerima anggaran rumah tangga hingga sebanyak itu dari Biro Umum. Dia mengaku, kehidupan mereka selama di rumah dinas tetap biasa-biasa saja dan tidak ada yang berlebihan, hingga menghabiskan anggaran sebesar itu. “Kalian kan tahu sendiri, bisa lihat bagaimana kehidupan saya sehari-hari,” ujarnya dengan nada yang semakin melemah, seperti hendak menangis.
Sutyas juga heran, dalam beberapa hari ini dirinya terus dikejar-kejar wartawan. Padahal, menurutnya, dirinya tidak pernah tahu-menahu soal kasus di Biro Umum tersebut. “Ada apa sih sebenarnya kok jadi saya yang dikejar-kejar. Maunya saya ini harus bagaimana?” tanyanya.
Sutyas Siap Diperiksa Secepatnya

Mengenai ketidakhadiran dirinya dalam pemanggilan Polda Sumut sebelumnya, diakui Sutyas, karena saat itu sedang berada di Jakarta hingga kemarin. Dan, ketidakhadiran dirinya juga bukan tanpa konfirmasi ke Poldasu. Karena dirinya telah mengirimkan surat permohonan maaf ke kepolisian karena harus mendampingi suaminya (Gatot Pujo Nugroho) dinas di Jakarta sekaligus pergi berobat.
Ditegaskannya, dirinya tidak sedikitpun memiliki niat untuk menunda-nunda klarifikasi dari dirinya. Sutyas justru berharap bisa secepatnya dimintai keterangan agar masalahnya bisa cepat selesai dan tidak lagi dikejar-kejar wartawan.

Untuk itu, Sutyas mengaku akan memenuhi panggilan selanjutnya dari Tipikor Polda Sumut. “Secepatnya saya harap. Saya siap, biar bisa lega,” ujarnya.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Sutyas, seharusnya diperiksa Rabu (25/7) sebagai saksi. Sadono sempat menyebutkan, saat ini pihaknya mulai mencurigai oknum Asisten Pribadi (Aspri) dan antek-antek di Biro Umum Pemprovsu, yang diduga membutuhkan dan ikut menikmati uang tersebut.
Sekadar mengingatkan, kasus dugaan korupsi biro umum Pemprovsu terus memasuki babak baru. Kasus yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut itu, kini telah menetapkan dua tersangka.

Satu tersangka (Aminuddin, Red) sudah ditahan. Sementara, Neman Sitepu salah seorang staf di Biro Umum Pemprovsu telah menjalani pemeriksaan sebagai ‘tersangka’ di Dit Reskrimsus Poldasu, pada Selasa (24/7) lalu. Rencananya, Neman Sitepu akan diperiksa lagi pada Jumat (29/7) mendatang. (mag-12/ari)

Sepekan Sebelum Lebaran, THR Wajib Cair

MEDAN-Tunjangan Hari Raya (THR) wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja sepekan sebelum Lebaran tiba. Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No : Per-04/MEN/1994 yang kemudian dipertegas oleh surat edaran dari Pemko Medan kemarin Dalam surat ederan terlampir bahwa pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja yang sudah mempunyai massa kerja 12 bulan atau lebih, perusahaan memberikan THR-nya satu bulan gaji. Sedangkan untuk pekerja mempunyai masa kerja di atas 3 bulan namun kurang dari 12 bulan, perusahaan harus memberikan THR secara proporsional dengan masa kerja dengan perhitungan Masa Kerja/ 12 bulan x 1 bulan gaji.

“Pekerja semua dapat THR, namun sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Subono, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Tenaga Kerja Disnaker Kota Medan, Kamis (26/7).
Dirinya mengungkapkan surat edaran pemberitahuan atas THR bagi pekerja sudah dilayangkan ke seluruh perusahaan-perusahaan di Kota Medan untuk segera direalisasikan dengan sesuai perturan yang ada.

Kemudian, dia mengungkapkan bagi perusahaan yang telah menetapkan besarnya nilai THR di dalam peraturan perusahaan (PP), perjanjian kerja bersama (PKB) atau kebiasaan lebih besar dari THR, maka perusahaan wajib melaksanakan itu sesuai dengan yang telah ditetapkan. “Pembayaran THR wajib dibayar oleh perusahaan. Atau pengusaha selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari keagamaan,” tambah Subono.

Selain itu, bagi pengusaha yang melanggar ketentuan peraturan menteri Tanaga Kerja RI No.Per-04/MEN/1994 diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, telah diadakan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), di Gubernuran Jalan Sudirman, Medan, Kamis (19/7). Dari rapat itu, THR harus dicairkan dua pekan sebelum Lebaran. “Bagi pengusaha dan perusahaan agar bisa menyerahkan THR dua pekan sebelum hari H,” kata Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, saat itu. (gus)

Akhirnya Dapat Izin Dhani

Maia Estianty   

Maia Estianty
Maia Estianty

Sejak berpisah dengan Dhani, 2008 lalu, Maia pernah dipersulit bertemu ketiga anaknya. Tapi kini Dhani sudah berubah. Ia membebaskan Maia untuk lebih sering menjenguk Al, El dan Dul.

Diakui Maia, komunikasi dengan ketiga anaknya sudah intens meski sementara lewat gadget  “Ya, anggap saja anak lagi kuliah di luar negeri atau lagi di mana. Lewat gadget pun no problem,” tuturnya.

“Sekarang, setiap hari kontak, nggak sesusah dulu,” tambah mantan duet Mulan Jameela ini.
Kepada Dhani, Maia berharap izin bertemu anak bisa lebih longgar lagi.
“Saya bisa anytime ke sana. Seharusnya mereka juga bisa anytime ke tempat saya,” katanya.

Meski begitu, ia sudah sangat bersyukur sudah mulai bisa leluasa menjenguk anak-anak. Apalagi izin bertemu anak disampaikan langsung oleh Dhani.
“Alhamdulillah mas Dhani sudah SMS saya, minta sama saya, saya harus sering-sering nengokin anak-anak,” tutup Maia sambil tersenyum lega.
Setelah eks pembalap Matteo Guerinoni, Maia Estianty dikabarkan pacaran dan mau dinikahi oleh seorang perwira polisi. Gosip ini diperkuat fakta logo Mabes Polri di plat mobil Maia. Benarkah?

“Alhamdulillah kalau digosipin sama polisi, artinya laki-laki nggak ada yang berani ganggui saya lagi. Maksudnya laki-laki yang sana,” ujar Maia lantas tertawa saat ditemui baru-baru ini.

Ditegaskan sang penyanyi dan produser musik, status janda Ahmad Dhani memang berat. Tapi bukan berarti ngoyo kejar suami baru. Maia cuma pasrahkan diri sama Tuhan.

“Karena dari lahir sampai mati sudah tertulis di buku-Nya. Jadi nggak perlu ngoyo, Maia jodohnya akan datang, itu pasti datang. Jadi kalau ditulis sekarang Maia dapat jodoh ya sekarang datang,” ujarnya. (ins/jpnn)

Hasilkan Batangan Emas Pertama

Tambang Emas Martabe

MEDAN-Emas pertama telah dituangkan di Tambang Emas Martabe sebagai hasil uji coba awal pabrik pengolahan bijih. Batangan emas bercampur perak pertama dihasilkan dari tungku di ruang pengolahan bijih, Selasa sore (24/7) lalu.
Penuangan emas ini menandai tonggak sejarah penting perjalanan Tambang Emas Martabe menjadi tambang emas berkelas dunia yang pertama berproduksi di Sumatra Utara.

Acara penuangan emas pertama tersebut disaksikan Chairman G-Resources Group Ltd  Chiu Tao, didampingi kedua Wakil Chairman Owen Hegarty dan Or Ching Fai, serta Presiden Direktur Peter Albert, jajaran direktur dan manajemen senior beserta staf operasional. Hadir juga Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu dan jajaran staf kabupaten, perwakilan pemerintah Propinsi Sumatera Utara, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Dalam pengumuman resmi G-Resources Martabe yang diterima Koran ini, disebutkan b ahwa peristiwa ini merupakan puncak kerja keras dan dedikasi karyawan serta seluruh mitra kerja G-Resources selama tiga tahun terakhir.

Kegiatan uji coba di pabrik pengolahan telah berlangsung selama dua bulan. Saat  ini beberapa proses akhir produksi dan sarana penunjang terkait masih harus diselesaikan, sementara tambang dan pabrik pengolahan akan terus meningkatkan kapasitas hingga berproduksi penuh dalam beberapa bulan ke depan.

Pemda Pegang 5 Persen Saham
Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam (CoW) yang ditandatangani April 1997. Tambang Emas Martabe memiliki sumberdaya 7,86 juta oz emas dan 73,48 juta oz perak dan ditargetkan mulai berproduksi di bulan Juli 2012, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.

Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95 persen, dan pemegang 5 persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 70 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen dimiliki oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Utara.  Pengukuhan Perjanjian para Pemegang Saham ditandatangani Selasa, 24 Juli 2012.

Seribu limaratus orang saat ini bekerja di Tambang Emas Martabe, 70 persennya direkrut dari masyarakat di sepuluh desa di sekitar tambang.
Tambang Emas Martabe mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat, propinsi, dan daerah serta masyarakat di Batang Toru dan sekitarnya.
Martabe akan menjadi standar acuan bagi G-Resources untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia dan di wilayah lainnya, dan terus bertumbuh dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, dan pengembangan komunitas. (tms)

Hatta Pertahankan Kamaluddin

Belum Ada Pergantian Struktur Pimpinan DPRD Sumut

MEDAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), masih belum akan memproses pencopotan Kamaluddin Harahap dari jabatan Wakil Ketua DPRD Sumut. Pasalnya, posisi Kamaluddin masih dipertahankan Hatta Rajasa selaku Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN).

Hal ini dikemukakan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, yang ditemui wartawan di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol No 5 Medan, Kamis (26/7).
“Beliau (Hatta Rajasa, Red) meminta kepada kami (pimpinan DPRD Sumut, Red) untuk tidak melakukan pergantian, sebelum ada surat yang ditandatanganinya untuk pergantian tersebut,” kata Saleh Bangun.

Saleh Bangun menambahkan, surat pencopotan Kamaluddin yang dikirimkan DPW PAN Sumut langsung dia tindaklanjuti bersama pimpinan lainnya. Yang mereka lakukan adalah dengan melakukan klarifikasi ke DPP PAN. Saat pertemuan dengan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa, belum lama ini, tidak ada persetujuan terkait pergantian tersebut.

“Jadi sesuai hasil klarifikasi kami ke DPP PAN, maka saat ini belum ada proses pergantian pimpinan DPRD Sumut, khususnya dari Fraksi PAN. Karena memang, sampai saat ini, kami belum ada menerima surat dari DPP PAN yang ditandatangani Ketua Umumnya Hatta Rajasa terkait persetujuan pergantian tersebut,” ungkapnya.

DPW PAN Ngaku Terima Surat Hatta Rajasa
Sementara itu, Ketua DPW PAN Sumut, Syah Afandin yang dikonfirmasi Sumut Pos via seluler, menyebutkan jika pihaknya telah menerima surat yang ditandatangani oleh Ketum DPP PAN, Hatta Rajasa. Dimana dalam surat tersebut, lanjut pria yang akrab disapa Ondim tersebut, telah menyetujui pemberhentian atau pencopotan Kamaluddin Harahap dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut.

“Partai politik ini bukan cakap-cakap. Kalau seandainya, dibilang dipertahankan, mana suratnya dan siapa yang menandatangani? Kami sudah menerima surat dari Ketum dan menyatakan, menyetujui pemberhentian itu. Kalau dibilang dipertahankan, kenapa begitu ngototnya Ketua DPRD Sumut membela ini. Ini jadi kompleks. Berarti ada apa-apanya? Ini urusan PAN, ini dapur PAN kenapa diurusi sama partai lain,” tegasnya.

Diketahui, di dalam surat pengusulan untuk pergantian Kamaluddin Harahap, DPW PAN Sumut menyebutkan pergantian usulan pergantian itu terkait Surat Keputusan DPP PAN No.074/2009 yang antara lain, mengatur jabatan kader PAN di legislatif.

Salah satu isinya, pimpinan fraksi dan pimpinan dewan dari PAN di lembaga legislatif hanya bisa dijabat oleh pengurus atau pimpinan partai setingkatnya.
Sementara, Kamaluddin merupakan pengurus DPP PAN dengan jabatan wakil sekretaris jenderal. Sebagai penggantinya, DPW PAN Sumut menunjuk Parluhutan Siregar, yang kini menjabat Sekretaris DPW PAN Sumut.(ari)

Temani AY Nasution yang Puasa Perdana di Medan

Sahur Bersama Tokoh Masyarakat Sumatera Utara (5)

NIKMATI SAHUR:AY Nasution  istri, Hanum Siregar, saat sahur bersama Sumut Pos.//rudy/SUMUT POs
NIKMATI SAHUR:AY Nasution dan istri, Hanum Siregar, saat sahur bersama Sumut Pos.//rudy/SUMUT POs

Kawasan di Jalan Guru Sinembah Kecamatan Medan Helvetia dini hari itu lumayan semarak. Begitu banyak suara orang-orang membangun sahur. Kebetulan Tim Sumut Pos akan menyambangi rumah mantan Pangkostrad Letjen (Purn) AY Nasution yang berada di daerah itu.

Sekira pukul 3.30 WIB, tim sahur Sumut Pos, tiba di depan kediaman Letjen (Purn) AY Nasution. Rumah bergaya Eropa, berwarna krem berpagar besi hitam, masih tertutup rapat dan terlihat senyap. Padahal suara mengaji dan teriakan anak-anak remaja membangunkan sahur sudah saling sahut-menyahut.

Sembari menunggu penghuni rumah keluar, mata tim sahur Sumut Pos mulai menjelajahi satu per satu sudut yang ada di halaman rumah jenderal bintang tiga ini. Rupanya, walaupun sudah purnawirawan, kediaman mantan Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI ini, masih tetap dijaga petugas jaga malam. Bedanya yang menjaga kali ini bukan prajurit TNI, namun petugas berpakaian sipil.

Di sebelah kanan pintu gerbang utama, terdapat joglo. Di Joglo tersebut ada sebuah televisi dan 5 buah kursi plastik. Hal ini terlihat sebelum sahur, para petugas ini masih mengobrol di joglo tersebut. Tak jauh dari joglo ini, yang jaraknya beberapa meter sebelah kiri bangunan joglo yang terbuat dari kayu ini, tampak terlihat halaman luas yang ditumbuhi rumput dan beberapa tanaman lainnya seperti kelapa dan bunga hias. Di halaman pojok itu kanopi yang di bawahnya terparkir 5 unit mobil mewah. Sedangkan garasi mobil, yang berada di sebelah gedung utama rumah itu tertutup rapat.

‘’Sudah lama menunggu Mas?’’ tanya seorang pria yang tergopoh-gopoh mendekati Simut Pos.
‘’Maaf Mas, agak telat membuka pintu. Silahkan masuk Mas. Bentar yang Mas saya kabari dulu bapak,’’ tambahnya.

Tak berapa lama pria itu kembali keluar dari rumah induk. ‘’Silahkan duduk Mas. Sebentar lagi bapak keluar,’’ ucap pria itu sambali pergi ke ruangan belakang. Dia pun menutup pintu pembatas antara ruangan tamu utama dengan ruangan keluarga serta dapur.

Tak berapa lama kemudian, dari balik pintu tengah keluar AY Nasution. Dengan mengenakan kemeja koko putih dan memakai lobe hitam, AY Nasution langsung menyalami satu per satu tim sahur Sumut Pos.

‘’Apa kabar, sudah lama menunggu? Mana teman-teman lainnya?’? tanya ayah dua orang putri ini pada tim sahur Sumut Pos.
Setelah itu perbincangan pun mengalir. Termasuk soal  kesiapan AY untuk bersaing dalam Pilgubsu mendatang. ‘’Dari hari pertama Ramadan ini saya di Medan, belum kemana-mana,’’ ucap AY.

Baru beberapa menit perbincangan dilakukan, tiba-tiba seorang wanita paruh baya berbusana muslim ikut bergabung.’’ Assalamualaikum,’’ sapa wanita cantik yang merupakan istri AY, Hj Hanum Siregar.

Sambil menikmati teh hangat, Sumut Pos dan AY berserta istri terlibat dalam perbincangan yang menarik. Namun,  tiba-tiba AY permisi. Dia ingin salat tahajud. Perbincangan pun diambil alih sang istri, Hanum Siregar. ‘’Baru Ramadan ini, kami di Medan. Ya begitulah sahur puasa ini, kami hanya ditemani ajudan, pembantu. Sedangkan anak-anak dan cucu-cucu saya berada di Jakarta,’’ ucapnya.

Hanum pun bercerita soal kelebihan Medan dibanding Jakarta. ‘’Di sini tenang. Tidur pun nyenyak tidak seperti di Jakarta. Apalagi kalau di Aceh, tidak bisa tidur karena mendengar suara tembakan. Selain bising dengan suara tembakan kita juga ketakutan, makanya kita tidak nyenyak tidurnya,’’ ujar wanita yang masih terlihat cantik itu.

Sebagai keluarga tentara, Hanum pun mengisahkan bagaimana dia dan anak-anak yang harus terus siaga, termasuk berpindah-pindah. Begitu juga dengan melaksakan puasa. Tidak itu saja, saat lebaran pun mereka pernah tak kumpul.

Tentara ini harus disiplin, sambung Hanum, tepat waktu. “Tentara itu tidak boleh terlambat. Pernah waktu kami di Medan, tiba-tiba ajudan Panglima TNI menghubungi bapak dan menit itu juga bapak harus terbang kembali ke Jakarta,’’ ujarnya.

Meski begitu, Hanum salut dengan istri para wartawan. ‘’Kalau wartawan lebih hebat lagi mungkin istrinya. Tidak tahu kapan pulang. Belum lagi buat beritanya. Jadi wartawan enak ya dan pasti pintar karena otaknya berpikir terus gimana buat berita. Istri wartawan itu, juga sama dengan istri tentara. Makanya jadi istri wartawan, istri tentara kita harus kuat,’’ ucap Hanum sembari tersenyum.

Hampir 5 menit mengobrol, AY pun kembali bergabung. Tak lama kemudian, Hanum mengajak tim sahur Sumut Pos untuk dapur untuk makan sahur bersama-sama. Di atas meja makan bulat, telah tersedia aneka makanan untuk sahur.

Dari mulai ikan gembung sambal, telur dadar, ikan teri sambal, sop ayam campur jagung, tumis kacang-kacangan dan nasi putih telah tersedia. ‘’Silahkan duluan, ambil nasinya tamu itu harus duluan. Jangan sungkan-sungkan ya. Anak muda itu harus makan banyak, beda orangtua seperti kami ini lebih banyak minum suplemen vitamin,’’ ujar AY.
Memang terlihat di meja terpajang beberapa botol suplemen obat sebagai vitamin. ‘’Saya makan sahur itu menjelang atau dekat-dekat imsyak. Ini sudah terbiasa,’’ ucap AY.

Sembari makan sahur, AY juga mengatakan bahwa dirinya telah siap lahir batin untuk maju sebagai cagub.’’ Setelah saya pensiun dari militer, saya memutuskan untuk tinggal menetap di Sumatera Utara untuk mengabdi. Saya siap lahir dan batin, tinggal hanya berdoa saja. Allah sebenarnya sudah tahu siapa yang bakal jadi gubernur. Ini sekarang tinggal menunggu suratan tangan,’’ ucap AY.

Waktu imsyak tiba. Kami semua menghentikan aktivitas makan dan minum. Tak lama kemudian, Tim Sumut Pos permisi pulang.  AY dan istri pun mengantar hingga pintu depan. “Terima kasih sudah makan sahur di sini,” kata Hanum sambil tersenyum. (*)

Tarung Derajat Optimis Dua Medali

MEDAN- Optimisme dilontarkan Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Sumut menatap PON XVIII, September mendatang. Menerjunkan lima atlet, Kodrat Sumut optimis mendulang dua medali di ajang tersebut.

Kordinasi Pelatih Tarung Derajat Sumut, Abdul Jamil menyampaikan optimisme itu berdasarkan pencapaian di Piala Presiden Desember 2010 lalu. Kodrat Sumut ketika itu meraih emas dari nomor seni gerak beregu. Selain itu torehan pada Pra PON di Kaltim, Sumut menduduki peringkat 4 besar, dibawah Jawa Barat, Kalimantan Timur dan Aceh.

“Anak-anak ingin memberikan yang terbaik kepada Sumut. Mudah-mudahan bisa tercapai. Kita optimis di dua nomor,” tekadnya.

Kelima atlet yang menjadi tumpuan harapan antara lain Surya Bahri, Fathiani Jannah Nasution, Dinna May Sharah, Ekal Jazman Rizaldi dan Ekki Jasman Rizaldi. “Surya akan ikut pada nomor tarung 61-64 kg dan empat atlit lainnya nomor seni gerak beregu. Mudah-mudahan anak-anak mampu meraih medali dua nomor itu,” ungkapnya.

Mereka saat ini tengah digodok di pelatihan daerah (Pelatda) penuh di Asrama Haji Medan. Meskipun bulan Ramadhan, para atlet tetap berlatih meskipun dengan porsi latihan yang berbeda. “Latihannya tetap sehari dua kali. Pagi pukul 06.00 sampai 09.00 WIB dan sore 16.00 sampai 18.00 WIB. Hanya Kamis latihannya pagi saja dan Minggu anak-anak diliburkan,” ungkapnya.

Latihan tentu butuh ujicoba. Karena itu para atlet akan diujicoba setiap Rabu. “Anak-anak kita carikan sparing patnernya untuk lihat hasil dari latihannya,” tandasnya. (mag-18/mag-10)

Menhut Janji Bereskan Lahan KEK Sei Mangkei

Plt Gubsu dan Bupati Simalungun Menghadap ke Jakarta

JAKARTA-Persoalan lahan yang menjadi hambatan utama proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, mulai dibahas di tingkat pusat. Menteri Kehutanan  Zulkifli Hasan selaku Koordinator Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, berjanji akan segera membereskan masalah lahan tersebut Ini menyangkut lahan yang berada di area hutan menurut SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005, yang sebagian nantinya akan menjadi kawasan KEK Sei Mangkei. Jika sudah ada penetapan dari Menhut mengenai luas area SK Menhut 44 yang dinyatakan bukan lagi hutan, maka Bupati Simalungun JR Saragih siap memasukkannya ke Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Selanjutnya, hanya memerlukan perubahan HGU menjadi HGB.

“Kami minta ada surat tertulis, Surat Penetapan dari Menhut, dari 68 ribu hektar yang ada di SK 44 itu, berapa yang disetujui untuk dijadikan bukan hutan,” ujar Bupati Simalungun JR Saragih kepada wartawan usai bertemu dengan Menhut Zulkifli Hasan di gedung Kemenhut, Jakarta, Kamis (26/7). Pertemuan juga dihadiri Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Menhut, kata JR Saragih, menyatakan siap memperjuangkan dan mempercepat penyelesaian masalah ini. Dalam waktu dekat, persoalan ini akan segera dibahas di Tim Terpadu, yang juga melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), PTPN III, Menhut, Plt Gubsu, dan Bupati Simalungun.
Hanya saja, dalam pertemuan tersebut belum terungkap tenggat waktu penyelesaian. Sementara, Menko Perkonomian Hatta Rajasa sudah mengancam, jika dalam sebulan soal lahan belum juga beres, izin KEK Sei Mangkei bakal dicabut.

JR Saragih, menanggapi tenggat waktu sebulan ini, mengatakan, pada prinsipnya dirinya juga ingin cepat kelar. “Kalau ini cepat, maka sudah tidak ada masalah lagi,” cetus JR Saragih, yang datang disertai antara lain Kadis PU Pemkab Simalungun John Purba.

Gatot Pujo Nugroho juga yakin, kendala ini bisa cepat diselesaikan. “Apalagi Menhut itu kan sekaligus Koordiantor MP3EI Koridor Sumatera. Tadi Pemprov Sumut meminta dengan amat sangat kepada Menhut, MP3EI jangan gagal. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini bisa selesai,” ujar Gatot usai pertemuan.

Sementara, JR Saragih kepada wartawan, membeberkan data yang bisa menjadi bukti bahwa dirinya sangat ingin KEK Sei Mangkei cepat beroperasi. Dia menilai, selama ini sejumlah pemberitaan telah memojokkan dirinya, seolah-seolah menghambat KEK Sei Mangkei.

Dia menegaskan, sejumlah kewenangan dirinya sebagai bupati, yang terkait dengan proyek nasional ini, sudah dijalankan semuanya. Antara lain, lewat suratnya tertanggal 6 Desember 2011, JR Saragih selaku bupati sudah memberikan persetujuan pembangunan KEK Sei Mangkei. Izin lokasi juga sudah diberikan pada 5 Desember 2011, seluas 2002 hektar. Termasuk juga izin IMB, juga sudah dia terbitkan pada 2011.

JR menyampaikan hal tersebut sembari menunjukkan surat-surat dimaksud, yang dipegangnya dalam satu berkas. Bupati juga sudah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 31 mengenai izin pembangunan rel kereta api, yang ada kaitannya dengan proyek KEK Sei Mangkei.
“Saya sudah berikan semuanya. Bahkan sudah saya berikan izin, mendahului yang belum beres ini (soal lahan, Red). Nah, saya datang ke Menhut ini justru untuk menagih, ayo dong percepat RTRW kami, dengan melakukan pelepasan lahan dari area SK 44,” cetus JR Saragih.

“Nah, semua kewenangan saya sebagai bupati sudah saya pergunakan. Sekarang soal status lahan kebun sawit menjadi kawasan industri, itu kewenangan BPN. Dan BPN harus sesuai dengan RTRW,” kata JR Saragih, dengan nada bicara sangat serius.

Dia menegaskan, sebagai kepala daerah, sudah tentu sangat menghendaki masuknya investor ke Simalungun. Namun dikatakan, masuknya investasi itu juga jangan sampai menabrak rambu-rambu. “Saya ingin ada pembangunan di Simalungun, tapi harus nyaman, kepentingan rakyat harus saya utamakan,” ungkapnya.

Bahkan JR Saragih berani menyimpulkan bahwa sesungguhnya semua pihak menghendaki KEK Sei Mangkei cepat terealisasi. Tapi, lanjutnya, masalah administrasi yang membuat urusan menjadi ribet. “Sebenarnya tak ada masalah. Ini soal administrasi saja (prosedur alih fungsi lahan, Red),” ucapnya.
Sebelumnya sudah diberitakan, bahwa di Penjelasan PP Nomor 29 Tahun 2012 tentang KEK Sei Mangkei juga sudah disebutkan Pemkab Simalungun sudah setuju.

“Pengusulan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei oleh oleh P.T. Perkebunan Nusantara III telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun dan diajukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus. Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus setelah melakukan pengkajian, menyetujui usulan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan mengajukan rekomendasi penetapannya kepada Presiden,” demikian bunyi Penjelasan PP 29 Tahun 2012.

Kepastian pertemuan di Jakarta itu juga dibenarkan Kadishut Sumut, JB Siringo-ringo. “Iya, tadi (kemarin, Red) siang saya mendampingi Bupati Simalungun dan Pak Plt Gubsu serta Dirut PTPN III, menemui Menteri Kehutanan untuk membicarakan persoalan Sei Mangkei,” akunya, kemarin. (sam/ari)

Transaksi Aman, Cepat dan Langsung Selesai

ATM dan Samsat Drive Thru Bank Sumut

Layanan drive thru Bank Sumut merupakan layanan yang disediakan bagi nasabah untuk melakukan transaksi secara aman, cepat dan langsung selesai tanpa harus turun dari kendaraan. Dan layanan ini dimaksudkan guna meningkatkan pelayanan bagi nasabah.

STRATEGIS: Samsat Drive Thru  ATM Drive Thru Bank Sumut berlokasi satu tempat  strategis, bersih, nyaman  rindang.
STRATEGIS: Samsat Drive Thru dan ATM Drive Thru Bank Sumut berlokasi satu tempat yang strategis, bersih, nyaman dan rindang.//Bank Sumut for Sumut Pos

Bank Sumut saat ini telah memiliki fasilitas layanan drive thru yang terletak di Jalan Imam Bonjol Medan. Dengan pilihan layanan ATM Drive Thru dan Samsat Drive thru.

ATM Drive Thru Bank Sumut menyediakan dua mesin ATM yang menyediakan transaksi dengan nilai pecahan uang Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
Fasilitas ATM Drive Thru ini, memiliki fasilitas yang sama dengan ATM lain yang dimiliki Bank Sumut. ATM Drive Thru ini memiliki jam operasional selama 24 Jam setiap harinya.

Fasilitas Drive Thru Bank Sumut lainnya adalah Samsat Drive Thru. Samsat Drive Thru Bank Sumut memberikan layanan penerimaan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), penerimaan pembayaran perpanjangan pajak STNK, dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Pelayanan ini dilakukan atas kerjasama Bank Sumut dengan Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara, Jasa Raharja dan Satlantas Polri. Pelaksanaan kegiatan operasional pada hari kerja sesuai dengan jam operasional bank. Sementara pelaksanaan kegiatan operasional pada hari sabtu dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB  hingga 14.30 WIB.

Sejak diresmikan pada 2010 silam, jumlah wajib pajak kendaraan bermotor yang dilayani di Samsat Drive Thru ini terus mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan satu transaksi dapat dilakukan hanya dalam waktu lima menit saja. (*)

Tadarusan dan Gelar Berbagai Perlombaan

Aktivitas Santri Ponpes Ar- Raudhatul Hasanah Selama Ramadan

KETERAMPILAN: Aktivitas santri  Pondok Pesantren Ar- Raudhatul Hasanah  hari biasa. Selama Ramadan kegiatan santri diisi  tadarusan  berbagai perlombaan.//TOMMY SANJAYA/SUMUT POS
KETERAMPILAN: Aktivitas santri di Pondok Pesantren Ar- Raudhatul Hasanah pada hari biasa. Selama Ramadan kegiatan santri diisi dengan tadarusan dan berbagai perlombaan.//TOMMY SANJAYA/SUMUT POS

MEDAN – Selama memasuki Bulan Suci Ramadan 1433 H, para santri Pondok Pesantren Ar- Raudhatul Hasanah yang berada di Jalan Setia Budi Simpang Selayang, tetap melakukan rutinitas seperti biasanya yakni belajar di sekolah dengan jadwal yang telah disedikan. Hanya saja di bulan Ramadan, para santri mengikuti rangkaian acara berbuka puasa bersama serta melakukan salat lima waktu serta tadarus bersama.

“Selama bulan Ramahan, Para santri selalu diajarkan untuk melakukan tadarus di masjid usai salat lima waktu,”bilang Direktur Pondok Pesantern Ar-Raudhatul Hasanah, Drs H Rasyidin Bina, MA pada wartawan Sumut Pos, Selasa (24/7).

Dilanjutkan pria yang kerap disapa Rasyidin ini, pada saat memasuki sepuluh Ramadan 1433 H nanti, pesantren akan melakukan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) antar santri Ponpes Ar-Raudhatul Hasanah.

“Di MTQ nanti berbagai perlombaan akan digelar mulai lomba kaligrafi, membaca alquran dan pidato bahasa arab,”terang Rasyidin.  Para juri yang menilai nantinya, berasal dari para ustad/ustadzah ponpes ini sendiri.
“Kegiatan MTQ ini dilakukan untuk kebersama dan mengasah kemampuan para santri serta menghilangkan rasa kebosanan,”ujarnya.

Untuk itu Rasyidin berharap kepada santrinya  agar dapat selalu menanamkan nilai-nilai amal ibadah terutama dalam bulan suci Ramadan ini.
“Terpenting anak santri harus lebih giat belajar dan melaksanakan salat lima waktu serta zikir dan tadarus bersama,”ujar Rasyidin.

Irham, salah satu santri Ponpes Ar-Raudhatul Hasanah itu mengungkapkan selain bertadarus, kegiatan lain yang dilakukan adalah membuat kaligrafi.
Hal senada juga diungkapkan, santri lainnya Kiki. “Hampir setiap tahunnya kita selalu mengkhatamkan alquran sampai dua kali,”bilangnya.
Kembali ke Direktur Pondok Pesantern Ar-Raudhatul Hasanah, Drs H Rasyidin Bina, MA, terkait dengan prestasi yang diraih Ponpes Ar-Raduhatul Hasanah, Rasyidin menyebutkan bahwa banyak prestasi yang telah diraih para santri ponpes ini. Salah satu adalah  santri  pernah ikuti perkemahan nusantara di Batam dan meraih juara.

“Selain itu ponpes juga pernah berhasil meraih pekan olahraga pondok pesantern tingkat Sumatera Utara,” bilang Rasyidin. (omi)