Home Blog Page 13195

Sumut Butuh Figur Baru

JAKARTA – Banyaknya kasus kepala daerah yang berurusan dengan kasus korupsi, termasuk Syamsul Arifin, bakal mempengaruhi psikologi masyarakat Sumut dalam Pilgub 2013 mendatang. Warga yang punya hak pilih akan malas memberikan hak suara di hari pencoblosan bila calon yang maju dianggap tak mengusung ikon perubahan. Angka golput di Pilgubsu diprediksi akan sama tinggi seperti Pilgub DKI.
Menurut pakar sosiologi politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Arie Sudjito, satu-satunya hal yang bisa menekan angka golput adalah munculnya cagub yang merupakan figur baru.

“Saat ini muncul gejala masyarakat pemilih kecewa dengan perilaku elit, banyak kepala daerah yang ditangkap KPK. Pemilih jadi malas. Masyarakat frustrasi. Hanya figur baru, yang punya magnet kuat, yang bisa menekan angka golput,” ujar Arie, akhir pekan lalu.
Dia memberi contoh kasus DKI Jakarta. Warga ibu kota punya semangat pergi ke TPS dan memberikan hak suaranya, lantaran ada figur baru, yakni Jokowi. “Dia merupakan figur yang punya daya magnet sangat kuat. Nah, apakah nanti di Sumut  ada figur baru? Kita belum tahu,” ujar dosen pascasarjana Fisipol UGM itu.

Namun, lanjutnya, di pilgub Sumut untuk sementara ini belum terlihat ada figur yang punya daya magnet kuat seperti Jokowi. Jika hingga hari penutupan pendaftaran calon nantinya belum juga muncul figur baru, dia yakin angka golput di Sumut sulit dihindari.
Memang, lanjutnya, dengan politik pragmatisme, yakni dengan politik uang, warga mau menggunakan hak pilihnya. Namun, lanjutnya, warga yang gampang disetir dengan uang ini, jumlahnya tidaklah banyak.

Lebih lanjut dikatakan, mesin partai politik pun tidak akan mampu mendongkrak tingkat partisipasi pemilih. Pemicunya, ya karena masyarakat sudah sangat kecewa dengan partai, yang kader-kadernya banyak yang tersangkut korupsi. “Proyek pengadaan Alquran saja dikorupsi. Nah, yang seperti ini yang merasuk dalam memori masyarakat,” kata Arie.

Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution mengatakan pihaknya sedang berusaha memikirkan strategi yang tepat sasaran agar Pilgubsu 2013 tidak ‘dimenangi’ kaum golput. ‘’Kami coba sosialiasikan dengan baik soal pentingnya memberikan pilihan, apalagi ini menyangkut pilihan pemimpin lima tahun ke depan,’’ katanya. (sam/rud)

Dituduh Mencuri, 2 Pria Diamuk Massa

BABAK BELUR:Sertu MF Lubis saat mengamankan tersangka Budi Aprianto  babak belur  Makoramil 02 MT, Kamis (26/7).
BABAK BELUR:Sertu MF Lubis saat mengamankan tersangka Budi Aprianto yang babak belur di Makoramil 02 MT, Kamis (26/7).

MEDAN-Budi Aprianto (42), warga Jalan Jelutung Blok IV/J, Komplek Parit Padang, Sungai Liat, Bangka Belitung nyaris dibakar massa, karena kedapatan masuk ke rumah Budi (38), warga Jalan Perintis Kemerdekaan, samping Koramil 02/MT, Kamis (26/7) dini hari.

Keterangan yang dihimpun, tersangka bersama seorang temannya terlihat berhenti di rumah Budi. Tersangka turun dari sepeda motor kemudian masuk ke dalam rumah dengan cara membuka pintu gerbang rumah.

Sekuriti Komplek Perumahan Villa Jati Mas dan warga sekitar yang curiga dengan pelaku langsung membekuk pelaku, sementara rekan pelaku berhasil melarikan diri.

Warga yang saat itu sedang berkumpul menunggu sahur pun langsung menghajar pelaku. Beruntung, petugas Koramil 02/MT, Sertu MF Lubis yang bertugas di Koramil 02/MT langsung mengamankan pelaku dari amukan massa. Tak berapa lama kemudian, Aipda DN Parhusip, personel patroli Sat Sabhara Polresta Medan tiba di lokasi kejadian dan mengamankan pelaku dengan cepat lalu memboyongnya ke Mapolsekta Medan Timur.

Sementara itu, Putra (30), warga Jalan Karya Medan, juga babak belur dihajar massa. Pasalnya, pria pengangguran ini nekat melarikan sepeda motor temannya sendiri Ijal, warga Jalan Karya Medan, Kamis dinihari (26/7) sekitar pukul 02 00 WIB. Akibat kejadian itu, Putra harus mendapatkan perawatan intensif di ruang IGD RS Pirngadi Medan. Putra membantah melarikan sepeda motor milik temannya.(uma/jon)

Tokoh Instan Dilarang Maju Pilkada

Syarat baru seorang calon kepala daerah muncul dalam Rancangan Undang-Undang Pemerintah Daerah (RUU Pemda). Dalam draf RUU yang diajukan ke DPR, pemerintah memperketat syarat calon kepala daerah dengan mengharuskan yang bersangkutan memiliki kecakapan dan pengalaman di bidang pemerintahan.

SYARAT  itu dalam kata lain melarang tokoh-tokoh baru yang tidak berpengalaman maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.
Anggota Komisi II DPR Abdul Malik Haramain tidak membantah adanya pasal yang mengatur syarat baru maju pilkada tersebut. Malik menyiratkan dukungan atas pasal tersebut. Dalam artian, pasal itu mutlak dibutuhkan demi menghentikan munculnya tokoh-tokoh amatir alias karbitan dalam pilkada.
“Pengalaman itu penting agar orang yang sama sekali tidak ngerti tentang pemerintahan menjadi kepala daerah. Itu juga tidak lucu,” kata Malik di Jakarta, Rabu (25/7).

Tokoh yang muncul secara instan, kata Malik, selama ini mampu berpartisipasi karena memanfaatkan longgarnya peraturan dalam syarat pencalonan kepala daerah. Fenomena itu harus diatur demi menghindari sebuah daerah dipimpin oleh orang yang tidak kompeten.
“Beberapa kepala daerah, menurut laporan Kemendagri, terlibat korupsi hanya karena tidak mengerti administrasi pemerintahan. Itu salah satu akibat dari sama sekali tidak punya pengalaman,” ujar politikus Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB) itu.

Syarat berpengalaman itu diatur dalam pasal 47 huruf d RUU Pemda. Pasal itu menyebutkan, kepala daerah harus mempunyai kecakapan dan pengalaman pekerjaan yang cukup di bidang pemerintahan. Pada bagian penjelasan dijabarkan bahwa yang dimaksud dengan pengalaman di bidang pemerintahan adalah pengalaman sekurang-kurangnya lima tahun bekerja di lembaga eksekutif, atau legislatif, atau yudikatif, atau sebagai pengurus partai politik atau pengurus organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemda Taufiq Hidayat mengungkapkan, pengaturan itu merupakan satu dorongan bagi partai untuk menyiapkan calon-calon yang berkualitas. Parpol dituntut mencalonkan sosok yang tidak sama sekali baru dalam bidang politik, misalnya artis maupun pengusaha.
“Nah kalau yang seperti ini masuk di struktur pemerintahan bisa berakibat kecepatan dan tindakan dalam menjalankan program menjadi terganggu. Ini problem,” kata dia.

Politikus Partai Golkar itu menyebutkan, faktor pengalaman atau kepemimpinan baik di pemerintahan, partai, maupun organisasi kemasyarakatan merupakan jembatan bagi lahirnya kepala daerah yang kompeten. Meski begitu, pasal terkait pembatasan itu harus dirumuskan secara matang untuk menghindari mubazirnya pengaturan tersebut.

“Nanti ada orang-orang yang demi mencalonkan diri secara formalitas dicantumkan dalam kepengurusan partai atau organisasi. Jadi inti masalahnya tidak terimplementasikan dengan baik,” tandasnya. (bay/agm/jpnn)

BC Belawan Sita Ratusan Bal Pakaian Bekas

BELAWAN-Menjelang lebaran upaya penyelundupan barang impor berupa pakaian dan sepatu bekas kembali marak. Sedikitnya 380 balepress asal Malaysia ditangkap petugas Bea Cukai (BC) dari kapal motor (KM) Berkat di sekitar pinggiran pantai perairan Pantai Labu Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, Kamis (26/7) kemarin.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen DJBC Kanwil Sumut, Goodman Pasaribu kepada Sumut Pos mengatakan, penangkapan ratusan balepress asal negeri serumpun itu bermula dari adanya laporan masyarakat diterima petugas BC.”Berdasarkan dari laporan itu kita selanjutnya membentuk tim, setelah dilakukan pengintaian akhirnya kapal niaga KM Berkat GT 28 No.1752 GGe berbendera Indonesia berhasil kita tangkap di perairan Pantai Labu,” kata Goodman.

Kapal penyelundup sarat muatan pakaian bekas dan sepatu asal luar negeri tersebut dipasok ke Sumatera Utara (Sumut) untuk kemudian diperjual belikan kembali di Sumut. Sedangkan, nakhoda kapal berinisial, RB hingga kemarin sore masih menjalani proses pemeriksaan di Kantor Wilayah (Kanwil) BC Sumut di Jalan Anggada Belawan.

“Penangkapan ini merupakan yang ke tujuh sepanjang tahun 2012. Sementara, sesuai data statistik BC setidaknya pada tahun 2011 lalu sebanyak 22 pelanggaran kasus penyeludupan terjadi di Perairan Belawan dan Sumut,” terangnya.

Goodman menambahkan, atas terjadinya pelanggaran Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Pasal 102 huruf a tentang kepabeanan yang telah diubah menjadi UU No.17 Tahun 2006 ini, negara nyaris mengalami kerugian hingga mencapai Rp800 juta.(mag-17)

Baru Pulih, Langsung Bikin Rekor

REKOR dicatat striker tim sepak bola putri Brasil Cristiane ketika melibas Kamerun lima gol tanpa balas. Sumbangan satu golnya membuat pemain berusia 27 tahun itu melewati rekor Birgit Prinz sebagai pencetak gol terbanyak selama Olimpiade.

Sebelumnya, bersama Prinz, dia menjadi pencetak gol terbanyak dengan sepuluh gol. Tambahan satu gol membuatnya nangkring sendirian dalam daftar top scorer sepak bola putri Olimpiade. Rekor itu bisa bertambah karena baru laga pertama.

Cristiane mencetak gol keempat Brasil pada pertandingan kemarin dini hari. Gol tercipta pada menit ke-80 setelah menerima umpan dari Marta. “Ini adalah gol yang spesiap. Saya tahu kalau saya hanya butuh satu gol untuk mencapai rekor,” ujar Cristiane, seperti dikutip AP.

Dia sudah tiga kali terjun di Olimpiade. Sejatinya, Cristiane ragu bisa bermain pada Olimpiade kali ini. Penyebabnya, dia sempat mengalami cedera parah pada bahu kanannya. Cedera yang sama seperti dialaminya pada akhirnya 2010.

“Yang saya pikirkan hanyalah bagaimana bisa cepat pulih dan melewati masa recovery dari cedera sebelumnya. Saya berlatih sendiri dan tidak tahu apakah bisa berangkat atau tidak ke Olimpiade 2012,” terang Cristiane.

Nyaris saja dia tidak berangkat karena sempat tergeletak empat pekan sebelum berangkat ke London. Karena baru pulih dari cedera itulah yang membuatnya tidak turun sebagai pemain inti. Cristiane turun menggantikan Thais Guedes di babak kedua.

Pujian pun langsung ditujukan kepada Cristiane. “Dia adalah salah satu pemain terbaik kami. Kami menyadari dia bisa melewati masa pemulihannya dan kembali ke performa terbaik. Dia tetap hebat meski memulai dari bangku cadangan,” kata Jorge Barcellos, pelatih Brasil Putri.

Cristiane memiliki karir gemilang bersama Brasil. Dia ikut membantu Brasil runner-up Piala Dunia Putri 2007, medali emas pada Pan American Games 2007, medali perak pada dua Olimpiade 2004 dan 2008, serta juara    Sudamericano Femenino 2003.

Rekor hebat lainnya di Olimpiade adalah mencetak dua hat-trick. Bersama Prinz, dia menjadi dua pemain putri yang pernah mencetak hat-trick selama penyelanggaraan Olimpiade. (ham/jpnn)

Jumadi: Dipicu Jual Beli Stan

Harga Makanan dan Minuman di Ramadan Fair  Mahal

MEDAN-Perhelatan even tahunan Ramadan Fair di Taman Sri Deli, Jalan SM Raja Medan terus menuai protes. Kali ini datang dari anggota Komisi C DPRD Medan.

Anggota Komisi C DPRD Medan, Jumadi mengaku, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan dan mitra yang menjadi penyelenggara tak mampu mengontrol pedagang sehingga ribut.

“Kami sangat menyayangkan karena sebenarnya acara tersebut sudah ada Standard Operating Prosedure (SOP)-nya dan sudah disepakati, baik dalam soal pelayanan, pengamanan dan lainnya,” ujar Jumadi
Politisi Partai Keadilan dan Sejahtera itu mengungkapkan, akibat pedagang ribut citra Kota Medan dan pelaksanaan Ramadan Fair menjadi rusak.

“Kalau ingin bertujuan menggaet turis lokal dan internasional jangan ada ribut-ribut. Ini malah membuat Kota Medan malu,  Kami meminta disbudpar tidak hanya mengandalkan semua penanganan ke event organizer (EO). Kalau bisa dinas pariwisata juga membantu menangani persoalan ini termasuk soal parkir,” ujar Jumadi.

Jumadi mengungkapkan seharusnya harga makanan dan minuman yang dijual di stan Ramadan Fair sesuai pasaran, kalau bisa di bawah harga normal.

“Disbudpar Kota Medan harus bisa mengontrol sehingga pedagang pedagang yang menjual makanan dan minuman tidak sesuka hati menentukan harga,” katanya.
Menurut Jumadi, mahalnya harga makanan dan minuman di Ramadan Fair diduga dipicu adanya jual beli stan.

“Jualan beli stan itu bisa saja, hal itu seperti angin, bisa dirasakan tapi tidak bisa dilihat, kalau ada pedagang di stan Ramadan Fair yang melapor sama kita kita siap mem-back upnya,” ucapnya.
Untuk itu, Jumadi meminta disbudpar untuk mengevaluasi EO yang menjadi pelaksana Ramadhan Fair.

Kadisbudpar Kota Medan, Busral Manan mengaku seluruh pelaksanaan Ramadan Fair diserahkan kepada EO.
“Kita hanya melaksanakan dan menerima laporan saja,” ucapnya.

Untuk mahalnya harga makanan dan minuman yang dijual di Ramadan Fair, Bursal Manan mengaku, akan melakukan tindakan terhadap pedagang dan pedagang wajib membuat harga menu makanan dan minuman yang dijual.

Wartawan Sumut Pos Rabu (25/7) malam sengaja memesan minuman di salah satu stan Ramadan Fair. Seorang pramusaji memberikan menu tanpa harga, kemudian wartawan Sumut Pos bergeser ke stan yang lain, kemudian memesan minuman di stan ini, pramusaji kembali memberikan menu tanpa disertai harga. (gus)

FUI Sumut Gugat Plt Gubsu

Pengambilalihan Pengelolaan RS Haji Medan

MEDAN-Forum Umat Islam (FUI) Sumut menggugat Plt Gubernur Sumatera Utara dan Sekda Propsu atas pengambil alihan aset Yayasan RS Haji Medan. Kamis (26/7), FUI Sumut didampingi kuasa hukumnya langsung mendaftarkan gugatan perdata dengan nomor perkara 441 ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Eko Winarno SH, selaku Penasehat Hukum (PH) FUI Sumut mengatakan gugatan terhadap Plt Gubsu dalam hal ini tergugat I dan Sekda Propsu sebagai tergugat II dilakukan atas dasar perbuatan melawan hukum yang dilakukan kedua tergugat, yang telah menerbitkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 78 Tahun 2011, tentang pengalihan pengelolaan Yayasan RS Haji Medan kepada Pemprov.

Menurutnya, kedua tergugat diklasifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum. Atas dasar peraturan tersebut, perbuatan ini bertentangan dengan akta Pendirian Yayasan RS Haji Medan dimana dalam Pasal 18 Yayasan RS Haji Medan Nomor 5 Tanggal 3 Juni 1998 yang dibuat dihadapan Alina Hanum SH selaku notaris.

“Jadi secara resmi kami ajukan gugatan ke PN Medan. Meskipun telah terjadi pembubaran pengurus yayasan maka menurut pasal 18 ayat 2 akte yayasan nomor 5 itu, pihak manapun tidak dapat melakukan pengelolahan harta benda yang tersisa karena harta benda yang tersisa tersebut harus diserahkan kepada Badan Amal Sosial Islam yang ditunjuk,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum FUI Sumut, Sudirman Timsar Zubil mengatakan RS Haji Medan dibangun atas dasar swadaya umat Islam. Seharusnya, bila yayasan tersebut dibubarkan, maka asetnya harus diserahkan kepada badan amal sosial Islam sesuai dengan anggaran dasar yayasan RS Haji Medan.

“FUI Sumut didirikan untuk membela agama dan kepentingan umat Islam. Sekarang ini terjadi pengambil alihan terhadap aset umat Islam yaitu RS Haji Medan. Aset-aset yayasan yang diambil alih kedua tergugat ini yang kami anggap sebagai kezoliman terhadap umat Islam,” ungkapnya.

Seperti diketahui pada 3 Juni 1998, RS Haji Medan didirikan di bawah naungan Yayasan RS Haji Medan berdasarkan akte yayasan nomor 5 tanggal 3 Juni 1998. Namun, timbul permasalahan dimana Anggaran Dasar Yayasan RS Haji Medan tidak disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan tentang yayasan yang berlaku.

Selanjutnya para pengurus Yayasan RS Haji Medan bersama Plt Gubsu mengadakan rapat Paripurna pada 7 Februari 2012 yang menghasilkan keputusan diantaranya menyetujui pembubaran RS Haji Medan, menyetujui pengelolaan rumah sakit tersebut oleh Pemprov serta merekomendasikan kepada Plt Gubsu dan Sekda Provsu untuk segera mengambil langkah strategis terhadap manajemen RS Haji Medan.

Setelah terjadi pembubaran yayasan, pihak manapun tidak dapat melakukan pengelolaan harta benda yang tersisa karena harus diserahkan kepada Badan Amal Sosial Islam yang ditunjuk. Namun selanjutnya tergugat I dan tergugat II mengeluarkan Peraturan Gubsu Nomor 78 Tahun 2011, tentang pengalihan pengelolaan Yayasan RS Haji Medan kepada Pemprov yang berindikasi terhadap penguasaan dan kepemilikan terhadap harta benda yayasan. (far)

Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP DS

LUBUKPAKAM-Pasangan mesum Hendra (23) warga Jalan Labuhandeli Kelurahan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan bersama pasangannya Vindri (18) warga Pantai Cerminkampung Kecamatan Perbaungan tertangkap basah berduaan di kamar hotel Bidadari Inn di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Sukamandihulu Kecamatan Pagarmerbau, Kamis (26/7) sekira pukul 09.30 WIB. Kedua tertangkap basah berduaan saat razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Deliserdang (DS).

Razia itu berawal kecurigaan petugas saat melihat sepasang kekasih yang diduga tanpa ikatan perkawinan, masuk ke dalam hotel kelas melati berkedok rumah makan lesehan milik Dr Rosmawati Ginting yang belum memiliki izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang.

Memastikan kecurigaan itu, akhirnya satu tim anggota Satpol PP memasuki lokasi Hotel Bidadari Inn, langsung merazia sejumlah kamar. Ketika digeledah, sepasang kekasih diduga berbuat mesum ditemukan dalam kamar hotel. Lantas sepasang kekasih, bersama dua wanita yang merupakan pekerja di Hotel Bidadri Inn turut digelandang ke kantor Satpol PP Deliserdang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut penuturan keduanya Hendra dan Vindri di kantor Satpol PP, bahwa mereka baru pertama kali masuk ke Hotel Bidadari Inn itu.
“Saya baru pertama kali masuk hotel, kemudian kena razia Satpol PP. Kami masih bercakap-cakap, belum berbuat gituan, pasrah ajalah bang,” ungkap keduanya.

Sementara itu, pengamatan awak Koran ini, di Kantor Satpol PP Pemkab Deliserdang sekitar pukul 14.00 Wib, sepasang kekasih yang terjaring razia dari Hotel Bidadari Inn itu tidak kelihatan lagi.(btr)

Dapatkan Brasil ke-4

USAHA Chelsea untuk mendapatkan Oscar dos Santos tidak sia-sia. Oscar menjadi pemain asal Brasil ke empat yang berhasil direkrut oleh The Blues.  The Blues kabarnya harus mengeluarkan biaya hingga 25 juta poundsterling (sekitar Rp369 miliar) untuk mengangkut pemain berusia 20 tahun itu ke Stamford Bridge.

Sebelumnya, Oscar mengatakan tidak mau memikirkan mengenai kepindahannya ke Stamford Bridge. Pemain 20 tahun ini hanya fokus membela Brasil di ajang Olimpiade untuk mendapatkan medali emas.

“Sama seperti tim lain, saya sedang fokus untuk memenangkan medali emas Olimpiade. Mereka sedang mengusahakannya untuk saya dan terus memberikan informasi kepada saya. Saya hanya fokus bermain di sini, berkembang dan bermain semakin baik,” ujar Oscar di Eurosport, Kamis (26/7).

Oscar menjadi pemain asal Brasil keempat yang berhasil didatangkan oleh Chelsea. Sebelumnya, juara bertahan Liga Champions ini berhasil mendatangkan David Luiz, Ramires dan juga pemain muda Lucas Piazon. (bbs/jpnn)

Balita Tewas Tenggelam di Sumur

LUBUKPAKAM-Yudha Parobowo, anak berusia 3 tahun ditemukan tewas mengapung di dalam sumur di pinggiran sawah milik Suleman (58) di Jalan Mesjid II Ujung Dusun II Desasekip Kecamatan Lubukpakam, Rabu (25/7) sekira pukul 16.00 WIB.

Bayi di bawah lima tahun (Balita) itu sebelumnya bermain bersama abangnya Doni (5) dan dua temannya sambil mengambil rambutan di pinggiran sawah milik Sulaeman. Usai bermain, korban bersama temannya membuka kawat kasa penutup sumur dan menimba airnya. Sumur itu biasanya digunakan pemiliknya untuk menyiram perkebunan sayur dan cabai.

Korban terpeleset dan masuk ke dalam sumur yang kedalamannya sekitar dua meter. Doni beserta temannya malah ketakutan sembari berlari pulang ke rumah. Mereka terdiam terpaku tidak memberi tahukan kejadian itu.

Doni dan temannya sempat kembali lagi ke lokasi sumur untuk melihat Yudha di dalam sumur, setelah itu kembali pulang. Ibu korban, Dede yang baru pulang kerja menanyai keberadaan Yudha kepada Doni.
Doni ketakutan sambil memberitahu bahwa adiknya tenggelam di dalam sumur.

Sontak, ibu korban panik bukan kepalang. Dia langsung bergegas menuju terjeburnya Yudha.
Tiba di lokasi, Dede pun menjerit histeris tatkala melihat jasad anaknya sudah mengapung di atas permukaan air sumur. Dibantu warga sekitar, korban diangkat dan dibawa ke rumah duka. Korban dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.(btr)