Home Blog Page 13196

Besok, Senpi Penembak Mati Upeng Teridentifikasi

MEDAN- Satuan Reskrim Polresta Medan hingga saat ini masih memeriksa lima orang saksi, terkait kasus penembakan yang menewaskan Zulfan Surbakti alias Upeng (60) warga Jalan Dagang Desalama Pancurbatu di kawasan Panembahan di Jalan Letjen Jamin Ginting kilometer 15,5 Desabaru, Pancurbatu, Selasa (24/7) malam 20.00 WIB.

“Kita masih mengumpulkan semua bukti-bukti. Sebelumnya kita kita memintai keterangan dari lima saksi dan kita masih melakukan pemeriksaan intensif,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Moch Yoris Marzuki SIK, Kamis (26/7) siang.

Sebelumnya, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang mengatakan pihaknya tidak mau gegabah mengungkap kasus ini. “Sabar yah karena anggota masih bekerja di lapangan,” katanya.
Sementara Kepala Laboratorium Forensik (Kalabfor) Poldasu Kombes Pol Agus Irianto mengatakan dua proyektil senjata api (senpi) yang diletuskan pelaku untuk menembak mati Ketua Karang Taruna Delserdang itu mulai diuji balistik.

Uji balistik dilakukan guna mengetahui jenis senpi apa yang dipakai pelaku untuk menghabiskan nyawa mantan Wakil Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Pancurbatu itu.”Dua proyektil sudah kami terima. Kami sudah mulai melakukan uji balistik hari ini,” katanya.

Agus mengatakan, uji balistik diperkirakan selesai dalam satu atau dua hari ke depan. “Gak secepat yang dibayangkan. Mungkin besok atau lusa uji balistiknya selesai, kemudian hasilnya nanti akan kami serahkan langsung ke Polresta Medan,” sebut Agus.(jon/mag-12)

Keuangan Bappedasu-Tarukim Sumut Harus Dikasuskan

MEDAN- Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LPH) Keuangan Pemprovsu Tahun 2011 di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bappedasu) harus ditindaklanjuti.

Karena, penetapan biaya langsung non personel sebesar Rp6.837.225.000,00 tidak dapat diyakini kewajarannya dan pembebanan biaya langsung non personil sebesar Rp2.702.298.270,00 tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut indikasi itu menjurus adanya mark-up di sejumlah proyek di Bappeda dan Dinas Tarukim Sumut.

“Rekomendasi BPK yang meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) untuk memerintahkan kepada Kepala Bappeda dan Dinas Tarukim, untuk menghitung kembali dan jika didapat kelebihan penetapan dan pembayarannya agar disetorkan ke kas daerah, itu menunjukkan berarti ada indikasi mark-up atau pemotongan dalam proyek yang dikerjakan,” ungkap Sekretaris Fitra Sumut, Rurita Ningrum SH kepada Sumut Pos, Kamis (26/7).  Menurut Rurita, jika enam bulan ke depan rekomendasi itu tidak dilakukan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, maka masyarakat yang mengetahui hal ini bisa melaporkannya ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu),

atau bisa juga Kejatisu mengambil kasus ini, karena sebelumnya Kejatisu dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) telah melakukan Memorandum Of Understanding (MoU). “Ini bisa dilaporkan oleh masyarakat yang mengetahui, dan bisa juga langsung diambilalih Kejatisu karena sudah ada MoU dengan BPK, dan Kejatisu juga menerima LHP tersebut,” tegasnya.

Untuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, pada prinsipnya harus mengambil sikap tegas dengan mengevaluasi kepala SKPD yang nakal-nakal tersebut. “Informasi dari internal Pemprovsu, yang mengambil keputusan itu bukan Gatot (Plt Gubsu, red), tapi masih Syamsul Arifin (Gubsu Non Aktif, red). Jadi, katanya Gatot juga masih bersinggungan dengan Syamsul Arifin, untuk meminta tandatangan,” tukasnya.
Kepala Bappedasu Riadil Akhir, kembali tidak bersedia dikonfirmasi terkait hal itu.(ari)

Jembatan Ambruk, Truk Kecebur Sungai

LANGKAT- Jembatan menghubungkan tiga desa di Kecamatan Batang Serangan-Langkat akhirnya ambruk, menyusul kondisinya yang kian memburuk sejak beberapa tahun terakhir. Tidak ada korban jiwa namun satu truk mengangkut sawit kecemplung sungai saat melintas.
“Jembatan ini menghubungkan ke tiga desa serta lokasi wisata Tangkahan, kondisinya sudah parah sejak setahun terakhir dan kami juga sudah berulangkali minta perhatian pemerintah sampai akhirnya runtuh,” kata warga setempat Amanta Sembiring, Kamis (26/7).

Diuraikannya lagi, sebelum benar-benar ambruk sekitar pukul 06.00 WIB  jembatan tak mampu menahan tonase truk. Titi mangga biasa disebutkan warga kondisinya cukup mengkhawatirkan karena papan lantai sudah banyak yang lepas dan bolong.

Tidak hanya itu, menurut Amanta, pascaambruknya Titimangga yang mulai diresmikan sekitar 1982 itu membuat warga tiga desa yakni Desa Kwalamusam, Desa Namusialang dan Seiserdang serta turis mancanegara yang berada di Tangkahan bakal terisolir sementara waktu.

“Sebelumnya juga tak jarang warga yang melintas naik sepeda motor ataupun berjalan kaki kecebur ke sungai, karena memang kondisi jembatannya sudah tak layak lagi namun pemerintah sepertinya lambat padahal sudah dilaporkan,” beber dia seraya sebutkan supir dan kernet truk selamat dengan kondisi luka ringan.

Pascakejadian itu, Pemkab Langkat mengaku sudah merespon.”Telah kita perintahkan Kadis PU untuk mengecek jembatan itu ,” kata Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu. (mag-4)

Kalah yang Memuaskan

(3)MLS All-Star v Chelsea(2)

PHILADELPHIA – Kesebelasan bintang-bintang MLS All-Star sukses bikin Chelsea kandas di partai pramusim mereka di Amerika Serikat, dini hari lalu. MLS All-Star menang 3-2. Gol kemenangan MLS All-Star dijaringkan Eddie Johnson pada injury time babak kedua.

Juara bertahan Liga Champions itu sebenarnya tampil dengan kekuatan utamanya. Bahkan, sang kapten John Terry diturunkan pelatih Roberto di Mateo sebagai starter.  Namun, justru MLS All-Star lah yang unggul lebih dulu melalui penyerang asal klub San Jose Chris Wondolowski pada menit ke-21. Tertinggal satu gol membuat The Blues tersentak.

Selanjutnya sundulan Terry memanfaatkan tendangan penjuru Frank Lampard yang berhasil menggetarkan gawang MLS All-Star yang dijaga Jimmy Nielsen. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Chelsea langsung mengambil inisiatif penyerangan. Usaha mereka tidak sia-sia karena pada menit ke-58 untuk pertama kalinya Chelsea berhasil unggul terlebih dulu melalui Frank Lampard.

Sayang, keunggulan The Blues tak bertahan lama. 15 menit kemudian tepatnya pada menit ke-73, penyerang pengganti Chris Pontius berhasil menyamakan kedudukan.

Malapetaka bagi Chelsea hadir pada injury time babak kedua. Bekas penyerang Fulham Eddie Johnson secara tak terduga sukses membobol gawang The Blues yang dijaga Ross Turnbull pada menit ke-91. Chelsea pun terpaksa mengakhiri laga dengan kekalahan 2-3. Pada laga sebelumnya di tur pra-musim mereka ke Amerika Serikat, Chelsea juga nyaris ditekuk PSG sebelum meyamakan kedudukan menjadi 1-1 di akhir-akhir babak kedua.

Arsitek The Blues,  Roberto Di Matteo kecewa dengan kekalahan tersebut. Namun, pria asal Italia itu melihat masih ada sisi positif dari kekalahan tersebut. “Kami kecewa dengan hasilnya. Kami selalu mencari kemenangan dan kami agak sedikit longgar di babak kedua,” ucap Di Matteo di situs resmi klub.

Di Matteo memainkan sejumlah pemain utama seperti John Terry, Ashley Cole, Michael Essien, Frank Lampard, hingga para pemain anyar seperti Marko Marin dan Eden Hazard. Terry dan Lampard sukses membuat gol, tapi secara keseluruhan Di Matteo menilai bahwa Chelsea masih punya beberapa kekurangan.

“Saya membuat beberapa perubahan, tetapi sepertinya tim menjadi kurang kompak di babak kedua, jika dibandingkan dengan babak pertama di mana kami lebih stabil. Tim MLS tampak lebih siap dan tengah menjalani musim, jadi mereka terlihat lebih tajam dari kami.”

Di Matteo menilai bahwa meski kalah, Chelsea sudah berhasil membuat para pemain lebih banyak berkeringat. Hal tersebut dinilainya penting untuk mengembalikan kebugaran pemain ke level terbaik.

“Bagi kami, penting untuk membuat para pemain mendapatkan menit bermain sebanyak mungkin. Masih ada yang harus diperbaiki, tapi saya senang dengan permainan yang ditunjukkan di babak pertama dan pertandingan ini merupakan ujian yang bagus untuk kami,” katanya. (bbs/jpnn)

Poldasu Tes Urine Anggota DPRD Labuhanbatu

Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba

MEDAN- Rudi Hartono (RH), anggota DPRD Labuhanbatu diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Direktorat Reserse Narkoba Ditres Narkoba) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), Kamis (26/7).

RH tiba di markas Dit Narkoba Poldasu, sekira pukul 12.00 WIB. Tanpa didampingi pengacara, Rudi diperiksa secara intensif di ruang Subdit II Dit Narkoba Poldasu. Selain menjalani pemeriksaan, RH juga menjalani tes urine di Laboratorium Forensik (Labfor) Poldasu.

Rudi dipanggil penyidik Dit Narkoba, terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Dia menjadi saksi dalam kasus kepemilikan sabu 0,35 gram dengan tersangka Hidayat Hasibuan (anggota DPRD Labuhanbatu) dan Andi Siagian (Ketua LSM), yang tertangkap basah sedang memakai sabu di Mess Pemda Labuhanbatu Jalan HM Joni Medan pada bulan yang lalu.

“Kami panggil dia sebagai saksi. Soalnya dari keterangan Hidayat Hasibuan, dia (RH,red) juga ikut memakai sabu saat Dit Narkoba Poldasu melakukan penggerebekan di Mess tersebut. Namun, saat kami menggerebak dia sudah tidak berada di tempat itu,” ujar Direktur Reserse Narkoba Poldasu, Kombes Pol Drs Andjar Dewanto, Kamis (26/7) siang.
Andjar mengatakan, tes urine yang dilakukan adalah sebagai petunjuk saja. “Tes urine ini untuk petunjuk saja. Sejauh ini status RH masih saksi,” beber Andjar.

Saat disinggung apakah status RH sewaktu-waktu bisa saja dinaikkan menjadi tersangka, Andjar tidak membantahnya. “Bisa saja. Kalau ditemukan bukti-bukti yang cukup, dia (RH,red) bisa dijadikan sebagai tersangka. Bukti itu seperti pengakuan para tersangka dan IT,” sebut Andjar.
Pantauan Sumut Pos, hinga Kamis petang, RH masih terus menjalani pemeriksaan. RH juga belum mau memberi keterangan mengenai pemanggilan dirinya tersebut. “Kalau hari ini tidak selasai, pemeriksaan akan dilanjutkan besok (hari ini,red),” pungkas Andjar.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Kamis (17/5) lalu, Ditres Narkoba Poldasu menangkap dua tersangka pemakai sabu di salah satu kamar di Mess Pemda Labuhan Batu. Salah seorang diantaranya adalah Hidayat Hasibuan, yang juga anggota DPRD Labuhanbatu. Dalam penggrebekan itu, petugas mengamankan 0,35 gram sabu-sabu beserta alat hisap bong.

Rudi Hartono yang ditemui usai pemeriksaan, membantah kalau dirinya ikut menikmati sabu-sabu di dalam kamar Mess Pemkab Labuhanbatu Jalan HM Joni Medan. “Saya tidak ikut menikmati sabu tersebut,” tegas Rudi.

Namun, dia membenarkan kalau kamar di Mess Pemkab Labuhanbatu yang akan dipakai dirinya untuk bermalam bersama Hidayat Hasibuan di booking atas namanya. “Memang kamar itu saya yang boking. Tapi saat mereka (Hidayat Hasibuan) memakai sabu-sabu di dalam kamar itu, saya sedang pergi ke RS Elisabeth untuk menjenguk paman saya. Saya juga tidak ada ikut menghisap ‘barang haram’ itu,” tukas Rudi. (mag-12)

Kaka Ditawarkan ke Inter

MADRID- Gosip soal masa depan Kaka makin menarik. Di tengah upaya AC Milan membawa pulang gelandang asal Brasil itu, manajemen Real Madrid dikabarkan justru lebih memilih menawarkan Kaka ke Inter Milan, yang merupakan rival AC Milan.

Seperti dilansir dari Tuttosport, konon telah terjadi komunikasi antara dua sahabat dekat, pelatih El Real, Jose Mourinho dengan pemilik Inter, Massimo Moratti terkait peluang pertukaran pemain.
Mourinho ingin menukar Kaka dengan bek Inter, Douglas Maicon.Maicon adalah target utama Mourinho sejak musim panas lalu. Dan hingga kini pelatih asal Portugal itu masih berambisi memboyong Maicon ke Santiago Bernabeu. Di saat bersamaan, Kaka dilaporkan tidak masuk dalam rencana Mourinho musim depan.

Belum diketahui apakah ada kesepakatan yang sudah terjalin. Namun jika kesepakatan tercapai, dan Kaka mengenakan kostum Nerrazuri, maka ini bakal menjadi pukulan telak kedua bagi fans Milan. Pasalnya, sepanjang musim panas ini, dua pemain kunci, Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva telah dilepas ke PSG. (net/jpnn)

Gelapkan OP Migor, Staf Disperindag Ditangkap

LANGKAT- Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat menahan dua staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Langkat berinisial Su dan Mu, diduga menggelapkan operasi pasar minyak goreng (OP migor) tahun 2008.

Keduanya ditahan seusai dimintai keterangan di Kejari Stabat, Rabu (25/7) petang. Penahanan terhadap keduanya, ditengarai dari penyelidikan penyidikan Polda Sumatera Utara menangani kasus penggelapan migor dalam OP dilakukan Pemprop Sumut.
“Demi kepastian hukum, kedua PNS ini kita tahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpura,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Stabat, Choirun Parapat kepada wartawan, Kamis (26/7) siang di Stabat.

Parapat menjelaskan, kedua PNS di Langkat ini dipersalahkan menggelapkan uang negara sehingga negara dirugikan Rp1.307.997.500. Keduanya diancam melanggar Pasal 2 ayat (1) sub pasal 3 UU RI No31/1999 yang sudah dirubah dengan UU No20/2001 juhnto pasal 551 ke (1)  KUHP.  Ditemui terpisah di Rutan Tanjungpura, Su menjelaskan dirinya tidak mengetahui adanya kerugian negara dalam pendistribusian minyak goreng di Langkat yang bahan bakunya dari Pemprop Sumut. Namun dirinya juga tidak menampik, jika hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP) Sumatera Utara. (mag-4)

Bongkar Muat Pelabuhan Belawan Sulit Berkembang

MEDAN- Kinerja bongkar muat di Pelabuhan Belawan masih kurang maksimal. Bahkan dari hasil temuan Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo), infrastruktur di pelabuhan internasional itu masih jauh dari harapan.

“Kinerja infrastruktur tidak ada pengembangan, dermaga, cranenya tua. Pengembangannya ada, cuma lebih lambat ketimbang pertumbuhan. Hal itu akan merugikan pemakai jasa angkutan,” tegas Ketua Bidang Infrastruktur Angkutan dan Pelayaran Depalindo Drs Hendrik Sitompul MM kepada wartawan, Kamis (26/7).

Dijelaskannya, dari temuan di Pelabuhan Belawan, dweeling time atau massa tunggu kapal butuh waktu yang cukup signifikan. Butuh waktu 30 jam hingga 40 jam hanya untuk masa tunggu sandar, setelah sandar, kinerja bongkarnya juga lambat.

Sehingga diperkirakan, kata Hendrik, biaya logistik terbesar muaranya di sektor pelabuhan. Namun, masalah di pelabuhan yang menyebabkan lamanya dwelling time ini bukan hanya untuk infrastrukturnya, juga terkait dengan karantina, bea cukai, kapal pandu, kapal tunda, syahbandar.
“Yang perlu dipahami, high cost bukan hanya dari sisi tarif, tetapi sisi produktivitas dan efisiensi. Misalnya bea cukai, respon 3 hari, ini high cost, ada penumpukkan dan demorate. Bongkar muat lambat,” ujar Hendrik yang juga anggota tim Koordinasi Peningkatan Kelancaran arus barang ekspor dan impor yang dipimpin  Ibnu Purna Muchtar. (ade)

Mobil Bendahara Perikanan Belawan Hilang

TEBINGTINGGI- Mobil Daihatsu Xenia BK 1978 KO milik bendahara Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Belawan atas nama Viky Eko Arfandy (29) warga Jalan KL Yos Sudarso Tanjungmulai Kota Medan dilarikan sepesial kawanan pencuri mobil, usai melaksanakan salat Zuhur di Masjid Raya Nur Adin di Jalan Suprapto Kota Tebingtinggi,Kamis (26/7).

“Karena keletihan dan tiba waktu salat Zuhur, saya bersama sopir memberhentikan laju mobil dan langsung menuju Masjid Raya Nur Addin di Jalan Suprapto Kota Tebingtinggi,” ungkap Viky Eko kepada Sumut Pos ketika membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi, Kamis sore. (mag-3)
Kasat Reskrim AKP Lili Astono mengatakan, pelaku kini masih dalam pengejaran petugas.(mag-3)

Dirampok, Terjatuh dari Becak

dirampok
dirampok

MEDAN-Rusty (65), warga Jalan Panglima Sentosa Baru,Medan Kota, tak menyangka jika dirinya harus mendapatkan perawatan intensif di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan.
Wanita paruh baya ini mengalami luka serius di bagian kepalanya setelah menjadi korban perampokan dua orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jalan HM Yamin tepatnya sekitar Gang Sado Medan Timur, Kamis pagi (26/7) sekitar pukul 06.20 WIB.

Informasi yang dihimpun, aksi perampokan yang dialami korban bermula saat korban hendak pulang ke rumahnya, setelah menjaga menantunya yang tengah dirawat di RS Pirngadi Medan.
Namun, saat menumpang becak bermotor (betor), belum jauh  meninggalkan rumah sakit, dua pemuda mengendarai sepeda motor memepet becak yang dikendarai korban. Tanpa basa -basi, dua pemuda itu langsung menjambret tas wanita paruh baya tersebut.

Tarik menarik antara dua perampok dengan ibu tua itu pun terjadi. Kesigapan pengendara betor Ferdinan Simangunsong (40) yang langsung membelokan becaknya ke kanan berhasil menggagalkan usaha pelaku. Namun, Rusty kalah kuat dengan perampok dan terjatuh ke badan jalan.
Akibatnya, kepala wanita tersebut koyak terbentur aspal.

Melihat kejadian itu, Ferdinan langsung menjerit minta tolong, dan membuat pelaku lari menyelamatkan diri.

Tak ingin terjadi sesuatu terhadap korban, Ferdinan melarikan Rusty ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Pirngadi Medan guna mendapatkan perawatan.

“Ibu itu mau pulang ke rumahnya numpang becak saya, baru saja berangkat 2 pemuda memepet kami dan menarik tas ibu itu hingga ibu itu terjatuh, makanya langsung saya larikan ke RS Pirngadi ini,” terang Ferdinan. (uma)