Home Blog Page 13208

Produk UMKM Butuh Promosi

TINJAU: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan Yusrah Siregar saat meninjau pameran UMKM  Lapangan Merdeka Medan belum lama ini. //redianto/sumut pos
TINJAU: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan Yusrah Siregar saat meninjau pameran UMKM di Lapangan Merdeka Medan belum lama ini. //redianto/sumut pos

MEDAN- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Sumut diminta kreatif dalam mempromosikan produk-produk UMKM.
Hal ini mengingat, selama ini produk UMKM Sumut masih belum terlalu menonjol dan kalah bersaing dibandingkan produk sejenis, termasuk produk impor.

Hal ini dikatakan Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat Tunggul Siagian, saat kunjungan kerja (kunker) Tim I DPRD Sumut ke Diskop UKM Sumut, akhir pekan lalu. Selain Tunggul, turut dalam tim tersebut anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan I (Kota Medan), lainnya seperti Iman B Nasution, Musdalifah dan Nasir.

“Diskop UKM sebenarnya punya potensi untuk menumbuhkan produk UMKM ini. Namun, sepertinya harus ada inovasi dan kreasi dalam mengemas produk UMKM menjadi lebih memiliki daya saing,” kata Tunggul Siagian, dalam kesempatan tersebut.
Politisi Demokrat ini optimis jika Diskop UKM memberi fasilitas, khususnya dalam hal menembus pasar, produk UMKM asal Sumut bisa merajai pasar Sumut, bahkan secara nasional. Dengan memberikan pelatihan dan langkah kongkret untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan diminati pasar.

“Artinya butuh semacam advise dari Diskop UKM, terkait keinginan pasar dan produk apa yang bisa laku di pasar saat ini. Sehingga pelaku UMKM yang ada saat ini tidak hanya terfokus pada satu produk yang mungkin pada waktu tertentu tidak memiliki prospek pasar,” lanjut Tunggul yang juga Anggota Komisi A DPRD Sumut ini.

Hal senada juga dikatakan Iman B Nasution, politisi Gerindra ini menyarankan, agar Pemprovsu dalam hal ini Diskop UKM Sumut mampu menunjukkan pelaung apa yang bisa diraih oleh pelaku UMKM.
“Untuk selanjutnya, secara bersama mengupayakan untuk meraih dan memanfaatkan setiap peluang yang ada, sehingga produk UMKM bisa eksis,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Diskop UKM Sumut Jhonny Pasaribu, yang menerima kunker Tim I tersebut menjelaskan, pihaknya terus melakukan promosi melalui sejumlah pameran yang diikuti pelaku UMKM di Sumut.  Namun, akunya, pameran tersebut terbatas dalam hal kepesertaan, namun tetap sangat membantu promosi UMKM.  “Kami juga sedang mengupayakan database UMKM yang bisa dilihat di website maupun ditampilkan di Gedung UKM Center,” katanya.(ari)

Sahur Bersama Tokoh Masyarakat Sumut, H Kamaluddin Harahap

Ditutup dengan Salat Subuh Berjamaah

SAHUR: Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaludin Harahap  keluarga saat sahur bersama Sumut Pos  rumah mereka  Jalan Kemenangan Medan, Senin (23/7).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
SAHUR: Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaludin Harahap dan keluarga saat sahur bersama Sumut Pos di rumah mereka di Jalan Kemenangan Medan, Senin (23/7).//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

Nama Joko Widodo alias Jokowi begitu ramai dibincangkan saat Tim Sumut Pos sahur bersama H Kamaludin Harahap. Tidak itu saja, prestasi PSSI Sumut pun menjadi perbincangan yang membuat menu sahur tambah nikmat. Akhirnya, Salat Subuh berjamaah pun menjadi penutup.

Tim Sumut Pos, Medan

Tepat pukul 03.00 WIB, Tim Sahur Sumut Pos memulai perjalanan. Gedung Graha Pena Medan di Jalan Sisingamangaraja Medan jadi start menuju kediaman Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PAN ini di Jalan Kemenangan Kecamatan Medan Tembung.

Setengah jam perjalanan, Tim Sahur Sumut Pos sudah berada di depan rumah Bang Kamal, sapaan akrab pria berkacamata itu.
Tak lama, Bang Kamal yang mengenakan pakaian koko putih dan celana hitam itu langsung menyalami keenam anggota Tim Sahur Sumut Pos. Dia pun memperkenalkan sang istri Hj Ernawati MAg dan dua dari tiga anaknya; Muhammad Fauzan Kamal dan Fatimah Az-Zahra Kamal.
“Anak pertama di mana Bang?” tanya Sumut Pos.

“Oh, si Muhammad Rais Kamal di pesantren modern Ulul Albab Deliserdang. Ilmu agama sangat penting di zaman yang serba modern ini. Karena dia juga yang minta, jadi kami tak mau melarangnya. Dan di sana dia juga harus mandiri mengenai semua hal,” katanya.
Cerita punya cerita, jam di dinding sudah menunjukkan pukul 04.30 WIB. Bang Kamal pun mempersilahkan Tim Sahur Sumut Pos untuk menyantap sahur dengan hidangan yang sudah disiapkan.

Di atas meja sambil menyantap makan sahur, pembicaraan merambat ke dunia olahraga. Pasalnya, Bang Kamal juga merupakan Ketua PSSI Sumut yang sudah disahkan oleh Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Saat itu, Bang Kamal menceritakan keoptimisannya jika Sumut bakal meraih medali emas di PON XVIII di Riau 2012 ini.
“Tentunya pembinaan dari segi pelatih dan atlet sangat diprioritaskan,” terangnya.

Perbincangan pun berpindah ke dunia politik. Sedikit menilik Pilgub di DKI Jakarta, Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi pun jadi bahasan. Bukan sekadar visi-misi yang cukup memesona masyarakat untuk memilihnya, tapi juga kesadaran masyarakat yang mulai jenuh dengan janji-janji calon-calon pemimpin di Indonesia.
“Sebagai suksesor pembangunan dan citra daerah di Surakarta (Solo), Jokowi bukan hanya menjadi seorang tokoh publik yang kharismatik, tapi juga cukup dicintai masyarakatnya,” ujar Bang Kamal.

“Sebagai wali kota, ia dikatakan cukup berhasil menjawab kepercayaan masyarakat Solo untuk mensejahterakan mereka. Dan hal tersebut menjadi modal yang cukup besar sebagai bekalnya menghadapi lawan-lawannya di Pilgub DKI Jakarta,” tambahnya.
Dari sudut pandang masyarakat, menurut Bang Kamal akan datang titik jenuh di mana masyarakat akan menggunakan hati untuk memilih calon pemimpin yang tepat.

“Masyarakat sudah letih dengan janji-janji politik para pemimpin. Meski tak dipungkiri, mereka tetap akan mengantongi uang dari masing-masing calon pemimpin itu. Tapi, mereka tetap akan memilih satu figur pemimpin yang paling tepat untuk membangun satu daerah maupun negara,” tegasnya.

Karena itu, menurut Bang Kamal, yang terpenting adalah menunjukkan prestasi yang memberikan bukti kepada masyarakat. “Karena masyarakat, kembali lagi, sudah jenuh dengan janji-janji muluk yang tak kunjung ditepati,” jelasnya.

Selang lima menit selepas santap sahur, lantunan adzan pun terdengar dengan lantang. Pasalnya, kediaman Bang Kamal tepat bersebelahan dengan masjid. “Ayo berwudhu, di sana kamar mandinya, bisa untuk tempat mengambil air wudhu,” ujarnya sambil menunjuk ke arah kamar mandi yang berada tak jauh dari ruang tamu.

Di masjid tersebut, Bang Kamal juga memimpin Salat Subuh dengan cukup khusuk.
Usai salat, Tim Sahur Sumut Pos pun meminta izin kepada Bang Kamal untuk pulang. Tim Sahur Sumut Pos pun berangkat dengan mengucap salam. (*)

Cek Paket Internet XL

MEDAN- Beragam aplikasi yang ditawarkan XL semakin cerdas dan lebih lengkap. Aplikasi yang semakin mudah diakses sangat membantu pelanggan dengan rutinitas yang padat. PT XL Axiata Tbk berinovsai mengeluarkan terobosan baru hanya dengan ketik 123.co.id dari menu browser, pelanggan dapat melakukan banyak akses.

Manager External Affair & HR West Region, Firman AJ mengatakan dengan adanya fitur lengkap ini sangat memudahkan pelanggan melakukan pilihan. Firman juga menegaskan, layanan ini bisa dijalankan di laptop yang tersambung modem, maupun handphone atau smartphone selain Blackberry, yang memiliki aplikasi browser.

“Biasanya, para pengguna laptop atau notebook yang menggunakan modem, kerap dipusingkan dengan pengecekan pulsa atau sisa kuotanya. Mereka harus memindahan kartu atau sim cardnya ke handphone terlebih dahulu, dan mencek sisa kuotanya. Nah, dengan adanya fitur ini, akan memudahkan pelanggan melakukan cek pulsa, masa aktif, sisa kuota, paket yang diaktifkan saat itu, dan aneka info lainnya tanpa harus melepas kartu dari modemnya. Melalui 123.xl.co.id dari menu browser, dalam satu kali akses, fitur lengkap ini sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan saat berinternet,” jelasnya.

Menurut Firman, keharusan bagi XL untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Diluncurkannya beraneka paket data pilihan Xmartplan yang dapat meluncur cepat via Hot-Rod 3G.(ila)

Ekspor Tembakau Deli ke Jerman Tembus 572 Ton

MEDAN- Selama periode Januari hingga Juni 2012 atau semester 1, ekspor Tembakau asal Sumatera Utara mengalami peningkatan 915 persen dibanding periode yang sama pada tahun yang lalu.

Dimana, secara nilai naik dari US$3.120 menjadi US$2.860.000 pada 2012 ini. Sedangkan untuk volume mulai dari 624 kg naik menjadi 572 ribu kg (572 ton). Peningkatan ini salah satunya dikarenakan peningkatan penjualan tembakau asal PTPN 2.

Peningkatan nilai ekspor ini terjadi karena sudah dilakukannya penjualan langsung di Kota Medan, terutama tembakau dari PTPN 2. “Sejak tidak ada pelelangan, ekspor tembakau terus naik. Dengan penjualan langsung di sini, berarti bisa menaikkan harga jual dan tawar produksi tembakau yang kita punya,” ujar Kasi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustiran dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Fitrah Kurnia.

Berdasarkan data Surat Keterangan Asal (SKA) Disperindag Sumut terjual 100 persen ke Jerman. Hal ini karena konsumsi tembakau terbesar di dunia khususnya tembakau deli berasal dari negara tersebut. “Tembakau kita memang pasarnya ke Eropa. Jadi wajar saja penjualan ini meningkat,” katanya.

Di tempat terpisah Manager Distrik Tembakau PTPN2 Bambang Sutrisno, mengatakan penjualan langsung tembakau deli memang selalu dilakukan di luar produksi tembakau yang dilelang atau kini juga sudah dijual langsung ke pasar-pasar tertentu.  “Pemasaran langsung ini biasanya memenuhi permintaan dari Amerika Serikat, Eropa dan Malaysia,” imbuhnya.

Untuk penjualan langsung produksi tembakau di tahun lalu telah habis terjual pada akhir Juni 2012 sebanyak 1.173 ball tembakau deli kualitas 1. Dimana harga rata-rata penjualan ekspor tersebut mencapai  39,9 Euro/kg dan dibeli dari Negara Jerman, Denmark dan Swedia.

Selain itu, pihaknya juga ada menjual tembakau kepada pihak Djarum sebanyak 34 ball. Dan selanjutnya sedang dalam proses penjualan tembakau filler atau isi tembakau sebanyak 497 ball dengan harga US$ 4/kg dijual. “Karena tidak ada pelelangan, kita semakin mantap dengan harga,” ujarnya. (ram)

Suhu Panas, Bukan Halangan Buat Ibadah

MEDAN- Meskipun suhu panas di kota Mekkah Arab Suadi, yang mencapai 50 derajat celcius. Namun tidak membuat rombongan Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap, menjadi letih pada saat melaksanakan ibadah Umroh.
Panasnya kota Mekkah tersebut, dijadikan Wali Kota Medan sebagai motivasi, bahwa ibadah itu harus mempunyai perjuangan disertai keikhlasan.

“Seminggu yang lalu kita berangkat menuju tanah suci untuk melaksanakan Umroh. Kini kita tiba di Kota Medan dengan selamat. Disana (Mekkah)cuacanya sangat panas dibandingkan di Kota Medan. Namun itu tidak menyurutkan kita untuk beribadah kepada Allah SWT,”ucap Ny Yusra Siregar pada saat memberikan kata sambutannya, menceritakan pengalamannya saat melaksanakan umroh di tanah suci, di hadapan tamu yang hadir di Pondopo rumah dinas Wali Kota Medan.

Lanjut, Ketua PKK Kota Medan ini, ia mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT, karena atas nikmat yang diberikan, makanya mereka ia dan bersama rombongan dapat menginjakan kaki di tanah suci. ‘’ Ini tidak terlepas atas doa rekan-rekan, untuk keselamatan bapak Wali Kota Medan bersama rombongan,’’ ujar Ny Yusrah.

Dalam perjalannya, sambung Ny Yusrah, bapak Wali Kota Medan dan rombongan di kota Madina memakan waktu 3 hari. Dilanjutkan perjalanan menuju Mekkah memakan waktu 4 hari. Ny Yusrah mengungkapkan, bahwa dirinya pertama baru kali merasakan ibadah puasa di tanah suci, dan ini sangat ia merasahkan perbedaannya. “Saya berkata dengan rekan dalam rombongan, ini pesta ya, pesta ibadah, ini sebagai ungkapkan ramainya umat Islam melaksanakan ibadah umroh,” ucapnya.

Pada saat melaksanakan umroh di Mekkah, dirinya cukup menikmati ibadah puasa di ketika di tanah suci. Kebersamaan ketika melaksanakan ibadah puasa di Mekkah ini sebagai wujud ibadah ke pada Allah dengan penuh keikhlasan dan perjuangan. Untuk kedepannya Ny Yusrah mengajak beramai-ramai untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengucapkan selamat datang Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap dan rombongan karena telah tiba kembali lagi di Kota Medan dengan selamat.  “Saya dalam hati bertanya kok lama kali pak Wali Kota balik ke Kota Medan. Alhamdulillah kini pak Wali tiba dengan selamat dan sudah dapat bergabung kembali bersama kita ini,’’ ucapnya.

Lanjutnya, Ia bersama Pemko Medan beserta jajaran senantiasa untuk medoakan Walikota Medan, bersama rombongan selalu dalam lindungan Allah SWT.   “Kita senantiasa mendokan pak Wali Kota selalu selamat dan sehat sehingga dengan sepenuhnya bisa menjalankan aktifitas,’’tegas Eldin. (gus)

8 Hari di Tanah Suci, Wali Kota dan Rombongan Tiba di Medan

Setelah 8 hari melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah, akhirnya rombongan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM bersama istri Hj Yusra Siregar dan keluarga, akhirnya tiba kembali ditanah air pada Selasa (24/7) sore.

PENGALAMAN UMROH: Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap didampingi istri Ny Hj Yusrah Siregar  keluarga, saat menceritakan pengalamannya selama 8 hari melaksanakan umroh  tanah suci Mekkah,  Selasa (24/7)  pondopo rumah dinas wali kota Jalan Sudirman Medan. Wali Kota Medan,  juga mengintruksikan wakil Wali Kota Medan,  Dzulmi Eldin,  usai lebaran,  untuk berangkat  tanah suci untuk melaksanakan ibadah sunnah.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
PENGALAMAN UMROH: Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap didampingi istri Ny Hj Yusrah Siregar dan keluarga, saat menceritakan pengalamannya selama 8 hari melaksanakan umroh di tanah suci Mekkah, pada Selasa (24/7) di pondopo rumah dinas wali kota Jalan Sudirman Medan. Wali Kota Medan, juga mengintruksikan wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, usai lebaran, untuk berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah sunnah.//ANDRI GINTING/SUMUT POS

Rombongan Rahudman Harahap dan keluarga, tiba di ruangan VVIP Bandara Polonia Medan dengan disambut Wakil Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin, Sekda Kota Medan Syaifu Bahri Lubis, dan beserta seperangkat SKPD Pemko Medan.

Selanjutnya, rombongan langsung bertolak kerumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, sekira pukul 18.20 WIB. Dirumah dinas ini, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap bersama istri dan keluarga disambut, dengan berkumandangannya suara adzan Magrib dan sekaligus berbuka puasa bersama.

Usai berbuka puasa bersama, dilanjuti dengan salat Magrib yang dilakukan secara berjamaah. Usai melaksanakan salat maghrib, Wali Kota Medan Rahudman Harahap berbagi pengalaman selama ia melaksanakan umroh dari Madina hingga ke Mekkah.

Dalam berbagi pengalaman tersebut, Rahudman ia mengatakan cukup bahagianya sebagai seorang umat Islam yang melaksanakan ibadah umroh dengan mengujungi Kabah dan berziarah di makam Nabi Muhammad SAW.

“Bahagia orang yang berniat, dan mampu untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci. Tidak ada arti jabatan dan kekayaan disana. Dengan melaksanakan umroh ke tanah suci, niat mengunjungi dan berziarah sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah SWT,” ucap Rahudman dihadapan para tamu yang hadir di Pondopo rumah Dinas Walikota Medan.

Dihadapan para tamu, Rahudman, kembali menceritakan saat-saat ia melaksanakan ibadah puasa di hari pertama Ramadan tahun ini dengan melaksanakan umroh ke tanah suci. Ia menilai sangat berbeda dan membawa berkah dan nikmat bagi ia dan keluarganya.

“Saya mengucapkan puji syuukur kepada Allah SWT, yang sudah memberikan kenikmatan atas perjalan umroh saya bersama keluarga, dan beberapa SKPD. Puasa pertama tahun ini saya disana (Mekah-red) dan ini sangat berbeda. Saat hendak melakukan tawaf, saya tidak mampun untuk menciumnya. Saya hanya bisa menyentuh dengan tangan saja. Hal ini disebabkan sangat ramai umat Islam melaksanakan ibadah umroh.

Di tanah suci, sambung Rahudman, ia mengaku bertemu dengan warga kota Medan, bupati dan gebernur, semua rata dengan pakaian putih tanpa menyandang atribut. ‘’ Untuk itu marilah kita niatkan untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci Mekkah” ucapnya.
Rahudman lebih lanjut mengatakan bahwa selama di dalam perjalanan dari Kota Medan menuju Madina, ia tetap melakukan monitoring dengan aparat jajarannya di pemerintahan Kota Medan.

“Biar dalam kondisi tenang dan khusuk saya menjalan ibadah. Saya tetap melakukan monitor kota Medan. Saat itu waktu selisi 4 jam saja antara Medan dan Madina. Namun saya tetap menanyakan kota Medan kepada pak wakil wali kota Medan,’’ ucapnya.

Rahudman juga menginstruksi kepada wakil walikota Medan usai lebaran tahun ini, untuk berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah sunnah ini. “Pak wakil saya tiba di Bandara tadi (kemarin-red). Usai lebaran, agar pak wakil wali kota untuk berangkat umroh, biar merasakan kenikamatan beribadah ini,” katanya.

Untuk menjalani semua ini, baik ibadah dan dalam melaksanakan tugas sehari-hari semua kenikmatan akan dapat diraih apa bila dikerjakan dengan keikhlasan. Rahudman juga mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan dan tamu yang hadir, yang sudah mendoakan dirinya bersama rombongan, selamat tiba kembali ke Kota Medan usai melaksanakan Umroh Ke Tanah Suci Mekah. (gus)

Kerang Batu Paling Diminati

Kerang: Seorang pedagang kerang menjajakan dagangannya  Pasar Kerang Jalan KL Yos Sudarso Km 21 Medan Lama Kecamatan Medan Belawan.//fachrul rozi/sumut pos
Kerang: Seorang pedagang kerang menjajakan dagangannya di Pasar Kerang Jalan KL Yos Sudarso Km 21 Medan Lama Kecamatan Medan Belawan.//fachrul rozi/sumut pos

BELAWAN- Permintaan akan kerang sebagai sumber  asupan gizi berprotein tinggi meningkat. Buktinya hampir setiap sore menjelang berbuka di pasar kerang Jalan KL Yos Sudarso Km 21 Medan Lama Kecamatan Medan Belawan, ramai dikunjungi pembeli, Senin (23/7) kemarin.

Sarmin (40) mengaku membeli kerang sebagai bahan makanan lezat saat berbuka untuk diolah menjadi sate kerang maupun digulai kare. Harga kerang saat ini menurut dia masih terjangkau yakni Rp8 ribu ribu per kilo gramnya.
“Saya sengaja beli kerang sebab harganya jauh lebih murah ketimbang ikan yang kini harganya rata-rata Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per kg,” ungkap warga Jalan M Ba’asir Kecamatan Medan Marelan ini.

Sementara, Sadiah (45) salah seorang pedagang kerang mengatakan, dalam per hari pasokan kerang yang diperolehnya dari nelayan pencari kerang di Kelurahan Bagan Deli dan Kampung Kurnia, Belawan tersebut laku terjual 80 kg dari sebelumnya 50 kg.
“Biasanya jenis kerang batu yang paling diminati para pembeli. Tapi karena pasokan kerang itu tidak begitu banyak, akhirnya kerang bulu pun terkadang habis diserbu pembeli,” katanya.

Selain dijual langsung, Sadiah mengaku, kerap memasarkan kerang yang cangkangnya sudah di pisahkan dari dagingnya (kopekan) yang telah direbus ke beberapa pasar tradisional di Medan seperti di Pasar Cemara Medan serta pasar lainnya dengan harga jual sedikit lebih mahal.

“Kalau harga kerang yang sudah dipisahkan dari cangkangnya tentunya berbeda harganya, dalam per kilonya harga jualnya bisa mencapai Rp14 ribu,” imbuhnya.(mag-17)

Jadi Pejabat Negara, Hakim Bergaji Rp10 Juta

JAKARTA – Masyarakat tak perlu lagi khawatir dengan ancaman para hakim yang mewacanakan mogok massal. Sebab, rencana itu hampir pasti tidak terealisasi setelah tiga kementerian bersama Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) menyepakati kenaikan gaji hakim di Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) kemarin.

Dalam pertemuan itu, Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN dan RB) tidak keberatan kalau hakim memiliki penghasilan sedikitnya Rp 10 juta.

Kabiro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur mengatakan kalau semua itu layak diberikan hakim lantaran statusnya sudah berubah. Sebab, korps pengadil tak lagi menyandang status pegawai negeri sipil (PNS) tetapi pejabat negara. “Itu sesuai dengan konstitusi. Hakim kini pejabat negara,” ujarnya.

Nah, dalam rapat tersebut kelima institusi tersebut telah menghitung angka Rp 10 jutaan sudah pas dan final. Oleh sebab itu, kemungkinan besar gaji hakim di 2013 nanti tidak akan dibawah angka tersebut. Penghitungan rinci angka pasti akan dilakukan lagi, namun Ridwan memastikan kalau perbedaan nantinya tidak terlalu timpang.

Hitung-hitungan yang disebut Ridwan bisa berubah adalah dari Kemenkeu. Dia menyebut kalau ada perbedaan sedikit antara hitugan tim gabungan dan yang disusun oleh menteri sendiri. Selain itu, besaran yang lain seperti tunjangan juga belum bisa disampaikan saat ini.

“Besarannya pasti jauh lebih besar dari gaji hakim sekarang yang ada dikisaran Rp 6 juta,” imbuhnya. Dia juga menjelaskan, menyandang status pejabat negara tentu membawa kesejahteraan lainnya. Hak-hak diluar gaji pokok adalah tunjangan jabatan, rumah negara, sarana transportasi, jaminan kesehatan, keamanan, hingga perjalanan dinas.

Hakim juga berhak mendapatkan protokoler yang sama dengan pejabat negara lainnya. Namun, fasilitas tersebut khusus diberikan kepada Ketua Pengadilan dan Wakil Ketua Pengadilan saja. “Ada tiga ketentuan tentang perbedaan-perbedaan besarannya,” lanjutnya.
Dalam berkas RPP menyebutkan kalau besaran gaji pokok dan tunjangan nantinya akan disesuaikan dengan usia kerja dan jabatan.

Termasuk didalamnya adalah wilayah penempatan tugas dan kelas pengadilan. Tetapi, Ridwan memastikan kalau RPP itu mengatur tentang hakim tingkat pertama dan tingkat banding.

Kini, hambatan untuk mendapat perbaikan kesejahteraan tinggal di tangan presiden. Sesuai aturan, setelah RPP disetujui dan diperbaiki Menkeu akan diserahkan ke Presiden untuk ditandatangani menjadi PP. Kalau sudah menjadi PP, baru bisa dipastikan hakim bakal mendapat kesejahteraan baru tahun depan.

Terpisah, Sunoto, salah satu inisiator gerakan hakim mengucapkan terima kasih atas tim kecil yang sudah melakukan lobi. Meski dia belum mendapat rinciannya, dia berharap agar presiden segera mengesahkan RPP tersebut. “Saya berharap hak hakim sebagai pejabagt negara bisa direalisasi dalam waktu dekat,” katanya. (dim)

RA Kosasih, Maestro Komik Indonesia Tutup Usia

JAKARTA – Komikus yang dianggap sebagai Bapak Komik Indonesia, R.A. Kosasih, kemarin meninggal dunia. Kosasih meninggal dalam usia 93 tahun akibat sakit jantung dan gangguan pari-paru yang dideritanya sepekan terakhir. Jasadnya kemarin dimakamkan di TPU Tanah Kusir, satu liang dengan istrinya yang telah meninggal terlebih dulu.

Salah satu pengagumnya, Fadli Zon, menilai R.A. Kosasih sebagai panutan bagi para komikus. Apalagi, sosoknya sangat sederhana dan tak pernah segan membagi ilmunya. Saat sakit pun, Kosasih akan membuka sendiri pintu rumah untuk tamu yang berkunjung. “Beliau (Kosasih) antusias kalau diajak diskusi tentang komik, buku, maupun topik lainnya,” terang Fadli ketika melayat di rumah duka Jalan Cempaka Putih III, Rempoa, Ciputat, Selasa (24/7) kemarin.

Raden Ahmad Kosasih lahir di Desa Bondongan, Bogor, Jawa Barat pada 4 April 1919 dari pasangan Raden Wirakusumah dan Rasmani. R.A. Kosasih merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara. Berasal dari keluarga berdarah ningrat.

Kosasih sempat bersekolah di Inlandsche School yang ditamatkan pada 1932 dan lanjut ke Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Pasundan. Setelah menamatkan pendidikannya di HIS, R.A. Kosasih enggan melanjutkan sekolah.

Dia lebih memilih menggambar dan menonton wayang golek karena sangat menggemari tiga tokoh idolanya, Arjuna, Bima, dan Gatot Kaca. Kosasih memulai karier menggambarnya dengan menerbitkan serial komik Sri Asih untuk penerbit Melodie. Jagoan perempuan berkostum wayang itu dipercaya sebagai superhero Indonesia pertama.

Namun, nama Kosasih tenar setelah mengadaptasi kisah legendaris Ramayana dan Mahabharata ke dalam medium komik pada 1950-an. Kedua komik tersebut disebut-sebut sebagai pemegang rekor oplah paling besar dalam sejarah komik Indonesia. Kedua komik tersebut diterbitkan ulang oleh Elex Media Komputindo pada 2000-an. R.A. Kosasih sendiri telah menyatakan pensiun dari dunia perkomikan pada 1993. (ibl)

Identitas Perampok Rp309 Juta Belum Jelas

MEDAN-Identitas perampok yang berhasil membawa kabur Rp309 juta dari manajer Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 1420301132 hingga kini belum terdeteksi. Bahkan, pihak Polresta Medan belum mengetahui siapa pelaku yang merampok uang yang harusnya disetor ke BRI tersebut.

“Identitas sama ciri-cirinya belum kami kantongi. Tapi kami terus mengejar pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Yoris Marzuki, saat dikonfirmasi Selasa (24/7) siang.

Dikatakan Yoris, tim yang dibentuk saat ini terus memburu dan mengejar pelaku yang nekat beraksi di pagi hari itu. “Dari kemarin kami sudah mengejar pelaku. Ada 10 orang tim gabungan dari Polresta Medan dan Polsek Percut Seituan yang mengejar. Kami masih mengintai keberadaan pelaku yang diperkirakan masih berada di kawasan Medan,” bebernya.

Yorris menegaskan, saat ini Polisi masih menghimpun data dari keterangan sejumlah saksi. “Hingga kini, kami masih dalami keterangan dari sejumlah saksi. Sepenuhnya kasus ini ditangani Polsekta Percut Seituan. Kami hanya sebatas membantu mengejar pelaku,” tukas Yorris.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, manajer dan seorang karyawan SPBU yang hendak menyetor uang ke BRI dirampok oleh dua orang yang tidak dikenal, Senin (23/7) pagi sekira pukul 10.20 WIB. Tak tanggung-tanggung, kawanan rampok berhasil menggasak sekitar Rp309 juta. Pelaku memepet kendaraan korbannya. Lalu pelaku menendang korbannya hingga jatuh dari sepeda motor.

Usai korbannya jatuh, pelaku yang berjumlah dua orang itu langsung mengambil tas warna hitam, yang diperkirakan berisi uang tunai sekitar Rp309 juta sambil menunjukkan senjata api yang diselipkan di pinggangnya. (mag-12)