Home Blog Page 13211

Utamakan Kenyamanan dan Tingkatkan Minat Baca

Pustaka RSUD dr Pirngadi Medan Raih Predikat Terbaik Katagori Perpustakaan Khusus se-Sumut

FOTO BERSAMA: Kepala Perpustakaan RSUD dr Pirngadi Medan Dra Latifah Hanim (ketiga dari kiri), foto bersama dewan juri  pemenang lainnya,  Hotel Madani Medan.//Dokumen Pustaka RSUD dr Pingadi Medan/sumutpos
FOTO BERSAMA: Kepala Perpustakaan RSUD dr Pirngadi Medan Dra Latifah Hanim (ketiga dari kiri), foto bersama dewan juri dan pemenang lainnya, di Hotel Madani Medan.//Dokumen Pustaka RSUD dr Pingadi Medan/sumutpos

Pustaka RSUD dr Pringadi Medan mampu menunjukkan kualitasnya sebagai perpustakaan yang bisa dijadikan rujukan bagi intansi pemerintah yang ada di Sumatera Utara. Hal itu dibuktikannnya lewat sebuah prestasi meyakinkan, yakni menasbihkan diri sebagai yang terbaik untuk katagori perpustakaan khusus, tingkat Sumatera Utara.

Bahkan dengan raihan itu, perpustakaan RSUD dr Pirngadi Medan mampu mengalahkan lima pesaingnya yang tergabung dari perkantoran seperti BPK RI, Balitbang, Hukum dan HAM, Kajati Asahan dan Depag Madina.

“Dari sepuluh instansi yang terlibat dalam penilaian, ada enam besar yang masuk dalam katagori terbaik termasuk Pustaka RS Pirngadi. Di enam besar itu, saya diminta untuk presentase tentang perpustakaan khusus dan alhamdulillah Pustaka RSUD dr Pirngadi Medan mampu meraih juara I tingkat Provinsi Sumut, dengan menyisihkan peserta lainnya yang mewakili masing-masing kabupaten/kota,” ujar Kepala Perpustakaan RSUD dr Pirngadi Medan Dra Latifah Hanim, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/7).

Masih menurut Latifah, ada beberapa kriteria yang membuat Pustaka RSUD dr Pirngadi lebih unggul dibanding peserta lainnnya. Di antaranya, selain memiliki taman bacaan, Pustaka RSUD dr Pirngadi juga mampu memanage klasifikasi buku dan kerapian dengan menyertakan kode buku dan klasifikasi warna sehingga memudahkan anggota untuk mencari buku yang diinginkan.

Saat ini, bilang Latifah, setidaknya ada sekitar 2.710 judul buku yang berasal dari hibah dan dibeli manajemen, yang tersedia di perpustakaan RSUD dr Pirngadi. “Karena ini rumah sakit dan banyak mahasiswa kedokteran dan kesehatan, maka bukunya dominan lebih banyak tentang masalah kesehatan atau kedokteran,” terangnya.
Kini, kata Latifah, RSUD dr Pirngadi terus mengembangkan perpustakaan tersebut. Salah satunya, dengan adanya rencana pemasangan jaringan internet dengan fasilitas WiFi.

Program lainnya, tambah Latifah, mereka juga akan membuat semacam pustaka keliling dengan cara membawa buku dengan troli ke ruang-ruang perawatan untuk membuat pasien dan keluarganya agar lebih nyaman di samping menambah ilmu pengetahuan dengan meningkatkan minat baca.
Namun, Latifah Hanim berkeinginan, kedepannya lokasi ruang baca perpustakaan bisa diperluas untuk memberikan kenyamanan anggota perpustakaan dan masyarakat yang datang.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Amran Lubis SpJP, memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang diraih tim Pustaka RSUD dr Pirngadi. Akan tetapi, Amran berharap prestasi ini bisa dipertahankan bahkan dikembangkan untuk menjadi pustaka yang lebih baik dengan literatur bacaan yang lebih diperkaya.

“Sebagai rumah sakit pendidikan, wajar jika kita terpilih sebagai yang terbaik di Sumatera Utara. Ke depannya kita akan dukung pustaka ini untuk terus berkembang dengan menciptakan design yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Untuk mendukung terwujudnya hal tersebut, Amran juga berencana mewajibkan kepada seluruh mahasiswa yang menjalani pendidikan di rumah sakit Pirngadi untuk menyumbangkan sebuah buku. Hal ini dilakukan untuk menambah khasanah buku-buku bacaan di rumah sakit tersebut.

Selain itu Amran juga berencana menjalin kerjasama dengan rumah sakit luar negeri dalam memperkaya literatur bacaan sesuai harapan. “Untuk mengaplikasikannnya, kita akan mulai dari yang paling kecil yakni menyediakan sarana WiFi di ruang bacaan putaka, untuk memudahkan petugas mendapatkan akses yang terus berkembang. Selain itu juga membiasakan petugas pustaka untuk mengikuti pelatihan tentang managemen pustaka yang baik untuk bisa mengikuti perkembangan zaman,”sebut Amran mengakhiri.(*)

Gatot Harus Selesaikan Kisruh DPRD Tapteng

JAKARTA- Mendagri Gamawan Fauzi menyesalkan konflik internal di tubuh DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) yang berdampak pada tidak berfungsinya peran DPRD. Lewat Jubir Kemendagri, Reydonnyzar Moenek, Gamawan meminta plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho untuk segera turun tangan.

“Kepada gubernur, selaku pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kabupaten/kota, agar dapat segera mengambil langkah untuk menjaga, mengawal, dan memediasi sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi penyelenggaraan pemerintahan di Tapteng,” ujar Reydonnyzar Moenek kepada koran ini di kanatornya, kemarin (24/7).

Seperti diberitakan, karena gedung DPRD Tapteng di Jalan Raja Junjungan Lubis No.8, Pandan masih disegel, Ketua DPRD Sintong Gultom, Wakil Ketua Sondang B Hutagalung, dan tiga anggota dewan, Herbinsar Sitanggang, Murniati Banjarnahor dan Devi Sari W Batubara terpaksa berkantor di teras gedung, Senin (23/7).

Persoalan ini tak lepas dari konflik internal di dewan, yang terbelah menjadi dua kubu. Ribut di institusi wakil rakyat ini menyebabkan pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2011 belum bisa dilakukan, termasuk pembahasan Perubahan APBD 2012.(sam)

Ngabuburit, Lihat Donny Siregar cs Beraksi

MEDAN- Eks bintang PSMS punya cara sendiri untuk menyambut bulan suci Ramadan. Ya, rencananya mulai 26 Juli ini mereka akan menggelar turnamen sepak bola di Lapangan Arhanudse atau Lapangan Boca Junior Titi Kuning Jalan AH Nasution Medan yang bertajuk Sensasi Muda Cup 2012.

Ajang ini diikuti delapan tim yang terdiri dari beberapa mantan bintang PSMS. Di samping menyambut puasa, even ini juga digelar sebagai ajang temu kangen dan mengisi libur kompetisi.
“Kami ingin tetap eksis meski kompetisi sedang libur. Kami juga ingin menyambut bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif,” terang Andika Yudistira, Ketua Panitia Sensasi Muda Cup kemarin.

“Lebih dari itu, kami juga ingin tetap membina dan menyalurkan bakat sekaligus menjalani silaturahmi pesepakbola Medan,” tambahnya.
Adapun tim yang ikut serta adalah, SAM FC yang terdiri dari panitia seperti Andika Yudistira, Aun Carbiny, Herman Batak, Novianto, Niko Susanto, Jeki, Dodi, Ichsan Lubis. “Legimin dan Mahyadi mungkin juga ikut gabung,” timbal Aun Carbiny.
Lalu ada Markus and Friends yang dihuni skuad Makus Horison, Agus Cima, Irwanto, Juanda Mayadi dan Ari Yuganda.

Ada juga Putra Buana yang bakal diperkuat Donny Fernando Siregar. Lalu Tim Kinantan Starazzi yang bakal diperkuat pemain PSMS IPL. Tim dari luar kota juga dikabarkan ikut serta, tepatnya Domom Grup dari Riau. Lalu ada Bintang Johor dan TGM.
Tak lupa, Saktiawan Sinaga, Affan Lubis, Heri Suwondo, Alamsyah dan mantan pemain Medan Jaya juga dikabarkan turut serta.

Sementara itu gelandang Donny Fernando Siregar menyambut positif turnamen ini. Gelandang yang akan memperkuat Putra Buana ini mengatakan gelaran ini sangat positif untuk mengisi liburan pasca berakhirnya kompetisi. “Selama ini kita terpisah-pisah. Waktu libur kompetisi ini waktu yang sangat baik,” katanya.  (mag-18/ful)

Puasa tak Punya Uang

KERESAHAN pemain PSMS ISL perihal tertunggaknya gaji semakin menjadi-jadi. Pinjaman yang diberikan manajemen pasca kompetisi dengan jumlah 5-10 juta sesuai kontrak belum mampu menjawabnya. Bulan Ramadhan sudah tiba sementara manajemen tak juga menunjukkan sinyal positif.

Tentu saja pemain kini serba kebingungan. Kebutuhan yang meningkat pada bulan Ramadhan apalagi menjelang lebaran tanpa basa-basi membuat pemain harus mengelus dada. Kiper PSMS ISL, Edi Kurnia mengatakan dirinya harus mengadakan pengiritan selama Ramadhan dengan kondisi seperti saat ini. “Ya harus irit-irit jadinya Ramadhan ini. Apalagi harga-harga juga naik. Sementara kami harus memenuhi kebutuhan rumah tangga. Belum lagi nanti lebaran. Pasti bingunglah,” ujar Edi kemarin lewat pesan Blackberry Messenger.

Kiper bernomor punggung 2 ini pun hanya bisa berharap manajemen bersikap bijak berusaha menuntaskan hak pemain.”Saya harap manajemen segera melunasi apa yang menjadi hak-hak kami. Kami bingung dengan kondisi bulan puasa ini sementara kondisi keuangan kosong,” katanya.

Sementara Zainal Anwar, gelandang yang berdomisili di Jakarta bahkan terancam harus menjual mobilnya. “Kalau seperti ini tidak juga dilunasi. Bisa-bisa saya jual mobil. Kalau tidak bagaimana lagi. Sementara kami butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ini bulan puasa,” ujarnya.

Sedangkan pemain dicoret di putaran pertama semisal Arie Priyatna mengaku siap menempuh jalur hukum. “Saya sudah siapkan pengacara kalau memang manajemen tak punya itikad baik,” ujarnya.

Sedangkan In Kyun Oh, gelandang asal Korsel memilih Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) untuk menjembatani proses hukumnya. Ia sudah menyerahkan salinan berkas kontrak untuk dipelajari APPI. Hal itu dibenarkan CEO APPI, Valentino Simanjuntak.

Jika ditilik sesuai kontrak yang tertulis 27/11 hingga 27/8 manajemen selain berhutang tunggakan lima bulan gaji juga sisa dua bulan sesuai kontrak yang berakhir Agustus. Artinya tujuh bulan yang harus dibayarkan.  Namun ISL 2011/2012 berakhir kontrak berakhir pada Agustus.

Sayangnya manajemen selalu menghindar. Pasca komitmen yang kembali dilanggar pada 16 Juli, CEO PSMS, Idris bungkam. Idris sulit dihubungi.Sementara Manajer PSMS, Benny Tomasoa  selalu  mengaku tidak tahu dan melemparkan urusan kepada Idris. (mag-18)

Pejabat Eselon III di Karo Dilantik

KARO-Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti melalui Asisten I Pemerintahan Sekda Kabupaten Karo, Drs Terkelin K Purba Msi, melantik 6 orang pejabat struktural eselon III di lingkungan Pemkab Karo di aula kantor  Bupati Karo Jalan Jamin Ginting No 17 Kabanjahe, Selasa, (24/7).

Pelantikan itu sesuai surat Keputusan Bupati Karo Nomor :821.23/162/BKD/2012 Tanggal 20 Juli, pejabat Eselon III yang dilantik diantaranya,  Frans Leonardo Surbakti ,SSTP Sebagai Sekcam pada Kantor Camat Kabanjahe,Sukarpik,S.Pi sebagai Kepala Bidang Pengembangan tata penyuluhan pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, perikan dan Kehutanan Kab Karo.

Sementara, Drs Sastra Tarigan MPd Sebagai Kepala Bidang Linmas, Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Linmas. Amsal Perangin-angin SH Sebagai Sekcam Simpang Empat, Sarjana Purba STP,MM sebagai Kabag Sosial dan Kesra pada Sekretariat Daerah, Michael Purba STP,MM sebagai Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Koperasi,Perindustrian dan Perdagangan.(wan)

Orang Gila dan Gepeng Dirazia di Tebingtingi

TEBINGTINGGI-Sebanyak 20 orang gila dan pengemis ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tebingtinggi. Penertiban ini terkait instruksi pemerintah setempat untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat selama Ramadan.
“Kebanyakan mereka yang diamankan bukanlah warga Kota Tebingtinggi, pengemis umum nya anak-anak di bawah umur warga Kabupaten Batubara sedangkan orang gila tidak diketahui asal usulnya,” kata Kepala Satuan (Kasatpol) PP Kota Tebingtinggi, M Guntur Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (24/7).

Razia gelandangan, pengemis (gepeng) serta orang gila di Tebingtinggi ini akan terus berlanjut selama Ramadan. Mereka yang terjaring digelandang ke Kantor Satpol PP di Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi. Selanjutnya diserahkan ke pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disnaker) untuk dipulangkan ke daerahnya masing-masing. “Memang kebiasaan dibulan Ramadan Kota Tebingtinggi didatangi banyak pengemis dari luar kota. Kehadiran pengemis ini justru menambah suasana tidak kondusif dan menggangu pemandangan kota,” jelas Guntur.

Dua bocah pengemis asal Kabupaten Batubara, Agus (9) dan Febri (11) mengaku terpaksa mengemis ke Kota Tebingtinggi karena terbujuk rayu temannya bahwa mencari uang di Kota Tebingtinggi sangat mudah. Cuma bermodalkan kotak amal fiktif seharinya bisa meraup keuntungan Rp30 ribu.(mag-3)

PSMS Sulit Disatukan

MEDAN- Dua kompetisi tertinggi di tanah air sudah menuntaskan seluruh laganya. Kehadiran Indonesian Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL) 2011/2012 yang turut menyeret PSMS ke dalam dualisme, menjadi potret buruk sepak bola Kota Medan. Sebuah niatan kini tengah diapungkan lewat komite bersama untuk meleburkan dua kompetisi menjadi satu musim depan. Lantas, bagaimana nasib PSMS ke depan?

Kenyataannya, nasib duo PSMS nyatanya berakhir tragis. Skuad PSMS ISL dan IPL sama-sama terjerembab ke jurang degradasi. Miris melihat kenyataan keduanya mendapat tiket gratis ke kasta utama. Logika sederhananya, jika kompetisi di Indonesia nanti hanya satu, otomatis PSMS pun juga hanya satu.

Namun, dua manajemen yang pecah di bawah kendali Idris (ISL) dan Freddy Hutabarat (IPL), masih malu-malu untuk berbicara soal nasib PSMS ke depan. CEO PSMS ISL, Idris mengatakan, belum ada pembicaraan soal hal itu. Namun menurutnya, ada sebuah keuntungan jika PSMS bersatu. Yakni dalam pengadaan sponsor yang selama ini disebut Idris enggan mendekat karena dualisme di kubu PSMS.

“Nantinya kalau PSMS jadi satu, saya yakin sponsor akan datang. Dengan keberadaan dua PSMS seperti saat ini, sponsor akan berpikir. Begitupun kalau dinilai mana yang lebih baik, masyarakat yang bisa menilai. Persentase siapa yang banyak ditonton,” katanya dalam perbincangan beberapa waktu lalu.

Begitupun, harusnya Idris selayaknya merasa lebih baik. Skuad PSMS ISL masih bermasalah dengan penunggakan gaji pemain selama lima bulan. Selain itu tindakan tak profesional dengan salah membeli tiket saat skuad harusnya melakoni laga tandang kontra Persiram Raja Ampat juga menjadi “dosa” manajemen. Sama buruknya dengan PSMS IPL yang juga bermasalah dengan gaji dan kegagalan tim berangkat ke Surabaya yang berakhir dengan WO.

CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat juga mengeluarkan pernyataan senada menyoal manfaat jika PSMS nantinya kembali menjadi satu. “Sebenarnya kami menyadari kalau satu itu lebih bagus. Apalagi lebih gampang cari sumber pendanaan. Artinya, kendala keuangan dapat diatasi dengan mencari pemain-pemain berkualitas,” katanya.

Freddy mengakui, masih rumitnya proses penyatuan yang dianggapnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Kompetisi kan masih digodok. Kami rasa tidak sulit untuk memenuhi lima aspek ketentuan klub profesional, yang pasti, PSMS harus satu,” beber Freddy lagi.

Tidak hanya kedua kubu. Pemain pun sudah merasa jengah dengan konflik yang ada di kubu PSMS. Asa pun ditiupkan agar nantinya PSMS tak lagi pecah menjadi dua. “Saya sih sebagai pemain PSMS berharap PSMS mau bergabung. Karena kalau satu pasti lebih kuat. Tapi kembali ke pengurusnya. Kalau niatnya memajukan PSMS pasti akan dilakukan,” kata striker PSMS ISL, Nico Malau. (mag-18)

Siap Lanjutkan Tradisi Emas

JAKARTA- Sejak kali pertama dipertandingkan pada Olimpiade ke-25 di Barcelona, Spanyol 1992 lalu, cabang bulutangkis selalu berhasil mempersembahkan medali emas. Total, sejak edisi 1992 hingga Beijing 2008 Beijing cabang tepok bulu ini menyumbang 6 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Di Olimpiade London 2012 kali ini, bulu tangkis kembali menjadi andalan kontingen Merah Putih untuk meraih medali emas. Di mana Indonesia mengirimkan sembilan atlet terbaiknya. Dua dari tunggal putra, satu tunggal putri, dan masing-masing satu pasangan nomor ganda (putra, putri, campuran).

Meski banyak yang bilang prestasi bulutangkis tanah air saat ini terus merosot, tapi peluang meneruskan tradisi emas masih terbuka. Di atas kertas, peluang terbesar ada di nomor ganda campuran. Di mana Indonesia saat ini memiliki pasangan peringkat empat dunia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Tahun ini, jelang tampil di Olimpiade pasangan ini tampil konsisten dengan menjuarai India Super Series, Swiss Open, dan All England.

Diharapkan bisa meneruskan tradisi emas Liliyana mengaku bakal tampil habis-habisan. “Tapi kami tidak mau menganggap itu sebagai beban berlebihan,” kata Liliyana yang di Olimpiade 2008 lalu meraih medali perak saat berpasangan dengan Nova Widianto.
Berpasangan dengan Tontowi yang usianya lebih muda, Butet -sapaan akrab Liliyana Natsir, mengatakan siap membimbing partnernya itu untuk bisa tampil terbaik. “Olimpiade itu atmosfirnya berbeda. Semoga nanti Owi (sapaan akran Tontowi Ahmad) bisa tampil cuek dan mentalnya bagus. Mudah-mudahan dia tidak kaget,” sambungnya.

Butet mengakui, secara manusiawi memang ada sedikit beban ketika tradisi emas Olimpiade dibebankan pada dirinya dan Owi. “Tapi itu akan kita jadikan sebagai motivasi,” tandasnya. Mengenai kendala yang akan dihadapi di London, Liliyana menyebut faktor cuaca yang menjadi sedikit kendala. Namun dengan banyaknya waktu sebelum bertanding, diharapkan proses adaptasi bisa lebih baik.
Semangat serupa dicetuskan pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano. Meski hanya menjadi unggulan keenam, Ahsan/Bona siap mengikuti jejak para pendahulunya  yangs selalu berhasil mempersembahkan medali buat kontingen Merah Putih dari sector ganda putra.

“Ini Olimpiade pertama kami dan kami siap mempersembahkan yang terbaik buat Indonesia,” cetus Ahsan.
Tunggal terbaik Indonesia, Simon Santoso, mengatakan pada Olimpiade pertamanya ini dirinya siap menjadi tumpuan sektor tunggal untuk meraih medali. “Saya harus siap memikul tanggung jawab itu dan menjawabnya dengan prestasi,” cetus Simon. (ali/jpnn)

Gaji PSMS IPL pun tak Jelas

SETALI tiga uang dengan PSMS ISL, masalah gaji belum juga beranjak dari PSMS IPL. Baik pemain asing maupun lokal masih menanti kabar baik soal gaji yang urung tuntas. Empat bulan gaji tertunggak.

Kondisi hampir mirip. PSMS IPL yang memasrahkan pendanaan di tangan konsorsium juga tak mendapat aliran dana yang mulus. Tak juga ada kepastian. Senada dengan sebagian klub lain yang sudah uring-uringan menghadapi masalah ini. Sebut saja Persema yang sempat mengancam akan melapor ke Federation International Football Association (FIFA).

CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat mengaku belum ada perkembangan dari konsorsium. Sempat merasa secercah harapan saat sebuah akun twitter menyampaikan perkembangan positif soal pertemuan LPIS dan klub. Namun nyatanya sebatas kabar burung yang tidak benar.

“Saya sudah tanyakan kepada LPIS tapi tidak ada jawaban. Begitu juga kepada CEO klub lain seperti CEO Persebaya, Pak Dityo (Pramono) tapi tetap tak ada jawaban. Belum ada perkembangan. Konsorsium mengatakan, pembayaran gaji akan dilakukan secepatnya. Tapi belum tahu kapan akan dibayarkan,” ujar mantan pemain PSMS era 80-an itu.

Begitupun Freddy masih menyimpan asa, pada Agustus nanti konsorsium akan mengucurkan dana kepada klub.  “Kalau saya pribadi, saya rasa pembayaran gaji akan dilakukan paling lambat Agustus mendatang. Konsorsium saya yakin akan bertanggungjawab, karena ini merupakan pertaruhan reputasi dan nama baik,” tandasnya. Sementara itu para pemain tak dapat membendung keresahannya. “Belum ada kabar katanya. Masih janji-janji saja. Kita sih sudah bingung ni apalagi sudah mau masuk bulan Ramadhan,” kata salah seorang pemain yang enggan disebutkan namanya. (mag-18)

Benny Isyaratkan Mundur

Soal Gaji, Manajemen PSMS Masih Adem Ayem

MEDAN- Kompetisi ISL 2011/2012 telah tuntas sejak 11 Juli lalu. Lebih dua pekan berlalu, namun tak juga ada kejelasan soal gaji pemain beberapa hari ke depan mencapai enam bulan (27 Juli nanti, Red). Tak ada kabar dari manajemen, dengan suasana adem ayem yang semakin membuat pemain mengerenyitkan kening. Keresahan tak mendapat jawaban sesuai harapan.

Manajemen yang belakangan bungkam baik CEO PSMS, Idris maupun Manajer Benny Tomasoa kini mulai kembali bersuara. Tapi bukan solusi. Masih juga nada ketidaktahuan. Benny masih mengangkat bahu soal kepastian gaji.
“Susah, kami mau jawab apa. Kasihan anak-anak, tapi secepatnya saya tanyakan ke Pak Idris (CE0 PSMS) soal perkembangannya,” ujarnya kemarin.

Tudingan terhadap manajemen musim ini tak lain adalah kegagalan. Peraturan tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengharuskan PSMS mandiri. Nyatanya manajemen hanya berharap pada PT Liga Indonesia maupun Bakrie Sumatera Plantation sebagai sponsorship tunggal. Akibatnya, ketika kucuran dana tak mengalir mulus, manajemen kelimpungan. Gaji tertunggak dan sisa DP 10 persen yang masih kabur menjadi fakta tak terbantahkan.

Toh, Benny bersikeras musim ini pihaknya sudah all out. “Jangan saling tuding dan menyalahkan saja. Lihat juga, kami yang di tim, pontang panting cari uang untuk membiayai klub. Ini kan musim pertama bagi PSMS tidak menggunakan dana APBD. Jadi, orang-orang yang selama ini bicara PSMS jangan banyak cerita. Membeli air mineral untuk PSMS saja mereka tak pernah,” jelasnya.

Nyatanya, tim yang awalnya cukup stabil punya kans besar untuk bertahan di ISL malah tergelincir karena kehilangan motivasi. Di saat-saat krusial, Suharto dan tim pelatih lain seperti berjuang sendirian mengangkat moral tim yang jelas-jelas ambruk. Degradasi menjadi hukuman terpahit.

“Kalau masalah capaian, ya semua orang pasti kecewa. Ya kita mau bilang apa lagi. Kita tidak mau salahkan siapa-siapa? Semuanya pemain pelatih dan pengurus sudah berjuang dengan apa yang kami punya ini sepak bola ada kalah dan ada menang,” kilahnya.

Benny yang sudah berkiprah di tiga musim di jajaran elit manajemen PSMS pun mengisyaratkan mundur. Dua musim sebelumnya ia menjabat asisten manajer. Musim lalu pasca PSMS gagal di babak Delapan Besar (sebelum akhirnya mendapat tiket gratis ke ISL, Red), Benny juga berkomitmen mundur. Nyatanya Benny menarik kembali ucapannya dan menerima jabatan manajer saat PSMS mendapat kesempatan ke ISL karena dualisme kompetisi yang terjadi.

“Kalau musim depan, saya tidak di manajemen lagi ya tidak apa. Saya bukan cari makan di PSMS. Sejak remaja saya sudah main di PSMS. Jadi saya ikut PSMS, karena merasa dibesarkan di PSMS. Kalaupun, besok tidak di PSMS, tidak ada masalah,” pungkasnya.(mag-18)