MEDAN-Seorang peserta wanita yang mengikuti Seleksi Lokal Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SLMPTN) Universitas Negeri Medan (Unimed) tahun 2012 bernama Urmila, pingsan ketika menjalani ujian di gedung Serba Guna Unimed, Selasa (24/7)
Melihat kondisi itu, anggota Resimen Mahasiswa Unimed mengevakuasi korban ke klinik di gedung Serba Guna. Selang beberapa menit mendapatkan perawatan tim medis wanita berjilbab itu akhirnya sadarkan diri.
Rektor Unimed, Prof Ibnu Hajar Damanik didampingi PR-1 Prof Khairil Anshari, PR-III,
Prof Biner Ambarita, dan Kabag Humas Tappil Rambe menduga pingsannya peserta tersebut diakibatkan kondisi fisik menurun.
“ Menurut kebiasaan kalau ada peserta biasanya karena kelelahan dan mungkin saat sahur kurang menkonsumsi makanan yang cukup, sedangkan saat mengikuti ujian banyak tenaga terkuras, jadi dugaan saya akibat kondisi fisik menurun,” tegasnya.
Pada bagian lain, Prof Ibnu Hajar mengatakan dari 10.618 peserta yang mengikuti ujian, lebih kurang 10 orang tidak hadir.
“Laporan sementara dari tim pengawas, di Gedung Serba Guna ini ada 10 peserta yang tidak hadir,” tegasnya.
Mungkin, di lokasi lain seperti, Universitas Amir Hamzah, Dharmawangsa, MAN 1 Jalan Willem Iskandar Medan, SMP Pahlawan Nasional Jalan Durung, ada juga peserta yang tidak hadir.
Prof Biner Ambarita mengaku, mahasiswa yang terbukti terlibat perjokian akan diserahkan ke ranah hukum.
“Kalau ada mahasiswa yang ketahuan terlibat sebagai joki dalam penerimaan mahasiswa baru di Unimed, kami tidak segan-segan menindaknya bahkan kami akan menyerahkannya ke kepolisian untuk diproses sesuai hukum,”katanya.
Menurutnya, demi mengantisipasi terjadinya perjokian atupun hal-hal yang dapat menggangu jalannya ujian, pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi, diantaranya dengan memperketat pengawasan di ruang ujian dan juga melibatkan pihak kepolisian.
Demikian juga dengan berbagai alat komunikasi, dilarang dibawa ke dalam kelas saat berlangsungnya ujian.
Bahkan buku-buku, mapun tas milik peserta harus dikumpul di depan ruangan, demi mengantisipasi adanya tindakan curang dalam menjawab soal ujian. “Kecil kemungkinan terjadinya perjokian maupun upaya tindakan curang lainnya . Kita tidak mau berandai-andai,yang jelas kami ingin ujian seleksi lokal ini berjalan dengan baik,” katanya.
Untuk pengawasan sendiri, lanjut dia, panitia telah mengatasinya dengan sangat ketat, yakni dalam satu ruanganakan disiapkan setidaknya 2 atau 3 orang pengawas.
“Pengawas akan menyamakan nomor peserta dengan identitas. Saya jamin pelaksanaan SLMPTN bebas dari joki, karena semua lini sudah diantisipasi,” ujarnya. (uma)
MEDAN-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan telah mengamankan 443 item produk pangan, kosmetik, obat tradisional, dan obat tanpa izin edar (ilegal) senilai Rp705 juta lebih “Ada 443 item yang disita antara lain produk pangan sebanyak 34 item senilai Rp54 juta lebih, kosmetik sebanyak 136 item senilai Rp286 juta lebih, obat tradisional sebanyak 108 item senilai Rp225 juta lebih dan produk obat sebanyak 165 item senilai Rp139 juta lebih,”terangnya.
Dia menjelaskan, tim penyidik dari BBPOM setidaknya telah memproses 9 sarana produk untuk ditindaklanjuti ke proses hukum.
“Yang kita proses itu antara lain empat sarana kosmetik, dua sarana obat tradisional dan tiga sarana apotek,” ungkapnya.
Masih menurut Ramses, tiga kasus di apotek tengah diproses hukum tersebut dianggap telah melakukan pelanggaran dengan sengaja mengedarkan obat tanpa hak dan kewenangan, dan mengedarkan obat import tanpa izin edar serta mengedarkan narkotik dan psikotropika tanpa izin.
“Tiga kasus apotek ini, semuanya berdomisili di Medan,” sebutnya.
Rencananya, sambung Ramses, jelang Hari Raya Idul Fitri BBPOM Medan akan memusnahkan produk hasil sitaan pihaknya sepanjang tahun 2012. “Saat ini kita masih terus melakukan perburuan produk-produk yang menyalahi izin edar. Kita juga bekerja sama dengan Polda Sumatera Utara untuk melakukan penggerebekan ke sejumlah tempat yang dicurigai melakukan penyimpanan produk yang menyalahi izin edar,” ucapnya. (uma)
AMBULANS: Korban yang tewas saat dibawa dengan mobil ambulans.//ginting/sumut pos
MEDAN-Zulfan Surbakti alias Upeng (60) warga Jalan Dagang Desa Lama, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang (DS) tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) di Jalan Jamin Ginting KM 15,5 Desa Baru depan bengkel Maklum, Selasa (24/7) sekira pukul 20.00 Wib malam. Korban tewas dengan luka tembakan di bagian kening kanannya.
Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, korban bersama empat temannya makan di salah satu warung kawasan Dusun Semberingin Desa Namo Bintang Kecamatan Pancurbatu. Usai makan bersama mereka pun beranjak hendak pulang ke rumah masing-masing di kawasan Pancurbatu dengan mengendarai mobil Opel Blazer warna Silver BM 1128 LV yang dikemudikan Upeng.
Ternyata tanpa disadarinya, mereka telah diikuti oleh orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor dari arah belakang. Lalu, ketika mobil yang dikemudikan korban melintas di TKP tiba-tiba, salah seorang pelaku yang diduga duduk di boncengan melepaskan tembakan kearah korban dan mengenai kening kiri Ketua Karang Taruna Kabupaten Deliserdang ini.
Korban yang terkena tembakan senjata api ini, langsung roboh bersimbah darah. Mobil pun langsung oleng dan menabrak salah satu warung sekitar TKP,selanjutnya mobil yang dikemudikan korban ini akhirnya berhenti persisnya depan bengkel Maklum setelah menabrak truk colt diesel yang berhenti dilokasi itu.
Begitu mendengar ada suara hantaman keras, si pemilik warung kaget bukan main, selanjutnya dia melaporkannya kepada Fajar (27) yang merupakan menantunya. Tak lama kemudian, Fajar pun bergegas menuju ke rumahnya itu, dan setelah diperiksanya, ternyata korban sudah tak bernyawa lagi dengan kondisi kening kanan luka menganga bekas tembakan senjata api.
Warga yang melihat kejadian itu langsung melaporkannya kepolisi, begitu menerima laporan, Tim Reskrim Polsek Pancurbatu dipimpin langsung Kapolsek Kompol Darwin Sitepu turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Bahkan, sesaat kemudian, petugas dari Polresta Medan dipimpin Kasat Reskrim Kompol Yoris Marzuki dibantu Tim Identifikasi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Belum diketahui secara pasti apa motif penembakan yang menewaskan mantan Ketua KONI Pancurbatu dan Mantan Wakil Ketua IPK Paancurbatu ini.
, namun penyebabnya diduga karena dendam lama. Sedangkan ketiga rekan korban belum diketahui identitasnya. Karena masih belum diketahui keberadaanya, namun menurut info yang berkembang temannya yang berada di dalam mobil juga ada yang mengalami luka akibat serpihan peluru tajam. Namun demikian, saat petugas berusaha mencari tahu keberadaan teman korban yang dilaporkan dirawat di RSUP H. Adam Malik tidak berhasil menemukannya.
Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Yoris Marzuki saat dikonfirmasi mengatakan, korban tewas diduga kuat akibat ditembak pakai senjata api. Selain korban tewas, dua lagi teman korban juga mengalami luka bekas serpihan peluru milik pelaku, “Kita masih mendalami kasus ini, namun begitu dari hasil penmyelidikan sementara, kematian korban karena pembunuhan dan tidak ada motif perampokan, karena tidak ada satupun barang-barang milik korban yang hilang,” ujar Yoris. (uma/mag 10/roy/smg)
PASUTRI: Pasangan suami istri Juanda Sihotang dan Paidari Br Siahaan yang jadi tersangka.//sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI-Pasangan suami istri (pasutri) sepesial menggelapkan mobil rental, Juanda Sihotang (42) dan Paidari Br Siahaan (44) warga Jalan Sebayak, Tomuan, Kota Pematangsiantar digelandang ke Mapolres Tebingtinggi,Selasa (24/7).
Keduanya ditangkap usai mengadaikan 5 buah mobil yang mereka rental ke Kota Tebingtinggi Sebelum diserahkan ke Polres Tebingtinggi, pasangan pasutri ini sempat diamuk massa di Jalan Cokro Aminoto Kota Pematangsiantar, Sabtu lalu (21/7) sekira pukul 03.00 WIB.
Salah satu korbannya adalah, Binsar Siregar (42) warga Jalan Dalil Tani, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar. Mobil APV B 1959 TFF dirental pelaku hingga satu bulan tidak dikembalikan. Ternyata mobilnya itu telah digadaikan pelaku.
Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP Ngemat Surbakti kepada Sumut Pos menjelaskan bahwa korban dari pelaku ini diduga mencapai puluhan orang dengan jumlah kendaraan yang digelapkannya mencapai ratusan unit.(mag-3)
MEDAN-Penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditres Narkoba) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) rencananya akan memeriksa seorang anggota DPRD Labuhanbatu berinisial RH besok, Rabu (25/7) (hari ini,red).
RH diperiksa terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. RH diperika penyidik sebagai saksi dalam kasus kepemilikan sabu 0,35 gram dengan tersangka Hidayat Hasibuan (anggota DPRD Labuhanbatu) dan Andi Siagian (Ketua LSM), yang tertangkap basah sedang memakai sabu di Mess Pemda Labuhanbatu Jalan HM Joni Medan, beberapa hari yang lalu.
Direktur Reserse Narkoba Poldasu Kombes Pol Drs Andjar Dewanto Selasa (24/7) petang mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan izin dari Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho untuk memeriksa RH yang disebut dua tersangka saat itu ikut juga menghisap sabu.
“Kami sudah mendapat izin Plt Gubernur untuk memeriksanya (RH,red). Izin itu keluar tanggal 17 Juli lalu. Dia (RH,red) akan diperiksa sebagai saksi,” ujar Andjar.
Namun, Andjar belum bisa memastikan apakah status RH akan dinaikkan jadi tersangka atau tidak. “Dari keterangan tersangka, saat itu RH juga ikut menggunakan sabu. Tapi, saat dilakukan penggerebekan, dia (RH) sudah keluar kamar,” sebut Andjar.
Perwira berpangkat melati tiga itu mengatakan, pemeriksaan tersebut cukup lama karena terganjal prosedur perizinan memeriksa anggota dewan.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Kamis (17/5) lalu, Ditres Narkoba Poldasu menangkap dua tersangka pemakai sabu di salah satu kamar di Mess Pemda Labuhan Batu. Salah seorang diantaranya adalah Hidayat Hasibuan, yang juga anggota DPRD Labuhanbatu. Dalam penggrebekan itu, petugas mengamankan 0,35 gram sabu-sabu. (mag-12)
beserta alat hisap bong. (mag-12)
MEDAN-Suharti Suman (49), warga Jalan KL Yos Sudarso Medan mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala, setelah dikeroyok empat perampok, di Jalan Masjid Raya Al Jihad, Selasa siang (24/7) sekitar pukul 11.00 WIB Akibatnya, Suharti harus mendapatkan perawatan awal di RSUD dr Pirngadi Medan.
Suharti saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan mengisahkan, pagi itu dirinya hendak pulang ke kediamannya setelah mengunjungi sanak saudaranya. Namun saat melintasi Jalan Masjid Raya Al Jihad, dirinya didatangi empat pemuda asing bertampang preman.
Tanpa basa-basi keempatnya langsung merampas tas milik Suharti. Namun, Suharti yang tidak ingin kehilangan tasnya mencoba mempertahankan tas tersebut, sehingga membuat para perampok semakin berang dan memukuli Suharti membabi buta.
“Tangan aku dipelintir mereka bang, abis itu mereka memukul tanganku pakai kayu. Karena nggak tahan dengan perlakuan kasar mereka, akhirnya tas itu terlepas dari tanganku,”ujarnya sedih.
Suharti yang merasa nyawanya semakin terancam langsung menjerit minta tolong. Selang berapa lama warga yang mendengar jeritan Suharti langsung mendatangi lokasi dan para perampok yang melihat warga berdatangan langsung melarikan diri.
“Mereka berhasil membawa lari tas yang berisi gaji ku sebulan. Untungnya HP ku nggak sempat mereka ambil keburu warga datang,”ujarnya.
Tak terima dengan tindak kejahatan yang dialaminya, Suharti langsung membuat laporan ke Mapolresta Medan. Untuk melengkapi berkas pengaduannya, Suharti selanjutnya melakukan visum ke RSUD dr Pirngadi Medan sekaligus merawat sejumlah luka yang dialaminya. (uma)
TERSANGKA: Wanita berinisial LW diduga sebagai pelaku penjual ABG saat diperiksa.//ari sisworo/sumut pos
MEDAN-Satuan Petugas (Satgas) People Smuggling Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Pol dasu) mengamankan seorang wanita berinisial LW, warga Jalan Karya II Helvetia Medan. Dia diduga sebagai pelaku perdagangan manusia. Dia ditangkap petugas dari salah satu hotel di Kota Medan, Senin (23/7) malam.
Kasubdit Satgas People Smuggling Polda Sumut, AKBP Juliana Situmorang saat ditemui Selasa (24/7) siang mengatakan, pelaku tertangkap tangan saat melakukan transaksi penjualan wanita kepada petugas.
“Tersangka yaitu LW (Lindasari Wahyuni) alias Sari (24) warga Jalan Karya II Helvetia Medan. Sementara korbannya berinisial CAS (19) masih sekolah kelas II di salah satu SMA Swasta di Medan,” ujarnya.
Juliana mengatakan, rencananya pelaku akan menjual korbannya dengan harga Rp700 ribu. Dari hasil penjualan tersebut, tersangka mendapat keuntungan Rp150 ribu.
“Tersangka yang kami amankan juga pernah menjual perempuan bernama RA dan AG kepada laki-laki hidung belang. Harga yang ditawarkan pelaku di bawah Rp1 juta,” sebut Juliana. Saat ini tersangka sudah diamankan di markas Polda Sumutn
bersama barang bukti berupa uang Rp700 ribu dan satu unit handphone.
Tersangka terancam dikenakan Pasal 2 dan Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.
CAS yang berparas cantik dan saat itu mengenakan kaos hitam dan celana jeans hitam mengakui jika profesinya sebagai wanita panggilan.
“Saya sudah kenal dengan Sari kurang lebih dua bulan. Saya ditelpon Sari untuk datang ke hotel. Katanya, ada tamu. Kami tidak mempersoalkan masalah ini. Karena sudah sama-sama tahu,” akunya.
Namun, Sari membantah pengakuan CAS tersebut. Perempuan yang mengenakan baju putih dan blazer kuning serta celana jeans warna biru dongker itu mengatakan dirinya tidak ada menelepon korban untuk menemani tamu di hotel.
“Tidak ada saya telpon dia (CAS, Red),” aku Sari sambil sesekali memalingkan wajahnya.
Kekerasan Terhadap Anak Terus Meningkat
Kekerasan seksual yang dialami anak di Sumatera Utara untuk tahun 2012 masih tinggi. Dari data yang tercatat di Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut, sejak Januari hingga Juli 2012 KPAID menerima 36 kasus pengaduan kekerasan seksual atau sebesar 29 persen dari 110 pengaduan yang diterima.
Angka pengaduan tersebut merupakan laporan tertinggi dari 20 jenis kasus yang diterima oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
“Kita sangat prihatin dengan masih tingginya angka kekerasan seksual yang dialami oleh anak. Apalagi bersamaan dengan peringatan Hari Anak nasional (HAN) yang jatuh setiap tanggal 23 Juli. Bukannya semakin berkurang namun kekerasan seksual yang dialami anak justru terus meningkat,” ujar Ketua KPAID Sumut, Zahrin Piliang, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/7).
Bahkan, bilang Zahrin, persentase angka kekerasan sexual yang dialami anak di Sumatera Utara untuk tahun 2012, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 46 kasus atau sebesar 28.22 persen ,dari 163 pengaduan yang telah diterima KPAID.
“ Ini masih pertengahan Juli, dan kemungkinan pada akhir tahun pengaduan terhadap kekerasan seksual yang dialami anak bisa saja bertambah. Angka ini juga belum mewakili keseluruhannya, mengingat masih banyak orangtua yang enggan mengadukan kekerasan seksual yang dialami anaknya karena masih menganggap tabu dan merasa malu,”ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Zahrin menilai ada tiga faktor yang menyebabkan mengapa anak sering mengalami kekerasan seksual. Di antaranya yakni, lemahnya pengawasan keluarga dalam memberikan perlindungan terhadap perkembangan anak.
Selain itu, kekerasan seksual yang dialami anak juga dipengaruhi akan lemahnya pengawasan sosial dari lingkungan tempat anak bersosialisasi. “Contohnya saja kalau dulu jika melihat ada anak yang terlau jauh bermainnya dan ada terkesan menyimpang atas perbuatan yang dilakukan, para orang tua dulu tidak segan untuk menegurnya. Namun saat ini hal itu sudah tidak lagi dan cenderung lebih bersikap acuh,”ucapnya.
Zahrin juga menganggap, lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perkembangan teknologi turut mendukung faktor peningkatan atas tindakan kekerasan seksual yang dialami anak. “Fenemona yang ada saat ini masyarakat urban sudah bersinggungan dengan masyarakat perkotaan satu contoh yakni warnet. Kini warnet sudah tidak terlalu sulit untuk ditemui hingga pelosok-pelosok desa.
Dengan menjamurnya perkembangan warnet yang mencakup pendalaman tanpa ada pengawasan ketat dari pemerintah dan instansi lainnya, secara otomatis memudahkan masyarakat untuk mengakses situs porno sehingga memicu perbutan asusila dan bentuk kekerasan seksual,” terangnya.
Bahkan, sambung Zahrin, keprihatinan atas kondisi tersebut tidak didukung oleh tindakan tegas dari aparatur penegak hukum. Menurutnya, banyak kasus yang ditemui KPAID di lapangan, dimana aparat penegak hukum tidak memberikan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Satu contoh kasus yakni petugas kepolisian melepaskan seorang pelaku kekerasan sexual dengan alasan hasil visum tidak menemukan jika ada kerusakan pada alat vital korban meskipun pelcehan seksual memang dilakukannya.
Selain itu banyak kasus yang tidak tuntas P21 nya atau bolak-balik antara kejaksaan dan kepolisian sehingga pelaku bebas berkeliaran. “Seharusnya aparatur penegak hukum lebih tegas dalam menindak pelaku kekerasan sexual untuk menciptakan efek jera bagi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Namun jika hal ini tidak bisa diciptakan otomatis praktik-praktik kekerasan sexual akan terus meningkat setuiap tahunnya,” ujar Zahrin mengakhiri. (uma/mag-12/ari)
BERKUMPUL: Puluhan warga Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Labuhan Deli, berkumpul untuk mengantisipasi kembali masuknya sekelompok pria.//fachrul rozi/Sumut Pos
MEDAN DELI- Ratusan warga bermukim di Jalan Suasa Kelurahan Kotabangun Kecamatan Medan Deli kembali diteror sejumlah pria tak dikenal. Bahkan warga yang kesal nyaris terlibat bentrokan fisik dengan sekelompok pria diduga orang suruhan pihak tertentu tersebut.
Keributan para warga itu dipicu pada saat sekelompok pria tak dikenal melakukan pengukuran lahan permukiman warga seluas 50 hektar, Selasa (24/7) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.
Keterangan dihimpun Sumut Pos di lokasi, keributan berujung nyaris terjadinya adu fisik tersebut berawal ketika beberapa pria dengan menumpangi mobil avanza warna hitam bernopol BK 1685 melakukan pengukuran di sekitar lahan yang saat ini telah dihuni sekitar ratusan warga yang bermukim di dua lingkungan yakni Lingkungan VII dan VIII Kelurahan Kotabangun Kecamatan Medan Deli.
Mengetahui hal itu, warga setempat mayoritas turunan Tionghoa itu lalu menghadang sekelompok pria dimaksud. “Tadinya ada seorang warga di lingkungan ini curiga begitu melihat ada beberapa pria melakukan pengukuran sekitar jam 2 pagi, dan saat ditanya mereka mengaku dari petugas PGN (Perusahaan Gas Negara) yang akan mengukur lokasi pipa gas,” ung kap, Sugito alias Awi (38) warga setempat.
Tidak percaya dengan apa yang dikatakan pria tak dikenalnya itu, Sugito lantas memberitahukan kejadian tersebut kepada beberapa warga lainnya. Bersama warga, Sugito kembali menghampiri para pria dimaksud.
“Yang keluar dari mobil ada tiga orang, dua melakukan pengukuran sedangkan yang seorang lagi mencatat. Sedangkan di dalam mobil ada sekitar tiga pria lagi,” ungkapnya.
Kali ini, warga yang ingin mengetahui identitas pria tak dikenal itu terlibat adu mulut, pasalnya warga sempat mengenali salah seorang diantaranya diduga merupakan orang suruhan dari PT Alam Tamindo Jaya Lestari. “Ada warga di sini yang kenal sama salah seorang dari mereka dan katanya orang suruhan PT Alam Tamindo Jaya Lestari,” ujar dia.
Melihat situasi kian memanas, para pria yang melakukan pengukuran tersebut kemudian melarikan diri menggunakan mobil ke arah Jalan Veteran Kecematan Labuhan Deli.
“Kami tak sempat menahannya, karena mereka langsung kabur begitu terjadi keributan,” ucapnya.
Kepala Lingkungan VIII Kelurahan Kotabangun Kecamatan Medan Deli, Rosita Nasution mengatakan dirinya baru mengetahui keributan antarwarga dan sekelompok pria itu setelah menerima laporan dari masyarakat.
Sebelumnya ratusan warga bermukim di dua lingkungan di Kelirahan Kotabangun Kecamatan Medan Deli, sering mendapat teror dari sekelompok pria diduga orang suruhan dari PT Alam Tamindo Jaya Lestari disinyalir ingin menguasai lahan permukiman yang ditempati masyarakat sejak dari tahun 1917 lalu.(mag-17)
TEBINGTINGGI-Perampokan menggunakan senjata api (senpi) terjadi di wilayah jajaran hukum Polres Tebingtinggi. Korbannya Kasmadi (25) warga Dusun III Desa Pertapaan Kecamatan Tebingtinggi Serdangbedagai (Sergai).
Kejadian berlangsung Senin malam (23/7) sekira pukul 19.00 WIB di Simpang Kolam tepatnya areal perkebunan sawit PTPN 3 Kebun Rambutan di Desa Pertapaan, Sergai. Kerugian yang dialami korban berupa satu unit sepeda motor jenis Yamaha Blitz BK 2978 NAH.
Korban mengaku malam itu dia hendak pulang ke rumah melintasi perkebunan sawit. “Tiba-tiba dua pelaku langsung menyalip sepeda motorku, setelah mengancam menggunakan pistol,mereka memintaku menyerahkan sepeda motorku,” katanya. (mag-3)
tanpa harus melawan,”ungkap Kasmadi.
Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap mengatakan masih meminta keterangan lebih lanjut kepada korban. Untuk masalah senjata api (senpi) yang digunakan pelaku, Kapolsek masih meragukan kebenarannya karena saat ditunjukan senjata api milik anggota polisi,korban tidak mengenal senjata jenis apa yang digunakan pelaku.(mag-3)
MEDAN-Arus Lalulintas di Kota Medan macet menjelang berbuka puasa, tepatnya pukul 17.00 WIB-19.00 WIB. Kemacetan terjadi di lokasi jajanan berbuka puasa. Di Medan ada 14 titik pusat jajanan berbuka puasa rawan macet.
“Selama bulan puasa kemacetan memang terjadi di lokasi jajanan berbuka puasa,” ujarnya Kadishub Kota Medan, Renward Parapat, Selasa (24/7).
Renward mengatakan, untuk mengantisipasinya Dishub Medan menempatkan 2 personel di tiap titik lokasi jajanan berbuka puasa.
Renward menjelaskan pekan pertama Ramadann kemacetan terpusat pada lokasi jajanan berbuka, kemudian pekan kedua kemacetan bergeser di tempat makan siap saji seperti kafe, rumah makan dan tempat nongkrong, untuk melaksanakan buka bersama, pekan ketiga kemacetan bergeser ke pusat-pusat perbelanjaan dimana warga sudah mempersiapan untuk kebutuhan lebaran.
Pekan keempat warga sudah beranjak melakukan mudik. Renward mengaku sudah melakukan rapat dengan kepala terminal untuk melakukan persiapan menjelang arus mudik. Kini pihak masih terus melakukan pembenaan terminal terpadu di Kota Medan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan mudik tahun ini.
Untuk arus mudik tahun ini, Dishub Kota Medan juga melakukan kordinasi dengan Dishub Provsu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang untuk menyiapkan beberapa armada tambahan untuk menampung lonjakkan penumpang di terminal terpadu di Kota Medan.
Selain berkordinasi dengan Dishub Provsu, juga berkordinasi dengan Satlantas Polresta Medan, Dinas Kesehatan untuk posko kesehatan selama arus mudik berlangsung.
“Kita juga berkordinasi kepada pihak terkait untuk memberikan pelayanan dan fasilitas kepada warga yang mudik,” sebutnya.
Dia mengimbau agar masyarakat tidak membeli tiket bus di luar tereminal atau dengan calo, masyarakat tidak dibenarkan naik bus dari terminal liar, warga dimintai harus lebih teliti untuk memilih transportasi untuk sarana mudik, masyarakat jangan menggunakan transportasi ilegal seperti taksi plat hitam, karena kalau terjadi kecelakaan tidak ada biaya klaim asuransi dari Jasa Raharja.
Dishub Kota Medan meminta kepada seluruh pengsuha jasa transportasi selama arus mudik berlangsung untuk memeriksa kelayakan kendaraannya, mengikuti peraturan yang ditetapkan Dishub Kota Medan, tidak dibenarkan menaikkan dan menurunkan penumpang sembarangan atau di terminal liar.
Renward Kembali menghimbau kepada masyarakat kalau sudah libur jangan menunggu mudik di H-1, sebab akan terjadi penumpukan penumpang.(gus)