ULANG TAHUN: Anggota Amanda Brownise menari dan bernyanyi di acara ulang tahun ke 3 di Kenanga Restoran Jalan jamin Ginting Medan, Rabu (18/7). Area Supervisor Yasmirah Mandasari memotong nasi tumpeng (inset).
MEDAN- Amanda Brownies Sumut menggelar perayaaan Ulang Tahun (HUT) ke III di Kenanga Restoran Jalan Jamin Ginting, Rabu (18/7). Selain itu, perayaan yang dilangsungkan 2 hari jelang bulan suci Ramadan itu, Amanda Brownies juga memberikan santunan kepada 30 anak yatim.
Area Supervisor, Yasmirah Mandasari Saragih SH MH menyebutkan, perjalanan Amanda Brownies Sumut sudah banyak mengalami perubahan baik penjualan dan produksi. Bahkan, penjualan semakin meningkat setiap tahunnya.
“Kita berharap Amanda Brownies Sumut bisa lebih baik lagi dan semakin maju dan mampu mencapai target penjualan,” ungkapnya didampingi Asisten Julia.
Lanjut Yasmirah, produk jenis kue Brownies kukus menjadi salah satu makanan kegemaran yang diminati banyak orang dan menjadi salah satu ikon kuliner di Sumut.
“Untuk melayani permintaan yang semakin tinggi dari masyarakat penggemarnya, manajemen Amanda Brownies yang memiliki outlet di Jalan Abdullah Lubis No.23 A (Simpang Jalan Darat) Medan ini, terus mengembangkan sayap, dengan membuka beberapa cabang baru yakni, di Jalan Brigjen Katamso dan Binjai,” pungkasnya.
Sementara itu, General Manager Pabrik Pusat, Drs H Oentoeng Moekti mengatakan, produk makanan ini bebas dari bahan pengawet dengan berbagai rasa dan terkenal dengan rasa coklat legit tidak terlalu manis ini.
“Biasanya brownies hanya memiliki satu rasa. Namun, Amanda Brownies yang di Indonesia lahir tahun 2000 berpusat di Kota Bandung dan saat ini hadir di banyak Propinsi di Indonesia, memiliki dua rasa (toping) dan harganya cukup terjangkau,” bilangnya.
Pada kesempatan itu, Oentoeng merasa tersanjung melihat pakaian serba hitam yang dipakai karyawan Amanda Brownies Sumut. “Saya bangga dengan kegiatan ini. Karena karyawan terlihat kompak memakai seragam tanpa ada membeda-bedakan. Ini persiapan luar biasa dan menunjukkan silaturahmi yang kuat. Bahkan, kedatangan saya merasa dihormati sekali di sini,” ucapnya.
“Saya berharap kesejahteraan karyawan akan diperhatikan untuk ke depannya,” pungkasnya. Perayaan HUT ke III Amanda Brownies Sumut juga dimeriahkan dengan berbagai permainan games, lomba joget, lomba nyanyi, lucky draw serta doorprize. (ali/smg)
MEDAN- Hari pertama pelaksanaan puasa Ramadhan 1433 H, suasana di Pasar Central (pusat pasar) Kota Medan, sejak pagi hingga sore hari tampak sepi, Sabtu (21/7). Sepinya taransaksi di Pasar Central ini, berdampak pada penurunan beberapa komoditas.
Seperti cabai merah, sebelumnya berada di kisaran harga Rp30 ribu per kilo, menjadi Rp20 ribu perkilo. “Harga cabai sulit diprediksi ya, saat ini stok ada, tapi yang minta juga banyak, jadi harganya cenderung naik,” ujar Lita br Sihotang salah seorang pedagang di pusat pasr tersebut.
Sedangkan untuk bawang merah, juga mengalami penurunan harga dari Rp20 ribu perkilo menjadi Rp12 ribu perkilo.
Sementara untuk komoditas daging sapi, harganya turun berkisar Rp5 ribu atau dengan kata lain harga daging sapi berkisar Rp80 ribu hingga Rp85 ribu perkilo dari sebelumnya mencapai Rp90 ribu perkilo.
“Kita sudah prediksi bila harga daging pasti turun saat memasuki puasa pertama. Saat ini benar-benar sepi pengunjung,” ujar Abdul, pedagang daging sapi di Pusat Pasar.
Sementara itu, untuk harga daging ayam tetap stabil sekitar Rp25 ribu perkilo. Harga sayuran juga menunjukkan penurunan harga. (ram)
MEDAN- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Medan menggelar razia fasilitas hiburan malam di hotel berbintang di Kota Medan, Jumat (20/7) malam.
Hasilnya, tim razia mendapati mantan Kadisbudpar Rismaria Hutabarat menggelar Private Party (ulang tahun) hingga dini hari. Sayangnya, aksi mantan pejabat Pemko Medan itu, dibiarkan begitu saja tanpa memberi peringataan apapun.
Tim menggelar razia di tujuh tempat, empat diantaranya merupakan hiburan malam yang ada di hotel. Razia yang dipimpin langsung Kadisbudpar Kota Medan, Busral Manan itu, dibantu sejumlah pegawainya dan Sat Pol PP Kota Medan.
Razia yang dimulai Jumat (20/7) malam, pertama kali menyisir Novotel Soechi di Jalan Cirebon. Di tempat itu, ditemukan live musik di Equator. Saat tim masuk, sejumlah pengunjung dibubarkan oleh petugas. Sedangkan manajemen hanya diberikan teguran lisan.
Tim kemudian berlanjut ke tempat hiburan malam Monaco di Jalan HM Jhoni, tapi tim menemukan tempat hiburan malam itu sudah tutup pada pukul 22.30 WIB. Perjalanan pun dilanjutkan ke Yang Lim Plaza. Sama seperti di Monaco, hiburan malam X-Three di lokasi itu juga sudah tutup.
Tim yang menumpangi tujuh mobil, lalu menyisir Jalan Thamrin, kemudian masuk ke Grand Aston City Hall, khususnya masuk ke Entrance. Hal serupa juga didapati, tempat hiburan itu sudah tutup terlebih dahulu.
Kadisbudpar Kota Medan langsung mengarahkan timnya ke Lantai 26 Swiss Bell Hotel. Di hotel itu, pada Sabtu (21/7) sekira pukul 00.30 WIB, petugas menemui seorang mantan Kadisbudpar Kota Medan, Rismaria Hutabarat sedang menggelar pesta perayaan hari ulang tahun (HUT) bersama sejumlah koleganya.
Setelah bersalaman antara Kadisbudpar Kota Medan Busral Manan dan Rismaria, tim razia hanya menegur manajemen hotel. Selanjutnya, Rismaria tetap melanjutkan menggelar pesta HUT-nya dan menggunakan fasilitas live musik di hotel tersebut.
Kadisbudpar Kota Medan saat berdalih razia yang diawal cukup garang itu, hanya upaya untuk mengimbau pengelola tempat hiburan malam untuk berhenti beroperasi di atas pukul 2 dini hari.
Padahal, Wali Kota Medan dan sejumlah musyawarah pimpinan daerah telah mengeluarkan imbauan agar operasional tempat hiburan malam dihentikan sepenuhnya. “Kami tidak dalam kapasitas membubarkan, hanya mengimbau dan pembinaan,” katanya.(gus)
LUBUK PAKAM- Alasan adanya laporan warga tentang produk kadaluarsa tempat membuat makanan ringan milik Aciang alias Fendri (45) pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) didatangi Sat Narkoba Polres Deliserdang.
Selain mendatangi tempat membuat makanan ringan itu, Sat Narkoba Polres Deliserdang juga melayangkan surat kepada Aciang, Kamis (19/7), dengan surat No: B/3187/VII/2012 tentang permintaan klarifikasi.
Di surat itu, dituliskan rujukan berdasarkan UU RI No 36/2099 tentang kesehatan, UU No.02/2002 tentang Kepolisian Negeri RI, UU RI No.08/1999 tentang perlindungan konsumen.
Dalam surat itu, meminta agar Acing alias Fendri handir di kantor Sat Narkoba Polres Deliserdang, Sabtu (21/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, Fendri diminta agar membawa surat-surat yang berhubungan dengan pabrik makanan ringan atau snack itu.
Ketika dihubungi Sumut Pos, Sabtu (21/7), via ponselnya, Aciang mengakui tidak mendatangi Mapolres Deliserdang, alasanya surat yang dilayangkan kepadanya bukan panggilan tetapi merupakan hanya surat permintaan klarifikasi.
“Apa yang perlu diklarifiksikan kepada Sat Narkoba. Kalau pada bagian instansi lain berupa kesehatan, BPOM atau Reskrim boleh saja, saya tidak hadiri permintaan mereka itu,” tegasnya.
Kasat Narkoba Polres Deliserdang, AKP Charles Simanjuntak, membenarkan kehadiran anggotanya mendatangi tempat usaha Aciang, Rabu (18/7) silam. Kehadiran anggotanya setelah adanya laporan warga yang menyebutkan tempat usaha itu memproduksi makanan ringan tetapi tidak mencantumkan batas kadaluarsa dibungkus produknya. “Surat tugas anggota saya itu ada. Kami hanya menjalankan tugas karena adanya laporan warga,” kata Charles.
Ketika ditanya lebih lanjut, AKP Charles menyatakan, Sat Narkoba memiliki kewenangan memeriksa komposisi makanan. Tetapi dia tidak bisa menjawab soal penyitaan produk tanpa berita acara penyitaan. (btr)
JAKARTA – Lonjakan harga pada momen Puasa hingga Lebaran sepertinya sudah menjadi tradisi di Indonesia setiap tahun. Untuk itu, mulai tahun ini, Perum Bulog membuat terobosan guna mencoba meredam lonjakan harga sembilan bahan pokok (sembako).
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, selama ini Bulog hanya bergerak di bisnis perdagangan besar, namun kini mulai masuk ke bisnis retail melalui pengembangan Bulog Mart. ‘Fungsinya sebagai grosir bagi pedagang kecil. Kalau harga dari grosir stabil, maka harga di eceran juga bisa stabil,’ ujarnya saat dihubungi Jawa Pos (grup Sumut Pos), kemarin (21/7).
Bulog Mart mulai dirintis sejak awal Mei tahun ini. Memasuki Bulan Puasa hingga Lebaran nanti, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pangan ini akan memperbanyak jumlah outlet atau toko grosir. “Target kami, Agustus nanti sudah ada 35 outlet,” katanya.
Menurut Sutarto, Bulog Mart akan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, sebagaimana jaringan Bulog yang tersebar di semua wilayah. Untuk tahap awal, ada lima wilayah yang mengembangkan Bulog Mart. ‘Yakni di Bandung, Makassar, Semarang, Malang, dan Lampung,’ sebutnya.
Sampai akhir tahun 2012, Bulog menargetkan bisa membuka minimal 100 outlet Bulog Mart. Tak berhenti sampai di situ, Bulog memiliki rencana besar untuk terus mengembangkan Bulog Mart di seluruh Indonesia. “Nanti, di setiap wilayah yang ada gudang Bulog, minimal ada satu Bulog Mart,” ucapnya.
Sebagai gambaran, saat ini terdapat 1.751 unit gudang Bulog yang tersebar di 132 Sub Divre di 26 Divre di seluruh Indonesia. Apa saja komoditas yang dijual Bulog Mart? Sutarto menyebut, komoditas utama yang dijual adalah beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu, ada pula bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Untuk stabilitas harga, maka harga jual sembako pun lebih rendah dibanding harga eceran di pasaran. “Selain grosir, Bulog Mart juga melayani pembelian eceran. Istilahnya, ritel harga grosir,” ujarnya.
Bagaimana Bulog bisa menjual lebih murah” Sutarto mengatakan, Bulog Mart bukanlah bisnis rugi. Harga jual lebih murah bisa didapat dengan cara memangkas rantai distribusi. Misalnya, beras Bulog yang kelas menengah maupun premium yang biasanya harus masuk ke pedagang besar, grosir, eceran, baru sampai ke konsumen, nanti bisa langsung dibeli konsumen dengan harga Bulog.
Demikian pula untuk komoditas lain seperti gula dan minyak goreng. Bulog akan bekerjasama dengan BUMN produsen gula dan minyak goreng seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN), sehingga bisa mendapatkan harga langsung dari produsen. ‘Kalau jaringan Bulog Mart sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, maka upaya stabilisasi harga akan makin efektif,” jelasnya.
Sutarto menyebut, salah satu wilayah yang mengalami kenaikan harga beras kualitas premium adalah Jawa Timur. “Di Jatim, harga beras premium 3 sampai Rp8.000 per kilogram,” ujarnya.
Untuk menekan harga, Bulog menggandeng Pemda Jatim untuk menggelar pasar murah. Selain Jatim, pasar murah juga dilakukan di beberapa provinsi di luar Jawa.
“Kami tidak mau ambil risiko gejolak harga selama puasa dan lebaran. Makanya, stok raskin 260 ribu tonkita siapkan,” ujarnya. (owi/jpnn)
MENGUNJUNGI: Sultan Hassanal Bolkiah mengunjungi prajurit yang luka parah di rumah sakit, setelah kecelakaan helikopter di Bandar Seri Begawan, Sabtu (21/7).//AFP PHOTO / DEANKASSIM
BRUNAI- Ditemukannya dua korban jatuhnya helikopter Angkatan Udara Brunei Darussalam, menambah deretan korban jiwa dalam tragedi tersebut. Dengan ditemukannya dua korban baru, berarti jumlah korban jiwa mencapai 12 orang, termasuk enam kadet militer.
“Kami mendapatkan 12 korban jiwa dalam kecelakaan helikopter tersebut. Dua kadet militer selamat dalam kecelakaan itu,” ujar juru bicara Angkatan Udara Brunei, Norudin Salleh, seperti dikuti dari kantor berita AFP, Sabtu (21/7).
Heli militer Brunei tersebut jatuh di wilayah Kuala Belait, Malaysia, Jumat (20/7) malam waktu setempat. Heli tersebut jatuh ketika dalam perjalanan menuju Bandar Seri Begawan, ibukota Brunei usai melakukan latihan terbang di kawasan hutan.
Kementerian Pertahanan Brunei menyatakan, dua orang berhasil selamat namun mengalami luka-luka dalam insiden maut tersebut. Saat ini keduanya dalam kondisi stabil.
Saat kejadian, heli Bell 212 tersebut mengangkut 14 orang termasuk pilot. Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah telah menjenguk kedua korban luka di rumah sakit.
“Tuanku Yang Mulia berharap mereka akan sabar dan juga berdoa agar jiwa-jiwa korban bisa diberkati dan diberi tempat yang layak,” demikian statemen Kementerian Pertahanan Brunei.
Disampaikannya, penyebab kecelakaan tragis ini belum diketahui. Otoritas Brunei tengah mengambil langkah-langkah sebagaimana mestinya untuk mengungkap fakta-fakta seputar musibah tersebut. (net/jpnn)
JAKARTA- Pesawat pesanan TNI AU CN 295 sudah siap dikirim ke Indonesia. Saat ini, pesawat pengganti Fokker -27 yang dilarang terbang karena musibah Juni lalu itu dalam tahap finishing. TNI AU mengirimkan penerbang terbaiknya ke Sevilla Spanyol untuk uji terbang.
“Mereka akan mulai cek semuanya, dari mesin sampai uji terbangnya,” ujar Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus di Jakarta kemarin (21/07).
Empat penerbang TNI Angkatan Udara itu berangkat dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma. Mereka adalah Letkol (Pnb) Elistar Silaen Komandan Skadron Udara 2 Lanud Halim, Mayor (Pnb) Destianto, Mayor (Pnb) Trinanda dan Kapten (Pnb) Reza Fahlifie. Pusat perakitan dan tes uji pesawat berada di Airbus Military di Sevilla, Spanyol.
“Jadwalnya sampai September nanti,” kata Azman. Pesawat CN 295 itu juga diagendakan bisa terbang dalam HUT TNI 5 Oktober 2012 nanti. “Nanti akan ditempatkan di Skadron 2 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma sebagai pengganti Fokker 27,” tambahnya.
Selain penerbang TNI Angkatan Udara dua penerbang test pilot dari PT Dirgantara Indonesia (DI) Ester Gayatri Saleh dan Novirsta Mafriando Rusli serta satu Flight Test Engineer Heru Riadhi Soenardi. “Pesawat ini memang kerjasama dengan PTDI, jadi nanti ada pesawat yang seluruhnya dirakit di Bandung,” kata nya.
Azman menjelaskan, pesawat Fokker -27 masih digrounded (dilarang terbang). “Investigasinya sudah hampir tuntas. Tapi, sejak awal sudah kita sampaikan terbatas dan tertutup sebagai bahan evaluasi internal,” katanya.
Seperti diketahui, pesawat Fokker -27 jatuh di komplek rumah dinas sekitar Lanud Halim Perdanakusuma pada 26 Juni 2012. Dalam tragedi itu 11 orang tewas. (rdl/jpnn)
Masyarakat Yogyakarta mengenal kirab Ruwahan Apeman, biasanya diadakan di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta sekitar seminggu sebelum puasa. Kirab ini merupakan simbol mohon ampun kepada Tuhan sebelum menjalankan ibadah puasa.
Adapun di Bogor, masyarakat melakukan pawai obor. Rabu(18/7) sejumlah warga membawa obor saat Tarhib Ramadan di Kampung Laladon Gede, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tarhib Ramadahan diikuti ratusan orang, terdiri dari anak-anak, remaja dan orangtua yang bershawalat keliling kampun. Tujuannya untuk mengingatkan warga akan datangnya bulan suci Ramadan 1433 H serta mempersiapkan diri baik secara fisik dan mental dalam menjalankan ibadah puasa.
Warga Bogor juga memiliki tradisi Cucurak, yaitu makan bersama sebelum puasa. Pawai riuh juga dilakukan di Semarang. Ada tradisi Dugderan. Asal nama pawai itu diambil dari kata Dug yang dimaksudkan sebagai suara bedug masjid dipukul berkali-kali, dan Der yang berarti suara petasan. Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun dan digelar kira-kira satu sampai dua minggu sebelum puasa. Ajang ini juga sekaligus menjadi pesta rakyat.
Kalau di Riau tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi, warganya memiliki tradisi yang mirip dengan lomba dayung lho, namanya tradisi ‘Jalur Pacu;. Tradisi ini digelar di sungai-sungai di Riau dengan menggunakan perahu tradisional, kawan. Seluruh warga Riau pasti akan beramai-ramai datang menyambut acara tersebut. Tradisi yang hanya digelar satu tahun sekali ini akan ditutup dengan ‘Balimau Kasai’ atau bersuci menjelang matahari terbenam hingga malam.
Di Jakarta terkenal ritual ‘Nyorog’. Tradisi ini berasal dari Betawi. ‘Nyorog’ mempunyai arti membagi-bagikan bingkisan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua, seperti bapak/ibu, mertua, paman, kakek/nenek, sebelum datangnya bulan Ramadan.
Biasanya bingkisan tersebut berisi bahan makanan mentah, tapi ada juga yang berisi daging kerbau, ikan bandeng, kopi, susu, gula, sirup, dan lainnya. Tradisi ‘Nyorog’ di masyarakat Betawi memiliki makna sebagai tanda saling mengingatkan, kalau bulan suci Ramadan akan segera datang, selain itu tradisi ‘Nyorog’ juga bisa sebagai pengikat tali silahturahmi antar-keluarga.
Adapun warga Indramayu menyambut Ramadan dengan pesta laut yang mereka sebut Nadran Nelayan Rajungan. Warga menaiki perahu rajungan yang dihiasi bendara, buada minuman botol. Pesta laut ini bertujuan untuk mengungapkan rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan dan keselamatan ketika melaut. Mereka membuang kepala kerbau sebagai sesaji ke tengah laut.
Tradisi mandi sebelum puasa biasa dilakukan warga Enrekang, Sulawesi Selatan. Tradisi ini diikuti ratusan warga yang datang ke Sungai Mata Sadang, dimaksudkan untuk menyucikan badan. Biasanya mereka juga membawa makanan untuk makan bersama peserta lainnya. Makanan yang habis disantap dianggap berkah.
Ritual mandi di sungai juga dilakukan di Lampung, disebut ‘Belangiran’. Tradisi turun temurun ini diadakan di Kali Akar, Teluk Betung, Bandar Lampung. Adapun di Palembang, disebut ‘Mandi Balimau’. Belakangan, tradisi ini dikritik keras karena justru dimanfaatkan kaum muda Palembang untuk berpacaran.
Ritual membersihkan diri juga diadakan di Karanganyar, Jawa Tengah, tepatnya di Air Terjun Jumog. Mereka menyebutnya tradisi padusan, diyakini bisa membersihkan dosa sebelum menjalankan ibadah puasa. Warga Palembang mengenal arak-arakan ziarah kubra. Mereka berziarah ke pemakaman Kawah Tengkurep 3 Ilir untuk mengingat jasa para ulama setempat. Kalau di Banyumas, dikenal tradisi ‘Unggahan’.
Sejumlah warga trah Kyai Bonokeling melakukan tradisi ‘Unggahan’ yang dilakukan sejak tahun 1.400 untuk menyambut datangnya bulan puasa. Mereka melakukan bersih makam dan membawa hasil bumi untuk dimasak dan dimakan bersama.
Di Aceh dikenal ‘Meugang’. Menjelang bulan Ramadan, mereka patungan untuk membeli kerbau, menyembelihnya, lalu memakannya bersama-sama. Orang yang lebih mampu secara finansial biasanya juga memberikan sumbangan agar masyarakat yang kurang mampu dapat ikut serta menikmati tradisi ini.
Di Sumatera Barat, acara ‘Balimau ‘merupakan tradisi menyambut Ramadan. Dalam bahasa Minangkabau ‘Balimau’ berarti mandi disertai keramas. Hal itu merupakan lambang pembersihan diri sebelum puasa dimulai. Acara balimau ini juga dilakukan secara beramai-ramai di sungai, danau, atau kolam.
Di kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, ada tradisi ‘Ngelop’. ‘Ngelop’ yaitu kegiatan mandi di laut beramai-ramai dengan niat menyucikan diri sebelum melakukan puasa Ramadan. ‘Ngelop’ biasanya di lakukan di Pantai Ketang Kalianda pada sore hari hingga maghrib, bertepatan dengan pergantian tanggal memasuki Ramadan.Nun jauh di Semarang sana mengakar tradisi dugderan yang berbentuk festival dan pasar malam. Dugderan biasanya dilakukan satu minggu sebelum puasa.
Banyak barang yang dijual para pedagang. Mulai dari mainan hingga pakaian. Ada pula hiburan seperti komidi putar. Konon, dugderan berasal dari gabungan kata “dug” (suara bedug) dan “der” (suara meriam). Kedua benda ini dahulu dipakai untuk menandakan datangnya bulan suci Ramadan.
Sementara, masyarakat Surabaya lazim mengonsumsi kue apem saat bulan puasa datang. Diduga, nama apem berasal dari bahasa Arab ‘Afwan’ yang artinya maaf. Karena itu, secara simbolis apem diartikan meminta maaf kepada keluarga, teman, dan sanak saudara. Acara memakan kue apem bersama-sama dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan tahlilan.
Adapun di Banyumas, menjelang bulan Ramadan diadakan ‘Perlon Unggahan’, yang merupakan acara makan besar. Banyak makanan yang disajikan, namun yang pasti ada adalah nasi bungkus, serundeng sapi, dan sayur becek. Serundeng sapi dan sayur becek harus disiapkan oleh 12 laki-laki, karena banyaknya ternak kambing dan sapi yang disembelih.
***
TAK ada yang tahu kapan tradisi mandi gede (mandi besar, Red), nyekar atau ziarah kubur serta ‘ngabedug’ (tabuh bedug, Red) membudaya di sebagian masyarakat di Kabupaten Pandeglang. Namun tradisi itu seolah wajib dilakukan menjelang Ramadan guna menyambut datangnya bulan penuh berkah tersebut.
‘Kaprah’. Demikian sebagian warga masyarakat Kabupaten Pandeglang menyebutkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Sebuah kata yang memberikan makna, tradisi warga atau kebiasaan. Ya, tradisi menyambut datangnya Ramadan, bisa jadi berbeda-beda di setiap daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Pandeglang. Di kabupaten berjuluk Kota Santri itu, sepekan menjelang datangnya Ramadan, suasananya begitu meriah.
Hampir setiap hari, warga pun tumpah ruah melakukan mandi bersama di tempat-tempat pemandian umum, dari mulai kolam pemandian hingga sungai. Salah satu lokasi pemandian umum yang sudah sangat terkenal di Kabupaten Pandeglang adalah pemandian Cikoromoy dan Batu Quran. Kedua lokasi pemandian itu ada di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, menjadi pilihan utama warga mandi besar jelang Ramadan. Lantaran, di lokasi itu selain bisa melaksanakan tradisi, warga juga bisa liburan.
Seperti Minggu (15/7) lalu, ratusan warga memadati tempat pemandian umum tersebut. Anak-anak, muda-mudi, hingga para orangtua terlibat riuhnya tradisi mandi bersama menyambut Ramadan. Sejumlah warga mengaku, mereka sengaja datang ke Cikoromoy dalam rangka mandi gede menyambut datangnya Ramadan. Yusup Supriyadi, warga asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengaku sengaja melakukan ritual mandi besar menyambut puasa lebih awal. Sebab, kata dia, dirinya hanya libur diakhir pekan.
Sehingga melakukan tradisi mandi besar jauh sebelum puasa tiba. ”Ini kan Minggu terakhir menjelang puasa, jadi sekalian saya manfaatkan untuk mandi besar di Cikoromoy. Namun nanti satu hari menjelang puasa, saya juga akan mandi besar lagi di Rangkasbitung,” ungkapnya.
Dirinya berharap, setelah melewati tradisi mandi gede, semua kotoran di dalam jiwa hanyut terbawa air dan kembali suci pada saat melaksanakan puasa nanti. Selain tradisi mandi gede, kata Yusup juga, biasanya tradisi lain yang secara rutin dilaksanakan menjelang datangnya Ramadan yaitu nyekar ke makam keluarga. Tujuannya yaitu untuk mendoakan keluarga yang lebih dulu meninggal dan berharap di bulan puasa nanti mendapat keberkahan dari Gusti Allah. Keramaian juga tampak bukan hanya di kolam-kolam pemandian umum, namun juga di sejumlah tempat pemakaman umum dan komplek pemakaman keluarga di berbagai tempat.
Bahkan mereka yang melakukan tradisi nyekar, bukan hanya masyarakat yang tinggal di sekitar komplek pemakaman namun juga ada yang datang dari Jakarta, bahkan Lampung. Seperti terlihat di TPU Kadurucak, Kampung Cibulakan Batu Quran, Desa Kadubungbang. TPU Kadurucak seluas satu hektare ini kebanyakan berisi makam warga dan sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Sukra, salah seorang pejaga makam mengaku, lokasi pemakaman ramai dikunjungi sejak Minggu lalu. Para penziarah bukan warga setempat saja, namun juga datang dari Lampung dan Jakarta. Hal itu tejadi karena, beberapa warga asli Desa Kadubungbang yang merantau kembali ke tanah kelahirannya guna bersilaturahmi dan mendoakan keluarganya yang telah meninggal.
”Sejak satu minggu ini sudah banyak warga yang ziarah. Tradisi ini selalu terjadi begini dari tahun ke tahun,” katanya. Sejumlah tradisi yang kerap dilakukan warga, diakui Ustad Holil, tokoh masyarakat Kampung Garokgek, Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang memang turun temurun.
Menurutnya, mandi gede, membersihkan makam dan nyekar, serta ‘ngabedug ‘ (tabuh bedug) memang diturunkan dari sesepuh mereka dulu.
Dia mengaku tidak tahu persis kapan beberapa tradisi menyambut datangnya Ramadan itu dimulai. Namun dia meyakini, semua tradisi itu memiliki makna dan pesan moral yang mendalam jika dilaksanakan dengan ikhlas. ”Saya tidak tahu sejak kapan tradisi ini dimulai, namun semua itu baik untuk dilaksanakan. Semua masyarakat melaksanakan tradisi ini dengan penuh keriangan, saya berharap tradisi ini bertahan,” cetusnya.
Kata dia, tradisi ‘ngabedug’ biasanya dilaksanakan satu hari menjelang datangnya Ramadan. ‘Ngabedug’ biasa dilakukan di musala atau masjid dan kebanyakan di tabuh oleh remaja dan anak-anak dari pagi hari hingga menjelang magrib. Berkat tradisi ini, datangnya Ramadan yang disambut dengan suka cita akan menjadi lebih meriah.
Di belahan wilayah Jawa Barat lainnya ada tradisi munggah yang merupakan tradisi yang dijalankan setiap tahun menjelang Ramadan. Ada yang mengisinya dengan berziarah kemakam keluarga, ada yang pulang kampung untuk melewatkan sahur pertama bersama orang tua, ada pula yang mengisinya dengan melakukan ritus ‘mandi besar’. Ternyata, munggah merupakan tradisi yang sudah sangat tua dan berhubungan dengan kebiasaan masyarakat Jawa Barat pada zaman prasejarah.
Dalam bahasa Sunda, kata ‘munggah’ berarti ‘naik’ dan mengandung makna ‘peningkatan’ atau ‘perubahan’. Budayawan Usep Romli mengatakan, dalam konteks menyambut Ramadan, munggah berarti menuju peningkatan demi mencapai tahap yang lebih baik. Apalagi, di sebutkan, Ramadan – melalui perintah saum – akan menjadikan orang-orang mukmin mencapai tingkat taqwa.
“Urgensinya, ketika masuk ibadah saum, kita sudah siap lahir dan batin karena sudah dibersihkan waktu munggah itu,” ujarnya.
Di dalam syariat Islam, tradisi munggah sebenarnya tidak dikenal. Di Arab Saudi, masyarakat hanya memiliki kebiasaan membaca doa melihat hilal menjelang datangnya bulan Ramadan, itu pun dilakukan secara perseorangan. Dengan kata lain, tradisi ‘munggah’, termasuk takbir keliling dan mamaleman (‘mencari’ Lailatulkadar), hanya tradisi lokal yang dipadukan dengan unsur religius islam. Usep menyebutkannya sebagai transformasi dan variasi budaya sebagai bentuk ‘lokalisasi Islam’.
Hal itu dibenarkan oleh Budayawan Jakob Sumardjo. Menurut dia, sejumlah kegiatan dalam tradisi munggah merupakan kegiatan yang sebenarnya dilakukan pada upacara yang bermakna ‘manunggal dengan nenek moyang’ pada zaman purba. Sisa-sisa upacara itu masih lestari dalam bentuk bersih desa, ngalaksa, seren taun, ngarot, dan sejenisnya. Dalam upacara-upacara semacam itu, dilakukan penyatuan manusia sebagai mikrokosmos dengan alam sebagai makrokosmos dan arwah nenek moyang berupa mitos, mitos sebagai metakosmos.
Rangkaian upacara dari mulai mandi bersama (bersih badan). Pantang dan puasa, ziarah kubur, seni pertunjukan yang mementaskan kisah mitologi nenek moyang pendiri wilayah, dan akhirnya makan bersama atau kenduri. Tempatnya bisa di tanah lapang balai desa, leuwi, mata air, bisa juga diperkuburan desa. Pada upacara-upacara tahunan seperti itulah semua penduduk kampung berkumpul.
Sewaktu agama Islam masuk Indonesia, tradisi lama itu kemudian disesuaikan dengan kepentingan Islam. Soalnya, jika tak dilakukan, masyarakat akan merasa ada sesuatu yang hilang dari bagian dirinya sebagai kelompok. Momentum yang tepat untuk pelaksanaan upacara pun bergeser. Bukan lagi pada saat panen, melainkan menjelang bulan puasa dan lebaran. Artinya, kedua momentum itu dianggap sama istimewanya dengan waktu panen.
Seperti mudik, ‘munggah’ akan selalu menjadi tradisi yang istimewa karena, entah mengapa, selalu sukses memunculkan suasana religius yang haru dan romantis serta rasa rindu terhadap ‘rumah’.
Selain sejarah yang panjang mengenai tradisi itu, mungkin kesan itulah yang membuat tradisi ‘munggah’ masih terus eksis dalam peradaban umat Islam di Indonesia. Paling tidak sampai Ramadan tahun ini! (met/jpnn)
Mengintip Prospek Peluang Usaha Musiman
Bulan Ramadan sudah tiba. Bulan yang penuh dengan berkah ini selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim. Berkah Ramadan datang satu kali dalam setahun, jadi sayang untuk dilewatkan. Berkah usaha pun ikut dirasakan banyak orang dengan datangnya bulan Ramadhan. Banyak muncul usaha musiman yang memanfaatkan potensi pasar di bulan suci. Mengintip peluang bisnis menjelang puasa, pada saat puasa dan saat lebaran tiba memang cukup menarik. Melihat di tahun-tahun sebelumnya peluang bisnis ini cukup baik. Peluang usaha yang dapat dijalankan baik itu menjelang puasa, pada saat puasa dan lebaran tiba, banyak sekali jenisnya. Berikut beberapa alternatif peluang usaha tersebut.
Bisnis Makanan Berbuka Puasa
Saat adzan maghrib berkumandang, saatnya berbuka puasa. Moment ini menjadi salah satu kenikmatan tersendiri pada bulan Ramadanyang tidak ada pada bulan- bulan lainnya. Oleh karena itu, waktu berbuka puasa pun menjadi komoditas bisnis yang menarik bagi beberapa pelaku usaha. Bisnis ini dipercaya dapat mendatangkan keuntungan cepat.
Bagi para pekerja yang sibuk diluar rumah tentu jajanan ini merupakan pilihan praktis. Setiap bulan Ramadanatau bulan puasa, di berbagai daerah banyak muncul pasar kaget, atau pasar musiman yang hanya ada pada waktu-waktu tertentu.
Di bulan Ramadhan, Pasar Kaget tersebut biasanya menyediakan berbagai penganan untuk berbuka atau sahur seperti kolak kolak,es campur,es buah, es dawet, kue talam, dadar gulung, kelapa muda dan tidak lupa kurma. Permintaan kurma akan naik menjelang puasa hingga lebaran.
Ada beberapa tips jika ingin melakukan usaha ini yaitu, pilih tempat yang strategis yang orang sering berlalu lalang, pasang papan yang berisi daftar menu sekaligus dengan harganya dengan tulisan yang besar agar menarik orang untuk membaca, gunakan nama-nama yang unik untuk menuliskan nama menu seperti kolak manis kembang desa, atau es kelapa muda penyejuk kalbu dll (kata-kata yang nyeleneh tersebut bisa jadi akan menarik perhatian pembeli), berusaha proaktif menawarkan jualannya kepada setiap pengguna jalan yang melintas.
Bisnis makanan berbuka puasa adalah peluang bisnis yang kelihatannya kecil tapi omzetnya bisa jutaan rupiah perhari mengingat mereka mulai berdagang dari jam 4 sore sampai menjelang maghrib
Bunga Tabur
Bunga tabur
Tradisi nyekar atau berziarah menjelang puasa sudah ada pada masyarakat Indonesia sejak dulu. Satu minggu sebelum memasuki masa puasa, jumlah peziarah pemakaman biasanya melebihi hari-hari biasa dan hal ini tentunya berdampak pada tingginya permintaan akan bunga tabur.
Pada awal memasuki bulan Ramadan, permintaan bunga tabur melonjak hingga 3 kali lipat terlebih lagi memasuki lebaran dan setelah lebaran.
Tradisi yang berlaku di momen ini bisa jadi sebagai salah satu peluang bisnis musiman yang menjanjikan. Omsetnya bahkan bisa mencapai jutaan per hari. (*)
Bisnis Busana Muslim dan Perlengkapan Ibadah
Busana muslim
Memasuki bulan Ramadanhingga menjelang lebaran, belanja baju muslim ikut meningkat. Kebiasaan untuk mengadakan acara berbuka bersama dengan teman, relasi, atau keluarga besar menjadi salah satu pendorong orang membeli baju muslim.
Tentu saja umat Islam membutuhkan pakaian muslim untuk dipakai, baik itu baju koko maupun baju gamis. Selain itu, perlengkapan ibadah seperti sarung, mukena, kopiah, sajadah, peci dan tasbih juga banyak dicari. Bisnis busana termasuk yang paling menikmati panen raya pada bulan puasa ini.
Apabila jeli melihat peluang, pandai memetakan kebutuhan pasar dan tahu sumber pakaian lebaran berkualitas baik, berharga murah dan bisa dikonsinyasi, Anda dapat meraih keuntungan yang lumayan dari bisnis baju lebaran ini. Cara menjualnya bisa dilakukan dengan menawarkan secara langsung kepada rekan kantor, berjualan dipasar kaget, atau berjualan didekat rumah. Pintar-pintarlah membangun saluran distribusi.
Bisnis Kue Lebaran
Kue lebaran
Meskipun sifatnya musiman, namun cukup menjanjikan. Banyak yang menjalankan bisnis ini murni untuk mencari keuntungan di balik momen Idul Fitri atau hanya mencari kesibukan di bulan Ramadan.
Momen lebaran menjadi poin lebih dalam berbisnis kue entak suju, lidah kucing, nastar, kue keju, atau coklat. Pada masa-masa menjelang Lebaran, permintaan akan kue-kue Lebaran sangat tinggi. Kondisi seperti ini jarang terjadi pada hari-hari biasa.
Yang perlu diperhatikan dalam bisnis ini tak hanya pintar membuat kue dan punya peralatan saja. Tapi juga harus mampu memilih sistem pemasaran kue-kue tersebut dengan tepat, misalnya dititipkan di toko atau supermarket dan sistem pesanan atau jual langsung. Pemilihan jenis kue patut menjadi perhatian. Diperlukan kejelian dalam membaca selera pasar, sehingga kue yang diproduksi bisa dijual dengan cepat dan laris di pasaran. Berbisnis kue lebaran di paruh terakhir bulan puasa selalu memberi rezeki bagi para pembuat kue. (*)
Rental Mobil
Mobil rental
Jasa persewaan mobil pun tidak kalah menggiurkan dengan bisnis lainnya. Karena kurangnya kapasitas angkutan umum yang tersedia, banyak masyarakat mencari kendaraan sewaan. Maka, tak heran saat bulan puasa dan menjelang lebaran, permintaan akan mobil sewaan meningkat.
Utamanya adalah membawa sanak keluarga untuk sowan ke rumah orang tua. Saat paling ramai untuk ini adalah merayakan tradisi kumpul bersama pada sahur hari pertama dan kedua.
Semoga uraian singkat ini bisa memberikan gambaran usaha bagi Anda dan semoga apa pun usaha yang akan dijalankan dapat memberi keberkahan untuk semua. (*)
Bisnis Parsel
Parcel lebaran tidak hanya berupa makanan dan minuman, bisa juga peralatan rumah tangga, alat shalat, buah-buahan, bahkan barang elektronik. Kunci dari bisnis ini adalah menda- patkan sumber barang-barang yang akan ditata dalam parsel dengan harga relatif murah, kreasi desain parsel, dan tentu saja para calon pembeli yang sesuai segmen pasar parsel Anda . (*)
Katering
Pada saat bulan Ramadanbiasanya banyak yang mengadakan buka puasa bersama, baik instansi maupun sebuah perkumpulan, jadi bisa dipastikan kebutuhan katering untuk buka puasa meningkat. Tidak ada salahnya memulai usaha katering pada bulan ini dengan membidik segmen ‘buka bersama’ sebagai pasar utama. (*)
Politik Energi Jelang Lebaran
SEOLAH sudah menjadi sebuah tradisi bagi republik ini bahwa menjelang Ramadan dan Lebaran, masyarakat semakin disibukkan oleh kegiatan untuk mempersiapkan momen tersebut.
Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan aktivitas ekonomi secara agregatif dan menimbulkan peningkatan permintaan atas berbagai bahan kebutuhan pokok. Aktivitas distribusi barang dan jasa juga ikut meningkat dan mengakibatkan mobilitas transportasi dan logistik menjadi makin tinggi. Akibatnya permintaan terhadap bahan bakar minyak (BBM) pun semakin meningkat. Pertamina memprediksi, permintaan BBM di masyarakat pada Ramadan dan Lebaran ini akan meningkat 10 persen.
Hal ini sebenarnya sudah menjadi hal yang lumrah dan dapat diprediksi. Sayangnya, eksternalitas dari kondisi ini, yaitu kenaikan harga BBM dan bahan-bahan pokok lainnya, masih seringkali terjadi dan belum dapat dihindari. Parahnya, pemerintah tidak melihat fenomena ini sebagai bagian dari strategi rutin yang harusnya sudah sistematis. Kenaikan berbagai harga bahan pokok ini menciptakan sebuah kegelisahan sendiri di masyarakat.
Alih-alih mempersiapkan diri menghadapi bulan suci, masyarakat justru lebih suka menimbun berbagai barang kebutuhan pokok yang pada akhirnya hal ini seringkali disalahgunakan oleh para spekulan untuk menaikkan harga bahan-bahan pokok tersebut menjadi lebih tinggi. Akibatnya, kondisi ekonomi rakyat, khususnya rakyat menengah ke bawah yang sebelumnya sudah sulit,menjadi lebih sulit karena daya beli yang semakin rendah. Kenaikan harga BBM menjelang puasa ini berdampak luas.
Pada level mikro, distribusi berbagai barang dan jasa yang pasti disokong oleh ketersediaan bahan bakar menjadi lebih costly mengingat harga BBM yang juga naik. Secara makro, kenaikan berbagai harga bahan kebutuhan pokok ini akan memancing kenaikan inflasi akibat bertambahnya uang yang beredar di masyarakat. Dalam skala yang lebih luas, perekonomian menjadi tidak stabil. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan kenaikan harga BBM ini menjelang Ramadan dan Lebaran. Pertama, kenaikan permintaan dari masyarakat yang direspons oleh para agen untuk menimbun stok BBM yang ada.
Para agen ini biasanya baru menjual ke masyarakat ketika harga mulai merangkak naik. Kedua, kenaikan permintaan PLN atas BBM untuk sektor listrik seiring dengan peningkatan permintaan energi menjelang Ramadan. Ketiga, tradisi mudik Lebaran meningkatkan permintaan pengusaha transportasi atas BBM karena tingginya jumlah permintaan perjalanan oleh masyarakat. Isu kelangkaan BBM menjelang puasa dan Lebaran seringkali digulirkan ke masyarakat oleh berbagai pihak. Padahal sebenarnya isu utama pada kemampuan dan keseriusan pemerintah untuk mengelola supply dan demand energi dari hulu sampai ke hilir dengan seksama.
Persoalan kenaikan BBM ini padahal terjadi hampir setiap tahun, namun mengapa hal ini selalu terulang dan pemerintah terkesan cenderung menganggap hal tersebut sebagai sebuah kewajaran. Begitu harga di masyarakat mulai merangkak naik, pemerintah baru melakukan operasi pasar. Operasi pasar pun memiliki banyak kelemahan, salah satunya tidak dapat mengurai permasalahan sampai ke akarnya. Belakangan ini pemerintah mengklaim bahwa stok untuk energi, khususnya BBM dan listrik, serta bahan makanan selama Ramadan dan Lebaran sudah terpenuhi.
Presiden menyebutkan bahwa rapat terbatas antara dirinya dan anggota kabinet seringkali dilakukan untuk menghindari kelangkaan bahan kebutuhan pokok. Seolah terjadi kesesatan dalam berpikir, pemerintah hanya menganggap persoalan energi sebagai persoalan sederhana yang dapat diatasi oleh tindakan mendadak dan buru-buru pemerintah. Padahal jelas, lebih dari itu semua, energi adalah persoalan yang kompleks.
Energi memengaruhi dan dipengaruhi oleh berbagai hal seperti yang dikemukakan oleh Demirbas, “Energy affects all aspects of modern life.The demand for energy is increasing at an exponential rate due to the significant growth of the world population”.
Seperti yang dikemukakan oleh Demirbas, energi memengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan modern ini. Karena itu, ketika daya jangkau terhadap energi menjadi menurun oleh sebab apa pun, banyak aspek dalam kehidupan pun akan ikut terganggu.
Brenda Shaffer pernah menyebutkan, “Modern life – from the production of goods and the means of travel and entertainment to the methods of wagging war – is heavily dependent on access to energy”. Tanpa akses terhadap energi, kehidupan akan sulit berjalan secara baik karena kelumpuhan yang akan terjadi pada berbagai sektor kehidupan seperti ekonomi, sosial, dan politik.
Fenomena kenaikan harga BBM yang terjadi selama Ramadan dan Lebaran ini mungkin dapat mencerminkan hal tersebut. Akibat tidak berjalannya sistem pengawasan oleh pemerintah terhadap sistem energi di hulu dan hilir, stok energi yang sejatinya ada dan mencukupi menjadi langka dan sulit diakses oleh masyarakat. Karena itu, tidak salah ketika ada yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini untuk menanggulangi kenaikan harga BBM, kelangkaan BBM, dan isu lain terkait energi belum cukup serius dan menyeluruh.
Rapat terbatas dan operasi pasar tidak akan mampu menyelesaikan masalah ini. Pemerintah perlu melakukan suatu hal yang berani dan tegas. Sistem pengelolaan energi Indonesia harus kembali ditata secara rapi.
Kelembagaan energi harus kembali difungsikan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Dalam fenomena kenaikan harga BBM menjelang Ramadan dan Lebaran ini, peran Pertamina dan BPH Migas sebagai lembaga yang mengatur distribusi minyak dan gas kepada masyarakat sebenarnya cukup signifikan. Jika sampai terjadi penimbunan secara besar-besaran oleh beberapa pihak dengan tujuan untuk mencari keuntungan, BPH Migas yang paling bertanggung jawab. Lebih daripada itu semua, pemerintah harus menata kembali berbagai kebijakan energi yang ada.
Pada akhirnya, persoalan kenaikan dan kelangkaan energi yang terjadi di Indonesia dan di berbagai belahan bumi yang lain pada era modern ini sebenarnya tidak terlepas dari ketidakefektifan kebijakan yang ada untuk menciptakan ketahanan energi dan mengurai permasalahan energi.
Karena itu, politik energi sebagai sebuah mekanisme dalam menciptakan kebijakan energi harus menjadi sebuah hal yang sakral dan tidak dianggap main-main. (*)
JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya menghadirkan Artalita Suryani sebagai saksi dalam kasus suap Bupati Buol Amran Batalipu. Beberapa waktu lalu, perempuan yang pernah divonis 5 tahun penjara dalam kasus penyuapan jaksa Urip Tri Gunawan itu mengaku sakit. Setelah KPK mengkorscek ke RS Mount Elizabeth Singapura, ternyata Artalita benar-benar sakit.
“Kami sudah kroscek dan yang bersangkutan memang sakit,” kata juru bicara KPK Johan Budi kemarin (21/7). Dengan begitu, KPK pun sedang mempertimbangkan akan memberangkatkan beberapa penyidik untuk memeriksa perempuan yang akrab disapa Ayin itu di Singapura.
“Keterangan yang bersangkutan memang sangat penting untuk kasus Buol. Karenanya tidak menutup kemungkinan kami ke sana,” imbuhnya. Namun saat disinggung apa kaitan Ayin dalam kasus yang melibatkan PT Hardaya Inti Plantation (HIP) dan PT Cipta Cakra Murdaya (CCM) sebagai penyup Bupati, Johan mengaku tidak mengetahui. Menurutnya itu sudah masuk materi yang tidak bisa diumumkan.
Memang berdasarkan informasi yang dikumpulkan Ayin juga memiliki lahan kelapa sawit di beberapa Kecamatan di Buol. Lahan miliknya berdekatan dengan lahan PT HIP dan PT CCM. Tapi, sumber Jawa Pos mengatakan bahwa sebenarnya Ayin tidak berhubungan dengan penyuapan tersebut.
Seperti diketahui, PT HIP dan PT CCM telah member Rp 3 miliar kepada Amran sebagai pelicin pengurusan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit di Buol. Bahkan salah satu bentuk suap perusahaan tersebut adalah membayari konsultan survey politik Amran yang bertarung di pilkada sebagai calon Bupati Buol inkumben.
Teuku Nasrullah, kuasa hukum Ayin sebelumnya mengatakan jika kliennya tidak memiliki lahan kelapa sawit di Buol. Tapi justru anak Ayin yang bernama Roomy yang memiliki lahan kelapa sawit di sana. Perusahaan tersebut bernama PT Sonokeling Buana. “Ibu sama sekali tidak memiliki saham di perusahaan tersebut,” imbuh Nasrullah beberapa waktu lalu.
Namun Nasrullah tidak mengetahui apa kaitannya perusahaan tersebut dengan kasus suap Bupati Buol. Menurutnya, perusahaan milik anak Ayin sama sekali tidak terlibat. Apalagi kliennya. Pria yang juga pengacara Angelina Sondakh itu dengan tegas mengatakan kliennya tidak terlibat apapun. (kuh/jpnn)
PENELOPE Cruz memang dikenal sangat gemar bederma. Peraih Academy Award lewat film Vicky Cristina Barcelona itu pernah menghabiskan waktu sepekan membantu misi sosial Bunda Theresa di India. Aktris pertama Spanyol yang cetakan kakinya terpampang di Hollywood Walk of Fame itu juga pernah menjadi relawan di Uganda.
Yang terbaru, istri aktor Javier Bardem tersebut turut berpartisipasi dalam kampanye untuk mengumpulkan dana bagi yayasan Dana Riset Kanker Wanita. Mantan kekasih Tom Cruise itu akan difoto dengan mengenakan T-shirt bertulisan Key To The Cure. Foto dan kaus tersebut dijual untuk umum di Saks Fifth Avenue, New York, pada musim gugur nanti. Hasil penjualannya disumbangkan sepenuhnya kepada Dana Riset Kanker Wanita.
“Dengan berbagai cara, kanker telah memengaruhi hidup kita. Saya bahagia bisa terlibat dalam kegiatan mulia ini,” kata Cruz seperti dikutip Daily Star kemarin.
Cruz yang namanya mulai dikenal luas setelah membintangi film Vanilla Sky dan Blow (keduanya rilisan 2001) itu tercatat juga pernah menyumbangkan seluruh honornya sebagai bintang iklan sebuah produk untuk mendukung misi Bunda Theresa. Sebelum dia, bintang tenar Hollywood lainnya yang juga terlibat dalam kegiatan Dana Riset Kanker Wanita adalah Gwyneth Paltrow dan Uma Thurman. (c4/ttg/jpnn)