Home Blog Page 13226

Waria Tewas Bugil di Hotel

TANJUNGBALAI-Heriantao Alias Kombang(26) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar Hotel lantai II milik H Amir di Jalan Cokro Aminoto Kelurahan Tanjungbalai Kota Dua Kota Tanjungbalai, Minggu (22/7). Polres Tanjungbalai yang tiba di lokasi mengidentifikasi mayat korban. Diduga korban tewas dibunuh.

Kasat Intel Polres Tangjungbalai AKP Drs B Simatupang dan Kanit Reskrim AKP Abdul Latif dan Aipda Syahril yang tiba di lokasi menemukan korban dalam kondisi tanpa busana. Di tempat kejadian perkara (TKP) polisi menyita pisau dan sarungnya yang terkena bekas darah, sandal jepit dan pakaian milik korban. Saat ditemukan korban mengalami tiga tusukan di bagian perut, termasuk bagian belakang.

Polisi langsung menghubungi petugas Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai untuk mengevakuasi korban.

Polisi mengindikasi korban yamg merupakan waria itu dibunuh oleh teman dekatnya. Karena, sebelum tewas Herianto menginap bersama teman prianya, yang disebut-sebut sebagai teman kencananya. (smg)

Ke Mana Dana BOS Dialokasikan?

085372247xxx

Yth Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Kemana dana BOS yang begitu besar jumlahnya yang diberikan kepada sekolah-sekolah negeri itu dialokasikan? Kenapa pihak dinas memberi petunjuk tentang penggunaan dana BOS hanya kepada para kepala sekolah? Sehingga mereka merasa dana BOS adalah milik mereka. Trims.

Untuk Operasional Sekolah

Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk dana BOS sudah ada pagu anggarannya.
Dana BOS bukan dibagi-bagikan kepada siswa tapi digunakan untuk biaya operasional sekolah. Dan setiap awal tahun, kami selalu melakukan sosialisasi terkait dana BOS dengan mengundang kepala sekolah, bendahara sekolah dan ketua komite sekolah yang merupakan perwakilan orangtua siswa.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Pihak Sekolah Banyak Minta Dana

085362273xxx

Tolong Pak Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Pihak SMA Negeri di Jalan Kapten Rahmad Buddin  Medan terlalu banyak meminta dana ke siswa. Dana yang dimaksud tak jelas juntrungannya. Diharapkan agar Bapak dapat menindaklanjuti hal ini. terima kasih.

Harus Disetujui Komite Sekolah

Terima kasih atas laporannya. Tidak dibenarkan adanya pungutan dalam bentuk apapun di sekolah, baik negeri maupun swasta. Termasuk uang pendaftaran.

Namun, karena pada tingkat SMA tak mendapatkan bantuan Dana BOS, maka pihak sekolah diperbolehkan melakukan penarikan biaya.
Itupun hanya dan hanya jika telah dilakukan rapat dan disetujui oleh orangtua siswa, komite sekolah dan kepala sekolah. Tanpa adanya persetujuan dari seluruh pihak, maka pungutan atau penarikan biaya kepada siswa adalah tindakan ilegal.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

Dishut Lemah Atasi Pembalakan Liar

BIRU BIRU-Dinas Kehutanan (Dishut) dan penegak hukum jajaran Polres Deliserdang dianggap mandul mengatasi pembalakan liar di Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deliserdang. Bahkan Dishut dan Polres Deliserdang terkesan mengabaikan statetmen yang diucapkan Kepala Kepolisian Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang berjanji menumpas pembalakan liar (illegal logging).

Seperti, puluhan ton kayu hutan jenis pulle dan kayu mahoni, masih bebas masuk ke dalam kilang pengolahan kayu yang berada di Kecamatan Biru-Biru.
Hal ini dikatakan, salah seorang warga Kecamatan Biru-Biru kepada POSMETRO MEDAN (Group Sumut Pos) Minggu (22/7) siang,”Padahal, kalau dilihat dari lokasi pengambilan kayu pule dan mahoni yang dijual ke show mill sudah bertentangan dengan surat edaran Menteri Kehutanan,” katanya. (smg)

Garuda Plaza Usung Konsep Halal

MEDAN- Bulan Ramadan datang lagi. Seperti biasa di bulan yang penuh ampunan ini banyak pihak yang menggelar buka puasa bersama. Hal ini tentunya disambut positif oleh pengelola hotel yang ada di Kota Medan.

Hotel Garuda Plaza Jalan SM Raja Medan salah satunya. Customer Relation Coordinator Garuda Plaza Medan Syahrial mengaku bulan suci Ramadan ini diyakini akan membawa berkah tersendiri bagi Hotel Garuda Plaza. Soalnya di bulan Ramadan ini pihaknya menghadirkan paket-paket Ramadan kepada masyarakat. Selain itu yang paling istimewa lagi, hotel mereka sudah mendapat sertifikat halal dari MUI Kota Medan.

Paket Berbuka Puasa GPH sebagaimana dijelaskan Syahrial  ditawarkan mulai Rp45 ribu per pax hingga Rp75 ribu per pax sudah termasuk ruangan salat/musalla. Dan coffee-shop/restoran Garuda Plaza Hotel Medan sendiri sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI Medan sejak beberapa tahun lalu. Itu belum lagi paket menginap di hotel dengan beragam fasilitas hotel lainnya. Soal harga semuanya bisa terjangkau.

“Tapi yang  paling utama di hotel kita ini adalah masalah sertifikat halal ini. Apalagi ini suasananya Ramadan. Memang sebelum Ramadan pun kita Hotel Garuda Plaza sudah mengantongi sertifikat halal,” tegas Syahrial di sela-sela Peluncuran Paket Berbuka Puasa Ramadan 1433 H Garuda Plaza Hotel, Kamis (19/7).

Selain ini sambung Syahrial Hotel Garuda Plaza tengah melakukan pembangunan hall baru berkapasitas 1000 orang di bagian belakang hotel. Hall baru itu dijadwalkan selesai dibangun  pada Desember 2012. Sebelumnya Garuda Convention Hall selama ini berkapasitas 600 orang untuk theater-style dan 300 sampai 400 seat untuk roundtable-style.

Di tempat yang sama Ketua MUI Medan Prof Dr HM Hatta mengingatkan kepada ummat Islam agar berhati-hati dalam memilih paket berbuka puasa yang ditawarkan.

“Umat Islam agar berhati-hati dengan paket berbuka yang ditawarkan, apakah memang paket tersebut contentnya halal? Sebaiknya pilihlah paket berbuka yang restoran ataupun hotelnya sudah memiliki sertifikat halal dari MUI,” tegas Hatta.

Lebih jauh Prof Dr HM Hatta mengimbau semua pihak agar menghormati Ramadan. Media baik cetak maupun elektronik diharapkan menyampaikan pesan-pesan agama dan menahan diri dalam pemberitaan yang mengurangi kesucian Ramadan.

Umat Islam diimbau agar tidak over acting melakukan sweeping tetapi tolong pemerintah dan aparat kepolisian pun bertindak tegas melakukan penertiban terhadap segala bentuk kemungkaran dan pelanggaran peraturan yang sudah digariskan. Menurut Hatta, umat Islam merasa dilecehkan jika  hal itu dibiarkan.

Pihaknya juga mengimbau kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi ikut memberi ketenangan kepada umat dengan menjaga kontinitas pelayanan kepada pelanggan, listrik jangan padam dan air jangan mati terutama pada waktu berbuka puasa, tadarus (membaca Al Qur‘an) dan sahur. “Biarkan umat Islam beribadah dengan khusyuk,” harapnya. (dra)

Jamsostek Medan Potong 3 Lembu

Karyawan Jamsostek, pensiunan karyawan dan masyarakat sekitar Kantor Jamsostek Medan, Sabtu (21/7), melaksanakan pemotongan tiga ekor lembu di pelataran belakang kantor Jamsostek Medan.an di “Kegiatan ini salah satu bentuk kepedulian sesama karyawan di lingkungan Jamsostek Medan. Dengan sentuhan kebersamaan dengan memotong sapi di kantor Jamsostek diharapkan lebih memotivasi karyawan untuk saling peduli satu sama lain, termasuk peduli Jamsostek,” tegas Kepala PT Jamsostek Cabang Medan Pengarapen Sinulingga di ruang kerjanya, Kamis (19/7).

Jika diberi dalam bentuk uang, kata Pengarapen yang turut didampingi Kabid Progsus Yosep Rizal, lebih tidak memiliki nilai  dibanding dengan memotong hewan secara bersama seperti ini. Dengan kegiatan ini justru akan lebih meningkatkan kepedulian.

“Jika sekadar mau beli daging, siapa saja bisa dan sanggup, namun dengan memotong hewan bersama, para karyawan bisa terpanggil untuk menjalin kebersamaan,” tutur Pengarapen sembari menambahkan kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan sejak 2009.

Dikatakan Pengarapen, daging lembu yang sudah disembelih tidak hanya diberikan kepada keluarga karyawan maupun pensiunan jamsostek semata, masyarakat tukang beca dan kurang mampu yang berada di sekitar kantor Jamsostek Medan juga mendapat bagian.

“Yang dibagikan kepada karyawan, pensiunan dan masyarakat kurang mampu berupa daging mentah, namun kita juga memberi daging yang sudah dimasak untuk anak yatim piatu agar mereka lebih mudah memakannya saat sahur perdana,” kata Pengarapen sembari menyebutkan kegiatan tersebut juga didukung mitra kerja seperti BTN Syariah, Bank Jabar dan Jamsostek Belawan.(*/ila)

Pelaku Perampokan Hamburkan Uang ke Jalan

Saat Beraksi Korban Menjerit dan Warga Mengejar

TEBINGTINGGI-Dua pelaku perampokan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha jenis Mio warna hitam beraksi di Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Kota Tebingtinggi, Minggu siang (22/7) sekira pukul 12.00 WIB. Namun aksinya itu tak berbuah hasil, karena korban, Tety (28) warga Gaya Baru Dusun IV Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdangbedagai menjerit dan warga mengejar palaku.

Menurut Tety, kejadian itu berawal ketika dia hendak berbelanja ke Kota Tebingtinggi mengendarai sepeda motor Scoopy warna putih yang belum ada nomor plat pada kendaraannya. Di tengah perjalanan, pengusaha makanan ini dibuntut dua pelaku dari belakang.

Pelaku yang berada di dalam boncengan langsung mengambil dompet Tety yang diletakkannya di dalam kantung depan Scooppy-nya.

“Pelaku langsung mengambil dompetku yang ditaruk di depan Scoopy ku. Aku menjerit dan warga mengejarnya, temasuk saya ikut,” kata Tety.
Saat dikejar, kata Tety pelaku langsung membuang dompet korban dengan menghamburkan uang Rp1 juta di dalamnya hingga berserakan di tengah jalan. Alhasil para pengejar mengurungkan niatnya untuk memburu pelaku.

“Uang itu untuk membeli keperluan belanja di Kota Tebingtinggi, warga berkerumun mengumpulkan uang yang berserakan di jalan sehingga lupa mengejar pelaku. Uang semuanya kembali dan tidak ada kerugian” kata Tety.

Salah seorang saksi mata, R Puba (45) mengatakan ketika dia melintas di lokasi kejadian, dia melihat dua orang pelaku menaiki sepeda motor Mio dengan kecepatan tinggi mengambil dompet korban. Memang kata warga Jalan Gatot Subroto, Kota Tebingtinggi itu korban sempat berteriak meminta tolong usai dicopet. Serempak warga yang melintas mengejar pelaku.

“Sepertinya pelaku pemain lama, tampak dari modusnya melakukan perampokan. Saat dikejar pelaku menghamburkan uang dari dalam dompet agar warga tidak mengejar,” kata Purba, yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang gas elpiji 3 kg ini.

Petugas Mapolsek Padang Hulu yang turun ke lokasi kejadian melakukan pendataan langsung, karena lokasi kejadian di wilayah Polsek Tebingtinggi. Dalam kasus ini korban mengurungkan niatnya untuk membuat pengaduan ke kantor polisi. (mag-3)

Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan dan Masyarakat

UPMI Tanam 500 Bibit Pohon Bersama Ketua DPRD Batubara

Program peduli lingkungan yang digelar mahasiswa Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) terus berlanjut. Kali ini, UPMI melalui Langkah Mahasiswa Pencinta Alam dan Lingkungan (LAMPALIN-UPMI) menanam 500 batang bibit pohon mahoni di seputar Jalan Protokol Desa Benteng Jaya, Kecamatan Sei Balai, dan Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Batubara sepanjang 3 kilometer di ruas kiri dan kanan jalan, Rabu (18/7) lalu.

Sebelumnya, UPMI juga telah menanam ratusan batang pohon di beberapa tempat, mulai dari Kampus UPMI, Dusun I Desa Marindal II Kecamatan Patumbak dan Lapangan Sepak Bola Pasar XII, Desa Marindal II, bersama masyarakat.

Penanaman pohon secara simbolis dilakukan Rektor UPMI Drs H Ali Mukti Tanjung SH MM bersama Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin SE MSi, Dekan Fakultas Hukum UPMI Al Umry SH MHum, Camat Sei Balai Hanafi SH, Ketua Partai Golkar Kecamatan Sei Balai Amir Mukti Atmaza dan disaksikan kader Partai Golkar Sei Balai, Karang Taruna Desa Benteng Jaya, Mahasiswa dan LAMPALIN UPMI.

Rektor UPMI Drs H Ali Mukti Tanjung SH MM mengatakan, program peduli lingkungan yang dilakukan LAMPALIN UPMI ini sangat bermanfaat bagi generasi mendatang sekaligus dapat mencegah bahaya angin puting beliung yang sering melanda pemukiman warga saat ini. Selain itu, kata Rektor UPMI, penanaman pohon ini bisa juga membuat suasana lingkungan menjadi asri dan sejuk.

“Bibit pohon mahoni itu berasal dari pemberian pihak Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan bantuan dari Bapak Alex Ketaren,” katanya.

Ketua DPRD Batubara Selamat Arifin SE MSi berharap, ke depan kegiatan mahasiswa dan LAMPALIN UPMI ini terus eksis di berbagai tempat. Apalagi, penanaman pohon atau penghijauan ini sangat diperlukan sebagai wujud pengabdian mahasiswa ke masyarakat.

Selain itu, dia berharap, mahasiswa UPMI juga harus peduli terhadap permasalahan sosial lainnya seperti bakti sosial kemasyarakatan di bidang kesehatan seperti pengobatan gratis, sunatan massal, operasi bibir sumbing dan operasi katarak.

“Di sektor pertanian, mahasiswa bisa juga melakukan penyuluhan pertanian tanaman pangan bagi para petani di desa dan penyuluhan perikanan bagi nelayan di daerah pantai,” harapnya.(*/ade)

Telkomsel Antisipasi Lonjakan Traffic

MEDAN – Guna memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan saat Ramadhan dan Lebaran, Telkomsel meningkatkan distribusi produk maupun ketersediaan pengisian pulsa hingga 2 kali lipat dari kondisi normal.

Bukan hanya di outlet namun di semua channel distribusi baik traditional channel (Mkios dan voucher fisik) dan modern channel (ATM, T-Cash, transfer pulsa dan sebagainya).

“Untuk menghadapi lonjakan permintaan terutama pengisian  pulsa saat puasa dan lebaran,Telkomsel menjamin ketersediaan pulsa di pasar, dengan harga yang stabil,” ujar Head of Telkomsel Area Sumatera Group Gilang Prasetya pada acara temu pers Kesiapan Telkomsel menghadapi Ramadan dan Lebaran, Kamis (19/7).

Disebutkan Gilang, berdasarkan pengalaman sebelumnya peningkatan pengisian pulsa saat Ramadan dan Lebaran meningkat hingga 20 persen. Untuk tetap memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan, lanjutnya, GraPARI Telkomsel Selecta Medan, tetap melayani pelanggan hingga 24 Jam, termasuk saat lebaran.

Beberapa program yang dapat dimanfaatkan pelanggan selama bulan suci Ramadan, antara lain, paket 100 Kali lipat dari Kartu AS, paket internetan Fun Night bagi pelanggan menggunakan layanan data pada tengah malam (00.00 – 05.59 WIB), pilihan paket TalkMania siang maupun malam.

“Pelanggan juga dapat  memanfaatkan paket Flash Ultima untuk berinternet kapan saja dengan quota sebessar 170 MB untuk 7  hari,” ujarnya didampingi Head of Sales and Customer Care Region Sumbagut Division Filin Yulia dan  Head of ICT Network Management Sumbagut Division  M. Hamzah Berdikari.
Dari sisi jaringan, lanjut Gilang, Telkomsel juga melakukan peningkatan layanan network.  Berdasarkan pengalaman tahun lalu, lonjakan penggunaan layanan Telkomsel di Regional Sumbagut pada H-1 yaitu voice meningkat lebih dari 55 persen,  SMS meningkat  lebih dari 138 persen dan Layanan data meningkat  lebih dari 46 persen.

Tahun ini, sambungnya, Telkomsel melakukan antisipasi lonjakan tersebut  dengan meningkatkan layanan Voice yang mampu melayani hingga kenaikan 100 persen pengguna dan SMS yang mampu melayani hingga 300 persen pengguna sms pada saat bersamaan di Regional Sumbagut.
“Telkomsel optimis mampu mengantisipasi lonjakan layanan data  hingga 80 persen akibat kebiasaan pelanggan yang tidak lagi menggunakan SMS melainkan  menggunakan messenger dan jejaring sosial  untuk mengucapkan selamat berpuasa,” katanya.(sih)

Biaya Operasional PTN Cair September

JAKARTA-Setelah Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT) disahkan, Mendikbud Muhammad Nuh segera mengesahkan Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur tentang Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BO PTN). Anggaran BO PT pun dipastikan segera cair pada bulan September nanti.
“APBN-P 2012 sudah selesai. Sekarang sedang dalam proses dipa. Tapi Insya Allah bulan September sudah bisa cair . Saya juga sudah meneken Permen BO PT itu sejak tiga atau empat hari yang lalu,” jelas Nuh ditemui usai acara peresmian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Little 1 Academy, di KFC Kemang, Minggu (22/7).

Nuh memaparkan, dengan adanya Permen tersebut, 92  PTN tidak bisa lagi memungut dana dari mahasiswa selain biaya Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP).  Sejumlah PTN tersebut dilarang menarik biaya sumbangan mahasiswa atau biaya operasional seperti uang pangkal dan uang gedung. Sebab, tidak lama lagi anggaran BO PTN segera cair. “Setelah BO PTN diberikan, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak boleh menarik biaya selain biaya SPP,” ujar dia.

Namun, untuk saat ini, lanjut Nuh, pihaknya masih belum menetapkan standar pembiayaan bagi penerimaan mahasiswa jalur mandiri. Karena itu, masih ada sejumlah PTN yang mematok biaya tinggi bagi jalur mandiri. “Kalau yang Rp20-30 juta bahkan lebih itu yang mandiri. Dan memang itu tidak mungkin semua ditarik. Kalau yang jalur biasa tidak mungkin sebanyak itu, biasanya hanya Rp2 jutaan,”urai Mantan Rektor ITS tersebut.

Meski begitu, Mantan Menkominfo tersebut menjanjikan tahun depan pihaknya akan segera memberlakukan standar pembiayaan bagi semua jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni jalur umum maupun jalur mandiri. Dia memastikan, tahun 2013, semua PTN harus menurunkan tarif SPP-nya, termasuk jalur mandiri. “Harus turun tarifnya pada 2013. Salah satu tugas pemerintah adalah standar pembiayaan, nantinya di sini harus ada standar untuk semua jalur masuk . Nggak mungkin ada yang Rp50 juta. Memang nanti tarif jalur mandiri dan SNMPTN akan beda, tapi nggak akan setinggi itu,”tegas dia.

Sebelumnya, Nuh pernah menyatakan bahwa besaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diperoleh dari seluruh PTN mencapai Rp12 triliun setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, Kemendikbud sudah menghitung alokasi dana yang dapat digunakan kembali untuk operasional PTN dan SPP. Berdasarkan hasil perhitungan Kemendikbud, Rp3-4 triliun uang PNBP dapat diserahkan kembali ke PTN untuk menutupi biaya operasional seperti uang gedung dan pengembangan.

Karena itu, Nuh melanjutkan, sangat memungkinkan jika nantinya mahasiswa PTN hanya perlu membayar biaya SPP saja. Kebijakan  tersebut telah memiliki payung hukum yang jelas, yaitu UU Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang baru disahkan pada 13 Juli 2012. Ke depannya, sebanyak 92 PTN di Indonesia dapat membiayai kebutuhan riset, beasiswa dosen, dan pembangunan gedung dari BO PTN. (ken/jpnn)