BARCELONA – Barcelona menawarkan Ibrahim Afellay ke sejumlah klub yang tertarik. Jalan keluar pemain muda itu sudah kian jelas.
Menurut kabar seperti dilansir Goal, Jumat (13/7), masa depan Afellay di Camp Nou tengah suram. Konon, pelatih anyar Tito Vilanova tidak memasukkan winger yang baru direkrut pada musim lalu itu dalam strategi timnya di musim depan.
Vilanova diisukan lebih memilih dua pemain akademi La Masia, yakni Isaac Cuenca dan Cristian Tello untuk menghuni skuad inti dan melapisi Lionel Messi, David Villa, Pedro Rodriguez dan Alexis Sanchez di lini depan.
Untuk itu, kubu Barcelona pun siap melepaskan winger berkebangsaan Belanda tersebut. Demi cepat selesainya transfer, pihak Blaugrana bahkan siap menawarkan Afellay kepada dua klub yang beberapa waktu lalu dikabarkan tertarik menggunakan jasanya, yakni Arsenal dan Inter Milan.
Harga yang ditawarkan Barca pun cukup murah. Afellay akan dilepas dengan kisaran harga 4,75 juta poundsterling. Selanjutnya, dana ini kabarnya akan digunakan Barca sebagai tambahan untuk meminang pemain serbabisa milik Athletic Bilbao, Javi Martinez.
Sebenarnya performa Afellay sejak mendarat di Camp Nou dari PSV Eindhoven pada Januari 2011 lalu, tidak terlalu jelek. Di enam bulan pertamanya, Afellay tampil 28 kali dan menyumbang dua gol. (net/jpnn)
Milan Siapkan Penganti Ibrahimovic dan Thiago Silva
MILAN- AC Milan hampir bisa dipastikan bakal kehilangan dua bintangnya Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic. Namun, kubu I Rossoneri dikabarkan sudah menyiapkan penggantinya. Siapa mereka?
Kemarin, Supremo (Presiden, Red) Milan Silvio Berlusconi membuat pernyataan mengejutkan dengan mengatakan, dirinya telah melepas Silva dan Ibra ke klub kaya raya Prancis, Paris Saint Germain (PSG).
Hingga kini, proses transfer kedua bintang tersebut ke Prancis masih terus dilakukan kedua kubu. Konon, Milan akan menerima dana segar 60 juta euro sebagai kompensasi kepergian dua tokoh sentral di lini belakang dan depan tersebut.
Kehilangan dua sosok vital di klub, kubu Milan langsung bergerak cepat untuk mencari pengganti ideal. Untuk pengganti Ibra, Milan dikabarkan membidik bomber Manchester City, Carlos Tevez dan Edin Dzeko.
Namun, karena Milan hanya menyisakan satu kuota untuk pemain non-Uni Eropa, maka, hanya salah satu di antara Tevez atau Dzeko yang akan diupayakan mendarat di San Siro, demikian dikutip Football-Italia, Jumat (13/7).
Selain Tevez atau Dzeko, Milan juga dikabarkan punya alternatif. Adalah bomber muda, Mattia Destro yang masuk dalam buruan. Penampilan bomber 21 tahun ini sepanjang musim lalu memang terbilang sukses. Destro bahkan sukses menembus skuad bayangan Timnas Italia untuk Euro 2012, meski harus tersisih.
Namun, ada kendala yang akan dihadapi Milan jika ingin mendapatkan tanda tangan bomber Timnas Italia U-21 ini. Status Destro yang dimiliki bersama Siena dan Genoa memaksa Il Diavolo harus memberia penawaran yang memuaskan kedua klub tersebut.
Sementara untuk pengganti Silva, Milan mendapuk bek Cagliari, Davide Astori sebagai buruan utama.
Sama seperti Destro, penampilan Astori di musim lalu juga cukup menjanjikan dan sempat menembus skuad inti Azurri. Bek 25 tahun ini bahkan sempat Spartak Moskow, meski tawaran 15 juta euro dari klub elite Rusia itu akhirnya ditolak.
Untuk mendapatkan Astori, Milan diyakini harus mengajukan tawaran yang sama atau bahkan lebih besar dari yang ditawarkan pihak Spartak. Namun, Milan punya sedikit keuntungan, karena Astori merupakan pemain asli didikan akademi Milan. Well, apakah Astori dan Destro bisa disebut pengganti ideal untuk Silva dan Ibra? (net/bbs)
MEDAN- Nasib buruk belum beranjak dari PSMS Indonesian Premier League (IPL). Ketidakmampuan manajemen mengurus tiket terbang ke Surabaya, Rabu (11/7) kemarin membuat posisi PSMS kian terjepit.
Sesuai manual liga LPIS, tim yang tidak hadir saat pertandingan dihitung kalah walk out (0-3). Di Surabaya kemarin, kick off telah dimulai dan langsung dilanjutkan peluit panjang dari wasit Daryanto asal Jakarta tanda bubaran setelah memberi waktu 15 menit untuk menunggu kehadiran PSMS IPL. Selain itu, sanksi dari ketidakhadiran di lapangan saat pertandingan adalah pengurangan nilai. Nah, di sini posisi PSMS terancam. Peluang untuk lolos dari degradasi hampir pasti sirna.
Bahkan, di situs resmi LPIS ligaprima.co.id telah mengupdate perubahan klasemen. Bontang FC yang meraih kemenangan atas Arema menggeser posisi PSMS ke juru kunci dengan koleksi 13 angka. Sementara koleksi angka PSMS yang sebelumnya 13 kini telah berubah menjadi 10 angka. Artinya, sudah dihitung pengurangan tiga poin.
Namun, soal sanksi pengurangan nilai, masih tergantung hasil sidang komisi disiplin. Bontang FC, Persema, dan Persijap Jepara sudah lebih dulu mendapat sanksi pengurangan nilai.
Kepala kompetisi LPIS, Hendriyana saat coba dihubungi tidak mengangkat telpon selularnya. Namun, lewat pesan singkat (SMS) kepada wartawan ia menyebutkan keputusan WO sudah pasti sesuai regulasi. “WO sesuai regulasi ya. Sanksi lain tunggu keputusan Komdis,” ujarnya via SMS.
Saat dikonfirmasi, CEO PSMS IPL, Freddy Hutabarat masih berharap ada dispensasi berupa penjadwalan ulang. “Kami sudah surati semalam. Secara resmi sebelum pertandingan. Belum ada keputusan. Sesuai manual liga, memang WO dan dikurangi tiga poin. Tapi kami masih berharap pihak LPIS mau mengerti. Bukan kami tidak mau berangkat. Lagipula kami sudah ikut technical meeting dengan mengutus Asisten Pelatih M Khaidir,” katanya, Kamis (12/7).
Freddy menilik kondisi saat jadwal sebelumnya saat Persebaya tidak dapat menggelar pertandingan tanpa izin. Ketika itu PSMS sudah bertolak dari Medan ke Surabaya. Namun laga tidak dapat digelar karena tidak adanya izin kepolisian. “Persebaya bisa kok minta dispensasi ketika itu. Dan kami mau memaklumi dengan penjadwalan ulang. Mengapa sekarang tidak bisa?” katanya.
Bahkan Freddy sedikit emosi saat ditanya soal keputusan terburuk berupa WO dan pengurangan nilai yang akan memastikan posisi PSMS turun kasta. “Kalau begitu terserahlah. Bubarkan saja. Bukan begitu. Ada miss komunikasi antara pemegang tiket,” pungkasnya.
Kini, PSMS menyisakan satu laga kandang kontra Persibo Bojonegoro, Selasa (17/7).(mag-18)
Ketua Yayasan Prof DR H Kadirun Yahya, Dra Hj Yasmin Siti Khadijah mengajak wisudawan dan mahasiswa Universitas Pembangunan Pancabudi (Unpab) untuk berkiprah membangun Sumut.
BERPRESTASI: Rektor Unpab diwakili Rektor I Unpab Samrin SE MM bersama dosen dan mahasiswa berprestasi di Gedung Selecta, Kamis (12/7).UNGKAPAN ini disampaikan Yasmin saat menghadiri wisuda 460 lulusan program Pascasarjana (PPs), sarjana dan diploma Unpab di Gedung Selecta Jalan Listrik Medan, Kamis (12/7).
Acara ini dihadiri Pangdam I BB diwakili Kolonel TNI B Bungaran, Kapoldasu diwakili Direktur Binmas Poldasu Kombes Pol Dr Hery Subiansauri SH MSi, Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumut diwakili Pagar Hasibuan, Koordinator Kopertis Wilayah I Aceh/Sumut Prof Ir H Mohammed Nawawiy Loebis MPhil PhD dan Ketua Aptisi Sumut Dr H Bahdin Nur Tanjung SE MM.
Ia menyambut positif Kluster Industri Sei Mangkei (KISM) di Simalungun yang merupakan bagian masterplan percepatan dan perluasan pembangunan Indonesia dengan investasi 21,6 Triliun. ‘’Sudah sewajarnya para lulusan Unpab untuk ikut serta meramaikan dan terlibat dalam mega proyek tersebut,’’ ujarnya.
Ia berkeyakinan alumni Unpab dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat berguna dan bermanfaat bag negara, masyarakat, keluarga dan diri sendiri. ‘’Kunci kesuksesan ditentukan 90 persen softskill dan 10 persen hardskill,’’ terangnya.
Unpab melalui LPPro, menurut Yasmin, memperkaya softskill antara lain dengan pelatihan High Tech Spiritual Communication (HTSC), pelatihan kewirausahaan mandiri. ‘’Sejak dibuka tahun 2011, sudah 39 wirausahawan yang bergabung dalam UKM Center Unpab. Mereka diharapkan menjadi pengusaha yang berhasil menyejaterakan orang banyak,’’ katanya.
Sedangkan Rektor Unpab HM Isa Indrawan SE MM diwakili Rektor I Unpab Samrin SE MM berharap alumni Unpab dapat bekerja keras, profesional, loyal dan jujur. Ia juga mengutarakan pentingnya peningkatan mutu lulusan dan menata ulang sistem pendidikan.
Rektor Unpab menerangkan bursa kerja online, student advisory centre, UKM Center, LPPro dan LPPM di Unpab dapat diberdayakan melalui program kemandirian dan kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah.
Apresiasi terhadap peran pengembangan pendidikan yang dilakukan Unpab juga disampaikan Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumut diwakili Pagar Hasibuan dan Koordinator Kopertis Wilayah I Aceh/Sumut Prof Ir H Mohammed Nawawiy Loebis MPhil PhD.
Turut memberikan kata sambutan Nursholati Chairi Zananda mewakili wisudawati Unpab dan Syafaruddin SE, mewakili orangtua wisudawan. Dalam wisuda ini juga diberikan apresiasi terhadap dosen, wisudawan dan mahasiswa berprestasi.
Usai acara Rektor IV Unpab Ir Indrajaya Lubis didampingi Ketua Panitia Wisuda Robby Krisna dan Humas Unpab Hasrul Hasibuan mengutarakan tiga hal pokok dalam wisuda Unpab.
‘’Pendidikan di Indonesia harus dapat diarahkan mengentaskan kemiskinan. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan dosen yang mendapatkan program pendidikan berkelanjutan. Perekonomian bangsa jangan sekadar stabil namun perlu ada gonjang-ganjing ekonomi untuk memacu pertumbuhan ekonomi,’’ kata Indrajaya. (*)
Tak kurang dari 3.000-an karyawan PTPN III dan masyarakat berbaur dalam acara yang digelar Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN III.
ZIKIR: Ribuan karyawan dan masyarakat berzikir bersama di Lapangan Ikabina Rantauprapat.Acara yang bertemakan zikir akbar, apel akbar, donor darah, dan bakti sosial ini menyinggahi tiga kota di Sumatera Utara yakni Lapangan Ikabina Rantau Prapat, Lapangan Hoki Kisaran, Lapangan Brimob Pematangsiantar dan puncaknya di Lapangan Merdeka Medan.
Pada puncak acara seluruh Direksi PTPN III hadir yakni Direktur Utama Megananda Daryono, Wakil Direktur Utama Kusumandaru, Direktur Produksi Balaman Tarigan, Direktur SDM Rachmat Prawira Kesumah, Direktur Pengembangan Nurhidayat, Direktur Pemasaran Bagas Angkasa, dan Direktur Keuangan Erwan Pelawi.
Hadir juga Brigjen Pol Cornelis Hutagaol mewakili Kapoldasu, unsur Muspida dan undangan lainnya. Terlebih dalam acara itu PTPN III merangkaikannya dengan acara pembagian sumbangan yang berasal dari dana CSR.
Khusus acara zikir akbar, apel akbar, donor darah, dan bakti sosial berlangsung meriah. Buktinya bakti sosial yang diwujudkan dengan cara membersihkan parit di sekitar kantor PTPN III berlangsung dengan semangat. Demikian juga acara pembersihan pemakaman di Pematangsiantar. Belum lagi donor darah yang diikuti karyawan dan masyarakat sekitar Medan, Rantauprapat, Kisaran dan Pematangsiantar. Semuanya berlangsung cukup meriah dan gembira berbaur antara karyawan dengan masyarakat. Sama halnya dengan zikir akbar yang dipimpin DR H Andian Parlindungan MA Pimpinan Pusat Studi Ahlak, Jakarta. Duduk secara khusus bersama-sama memuji asma Allah.
Tidak ada lagi yang membedakan antara karyawan PTPN III dengan masyarakat yang ikut dalam acara tersebut. Soalnya semuanya memakai kaos yang sama, makan bersama dan kerja bersama.
Harapan ini sesuai dengan apa yang disampaikan Direktur SDM PTPN III Rachmat Prawira Kesumah SE, MM.
Di sela-sela acara puncak, Rachmat yang sudah dua periode menjabat Direktur SDM ini mengatakan kegiatan ini menujukkan tidak ada lagi perbedaan antara warga PTPN III dengan masyarakat sekitar. Sebab pada prinsipnya karyawan PTPN III juga masyarakat biasa yang sama-sama tinggal di Sumatera Utara.
Sambung Rachmat kalau dulu ada yang beranggapan karyawan PTPN khususnya PTPN III peodel, esklusif, hal itu tidak ada lagi. Kegiatan yang diselenggarakan SPBUN PTPN III ini contohnya. “Kami karyawan PTPN III membersihan selokan bersama, donor darah sama, membersihkan makam sama dan kegiatan kemanusian lainnya,” ujar Rachmat.
Acara yang dirangkaikan dengan zikir akbar ini juga sejalan dengan menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Jadi sekaligus perenungan mengingat kebesaran asma Allah. Intinya kata Rachmat mari menjadikan kegiatan ini sebagai momen untuk merajut kebersamaan antara warga PTPN III dengan masyarakat. Berbaur bersama-sama, bergandengan tangan demi kemajuan bangsa khususnya Sumatera Utara. (*)
MEDAN-Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Pancabudi (FE Unpab) menggelar uji kompetensi bagi 260 mahasiswa selama dua hari. Demikian dikatakan Asisten Ketua Prodi Akutansi Nazli Azwani SE di kampus Unpab, Rabu (11/7).
‘’Uji komptensi pada 9-10 Juli 2012 ini sangat diperlukan sehingga mahasiswa FE Unpab yang akan menamatkan pendidikan dapat siap pakai, Yang diujikan mata kuliah Akutansi Keuangan, Pengantar Akutansi, Akutansi Biaya dan Sistem Informasi Akutansi,’’ kata Nazli didampingi Ketua Prodi Akutansi Drs Nulkanuddin Ritonga Ak MM, Ketua Panitia Uji Kompetensi Handriyani Dwilita, Eriyati Chrisna, Ayu Kurnia Sari SE Ak MSi, Renny Naisyarah SE Ak MSi dan Oktarini Khamilah SE MSi serta Humas Unpab Hasrul Azwar Hasibuan.
Ia berharap dengan uji komptensi dapat meningkatkan keahlian khusus dari para mahasiswa FE Unpab khususnya dari Prodi Akutansi. ‘’Ini bertujuan agar FE USU memiliki uji komprehensif sehingga saat meja hijau akan fokus pada penelitian mahasiswa,’’ katanya.
Mahasiswa yang memiliki pemeringkatan tertinggi, lanjut dia, akan dijadikan kandidat untuk dikirim ke luar Unpab mengikuti berbagai kompetensi akutansi dengan universitas negeri dan swasta lain di Sumut. Disebutkan Nazli, Prodi Akutansi FE Unpab memiliki visi dan misi menghasilkan lulusan yang berkarakter religius dan unggul dalam bidang Akutansi. Ketua Panitia Uji Kompetensi Handriyani Dwilita mengatakan uji kompetensi ini telah dilaksanakan empat kali. ‘’Ini menjadi agenda rutin untuk meningkatkan keahlian mahasiswa di bidang Akutansi sehingga memiliki standar kelulusan yang baik,’’ katanya. (red)
MEDAN- Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) memberikan beasiswa penuh kepada empat siswa dan siswi SMP dari berbagai daerah di Sumut, Senin (9/7) kemarin.
Empat siswa-siswi tersebut mendapatkan program Beasiswa Anak Mas untuk melanjutkan SMA di Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA).
“Biaya sekolah, perlengkapan sekolah dan tempat tinggal akan dibiayai penuh,” kata Pembina YPSA, Drs H Sofyan Raz Ak MM, saat memberikan bimbingan dan arahan pada upacara pembukaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) dan Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun ajaran 2012-2013, di kampus hijau YPSA, Senin (9/7) kemarin.
Adapun siswa yang berhasil mendapatkan beasiswa penuh tersebut adalah Rahmadani Sagala yang berasal dari MTs Al-Falah Simangalam Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhan Batu Utara, Diah Fatmawaty Argona dari sekolah MTs Swasta PPMI Luqman Gunung Malela Simalungun, Khairuddin dari MTs Al-Falah Simangalam Kualuh Selatan Labuhan Batu Utara, dan May Sarah asal SMA kelas X Reguler YPSA melanjutkan ke kelas XI SMA Internasional YPSA.
Menurut Kepala Bagian Pendidikan YPSA, Bagoes Maulana, S.Kom, Beasiswa Anak Mas adalah bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada siswa dhuafa (tidak mampu) yang memenuhi persyaratan tertentu dan digunakan untuk menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas selama 3 (tiga) tahun di Sekolah Menengah Atas / Upper Secondary YPSA. (ful)
MEDAN-Empat unit rumah di Jalan Rawa Cangkuk, Gang Pembangunan, Lingkungan X, Kelurahan Tegal Sari, Mandala III, Medan Denai hangus dilalap api, Kamis (12/7).
Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, api mulai membesar sekitar pukul 11.00 WIB. Api pertama kali terlihat dari rumah Yotpriadi (31). “Sebelum kebakaran, listrik di daerah sini lagi mati, Bang. Pas listrik hidup, tiba-tiba api terlihat dari atas rumah saya,” ujarnya.
Dikatakan Yotpriadi, di dalam rumahnya hanya ada dia dan istrinya bernama Eli. Melihat api sudah mulai membesar, Yotpriadi tak berani lagi masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang-barangnya.
“Nggak ada lagi yang bisa diselamatkan, Bang. Semuanya hangus, tinggal pakaian yang dipakai aja yang tinggal,” sebutnya.
Warga yang tinggal di lokasi sekitar, langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena tiupan angin, api kemudian merembet ke rumah yang ada di sebelahnya.
Murniati (46), yang rumahnya ikut terbakar juga mengaku kalau tidak ada lagi barang-barangnya yang bisa diselamatkan. “Rumah saya juga terbakar. Nggak ada lagi yang bisa diselamatkan,” ujarnya haru.
Sedikitnya 10 pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi, berhasil memadamkan api sekitar 30 menit kemudian. Sekitar pukul 12.00 WIB, api sudah sepenuhnya dikuasai oleh petugas pemadam.
Syaiful, Kepling setempat yang ditemui di lokasi memastikan, tak ada warganya yang menjadi korban. “Nggak ada korban jiwa maupun luka,” ujarnya.
Namun, Syaiful menyebutkan, akibat kebakaran ini, 40 orang warganya dari 9 Kepala Keluarga (KK) dipastikan kehilangan tempat tinggal. “Yang terbakar ini rumah induknya. Di sini ada tinggal 9 KK yang tinggal. Tapi tidak ada korban jiwa,” ungkap Syaiful.
Kapolsek Medan Area, Komp Sony W Siregar saat dihubungi mengatakan, belum dapat memastikan dari mana asal api. “Masih kita lidik, dugaan awal dari korsleting listrik,” ujar Sony singkat.
Untuk memudahkan penyelidikan, polisi langsung memasang police line di sekitar lokasi kebakaran. (mag-12/jon)
MEDAN-Anly Yusuf alias Mami (48), bandar narkoba yang notabene sedang menjalani hukuman 10 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Wanita Tanjung Gusta, Medan, divonis oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan 10 tahun penjara, Kamis (12/7).
Selain itu, dalam sidang yang digelar sore hari tersebut, Anly yang mengenakan baju tahanan berwarna merah bertuliskan angka 73 itu didenda sebesar Rp1,5 miliar subsider enam bulan penjara. Vonis ini lebih berat ketimbang tuntutan jaksa yang sebelumnya hanya menuntut Anly delapan tahun penjara. Mendengar putusan hakim tadi, masing-masing dari pihak JPU dan Anly pun mengaku pikir-pikir.
Wanita yang merupakan narapidana di Lapas Klas II Wanita Tanjung Gusta, Medan yang ditangkap BNN bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana di penjara pada 20 Desember 2011 sekitar pukul 04.00n WIB itu, terlihat lesu sembari diboyong ke sel tahanan PN Medan tanpa memberikan komentar apapun pasca vonisnya.
Majelis hakim yang diketuai Dahlan Sinaga, sore itu menyatakan Anly terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009, tentang narkotika, serta pasal-pasal lain yang terkait dengan dakwaan kepada yang bersangkutan.
“Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah yang bersangkutan tengah menjalani masa tahanan dalam kasus narkoba dan perbuatan terdakwa menghambat program pemerintah memberantas narkoba. Adapun hal yang meringankan terdakwa selama menjalani persidangan sopan, tidak berbelit-belit dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ujar majelis hakim dihadapan wanita yang hanya tamatan SLTP itu.
Seperti diketahui, Anly Yusuf merupakan narapidana di Lapas Klas II Wanita Tanjung Gusta, Medan. Dia ditangkap BNN bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana di penjara itu pada 20 Desember 2011 sekitar pukul 04.00 WIB.
Dalam dakwaan JPU saat sidang sebelumnya dipaparkan bahwa Anly Yusuf meminta Suryono alias A Weng menjadi kurirnya untuk mengambil sabu-sabu dari Ramli Petrus alias A Beng dengan imbalan Rp1 juta per ons jika barang haram itu terjual.
Anly dan A Beng diketahui sudah tiga kali bertransaksi dengan total sabu seberat lebih kurang tiga kilogram. Transaksi dilakukan pada bulan Agustus, Oktober, dan terakhir 17 Desember 2011. Selain memesan narkotika melalui A Beng, Anly juga diketahui dua kali memesan sabu-sabu seberat dua ons dari Tri Sudiatmoko alias Moko, yang merupakan narapidana Lapas Klas I Pria Tanjung Gusta Medan.
Kasus ini terungkap setelah petugas BNN menangkap A Weng di kawasan Medan Petisah pada 20 Desember silam. Saat itu, disita 206,4 gram sabu-sabu. Penangkapan itu dikembangkan hingga Anly Yusuf ditangkap di Lapas Klas II Wanita, Tanjung Gusta Medan. (far)
MEDAN-Warga Kota Medan umum nya menyambut baik dan setuju dengan kehadiran Trans Medan. Asalkan, kehadirannya terlebih dahulu dengan pengkajian yang matang.
“Kita sangat setuju sekali kehadiran Trans Medan. Apalagi kehadirannya bisa mengurangi kemacetan,” bilang Rifai, warga Kota Medan, Rabu (11/7). Menurutnya, kehadiran Trans Medan harus lebih cermat dan teliti sehingga tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat.
H Iswanda Nanda Ramli, warga Medan lainnya mengatakan kehadiran Trans Medan bagus sekali. Apalagi bisa mengurangi kemacetan.
Menurutnya, sebelum hadir Pemko harus memperhatikan rute serta koridor yang akan dilalui Trans Medan.
Selain itu, katanya, jalur Trans Medan harus bisa menetralisir kemacetan dan tarif ongkosnya murah.
Hal senada juga dikatakan warga Medan lainnya, Yani. Menurutnya, kehadiran Trans Medan hendaknya membawa dampak yang baik untuk kemajuan Kota Medan.
“Kalau Trans Medan hadir harus bisa mengurangi kemacetan,” katanya. (omi)