Home Blog Page 13245

Poldasu Peringkat Tiga Terburuk di Indonesia

JAKARTA-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) meraih peringkat ketiga terburuk di Indonesia. Hal ini didasarkan saran dan keluhan masyarakat (SKM) menyangkut perilaku buruk oknum Poldasu yang berjumlah 173 kasus.

Peringkat pertama paling banyak (terburuk) mendapat SKM adalah Polda Metro Jaya dengan 245 kasus. Menyusul setelah itu, Polda Jatim menempati posisi kedua dengan 176 kasus. Seperti diberitakan Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos), ranking tersebut mengacu pada Laporan Semester Pertama Tahun 2012 oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

“Sekurang-kurangnya ada 10 SKM masuk ke Kompolnas setiap harinya,” kata Komisionern
Edi Saputra Hasibuan sembari mengatakan pada 2011 lalu, ada 1536 SKM yang diterima Kompolnas.
Dia menyebut, mekanisme pelaporan yang diajukan, beragam. Ada yang disampaikan langsung datang ke Kompolnas, laporan telepon, melalui surat resmi dan surat elektronik, serta  pesan singkat alias SMS.

Dia menggambarkan, kasus terbanyak yang diadukan ke Kompolnas, terkait masalah penyalahgunaan wewenang, pela­ya­nan yang buruk, diskriminasi atau penanganan perkara yang berat sebelah, serta diskresi atau pengambilan keputusan yang keliru.

Kemudian, Edi mencatat sekurang-kurangnya ada 800 laporan bersifat tembusan yang masuk ke Kompolnas. Tingginya, SKM yang masuk kantong Kompolnas duganya, dipicu tingginya kesadaran hukum masyarakat serta keinginan personel Polri mereformasi kepolisian.

Lebih jauh, Edi memaparkan, kompetensi Kompolnas menerima dan menindaklanjuti SKM diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2011. Dia menjabarkan upaya menindaklanjuti SKM yang masuk. Setelah menerima laporan, komisioner akan meneliti mana laporan prioritas dan mana yang tidak.
Biasanya, SKM ditembuskan ke internal kepolisian lewat Inspektorat Pengawasan Umum  dan Divisi Profesi dan Pengamanan. Apabila sifat laporannya terkait Polda, maka SKM ditembuskan ke jajaran Inspektorat Pengawasan Daerah Polda.

Hari Ini, Kompolnas ke Mapoldasu
Terkait dengan SKM, hari ini dipastikan Kompolnas turun ke Mapoldasu. Mereka akan menindaklanjuti 18 laporan pengaduan masyarakat yang masuk ke Kompolnas. Baik itu terekamnya empat perwira tengah bermain judi di ruang Wakapolres Samosir, hingga dugaan pembunuhan seorang istri yang dilakukan oleh sang suami yang merupakan oknum anggota polisi.
“Saya bersama tim yang berjumlah enam orang, besok (hari ini, Red), akan turun ke Poldasu,” kata Edi kepada Sumut Pos, kemarin di Jakarta.

Menurutnya, langkah ini diambil setelah Kompolnas menerima banyaknya laporan pengaduan dari masyarakat. “Poldasu itu termasuk Polda yang paling banyak mendapat pengaduan dari masyarakat,” jelasnya.

Edi memaparkan, sejak Januari lalu saja setidaknya terdapat 36 laporan pengaduan yang masuk tentang Poldasu. Namun memang ia memastikan, hanya 18 pengaduan kasus yang dapat ditindaklanjuti untuk diklarifikasi. Sementara sisanya 18 pengaduan lain, cukup diselesaikan oleh Polda Sumut.

Beberapa pengaduan yang menjadi fokus Kompolnas kali ini, di antaranya terkait peristiwa terekamnya dalam kamera empat oknum perwira polisi yang tengah bermain judi di ruang Wakapolres Samosir beberapa waktu lalu. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, mereka masing-masing AKP M Sihombing (Kasat Sabhrasa Polres Samosir), AKP Sutedja (Kasat Intelkam Polres Samosir), AKP L Sihombing (Kasat Binmas Polres Samosir) dan AKP A Sinaga (Kapolsek Pangururan).

Mereka disebut-sebut terekam tengah bermain judi joker antara pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. “Hal ini merupakan bagian yang akan diklarifikasi. Sudah bagaimana dan sampai di mana penanganan pemeriksaannya. Kita pasti minta Polda memberi jawaban soal itu,” ungkap Edi.

Selain itu, hal lain yang menjadi fokus perhatian Kompolnas kali ini, terkait laporan dari keluarga korban di Labusel. Mereka curiga seorang anggota keluarganya yang bernama Nurhalimah Harahap, tewas karena diracun oleh suaminya yang merupakan oknum anggota polisi. “Itu di Labusel. Tentu ini juga akan kita klarifikasi, apakah penanganannya sudah baik. Atau, apa kendala di lapangan. Mereka curiga, pelakunya merupakan suami korban. Dari aduan yang kita terima, menyebutkan korban tewas karena diracun,” urai Edi.

Hanya saja memang diakui Edi kemudian, tidak semua aduan tersebut sudah pasti benar. Untuk itulah mengapa Kompolnas merasa perlu melakukan klarifikasi. “Semua informasi tersebut, harus kita klarifikasi terlebih dahulu kebenarannya. Artinya aduan belum sepenuhnya bisa dipertanggungjawabkan. Makanya harus dicek ke penyidik. Jadi kita datang ke Poldasu dalam rangka pengecekan sejumlah saran dan keluhan masyarakat yang diadukan masyarakat ke kompolnas,” jelasnya.

Selain itu menurutnya, juga dalam rangka sosialisasi Kompolnas di jajaran Polda Sumut. “Nanti jajaran Polda mulai dari pejabat dan anggota akan dikumpulkan untuk mendapat pencerahan soal Kompolnas,” pungkasnya. (gir)

PSMS Degradasi Lagi

MEDAN-Sebuah kenyataan pahit kembali harus ditelan PSMS. Kiprah di pentas Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 berakhir buruk. Tim besutan Suharto kembali mengulang sejarahn
kelam empat tahun silam dengan turun kasta dari kasta tertinggi. Stadion Segiri Samarinda, Rabu (11/7) kemarin menjadi saksi tangis PSMS dengan kekalahan 4-2 dari Persisam Samarinda.

Pada duel tersebut, skuad PSMS tak berdaya menghadapi Elang Borneo, julukan Persisam. Meski tak lagi punya target apapun, tim besutan Misha Radovic ini tak mengendurkan kekuatannya. Gol Fajar Legian Wistanto pada menit 27 dan Christian Gonzales pada menit 34 mulai meredupkan asa PSMS. Osas Saha sempat membangkitkan semangat lewat gol di tiga menit babak kedua.

Namun gol Eka Ramdani pada menit 60 dilengkapi Yongki Aribowo 20 menit berselang membuat asa itu sirna. Gol Nico Malau di penghujung waktu hanya menjadi gol yang terlambat.

Posisi di klasemen pun berubah. Posisi PSMS dikudeta Persiram dihunian 14 klasemen dengan koleksi 38 poin. Koleksi yang sama dengan Gresik, namun Persiram lebih unggul dalam selisih gol. Gresik pun cukup puas di zona play off promosi-degradasi dengan nangkring di posisi 15, naik satu strip. Sedangkan PSMS terlempar ke posisi 16 dengan koleksi 36 angka. Bersama Deltras dan PSAP. Artinya, Ayam Kinantan turun kasta.

“Anak-anak sudah berusaha berjuang. Kami memberikan perlawanan. Tapi memang mereka sedikit tidak fokus dan kehilangan konsentrasi,” ujar Pelatih kiper Sugiar mewakili Caretaker Pelatih PSMS, Suharto yang tengah sakit.

Tidak Didampingi Manajemen
Beban yang teramat berat dengan semangat skuad yang cukup membuat kondisi kesehatan Suharto menurun sejak kemarin. “Bang Harto memang memaksakan tetap mendampingi anak-anak di bench walau kondisinya demam,” lanjut Sugiar.

Ironisnya tak satupun perwakilan manajemen mendampingi tim. Padahal tur Kalimantan merupakan saat-saat krusial yang menentukan nasib PSMS di ISL. Manajer PSMS, Benny Tomasoa kali ini tak tampak mendampingi tim.  CEO PSMS, Idris yang disebut-sebut bakal datang membawa pinjaman juga tak hadir.

Seperti tak sadar kalau Sasa Zecevic cs membutuhkan suntikan finansial pasca tertunggaknya gaji lebih dari lima bulan. Tentu saja manajemen harus membayar mahal.
“Tidak ada satupun pengurus yang hadir. Hanya pelatih yang ada bersama kami,” ujar salah seorang pemain yang enggan disebutkan namanya.

Duka pun tak terhindarkan di Samarinda. Para pemain meninggalkan lapangan dengan tertunduk dan tidak tahu harus berkomentar apa selain melontarkan permintaan maaf kepada para publik Medan. “Saya minta maaf kepada masyarakat Medan. Kami sudah berjuang sekuat tenaga. Tapi degradasi yang harus terjadi. Saya bisa membayangkan kesedihan suporter PSMS. Maafkan tak bisa memberi yang terbaik,” kata gelandang Anton Samba.

Sementara pencetak gol penutup di laga tersebut, Nico Malau hanya berujar singkat. “Terima kasih atas dukungan masyarakat Medan dan semuanya,” tuturnya lewat pesan blackberry messenger.

Bahkan Nastja Ceh, gelandang asal Slovenia sempat tidak percaya dengan kondisi ini. “Saya benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi hari ini (degradasi). Saya masih belum bisa mempercayai semuanya. Ini ibarat mimpi dengan mata terbuka. Klub PSMS, Fans PSMS, dan semua pelatih, pemain akan selalu ada di hati saya. Selamanya,” tutur pemain berusia 34 tersebut yang berencana kembali ke Slovenia.

Suasana di Segiri kontras dengan di Stadion Petrokimia Gresik dan Stadion Wombik Raja Ampat. Dua penguntit, Persiram Raja Ampat dan Persegres bersuka cita dengan kemenangan di kandang masing-masing. Persiram yang berlaga lebih awal beberapa jam sukses memukul Pelita Jaya 2-1 di Wombik. Gideon Way dan Izaac menjadi pahlawan lewat dua gol kemenangan.

Sementara Persegres yang bermain di depan pendukungnya sendiri menghempaskan Persipura Jayapura 2-1. Gol Marwan Seyedeh dan Gaston Castano memberikan asa baru untuk Gresik United berjuang di playoff.
Sejak kompetisi tertinggi tanah air berformat ISL tahun 2008/2009, PSMS seperti tak berjodoh dengan ISL. Empat tahun lalu, PSMS untuk kali pertama terlempar ke kasta kedua. Ketika itu skuad terakhir dibesut Rudi Keltjes (usai gonta ganti pelatih) gagal melewati hadangan Persebaya di zona playoff dengan kalah adu penalti.
PSMS pun berjuang dua musim di Divisi Utama. Terakhir musim lalu PSMS sukses menembus babak delapan besar Divisi Utama. Namun di Segiri Samarinda, PSMS yang membutuhkan tiga poin untuk lolos ke ISL gagal dengan hanya meraih hasil imbang 3-3. Dualisme kompetisi membuat klub-klub bimbang. Termasuk Persiba Bantul dan Persiraja, dua tim yang seyogianya promosi ke ISL memilih Indonesian Premier League (IPL) yang berada di bawah kendali PSSI. PSMS pun mendapat tiket gratis ke ISL bersama PSAP Sigli dan Persegres. (mag-18)

Antre Jamaah Haji Mencapai 69.500 Orang

Daftar Tahun Ini, Berangkat pada 2021

MEDAN-Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1433 H/2012 telah ditetapkan. Hal ini bukan berarti calon jamaah bisa tenang, pasalnya daftar tunggu di Sumut sudah mencapai 69.500 Orang. Artinya, jika ada yang mendaftar pada tahun ini, dia baru bisa berangkat pada 2021 mendatang atau sembilan tahun lagi “Jumlah penabung sebanyak 77.734 orang. Tahun ini yang berangkat 8.234.

Yang  69.500 orang waiting list. Jadi, yang mendaftar tahun ini baru akan berangkat pada 2021. Ya, sekitar sembilan tahun lagi baru bisa berangkat, kalau mendaftar tahun ini,” terang Kepala Bidang (Kabid) Haji, Zakat dan Wakaf (Hazawa) Kemenag RI Wilayah Sumut, Abdul Rahman kepada Sumut Pos, Rabu (11/7).

Terkait soal biaya berangkat haji yang telah ditetapkan pemerintah pusat, Abdul Rahman mengatakan keputusan itu baru akan diterima Kementerian Agama (Kemenag) RI Wilayah Sumut. “Keputusan naiknya biaya haji, baru dari kesepakatan Komisi VIII DPR RI dengan pihak Kemenag dan pihak-pihak terkait lainnya.

Kesepakatan itu nantinya akan diajukan ke presiden untuk mendapat persetujuan. Nantinya kemudian akan ditandatangani oleh Menteri Agama (Menag). Paling lambat seminggu ini kita sudah akan menerima keputusan itu, tentang biaya haji asal Sumut tahun 2012 sebesar Rp31 juta,” jelasnya.

Ditambahkannya, sejauh ini belum ada pemberitahuan pelunasan biaya haji bagi 8.234 calon haji asal Sumut yang akan berangkat tahun ini. “Kita masih menunggu keputusan itu,” akunya.

Abdul Rahman membenarkan, jika biaya haji tahun 2012 untuk calon haji asal Sumut sebesar Rp31 juta, mengalami kenaikan jika dibandingkan biaya haji tahun 2011 lalu yang hanya sekira Rp29 juta lebih.
“Kita tidak bisa memastikan apakah tahun-tahun selanjutnya akan naik atau malah turun. Kita harapkan jangan naiklah, kasihan calon haji dari Sumut,” cetusnya. (ari)

Sopir Tewas di Dalam Parit

Truk Kontainer Hantam Panther di Tol Balmera

Medan-Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Tol Balmera KM 20,4 antara truk kontainer bermuatan kayu BK 8117 LU dengan mobil kijang BK 118 XC serta mobil panther BK 648 EL. Akibatnya, Usman Syarif (58) alias Aciang, sopir panther tewas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan jika kejadian Laka Lantas itu terjadi saat mobil panthern
yang dikemudian Aciang berhenti di sisi kiri jalan tol Balmerah Bandar Setia karena rusak. Saat itu, rekan korban Hendra Kartadinana yang mengendarai mobil kijang BK 118 XC datang guna membantu dan memarkirkan mobilnya di belakang mobil milik Usman Syarif.

Saat keduanya tengah sibuk berusaha memperbaiki mobil, tiba tiba truck kontainer bermuatan kayu yang dikemudikan Marhan Syahri Hasibuan (38) datang dari arah yang sama dan berusaha menyalip kedua mobil yang terparkir di sebelah kiri jalan. Namun naas, saat akan membanting stir ke kanan tiba-tiba muncul kendaraan lain dari arah berlawanan dengan kecepatan penuh, gugup, si pengemudi truk pun membanting stir ke kiri dan menghantam kedua mobil yang terparkir tersebut. Akibatnya mobil panther milik Usman Syarif jatuh ke parit tol sedalam 8 meter.

Korban Usman Syarif yang saat itu berada di dalam mobil turut terjatuh ke dalam parit dan terjepit di dalam mobil. Malang bagi pria paruh baya ini pun tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Sementara rekannya Hendra Kartadinana kritis dengan kondisi terluka parah di sekujur tubuh.

Proses evakuasi korban dan bangkai mobil pun berlangsung selama 4 jam oleh petugas Lalu Lintas Polsek Percut Sei Tuan dan petugas Jasa Marga. Jenazah korban tewas dibawa ke RS Sehat Jl Letda Sudjono sementara korban kritis dibawa ke RS Deli Jl Merbabu. Sementara itu supir truk kontainer bermuatan kayu langsung diamankan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Kanit Lantas Polsek Percut Sei Tuan, AKP Maju Harahap saat dikonfirmasi Posmetro Medan (grup Sumut Pos) membenarkan kejadian yang menewaskan seorang pengemudi mobil tersebut. Dia pun mengatakan telah mengamankan supir truk yang saat itu datang dari arah belawan. “Benar, kejadian sore tadi. Proses evakuasi berlangsung sekitar 4 jam, korban sudah dibawa ke rumah sakit sementara supir truck sudah kita amankan,” ujarnya. (smg)

Pembagian Pajak Eskpor Sawit tak Jelas

Dana Bea Keluar Belum Dikembalikan ke Sumut

MEDAN- Semenjak dikeluarkan kebijakan pajak ekspor sawit atau bea keluar (BK) oleh pemerintah pusat, hingga saat ini Sumut belum pernah mencicipinya. Peraturan terkait pajak ekspor sawit ini pun tidak jelas karena belum ada kejelasan pembagian berapa besar untuk daerah dan berapa persen untuk pusat.
“Entah 70 atau 60 persen untuk daerah sisanya untuk pusat  Tapi, belum ada angka pembagian itu,” ungkap Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Laksamana Adyaksa, kemarin.

Laksamana yang juga sekretaris dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut ini menegaskan dana BK sejatinya akan dikembalikan ke daerah perkebunan. “Peraturan terkait BK itu dibuat, untuk menjaga ketersediaan CPO atau minyak goreng di tanah air tetap ada,” jelas Laksamana.

Selain itu, dalam kebijakan tersebut juga dinyatakan bahwa nantinya dana BK akan dikembalikan untuk membangun infrastruktur daerah perkebunan sawit. “Tetapi, hingga saat ini belum ada sedikitpun dana BK  dikembalikan,” tegasnya.

Laksamana menambahkan, bahwa sejak berlakunya BK yang disesuaikan dengan harga belum ada alokasi yang diterima Sumut. Padahal, pemerintah daerah sudah beberapa kali meminta ke pemerintah pusat. Tetapi, belum mendapat jawaban terkait hal tersebut. “Bahkan, kita pernah memberikan penawaran ke pemerintah pusat, untuk BK kita potong didepan, 50 persen pusat, 50 persen daerah penghasil. Tapi mereka tidak berani,” papar Laksamana. “Pemda juga tidak berani, takut dibilang kita kudeta. Padahal, niat kita hanya membutuhkan kejelasan alokasi,” paparnya.

Dirinya menambahkan, selama ini pengusaha ribut meminta pengembalian BK tersebut karena pada umumnya infrastruktur didaerah perkebunan sangat jelek. Dan seharusnya, tugas pemerintah daerah setempat yang memperbaiki. “Lihat jalanan di Asahan atau Labuhanbatu, jelek sekali. Masak pengusaha yang bangun? Itu tugas pemerintah. Kemana uang BK-nya,” tambahnya.

Laksamana menyatakan, selama ini masalah terkait dengan BK ini sudah sering sekali diributin oleh Gapki, tetapi sepertinya, pemerintah daerah dan pemerintah pusat tidak menanggapi. “Jadi kita diamkan saja untuk saat ini, tapi kesabaran kita kan ada batasnya,” tambahnya. “Pengusaha tidak protes akan pungutannya, tapi harus jelas alokasinya,” tegas.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Taswin menyatakan bahwa dengan BK akan membuat harga jual sawit petani menurun. “Salah satu komponen yang membuat harga jual petani rendah di pabrikan adalah BK. Jadi, bukan hanya pengusaha yang ribut untuk pengembalian BK, kita juga petani ribut kok,” ujarnya.

Taswin menjelaskan, salah satu alasan pemerintah membuat kebijakan pajak ekspor ini agar ketersediaan minyak goreng di dalam negeri aman. “Mau tidak mau kita harus ekspor karena produksi kita sebesar 25 hingga 26 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan kita hanya 7 juta ton per tahun,” ungkapnya.

Karena itu, dirinya berharap agar BK tersebut dapat dikembalikan terutama untuk jalanan di sekitar perkebunan. “Lihat perkebunan kita, kalau sudah musim hujan begini tidak bisa dilewati. Per mobil saja bisa putus. Karena itu, kita harapkan ketegasan pemerintah daerah untuk memperjuangkan BK. Kalau infrastruktur baik, petani tidak perlu mengeluarkan biaya lebih lagi,” tegasnya.

Dana Bagi Hasil pun Belum Jelas
Di sisi lain, tuntutan sejumlah daerah, termasuk Sumut, agar segera ada jatah Dana Bagi Hasil (DBH) perkebunan pun belum menampakan hasil Sejatinya hal ini bukan cerita baru lagi.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pun sudah menyambutnya, dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) DBH. Anggota Pansus DBH DPD, Parlindungan Purba, menjelaskan, anggota DPD yang duduk di Pansus menyuarakan kepentingan daerah masing-masing. Ada yang menuntut alokasi DBH pariwisata, ada juga yang mendesak DBH khusus migas. “Nah, saya, sebagai wakil dari Sumut, mendorong agar ada DBH perkebunan,” ujar Parlindungan Purba kepada Sumut Pos di Jakarta, Rabu (11/7).

Saat ini Pansus DBH DPD ini terus melakukan pendalaman kajian, yang hasilnya nanti disorongkan ke DPR, yang punya kewenangan membahas perubahan UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan, bersama pemerintah.

Sembari melakukan kajian, lobi-lobi informal terus dilakukan, baik dengan para anggota DPR maupun ke pihak pemerintah. Menkeu Agus Martowardojo, menurut Parlindungan, dalam pembicaraan informal dengannya, menyatakan setuju ada alokasi DBH perkebunan. “Menkeu bilang, boleh saja ada DBH perkebunan. Tapi kata Menkeu, ini menyangkut UU. Jadi UU-nya harus direvisi dulu,” terang Parlindungan.

Bagaimana komposisi pembagian hasil perkebunan pusat dengan daerah penghasil? Parlindungan mengatakan, Pansus DBH DPD belum sampai membahas soal angka. “Kita belum masuk ke hitung-hitungan angka,” cetusnya.

Selain Sumut, daerah lain yang juga getol memperjuangkan DBH perkebunan adalah Kalimantan Tengah (Kalteng). Anggota Pansus DBH DPD asal Kalteng, Hamdani pernah mengatakan, UU Nomor 33 Tahun 2004 tidak secara khusus mengatur tentang sektor perkebunan. Yang ada hanya secara umum yakni DBH sumber daya alam (SDA). Total perkebunan di Kalteng berjumlah 316 unit dengan luas 3.755.068 hektar.

DPR sendiri sudah menyalakan ‘lampu hijau’ untuk masalah DBH perkebunan ini. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Aziz pernah mengatkan, area perkebunan kelapa sawit di Sumatera, khususnya Sumut dan Riau, terus berkembang pesat. Begitu pun di Kalimantan. Sementara, belum ada diatur secara khusus DBH perkebunan, terutama dari hasil ekspor CPO.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Sumut, Aspan Sopian Batubara, mengatakan tidak adanya DBH perkebunan untuk Sumut karena tidak adanya respon Kemenkeu.
“Kita sudah memiliki kesepakatan dengan para gubernur lainnya, dan kita telah mengajukan ke pusat. Tapi belum direspon oleh Kemenkeu sampai saat ini,” akunya.

Desakan agar Pemprovsu mengupayakan dana bagi hasil perkebunan tersebut, dikemukakan anggota DPRD Sumut yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut, HM Affan SS. “Kita jangan hanya memberikan hasil namun tidak menikmati hasil itu. Karena itu untuk pembangunan di Sumut,” tukasnya. (ram/sam/ari)

Vini Vidi Vici Jokowi

JAKARTA-Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sukses mempermalukan lembaga survei yang menjagokan Fauzi Bowo bakal unggul dalam perolehan suara Pilkada DKI Jakarta. Seluruh hasil perhitungan cepat menunjukkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) mengungguli Fauzi Bowo-Nahrowi Ramli (Foke-Nara) dengan selisih suara hingga sembilan persen. Keduanya dipastikan bertarung di putaran kedua pilkada pada September mendatang.

Perhitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan Jokowi-Ahok memimpin perolehan suara dengan 43,04 persen, unggul sembilan persen diatas petahana Foke-Nara dengan perolehan suara 34,17 persen. Pasangan Hidayat Nurwahid-Didik Rachbini berada di peringkat ketiga dengan 11,77 persen, disusul pasangan independen Faisal Basri-Biem Benyamin dengan 4,83 persen. Secara mengejutkan, pasangan Alex Nurdin-Nono Sampono hanya meraih 4,34 persen suara dan pasangan Hendardji Supandji-Riza Patria berada di nomor buncit dengan 1,80 persen.

Hasil ini berbeda jauh dengan jajak pendapat seluruh lembaga survei yang mengunggulkan Fauzi Bowo bakal memimpin perolehan suara. Survei Lingkaran Survei Indonesia pada 22-27 Juni lalu menyatakan Foke-Nara bakal menang besar dengan meraup 43,7 persen jauh mengungguli pasangan Jokowi-Ahok yang hanya meraup 14,4 persen di nomor dua.

Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pada 2-7 Juli lalu bahkan menyatakan Foke-Nara meraup 47,2 persen, jauh meninggalkan Jokowi-Nara yang hanya meraup 15,2 persen di peringkat dua.

Perolehan suara Jokowi-Ahok ini luar biasa besar. Berdasarkan survey internal PDI Perjuangan, pada Desember lalu, ketika Jokowi ditetapkan sebagai calon gubernur, popularitasnya hanya enam persen. Sebulan kemudian, popularitasnya naik menjadi tujuh belas persen.

Akhir Juni lalu, popularitas Jokowi di survei internal PDI Perjuangan-Gerindra meningkat lagi menjadi tiga puluh tiga persen, masih jauh dibawah Foke yang berada di kisaran 43 persen. Kini, perolehan suaranya justru berbalik, Jokowi memperoleh suara 43 persen sementara Foke melorot menjadi 34 persen.

Direktur Eksekutif Puskaptis Yusin Yazid mengatakan, melorotnya suara Foke disebabkan kinerja tim sukses yang tidak profesional, kurang kreatif, dan buruk pendekatannya pada media massa karena hanya mengandalkan sejumlah media tertentu. Selain itu, partai pengusung Foke juga tidak bekerja karena konflik internal maupun mendukung calon lain. Sebagai petahana, Foke juga lebih senang berada di belakang meja dibandingkan turun ke lapangan mendekati masyarakat secara langsung.

“Sebenarnya Partai Demokrat (Foke-Nara) dan PDI Perjuangan (Jokowi-Ahok) sama-sama tidak bekerja di lapangan. Hanya massa PKS (Hidayat-Didik) yang efektif bekerja. Namun, kunci kemenangan Jokowi adalah kampanye denan model pendekatan langsung ke masyarakat, sehingga warga Jakarta merasa sosok seperti Jokowi yang mereka butuhkan,” tuturnya.

Pakar politik Universitas Indonesia, Budyatna, menilai Fauzi Bowo dihukum kalangan menengah ke atas yang tidak peduli dengan stigma kesukuan yang selalu diusung Foke-Nara. Mereka lebih mementingkan calon yang mengusung program-program yang diharapkan mampu mengentaskan masalah Jakarta.

“Di pilkada (2008) lalu, terjadi pertarungan ideologis dan kesukuan. Namun, kini warga Jakarta sudah cerdas, mereka menginginkan perubahan karena sudah tidak percaya lagi dengan incumbent,” tuturnya.

Kordinator Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menilai masyarakat tidak peduli lagi dengan hasil survei karena menilai lembaga survey sekadar korporasi pencari untung dari demokrasi. Warga Jakarta juga cerdas karena tidak lagi mengandalkan pertimbangan agama atau etnis dalam memilih. “Masyarakat sudah tidak peduli itu semua,” tegasnya.

Direktur Executive Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia, Toto Izul Fatah, mengatakan tiga hasil survei lembaganya memang menunjukkan Foke-Nara paling unggul, namun Jokowi-Ahok mendapatkan peningkatan elektibilitas yang sangat signifikan.

“Selalu terjadi margin antara survei dan quick count karena survei didasarkan pada opini dari responden yang selalu berubah, sementara quick count berdasarkan fakta perhitungan suara TPS, sehingga tidak bisa dijadikan patokan,” terangnya.

Toto menilai keunggulan Jokowi juga disebabkan banyaknya golongan putih yang mencapai 40 persen, naik lima persen dari pilkada lima tahun sebelumnya. Golongan putih ini diperkirakan pemilih tradisional Foke di pemilu sebelumnya, namun kali ini tidak menggunakan suaranya karena berbagai alasan.

“Foke cenderung tidak terlalu banyak manuver, bahkan cenderung menjauhi publik, menjauhi pers, dan malah melepaskan kampanye kepada Nahrowi. Mungkin disebabkan percaya diri terlalu tinggi karena banyak survei yang mendukung kemenangannya,” terang Toto.

Sementara, suara Jokowi berasal dari swing voters atau massa mengambang yang jumlahnya mencapai 30 persen. Massa mengambang ini baru menjatuhkan pilihan pada hari pencoblosan karena sejumlah faktor, seperti pencitraaan positif Jokowi yang merakyat maupun pakaian khas kotak-kotak merah yang gampang diingat publik.

Terkait putaran dua, Toto menilai Foke akan meraup suara limpahan dari pemilih Hidayat-Didik karena basis ideolog nasional religius pemilih Hidayat-Didik yang sulit menerima calon berbeda agama, seperti Ahok yang berpasangan dengan Jokowi. “Massa PKS sulit mendukung Jokowi yang abangan. Namun seberapa banyak yang pindah sulit diperhitungkan,” terangnya.

Hal berbeda disampaikan Budyatna. Dia menilai Jokowi-Ahok akan memperoleh limpahan suara dari pendukung empat kandidat yang kalah namun tetap menginginkan perubahan di Jakarta. “Saya melihat, dari enam kontestan, lima calon selalu mengkritik Foke. Jadi ada kemungkinan suara yang tidak menang, sebagian besar akan mengarahkan ke Jokowi,” tutur Budyatna. (ind/dai/dim/jpnn)

Berbikini Biar Profesional

Ines Putri

Ines Putri // kapanlagi
Ines Putri // kapanlagi

Miss Indonesia 2012 Ines Putri menyatakan kesiapannya untuk mengikuti berbagai aktivitas dalam kontes Miss World 2012. Termasuk mengenakan bikini yang merupakan aturan wajib seluruh
kontestan Miss World.

“Nggak masalah, kan tetap harus profesional di sana. Mau nggak mau kita tetap harus mengikuti peraturan di Miss World kan? jelasnya saat ditemui Selasa lalun
Dara berusia 23 tahun ini juga tak khawatir bakal diprotes keras karena berbikini saat mengikuti kontes Miss World 2012.

“Apa yang saya lakukan juga demi nama baik Indonesia kok. Kalau pun dilarang, toh saya juga akan tetap mengalah kan di sana, karena memang aturannya harus seperti itu,” jelas Ines.

Miss World 2012 akan berlangsung di Mongolia pada 18 Agustus 2012. Seperti seniornya yang lain, Ines juga memiliki target untuk meraih gelar Miss World. Tercatat, Indonesia sudah delapan kali mengirimkan wakilnya di ajang tersebut, tapi tak ada satu pun yang membawa pulang mahkota Miss World ke Tanah Air.

“Ini jadi satu tantangan besar buat saya, bagaimana caranya saya bisa menjuarai Miss World 2012. Karena itu, saya juga mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Indonesia,” harap gadis asal Bali ini.

Sebelum berangkat, Ines ini lebih dulu menjalani serangkaian pembekalan. Di antaranya, Character Building, Public Speaking, Modelling, Catwalk, Dance, Beauty Class dan Golf Class. Ines sendiri mengaku memiliki keunggulan dalam beberapa bidang seperti Sport, Talent Show dan Beauty With A Purpose. Ketiga bidang tersebut akan ditampilkannya kepada dewan juri yang akan menilai performance-nya selama mengikuti Miss World 2012. (ins/jpnn)

Target Dana tak Tercapai, Uang Kembali

Mewujudkan Ide Kreatif Melalui Crowdfunding, Konsep Pendanaan Kolaboratif   

DITEMUI: Pendiri Wujudkan.com Mandy Marahimin saat ditemui belum lama ini.//SOFYAN HENDRA/Jawa Pos/jpnn
DITEMUI: Pendiri Wujudkan.com Mandy Marahimin saat ditemui belum lama ini.//SOFYAN HENDRA/Jawa Pos/jpnn

Film Atambua 39’ Celcius garapan Riri Riza-Mira Lesmana adalah contoh proyek yang sukses mengail dana melalui situs crowdfunding wujudkan.com yang diprakarsai Mandy Marahimin dan tiga rekannya. Sistem penggalangannya all or nothing: Jika target tak tercapai, uang dikembalikan  kepada donatur. 

SOFYAN HENDRA, Jakarta

PERMINTAAN seorang teman untuk dicarikan dana pembuatan film membuat Mandy Marahimin berkenalan dengan kickstarter.com. Itulah situs crowdfunding dari Amerika Serikat yang didirikan Perry Chen, Yancey Strickler, dan Charles Adler pada 2008.

Namun, ide film sang rekan ternyata tidak bisa didaftarkan di situs yang pernah ditabalkan majalah Time sebagai salah satu Best Inventions of 2010 tersebut. Sebab, salah satu syaratnya adalah harus memiliki nomor social security AS.

Tapi, Mandy yang sudah sebelas tahun ini menjadi pekerja film itu tak kecewa. “Saya malah senang melihat-lihat situs itu. Saya sisihkan USD 20 dolar sebulan buat kasih donasi,” kata Mandy saat ditemui di Starbucks Coffee, Mal Senayan City, Jakarta, pekan lalu. Meskipun di luar negeri bukan hal baru, crowdfunding masih cukup asing di tanah air. Ia adalah sebuah konsep pendanaan kolaboratif. Dalam konsep itu, pendanaan tidak didapatkan hanya dari segelintir orang, tapi justru dari sebanyak-banyaknya orang.

Semua orang itu (baca: donatur) bergotong royong mengumpulkan dana yang akan digunakan untuk mewujudkan suatu ide kreatif. Dalam tiga tahun terakhir, konsep tersebut berkembang pesat di seluruh dunia. Telah ada sekitar 460 situs crowdfunding di seluruh dunia.

Nah, dari perkenalan yang lantas mendorongnya menjadi donatur itu, Mandy berpikir, buat apa menyisihkan uang untuk ide kreatif di luar negeri. Production coordinator film Gie dan publicist film Ada Apa dengan Cinta itu berpikir untuk membuat crowdfunding sendiri.

Februari lalu; bersama Dondi Hananto, praktisi finansial; Zaki Jaihutan, praktisi legal; dan Wicak Soegijoko, pengembang teknologi; dia membidani kelahiran wujudkan.com. Selain wujudkan.com, ada beberapa situs crowdfunding serupa di tanah air. Antara lain, gagas.web.id dan patungan.net.

Mekanisme pengumpulan dana di wujudkan.com sebenarnya cukup sederhana. Kreator atau pemilik proyek tinggal mempresentasikan idenya. Detail proyek juga menyangkut jumlah target dana serta proyeksi masa penggalangan dana.

Maksimal penggalangan dana dilakukan selama tiga bulan. Jika lolos verifikasi, proyek bisa dipampang di halaman wujudkan.com untuk menggaet dana dari suporter atau donatur.
Setiap proyek diteliti secara hati-hati oleh Mandy dan timnya. “Kami hanya meloloskan kreator yang memiliki kapasitas untuk mewujudkan proyeknya,” tutur perempuan kelahiran Agustus 1975 tersebut.
Karena itu, rekam jejak kreator penting. Kreator harus mendaftarkan dirinya beserta tautan jejaknya seperti di Facebook, Twitter, atau Linkedin.

“Kami tidak menjadi juri yang men-judge sebuah ide. Hanya, kami akan melihat apakah kreator mampu mewujudkan proyeknya,” terang dia.
Kreator juga bebas menentukan jumlah dana yang dibutuhkan. Namun, Mandy menekankan agar kreator realistis dalam menentukan dana. Sebab, sistem penggalangan dana bersifat all or nothing.

“Artinya, jika target dana tak tercapai, uang akan dikembalikan lagi ke rekening donatur,” papar Mandy.
Pemeriksaan terhadap kelayakan proyek juga dilakukan agar sedapat-dapatnya tidak ada proyek fiktif. Dengan demikian, pihak yang menggalang dana maupun donatur bisa menjadi setara.

Di satu sisi, pemilik proyek dapat mengenal siapa publik karyanya dan sekalian mengukur ketajaman ide kreatifnya. Di sisi lain, para donatur menjadi terlibat secara aktif dalam proses mewujudkan sebuah karya. Sebab, mereka secara aktif memilih proyek yang dianggap layak diwujudkan.

“Selama ini, banyak yang mengeluh bahwa karya kreatif kita itu-itu saja. Kini semua dapat memilih yang mana yang mau diwujudkan. Ini pendanaan yang demokratis,” ucap Mandy.

Dana para suporter dikumpulkan dalam rekening wujudkan.com. Setelah terkumpul sesuai dengan target, dana akan ditransfer ke rekening kreator. Berbeda dengan lembaga pengumpul dana konvensional, tanggung jawab dalam crowdfunding ada pada pemilik proyek. “Donatur menyumbang ke pemilik proyek. Bukan ke kami. Kami hanya medianya,” katanya.

Kreator bertanggung jawab mempublikasikan sendiri perkembangan pelaksanaan proyek kepada para penyumbangnya. Jika dana terkumpul, wujudkan.com akan mengutip 5 persen dari total yang terkumpul.
“Angka 5 persen itu mengacu pada kebanyakan crowdfunding di luar negeri saja,” beber dia.

Sejak wujudkan.com didirikan Februari lalu, tak kurang dari 20 proyek kreatif telah dipresentasikan. Idenya beragam, mulai film, musik, fotografi, teknologi, pameran, riset dan pengembangan, hingga fashion.
Menurut Mandy, masih ada beberapa kendala dalam mengembangkan situs crowdfunding di tanah air. Utamanya adalah sistem pembayaran via online yang belum banyak digunakan.

Sebenarnya, banyak yang ingin menyumbang, namun belum percaya dengan pembayaran via online. Membayar via ATM juga butuh waktu luang. “Itu kendala utamanya,” imbuh dia.

Selain film Atambua 39’ Celcius, proyek lain yang juga sukses mengumpulkan dana lewat wujudkan.com adalah Papan untuk Semua: Atap untuk Rumah Uay. Uay adalah seorang tukang ojek di Cimahi yang memiliki dua anak. Seperti tertera di laman wujudkan.com, target dana untuk proyek itu Rp2.500.000. Dari 33 donatur, akhirnya terkumpul dana Rp 4.780.000.

“Seperti yang telah kami beritakan, kelebihan donasi akan kami gunakan untuk tahap berikutnya dari pembangunan rumah keluarga Uay,” ujar Yu Sing, sang arsitek, seperti dilansir wujudkan.com. (*)

DPT Kacau, Pemilih Siluman Bakal Gentayangan

SURAT: Tampak penghitungan surat suara di Pilgubsu 2008 silam di Kecamatan Medan Sunggal. Verifikasi DPT oleh KPUD Sumut harus akurat untuk menghindari pemilih siluman. //ANDRI GINTING/SUMUT POS
SURAT: Tampak penghitungan surat suara di Pilgubsu 2008 silam di Kecamatan Medan Sunggal. Verifikasi DPT oleh KPUD Sumut harus akurat untuk menghindari pemilih siluman. //ANDRI GINTING/SUMUT POS

JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut sebagai penyelenggara Pilgubsu 2013 harus berhati-hati terhadap para pemilih siluman (ghost votter) yang seringkali dimanfaatkan balon tertentu untuk memanipulasi suara. Sisa suara akibat banyaknya pemilih ganda atau fiktif yang bersumber dari kekacauan Daftar Pemilih Tetap (DPT)  membuat manipulasi suara di Komite Panitia Pemungutan Suara (KPPS) sulit dicegah.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow, mengingatkan, langkah antisipasif dipersiapkan secara serius dengan keterlibatan banyak pihak. ‘’Sebab siapa yang akan jamin tak akan ada penyalahgunaan sisa surat suara di TPS-TPS?” tukasnya.

Jeirry mencontohkan fakta serupa yang terjadi di Pilgub Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dalam sidang gugatan Pilgub Jatim di Mahkamah Konstitusi (MK), seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengaku mencoblos 200 surat suara sisa.

“Jadi panitia pengawas (Panwas) atau pemantau sulit mengawasi model manipulasi seperti ini. Coba mana ada Panwas menemukan PPS seperti di Jawa Timur yang mencoblos sisa surat suara. Tak ada yang temukan itu, dan itu nyata,” ungkapnya. Jeirry mengatakan kejadian seperti itu tak hanya terjadi sekali, namun kembali terulang di Maluku.

“MK memutuskan pemungutan suara ulang di sejumlah kecamatan. Malah parahnya KPU di sana mencoblos sisa surat suara untuk calon tertentu. Praktik di belakang layar seperti itu yang sulit terdeteksi. Itu terjadi di KPPS. Kalau sudah masuk KPU Provinsi, surat suara itu tinggal angka-angka saja,” paparnya.

Koordinator Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, mengingatkan kerawanan yang sama. Deteksi dini perlu dilakukan KPUD, Panwas, dan para pemantau Pilgub. Pasalnya penundaan Pilkada sulit dilakukan karena terkejar tenggat waktu (deadline) pelaksa- naan. Reaksi yang berlebihan yang berpotensi kerusuhan juga bisa terjadi akibat provokasi  oknum-oknum tertentu atau kelompok-kelompok pendukung bakal calon (balon).

‘’Kalau mau mengejar kualitas memang sulit. Misalnya DPT harus diperbaiki dalam satu hari ya, itu mustahil. Penundaan Pilkada juga akan berdampak luas,” dia mengingatkan.

Said sepakat antisipasi terhadap ghost votter adalah sedini mungkin mengingatkan KPUD agar tidak membuat kesala- han dalam penyusunan DPT. Seluruh anggota masyarakat harus ikut mengontrol proses DPT, termasuk aktif mengawasi TPS-TPS pada saat pemungutan suara berlangsung. “Misalnya seluruh saksi pasangan calon memegang daftar pemilih-pemilih ganda. Sortirnya di situ. Jadi kalau ditemukan pe nyalahgunaan formulir pemilih, orang itu bisa ditangkap di tempat,” katanya.

Terpisah, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan para pemilih dalam berbagai Pilkada tidak tertipu. Yang paling mudah tertipu adalah kaum perempuan. Megawati mengatakan, biasanya yang mudah dibohongi adalah kaum ibu.

“Biasanya ibu-ibu gampang dibohongi. Yang bohongi ya bapak-bapak. Sering dikatakan, sudah jangan datang Bu, sudah diwakilkan,” kata Megawati saat mengikuti acara dialog di Perpustakaan Nasional, Jakarta, baru-baru ini.

Lalu, kata Megawati, di kotak suara ternyata ada manipulasi pencoblosan yang dilakukan oleh ghost votter. Hal itu terjadi akibat tak ter kendalinya praktik politik uang (money politic) di setiap Pilkada. (gir/sam)

CH Terganjal ‘Perahu’, RE Berpeluang Maju

BALIHO: Baliho bergambar balon dari Partai Golkar Chairuman Harahap di Jalan Sutomo simpang Jalan HM Yamin, Medan, Jumat (6/7).//TRIADI WIBOWO/sumut pos
BALIHO: Baliho bergambar balon dari Partai Golkar Chairuman Harahap di Jalan Sutomo simpang Jalan HM Yamin, Medan, Jumat (6/7).//TRIADI WIBOWO/sumut pos

MEDAN- Langkah anggota DPR RI dari Partai Golkar, Chairuman Harahap (CH) untuk maju sebagai balon Gubsu ditengarai kembali terganjal di tengah jalan.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos menyebutkan DPP Partai Golkar dikabarkan kurang tertarik mengusung CH bertarung di Pilgubsu pada 7 Maret 2013 mendatang. Sejauh ini pengurus pusat partai beringin itu lebih sreg dengan popularitas mantan Direktur Utama PT Bank Sumut Gus Irawan.

Rumor panas yang beredar di kalangan internal Partai Golkar Sumut itu melenting seusai Rapimnas III Partai Golkar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6) lalu.

‘’Sepertinya CH berat  maju sebagai Cagubsu. DPP (Golkar) lebih berat ke sosok Gus Irawan. Isu ini sudah beredar luas di Rapimnas III di Kota Bogor pada 29 Juni lalu. Saya saja baru sampai di Medan sehabis Rapimnas kemarin,’’ ungkap seorang fungsionaris Partai Golkar Sumut yang minta namanya dirahasiakan di Hotel Polonia, Medan, Rabu (11/7).

Sumber itu menyebutkan hingga kini DPP memang belum memberikan keputusan siapa nama yang dijagokan dari Partai Golkar di Pilgubsu mendatang. ‘’Belum ada sinyal ke arah sana. Tapi tanda-tanda dari partai menjagokan satu nama sudah bisa terbaca,’’ tegasnya.

Informasi senada juga diperoleh dari seorang fungsionaris Partai Golkar Sumut lain yang mengikuti Rapimnas III di Bogor. ‘’Kami dari awal sudah curiga Bang Uman (panggilan akrab CH, Red) bakal tak didukung partai.

Kami perhatikan aktivitas ‘Chairuman Center’ di Jalan AH Nasution tak seperti calon-calon lain,’’ dia menguatkan. Fungsionaris yang juga minta namanya dirahasiakan Sumut Pos itu menyatakan pengurus pusat sudah mengantongi satu nama yang diduga akan fix dijagokan Partai Golkar yaitu Gus Irawan.

Ditanya apa pertimbangan partai mendukung Gus ketimbang CH yang notabene adalah kader senior, fungsionaris itu mengaku belum punya bocoran. ‘’Boleh jadi ada pertimbangan karena kegagalan Bang Uman di Pilgubsu yang lalu. Bisa saja kan?’’ ujarnya berandai-andai.

Dugaan sejumlah fungsionaris DPD Golkar Sumut atas pilihan nama ke Gus Irawan ini semakin kuat tatkala melihat adik politisi kawakan Partai Golkar Bomer Pasaribu ini konsisten melakukan pencitraan di kalangan masyarakat.

‘’Informasi yang kami dapat Gus Irawan sudah mengontrak Ustadz Arifin Ilham untuk mengisi safari Ramadan di sejumlah daerah,’’ dia menambahkan.
Sekjen DPD Partai Golkar Hanafi Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (11/7) petang, membantah rumor soal terganjalnya CH di bursa  persaingan balon Gubsu Partai Golkar.

Hanafi menyatakan informasi yang berkembang dari DPP Partai Golkar itu tidak benar. ‘’Semua info dari Bogor itu tak benar,” ujar pria berkumis tebal ini. Ditanyai tahapan pencalonan di partai sejauh ini, Hanafi menegaskan, DPP masih menyurvei 10 nama yang mendaftar. ‘’Nama-nama itu sudah masuk ke DPP. Jadi belum dipastikan siapa yang akan diusung oleh partai,” tukasnya.

Sebagai informasi, CH tercatat sudah dua kali gagal di Pilgubsu sebelumnya. Pada saat Gubsu dipilih DPRD periode 2003-2008, pasangan calon CH dan Serta Ginting yang diusung Fraksi Partai Golkar kalah suara atas rivalnya mendiang  Rizal Nurdin dan Rudolf Pardede yang dijagokan Fraksi PDIP. Pada Pilgubsu langsung periode 2008-2013 CH batal maju karena gagal  mendapatkan ‘perahu’ alias partai politik.

RE Berpeluang
Dari Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Damai Sejahtera (PDS), yang sudah resmi mengusung DR RE Nainggolan sebagai Cagubsu di Pilgub 2013, mengklaim jagonya itu sudah memenuhi persyaratan dukungan partai pengusung.

Sekjen DPP PDS Sahat Sinaga menyebutkan, sebagai partai pengusung, PDS sudah menggalang komunikasi dengan sejumlah partai  yang menyatakan siap untuk bersama-sama membangun koalisi mencalonkan mantan Bupati Taput tersebut.

Hanya saja, saat ditanya partai mana saja yang pasti siap bergandeng tangan dengan PDS mengusung mantan Sekdaprovsu yang akrab disapa RE ini, Sahat belum bersedia memberikan bocoran. Alasannya, komitmen sejumlah partai yang sudah diajak komunikasi itu masih berupa gentleman agreement,  belum tertuang secara hitam di atas putih alias tertulis.

“Pada saatnya nanti diumumkan bersama. Kami berharap komitmen itu bisa dijaga sampai final, sampai ada kesepakatan tertulis. Mudah-mudahan pertengahan bulan ini sudah final,” ungkap Sahat kepada koran ini di Jakarta, kemarin (5/7). Seperti diketahui, syarat dukungan partai untuk bisa mengusung calon adalah jumlah raihan suara partai-partai pada Pemilu 2009 itu minimal setara 15 persen kursi di legislatif.

Ditanya berapa persen jumlah suara partai koalisi pengusung RE, Sahat tetap belum mau menyebutkan. “Yang jelas cukup, malah lebih. Tapi kami tunggu saja komitmen mereka sampai final,” ujarnya lagi.
Mengenai calon wakilnya, Sahat mengaku, para partai yang siap mengusung RE , belum bisa memutuskan.

“Yang jelas pakai prinsip pluralisme, baik dari segi keagamaan maupun etnisitas. Meski sebagai pemuda saya menjunjung tinggi prinsip NKRI, tapi realita politik harus dihadapi. Pluralisme harus diakomodir,” terangnya. PDS ditegaskan siap berjibaku memenangkan RE. Bahkan, pada Selasa (3/7) lalu, Sahat mengaku turut me- nyertai RE pada acara sosialisasi pencalonannya di Nias Barat.
Mengenai sikap PDS sendiri disebutkan sudah harga mati  mengusung RE. PDS tidak akan lari ke lain hati. “Kami sudah pacaran lama sekali,” katanya mantap. (rud/ari/sam)