Home Blog Page 13275

Rawan Kudeta

KOMPETISI Indonesian Super League (ISL) musim ini telah memastikan Sriwijaya FC sebagai juara meski belum menuntaskan seluruh laga. Dengan rata-rata sisa dua laga, persaingan papan atas tak lagi menarik. Namun justru pertarungan menghindari jurang degradasi yang sangat kompetitif.

Setiap pekannya posisi di papan bawah terus berganti. Buktinya selisih angka mulai dari posisi 11 hingga 17 sangat ketat. Arema Indonesia yang menghuni posisi 11 dengan koleksi 38 angka mengoleksi angka sama dengan yang berada satu strip di bawahnya. Keduanya tinggal menyisakan satu laga. Yang berarti poin maksimal 41. Posisi keduanya dengan Persisam di peringkat 13 juga hanya berselisih satu angka. Bedanya Christian Gonzales dkk masih menyisakan dua laga dengan poin maksimal 43.

Nah, PSMS yang saat ini menghuni posisi 14 (batas aman zona degradasi-red) belum aman. Dengan koleksi 36 angka dan sisa dua laga, posisi skuad besutan Suharto itu bisa saja disodok Persiram dan Gresik United, dua tim penguntit yang masih menyisakan satu laga. Sementara Deltras dan PSAP di posisi 17 dan 18 tak berpeluang lagi mengkudeta PSMS.

Posisi PSMS yang masih stabil di hunian 14 klasemen adalah andil hasil buruk Persiram yang takluk dari Persib 1-2, Kamis (5/7) kemarin. Padahal jika menang, tim asal Raja Ampat itu sudah pasti menggeser PSMS ke posisi play off (peringkat 15).

Karena itu skuad besutan Suharto harus mengemas poin dari lawatannya ke Kalimantan ini. Ujian perdana besok di Aji Imbut Tenggarong menghadapi Mitra Kukar. Jika kalah, kemungkinan posisi PSMS tidak berubah di hunian 14. Namun nasib PSMS bisa ditentukan di laga terakhir.
PSMS menghadapi laga cukup berat di markas Persisam Samarinda di laga pamungkas. Andai Sabtu (7/7) besok takluk dari Mitra Kukar, PSMS harus menang di laga terakhirnya. Apalagi Persisam lebih berpeluang karena bermain di Stadion Wombik, kandangnya sendiri menghadapi Pelita Jaya. Begitu juga Gresik United yang bermain di kandang kontra Persipura.

“Memang posisi di klasemen sangat ketat. Tapi kami tidak mau pikirkan laga lain. Fokus saja menghadapi pertandingan sendiri. Yang pasti kami akan berjuang agar PSMS tak turun kasta dalam kondisi apapun,” pungkas Caretaker Pelatih PSMS, Suharto. (mag-18)

Teladan Mulai Direnovasi

SETELAH sempat tertunda beberapa lama akhirnya Stadion Teladan mulai disentuh renovasi. Pengerjaan mulai dilakukan sejak Kamis (5/7) lalu di bawah pengawasan PT Aprilian Dwipa Internusa Surabaya, dengan dana kucuran dari Kemenegpora sebesar 10,518 miliar. Pantauan wartawan, sejak Kamis, stadion tertutup untuk segala kegiatan. Plank pengerjaan juga sudah terpasang.

PSMS ISL sudah menyelesaikan seluruh laga kandangnya. Namun tak demikian dengan PSMS IPL yang masih menyisakan dua laga kandang lagi dari tiga laga terakhirnya. Yakni kontra Arema dan Persibo. Maka Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam dipilih menjadi venue kandang untuk dua laga tersebut mulai Minggu (8/7) kontra Arema.

CEO PSMS, IPL, Freddy Hutabarat mengakui hijrah kandang ini semakin menyulitkan timnya yang tengah membutuhkan tambahan angka untuk lolos dari degradasi. Apalagi bermain di Lubuk Pakam diyakini akan semakin mengurangi jumlah penonton. “Kita mau gimana lagi. Memang harus pindah karena Teladan sudah mulai dikerjakan. Memang akan lebih menyulitkan tapi anak-anak akan terus berjuang maksimal untuk meraih poin,” katanya.

Di Stadion Teladan saja PSMS tak ditonton banyak fans, apalagi di Lubukpakam yang lebih jauh.  (mag-18)

Guru TK Dianiaya dan Nyaris Diperkosa di Pematang Sawah

LANGKAT- Seorang guru taman kanak-kanak (TK) Negeri, Dona Julianita Zendato babak belur akibat dianiaya dan nyaris diperkosa di pematang sawah oleh pria yang dikenalinya. Aksi penganiayaan dan pemerkosaan itu akhirnya diketahui oleh adik kandungnya yang berusia delapan tahun.
Keterangan yang dihimpun Posmetro Medan (Grup Sumut Pos, Jumat (6/7). Korban pada Kamis (5/7) sekira pukul 16.00 WIB, berjalan kaki menuju rumahnya. Untuk mempersingkat jalan, korban memilih menjalani setapak di areal persawahan dan perkebunan sawit milik warga.

Gadis yang kerap berpakaian muslim tersebut, sempat melihat seorang pria yang berjalan di belakangnya sambil membawa benda tumpul dan satu karung plastik terlihat keluar dari balik pohon kelapa sawit.

Sosok pria yang tak asing lagi itu tiba-tiba berlari untuk mendekatinya, akhirnya korban yang sempat menghindar, tak mampu lagi mengelak. Pelaku langsung menyekap korban dengan goni pelatik, kemudian mulut disumpal tangan. Korban terus meronta-ronta, sehingga pelaku kalap yang ketika sedang pegang kayu langsung memukuli kepala, tengkuk, bahu kanan dan paha korban sehingga pingsan.

Akibatnya, korban pingsan tak berdaya dan jatuh ke areal persawahan, sehingga pelaku berusaha memperkosa. Korban secara tiba-tiba sadar, dan berteriak minta tolong saat pelaku memegang bagian sensitive.

“Saya sempat mendengar suara teriakan minta tolong, tapi tidak terlihat dimana suara itu. Penasaran, Deo mencari asal suara dan melihat seorang pelaku, Bah Iyong berdiri di sawah sambil membuang sebilah kayu,” cerita Edo seraya menyebutkan melaporkan kejadian tersebut ke orangtuanya.
Tak terima anaknya dianiaya, kedua orangtua korban, Muchtar Zendatu (45) dan Sri Wahyuni (40) membawa anak gadisnya ke RS Sutomo untuk menjalani perawatan intensif dan melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Pangkalan Brandan.
Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Z Lubis membenarkan korban dan telah melapor. (jok/smg)

Curi Tembaga, Mandor PT Musim Mas Ditangkap Polisi

LABUHAN- Mandor pabrik PT Musim Mas, Albert Tito (20) warga Jalan Binjai Km 12,5 Kecamatan Sunggal ditangkap polisi karena kedapatan mencuri besi tembaga sebesar 270 Kg dari pabrik tempatnya bekerja.

Keterangan yang dihimpun Sumut Pos di kepolisian, penangkapan tersangka terjadi setelah petugas Satpam pabrik produsen minyak goreng itu curiga saat melihat goni yang dibawa Albert.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Satpam menemukan kawat tembaga dan besi curian yang akan dibawa keluar dari areal pabrik oleh tersangka. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Albert digelandang ke Mapolsekta Medan Labuhan.

Menjawab hal itu,  Staf humas PT Musim Mas, Leo membenarkan adanya seorang mandor diserahkan ke kepolisian karena kedapatan mencuri tembaga. Hal itu dilakukan sebagai bagian efek jera kepada pekerja lain, serta sebagai proses penegakkan hukum bagi pekerja yang bertindak di luar ketentuan.  “Benar, kami sudah serahkan tersangkanya ke polisi untuk diproses hukum,” katanya.

Sementara itu, mewakili Kapolsekta Medan Labuhan, Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, AKP Oktavianus mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan kemungkinan besar tersangka ditahan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadi tersangka, sedangkan barang bukti sudah kami amankan,” sebutnya. (mag-17)

4 Pria Bersenjata Rampok Penjaga Kebun dan Kadus

LABUHAN DELI- Aksi perampokan bersenjata tajam (sajam) di wilayah hukum Polsekta Medan Labuhan mulai muncul. Seorang penjaga kebun kelapa sawit, Sudarti (46) dan kepala dusun yang hendak menolong malah ikut jadi korban perampokan.

Peristiwa perampokan yang dilakukan empat pria bersenjata tajam (sajam) itu terjadi di Dusun VII, Desa Telaga VII, Labuhan Deli, Kamis (5/7) sekira pukul 21.00 WIB. Dalam aksinya, sebuah rumah yang dihuni seorang penjaga kebun kelapa sawit Sudarti (46) dirampok dan disekap oleh empat pria bersenjata tajam (sajam).  Saat menjalankan aksinya, pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor, jam tangan dan handphone milik korban. Tak hanya itu, sepeda motor Honda Revo BK 4062 LO milik Kepala Dusun (Kadus) setempat,  Syofian ikut dilarikan pelaku.

“Waktu pak Kadus dating menolong saya, sepeda motornya pun dibawa kabur perampok setelah barang-barang saya dibawa kabur perampok lainnya,” katanya saat membuat laporan pengaduan di Mapolsek Medan Labuhan, Jumat (6/7).

Sudarti menuturkan, kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. Malam itu, dia ditinggal wiritan di rumah seorang warga oleh suaminya, Bejo. Ke empat pelaku yang diduga telah mengintai kediaman korban, langsung masuk melalui pintu depan rumah. “Saya terkejut begitu melihat empat pria tak dikenal, kemudian saya diancam dengan sebilah parang yang ditempelkan di leher. Saya pasrah saat pelaku mengikat tangan dan kaki saya, kemudian mengobrak-abrik isi rumah saya,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, saat mau dibawa kabur hasil rampokan seperti handphone, jam tangan dan sepeda motor.
“Saya berteriak berteriak rampok. Ternyata Pak Kadus, Syofian yang melintas depan rumah mendengar teriakannya. Tapi naas, pelaku langsung memukulinya dan sepeda motor Honda Revo langsung dirampasnya,” ujarnya.

Hingga sore kemarin, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap empat pria bersenjata yang melakukan perampokan terhadap Kadus dan seorang warga penjaga kebun. (mag-17)

Poli Media Buka Penerimaan Mahasiswa Baru

Politeknik Negeri Media Kreatif (Poli Media) Medan yang beralamat di Jalan Guru Sinumba No 06 Medan Helvetia membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2012/2013.

PRAKTIK: Mahasiswa melakukan praktik mengoperasikan mesin di ruang praktik.
PRAKTIK: Mahasiswa melakukan praktik mengoperasikan mesin di ruang praktik.
Adapun program studi yang dibuka yakni Desain Grafis, Teknik Grafika dan Multimedia. Di Poli Media, ada tiga jalur penerimaan yakni melalui jalur Bidik Misi, PMDK dan Ujian Masuk Politeknik. Dari tigajalur tersebut, yang masih dibuka adalah melalui jalur UMPN.

Pendaftaran sudah dibuka sejak 10 Januari lalu hingga 11 Juli 2012 mendatang. Khusus pada 11 Juli 2012, pendaftaran dibuka hanya sampai pukul 12.00 WIB. Sementara untuk seleksi akan dilakukan pada 12 dan 14 Juli 2012 mendatang.

Info lebih lengkap bisa mendatangi sekretariat penerimaan mahasiswa baru di kampus Poli Media Medan. Bisa juga dengan menghubungi nomor telepon 061-8457568, 8472896 atau menghubungi kontak person Syarifah di nomor  081397188327.

Kenapa harus memilih Poli Media? Karena PoliMedia memiliki visi ‘menjadi lembaga pendidikan tinggi terkemuka dan unggul dibidang industri kreatif. Dan Poli Media juga memiliki slogan yang digunakan untuk mewarnai gerak langkah Poli Media, yakni ‘Where the innovation grows.’

“Slogan ini merupakan sumber motivasi agar seluruh civitas akademika terdorong untuk menjadi insan kreatif, inovatif dan produktif. Dan ini didedikasikan untuk sebanyak-banyak manfaat bagi kemajuan bangsa tercinta Indonesia,” ungkap Humas Poli Media Medan Andri Pramono SKom, MSi didampingi Penanggung Jawab Poli Media Medan Nasrudin SH MAP.

Andri juga menerangkan, berangkat dari komitmen tersebut, dengan bangga prospektus tersebut dipersembahkan bagi siapa saja yang ingin mengetahui gerak langkah Poli Media dalam menyiapkan SDM ekonomi kreatif sesuai dengan tujuan awal pendiriannya pada 2008 lalu. “Yakni sebagai kampus rintisan pemerintah untuk mendukung dan menggiatkan industri kreatif di Indonesia,” katanya lagi.

“Kami menyadari, memilih perguruan tinggi bisa jadi merupakan satu periode terpenting dalam menentukan masa depan seseorang. Ada ekspektasi bahwa studi di perguruan tinggi akan mengubah hidup menjadi lebih baik. Itulah sebabnya diperlukan kecermatan dalam melakukan pilihan perguruan tinggi, program studi, iklim akademis dan sarana pendukung lainnya,” tambah Andri.

Karena itu, Andri berharap, semoga dengan memilih Poli Media berbagai harapan yang disandarkan kepada sebuah pendidikan tinggi bisa bersama-sama diwujudkan.

“Pendirian Poli Media adalah dalam rangka menindaklanjuti pidato presiden SBY saat membuka Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) di Jakarta Convention Center pada 4 Juni 2008 silam. Yakni ‘We now must look at the creative and cultural industry as the way to our economic future.’ Pernyataan ini menyiratkan, industri kreatif yang berbasis kretifitas dan budaya perlu secara sistematis didukung kebijakan pemerintah baik dari aspek industri maupun dukungan sumber daya manusia,”ujar Andri.

Menurut Andri, pendirian Poli Media Medan juga berdasarkan Kepmendikbud Nomor 154/E/0/2011 yang bertujuan menghasilkan lulusan yang terampil dan mendukung perkembangan industri kreatif nasional.

“Institusi pendidikan Poli Media diharapkan dapat memberikan kontribusi inovasi dalam perkembangan era baru masyarakat modern di Indonesia. Poli Media memiliki tanggung jawab untuk membawa bangsa ini sejajar dengan bangsa lain dalam kancah percaturan dunia pendidikan internasional sebagai katalisator untuk pengembangan potensi bangsa,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, Poli Media merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi pertama dan satu-satunya yang dirancang secara khusus untuk menyediakan berbagai program studi yang relevan dengan dunia industri kreatif.

“Poli Media memiliki posisi strategis di komunitas industri kreatif nasional yang secara sistematis berupaya untuk senantiasa melakukan berbagai inovasi dan pengembangan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk memenuhi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Andri.

Poli Media memiliki sistem pendidikan yang menerapkan proses pendidikan dengan orientasi kompetensi produksi dan kewirausahaan, yakni proses pendidikan yang menekankan pada peningkatan kemampuan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Tentunya untuk mampu menguasai proses produksi dan kewirausahaan sesuai dengan program studi yang diminati.

Proses pendidikan tersebut diselenggarakan melalui pola kerjasama antara Poli Media dengan dunia usaha dan industri melalui sistem Orientasi Industri yang dilaksanakan pada semester dua, Magang Industri pada semester empat, dan Praktik Industri pada semester enam. Untuk mencapai pola pendidikan tersebut, rasio pembelajaran yang diterapkan adalah teori 40 persen dan praktik 60 persen.

Program Diploma III (D3) yang ditempuh dalam waktu enam semester. Jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) antara 110-120 SKS dengan sistim paket. Kapasitas kelas maksimum 32 mahasiswa. Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada setiap semester genap dengan jumlah waktu maksimum tiga bulan.

Kampus Poli Media memiliki gedung perkuliahan dan perkantoran yang representatif, tata ruang yang dinamis, serta pertamanan yang hijau dan asri. Untuk mendukung proses pembelajaran yang bermutu, Poli Media menyediakan fasilitas praktik yang lengkap untuk masing-masing jurusan berupa laboratorium komputer, laboratorium pengujian bahan grafika, laboratorium simulator cetak, perpustakaan, unit produksi dan unit kewirausahaan.
Selain itu, Poli Media juga memiliki fasilitas umum yang memadai, antara lain asrama, hotspot, sarana olahraga, sarana ibadah, layanan perbankan, area parkir dan ruang seminar.

Ruang Kuliah Poli Media dirancang umtuk mendukung metode pembelajaran vokasi berbasis Student Centred Learning (SCL). Mahasiswa dan dosen dapat menikmati ruang kuliah yang nyaman bergaya teater dilengkapi sarana multimedia memungkinkan untuk mengikuti proses belajar interaktif. Untuk itu, konsekuensinya Poli Media membatasi kapasitas ruang kelas untuk 32 mahasiswa agar proses pembelajaran proporsional dan efektif. (*)

Serahkan Rp250 Juta

Galang Dana Berangkatkan Peserta Pesparawi Sumut Wali Kota Medan 

TAMPIL: Tim paduan suara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kota Padangsidimpuan tampil dalam acara penggalangan dana di Medan Club Jalan Kartini Medan,  Jumat (29/6) malam.//humas Pemko Medan for sumut pos
TAMPIL: Tim paduan suara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kota Padangsidimpuan tampil dalam acara penggalangan dana di Medan Club Jalan Kartini Medan, Jumat (29/6) malam.//humas Pemko Medan for sumut pos
Demi memberangkatkan tim paduan suara asal Kota Padangsidempuan untuk mengikuti lomba Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) X Nasional Tahun 2012 di Kendari, Sulawesi Utara, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM menggelar penggalangan dana di Medan Club, Jalan Kartini Medan, Jumat (29/6).

Penggalangan dana untuk memberangkatkan tim paduan suara asal Kota Padangsidempuan mewakili peserta dari Sumatera Utara, Drs H Rahudman Harahap MM akhirnya mampu mengumpulkannya dan peserta Peparawi perwakilan Sumut akhirnya bisa ikuti kegiatan yang berlangsung mulai 1 Juli sampai dengan 13 Juli 2012.

“Penggalangan dana saya lakukan, karena saya sebagai warga asal Padangsidimpuan merasa terpanggil untuk membantu mencarikan dana sehingga tim paduan suara asal Kota Salak itu bisa tampil di Kendari dan mengukir prestasi terbaik,” katanya Rahudman.

Dia menyatakan, memberikan bantuan tidak perlu memandang latar belakang, agama, suku maupun ras. Namun,  sebagai pemimpin daerah di Kota Medan. Dirinya adalah pemimpin dari semua suku dan agama serta kelompok lainnya. Untuk itu, sebagai pemimpin daerah wajib memperhatikan warga tanpa harus membuat perbedaan.

Rahudman memapaparkan Kota Medan merupakan wilayah yang dihuni masyarakat multietnis. Sehingga, tidak ada alasan bagi pemimpin membeda-bedakan agama, suku dan ras. Termasuk dalam memberikan bantuan.

“Saya tidak ingin hanya gara-gara kekurangan dana, tim paduan suara asal Kota Padangsidempuan itu batal berangkat. Padahal baru saja menjuarai lomba Pesparawi tingkat Sumut. Jadi mereka harus berangkat, semoga keberangkatan semakin memotivasi mereka sehingga tampil lebih baik dan meraih prestasi di tingkat nasional,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Rahudman menyerahkan bantuan sekitar Rp250 juta ditambah dengan sumbangan dari pimpinan Satuan kerja Perangkat Dinas (SKPD) di lingkungan Pemko Medan sekitar Rp75 juta. Dana itu dikumpulkan dari sejumlah undangan yang hadir.
“Mari sama-sama mendukung utusan kita menjadi terbaik dan mengukir prestasi yang membagakan buat masyarakat Sumatera Utara khususnya,” katanya.

Lebih lanjut, Rahudman menyatakan, uang yang terkumpul itu dipergunakan untuk operasional selama perlombaan selama di Kendari. Karena dengan uang itulah penentu prestasi Pesparawi asal Kota Padangsidempuan dan bisa mengharumkan nama Sumut di tingkat nasional.
“Saya yakin, bila kita sama-sama berusaha. Maka hasilnya bisa lebih baik lagi,” sebutnya.

Dalam penggalangan dana itu, hadir sejumlah anggota DPRD Sumut dan DPRD Medan seperti Budiman Nadapdap, Landen Marbun, Heri Zulkarnain serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan.

Di samping itu terlihat hadir sejumlah tokoh agama Kristen seperti Ketua Yayasan Sumatera Berdoa J.A Ferdinandus dan beberapa tokoh lainnya. Selain jamuan makan malam, penggalangan dana juga diisi dengan hiburan musik dari Amigos Band. (gus)

Salut Atas Kepedulian Rahudman Harahap

Fasilitator pemberangkatan tim paduan suara asal Kota Padangsidimpuan, Budiman Nadapdap mengapresiasi apa yang dilakukan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM. Dengan kepeduliannya, peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) utusan Sumatera Utara akhirnya bisa mengikuti perlombaan tingkat nasional di Kendari, Sulawesi Utara.

“Seharusnya utusan Pesparawi X Nasional 2012 di Kendari menjadi tanggung jawab Pemprovsu, ternyata tanggung jawab itu tak muncul. Alhasil, peserta mencari orang yang peduli. Akhirnya dapatlah Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM sosok yang peduli terhadap peserta Pesparawi,” katanya.
Budiman yang merupakan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Sumut itu mengungkapkan rasa terima kasih kepada Wali Kota Medan yang telah peduli dan membantu peserta Pesparawi, atas bantuannya peserta bisa berlomba untuk mewakil Sumut di Pesparawi X tingkat Nasional 2012 di Kendari.

Labih lanjut, dia menyampaikan, hingga diberangkatkannya peserta Pesparawi asal Kota Padangsidimpuan untuk mewakili Sumut, Pemprovsu belum membantu keberangkatan tim paduan suara tersebut. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk keberangkan serta biaya selama berada di Kendari hingga pulang dibutuhkan sekitar Rp600 juta.

“Saya salut kepada Wali Kota Medan, yang telah menyelamatkan peserta Pesparawi mewakili Sumut berangkat ke Kendari. Saya sangat sayangkan sikap Pemprovsu tak peduli terhadap peserta paduan suara yang mewakili Sumut,” ucapnya.

Dia mengingatkan, atas penggalangan dana yang dilakukan, semoga hubungan tali persaudaraan berbeda agama dan suku bisa diperkuat lagi, bukan sebaliknya seorang pemimpin membeda-bedakan kelompok dan agama.

“Sumut ini dihuni banyak suku dan agama, jadi pemimpin di Sumut harus menghargai perbedaan. Bukan sebaliknya tak menghargai perbedaan, bila itu sudah terjadi maka alamatnya adalah kemajuan Sumut stagnan,” sebutnya. (gus)

Berbagi Tips Penuh Semangat

Diskusi Interaktif Jelang Kongres I Ikatan Alumni UHN

BERSAMA: Rektor, alumni, panitia, undangan dan panitia. Berita-foto terkait di halaman 7.//istimewa
BERSAMA: Rektor, alumni, panitia, undangan dan panitia. Berita-foto terkait di halaman 7.//istimewa
Tidak sia-sia panitia Kongres I Ikatan Alumni UHN menghadirkan para alumni terbaiknya sebagai panelis dan moderator dalam diskusi interaktif di perpustakaan UHN, Jumat (6/7).

Dalam tanggapannya di acara diskusi, seorang panelis, DR Ir Matius Yusuf, memanfaatkan sempitnya waktu untuk mengankatkan semangat peserta diskusi yangterdiri dari alumni UHN dan undangan.

“Perubahan memang berisiko. Tetapi tidak berubah justru lebih berisiko. Jangan pasrah pada keadaan, mari cari terobosan baru,” ujarnya mengawali pemberian motivasi.

Menurutnya, diperlukan 3S untuk sukses. S pertama adalah smart, pintar dan memiliki kemampuan link and match. Kemudian sharp, memiliki ketajaman melihat sesuatu dan focus bekerja. Terakhir, Speed. “ Kalau UHN mau sukses, harus bertindak cepat,” ujarnya memberi tips.

DR Matius kemudian mengajak semua orang berdiri. Layaknay motivator andal, pria yang sering diundang memberi ceramah di berbagai universitas negeri ternama di tanah air ini mengajak seluruh yang hadir mengucapkan kata ‘semangat’ yang kemudian dijabarkan menjadi kata-kata motivasi dan tip sukses.

S dijabarkan menjadi spirit atau semangat, E menjadi endurance atau daya tahan, M itu motivation dan A adalah attitude, sikap dan sifat yang baik, sesuai tindakan dan ucapan. Kemudian N bermakna never give up (pantang menyerah), G itu goal (mempunyai tujuan jelas), A itu action (bertindak) serta T adalah target.

Tips dari DR Matius Yusuf melengkapi diskusi yang juga dihadiri para alumni serta tiga mantan rektor UHN masing-masing Prof DP Tampubolon, Firman Siregar serta Patar Pasaribu. Acara diskusi juga dikuti Dr Binsar Nainggolan, Kepala Departemen Marturia HKBP yang mewakili Ephorus, serta undangan lainnya.

Selain diisi diskusi dan oagelaran seni dan budaya, panitia juga memberi cenderamata kepada ketiga mantan rektor yang hadir.(*)

Keluarga Ketaren Tertimpa Kontainer, Lima Tewas

Pulang Berlibur dari Bali

TRAGIS: Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan di simpang empat Semampir Kediri, Jumat (6/7). Dari enam orang penumpang Innova berplat BK 1192 KL ini, lima di antaranya meninggal dunia.///Prasetia Fauzani/Radar Kediri.
TRAGIS: Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan di simpang empat Semampir Kediri, Jumat (6/7). Dari enam orang penumpang Innova berplat BK 1192 KL ini, lima di antaranya meninggal dunia.///Prasetia Fauzani/Radar Kediri.
KEDIRI-Kecelakaan tragis terjadi di Kediri, Jawa Timur. Sebuah truk kontainer bermuatan terigu menimpa satu unit Toyota Innova. Mobil yang membawa keluarga Jenda Ingan Mahuli Ketaren pulang berlibur dari Bali itu langsung remuk. Lima dari enam orang penumpang mobil berplat yang berasal dari Medan itu pun tewas di tempat. Korban merupakan warga Tapaktuan Aceh Selatan. Kecelakaan tragis terjadi di simpang empat Semampir pukul 01.30 dini hari kemarin.

Sebuah truk kontainer bermuatan terigu seberat 22 ton yang melaju dari arah utara menimpa satu unit Kijang Innova yang melaju dari arah timur Jalan Mataram. Akibatnya, lima dari enam penumpang yang ada di dalam mobil tersebut meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) karena tergencet kontainer.

Data yang dihimpun Radar Kediri (grup Sumut Pos) menyebutkan, sekitar pukul 01.30 dini hari kemarin mobil Toyota Kijang Innova bernopol BK 1192 KI yang dikemudikan oleh Khairul Fadli (28) melaju dari arah timur perempatan Semampir atau Jalan Mataram. Dalam kondisi lampu merah yang berwarna kuning, mobil berisi total enam penumpang itu diduga melaju cukup kencang.

Pada saat bersamaan, dari arah utara atau melaju truk kontainer bermuatan terigu yang dikemudikan oleh Imam Syafii (40) asal Bungurasih, Sidoarjo. Karena jarak yang terlalu dekat, truk kontainer berusaha menghindari mobil Innova yang hendak melaju ke arah barat dengan membuang setir ke kanan hingga truk tersebut oleng dan bagian seperempat badan kontainer bagian belakang menimpa mobil Innova. Adapun mobil Panther yang melaju dari arah selatan yang dikemudikan oleh Hadi Biantoro (39) asal Kelurahan Banaran, Pesantren, Kota Kediri selamat karena langsung berhenti setelah melihat kontainer oleng.

Akibat mobil Innova yang tergencet tersebut, satu keluarga dari Aceh Selatan beserta dua sopirnya tewas. Mereka adalah Yulia Sari (38) dan dua anaknya yakni Bella Tamia Graci Ketaren (17) dan Tasya Amalia (12). Selain itu, dua sopir yang dimaksud adalah Khairul Fadli (28) dan Andi (25). Adapun Jenda Ingan Mahuli Ketaren, suami Yulia, yang duduk di bangku depan sebelah kiri atau di samping Khairul selamat. Sebab, bodi kontainer tak sampai menimpanya. Bahkan, Jenda bisa keluar sendiri dari mobil berwarna coklat kehitaman.

Begitu keluar dari kendaraan, Jenda yang merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Aceh terlihat shock. Dia terus menangis melihat keluarga dan sopirnya tertimpa kontainer. Beberapa kali didekati anggota Satlantas Polresta Kediri, dia tak bisa mengeluarkan kata-kata. Dia hanya menjawab pertanyaan dengan suara tangis keras.

Sementara itu, proses evakuasi mobil nahas itu memakan waktu lebih dari empat jam. Polresta Kediri yang sudah memanggil tiga unit mobil derek untuk mengangkat kontainer yang menindas mobil Innova itu baru bisa mengangkatnya sekitar pukul 06.00 WIB. Itu pun tak langsung sukses, pada saat awal pengangkatan, kontainer yang sudah terangkat sekitar satu meter kembali terjatuh menimpa mobil Innova karena tiga derek tak kuat. Baru pada proses pengangkatan kedua, mobil derek itu berhasil dipindahkan.

Proses selanjutnya, mobil derek harus mengembalikan posisi mobil Innova yang dalam posisi tergencet ke bentuk semula sebelum mengeluarkan lima korban yang tergencet di dalam mobil. Setidaknya butuh waktu 30 menit untuk proses tersebut sebelum lima mayat itu dibawa ke RS Bhayangkara.
Kecelakaan yang terjadi di perempatan Semampir dini hari kemarin membuat jalan Mayor Bismo macet. Arus ke arah selatan ditutup dan dialihkan ke Jl Mataram serta ke Jembatan Semampir. Pasalnya, ratusan warga menyaksikan proses evakuasi yang berlangsung hingga pagi hari itu.

Langsung Diterbangkan ke Medan

Jeritan warga terdengar cukup keras begitu tiga unit derek yang mengangkat kontainer tak mampu memindahkan dan justru membuat kontainer menimpa Innova lagi. Beberapa warga terlihat menutup mulutnya menahan kengerian tragedi kecelakaan tersebut.

Kerumunan warga baru terurai setelah mobil Innova nahas itu dievakuasi dan dibawa ke Mapolresta Kediri. Adapun truk kontainer dibawa ke balai uji KIR Dinas Perhubungan.

Ratno mengatakan, lima mayat yang meninggal akibat kecelakaan kemarin langsung diterbangkan ke Medan, tempat asal mereka sekitar pukul 12.00 kemarin via bandara Juanda. “Biaya pemulangan ditanggung keluarga, tapi untuk sementara ditalangi oleh pihak RS Bhayangkara,” lanjut Ratno.

Terpisah, Jenda yang ditemui kemarin siang meminta polisi mengusut tuntas kasus kecelakaan tersebut. Jenda mengatakan, seandainya bodi truk tak menimpa mobil yang dikendarainya, keluarga dan sopirnya pasti selamat. “Saya siap mengikuti proses hukumnya. Saya kooperatif,” katanya.

Lebih lanjut Jenda mengatakan, dia dan keluarganya baru saja pulang berlibur ke Bali. Sedianya dia akan langsung ke Jakarta sebelum pulang ke Medan. Tetapi, karena ada janjian dengan temannya di Malang, dia mampir ke beberapa temannya sebelum kecelakaan tersebut.

Ditanya tentang firasat yang dialami, Jenda menyebut tak ada. Sebelum kejadian, dia sempat makan ikan bakar di pasir putih. Tentang kecelakaan yang dialami, sebenarnya istri Jenda sempat mengingatkan Khairul agar tak mengebut dalam mengendarai mobil. “Tapi katanya nggak apa-apa,” lanjut pria yang meminta polisi memproses pengemudi kontainer berikut perusahaan yang menyewa truk untuk mengirim terigu tersebut. (ut/jpnn)

Warga Kediri Tidak seperti Medan

Kecelakaan yang menimpa Jenda Ingan Mahuli Kataren dengan keluarga mengundang cerita haru. Korban selamat dari timpaan kontainer itu akhirnya berbagi kisah. Termasuk, soal warga Kediri yang dianggapnya tak peka.

“Kalau bisa ditolong dengan cepat, saya yakin anak dan istri saya masih bisa selamat. Tetapi masyarakat (Kediri) tidak ada yang mau membantu. Tidak seperti di Medan. Kalau ada kecelakaan seperti itu, warga bahu membahu membantu. Lihat saja luka di tubuh istri dan anak saya, hanya memar-memar di pipi saja. Artinya, karena terlalu lama itu sehingga mereka tidak bisa bertahan,” sesal Jenda, kemarin.

Dia pun bercerita, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda kalau akan mengalami kejadian tragis itu. “Tidak ada firasat apapun. Kami sangat bahagia. Bahkan, ketika magrib kami singgah di sebuah pantai pasir putih lewat daerah Situbondo. Usai salat, kami makan ikan bakar bersama. Anak-anak terlihat sangat lahap makannya. Itu adalah kenangan terakhir kami,” kenang Jenda.

“Anak-anak yang mengajak supaya cepat pulang. Mereka harus masuk sekolah pada Senin yang akan datang. Sementara kami tidak mungkin berangkat di waktu yang mepet. Karena biasanya, kami mampir dulu di Jakarta. Di sana kami menginap selama dua hari, lantas kembali ke Aceh,” imbuh Jenda.

Jenda masih ingat ketika Yulia Sari, istrinya meminta Khairul Fadli sang sopir untuk mengurangi kecepatan mobilnya. Tetapi, Khairul justru mengabaikan. Istrinya sempat gelisah tidak bisa tidur karena mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. “Brak! Sebenarnya kami bisa selamat. Tetapi kemudian peti kemas itu menimpa mobil kami. Kebetulan saya berada di sebelah kiri, tidak tertimpa. Saya bisa keluar. Saya sentuh istri saya, yang berada tepat dibelakang saya, ternyata masih bernapas. Saya berusaha mengeluarkannya. Saya meminta tolong, tetapi warga di sekitar hanya menonton, seperti tontonan gratis. Padahal, saya sudah panik sekali,” terang Jenda.

Jenda meminta pertolongan warga supaya mengambil parang atau senjata tajam lainnya yang berukuran besar untuk memecahkan kaca mobil dan mengambil tubuh istrinya. Tetapi, katanya, warga hanya bisa melihatnya tanpa bisa berbuat banyak. Jenda tidak berputus asa, dia terus mencari cara untuk mengeluarkan istrinya. Sampai akhirnya datang mobil derek dari Kabupaten Nganjuk.

Jenda berharap sopir truk kontainer dan pemilik perusahaan tepung terigu bertanggung jawab atas kejadian ini. Dia berjanji akan membantu Polres Kediri Kota dengan memberikan keterangan yang benar dalam kasus itu. (jpnn)

Sumut Masuk Top Ten SNMPTN

JAKARTA-Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN) jalur ujian tulis tuntas Jumat (6/7), kemarin. Hasilnya, Sumatera Utara meraih prestasi gemilang. Sumut termasuk provinsi yang meraih nilai rata-rata SNMPTN tertinggi dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Di dua jurusan itu, Sumut berada di peringkat sepuluh besar.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Panitia Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012, Akhmaloka. Mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu pun menambahkan selain Sumut ada beberapa provinsi lainnya yang meraih nilai rata-rata tertinggi. Provinsi yang meraih nilai tertinggi dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) antara lain DKI Jakarta yang kemudian disusul DI Jogjakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau. “Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) diraih DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan,” katanya, kemarin.

Terkait pelaksanaan SNM PTN jalur ujian tulis sendiri, Akhmaloka mengatakan, kuota awal mahasiswa baru yang diterima melalui SNM PTN jalur ujian tulis dipatok 106.368 kursi. Setelah ada kebijakan dari Kemendikbud untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa baru sekitar 10 persen, maka kuota tadi naik menjadi 123.419 kursi. Dari jumlah tersebut, peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 123.225 orang. Rinciannya adalah kelompok ujian IPA sebanyak 57.869 dan kelompok ujian IPS sebanyak 65.356 orang.

194 Kursi tanpa Penghuni

Dari jumlah tadi, panitia menetapkan ada 194 kursi yang tidak terisi. Penyebabnya adalah, tidak ada pendaftar yang mampu menjangkau ambang batas nilai minimal yang ditetapkan. Kursi kosong ini rencananya akan dialokasikan untuk jalur mandiri. Panitia tetap memegang tegus seluruh kursi pendidikan tinggi harus terisi semuanya.

Untuk prodi paling favorit, Akhmaloka menerangkan di rumpun IPA masih didominasi oleh Fakultas Kedokteran. Selanjutnya disusul Fakultas Teknik diantaranya teknik informasi dan elektro. Sementara itu kelompok IPS didominasi pendaftar dari akuntansi, ekonomi pembangunan, dan hubungan internasional. Selain itu peminat FKIP (IPA atau IPS) masih terus menunjukkan tren meningkat.

Sementara itu, dari 600 ribuan peserta ujian di seluruh Indonesia, yang ditetapkan lulus hanya 123.225 orang saja. Nah, jika masih ingin kuliah di PTN, peserta yang gugur bisa mengikuti seleksi jalur mandiri yang dijalankan masing-masing kampus.

Kendala selama ini adalah biaya kuliah untuk jalur mandiri cukup mahal jika dibandingkan dengan biaya kuliah dari seleksi SNMPTN. Rata-rata perbedaan biaya kuliahnya bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat bahkan lebih. Perbedaan biaya ini meliputi biaya masuk, hingga biaya SPP yang dibayar mahasiswa per semester.

Sekretaris Jenderal Panitia Pusat SNMPTN Rochmat Wahab menuturkan sejarah kenapa biaya kuliah di jalur mandiri lebih mahal dibandingkan dengan jalur SNMPTN. Walaupun keduanya dijalankan oleh kampus negeri yang sama.

Rektor UNY itu menuturkan jika biaya operasional pendidikan untuk mahasiswa yang lulus seleksi SNM PTN sudah diberi subsidi dari pemerintah pusat. “Sehingga jatuhnya lebih murah,” katanya. Sebaliknya kelas untuk jalur mandiri ini tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sehingga biaya kuliahnya lebih  mahal ketimbang mahasiswa jalur SNM PTN. Pendirian jalur mandiri ini untuk menampung minat kuliah yang sangat tinggi di masyarakat.
Nah, Rochmat mengatakan untungnya mulai tahun ini setiap kampus mendapatkan Bantuan Operasional PTN (BO PTN). “Bantuan ini diantaranya dialokasikan untuk subsidi kelas jalur mandiri atau non-reguler itu,” katanya.

Dengan adanya bantuan ini, Rochmat mengatakan seluruh rektor PTN se Indonesia sudah kompak untuk menurunkan biaya pendidikan untuk mahasiswa jalur mandiri. Dengan demikian, calon mahasiswa yang gugur dalam SNM PTN jalur ujian tulis, diminta tidak ragu untuk mendaftar jalur mandiri jika memang ingin kuliah di kampus negeri tahun ini juga.

Unimed Masuk Peringkat 7 Nasional
Dari Medan, dari 19.114 jumlah pendaftar di Universitas Negeri Medan (Unimed), hanya 2.245 mahasiswa saja yang diterima kampus tersebut, atau dengan persentase kelulusan sebesar 11,75 persen. “Dari seluruh total pendaftar yang lulus, prodi yang menjadi pilihan favorit pendaftar dalam program studi MIPA yakni Biologi, Matematika, Kimia, Fisika, dam Teknik Bangunan. Sementara untuk program studi ekonomi, yakni PGS, PJKRI, Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia,” terang Pembantu Rektor (Purek) I Unimed, Prof Khairil Ansari saat memberikan keterangan di Aula lantai II Unimed,  Jumat petang (6/7).
Masih menurut Khairil, pada tahun ajaran 2012-2013, Unimed masuk dalam peringkat tujuh nasional dalam bentuk seleksi keketatan yakni sebesar 5.78 persen.
“Peluang masuk ke Unimed tahun ini hanya 5.78 persen itu bentuk keketatan kita dalam seleksi masuk Unimed. Kita berada di bawah UPI, UNP, UI, IPB, UNJ, dan UNAIR,”sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pembantu Rektor III, Prof Binner Ambarita mengatakan dari seluruh jumlah yang diterima, ada tambahan 100 calon mahasiswa yang lulus lewat jalur tulis program bidik misi. “Awalnya kuota jalur bidik misi yang diberikan kepada Unimed hanya 500 mahasiswa saja. Namun setelah adanya keputusan Kementrian Pendidikan yang baru tentang adanya penambahan kuota untuk Unimed sebanayak 600 mahasiswa, maka sisanya atau sebanyak 100 mahasiswa lagi diambil lewat jalur tulis dengan program bidik misi,”terang Binner.

Daftar Ulang Mulai 16 Juli

Sementara itu, Universitas Sumatera Utara (USU) menerima 3.344 mahasiswa baru melalui SNMPTN 2012 jalur ujian tertulis. Kepala Biro Akademik USU Nurmalia mengingatkan kepada seluruh peserta yang lulus melalui SNMPTN jalur ujian tertulis ini diwajibkan melakukan pelaporan pada 16-17 Juli mendatang.
Untuk kelompok IPA daftar ulang  dilakukan pada 16 Juli sedangkan untuk kelompok IPS dilakukan pada 17 Juli. Jadwal daftar ulang dimulai pukul 09.00-14.00 WIB yang dipusatkan di Gelanggang Mahasiswa USU Jalan Universitas (masuk dari pintu 1).
Selanjutnya Nurmalia menjelaskan, calon mahasiswa harus membawa Kartu Peserta SNMPTN 2012 Jalur Tertulis Asli, Ijazah Asli/SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional). Peserta harus datang sendiri atau tidak boleh diwakili, berpakaian rapi (tidak dibenarkan memakai kaos oblong, sandal/selop, topi dan cadar).
Sedangkan bagi peserta Bidik Misi tambahan bagi kelengkapan administrasi yang harus dibawa, Fotokopi Kartu Tanda Siswa.Untuk informasi terkait tentang pelaporan ini dapat dilihat di website usu.ac.id.  (uma/saz/cha/wan/jpnn)