24 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 1328

Melirik Peluang Kerja Sama UIN Sumatera Utara dengan Berbagai Perguruan Tinggi di Saudi Arabia

ARAB SAUDI: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Riyadh Badrus Sholeh MA PhD (5 kanan) bersama rektor dan peserta FGD di UIN Sumatera Utara, Senin (10/7).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menjalin kerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Saudi Arabia di Riyadh.

Penandatanganan nota kesepakatan ditandatangani Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI untuk Arab Saudi Badrus Sholeh MA PhD dengan Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Hj Nurhayati MAg di Kampus IV Tuntungan, Senin (10/7).

Kerja sama dilakukan saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema: Melirik Peluang Kerja Sama UIN Sumatera Utara dengan Berbagai Perguruan Tinggi di Saudi Arabia. FGD diikuti wakil rektor, kepala biro, dekan, wakil dekan, dosen dan mahasiswa UIN Sumatera Utara.

Prof Dr Hj Nurhayati MAg menyampaikan sejarah UIN Sumatera Utara yang didirikan sejak 19 November 1973 yang memiliki enam kampus di Medan, Deliserdang dan Tebingtinggi.

Rektor juga memaparkan berbagai capaian prestasi akademik. UIN Sumatera Utara saat ini memiliki 31 ribu mahasiswa dan 39 guru besar. ”Insya Allah segera menyusul guru besar baru,” katanya. “Peluang kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada Saudi Arabia jadi perhatian guna meningkatkan kualitas,” sebutnya.

Badrus Sholeh MA PhD selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI untuk Arab Saudi memaparkan berbagai peluang kerja sama. “UIN Sumatera Utara merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Atase menyebut saat ini perguruan tinggi di Arab Saudi berkembang pesat terutama dalam bidang sain teknologi. Bahkan kampusnya mampu menembus peringkat 100 besar terbaik di dunia berkat berbagai inovasi dan terintegrasi.

Diutarakan atase, pemerintah Arab Saudi mendorong percepatan kemajuan bidang pendidikan lewat lembaga sosial Saudi Fund Development bagi peningkatan sarana dan prasarana. Tersedia juga 500 beasiswa tiap tahun untuk mahasiswa dari Indonesia. Jumlah ini terbesar dibanding penerima beasiswa dari negara lain. (dmp)

Marak Aksi Kejahatan di Kota Medan, Dewan Minta Segerakan Pemasangan 10 Ribu CCTV

Anggota Komisi I DPRD Medan Habiburrahman

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan, meminta Wali Kota Medan, Bobby Nasution agar segera merealisasikan wacana pemasangan 10 ribu CCTV di Kota Medan. Pasalnya, keberadaan CCTV tersebut dinilai sangat penting. Mengingat akhir-akhir ini, Kota Medan sangat rawan aksi kejahatan seperti begal, geng motor dan aksi kriminalitas jalanan.

“Perwal kita sudah ada, yakni Perwal Nomor 86 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan CCTV. Di dalam perwal itu juga tertera bahwa bangunan gedung yang menghadap ke jalan, reklame dan sarana prasarana umum wajib ada CCTV,” ucap Habiburrahman, Senin (10/7).

Dikatakan politisi Partai Nasdem ini, ketiga poin tersebut sangat penting untuk disegerakan. Sebab, keamanan Kota Medan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

“Pengadaan CCTV ini tidak bisa serta merta dilimpahkan ke Dinas Kominfo Medan saja, harus ada keterlibatan beberapa dinas seperti Dinas Perizinan (DPMPTSP) dan Dinas Pendapatan (Bapenda) Kota Medan,” ujarnya.

Habib mengakui, Dinas Kominfo Kota Medan akan kewalahan jika 10 ribu unit CCTV tersebut dianggarkan di dinasnya. Mengingat, harga satu unit CCTV tidaklah murah.

“Kalau dikali 10 ribu unit, bisa miliaran rupiah anggaran tersedot kesana. Makanya kita menyarankan Dinas Perizinan harus keluarkan surat edaran kepada para pengusaha-pengusaha untuk segera memasang CCTV di depan kantor mereka. Setelah itu, baru IP-nya diserahkan ke Dinas Kominfo Kota Medan untuk segera diconnect-kan,” ungkapnya.

Senada dengan Habib, Anggota Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong juga mengatakan bahwa tingginya tingkat kejahatan di Kota Medan saat ini menjadikan warga Kota Medan resah dan gelisah.

“Ini sangat menyedihkan bagi kita. Tingkat kejahatan terutama begal, geng motor, curanmor, tawuran dan narkoba serta lainnya mengharuskan Pemko Medan melakukan gerak cepat agar mampu menahan laju kejahatan yang menghantui warganya,” kata Rudiyanto.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyebutkan, yang mampu menahan laju kejahatan tersebut adalah pemasangan CCTV, karena dapat berfungsi sebagai upaya preventif untuk mencegah orang-orang melakukan tindak kejahatan.

 “Pemko Medan harus gercep (gerak cepat) dalam melakukan program yang berpihak kepada masyarakat. Kita mendengar adanya wacana akan dipasangnya 10 ribu unit CCTV se-Kota Medan. Kami mengingatkan OPD terkait, Dinas Kominfo agar memulai program ini dengan analisa yang cukup kuat. Kebutuhan yang memang diperlukan dan anggaran yang tepat guna. Jangan ada lagi proyek yang gagal guna atau gagal penggunaan anggarannya,” pungkasnya.(map/ila)

Rangkul Masyarakat, PTAR Terus Perkuat Kesiapsiagaan Bersama Hadapi Bencana

Simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD) bendungan TSF Martabe berhasil diselenggarakan pada 6 Juli 2023 di Batangtoru, Tapanuli Selatan. Usai simulasi, masyarakat berfoto bersama General Manager Operations PT Agincourt Resources Rahmat Lubis (tengah berseragam jingga), Inspektur Daerah Tapanuli Selatan Ali Imran, Kapolsek Batangtoru AKP Tona Simanjuntak, dan Danramil 01/Batangtoru Kapten Inf Sirait. (Dok: PTAR)

BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, berkomitmen kuat kepada upaya penanggulangan bencana, yang mencakup pencegahan dan mitigasi serta pengurangan risiko bencana. PTAR sudah menggelar Program Desa Tanggap Bencana (Destana), Peningkatan Kapasitas Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tapanuli Selatan, dan latihan atau simulasi Rencana Tindak Darurat.

General Manager Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, mengatakan salah satu prioritas Perusahaan dalam menjalankan aktivitas pertambangan adalah memaksimalkan dampak positif kehadiran Perusahaan bagi para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di lingkar area tambang. Perusahaan berkolaborasi dengan pemerintah daerah menggiatkan pelatihan penanggulangan bencana dan merangkul masyarakat menguatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Kami menyadari bahwa bencana alam merupakan keniscayaan dan tidak dapat kita tolak, sehingga yang bisa kita lakukan adalah mencegah dan memitigasi serta mengurangi risiko bencana. Pada dasarnya, upaya penanggulangan bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan tanggung jawab kita semua, termasuk kami sebagai badan usaha,” kata Rahmat.

Menurutnya, sejumlah program penanggulangan bencana sudah dilakukan Perusahaan secara konsisten dari tahun ke tahun untuk mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan.

Di bidang pengurangan risiko bencana, PTAR bekerja sama dengan Ready Indonesia menggelar pelatihan manajemen posko, pemasangan dan pembongkaran tenda, emergency response Standard Operational, serta memfasilitasi kelompok relawan Destana di empat desa di tiga kecamatan. Pada tahun 2022 PTAR mengirimkan empat orang Destana dan dua personel Damkar Tapanuli Selatan mengikuti Indonesia Fire and Rescue Challenge (IFRC) di Banyuwangi, Jawa Timur, selama 2 minggu.

Selain itu, PTAR mengadakan peningkatan kapasitas Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Tapanuli Selatan, bekerja sama dengan Tim Tanggap Darurat/ Emergency Response Team (ERT) PTAR.

Teranyar, sesuai regulasi pemerintah, PTAR baru saja mengadakan simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD) bendungan tailings storage facility (TSF) Martabe. Simulasi RTD yang diadakan pada 6 Juli 2023 di empat shelter di Kecamatan Batangtoru tersebut berjalan sukses diikuti 200 perwakilan warga dari enam desa lingkar tambang, yakni Aek Pining, Batuhula, Sumuran, Telo, Napa, Wek 3, dan Wek 4.

Keberhasilan simulasi RTD yang mengangkat tema “Kita Siap, Kita Sigap!” itu juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Polres Tapanuli Selatan, Kodim 0212/TS, Basarnas, PMI, BMKG, Muspika Batangtoru, dan relawan Destana.

General Manager Operations PT Agincourt Resources Rahmat Lubis (tengah berseragam jingga) dan Inspektur Daerah Tapanuli Selatan Ali Imran (tengah berbatik) menyerahkan bantuan tenda dari PTAR kepada perwakilan kelompok relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) setelah selesainya simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD) bendungan TSF Martabe pada 6 Juli 2023. (Dok: PTAR)

Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Selatan, Umar Halomoan Daulay, mengatakan simulasi RTD dapat menjadi wadah edukasi dan membangun budaya siap siaga agar risiko bencana dapat dikurangi. Dalam simulasi RTD ini, BPBD Tapanuli Selatan menjadi leading sector pelaksanaan simulasi RTD tersebut.

“Simulasi RTD berjalan baik berkat dukungan masyarakat, TNI & Polri, serta PTAR. Dari rangkaian sosialisasi hingga simulasi, masyarakat diharapkan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya jika bencana terjadi. Kami juga mengapresiasi PTAR atas komitmennya untuk beroperasi sesuai ketentuan pemerintah. Tidak hanya dalam hal membangun bendungan TSF yang aman, tetapi juga mendukung pelaksanaan simulasi RTD,” kata Umar.

PTAR sebagai pembangun bendungan telah memiliki RTD dan melakukan sosialisasi RTD kepada masyarakat, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 27 Tahun 2015 tentang Bendungan.

Saat simulasi RTD, peserta berlatih melaksanakan penyelamatan dan pengungsian warga, mendirikan tenda barak, serta berkoordinasi dan berkomunikasi secara efektif antara para petugas dan masyarakat. Simulasi RTD sangat terbantu dengan adanya Destana yang sudah dibentuk dan intensif dilatih PTAR sejak beberapa tahun silam.

Dalam bidang penangangan serta pemulihan korban bencana, PTAR aktif mengirimkan Tim Tanggap Darurat/ERT PTAR ke sejumlah area bencana di Indonesia. Tercatat, sudah tujuh kali PTAR mendatangkan ERT untuk ikut menangani bencana.

Misalnya saja pada Desember 2022 PTAR mengirimkan ERT ke lokasi bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat. Di sana relawan PTAR membantu mencari korban hilang, mengadakan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat kepada lansia dan pengungsi, serta menyerahkan donasi berupa bahan pokok, obat-obatan, dan tenda pengungsi.

Sebelumnya, pada 2021 relawan PTAR didatangkan ke lokasi bencana erupsi Gunung Semeru untuk bekolaborasi dengan Tim ERG ESDM Siaga Bencana melakukan penyisiran korban, juga menggelar pelayanan kesehatan dasar ke masyarakat terdampak. Erupsi Gunung Sinabung pada November 2013; gempa di Piddie Jaya, Aceh, pada 2016; dan gempa di Gunung Sari, Lombok Barat, pada 2018 juga tidak lepas dari keikutsertaan ERT PTAR. (rel)

BRI Wilayah Sumut dan SRC Dukung Layanan Perbankan Digital Toko Kelontong Masa Kini

KERJA SAMA: RCEO BRI Sumut bersama Head of Direct Retail PT HM Sampoerna Tbk pada acara kerja sama di Menara BRI Jalan Putri Hijau Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) kembali menginisiasi kerja sama layanan perbankan dengan PT Sampoerna Retail Community Indonesia Sembilan (SRCIS). Kerja sama ini ditandai dengan diadakannya gathering dan sosialisasi produk dan layanan BRI bertajuk ‘Berkah Kolaborasi BRI dan SRC, Jadi Lebih Baik’ kepada lebih dari 200 orang Mitra dan Retail SRC serta manajemen dari PT. HM Sampoerna Tbk Regional Sumatera 1 di Menara BRI di Putri Hijau Medan, Sabtu (8/7/2023)

Regional CEO BRI Medan, Aris Hartanto mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari semangat BRI dan SRC untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM dan menggiatkan ekonomi kerakyatan.

“Kerjasama dengan toko kelontong dilakukan untuk mendukung program pemanfaatan teknologi yakni digitalisasi para pelaku UMKM dalam hal ini pengusaha toko kelontong SRC untuk pengembangan bisnis toko kelontong,” katanya.

Kerjasama BRI dan SRC ini berupa hadirnya layanan perbankan pada toko-toko kelontong di bawah naungan SRCIS. Dengan demikian pemilik usaha toko kelontong dan konsumen akan mendapatkan berbagai kemudahan untuk menikmati layanan perbankan milik BRI. Toko kelontong yang bekerja sama dengan BRI akan dilengkapi layanan perbankan seperti kemudahan dalam pembukaan rekening, melakukan transaksi perbankan secara digital dan keagenan BRILink.

Aris mengatakan dengan adanya fasilitas perbankan di toko kelontong tersebut, diharapkan para pemilik toko kelontong binaan SRC dapat mengembangkan dan membesarkan volume penjualan di toko yang dikelolanya secara modern.

Adapun BRI dan SRC sama-sama memiliki jaringan kerja yang sangat luas tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah. Dengan demikin kerjasama ini akan membuka peluang bagi UMKM khususnya toko kelontong untuk terus berkembang dengan sistem yang terintegrasi.

“Kerjasama ini dapat berdampak positif sampai ke daerah-daerah sehingga bisa menjadi kekuatan kolaborasi untuk menciptakan transaksi dan volume penjualan yang lebih optimal, dan ini tentu juga berdampak untuk menggerakkan perekonomian nasional,” kata Aris.

Kolaborasi dengan BRI yang akan memperkuat ekosistem digital SRC yang sudah kekinian. Apalagi saat ini SRC khususnya wilayah Sumatera Utara memiliki jaringan lebih dari 4.500 toko, 150+ tingkat Agen/distributor dan Mitra serta menyebar di seluruh wilayah di Sumatera Utara dan memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam transaksi ritel akan lebih mudah mengakses produk BRI maupun SRC.

BRI mensupport aplikasi Ayo SRC dengan cara pembayaran digital dengan BRIVA. Dengan demikian catatan pembelian barang yang dilakukan dengan transfer melalui BRIVA BRI akan lebih akuntabel dan bisa menjadi catatan bagi bank atas aktivitas usaha toko kelontong misalnya dalam pengajuan pinjaman atau bank garansi.

BRI maupun SRC memiliki komitmen yang sama untuk membantu UMKM lebih mudah mengakses produk finansial. Terlebih, saat ini toko kelontong dibawah naungan SRC lebih berkembang dengan gaya kekinian, sehingga dapat menjangkau lebih banyak konsumen untuk berbelanja ke toko kelontong, karena layanannya yang terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman.

“Melalui kerjasama dengan BRI, pemilik toko kelontong SRC juga diberikan kemudahan layanan perbankan lainnya, yaitu toko bisa menjadi Agen BRILink dalam mendukung program pemerintah untuk cashless society dengan menjadi Agen, sebagai sarana pembukaan rekening bank bagi pelanggan di sekitarnya dan membantu pelanggannya dalam melakukan transaksi perbankan secara online.

Selain itu Konsumen SRC juga dapat melakukan pembayaran secara digital dengan QRIS atau kartu debit dengan EDC BRI. ujarnya. Harapan lebih lanjut, makin banyak masyarakat yang berbelanja ke toko kelontong sehingga perekonomian masyarakat juga dapat terus bergerak dan berkembang.

Kerjasama ini sakan menjadi langkah awal bagi toko kelontong untuk terus berkembang menjadi toko kelontong masa kini yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. BRI mensupport toko kelontong SRC untuk terus didorong untuk meningkatkan daya saingnya sebagai bagian dari UMKM di Indonesia yang inovatif, adaptif, dan kompetitif.

Akai, salah satu Mitra SRC dari daerah Setiabudi Medan, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi kepada BRI, “saya memiliki ratusan pelanggan toko/warung, dan saya sangat mengandalkan transaksi BRIVA BRI untuk menerima transfer pembayaran pesanan barang dari pelanggan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan karena dana yang masuk bisa saya cek secara real-time online melalui BRImo, dan Akai merasakan manfaat dari transaksi cashless secara digital dari BRI yang terkoneksi pada platform Ayo SRC . Pekerjaan memeriksa pemesanan barang, pembayaran pelanggan, serta catatan finansial lebih jelas, selain itu praktis tidak perlu lagi urusan uang tunai dan setor ke bank.

Akai juga menerima pembayaran melalui QRIS dan EDC BRI untuk memudahkan pelanggan bertransaksi. Kami Mitra SRC mendukung kegiatan seperti ini dan semoga kolaborasi BRI dan SRC bisa membawa kami pelaku usaha UMKM SRC menjadi lebih baik, demikian ujarnya menutup pembicaraan

SRC adalah Toko Kelontong Masa Kini yang tergabung dalam program pembinaan kemitraan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), dan bertujuan untuk meningkatkan daya saing para pemilik Toko Kelontong melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan. Toko yang tergabung dalam SRC menggambarkan Toko Kelontong Masa Kini dengan tampilan yang mudah dikenali, toko yang tertata lebih rapi, bersih, terang, dan memberi rasa nyaman bagi pelanggannya dibandingkan toko kelontong pada umumnya.

Program SRC yang sudah dimulai sejak tahun 2008, Kerjasama BRI dengan SRC secara terpusat telah dilaksanakan sejak tahun 2021, saat ini memiliki jaringan SRC mencapai lebih dari 130.000 toko dan menyebar di seluruh wilayah di Indonesia. Persebaran SRC adalah di 408 kabupaten/kota di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. (dat/ram)

Proyek Drainase yang ditinjau Wali Kota Rusak Lagi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Proyek drainase sepanjang 850 M di Jalan Selebes, Kelurahan Belawan ll, Kecamatan Medan Belawan yang baru saja ditinjau Wali Kota Medan, Muhammad Afit Boby Nasution, jebol kembali pada Sabtu (8/7/2023).

Warga Jalan Selebes Belawan, M Pulungan merasa heran jebolnya penutup drainase di Jalan Pasar saat dilalui truk dengan nopol BK 9961 BM bermuatan beras sebanyak 2 ton. Padahal, proyek tersebut bernilai milyaran rupiah.

“Baru saja ditinjau. Dan proyek ini bernilai milyaran, tetapi baru beberapa hari aktiv, sudah jebol lagi,” ujarnya.

Sementara itu, sopir truk jenis Mitsubishi BK 9961 BM Anto, merasa heran karena jebolnya penutup drainase.

“Saya lihat sewaktu saya mau melintas terlihat bagus karena ditutupi dengan sertu, ternyata saat saya masuk dan melintasinya, jebol mobil saya terperosok ke dalam drainase. Jelasnya saya merasa kecewa karena beras yang saya bawa untuk diantar ke toko menjadi terhambat berjam jam lamanya,” ungkapnya.

Anto, sebagai sopir mobil Mitsubishi berharap kepada Wali Kota Medan agar pengerjaan proyek ini dikerjakan sesuai aturan dan jangan hanya dikerjakan asal jadi.

Menurut warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, proyek drainase ini amburadul dan jalan di pasar ini saja sudah 4 kali jebol saat dilalui, yang pertama kali yaitu mobil tanki pengangkut air mineral, mobil pikup membawa muatan barang pindahan warga, kemudian becak barang mengakut belanjaan warga dan truk bermuatan beras.

“Inikan sudah bisa kami mengatakan bahwa pengerjaan proyek ini amburadul,” ungkapnya. (mag-1/ram)

AKBP Reinhard H Nainggolan Jadi Kapolres Dairi

PISAH SAMBUT : Kapolres Nias Selatan, AKBP Boney Wahyu Wicaksono, S.IK ketika mengantarkan AKBP Reinhard H. Nainggolan (Kapolres Dairi) ke mobil. Minggu, (9/7/2023)

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Polres Nias Selatan menggelar pisah sambut Kapolres dari AKBP Reinhard H. Nainggolan, SH S.IK MM kepada AKBP Boney Wahyu Wicaksono, S.IK. Minggu (9/7/2023). AKBP Reinhard H Nainggolan akan mendapat tugas baru sebagai Kapolres Dairi.

Kapolres Nias Selatan AKBP Boney Wahyu Wicaksono dalam sambutannya mengatakan akan melakukan yang terbaik, sehingga Polres Nias Selatan dapat melanjutkan prestasi yang telah ditorehkan oleh AKBP Reinhard H Nainggolan.

“Tentu saja saya sebagai warga baru dan sebagai pimpinan baru di wilayah hukum Polres Nias Selatan, natur nuwun, saya permisi untuk bisa bergabung bekerja sama dengan rekan-rekan seluruh anggota Polres Nias Selatan dan juga masyarakat Nisel. Mohon izin Kapolres Dairi kami juga selaku keluarga besar Polres Nias Selatan mengucapkan terimakasih atas apa yang dilaksanakan telah membimbing dan membina anggota yang ada di wilayah hukum Polres Nias Selatan,” ucapnya.

“Saya selaku Kapolres mewakili keluarga besar Polres Nias Selatan memohon maaf sebesar-besarnya. Tidak ada gading yang tidak retak kesempurnaan hanya milik Allah Subhanallah, saya sebagai umat hanya bisa berusaha untuk hal yang baik,” tambahnya.

Dalam sambutannya AKBP Reinhard H. Nainggolan, SH S.IK MM mengatakan bahwa merasa terharu dengan acara pisah sambut ini.

“Jujur rekan-rekan saya tidak menyangka pelaksanaan pisah sambut siang hari ini begitu baik dan luar biasa dan saya sangat terharu”, ungkap AKBP Reinhard.

Dilanjutkannya, selama 2 tahun 1 bulan menjadi Kapolres Nias Selatan, itu bukan hal yang sebentar. Karena itu, dia mohon maaf dengan segala hal dirasakan para personel, karena itu tidak akan terjadi lagi.

“Oleh karena itu sebagai manusia biasa saya dan keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya. Pasti dalam kepimpinan saya banyak sekali kekurangan. Namun rekan-rekan saya pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak, tidak mungkin kami melaksanakan tugas selama 2 tahun 1 bulan apabila tidak mendapatkan dukungan dari rekan-rekan semua baik dari Wakapolres, PJU, Kapolsek dan apalagi Bintara,” tutupnya. (mag-8/ram)

Komplotan Begal Beraksi di Kantor Pastor

MINTA: Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus meminta Kejari Medan dampingi Pemko Medan tagih uang proyek lampu pocong.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEOLAH menantang aparat kepolisian dan Wali Kota Medan Bobby Nasution yang sudah mengumandangkan perang terhadap begal. Kali ini komplotan begal dengan menggunakan senjata tajam beraksi di Jalan Beringin 3, Kota Medan, tepatnya di samping kantor Camat Medan Helvetia, Sabtu (8/7).

Dari nformasi yang diterima wartawan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 18.30 – 19.00 WIB. Kawanan begal berjumlah tiga orang yang masuk ke kantor Paroki Padre Pio Medan Helvetia, Jalan Beringin 3 No 9 Helvetia, Medan.

Korban diketahui merupakan pegawai sekretariat Paroki Santo Padre Pio Helvetia bernama Tifany br Tarigan. Para pelaku berhasil membawa lari satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan Nopol BK 4888 AIA milik korban.

Jansen Sihaloho selaku Ketua Penasehat Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Medan membenarkan peristiwa tersebut. “Luar biasa sekarang keamanan Kota Medan ini. Kantor Paroki yang juga sekaligus tempat tinggal para Pastor, di begal juga,” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan terkait kerjdian tersebut.

Atas kejadian itu, Jansen pun menegaskan jika pihaknya sudah melaporkan hal itu ke Polsek Medan Helvetia.

“Tadi sudah lapor ke Polsek Helvetia,” ujarnya.

Disampaikannya, ada beberapa kondisi yang memprihatinkan di Jalan Beringin 3 tersebut, salah satunya minimnya lampu penererangan jalan.

“Kondisinya di sini gelap.Tak ada lampu penerangan jalan,” katanya.

Pihaknya sangat berharap agar aparat Pemerintah Kota Medan bisa memperhatikan kondisi ini.

“Mudah-mudahan Camat Kecamatan Medan Helvetia disamping menambah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di jalan sekitar Beringin 3, Pemerintah Kota Medan khusus nya Kecamatan Medan Helvetia menggalakkan kembali Pos Kamling dengan melibatkan Muspida plus Kecamatan Medan Helvetia,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus mengaku sangat menyesalkan kembali terjadinya aksi-aksi kejahatan seperti itu. Apalagi, kejadiannya justru terjadi tak jauh dari kantor Camat Medan Helvetia. “Infonya kejadiannya justru terjadi di samping kantor Camat Medan Helvetia. Ini kan luar biasa, berarti para pelaku kejahatan ini tidak takut sama sekali dengan pemerintah di kecamatan Medan Helvetia,” kata Robi kepada Sumut Pos, Minggu (9/7).

Untuk itu, Robi meminta agar peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi setiap kecamatan di Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Helvetia. Robi pun turut meminta kepada setiap kecamatan agar kembali mengaktifkan poskamling guna menekan angka kejahatan.

“Poskamling harus kembali diaktifkan, kemudian berkolaborasi lah lebih intens dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kecamatan harus tindaklanjuti instruksi Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution agar bersama-sama memerangi aksi kriminalitas di Kota Medan,” tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan tersebut.

Kemudian, Robi juga meminta agar peristiwa ini menjadi perhatian khusus bagi pihak kepolisian agar lebih serius dalam mencegah aksi-aksi kejahatan di Kota Medan. Mengingat saat ini, warga sudah sangat resah atas maraknya aksi kejahatan di Kota Medan.

Ditambah lagi, Wali Kota Medan, Bobby Nasution juga telah meminta pihak kepolisian agar lebih fokus dalam memberantas aksi kriminalitas di Kota Medan.

“Kita minta agar pihak kepolisian bisa lebih intens dalam mencegah aksi-aksi kriminal seperti begal dan lain-lain, yakni dengan mengintensifkan patroli ke setiap sudut Kota Medan, khususnya ke kawasan-kawasan yang dinilai rawan aksi kejahatan,” pungkas.(map/azw)

 

UTBK Seleksi Mandiri Unimed 2023 Diikuti 5.012 Peserta, Diterima 1.704 Orang

TINJAU: Rektor Unimed, Prof Dr Syamsul Gultom saat meninjau langsung UTBK Seleksi Mandiri di Kampus Unimed.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 5.012 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri Universitas Negeri Medan (Unimed) tahun 2023. Ujian berlangsung pelaksanaan ujian selama dua hari, sejak 10 hingga 11 Juli 2023.

Pelaksanaan UTBK Seleksi Mandiri Unimed 2023 diikuti oleh siswa lulusan tahun 2021, 2022, dan 2023 dari pendidikan menengah, yakni SMA/MA/SMK dan sederajat, serta lulusan Paket C, dengan maksimal umur 25 Tahun.

Ketentuan Kelulusan Seleksi Mandiri Unimed 2023 ini ada tiga poin yakni Berdasarkan hasil UTBK Seleksi Mandiri, Hasil Penilaian Portofolio bagi peserta yang memilih Prodi Seni dan Olahraga, dan Berdasarkan Rekognisi Prestasi Peserta, misalnya; Prestasi Akademik, Olahraga, Seni, MTQ dan Hafizh Qur’an.

Hari pertama, Rektor Unimed, Prof Dr Syamsul Gultom langsung melakukan peninjauan UTBK Seleksi Mandiri, di UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ia sempat melihat satu persatu peserta menjalani ujian tersebut.

“Ujian ini, pesertanya semua UTBK Seleksi Mandiri berjumlah 5.012 peserta. Jika bandingkan pada tahun 2022, berjumlah 5.161 peserta. Ada penurunan 2,9 persen,” ungkap Syamsul kepada wartawan, usai peninjauan pelaksanaan UTBK Seleksi Mandiri, di UPT TIK Kampus Unimed, Senin (10/7) pagi.

Untuk pengumuman hasil UTBK Seleksi Mandiri Unimed, Syamsul mengungkapkan akan diumumkan pada 21 Juli 2023 mendatang. Sedangkan, 201 petugas dilibatkan dalam pelaksanaan ujian tersebut, terdiri dari Dosen, dan Tendik Unimed yang Berusia Maksimal 45 Tahun.

“Untuk seleksi mandiri kita ambil 20 persen, sekitar 1.704 orang,” tutur Rektor Unimed.

Pada tahun akademik 2023, Syamsul mengungkapkan bahwa Unimed menerima 8.502 mahasiswa baru, terdiri SNMPTN 2.547 orang atau 30 persen. SBMPTN diterima 4.251 orang dan Mandiri diterima 1.704 orang.

“Jadi total dari mahasiswa baru yang diterima dari tiga jalur seleksi itu, berjumlah 8.502 mahasiswa baru,” tandas Syamsul.(gus)

Partai Hanura Belum Serahkan Vermin, KPU Sumut: Tunggu Arahan dari KPU RI

Kantor KPU Sumut, di Kota Medan.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, sudah menerima pengembalian berkas administrasi verifikasi (vermin) perbaikan dari 17 partai politik (Parpol) dari 18 parpol, hingga Minggu (9/7) malam, pukul 23.59 WIB.

“Ada 17 parpol mengajukan perbaikan berkas,” ucap Komisioner KPU Sumut Batara Manurung saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (10/7) siang.

Batara mengungkapkan bahwa ada satu parpol, yakni Partai Hanura yang belum menyerahkan berkas vermin perbaikan dari Bacalon Legislatif (Bacaleg) DPRD Sumut periode 2024-2029.

“Ada satu yang belum, Partai Hanura,” tutur Batara Manurung.

Batara mengungkapkan kendala dialami oleh DPD Hanura Sumut, masalah upload berkas di sistem KPU. Sehingga belum terselesaikan berkas administrasi diupload hingga saat ini.

“Mereka bilang, terkendala soal upload dokumen. Namun menurut ketentuan paling lama Pukul 23.59 WIB. Akhirnya, sampai sekarang mereka belum summit (selesai),” jelas Batara.

Batara mengatakan pihaknya menunggu arahan dan petunjuk dari KPU RI terkait Partai Hanura tersebut.

“Kita menunggu arahan dari KPU RI lah, kita tunggu kordinasi antara DPP Hanura ke KPU RI,” sebut Batara.

Ke-17 parpol yang sudah mengembalikan berkas vermin perbaikan, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Buruh, Partai Gelora.

Kemudian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB),

Selanjutnya, Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Ummat.

Selain itu, Batara mengungkapkan bahwa pihak KPU Sumut juga sudah menerima berkas Vermin perbaikan 21 Bacalon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Sumut periode 2024-2029.

“21 DPD RI sudah lengkap mengembalikan berkas perbaikan,” kata Batara.

Usai menerima berkas Vermin perbaikan itu, Batara mengungkapkan pihaknya melakukan vermin kembali terhadap berkas tersebut, dilakukan sejak 10 Juli hingga 6 Agustus 2023.

“Tanggal 6 Agustus 2023, dapat kesimpulan siapa memenuhi syarat, mana tidak memenuhi syarat mengarah ke DCS, (Daftar Caleg Sementara),” kata Batara.

Batara mengatakan, setelah masa pengembalian berkas perbaikan dan Vermin kembali. Pihaknya kemudian akan menyusun DCS hingga ditetapkan Data Caleg Tetap (DCT) pada bulan September 2023.

Perbaikan berkas ini sendiri mengacu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 10 tahun 2023 tentang Pencalonan anggota DPR RI, DPRD Sumut dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Setelah dilakukan perbaikan, kita akan kembali melakukan vermin untuk mengecek berkas yang sudah diperbaiki dalam persyaratan tersebut,” jelas Batara.

Sekadar informasi, KPU Sumut mengembalikan 1.625 dari 1.710 berkas bakal calon legislatif (Bacaleg) yang didaftarkan untuk bertarung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Dari 1.710 orang yang didaftarkan, hanya 85 orang memenuhi syarat (MS). Berkas yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) telah dikembalikan ke 18 parpol dan bakal calon DPD, karena masih terdapat kekurangan persyaratan administratif. (gus/ram)