Home Blog Page 13285

Dicueki Amri Tambunan, Ribuan Petani Berkemah

Petani Tuntut Bupati Batalkan Semua Izin di Lahan Sengketa Eks HGU PTPN II

LUBUKPAKAM-Ribuan petani yang tergabung dalam Komite Tani Menggugat (KTM) melakukan berunjuk rasa di halaman kantor Bupati Deliserdang, Rabu (4/7) pukul 10.30 WIB. Mereka menuntut pencabutan SKT, IMB, HGB, Sertifikat diatas lahan eks HGU PTPN 2.

Karena tidak berhasil bertemu Bupati Amri Tambunan, massa memblokir Jalinsum hingga menimbulkan macet selama 90  menit. Karena niat bertemu bupati belum kesampaian, sebagian massa memutuskan berkemah di depan kantor itu.
Para petani itu berasal dari Helvetia, Marendal I, Salambo, Dagang Krawan, Durin Tonggal, Dusun Germenia, Desa Manunggal dan Desa Sunggal. Massa menuding Bupati Amri Tambunan mafia perizinan dengan menerbitkan izin mendirikan bangunan di atas lahan eks HGU PTPN 2. “Kami minta segala aktivitas pembangunan perumahan, tembok milik pengembang di lahan eks HGU PTPN II di daerah Helvetia, Marendal, Selambo, Dusun Germenia, Dagang Krawan, Durin Tonggol, Desa Manunggal, ditertibkan dan dihentikan,” bilang Azis Manurung dan Manalu, narator aksi demo.

Massa mengutip UU Pokok Agraria No 5 tahun 1960 yang diantaranya berbunyi tanah memiliki fungsi sosial yang dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat. Namun ternyata fungsi sosialnya sudah berubah untuk kepentingan pribadi atau segelintir orang.

Hal itu terjadi di Desa Helvetia oleh PT Anugerah Cemara Realty,  Desa Selambo dikuasai PT Bangun Graha Lestari, Desa Marendal I oleh PT Mitra Karya Pembangunan Lestari dan Villa Indah Permai, Desa Durin Tonggal dikuasai PT Indo Palapa dan PT Anugerah Multi Sumatera, Desa Dagang Krawan oleh yayasan Nurul Amaliyah dan di Dusun Germania.

Massa juga meminta Pemkab memperjelas status lahan yang dilepas PTPN II seluas 18,5 Ha di kebun Pagar Merbau Pasar, dan mendistribusikan tanah kepada rakyat di Dusun Durin Tonggal seluas 102 Ha, di Germenia seluas 315,9 Ha, Desa Helvetia Dusun VI seluas 20 Ha yang dihuni 700 KK, Desa Dagang Krawan Tanjung Morawa 78,16 Ha, Desa Selambo seluas 342 Ha, Desa Helvetia seluas 174 Ha, Desa Marendal I seluas 170 Ha.
Setelah berorasi 45 menit, wakil Bupati Zainuddin Mars bersedia menemui utusan pengunjuk rasa. Massa menolak dan menuntut berjumpa Amri Tambunan. Niat pendemo itu tidak terwujud karena Amri Tambunan sedang berada di Kecamatan Galang, meresmikan acara bedah rumah.

Di tengah berlangsungnya orasi, mobil dinas bupatiToyota Land Cruser BK 1 M hitam, masuk ke rumah dinas di samping kantor bupati, sekitar 30 meter dari lokasi aksi.
Hingga pukul 17. 00 WIB, massa tetap bertahan di depan kantor bupati. Karena tuntutan bertemu Amri Tambunan tidak terwujud, ribuan massa memblokir Jalinsum Tebingtinggi-Medan dan sebaliknya. Massa duduk dan tiduran di badan jalan.
Aparat kepolisian terpaksa mengalihkan arus kendaraan dari Medan menuju Tebingtinggi dan sebaliknya.

Meski massa memblokir Jalinsum yang mengakibatkan lalulintas terganggu hingga 90 menit dan macet beberapa kilometer, tuntutan mereka belum terpenuhi. Massa lalu mendirikan tenda dan kemah di depan kantor Bupati dan sebagian orang berniat menginap di depan kantor itu hingga 7 Juli 2012 mendatang. (btr)

Sepeda Motor Dibakar, Maling Bebek Nyaris Tewas

LABUHAN- Dua maling bebek, M Yusuf Nasution (48) dan M Syahrial (15), nyaris tewas diamuk massa di Desa Telaga VII Dusun I Kecamatan Labuhan. Massa yang kesal kemudian membakar sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai keduanya, Rabu (4/7) sekira pukul 04.00 WIB.

Kedua pelaku terpergok mencuri tiga ekor bebek milik Jabri (51). Spontan korban berteriak maling dan massa berdatangan dan mengepung kedua pelaku.

M Yusuf yang sekarat dilarikan ke RSU Wulan Windi di Jalan Marelan Raya Pasar V Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan. “Syahrial diboyong ke Mapolsekta Medan Labuhan, bersama barang bukti tiga ekor bebek dan sepeda motor yang hangus,” ujar Kanit Reskrim, AKP Oktavianus. (mag-17)

Koperasi tak Mampu Lunasi Rp1,9 Miliar, Rumah Buruh Menggantung

BELAWAN- Proyek pembangunan 3.000 unit perumahan buruh TKBM Pelabuhan Belawan di kawasan Sei Mati dan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, terkendala. Pihak Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan tidak mampu memenuhi pembayaran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) senilai Rp1,9 miliar kepada pihak BTN.

“Permasalahannya soal penyetoran pembayaran KPR ke BTN sebesar Rp1,9 miliar per bulannya. Pendapatan dari hasil pemotongan upah kerja buruh pada setiap bulannya hanya mencapai Rp1,1 miliar, dan sisanya Rp800 juta lagi ini belum mampu kita bayarkan,” kata, Ketua Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan, Tombang Hutabarat, Rabu (4/7) kemarin.

Tombang tak dapat memastikan apakah proyek perumahan yang pembangunannya dimulai dari 2004 lalu itu, bisa rampung akhir 2012. “Sekarang saja baru sekitar 2000 unit lebih yang rampung pengerjaannya,” ungkapnya.
BS Purba, anggota Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan menuding adanya penyimpangan pengurus koperasi maupun manajer perumahan. “Sudah delapan tahun dikerjakan tapi tak selesai, sedangkan dana buruh sudah terlalu banyak dipotong melalui upah kerja per tonasenya untuk perumahan itu. Kenapa sekarang ada cerita soal tak mampu membayar KPR, jadi kemana uang buruh selama ini,” pungkasnya.(mag-17)

Oknum Dishub Pungli Wisatawan di Gundaling

KARO- Kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Karo disorot. Oknum petugas di lapangan berani melakukan pungutan liar (pungli) terhadap wisatawan di kawasan objek wisata.
Uang parkir dikutip di atas tarif resmi sesuai Perda Kab Karo Pasal 46 No 05 Tahun 2012. Pungli terungkap pasca maraknya protes sejumlah wisatawan di Bukit Gundaling. Kesal dengan prilaku petugas Dishub, gabungan joki kuda dan pengusaha aksesoris Gundaling, menggelar unjuk rasa dadakan  di kawasan Simpang Tiga Mess Pemprovsu, Rabu (4/7) siang.

Pelaku wisata Bukit Gundaling itumengaku kesal karena oknum yang belakangan diketahui bernama Ajar Bancina itu, menantang pembuktian tudingan pungli tersebut.

Sejumlah wisatawan lantas dipertemukan, tetapi Ajar Bancina malah  melakukan pembelaan diri. “Saya tidak memaksa bapak membayar lebih,” ujar pria berbadan tambun itu kepada wisatawan lokal.
Sesuai keterangan tamu rombongan sekolah asal Kabupaten Deli Serdang, Alamsyah (42), oknum petugas parkir mengutip retribusi parkir kendaraan roda empat Rp 10.000 per unit. Total mereka harus bayar Rp60 ribu.
Sesuai keterangan turis lain, kutipan parkir di kawasan Bukit Gundaling variatif. Bus Rp30.000, mobil antara Rp10.000-20.000. Sedangkan sepeda motor antara Rp3.000 – Rp5.000.  (wan)

[table caption=”Tarif Parkir di Gundaling “]
Kendaraan     ,   Tarif Resmi
Taksi        ,    Rp3.000
Bis umum/non umum   , Rp5.000
Mobil penumpang umum   , Rp3.000
Sedan/jip/pic up    ,    Rp3.000
Roda dua     ,   Rp2.000

[/table]

Sumber: Perda Kab Karo No. 05 Tahun 2012

Semalam Kami Harus Layani Tujuh Tamu

12 Gadis Langkat jadi Budak Seks di Malaysia

Pepatah yang berbunyi, ‘hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri’, tampaknya benar-benar dialami gadis 14 tahun, sebut saja namannya Yanti. Niat mulia  membantu orangtua pasca putus sekolah, warga Desa Cinta Dapat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat ini, malah dijadikan budak seks di negeri jiran, Malaysia.

M Affandi, Binjai

SIPERIKSA: Yanti saat menjalani pemeriksaan di Polres Binjai, kemarin (4/7).
SIPERIKSA: Yanti saat menjalani pemeriksaan di Polres Binjai, kemarin (4/7).
Kisah pahit Yanti dibeberkannya saat mengadu ke Mapolres Binjai, Rabu (4/7) pukul 08.00 WIB. Ditemani ayahnya Nelson Sembiring (37), gadis berkulit putih dan rambut sebahu ini menceritakan perjalanan pahit yang dialaminya di negeri tetangga itu.

Anak sulung pasangan Nelson Sembiring dan Istina Br Ginting ini, awalnya mencari pekerjaan untuk membantu orangtuanya yang hanya pedagang es krim.
“Sekolah putus di tengah jalan, sampai kelas 2 SMP, karena kasihan lihat bapak,” kata Yanti.

Dia pun bertemu HH, warga Jalan Hoki, Kecamatan Binjai Timur dan ditawari bekerja di Malaysia sebagai pegawai restauran dengan gaji 1000 ringgit Malaysia  (Rp3 juta) per bulan. Yanti menerima tawaran itu tanpa sepengetahuan orangtuannya dan dipertemukan dengan agen bernama Ina, warga Perumahan Johor 2. Semua persyaratan lantas diurus Ina selaku penyalur. “Mulai dari KTP, KK, dan dokumen lainnya. Semua dokumen itu diurus di Aceh,” beber Yanti.
Yanti merahasiakan keberangkatan. “Rencanannya aku ingin memberitahu orangtua jika sudah sukses,” terangnnya.

Mereka berangkat naik fery dari Tanjung Balai. “Kami ada 12 orang,” tegasnnya. Di Malaysia, mereka ditempatkan di hotel Gold Cord dan dipekerjakan sebagai wanita pekerja seks bagi tamu hotel.
“Jika kami tidak mau melayani tamu, pemilik marah dan memukuli dan tidak memperbolehkan kami keluar hotel,” urainya.

Celakanya, majikan mengharuskan mereka melayani 7 tamu setiap malam. “Kami semua disuntik obat. Setiap malam, kami diharuskan melayani 7 tamu,” ungkapnya. Tak tahan dengan kondisi itu, Yanti mencoba melarikan diri. Hingga akhirnya, dia sampai di Medan. “Kebetulan dia orang Indonesia. Dia memberiku ongkos untuk naik kapal dan bus hingga sampai ke stasiun Pinang Baris,” ujarnya.
Di Pinang Baris, ia dijemputNelson Sembiring dan langsung mengadu ke Polres Binjai. Reskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto membenarkan laporan itu.(*)

Direksi PT Perkebunan Nusantara 3 dan SPBUN Audiensi ke Kapoldasu

Jajaran Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 3 dan Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PT PN 3 melakukan audiensi ke Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro SH, Rabu (4/7), kemarin. Sebelum melakukan audiensi dengan Kapoldasu, audiensi diterima Dir Binmas Poldasu Kombes DR H Hery Subiansauri, SH,MH, MSi di ruang kerjanya.

AUDIENSI: (kiri ke kanan)-Ketua SPBUN PTPN 3 Ir  Marisi Butarbutar MM, Ketua Umum SPBUN PTPN 3 Drs H Mailanta Bangun, MBA, Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro SH, Direktur SDM PTPN 3 HM Rahmat Prawirakusumah, SE, MM, Kepala Bagian Umum H Harianto, Sekretaris Umum SBUN PTPN 3 Ridho Syahputra Manurung, SH, MHum saat audiensi dengan Kapoldasu.
AUDIENSI: (kiri ke kanan)-Ketua SPBUN PTPN 3 Ir Marisi Butarbutar MM, Ketua Umum SPBUN PTPN 3 Drs H Mailanta Bangun, MBA, Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro SH, Direktur SDM PTPN 3 HM Rahmat Prawirakusumah, SE, MM, Kepala Bagian Umum H Harianto, Sekretaris Umum SBUN PTPN 3 Ridho Syahputra Manurung, SH, MHum saat audiensi dengan Kapoldasu.
Jajaran Direksi PTPN 3 yang melakukan audiensi yakni, HM Rahmat Prawirakusumah, SE, MM (Direktur SDM PTPN 3), Drs H Mailanta Bangun, MBA (Ketua Umum SPBUN PTPN 3), Ir Marisi Butarbutar MM (Ketua SPBUN PTPN 3), H Harianto (Kepala Bagian Umum) serta Ridho Syahputra Manurung, SH, MHum (Sekretaris Umum SBUN PTPN 3). Audiensi langsung disambut hangat oleh Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro SH di ruang kerjanya.

Dalam kesempatan itu, Direktur SDM PTPN 3 HM Rahmat Prawirakusumah, SE, MM mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Kapoldasu yang meluangkan waktu untuk menerima audiensi mereka.

Sedangkan maksud dan tujuan audiensi tersebut dipaparkan Rahmat, bahwa dalam waktu dekat ini, tanggal 6,7,8 dan 10 Juli 2012,  PTPN 3 dan SPBUN akan melaksanakan kegiatan Zikir Akbar, Apel Akbar, Bhakti Sosial serta Donor Darah.

Kegiatan ini dilaksakanan di beberapa tempat, yakni di Lapangan Ikabina Kabupaten Labuhan Batu, Lapangan Voly Kisaran Kabupaten Asahan, Lapangan Brimob Siantar dan Lapangan Benteng Medan. ”Kegiatan ini sebagai wujud syukur serta kepedulian PTPN 3 terhadap masyarakat,” ujar Rahmat Prawirakusumah di hadapan Kapoldasu.

Dipaparkan Rahmat, untuk kegiatan 10 Juli nantinya akan digelar di Lapangan Benteng Medan. Kegiatan itu di antaranya Zikir Akbar dengan menghadirkan Al-Ustadz DR H Andian Parlindungan, MA. “Setelah acara Zikir Akbar, kami menyerahkan bantuan Program Bina Lingkungan PTPN 3 kepada kepolisian daerah Sumatera Utara berupa sepeda motor kepada 7 polres, yakni Polres Deli Serdang, Polres Sergei, Polres Tebing Tinggi, Polres Simalungun, Polres Asahan, Polres Labuhan Batu dan Polres Tapsel,” ujar Rahmat Prawirakusumah.

Dalam kegiatan di Lapangan Benteng ini, Rahmat meminta kesediaan dan kehadiran Kapoldasu, khususnya pada acara penyerahan bantuan sepeda motor  dari Kemitraan Bina Lingkungan, sekaligus agar Kapoldasu bersedia memberikan sambutan nantinya.

Dalam perbincangan yang akrab itu, Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro SH menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan PTPN 3. “Saya bersedia untuk hadir di acara 10 Juli ini. Isya Allah, saya akan datang,” kata Kapoldasu berjanji.

Kapoldasu juga mengatakan, tugas Polri sebagai pelindung, pelayan dan penganyom masyarakat, maka polisi siap melakukan pengamanan atas seluruh kegiatan yang digelar PTPN 3 nantinya.

Selain Zikir Akbar, ada juga kegiatan donor darah yang bekerjasama dengan PMI. Hal ini sebagai kepedulian sesama sesuai tema Setetes Darah untuk Sesama. Sedangkan kegiatan bhakti sosial, SPBUN PTPN 3 akan melaksanakan kebersihan di rumah ibadah serta rumah sakit. (*)

Bla Bla Bla Siap Menggebrak

Jelang Kejurnas Reli Seri II, Sergai Rally 2012

MEDAN- Tim Bla Bla Bla Medan sebagai kekuatan utama reli mobil di Sumut, menyatakan harapan mereka untuk bisa kembali meraih podium di ajang kejurnas seri II Sergai Rally 2012 yang berlangsung di Rambong Sialang, Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (6/7) sampai Minggu (8/7).

Pada seri I Kejurnas Langkat Rally 2012, April lalu, tim Bla Bla Bla merebut peringkat III lewat andalan utama mereka Ijeck dengan navigator Uche. Dan kini, tumpuan utama prestasi juga tetap diharapkan dari Ijeck, yang dikenal jagoan menaklukkan lintasan basah.

Manajer tim Bla Bla Bla, Rudi Siregar ditemui di Medan, Rabu (4/7) mengatakan, tim yang bermarkas tim Jalan Sei Deli, Medan, ini akan tampil dengan kekuatan penuh menurunkan lima pasangan pereli dalam ajang yang juga menjadi seri kejuaraan North Sumatera Rally Championship ini.

Selain Ijeck/Uche, tim Bla Bla Bla juga diperkuat pasangan Harun Nasution/Julio Nurrahman, yang pada Langkat Rally 2012 lalu menempati posisi keempat. Kemudian, ada Kiky Desky/Agung Buchari, serta Akbar Buchari/A Syauki.
Keempat pasangan pereli tersebut akan turun di katagori grup N/A, dengan mengandalkan kendaraan Subaru Impreza serta Mitsubishi Lancer Evolution. Sementara satu pasangan pereli lagi adalah Andy Jachmoon dan navigator Arjie yang turun di grup GR2 di atas Proton.

Sementara dari markas Panpel di Jalan Taruma Medan, No. 52 didapat data, hingga Rabu sore jumlah peserta sudah melewati 30 pasangan pereli. “Kita pastikan jumlah peserta masih akan bertambah. Dan hal ini tentu menggembirakan kita semua, karena bisa menjadi bekal kita untuk mempersiapkan diri menggelar even dengan jenjang yang lebih besar semisal APRC atau WRC,” sebut Pimpinan Perlombaan Ir Elwin Siregar didampingi Wakil Pimpinan Perlombaan Poedio Utoyo. (jun)
Menurut Rudi Siregar, kendati persaingan kali ini bakal lebih ketat, dengan turunnya sederet pereli nasional papan atas, namun tidak menyurutkan ambisi tim untuk memberikan hasil terbaik bagi Sumut di ajang kejurnas ini.
Dia menambahkan, prestasi Kiky Deski pada seri North Sumatera Rally Championship 2011 dua kali meraih posisi runner-up, sementara Akbar Buchari tentu mendapat semangat baru dengan tampil di atas kendaraan barunya Mitsubishi Lancer Evo IX.(jun)

Transformasi Perguruan Tinggi

Oleh: Prof Dr Syamsul Nizar MA

Pada abad ke-21 ini lembaga perguruan tinggi (PT) menghadapi berbagai perubahan yang tak pernah dihadapinya sebelumnya. Perubahan yang sangat cepat meliputi aspek ekonomi, politik dan budaya yang menglobal.
Karena itu, perguruan tinggi memerlukan upaya mengkritisi program lembaganya, proses penyesuaian apakah masih mungkin dilaksanakan, atau pengorganisasian dan restrukturisasi diperlukan. Suatu yang sangat penting  ialah adanya efektivitas jangka panjang perguruan tinggi melalui perhatian terhadap rancangan proses perencanaan lembaga, manajemen dan pengelolaannya.

Perencanaan strategik PT bersifat pekerjaan manajemen untuk jangka panjang dengan merencanakan perubahan konstruktif lembaganya. Perguruan tinggi telah secara signifikan berubah selama ini dan berkelanjutan dari hari ke hari. Kekuatan perubahan kontemporer yang terjadi atas universitas, diturunkan dari perubahan sosial, pengaruh ekonomi, dan teknologi yang mungkin kapasiatasnya sangat adaptif terhadap paradigma akademik terbaru.

Justru saat ini PT masih menghadapi berbagai catatan krisis dalam pendidikan tinggi, sehingga diperlukan rekonstruksi paradigma PT dari masalah yang sangat fundamental, bahkan melakukan reinventing sebuah PT.
Transformasi sebuah PT dalam merespon perubahan, dilakukan melalui: (1) misi PT, (2) restrukturisasi keuangan, (3) organisasi dan pengelolaan, (4) karakteristik umum PT, (5) transformasi intelektual, (6) hubungan dengan pihak luar,  dan (7) perubahan cultural intelectual oriented.

Kini semakin jelas bahwa institusi PT harus mengusahakan fleksibitas yang luas dan kemampuan untuk mengubah pelayanan terhadap perubahan masyarakat. PT adalah sebuah sistem, yang di dalamnya terdiri dari beberapa sub sistem. Sub sistem manajemen merupakan hal yang fundamental di dalam mendayagunakan sumber daya perguruan tinggi guna mencapai tujuan.  Sistem sosial, terdiri dari sub sistem politik, sub sistem ekonomi, sub sistem budaya, sub sistem agama, sub sistem pendidikan dan sub sistem domestik (keluarga). Bahkan tubuh manusia juga merupakan sistem, di mana unsur syaraf otak menentukan berfungsinya panca indra lain, seperti fungsi mata berhubungan dengan fungsi telinga, lidah berhubungan fungsinya dengan otak, tangan, kaki, jantung, usus, kulit, paru-paru dan unsur-unsur tubuh lainnya saling mendukung kesempurnaan seluruh anatomi tubuh manusia sehingga memiliki keseimbangan hidup.
Menurut Onushkin, secara umum sistem manajemen perguruan tinggi memiliki sifat tradisional, belum menggunakan teknik modern dan metode perencanaan dalam manajemen. Hanya ada sebagian yang sudah mulai bahwa perencanaan modern dan manajemen dapat dan digunakan sebagai instrumen bagi pemecahan masalah yang sukar sebagaimana mereka hadapi.

Itu artinya, perencanaan strategi bagi perguruan tinggi merupakan keharusan manajerial terutama dalam mengantisipasi perubahan secara proaktif agar program akademik, penelitian, dan pengembangan masyarakat mampu menjadikan perguruan tinggi tetap eksis dan berkembang di masyarakat sebagai pilar pengembangan kebudayaan nasional.

Perencanaan strategik bagi perguruan tinggi semakin diperlukan mengingat tuntutan pelanggan perguruan tinggi semakin besar yang berasal dari munculnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keragaman lapangan kerja. Karena itu, dimensi kualitas, akuntabilitas, otonomi, akreditasi dan evaluasi menjadi paradigma baru perguruan tinggi di abad  ini. Lebih jauh dikemukakan  Peterson, dkk bahwa perguruan tinggi perlu dikelola dengan perencanaan strategis yang bersifat kontekstual.

Pimpinan perguruan tinggi tidak hanya bersikap adaptif, akan tetapi mau merespon perubahan secara proaktif. Di sini keberadaan perencanaan (planning) adalah suatu usaha untuk menangani persoalan-persoalan yang dihadapi antara lembaga dan lingkungan. Fokusnya adalah pada  memahami sifat dasar dari sistem pendidikan tinggi dalam perspektif perencanaan starategik yang digunakan dalam mengantisipasi perubahan eksternal untuk dapat mengembangkan institusi perguruan tinggi sesuai dengan dinamika sosial, ekonomi, politik, dan nilai-nilai budaya.

Penyataan visi, misi, rencana dan aksi dalam menata perguruan tinggi menjadi pedoman menetukan arah masa depan PT yang unggul. Visi yang dirumuskan perlu jelas dan konkret, bukan sebatas mimpi abstrak yang acapkali sebagai hiasan bibir saja.

Visi harus disesuaikan dengan kekuatan yang dimiliki dan standar yang terukur dan berlaku secara nasional. Perencanaan strategik pada PT terbukti telah banyak membawa keberhasilan, khususnya bagi perguruan tinggi yang besar, tersebar dan kompleksitas dari universitas riset.

Bagaimanapun kata “strategik” menggambarkan penting kedudukan unsur fakultas dan kekuatan mereka dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dengan perencanaan dan rasionalitas tinggi. Kebanyakan PT masih mengandalkan sikap reaktif atau bahkan penolakan terhadap perubahan, tekanan eksternal dan peluang daripada menggunakan kekuatan, tindakan aktif untuk menentukan dan mengejar sasaran lembaga.

Persoalan yang dihadapi bukan menanyakan apa masalah, tetapi harus sampai bagaimana mengatasinya. Intinya bahwa PT harus bersikap proaktif mengantisipasi persoalan dinamika eksternal saat ini. Disadari bahwa tuntutan perubahan lingkungan akan perlunya pendekatan yang lebih strategik kepada evolusi lembaga. Adalah hal yang kritis bagi pendidikan tinggi memberikan perhatian yang utama untuk merancang proses perencanaan lembaga, manajemen dan pemerintahan.

Sungguh kemampuan universitas  beradaptasi secara sukses  untuk mengetahui perubahan yang terjadi  dalam masyarakat bergantung kepada usaha yang sungguh-sungguh atas pemanfaatan kemampuan kolektif dalam membangun dan melakukan strategik yang sesuai.

Adapun kuncinya adalah pengakuan bahwa dalam perubahan lingkungan yang cepat adalah penting untuk mengembangkan proses perencanaan yang tidak hanya mampu mengadaptasi kondisi perubahan, tetapi beberapa tingkat mampu  memodifikasi perubahan di mana PT akan dapat mengembangkan dirinya beberapa dekade ke depan.

Pengelola PT harus mengusahakan secara progresif, fleksibel, dan membuat adaptasi proses perencanaan, sehingga mampu merespon terhadap dinamika perubahan lingkungan, menuju suatu kepastian  masa depan.
Keberadaan perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama pengembangan sumber daya manusia (SDM). Apalagi dalam era otonomi daerah ini, tuntutan akan  SDM berkualitas semakin besar. Karena SDM berkualitas ialah yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi tinggi dan berakhlak mulia perlu dibina dan dikembangkan melalui keragaman program pendidikan tinggi.
Untuk itu, pimpinan PT pada perguruan tinggi semakin dituntut meningkatkan peranannya  merespon secara aktif perubahan lingkungan eksternal  yang terus berubah secara signifikan bagi menentukan relevansinya dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Diperlukan kepemimpinan yang baik untuk perubahan pendidikan tinggi jika ingin melayani perubahan  dunia yang cepat. Harus disadari bahwa perguruan tinggi sebagai institusi sosial yang cukup layak dalam hal kapasitas untuk merancang dan mengarahkan perubahan dan mampu beradaptasi dalam melayani masyarakat secara luas, bukan sebatas masyarakat “local”. Wa Allhua’lam bi al-Shawwab.***

(Penulis: Guru Besar di UIN Suska Pekanbaru)

Harta Rampasan

Uang senilai tujuh puluh miliar lebih yang katanya hasil korupsi Syamsul Arifin dan kawan-kawan dikembalikan ke Kabupaten Langkat. Sebelumnya dana itu disita oleh KPK. Nah, setelah ada putusan terhadap kasus Syamsul Arifin, maka KPK pun mengembalikan uang tersebut ke Pemkab Langkat. Wajar, pasalnya dana yang dikorupsi memang bersumber dari kabupaten tersebut.

Sayangnya, pengembalian dana itu ternyata tidak selesai begitu saja. Muncul pertanyaan sederhana, setelah dikembalikan dana itu mau digunakan untuk apa? Maka, ada yang menjawab, gunakan saja untuk kepentingan rakyat; bangun fasilitas dan berikan pelayanan maksimal. Tentu saja jawaban itu sangat bijak. Makin bijak karena yang mengungkapkan ide itu adalah seorang anggota dewan di kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Naggroe Aceh Darussalam tersebut.
Sang anggota dewan pun tegas menggarisbawahi agar dana tersebut jangan digunakan untuk belanja pegawai. Maksudnya, bayar gaji PNS dan sebagainya. Setidaknya, bagi sang anggota dewan, kebutuhan publik lebih urgen. Ya, seorang kawan juga anggap begitu, setidaknya ketika uang korupsi tersebut belum dikembalikan, PNS tetap gajian bukan? Menariknya, kawan lain sempat berkata kalau PNS dan honorer di Kabupaten Langkat memang menunggu pengembalian dana tersebut. Katanya, abdi negara di sana terancam tak gajian.

Di sisi lain, dari Jakarta malah ada suara agar dana tersebut ditahan dulu. Artinya, jangan digunakan. Pasalnya, Syamsul masih memiliki peluang untuk bebas murni dalam PK. Nah, jika bebas murni, maka uang itu akan kembali ke Syamsul.
Bah, entah mana yang benar, yang jelas kasus ini bagi saya mirip dengan harta rampasan perang. Seperti sama-sama kita paham, harta rampasan perang adalah segala barang, benda berharga dan perabotan yang diambil secara paksa dari pemiliknya yang sah melalui penjarahan selama atau setelah peperangan. Biasa rampasan perang juga diakukan berdasarkan keinginan para prajurit yang sedang terlibat langsung dalam peperangan dan bukan oleh kesepakatan dari kedua belah pihak.

Pertanyaannya, apakah dana yang dikembalikan ke Pemkab Langkat merupakan harta rampasan perang dari Syamsul Arifin? Sekilas tampaknya begitu, setidak pihak pemerintah daerah dan anggota dewan daerah bak prajurit di dapur umum yang menyambut prajurit lainnya yang baru pulang perang dengan harta rampasan yang banyak. Dan, prajurit yang melakukan perampasan adalah KPK.

Padahal, harta itu bukan milik Syamsul Arifin. Dari berita yang beredar hingga kini dan putusan pengadilan, harta itu adalah milik Pemkab Langkat. Jika begitu Syamsul adalah prajurit di medan perang yang melakukan perampasan sekehendak hati dan terjadi secara cepat. Jadi, Pemkab Langkat adalah sosok yang ‘kalah’ perang.

Lucunya, suara dari Jakarta malah mengaburkan itu lagi. Ya, seperti yang saya katakan tadi, Pemkab Langkat diminta untuk menunda penggunaan dana tersebut karena Syamsul memiliki peluang bebas murni. Dengan kalimat itu, bukankah Syamsul bak sosok yang kalah perang; dana yang dikembalikan ke Pemkab Langkat adalah rampasan perang bukan? Akhirnya, negara atau yang lebih tepatnya KPK adalah prajurit yang melakukan perampasan.

Tapi sudahlah, yang jelas, dana sebanyak puluhan miliar itu kini bisa menjadi sangat menggiurkan bukan? Ayolah, setidaknya dana itu sempat dianggap hilang dan banyak kasus korupsi yang dananya entah berada di mana.
Kelebihan Syamsul adalah mengembalikan dana itu. Dan, kelebihan Syamsul lagi adalah membuat khalayak bingung untuk menggunakan uang itu. Seorang kawan malah mengatakan Syamsul memang pintar. Bayangkan saja, dia tidak hanya membuat pemerintah repot dengan uang yang dikorupsinya, tapi dia juga mampu membuat pemerintah repot dengan uang yang dikembalikannya. (*)

Pesawat Tempur Inggris Tabrakan, 2 Tewas, 2 Hilang

LONDON – Royal Air Force (Angkatan Udara Inggris) sedang berduka. Selasa sore lalu (3/7) dua pesawat militer milik RAF bertabrakan di udara. Akibatnya, dua awak jet tempur Tornado GR4 harus dirawat intensif di rumah sakit akibat luka parah yang mereka derita. Bahkan, kemarin dua orang itu dilaporkan meninggal Sedangkan dua personel militer lain belum ditemukan alias dilaporkan hilang.    Kemarin (4/7) RAF terpaksa menghentikan pencarian dua awak yang hilang akibat kecelakaan di kawasan Moray Firth, timur Skotlandia, tersebut. ‘’Misi pencarian dan penyelamatan kami hentikan,’’ kata Fred Caygill, jubir Maritime and Coastguard Agency. Setelah menghentikan pencarian, saat ini RAF fokus pada tahap pemulihan awak.

Sebelum benar-benar menghentikan misi penyelamatan, RAF sempat menunda pencarian karena cuaca yang tidak bersahabat. Karena cuaca tidak kunjung membaik, RAF lalu memutuskan untuk menghentikan pencarian. Harapan bahwa dua awak pesawat nahas itu bakal ditemukan dalam kondisi selamat juga sangat tipis. RAF mengasumsikan dua personel yang hilang itu telah tewas.(AP/AFP/BBC/hep/dwi/jpnn)