Home Blog Page 13286

Soekarno 6 Ikon Warisan Bung Karno di Jakarta

Soekarno, sang proklamator meninggalkan sejumlah warisan gedung dan monumen bersejarah di masa pemerintahannya. Tercatat mulai dari Masjid Istiqlal, Monas, hingga Gelora Bung Karno dibangun di zaman Soekarno.
Ada juga patung ‘Selamat Datang’ di Bundaran HI, patung ‘Dirgantara’ di Pancoran, atau patung ‘Pahlawan’ yang kerap disebut patung ‘Pak Tani’ di Jakarta Pusat. Berikut sekelumit ikon warisan Soekarno tersebut.

  • Masjid Istiqlal: Ide pembangunan masjid ini muncul dari pada 1950. Adalah KH Wahid Hasyim yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Agama dan H Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam yang menggodoknya
  • Tugu Monumen Nasional: (Monas) Soekarno membuat sayembara untuk membuat lambang bagi Kota Jakarta. Hingga akhirnya pilihan Soekarno jatuh pada konsep Obelisk yang dirancang oleh Friederich Silaban dan 45 kg emas
  • Gelora Bung Karno Senayan: Pembangunan kawasan GBK dengan menggusur 4 desa dan memindahkan 60 ribu penduduk
  • Patung Selamat Datang di Bundaran HI: Untuk menyambut atlet Asian Games IV pada 1962
  • Patung Digantara di Pancoran: Patung yang dirancang Edhi Sunarso pada 1964-1965 ini dicetuskan oleh Soekarno.
  • Patung Pak Tani: Ide pembangunan patung ini muncul setelah Soekarno berkunjung ke Moskow, Rusia. (net)

Pembayaran Gaji Masih Kabur

Manajemen PSMS tak Mampu Upayakan Dana Talangan

MEDAN- Suasana muram belum beranjak dari skuad PSMS di Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Menjelang tur away ke Kalimantan menjalani dua sisa laga kontra Mitra Kukar (7/7), dan Persisam (11/7), ketidakjelasan mencuat. Belum juga ada titik terang untuk tuntutan pemain ke kantor Wali Kota Medan pada Selasa (3/7) lalu.

Tuntutan berupa pinjaman yang selayaknya dicairnya sebelum tim berangkat, sepertinya tidak bakal terealisasi. Hingga saat ini manajemen gagal mengupayakan dana talangan. Harapan satu-satunya masih dari sponsorhip utama, PT Bakrie Sumatera Plantations dan bantuan untuk klub dari Badan Liga Indonesia (BLI).

Pertemuan di Mess Kebun Bunga antar manajemen yang dihadiri Manajer Benny Tomasoa dengan para pemain juga tak hadirkan solusi. Pemain masih menunggu kesepakatan dengan CEO PSMS, Idris SE hari ini.
“Tidak bisa kita gunakan dana APBD. Kami masih berharap sponsor. Soal pinjaman masih mengupayakan hingga saat ini, dana keberangkatan saja menggunakan koceknya CEO. Kalau Pemko mau mendahulukan pinjaman tentu sudah ada solusi. Sampai saat ini belum bisa memastikan uang itu ada di tangan,” kata Benny Tomasoa saat dihubungi wartawan kemarin.

Artinya, aksi pemain mengadu ke kantor wali kota itu bisa terbilang sia-sia. Toh, tidak juga ada perkembangan yang bisa merubah raut wajah pemain menjadi lebih berseri.
Begitupun pemain sudah kadung kecewa. Respon manajemen yang terkesan dingin tak ayal bisa berujung pada sikap tegas. Bisa saja muncul sikap menolak berlaga di dua laga sisa.
Kapten PSMS, Sasa Zecevic semakin bingung dengan kondisi ini. “Tidak tahu. Kita masih terus menunggu. Kami pemain tidak ada bicara soal nggak mau main. Para pemain masih mengharapkan perkembangan,” katanya.

Pernyataan Benny Blunder

Ketiadaan solusi dari manajemen bisa menimbulkan dua reaksi dari pemain. Reaksi normal, mereka tetap pasrah menjalani dua laga sisa atau malah reaksi yang ekstrim, menolak berlaga di dua laga sisa.
Namun jika nantinya pemain memilih opsi kedua, manajemen justru mengaku tak gentar. Manajer PSMS, Benny Tomasoa mengatakan akan memberdayakan skuad U-21 jika nantinya mogok main terjadi.
“Kalau pemain tak mau berangkat karena tak dapat pinjaman, ya silahkan. Pada prinsipnya, kami masih bisa gunakan PSMS U-21. Itu saja yang diberdayakan. Permasalahan ini kan sudah menasional, aneh jika pemain tak bisa memahaminya,” katanya.

Pernyataan Benny ini akan menimbulkan blunder. Pasalnya,memakai skuad U-21 jelas merupakan kesalahan prosedur. Manajer Administrasi BLI, Darwis Satmoko mengatakan, klub tidak boleh melakukan seenaknya saja. “Tidak boleh, klub hanya boleh menyertakan pemain U-21 maksimal 5 pemain,” ujarnya lewat pesan BBM. (mag-18)

Pemberangkatan Haji Sesuai Urutan

JAKARTA – Besarnya jumlah calon jamaah haji yang mendaftar tak dipungkiri mendorong berbagai upaya negatif yang dilakukan oleh para calon jamaah dan oknum haji. Dengan meminta kemudahaan pemberangkatan haji pada musimnya.
Padahal, kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu pola pendaftaran haji tetap mengikuti pola lama. Yakni sesuai dengan nomor pendaftaran calon jamaah haji saat membayarkan tabungan haji.

“Artinya tidak boleh ada calon jamaah haji yang meminta previlage “pemberangkatan haji. Semua harus sesuai urutan pendaftaran,” kata Anggito Abimanyu dalam pengarahan calon petugas haji 2012 di Asrama Haji, Jakarta, kemarin.
Pakar ekonomi UGM ini menegaskan pemberian previlage bagi calon jamaah haji itu dapat merusak sistem penyelengaraan haji. Sekaligus memancing berbagai persoalan lain. Dampaknya menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan haji.
Untuk itulah, dia memastikan tidak boleh satu pejabat di Dirjen Haji yang membawa-bawa calon jamaah haji.(rko/jpnn)

PKS Sulit Cari Tandem Gatot

JAKARTA – Rencana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menetapkan bakal calon (balon) Wagubsu yang akan mendampingi Gatot Pujo Nugroho, pada pekan ketiga Juni 2012, dipastikan mengalami kegagalan.
Pasalnya, sejumlah partai lain yang akan diajak berkoalisi oleh PKS, masih harus melalui mekanisme internalnya sebelum memutuskan siapa yang akan diusung untuk digandengkan dengan Gatot, balongub Sumut dari PKS itu.
Koordinator DPP PKS Wilayah Dakwah Sumatera, Iskan Qolba Lubis, mengatakan, melihat perkembangan yang seperti ini, maka ada kemungkinan pasangan Gatot baru bisa ditetapkan menjelang pendaftaran calon ke KPU Sumut.
“Sejarah pilkada, banyak yang last minute. Kita sih inginnya lebih cepat. Tapi sangat terkait dengan partai-partai lain yang juga ada mekanisme internal di DPP masing-masing,” ujar Iskan Qolba Lubis kepada Sumut Pos Group di Jakarta, kemarin (3/7).

Sebelumnya, pada 12 Juni 2012, Iskan mengatakan, DPP PKS telah mengantongi lima nama kandidat bakal cawagub yang akan dipasangkan dengan Gatot. Saat itu dia mengatakan, dalam pekan depan, diusahakan DPP sudah menetapkan satu nama pendamping jagonya PKS di pilgub Sumut 2013 itu.

Begitupun, Koordinator DPP PKS Wilayah Dakwah Sumatera, Iskan Qolba Lubis, belum mau menyebut lima nama dimaksud. Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS itu hanya memberikan sinyal, lima nama itu berasal dari beragam partai. Dengan menyebut nama bendera partai, dia mengisyaratkan lima kandidat pendamping Gatot itu ada yang dari Partai Golkar, dari Demokrat, PPP, dan ada juga dari PDIP.

Terkait dengan pernyataan Waketum DPP PPP Hasrul Azwar yang mengatakan PPP tidak mau lagi berkoalisi dengan PKS, kemarin Iskan mengatakan, partainya masih membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai mana pun, termasuk dengan PPP.

“Karena politik itu bukan harga mati, sangat tergantung proses komunikasi. Politik tak hitam putih, peluang tetap ada,” ujarnya.
Dia mengatakan, proses komunikasi dengan partai lain lebih diserahkan ke pengurus DPW PKS Sumut. “DPP hanya memutuskan secara formal. DPW yang lebih tahu. Mungkin masih komunikasi,” terangnya. (sam)

Soroti DBH Perkebunan, Kontrak Inalum, dan Pencemaran PT Aquafarm

Letjen (Purn) Cornel Simbolon Kunjungi Graha Pena  

DISKUSI: Cornel Simbolon saat berbincang dengan redaksi  di Graha Pena, Rabu (4/7) pagi.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
DISKUSI: Cornel Simbolon saat berbincang dengan redaksi di Graha Pena, Rabu (4/7) pagi.//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Letjen (Purn) Cornel Simbolon, MSc telah resmi mendaftar ke Partai Demokrat sebagai Cagubsu. Pada Rabu (4/7) pagi, mantan Wakasad ini bertemu redaksi Sumut Pos di Graha Pena di Jalan Sisingamangaraja, Amplas, Medan. Cornel, yang didampingi sang isteri Elisabeth boru Sagala, mengutarakan pemikiran dan motivasinya memimpin Sumut ke depan.

KENDATI belum diumumkan siapa calon kuat dari Partai Demokrat, namun pria kelahiran Pangururan, Samosir ini yakin akan menggunakan ’sampan’ Demokrat untuk maju sebagai bakal calon (Balon) Gubsu periode 2013 – 2018. Cornel yang menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik dan Keamanan, mengaku dirinya tak berminat menggunakan partai lain atau bertarung lewat jalur independen. “Saya cinta dengan Demokrat, maka saya optimis bakal diusung oleh Partai Demokrat,” ujar Cornel yang memulai karir TNI di AKABRI tahun 1973. Kendati banyak Balon Gubsu yang mendaftar ke Demokrat, namun Cornel menyatakan tak gentar dengan persaingan tersebut.

Dia berkeyakinan Partai Demokrat akan merestuinya. Dalam dialog yang dipandu Wakil Pemimpin Umum Sumut Bos bidang Redaksi, Affan Bey Hutasuhut, Cornel menyatakan, dirinya maju ke pentas demokrasi bermodalkan semangat dan keyakinan untuk dapat membawa Sumut menjadi sejahtera dan terdepan sebagai barometer di wilayah NKRI.  Diingatkan pula soal letak Sumut yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka yang potensial secara ekonomis, tapi sekaligus menyimpan potensi ancaman pertahanan dan keamanan. ‘’Penyelundupan narkoba, misalnya,  potensial terjadi di  Selat Malaka, dan pintu masuk ke Sumut amat  terbuka,’’ katanya.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi Sumut yang sudah tertinggal dibanding daerah lain. Padahal dulu barometer indeks pertumbuhan ekonomi dan perkembangan politik itu adalah Sumut. ‘’Penilaian itu  kian memudar,’’ ucapnya. Soal potensi ekonomi, Cornel mengingatkan perlunya agresivitas Pemprovsu berkomunikasi dengan pusat. Sumut punya  sejumlah industri alam dan ekplorasi yang harus diberikan perhatian lebih, seperti Inalum dan PTPN.

Secara tegas, Cornel menyatakan, kontrak Inalum tak perlu diperpanjang lagi karena merugikan Indonesia. ‘’Imbasnya ke Sumut juga tak banyak. Kontrak denganJepang itu  merugikan,’’ dia menambahkan. Akan halnya industri perkebunan yang membentang wilayah operasionalnya dari kebun PTPN II hingga PTPN IV, Cornel menyatakan, Pemprovsu harus getol mengejar  dana bagi hasil (DBH) perkebunan yang  adil.

Ditanyai kontroversi PT Aqua Farm Nusantara,Ketua Yayasan Pencinta Danau Toba itu menyebutkan keberadaan keramba jarring apung (KJA) milik  perusahaan asing itu membawa dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan hidup. Dengan keprihatinan tersebut, Cornel maju memperebutkan kursi Sumut 1.

“Saya tidak ingin menjadi orang nomor dua. Saya harus orang nomor satu,” cetusnya. (tim)

Adu Strategi Antarmahasiswa se-Sumut

KETUA Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Sinar Husni Ir H Agus Husni MPd membuka STT Sinar Husni Volley Ball Tournament 2012 di kampus STT Sinar Husni, Minggu (1/7). Turnamen selama lima hari ini akan menjadi arena adu strategi antar mahasiswa se-Sumut karena 11 tim peserta turnamen berasal dari perguruan tinggi.

Tim voli asal Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), STT Sinar Husni, Universitas Sisingamangaraja XII dan Akademi Maritim Indonesia (AMI) akan bertanding memperebutkan posisi terbaik dalam turnamen yang menyediakan hadiah berupa piala dan uang pembinaan total Rp.12 juta.

‘’Turnamen juga merupakan arena mengasah kemampuan mahasiswa menghadapi seleksi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) tahun 2013 di Jogjakarta. Tahun 2012 di Batam, tim voli Sumut yang dihuni sebagian besar mahasiswa STT Sinar Husni mampu meraih posisi tiga besar,’’ kata Ketua STT Sinar Husni Ir H Agus Husni MPd.

Ia yakin turnamen akan menghasilkan bibit-bibit baru pemain bola voli andal yang akan mencetak sejarah prestasi olahraga di kancah nasional maupun internasional. ‘’STT Sinar Husni yang telah terakreditasi BAN-PT saat ini melaksanakan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013 menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk berprestasi,’’ katanya.
Agus didampingi Kepala Biro STT Sinar Husni Sarbaini Saleh SSos MSi dan Ketua Panitia Feri menambahkan STT Sinar Husni Volley Ball Tournament 2012 merupakan turnamen perdana yang akan berlangsung secara rutin tiap tahun dengan skala yang lebih besar termasuk jumlah peserta turnamen.

STT Sinar Husni, lanjut Agus, juga akan melaksanakan turnamen bola voli khusus antar pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se Sumut. ‘’Kita harap lebih banyak bibit-bibit andal dalam usia lebih muda,’’ katanya.
Sarbaini Saleh sependapat dengan Agus Husni. Ia yakin melalui turnamen ini dapat meningkatkan animo mahasiswa untuk berprestasi di dunia olahraga. ‘’Dari turnamen ini diharapkan semakin banyak pemain voli yang akan dipersiapkan menghadapi Pomnas pada Agustus 2013 di Jogjakarta. Kita harap prestasi mahasiswa Sumut di bola voli dapat mengukir prestasi lebih baik,’’ terangnya.

Ia menjelaskan tujuh tim putera dan empat tim puteri diharapkan dapat menjunjung sportivitas dalam mengukir prestasi hingga tanggal 5 Juli 2012 mendatang. ‘’Agar pertandingan dapat berjalan dengan baik, kita mendatangkan sejumlah wasit langsung dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumut dipimpin Abdullah,’’ jelasnya. (*)

PPRN Buka Pendaftaran

JAKARTA – Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) memastikan membuka pendaftaran penjaringan bakal calon kepala daerah yang akan diusung dalam Pilgubsu Maret 2013. Kendati sejumlah partai politik sudah ada yang menutup pendaftaran, PPRN mengaku tidak ada istilah terlambat. Apalagi periode tahapan Pilgubsu masih relatif panjang.

“PRRN Sumut mulai membuka pendaftaran penjaringan balon terhitung tanggal 2 Juli hingga 30 Agustus mendatang,” ungkap Sekretaris Jenderal DPP PPRN, Joller Sitorus di Jakarta, Selasa (3/7).
Langkah ini dilakukan PPRN agar dapat melihat secara jernih dan objektif siapa nama yang paling tepat diusung di Pilgubsu tahu depan. Apalagi  momen politik itu amat penting bagi PRRN.
Meskipun kelak yang terpilih diusung bukan dari kalangan kader, PPRN memastikan, nama itu sesuai dengan kriteria dan visi-misi partai yang selama ini digariskan.

Saat ditanya kenapa tidak mencalonkan dari kader sendiri? Joller sendiri menanggapinya dengan senyuman. “Kami harus tahu diri. PPRN tak mau ‘anggar jago’ karena kami cuma punya empat kursi di DPRD Sumut. Jadi tentu PPRN akan merangkul parpol lain untuk koalisi. Sesuai aturan kami kan tak bisa mengajukan pasangan calon sendiri,’’ katanya.

Kendati tergolong partai politik kecil, namun berarti PPRN asal menerima tawaran dari parpol-parpol lain untuk berkoalisi. Hal ini penting karena PPRN saat ini, lanjut Joller, adalah partai yang betul-betul lahir dan berbasis masyarakat.
Dikatakan dia, kemajuan dan kepedulian atas nasib masyarakat Sumut ke depan menjadi acuan awal. “PPRN fokus di Pilgubsu ini. Kalau calon yang akan diusung sudah terpilih di penjaringan, seluruh elemen PRRN akan all out. Berbuat maksimal demi memenangkan pilihannya,”ungkap Joller.

Joller menegaskan PPRN adalah satu dan tak kenal istilah kubu-kubuan. Dia mengaku parpol yang dirintis pengusaha DL Sitorus itu tak kenal lagi istilah kubu-kubuan. ”Saling ‘gesek’ itu pernah ada tapi itu dulu, sudah clear,” tukasnya. (gir)

Makan Bergaransi ala Kim Cu Restoran

MAU makan enak bercita rasa Chinnes Food yang murah namun bergaransi di hotel berbintang empat di Medan? Anda bisa mendapatkan hanya di Kim Cu Oriental Restoran yang berada di lantai satu Hotel Soechi International di Jalan Cirebon Medan. Program ini dapat Anda nikmati hingga tiga bulan ke depan dengan beberapa pilihan menu.

Promo paket makan untuk dua orang ini juga berlaku di New Asoka Restoran yang berada di lantai tiga juga di Hotel Soechi International.  “Paket makan untuk dua orang hanya Rp80 ribu dijamin enak. Di luar promo, harganya Rp180 ribuan. Jika tidak enak Anda akan mendapatkan diskon 40 persen. Ini merupakan garansi yang kita berikan kepada pengunjung,’’ kata Food & Beverage Director Hotel Soechi International Subrata Ganda Atmaja.

Didampingi Asisten Food & Beverage Hotel Soechi International Mariono dan Kim Cu Oriental Restoran Manager Gordon Murphy, Subrata menjamin paket yang ditawarkan akan mendapatkan tempat di hati para penikmat kuliner di ibukota Sumut. ‘’Ini yang pertama di Medan yang memberi garansi uang kembali yakni diskon 40 persen apabila makanan yang kami sajikan tidak enak,’’ terangnya.

Subrata merinci ada tiga pilihan paket menu yang disajikan dengan harga hanya Rp80 ribu  untuk dua orang.  “Paket pertama ayam rebus Thailand dengan Kailan dua rasa. Paket kedua gulai opor daging, usus sapi dan lalapan segar sambal terasi. Sedangkan paket ketiga daging ikan tauco dan ayam goreng wafer. Kita juga akan beri gratis nasi putih atau nasi hainan termasuk chilled juice,’’ katanya.

Di Kim Cu, lanjut dia, pengunjung juga dapat berkaraoke sepuasnya tanpa dikenakan biaya tambahan. Disamping itu dengan luasnya areal restoran, juga dapat dipakai untuk acara arisan, rapat, pertemuan atau kegiatan lain yang melibatkan banyak tamu. Disini juga disiapkan dua ruang VIP bagi para tamu restoran.

Untuk pemesanan tempat, Subrata menyebut pengunjung dapat langsung datang ke Hotel Soechi International atau memesan tempat melalui telepon 4561234 extention 301 dan 129. ‘’Makanan dijamin kehalalannya sehingga semua kalangan dapat menikmati makanan enak penuh bergizi dengan harga terjangkau,’’ ungkapnya.

Food & Beverage Director Hotel Soechi International ini menambahkan selain makan enak dengan harga murah, pihaknya juga menyajikan hiburan berkualitas di Zodiac Pub & Bistro di lantai tiga Hotel Soechi International. ‘’Sabtu (7/7) ini kita akan hadirkan kolaborasi DJ Agung dari Jakarta dengan vocalist Live PA (FHM Model) dari Jakarta yakni Mechan Wang,’’ katanya.

Ia mengatakan, semua kenyamanan Hotel Soechi International ini merupakan wujud pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara. “Pengunjung makan enak bergaransi,” ungkapnya. (dmp)

Uang Korupsi Syamsul Diributi

Pemkab-DPRD Langkat dan Kemendagri Beda Pendapat

STABAT-Uang korupsi Syamsul Arifin yang dikembalikan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) senilai Rp75 miliar ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat mulai diributi beberapa kalangan. Pemkab dan DPRD Langkat cenderung ingin segera menggunakan uang itu. Sementara, pihak Kemendagri meminta Pemkab untuk menahan ‘selera’.

“Uang yang dikembalikan itu merupakan hak rakyat, mengingat sumbernya dari APBD maka sebaiknya dipergunakan untuk kebutuhan rakyat. Perbaikan sekaligus penambahan infrastruktur, sepertinya cukup tepat akan penggunaan uang dimaksud,” kata anggota DPRD Kabupaten Langkat, Ralin Sinulingga di Stabat, Rabu (4/7).

Menurut Ralin, pengembalian uang sitaan itu secara tidak langsung sudah masuk dalam anggaran tahun anggaran sebelumnya. Pasalnya, kata anggota Komisi III Bid Keuangan ini, jika ketika itu tidak dimasukkan dalam APBD maka keberadaan dana dapat diklasifikasikan menjadi uang tidak bertuan. “Untuk pelaksanaan beberapa proyek di tahun anggaran sebelumnya, uang itu sudah dimasukkan dengan satu catatan atau ketentuan. Kalau tidak masuk, maka uangnya bisa dinilai tidak bertuan. Jadi, untuk penggunaan selanjutnya tidaklah utuh sesuai nilai dimaksud,” beber politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dengan demikian, sambung Ralin, Pemkab harus mensiasati sesuai dengan ketentuan berlaku agar uang sitaan itu dipergunakan seutuhnya untuk belanja publik bukannya belanja pegawai. Bupati Langkat, H Ngogesa Sitepu, melalui siaran pers yang dikeluarkan Humas meminta SKPD untuk memahami dan menguasai penggunaan anggaran sesuai ketentuan dan aturan.

“Yang telah terjadi untuk menjadi pelajaran dan ke depan saya berharap  tidak ada lagi penggunaan dana yang menyimpang,” tegas Ngogesa.

Disebutkan juga, Pemkab akan menggunakan dana pengembalian untuk sejumlah sektor pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat seperti pembenahan infrastruktur maupun pembangunan kantor desa serta hal penting lainnya melalui persetujuan legislatif. Hal itu tentunya setelah melalui kajian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang bisa saja pada P-APBD 2012 atau R-APBD 2013 nantinya.

Hal ini, menurut Ngogesa, sesuai petunjuk Muhibudin dan Risman utusan KPK saat menyerahkan sitaan Rp75.103.854.923 terdiri terdiri dari Rp64 miliar dari mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin dan sisanya merupakan sitaan dari mantan anggota dewan dan pihak lainnya. Dana dimaksud menjadi kas pemerintah daerah yang penggunaannya untuk kepentingan masyarakat luas dimasukkan ke dalam APBD.

“Tentu semuanya akan kita kembalikan kepada mekanisme penggunaan anggaran sebagaimana diatur dalam perencanaan pengalokasian sejumlah proyek kegiatan dalam APBD yang tentunya tetap melibatkan legislatif,” tegas Ngogesa.

Bisa jadi Milik Syamsul Lagi

Di sisi lain, Pemkab Langkat disarankan untuk tidak menggunakan dulu uang Rp75 miliar tersebut.  Saran tersebut disampaikan Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek, yang juga pakar pengelolaan keuangan daerah. “Ada baiknya di-hold dulu. Tahan dulu, sambil menunggu putusan PK agar ada kepastian hukum,” ujar Reydonnyzar Moenek kepada koran ini di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan mantan direktur Administrasi Pendapatan dan Investasi Daerah Ditjen Bina Administrasi Keuangan Daerah (BAKD) Kemendagri itu, memang, Pemkab Langkat sebenarnya sudah punya hak untuk menggunakan uang tersebut.
Ini lantaran uang itu sudah resmi diserahkan jaksa KPK dan otomatis masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Uang itu, kata Reydonnyzar, masuk dalam kategori lain-lain pendapatan daerah.  Dana segar itu bisa masuk ke pos Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA).

Nah, untuk penggunaannya, harus melewati pembahasan anggaran berikutnya. “Yang harus masuk dalam perhitungan SILPA APBD,” terang Donny, panggilan akrabnya.

Bagaimana jika putusan PK nantinya menyatakan ada perubahan mengenai status uang Rp75 miliar lebih itu, sementara uang sudah telanjur digunakan Pemkab Langkat? Donny menjelaskan, misalnya putusan PK menyatakan Syamsul bebas murni dan uang Rp75 miliar itu harus dikembalikan lagi ke Syamsul, maka Pemkab Langkat harus mengembalikan ke Syamsul lewat jaksa KPK sebagai eksekutor.

Jika itu terjadi, kata Donny, Pemkab Langkat pasti juga bisa mengatasinya, dengan memperhitungkan dalam arus kas. Misalnya, bisa diambilkan dari dana transfer dari pusat. “Ditambah dengan efiensi-efisiennya agar bisa mengembalikan uang yang telanjur dipakai itu,” ujarnya.

“Tapi saran saya, daripada harus melakukan efisiensi-efisiensi, ya lebih baik ditahan dulu,” ujar Donny.

Yang jelas, lanjutnya, langkah jaksa KPK mengembalikan uang sitaan ke Pemkab Langkat sudah benar, meski Syamsul mengajukan PK. “Karena PK tak menghalangi eskekusi putusan kasasi yang sudah incrach,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Rudy Alfonzo, kuasa hukum Syamsul dalam kasus korupsi APBD Langkat itu. Rudy tidak keberatan jaksa KPK mengembalikan uang itu, meski pihaknya telah mengajukan PK. “Jadi tak masalah karena PK tak bisa menunda eksekusi. Silakan saja,” ujarnya.

Mengenai PK, Rudy mengatakan, pihaknya baru menyampaikan surat pemberitahuan ke Mahkamah Agung (MA) bahwa kliennya mengajukan PK. Untuk memori PK belum bisa dibuat.
Alasannya, pihaknya belum menerima salinan putusan. “Yang kita terima baru petikan putuan. Bagaimana bisa mengetahui pertimbangan-pertimbangan hukumnya jika kami belum menerima salinan putusan,” ujarnya. (mag-4/sam)

Perbaikan Sistem Logistik Harus Serius

MEDAN- Berdasarkan data Logistics Performance Index (LPI) The World Bank, daya saing logistik Indonesia pada tahun 2012 berada di urutan 59 di dunia. Naik dari tahun 2010 yang hanya peringkat 75. Walaupun mengalami kenaikan, belum menjadikan Indonesia unggul di ASEAN, karena sektor logistik ini masih jauh di bawah negara-negara Asia Tenggara.

Deputi Menko Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi dalam Seminar Sistem Pengembangan Logistik Nasional di Gedung Bina Graha Provinsi Sumatera Utara, mengatakan sangat sulit membangun sektor logistik di Indonesia, karena bentuk negara kepulauan, sehingga membuat biaya lebih mahal, dan banyaknya peraturan yang mengikat.

Seminar yang membicarakan Perpres Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional, Senin (2/7) ini menyatakan sebagai salah satu hububungan international menjadikan wilayah Sumut menjadi nyawa penentu logistik di Indonesia. Karena itu, pengembangan sektor logistik di Sumut perlu digarap secara serius. Dengan baiknya sektor logistik maka dapat memberikan manfaat bagi para pelaku bisnis Indonesia, khususnya di Sumut. Lantaran menurutnya, keberhasilan perekonomian akan terbentuk dengan institusi logistik yang kuat. “Karena itu, kita ingin mengurang beban logistik, pengurangan waktu logistik serta pengurangan aturan logistik dan biaya logistik terhadap GDP (gross domestic product),” tuturnya.

Perpres Nomor 26 tahun 2012, sambungnya, hadir karena melihat sistem logistik yang membuat harga komoditas lebih tinggi dibanding kualitasnya. Seperti di Sumut, kementerian melihat harga jeruk impor dari China ternyata harganya lebih murah dibanding jeruk Berastagi.

Perbedaan harganya juga cukup jauh. Di pasar ibukota Jakarta misalnya, jeruk dari China hanya dihargai Rp8.000/kg, tapi jeruk Berastagi mencapai Rp23.000/kg. “Kondisi ini sangat disayangkan. Untuk itu, kita harus mengatur sistem logistik kebutuhan masyarakat agar lebih efisien,” terang dia.

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Theo Nugroho S Kumaat mengungkapkan tingginya biaya logistik dan pelayanan yang belum memuaskan, mempengaruhi daya saing dunia usaha di pasar global. “Walaupun kinerja logistik nasional secara gradual mengalami perbaikan, namun belum menggembirakan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi infrastruktur pelabuhan, bandara, jalan, dan jalur kereta api dinilai masih kurang memadai untuk mendukung kelancaran lalu lintas logistik.Sistem transportasi intermodal ataupun multimoda belum dapat berjalan dengan baik. Karena akses transportasi dari sentra-sentra produksi ke pelabuhan dan bandara belum dapat berjalan lancar. Ini disebabkan belum optimalnya infrastruktur pelabuhan dan bandara tersebut, sehingga menyebabkan kualitas pelayanan menjadi rendah dan tarif jasa menjadi mahal. “Kadin juga akan membantu perbaikan sistem logistik ini,” katanya. (ram)