Home Blog Page 13291

Telkom Gelar Upgrade Jaringan

MEDAN-Dalam waktu dekat pelanggan telepon rumah akan dapat menikmati koneksi Internet kecepatan tinggi melalui telepon rumah. Program yang disebut Upgrade Jaringan ini merupakan salah satu terobosan Telkom untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses Internet.
Semakin tingginya animo masyarakat untuk mengakses berbagai informasi dan hiburan melalui Internet, cukup menjadi alasan mengapa program Upgrade Jaringan ini digelar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).

Menurut Direktur Konsumer Telkom Sukardi Silalahi, pelanggan telepon rumah akan mendapat instalasi layanan Internet cepat, stabil dan handal melalui pemasangan modem berkemampuan nirkabel (WiFi) sehingga jaringan telepon di rumahnya sudah siap apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk mengakses Internet. Pelanggan setia telepon rumah yang diikutkan dalam program ini tidak dipungut biaya apapun.

“Saya percaya masyarakat akan menyambut baik kebijakan Upgrade Jaringan ini sebagai salah satu upaya terbaru dari Telkom bagi para pelanggan setia telepon rumah,”  kata Sukardi.

Dalam waktu dekat, lanjut Sukardi, akan digelar layanan Internet cepat berbiaya ekonomis dan bisa prabayar. Tarifnya akan sangat bervariasi melalui berbagai paket penawaran. Melalui Paket Reguler (pasca bayar), misalnya, pelanggan telepon rumah yang memanfaatkan layanan Internet tersebut akan mendapat free abonemen Internet selama sebulan selama masa promo. Sedangkan bagi pelanggan peminat layanan Internet Prabayar, akan mendapatkan akses groovialite.com gratis selama 2 bulan. Groovialite adalah layanan Internet untuk menonton TV, film, klip musik dan radio. (ila)

Ulama Asal Sumut Zikir di Rumah Dahlan Iskan

KETUA Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut KH Amiruddin MS melaksanakan Safari Zikir dan Tausiyah di rumah dinas Menteri Negera BUMN Dahlan Iskan dan KH Muhammad Arifin Ilham, Minggu (1/7) malam. Safari Zikir dan Tausiyah Ketum Majelis Zikir Tazkira Sumut di rumah dinas Meneg BUMN digelar di Komplek Perumahan Menteri Jalan Widya Chandra IV No 15 Jakarta.

Hadir dalam acara itu, KH Dr Hasib dari Jombang (Jatim) dan Ajengan KH Zezen Zainal Abidin dari Pesantren Suryalaya Jawa Barat sebagai penerus Alm Abah Anom (pendiri Pesantren Suryalaya). Sedangkan rombongan dari Medan terdiri atas Pimpinan Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Syek H Ali Akbar Marbun, Drs H Amhar Nasution MA, Qari Muhammad Syafii S,Sos, Dhuha Sholihin SE serta 20 jamaah Tazkira Sumut.

Di rumah Dahlan, acara diawali salat maghrib berjamaah dengan Imam KH Amiruddin MS dilanjutkan makan malam bersama dan salat isya dengan imam Qari Muhammad Syafii. Usai salat isya, zikir dipimpin ajengan KH Zezen Zainal Abidin serta tausiyah diawali KH Amiruddin MS dilanjutkan empat ulama yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam pengajian di rumah dinas Meneg BUMN ini hadir pula sejumlah petinggi dan keluarga di Kementerian BUMN, sekaligus mendoakan keberangkatan KH Dahlan Iskan yang turut mendampingi Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono bertugas ke Darwin, Australia, Senin (2/7).

“Suasana pengajian yang penuh silaturahmi bermuatan kajian tasawuf dan ilmiyah serta berbobot nasional berisukan hikmah menjadikan Indonesia negara yang ‘baldatun thoyyibatun warabbun ghofur’ atau negeri yang aman, tenteram dan damai dalam keampunan Allah SWT,” jelas Amiruddin.
Ia menambahkan, Safari Zikir dan Tausiyah di rumah Dahlan Iskan pertemuan lanjutan tatkala menteri berkunjung ke Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan pada Juni 2012 yang tertarik dengan kehidupan di pesantren. Menteri pun mengundang sejumlah ulama dari Medan dan Pulau Jawa ke rumah dinasnya.

Amiruddin juga menyampaikan tausiyah di Masjid Muammar Qaddafi Perumahan Bukit Sentul. Minggu (1/7). Dalam tausiyah, zikir dan doa bersama KH Muhammad Arifin Ilham dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai penjuru tanah air Indonesia serta jamaah dari Palestina.
Sebelumnya, pada Sabtu (30/6) pukul 04.00 di MNC TV, Amiruddin berceramah dan berzikir dengan berkolaborasi bersama KH Muhammad Arifin Ilham, KH M Tohri Tohir dan Habib KH Ahmad. (dmp)

MPW PP Sumut Rakor dengan MPC PP Karo

KARO- Dalam rangka sosialisasi program Back To Zero,  Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara menggelar rapat kordinasi dengan unsur Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila se- Kabupaten Karo, di Meeting Room Hotel Internasional Sibayak Jalan Gundaling Berastagi,  Sabtu (30/6).

Rakor yang berlangsung pukul 16.00 WIB itu dibuka Ketua Korcab V Karo, Phakpak Barat dan Dairi, Mbelgah Tarigan.  Rakor dihadiri utusan unsur pimpinan  MPW PP Sumut, diantaranya Hidayat Nur Tanjung SE, Sumbul Sembiring, Bahrim Pasaribu SH, Firdaus Nasution dan  Nurdin.

Ketua MPC PP Kabupaten Karo Drs Joy Harlim Sinuhaji menyerahkan bundel dokumen berisi data kelengkapan kepengurusan pimpinan Pemuda Pancasila se-Kabupaten Karo kepada Ketua Korcab V Karo, Dairi dan Phakpak Barat.

Joy Harlim juga menekankan kepada pimpinan anak cabang se-Kab Karo mengenai pentingnya eksistensi kepengurusan organisasi baik secara faktual maupun administratif  hingga ke tingkat pimpinan ranting.

Sementara itu Ketua Korcab, Mbelgah Tarigan dalam arahannya dihadapan peserta rakor mengatakan, kader Pemuda Pancasila Karo yang sudah sejak dulu dikenal sebagai kader militan,  harus mampu tunjukan jati diri sebagai kader yang tunduk dan tertib pada ketentuan organisasi berdasarkan AD/ART yang berlaku.

Lebih lanjut Tarigan menuturkan, mengenai pengertian Back To Zero jangan disalah artikan sebagai kembali ke titik nol. Melainkan kader PP secara keseluruhan harus kembali ke titik awal atau kembali ke dasar kepada cita-cita dan tujuan organisasi sesuai AD/ART yang berlaku. (*/wan)

Sumut-Bali Kerjasama Jual Paket Wisata

MEDAN – Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Sumatera Utara, Dinas Pariwisata Sumut menggagas kerjasama dengan Dinas Pariwisata Bali. Bentuk kerjasama yang akan ditandatangani pada September mendatang ini adalah penyediaan paket wisata Danau Toba dan Bali.

Para pelaku industri pariwisata di Sumut diarahkan untuk menjual objek wisata Sumut dalam hal ini diwakilkan oleh Danau Toba include dengan paket wisata Bali. Demikian juga sebalknya, travel agen di Bali akan menjual paket wisata Bali dan Danau Toba.

‘’Kerjasama ini diharapkan akan meningkatkan jumlah wisatawan ke Sumut,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumut, Naruddin Dalimunthe, dalam seminar Konvensi Travel Agent di Hotel Aston (3/6) kemarin.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan akan meningkatkan pengunjung sebesar 20 persen. Karena selama ini, peningkatan wisatawan ke Sumut belum terlalu tinggi. Tercatat, selama 2011 hanya 223.126 ribu orang yang datang ke Sumut. Naik sekitar 16,53 persen dari tahun 2010 yang hanya 191.472 ribu orang. “Karena itu, kita optimis dengan rencana kerjasama ini,” lanjut Naruddin. Selain itu, dengan adanya kerjasama ini juga dapat meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi pariwisata yang ada di Sumut, seperti di Sergai, Deli Serdang, dan daerah lainnya. Hingga saat ini, ada sekitar 300 an destinasi pariwisata yang ada di Sumut, dan hanya 120 destinasi yang baru dikembangkan. “Selain karena infrastruktur, kita juga sangat kurang dalam pembiayaan,” lanjutnya.

Tahun 2012 ini, Dinas Pariwisata Sumut hanya mendapat dana Rp27 Milliar dari APBD. “Itupun sudah termasuk dengan gaji. Jadi, hanya Rp10 juta biaya kita untuk promosi. Dan dana kita ini yang paling rendah dari seluruh dinas di Sumut, dan di provinsi lain,” ucapnya.

Pemilihan Bali untuk kerjasama ini, mengingat Bali telah mengelola pariwisatanya secara profesional, bahkan provinsi yang berbentuk kepulauan ini telah lebih dahulu bekerja sama dengan Jawa Timur, dan Lombok untuk meningkatkan pariwisata daerah tersebut. “Bahkan, Bali juga bersedia untuk promosi hingga mancanegaran  jadi kita semangat untuk kerjasama ini,” lanjutnya.

Ditempat yang sama, Ketua Association of the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution menyatakan dibutuhkan keseriusan antara pemerintah Sumut dan pemerintah Bali, untuk melakukan kerjasama. Mengingat ada beberapa paket pariwisata yang telah menghilang di Sumut, seperti pariwisata surfing di Nias, wisata Surfing di Langkat dan Sergai, bahkan berbagai penerbangan pun sudah menghilang.
“Tidak dipungkiri, Bali sangat profesional dalam promosi. Seperti mengikuti berbagai event nasional hingga internasional, dan menentukan target pasar. Karenanya lewat kerjasama ini kita harus dapat memanfaatkan Bali. Solahuddin menjelaskan, keseriusan sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata.

Salah satunya lewat  pembenahan infrastruktur yang masih buruk.

Misalnya yang akan dijual dari Sumut adalah Danau Toba, tetapi bandara yang dikembangkan adalah Silangit yang di Siborong-borong. “Jarak dari Silangit ke Prapat itu sekitar 1 jam. Kenapa tidak bandara Sipisa yang di Balige yang jaraknya hanya 20 hingga 30 menit,”tukasnya.
Bukan hanya itu, lanjutnya, jalan darat juga tidak cukup baik. “Beberapa tahun yang lalu, kita bisa membuat fasilitas wisata Danau Toba full day atau pulang hari, kalau sekarang, Medan-Tebing Tinggi saja sudah 3 jam,” lanjutnya,”lanjutnya. (ram)

Peredaran 35 Jenis Produk Kosmetik Palsu Masih Diselidiki

MEDAN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan masih terus melakukan pengembangan terhadap penemuan 35 jenis produk kosmetik palsu di lokasi penyimpanan kosmetik palsu di Jalan Mestika, Mandala Medan Tembung, Senin (2/7) pagi lalu.

Plh Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, mengaku pihaknya terus melakukan penyelidikan atas lokasi penyebaran  produk kosmetik yang dipasok dari pulau Jawa tersebut. “Karena produk ini telah beredar sejak setahun belakangan, saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait lokasi peredarannya,”ucap Sacramento saat dikonfirmasi Selasa (3/7).

Disinggung zat yang terkandung dalam produk yang disita tersebut, Sacramento mengaku masih akan menjalani proses tes uji laboratorium. “Dalam minggu ini akan kita uji,”ujarnya.

Masih menurut Sacramento, penggrebekan dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas semua produk yang beredar, dan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat.

“Karena ini tugas yang diemban oleh BBPOM, maka kita akan terus melakukan pengawasan lebih atas seluruh produk bermasalah. Harapan kita  semua produk yang dikonsumsi  masyarakat tidak bermasalah dan legal,”ucapnya.

Sebelumnya, petugas BBPOM menyita ratusan karton dari 35 jenis produk kosmetik palsu. Adapun produk yang disita diantaranya tanpa label, bermerek paten tapi dipalsukan dan tidak terdaftar di BBPOM.

Seluruh produk tersebut diperkirakan nilainya mencapai lebih dari Rp100 juta. “Dari pengakuan pemiliknya, seluruh produk bernilai Rp100 juta. Akan tetapi kita memprediksi nilainya lebih karena mereka bisa menjual tiga kali lipat di pasaran,” sebutnya. Kini seluruh produk telah disita dan dibawa ke kantor BBPOM Medan. (uma)

UNPAB Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

MEDAN – Paban IV/Komsos Sterad Mabes TNI,  Kol Inf Hendra Yus mengatakan,  hingga kini terorisme merupakan masalah krusial di Indonesia dan masih menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan nasional. Potensi ancaman terorisme perlu senantiasa diwaspadai dan diantisipasi secara terus menerus, mengingat bentuk dan sifat aksinya yang terselubung dan tidak terduga.

“Komponen masyarakat lainnya mempunyai peran yang sama yaitu mencegah sedini mungkin sebelum hal tersebut terjadi. Oleh  karena itu sekali lagi disampaikan bahwa acara ini sangat penting, dengan harapan setelah mendapat pembekalan  ini seluruh peserta dapat mengaplikasikannya nanti di lapangan,” ujar Hendra Yus saat menyampaikan materi dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan untuk cegah tangkal terorisme, di Universitas Pancabudi Medan, Selasa (3/7).

Dia juga mengatakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal IKA ini, diselenggarakan dalam rangka Cegah Tangkal Bahaya Terorisme kepada mahasiswa sebagai generasi muda terutama mahasiswa Universitas Panca Budi Medan (UNPAB) agar memiliki wawasan, kemampuan dan pemahaman.

Selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan pembekalan dalam  peningkatkan kemampuan  memahami tentang bahaya yang ditimbulkan oleh terorisme.

Sementara itu, Rektor III UNPAB, Yan Eko Budi Hartono mengatakan, salah satu tujuan kegiatan sosialisasi ini  adalah  bentuk penanaman nilai kebangsaan kepada calon generasi muda dalam hal ini mahasiswa.

Menurut Yan Eko, selama ini nilai kebangsaan dan nasionalisme dalam diri para generasi muda semakin menipis.
“Dengan menipisnya rasa nasionalisme pada diri generasi muda, akan membuka peluang munculnya tindakan yang mengarah kepada kerusakan dan terorisme,”ujarnya. (uma)

Memahami Agenda Setting Media

Oleh: Fakhrunnas MA Jabbar

Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) melakukan invasi militer ke Irak dengan dalih ingin  melucuti senjata pemusnah massal pada tahun 2003 silam,  ratusan wartawan dari berbagai media diberi briefing pers (press briefing).

Intinya, serangan AS yang akhirnya bermuara pada penggulingan Saddam Hussein itu harus dipandang sebagai tindakan legal dan wajar. Meskipun di belakang layar (behind the scene), sesungguhnya pemerintah AS sebagai negara adidaya berambisi untuk membungkam Saddam yang merepresentasikan kekuatan dunia Islam yang cukup berpengaruh.

Pola yang sama pun lebih awal dilakukan pemerintah AS ketika membangun stigma buruk terhadap dunia Islam yang pro-terorisme saat terjadi penyerangan terhadap Menara Kembar yang dikenal sebagai “Peristiwa 9/11” pada tahun 2001.

Namun apa yang dilakukan Gedung Putih dengan “mewarnai” setiap pemberitaan media dalam membangun opini yang memihak kepentingan AS sesungguhnya sebuah cara legal dalam ilmu komunikasi yang disebut Agenda Setting Theory (Teori Penentuan Agenda) yang diperankan oleh pemilik media berpengaruh.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal baru saja mengalami saat KPK menetapkan pencekalan atas dirinya ke luar negeri selama enam bulan terkait pemeriksaan kasus suap venues PON XVIII yang akan digelar September tahun ini.

Pemberitaan media sangat beragam dan berwarna. Ada media elektronik yang mempublikasikan secara luas dengan menyebutkan RZ -singkatan populer nama Rusli Zainal- “menghilang” atau “melarikan diri”.

Padahal secara keilmuan pers, konfirmasi langsung dari RZ atau pihak humasnya tidak dilakukan secara maksimal. Bila RZ tidak bisa dihubungi bukanlah berarti RZ “menghilang” atau “melarikan diri” dari kejaran media.

Hal inilah yang memicu banyak pengusaha atau penguasa ekonomi yang berlomba-lomba menguasai kepemilikan saham media agar dapat memperlancar target-target pembentukan opini dan upaya membangun citra (image building) di tengah-tengah perubahan dunia yang tak terkendali.

Di abad komunikasi yang ditengarai futurolog John Naisbitt melalui buku fenomenal Megatrends 2000 tiga dasawarsa silam sebagai penguasaan teknologi komunikasi dan informasi, nyata sekali siapa yang menguasai informasi dan komunikasi dipastikan akan menguasai dunia. Realitas peristiwa yang tidak normatif secara mudah bisa “diarahkan” sebagai peristiwa yang lumrah dan patut didukung publik luas.

Oleh sebab itu, bisa dimafhumi bila lobi-lobi Yahudi di dunia internasional begitu kuat dan mangkus karena sangat didukung oleh media. Apalagi salah satu raja media yang berdarah Yahudi itu bernama Rupet Murdoch saat ini sangat menguasai jaringan media berpengaruh sekaliber CNN.
Peta kekuatan media massa (cetak dan elektronik) di Indonesia mengalami metamorfosis yang luar biasa. Kepemilikan media yang terpola pada beberapa raja media baik pemain lama maupun baru makin memperkuat fenomena agenda setting itu.

Setidak-tidaknya ada beberapa penguasa media di Indonesia saat ini di antaranya Dahlan Iskan (melalui Jawa Pos Group termasuk J-TV dan televisi lokal lainnya), Surya Paloh (Media Group berupa Media Indonesia dan Metro Tv), Aburizal Bakrie (Viva News termasuk TVOne, Anteve, dll), Harry Tanoesudibjo (MNC Group -RCTI, Global TV, MNC TV dan media cetak Sindo, Trust dll), Chairul Tanjung (Trans TV dan Trans 7), Jakob Oetama (Kompas-Gramedia Group termasuk Kompas dan puluhan media lokal, Kompas TV) dan masih ada beberapa penguasa lagi.

Pola dan arah pemberitaan dari masing-masing media memperlihatkan warna ideologi dan agenda setting yang berbeda bahkan sangat bertolak belakang antara satu grup media dengan grup media lainnya.

Pemberitaan tentang kasus Lumpur Lapindo yang melibatkan pengusaha Aburizal Bakrie justru menjadi menu berita dominan bagi media massa di bawah Surya Paloh yang tak lain merupakan rivalitas politiknya saat berada di bawah payung Golkar.

Begitu pula, aktivitas Surya Paloh yang kadangkala mengangkangi kepentingan publik justru akan diulas dan di-blow up oleh grup media Viva News.
Teori Agenda Setting Media ini dipercaya bermula saat seorang penerbit surat kabar terkemuka di New York bernama William Randolp Hearts yang mengirim seorang ilustrator ke Kuba guna meliput kemungkinan pecahnya perang melawan Spanyol.

Setelah sampai di Kuba, situasi aman-aman saja sehingga sang illustrator (baca: wartawan/reporter) ingin pulang aja. Tapi Hearst memerintahkan wartawannya di Kuba agar tetap bertahan dengan menulis telegram singkat: “Tetaplah bertahan di sana. Anda sediakan gambar (baca: berita) dan saya akan siapkan perang”.

Ulah Hearst yang mem-blow up peristiwa yang tak sesuai fakta tersebut sangat mengundang kritik banyak pihak. Namun, sejak itulah sesungguhnya Teori Agenda Setting itu sudah dimulai.

Hampir setiap hari muncul pemberitaan yang sarat dengan agenda setting media. Agenda itu boleh bersifat kepentingan politis dan ideologis atau sama sekali terkait kepentingan bisnis atau kompetisi dalam industri media.

Oleh sebab itu, dalam setiap peristiwa yang terkait perebutan pengaruh atau elektabilitas (upaya pemenangan suara dalam sebuah pemelihan -election) selalu saja teori agenda setting media muncul begitu dominan.

Penggunaan halaman-halaman media cetak atau slot acara media elektronik yang berisi iklan/advertising baik secara formal-terbuka maupun secara tersembunyi dalam proses Pemilu legislatif dan eksekutif,  Pemilukada atau pemilihan pimpinan parpol atau organisasi massa yang berpengaruh, selalu lebih “ramai” melalui pemberitaan media. Black campaign (kampanye hitam), provokasi dan agitasi begitu gampang terjadi untuk menjatuhkan posisi lawan politik.

Teori Agenda Setting Media dalam jangka panjang sangat berpengaruh terhadap kredibilitas media di mata publik. Obyektifitas pemberitaan yang sejak awal pertumbuhan dan perkembangan teori pers bahkan menjadi landasan pokok tugas-tugas jurnalistik secara perlahan mengalami pergeseran nilai.
Apa yang diberitakan media lama-kelamaan tak selamanya harus benar atau obyektif. Namun, upaya meyakini kebenaran sebuah berita mesti didukung oleh kepiawaian pembaca dalam menempatkan posisi media dalam kerangka agenda setting yang tak dapat dihindari karena aspek subyektifitas-manusiawi.***

(Penulis: Budayawan, mahasiswa Magister Komunikasi UMJ-Umri, dan pengajar di UIR.)

Jendela Dunia

Buku adalah jendela dunia. Sebuah kalimat yang sudah klasik bukan? Tapi bukan itu masalahnya, yang wajib diperbincangkan adalah bagaimana caranya membeli sebuah buku di Kota Medan ini? Warga Medan pasti menjawab kalau pertanyaan itu tidaklah sulit. Ya, bukankah ada Pasar Buku di kota ini?
Begitulah, pertanyaan tadi akan mendapat jawaban yang lebih lengkap lagi. Yakni, mencari buku di Kota Medan adalah di Pasar Buku di Lapangan Merdeka. Warga yang lebih tua akan mengatakan: Titi Gantung!

Sejarah mencatat, Pasar Buku di Lapangan Merdeka memang berasal dari Titi Gantung. Adalah masa kepemimpinan Wali Kota Medan Abdillah yang merelokasi pedagang buku bekas di Titi Gantung ke kawasan lapangan yang sebelumnya bernama Lapangan Fukereido itu. Dan kini, di era Wali Kota Rahudman Harahap, Pasar Buku direncanakan direlokasi lagi. Tempat yang dipilih adalah Lapangan PJKA di Jalan Mandala By Pass.

Jika berbicara relokasi pertama, yakni perpindahan dari Titi Gantung ke Lapangan Merdeka, dianggap tidak begitu masalah oleh para pedagang. Pasalnya, dua lokasi itu memang berdekatan. Kasus ini mirip dengan perpindahan pasar buku Shopping Center Jogjakarta pada 2005 lalu. Sebelumnya salah satu ikon Jogjakarta itu berada di bagian belakang gedung Societet Militer atau Taman Budaya Jogjakarta. Nah, pasar buku itu kemudian dipindahkan sederet dengan gedung Taman Budaya itu. Jadi, perpindahannya tidak begitu tampak karena jaraknya memang tidak begitu jauh. Dia pun menjadi kawasan terpadu: Taman Budaya-Shopping Center-Taman Pintar.

Nah, kembali perpindahan Pasar Buku Medan ke Mandala tentunya berbeda. Kawasan Mandala tidaklah termasuk kawasan nol kilometer Medan seperti Lapangan Merdeka dan Titi Gantung. Tak pelak, para pedagang resah. Apalagi, Kota Medan tidak identik dengan kebutuhan baca yang kuat. Jadi, ada keraguan kalau pasar itu pindah dan tidak berada di tempat awal, maka keinginan warga untuk mengunjungi kawasan baru sangat meragukan. Ujung-ujungnya, buku pun bisa ditinggalkan.

Pemikiran ini bisa saja dianggap berlebihan. Namun, logika sederhananya, ketika Pasar Buku tidak tampak di mata, apakah ada warga Medan yang mencari. Belum lagi, bagi pecinta buku atau sekadar ingin tahu dengan buku, letak Pasar Buku di Lapangan Merdeka atau Titi Gantung sangat tepat. Dia di pusat kota. Dan, sejatinya ini telah dikenal para pelancong. Misalnya, ketika sang istri belanja di Pajak Ikan lama untuk membeli barang tekstil, maka sang suami akan menyingkir ke Pasar Buku. Dua tempat itu adalah berdekatan bukan? Lalu, ketika sekeluarga bertamasya ke Lapangan Merdeka sambil menikmati jajanan di Merdeka Walk, maka sang ayah dan ibu bisa memberikan nuansa baru pada sang anak dengan berburu buku di Pasar Buku tadi.
Tapi sudahlah, atas nama City Cek In -kemajuan di bidang transportasi Medan-Pasar Buku bisa saja harus mengalah. Seperti kata orang bijak: buku adalah jendela dunia. Jadi, ketika orang sangat butuh melihat dunia kan dia pasti mencari buku di mana pun tokonya berada.

Sejatinya saya berpikir (sebenarnya ini lontaran ide dari seorang kawan), jika ingin memindahkan Pasar Buku, kenapa harus ke tempat yang tak teruji di bidang perbukuan? Maksudnya, kenapa tidak meletakan Pasar Buku itu di sebuah tempat yang sejatinya telah akrab dengan buku. Tempat yang dimaksud adalah perpustakaan. Nah, perpustakaan besar di Medan ini adalah di seberang Istana Maimun. Nah, kenapa Pasar Buku tidak dipindahkan ke kawasan itu saja. Lokasinya bisa memakai sebagian sisi halaman Istana Maimun itu. Masalah istana akan jelek atau kotor hingga tak menarik minat pelancong, itu kan soal penataan saja. Bukankah selama ini ada beberapa stan atau tempat jualan bunga di sisi istana itu?
Jadi, adakah yang ingin menyambut ide kawan tadi? (*)

Fans Irlandia Terbaik di Euro 2012

Republik Irlandia memang bukan tim yang berlaga dalam babak final Euro 2012 dini hari kemarin. Namun, negara tersebut tetap menjadi bagian sejarah emas di Ukraina-Polandia.

Bukan di lapangan, melainkan di pinggir lapangan. Irlandia meraih gelar sebagai tim dengan pendukung terbaik dalam kejuaraan tersebut.
Penghargaan khusus tersebut diberikan oleh federasi sepak bola Eropa UEFA kepada federasi sepak bola Republik Irlandia FAI. Presiden UEFA Michel Platini pun secara istimewa terbang langsung ke Dublin, Irlandia, hanya untuk memberikan penghargaan tersebut.  Dilansir dari berita media lokal Irlandia RTE, terpilihnya pendukung Irlandia sebagai yang terbaik di Euro 2012 tersebut diumumkan Platini di Kiev, Sabtu (30/6) lalu. Platini melalui sekjen UEFA Gianni Infantino membenarkan kabar tersebut. “Semua orang sangat terkesan dengan pendukung tim Irlandia,” kata Infantino.

Sepanjang Euro ini, pendukung Irlandia sama sekali tidak masuk dalam daftar hitam UEFA. Dari daftar pendukung yang mendapat sanksi disiplin dari UEFA, Rusia paling banyak melakukan pelanggaran. Selama babak penyisihan, total empat sanksi sudah dijatuhkan kepada pihak Rusia akibat ulah nakal pendukungnya.

Secara terpisah, pihak FAI merasa cukup terhormat dengan pemberian penghargaan khusus dari UEFA itu. CEO FAI John Delaney menyebut pendukungnya layak mendapat gelar tersebut. Dia pun sangat berterima kasih dengan pemberian penghargaan itu. “Karena pendukung kami sudah menunjukkan perilaku, komitmen dan keramahan luar biasa selama Euro,” klaim Delaney.

Senada dengan Delaney, presiden FAI Paddy McCaul kepada harian Irish Times juga mengucapkan terima kasih kepada UEFA atas penghargaan itu. McCaul secara khusus menyatakan bahwa penghargaan ini khusus didedikasikan untuk James Nolan yang tewas saat di Polandia.

“Kehilangannya (Nolan, Red) benar-benar menyentuh kami,” ungkap McCaul. Selama ini, belum ada penghargaan khusus kepada Nolan. Sepekan yang lalu, kapten tim sekaligus penyerang Irlandia Robbie Keane mempersembahkan gol yang dicetaknya di MLS bagi Nolan.  Mendapat penghormatan seperti itu, keluarga Nolan merasa mendapat kekuatan dengan ada nya penghargaan itu. Ayahanda Nolan, Jimmy Nolan meng anggap penghargaan ini sebagai kehormatan terbesarnya. “Kami tidak percaya bisa mendapat peng hargaan dari seluruh pendukung sepak bola di Irlandia dan seluruh dunia,” beber Jimmy. (ren/jpnn)

Sepatu Emas Milik Torres

TOPSKOR: Striker Spanyol  Fernando Torres dinobatkan menjadi topskor setelah mengemas tiga gol.
TOPSKOR: Striker Spanyol Fernando Torres dinobatkan menjadi topskor setelah mengemas tiga gol.
TERJAWAB sudah siapa pemain paling subur sepanjang gelaran Euro 2012 kali ini. Sebelumnya ada enam pemain yang mencetak tiga gol di Piala Eropa kali ini. Tapi yang berhak mendapat Golden Boot adalah penyerang Spanyol, Fernando Torres.

Selain Torres, ada nama Mario Gomez, Mario Balotelli, Mario Mandzukic, Cristianor Ronaldo dan Alan Dzagoev. Sebelum laga final di Olympic Stadion Kiev, Senin (2/7) dinihari WIB, Torres tak banyak dijagokan untuk menjadi topskorer dan meraih Golden Boot.

Pasalnya Torres jarang dipasang sebagai starter dan baru dua kali ia melakukannya, yakni di laga kontra Republik Irlandia serta Kroasia. Selebihnya pemain berjuluk El Nino itu banyak diturunkan sebagai pemain cadangan.

Namun, satu gol ke gawang Gianluigi Buffon di laga yang berkesudahan 4-0 untuk Spanyol plus satu umpannya ke Juan Mata, sudah cukup mengantarkan pemain 28 tahun itu untuk merebut Golden Boot.

Aturan UEFA menyebut jika ada lebih dari satu pemain yang mencetak jumlah gol sama, maka yang pertama dilihat adalah jumlah assist kemudian lama bermain. Dalam hal ini Torres dan Gomez sama-sama punya satu assist.

Tapi dari menit bermain kedua pemain, Torres melakukannya dalam waktu 189 menit atau 81 menit lebih sedikit daripada Gomez (280). Alhasil Torres pun berhak mendapatkan Sepatu Emas.

Bagi Spanyol prestasi ini seakan meneruskan apa yang mereka lakukan empat tahun lalu ketika David Villa meraih Golden Boot dengan empat gol. Rekor gol terbanyak dalam satu turnamen Piala Eropa sampai sekarang masih dipegang Michel Platini dengan 9 gol pada Piala Eropa 1984. (bbs/jpnn)