Home Blog Page 13311

PKK Panen Sayur dan Buah di Inti Kota

Eks Taman Ria Medan Disulap jadi Lokasi Agrowisata

PANEN: Ketua TP PKK Kota Medan Hj Yusra Rahudman Harahap didampingi pengurus dan anggota TP PKK Kota Medan, PLH Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Medan Emilia, Kadis Kominfo Medan Zulkifli Sitepu, //redianto/sumut pos
PANEN: Ketua TP PKK Kota Medan Hj Yusra Rahudman Harahap didampingi pengurus dan anggota TP PKK Kota Medan, PLH Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Medan Emilia, Kadis Kominfo Medan Zulkifli Sitepu, //redianto/sumut pos
Punya pekarangan yang memadai untuk bertanam berbagai sayuran tetapi tak tahu caranya? Kunjungi saja lokasi percontohan milik PKK Kota Medan di eks Taman Ria Jalan Gatot Subroto. Ke depannya, kebun percontohan ini akan disulap menjadi agrowisata.

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kota Medan dalam cocok bertanam, tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Medan berencana menjadikan eks Taman Ria Jalan Gatot Subroto sebagai percontohan lokasi pertanian hortikultura.

Menandai pencetusan lokasi percontohan, Ketua Penggerak PKK Kota Medan, Hj Yusra Siregar melakukan ‘panen raya’ di lokasi eks Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N), Kamis (28/6) sore.

“Hari ini kita panen bersama. Ada buah melon, cabe, labu, bayam, gambas, tomat, kangkung. Setelah semuanya di panen, lokasi ini nantinya akan kita tanam kembali sayur-sayuran dan buah-buahan. Lokasi ini sudah sudah di bawah pengelolaan PKK Kota Medan,” kata Hj Yusra Siregar.

Di hadapan wartawan media cetak dan elektronik, Hj Yusra juga berkeinginan untuk menanam sayur-sayuran dan buah-buahan dengan cara yang baik. Diharapkannya lokasi ini nantinya menjadi lokasi tanaman percontohan bagi masyarakat Kota Medan. “Bagi masyarakat yang ingin menanam sayur-sayuran di lingkungan pekarangannya masing-masing, dapat kita ajari dengan cara-cara yang lebih baik. Kita harapkan  lokasi ini bisa menjadi tempat agro wisata bagi masyarakat,” ujarnya.

Asisten Administrasi Umum  Drs Musaddat Nasution, Kadis Pertamanan Drs Erwin Lubis, Kadis  Kominfo Zulkifli Sitepu SH, Kasatpol PP Drs Sofyan, Kabag Umum M Husni, Camat Medan Petisah Yunus serta pengurus TP PKK lainnya juga ada di lokasi.

Yusra mengatakan juga mengatakan lokasi juga menjadi tempat wisata edukasi terhadap pelajara dari tingkat SD hingga SMP dengan berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan sehingga minat untuk bertani hingga dini bisa diajari di lokasi.

“Lokasi akan menjadi tempat edukasi atau pembelajaran bagi pelajar tingkat SD hingga SMP dengan berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan,” ucapnya.

Lokasi akan kembali dilakukan penataan secara maksimal sehingga menarik pengunjung mendatangi lokasi dengan berkordinasi dengan Dinas Pertamanan Kota Medan.

“Akan kita lakuka perbaikkan secara lebih baik lagi lokasi ini, agar masyarakat tertarik datang ke sini,” ucapnya.
Dia menegaskan, sudah saat kita peduli lingkungan untuk melakukan penaman dengan jenis tumbuhan apa pun, untuk mengurangi pemasan global, di lokasi bekas taman ria ini terdapat 60-an jenis tumbuhan yang ditanam dan dirawat.(gus)

Dinas Perikanan dan Kelautan Siapkan Bibit dan Pupuk

Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan siap memfasilitasi tanaman yang berada dilahan Bekas Taman Ria di Jalan Gatot Subroto seperti bibit tumbuhan, pupuk hingga perawatannya.

Bekerja sama dengan Dinas Pertamanan Kota Medan, Dinas Pertanian dan Perikanan akan mela kukan penataan terhadap lokasi ini untuk menjadi ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati masyarakat.

“Kita akan menfasilitasi bibit, pupuk hingga perawatan semua jenis tumbuhan yang ada disini, kita akan melakukan penataan juga dilokasi,” ungkap ungkapkan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan, Emelia Lubis kepada Sumut Pos Usai melakukan panen raya.

Di lokasi lahan bekas PF2N ini, akan ditambah lagi jenis tumbuhan ini dan akan dibuat anekaragam jenis tumbuhan yang bisa menjadi edukasi atau pelajaran bagi kalangan masyarakat dalam merawat tumbuhan.

“Akan terus ditambah jenis tamanan di sini, sehingga bermanfaat bagi kalangan masyarakat untuk mengetahui bagaimana cara merawat tumbuhan yang ada,” ujarnya.

Dirinya juga mendukung program dari TP PKK Kota Medan yang menggalakkan tumbuhan hijau untuk dikenalkan kepada  masyarakat Kota Medan. “Saya sangat mendukung dengan kegiatan yang dibuat oleh ibu Ketua TP PKK Kota Medan ini,” katanya.

Selain dilokasi ini, pihaknya akan melakukan hal yang sama di lahan terbuka Candika Medan. Tanaman yang dilokasi ini merupakan pertanian kota sehingga harus digalakkan sebagai usaha memberikan penghasilan, bisa memberikan kontribusi untuk mencegah pemasan global di Kota Medan.
“Pertanian kota harus digalakkan, secara ekonomi bisa menguntung dan sebagai pencegah pemasanan global di kota ini,” pungkasnya.(gus)

Fabregas Sang Penentu

TAK salah jika Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque mempercayakan penalti terakhir Spanyol di drama adu penalti melawan Portugal pada Cesc Fabregas. Pemain Barcelona itu membuktikan diri menjadi bagian erat sejarah drama adu penalti di Euro. Dua tendangan penalti yang dilakukannya di dua edisi berbeda, memuluskan jalan Spanyol meraih tiket ke babak berikutnya. Itu terjadi pada edisi 2008 dan 2012.

Pada 2008 di Vienna, Austria, Fabregas menjadi nasib buruk bagi Italia. Kedua tim melakoni drama tos-tosan di perempat final. Fabregas muncul sebagai penendang terakhir dan memastikan keunggulan 4-2. Seminggu kemudian, Spanyol mengalahkan Jerman dan meraih gelar Euro untuk pertama kalinya.
Empat tahun berselang, dia juga menjadi penendang terakhir bagi La Furia Roja, julukan Spanyol. Dia mengecoh kiper Portugal Rui Patricio meski bola sempat membentur tiang gawang. Kali ini, Spanyol juga melaju dengan keunggulan 4-2.

Berdasar laporan Sky Sport, sebenarnya Del Bosque memasang nama Fabregas di urutan kedua daftar penendang penalti. Tapi, dia mengatakan secara langsung, bahwa dia lebih suka menjadi penendang kelima.

“Saya mengatakan kepada Toni Grande (asisten pelatih Spanyol) saya kira saya bisa mengulangi momen hebat (dari Euro 2008). Mereka sebenarnya menginginkan saya mengambil penalti kedua, tetapi saya mengatakan tidak karena saya memiliki firasat dan meminta untuk mengambil penalti kelima,” ujar pemain berusia 25 tahun tersebut seperti dikutip Sky Sports.

Del Bosque mengakui kepercayaan diri para pemainnya memang tinggi menghadapi adu penalti itu. Termasuk beberapa pemain yang menyatakan secara langsung padanya untuk menjadi penendang kelima. Alasannya, keyakinan untuk menjadi penentu kemenangan.

“Tentu, seluruh penendang penalti mendapatkan tawaran itu. Cesc mengatakan pada saya untuk menjadi penendang kelima supaya bisa jadi penentu. Mereka semua menginginkan hal yang sama,” papar Del Bosque.

Satu ritual dilakukan Fabregas sebelum menjadi penentu, baik pada 2008 dan 2012. Dia mengambil bola dan berbisik pada bola.
“Saat melangkah untuk mengambil penalti, saya mengatakan pada bola bahwa kita harus membuat sejarah dan tak boleh mengecewakan saya,” ungkap Fabregas. (ady/jpnn)

9 Bandara di Sumut Hanya Dapat Rp692 M

JAKARTA-Anggaran tahun 2012 yang dikucurkan Departemen Perhubungan untuk sembilan bandara yang ada di wilayah Provinsi Sumut ternyata sangat kecil, yakni hanya Rp692.787.768.000 Itu pun, terbesar tersedot untuk proses lanjutan pembangunan Bandara Kualanamu, yakni sebesar Rp603.166.259.000.

Wajar kiranya, jika pemerintah pusat mendorong Pemda untuk ikut mengembangkan bandara-bandara perintis yang selama ini dikelola Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Caranya, Pemda tidak harus mengeluarkan dana. Namun, cukup dengan berupaya meningkatkan laju perekonomiannya. Bila ekonomi berkembang secara otomatis industri, perdagangan dan pariwisatanya berkembang.

“Kalau perekonomian di suatu daerah tumbuh dan berkembang, pemerintah daerah tidak perlu mengundang maskapai untuk datang, tapi maskapai itu yang akan mendatangi daerah tersebut. Nah sekarang menjadi pekerjaan rumah bagi daerah untuk memajukan perekonomian daerahnya masing-masing,’’ kata Wamenhub Bambang Susantono di sebuah acara di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandara memang memberikan peluang bagi pemda dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) membangun bandara di daerahnya sendiri. Hanya saja, tak boleh sembarangan, harus tetap memenuhi ketentuan di PP dimaksud. Jadi, Pemda cukup menggejot pertumbuhan ekonomi di daerah saja.

Kembali soal anggaran untuk sembilan bandara di Sumut, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2012 Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, total dianggarkan RpRp692.787.768.000.

Pertama, untuk Bandara Dr FL Tobing, Tapteng sebesar Rp5.923.073.000. Antara lain untuk perluasan pelataran parkir terminal penumpang Rp214,57 juta dan untuk pembangunan gedung tower termasuk pengawasannya Rp1,44 miliar.

Kedua, Bandara Sibisa, Parapat, Rp395,7 juta. Antara lain untuk pembangunan, rehabilitasi, dan pemerliharaan prasarana navigasi Rp20 juta.
Ketiga untuk bandara Binaka, Gunung Sitoli Rp9.026.000.000. Keempat, bandara Silambo, Teluk Dalam, Nisel, Rp9 miliar.

Kelima, Bandara Kualanamu, yang di data Kemenhub ditulis bandara Medan Baru, yakni Rp603.166.259.000. Antara lain untuk pekerjaan tanah tahap II, perbaikan tanah, dan aeronautical pavement runway Rp416.5999.175.000. Pekerjaan pengadaan Air Navigation System (paket 3) Rp52.752.273.000. Honor-honor juga dianggarkan secara rinci.

Keenam, Bandara Lasondre, Pulau Batu, Nisel Rp3.526.000.000. Ketujuh, Bandara Silangit, Siborongborong Rp18.264.500.000. Antara lain untuk lanjutan pekerjaan tanah dan perpanjangan landasan pacu dan pengawasannya Rp11.140.200.000

Kedelapan, Bandara Aek Godang, Padangsidimpuan Rp3.916.848.000. Antara lain untuk pengdaan dan pemasangan AFL Rp2.040.000.000.
Terakhir, Bandara Polonia, Medan Rp7.759.170.000. Terbesar untuk penimbunan tahap II lahan bangunan operasional dan pemagaran keliling dan pengawasannya Rp3.741.305 miliar.

Dari anggaran yang disediakan, tampaknya ada target pemindahan penerbangan sipil Bandara Polonia ke Bandara Kualanamu dilakukan di 2012 ini juga. Tercantum ada anggaran pemindahan perangkat CCTV dari Bandara Polonia ke Bandara Baru Medan, di 23 titik, sebesar Rp171.365.000 juta.
Khusus mengenai Bandara Baru Medan, yang untuk sementara ini dikenal dengan nama Bandara Kualanamu, disebut Wamenhub Bambang Susantono sebagai salah satu dari enam bandara yang disiapkan untuk open sky di kawasan ASEAN tahun 2015 mendatang. Lima bandara lain adalah Bandara internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Sultan Hasanuddin Makasar, dan Bandara Sepinggan, Balikpapan. Namun, untuk bandara yang akan dilengkapi dengan sarana kereta api yang mengakses ke bandara, hanya ada dua, yakni Kualanamu dan Soekarno-Hatta. (sam)

Rooney jadi Kambing Hitam

LONDON – Tidak mudah menerima kekalahan. Itulah yang dirasakan para pendukung sepak bola dan media Inggris. Mereka menyoba mencari kambing hitam kegagalan Inggris di Euro 2012.

Untuk kedua kalinya, penyerang Manchester United Wayne Rooney dituding sebagai penyebab kegagalan timnas Inggris. Harian Daily Star membuat artikel dengan judul besar Where”s Roo? (Kemanakah Roo?). Roo adalah sapaan Rooney. Harian tersebut menilai Rooney tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya sehingga Inggris gagal di Euro 2012.

Sebelumnya, enam tahun lalu, Rooney juga dituding sebagai penyebab kegagalan Inggris di Piala Dunia 2006. Saat itu, dia gagal saat adu penalti melawan Portugal.

Tidak hanya media, mantan pelatih Inggris Fabio Capello pun menilai bahwa penampilan Rooney di Euro buruk. Dalam tulisannya di Goal.com, Capello menyebut bahwa Rooney hanya bisa bermain baik di Manchester United. Capello mengejek kalau pesepakbola berusia 26 tahun itu hanya bisa tampil bagus jika pelatihnya Sir Alex Ferguson berbicara dengan dialek Skotlandia. “Saya rasa Rooney hanya mengerti dialek Skotlandia,” tulisnya.

Tulisan Capello itu sepertinya membalas komentar Rooney dalam konferensi pers yang menyatakan bahwa timnas Inggris lebih baik dibawah asuhan Roy Hodgson. Menurutnya, pemain bisa memahami instruksi Hodgson yang warga negara Inggris, yang tentu saja lancar berbahasa Inggris.
Sebaliknya, ketika dilatih Capello, Inggris jeblok. Salah satu penyebabnya, ketidakmampuan Capello berbahasa Inggris dengan baik. Sehingga para pemain kesulitan memahami instruksinya.

Hodgson tidak terima anak asuhnya dituding sebagai penyebab kegagalan tim. Dia balik menuding komentar Capello cukup jahat. “Saya tidak tahu bagaimana hubungan dia (Capello) dengan Wayne. Tapi menurut saya, cukup jahat mengejek pemain yang sudah berusaha tampil bagus,” katanya sebagaimana dilansir Talk SPORT.

Hodgson bahkan memuji penampilan Rooney. Menurutnya, dia bekerja lebih keras untuk mengejar ketinggalan karena tidak bisa dimainkan di dua laga awal.

“Hasrat dia untuk bisa tampil bagus sangatlah besar,” tambahnya. (ruk/jpnn)

Eksekusi Gila untuk Hapus Trauma

PENDUKUNG Spanyol tersentak ketika Sergio Ramos maju menjadi salah satu eksekutor dalam adu penalti kemarin dini hari WIB.  Mereka masih teringat kegagalan Ramos dalam adu penati di semifinal Liga Champions lalu.  Ketika itu, Ramos yang menjadi salah satu algojo, menyepak bola sekuat tenaga.  Hasilnya –  Bola bukannya menjebol gawang Bayern Munchen yang dikawal Manuel Neuer, tapi malah melesat jauh di atas mistar.

Nah, pendukung Spanyol khawatir Ramos akan melakukan eksekusi dengan cara yang sama. Namun, kekhawatiran itu tak terbukti.  Bukannya menendang bola sekuat tenaga, tapi Ramos memilih mencongkel bola.  Bola hanya meluncur pelan, tapi berhasil mengecoh kiper Rui Patricio.  Eksekusi Ramos ini mengingatkan publik pada tendangan penalti yang dilakukan Andrea Pirlo ketika menaklukkan kiper Inggris Joe Hart.

Lalu, kenapa Ramos melakukan eksekusi dengan cara yang demikian unik –  Bek Real Madrid itu mengakui kalau semua sudah dia rencanakan.
Saya sudah merencanakan eksekusi gola itu (tendangan chip) sejak awal. Saya tak berbohong,” ujar Ramos yang menjadi Man of The Match dalam laga semifinal kepada Goal.

“Tendangan itu memiliki risiko, tentu saja. Tapi saya telah melihat bagaimana penjaga gawang bergerak, dan saya cukup yakin dia akan bergerak ke salah satu sisi. Itu memang keberuntungan, tapi itu menjadi hal luar biasa bagi saya,” ujar Ramos.
Ramos menambahkan, keberhasilan melakukan eksekusi gila tersebut bisa menghapus trauma kegagalan pada  tendangan penalti ke gawang Bayern Munchen.

“Usai pengalaman terakhir saya dalam adu penalti bersama Real Madrid di Liga Champions, orang-orang banyak menyebut bahwa saya tak siap untuk mengemban tugas menendang penalti,” katanya lagi. “Tapi, saya punya kepercayaan diri, dan saya memang ingin mencobanya lagi,” tambahnya
Selain keyakinan mengatasi trauma, Ramos termotivasi menjadi algojo penalti setelah mendapatkan tantangan dari Del Bosque. Pelatih 61 tahun itu menantang para pemainnya untuk melakukan penalti congkel yang sama seperti Pirlo.  Ternyata, dari semua algojo Spanyol, hanya Ramos yang berani melakukannya.
(ady/jpnn)

Perkuat Sinyal XL di Jalan Willem Iskandar

08974800xxx

Kepada Pimpinan PT XL Axiata Yth. Kenapa sinyal XL sangat lemah di daerah Jalan Willem Iskandar Medan (Jalan Pancing Medan)? Terutama kalau digunakan di dalam ruangan. Mohon ditindaklanjuti. Terima kasih.

Segera Dicek ke Lokasi

Terima kasih atas laporannya. Terima kasih juga sudah menjadi pelanggan XL. Sebagai informasi, seluruh BTS XL yang ada di Kota Medan sudah didukung jaringan 3G. Namun begitu, kami akan sesegera mungkin menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek keadaan yang terjadi di lokasi tersebut.

Rizaldi Gultom
Humas PT XL Axiata Region Sumatera

700-an Kilang Galundung Hasilkan 2 Kg Emas per Hari

Foto: dame ambarita/SUMUT POS TENDA BIRU: Ratusan tenda biru terlihat di areal perbukitan hijau Hutabargot, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.
Foto: dame ambarita/SUMUT POS
TENDA BIRU: Ratusan tenda biru terlihat di areal perbukitan hijau Hutabargot, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

Tak hanya di perbukitan, tenda-tenda biru juga menghiasi jalan-jalan di Hutabargot dan Nagajuang. Tenda-tenda itu adalah atap kilang berisi mesin-mesin galundung. Jumlahnya mencapai 700-an kilang, 95 persen di antaranya beroperasi tiap hari. Total emas yang diperoleh lewat pengolahan bijih emas di seluruh galundung diperkirakan mencapai 2 kg per hari.

———————————-

Dame Ambarita, Panyabungan

———————————

Dari tambang emas liar di perbukitan Hutabargot dan Naga Juang, puluhan karung bijih emas (batuan mengandung emas) tiap hari dilangsir ke mesin galundung (alat pemisah batu/tanah dengan emas).

Galundung ini awalnya didatangkan dari Pulau Jawa oleh para penambang liar dari Pongkor (Bogor), Cibaliung (Pandeglang), Sukabumi (Cikotok) dan Tasikmalaya. “Belakangan, warga lokal Madina mampu memproduksi galundung sendiri,” jelas Pak Nur.

Pantauan Sumut Pos, mesin galundung di wilayah Kecamatan Hutabargot dan Naga Juang sudah menjamur. Lokasinya tidak lagi di sudut-sudut desa, tetapi sudah meluas ke tengah-tengah pemukiman di inti Kota Panyabungan, bahkan ada yang langsung di pekarangan rumah warga. Di Kecamatan Panyabungan Kota pembangunan galundung juga sudah mulai marak di pinggiran aliran Sungai Aek Mata dan Aek Pohon serta pinggiran sawah.

Tiap kilang memiliki 10 sampai 20 mesin galundung. Untuk biaya sewa, dikenakan 10 ribu-15 ribu per satu galundung. Biaya itu untuk seluruh pemrosesan bijih emas menjadi emas, yang umumnya memakan waktu hingga 6 jam. Untuk satu karung goni berisi 30-40 kg bijih emas, membutuhkan pemrosesan di 3-5 galundung.

“Jika 700 usaha galundung mengoperasikan rata-rata 15 mesin per hari, dan satu galundung bisa memisahkan 2 gram emas, maka per hari diperkirakan ada 2 kg emas yang diproduksi di daerah ini,” sambungnya.

Sebelum diproses di galundung, bijih emas ditumbuk dulu —umumnya oleh kaum ibu— dengan upah Rp1.000 per kg.

Di galundung, bijih emas yang telah ditumbuk tadi digiling, kemudian dipisah untuk mendapatkan konsentrat emas dengan alat konsentrasi seperti jig, meja goyang, sluice box dan dulang. Untuk mengambil emas dari konsentrat dilakukan dengan metoda pemisahan dengan penambahan unsur-unsur pembantu, salahsatunya air raksa.

Oleh para pengusaha galundung, air bekas pemrosesan dengan menggunakan air raksa ini sering dibuang begitu saja ke saluran air yang mengalir ke kolam, sawah-sawah, maupun aliran irigasi ke sungai.

Selanjutnya, sisa tanah dan pasir hasil pemisahan dari emas, dikumpulkan dalam karung-karung, lantas dijual lagi ke tong/sumur (istilah bagi pemisah emas menggunakan tong dan sumur).

“Satu karung dijual Rp60 ribu. Di tong atau sumur, si pengusaha masih berpeluang memperoleh emas hingga 2-4 gram tiap satu karung sisa pemrosesan di galundung,” jelas Pak Nur.

Dengan teknik tong, pengusaha biasanya menggunakan zat kimia sianida. Di Panyabungan, jumlah tong diperkirakan hanya ada 12, di antaranya 4 di panyabungan, dan 8 di Hutabargot. “Memiliki mesin pengolah tong lebih mahal dan relatif lebih modern dibanding galundung,” jelasnya.

Proses pemisahan dengan sianidasi adalah proses melarutkan bijih emas ke dalam larutan asam sianida lemah, kemudian ke dalam larutan ditambahkan serbuk seng, hingga logam emas mengendap. Selanjutnya, untuk memisahkan endapan emas dari larutan dipakai saringan tekan. Emas yang diperoleh dengan metode ini memiliki kadar antara 92-97 persen. (bersambung)

Setarakan Masa Rehat di Euro 2016

WARSAWA – Babak semifinal Euro 2012 ini diselimuti keluhan pelatih-pelatih terkait perbedaan masa rehat. Sebab, dari empat negara yang berlaga, dua di antaranya memiliki masa rehat lebih pendek.

Federasi sepak bola Eropa UEFA pun mulai angkat bicara tentang banyaknya keluhan tersebut.

Spanyol dan Italia hanya memiliki masa rehat selama tiga hari pasca menyelesaikan laga di babak perempat final. Jumlah tersebut dua hari lebih sedikit ketimbang dua kontestan semifinal Euro lainnya, Portugal dan Jerman. Pelatih Italia pun sempat mengeluhkan hal tersebut.

Terkait dengan keluhan Prandelli tersebut, direktur kompetisi UEFA Giorgio Marchetti bisa memahaminya. Dengan masa persiapan lebih pendek tentu Italia merasa iri dengan Jerman yang bisa rehat lima hari. Hanya, Marchetti menolak anggapan jika perbedaan itu dimaksudkan untuk menjatuhkan Italia.

Dilansir dari Goal, Marchetti menyebut bahwa kalender kompetisi untuk Euro 2012 ini sudah ditentukan sejak tiga tahun yang lalu.

“Tentu saat itu kami menyusunnya dengan tanpa mengetahui tim mana yang akan bermain,” kata Marchetti kepada Gazzetta dello Sport.
Marchetti menuturkan, permasalahan perbedaan masa rehat di babak semifinal Euro ini bukanlah isu baru. Setidaknya dalam gelaran Euro satu dekade terakhir ini, hanya di edisi 2008 yang perbedaan waktu rehatnya tidak begitu mencolok. Sedangkan di dua edisi lainnya hampir sama seperti tahun ini.
“Ini memang bukanlah hal yang baru lagi. Meski demikian, kami tetap memperhatikan permasalahan ini. Jika diingat, pada semifinal Euro 2000 lalu, Italia memiliki waktu istirahat sehari lebih lama ketimbang Belanda,” beber Marchetti. Perbedaan masa rehat Euro 2012 ini lebih panjang sehari.
Perubahan disebut Marchetti tetap akan dilakukan jajarannya terkait penjadwalan di Euro. Hanya, di dalamnya tentu akan ada beberapa hal yang perlu sedikit diperdebatkan lagi.

“Karena tidak mungkin dalam sehari ada dua laga perempat final, itu akan menjadi hal buruk bagi penonton,” ujar dia.
“Kami akan memikirkan kembali beberapa solusi untuk permasalahan jadwal rehat ini pada Euro 2016 mendatang,” jelas Mar chetti.
Tahun ini dua tim yang bertanding di babak semifinal tidak bermain berurutan di perempat final. Melainkan diatur secara silang. Sedangkan di Euro 2008 lalu, jadwalnya dibuat berurutan. (ren/jpnn)

Van Marwijk Mundur

AMSTERDAM – Berakhir sudah teka-teki masa depan Bert van Marwijk di kursi pelatih timnas Belanda. Setelah mendapat serangan bertubi-tubi pasca kegagalannya membawa tim Orange lolos dari penyisihan grup Euro 2012 ini, van Marwijk memutuskan untuk mengundurkan diri.

Padahal, kontraknya sebagai pelatih di timnas Negeri Kincir Angin itu masih berjalan sampai 2016 mendatang. Keputusan ter sebut dia ambil setelah melakukan pertemuan dengan federasi sepakbola Belanda KNVB, Rabu kemarin (27/6). Kedua belah pihak setuju untuk menghentikan kerja sama yang tersisa empat tahun itu.

“Kami sangat berterima kasih kepada van Marwijk. Dia sudah melakukan yang terbaik bagi negara ini pada Piala Dunia 2010 lalu. Dan itu yang akhirnya mengantarkan tim ini melaju ke rangking atas dunia FIFA,” kata direktur KNVB Bert van Oostveen dikutip dari Goal.

Sebelum membawa Belanda tampil hancur-hancuran di Polandia-Ukraina, prestasi pria berusia 60 tahun itu sebenarnya cukup gemilang. Dua tahun lalu van Marwijk membawa Belanda ke final Piala Dunia Afrika Selatan. Di laga pamungkas perjuangan mereka harus kandas di tangan Spanyol.
Tak berhenti sampai di situ saja, keperkasaan Belanda berlanjut di babak kualifikasi Euro. Mark van Bommel dkk mampu memenangi 9 dari 10 laga kualifikasi. Mereka hanya sekali menelan kekalahan dari Finlandia. Sayangnya, di Euro mereka malah tidak bisa sekalipun meraih tiga poin dari tiga pertandingan penyisihan grup.

Pasca tersingkir dari Euro 2012, sebenarnya pihak KNVB masih berpikir untuk mempertahankan van Marwijk sebagai arsitek timnasnya. Namun, itu berubah seiring dengan desakan banyak pihak untuk memperbarui skuad timnas, termasuk jabatan pelatih. “Tentu ini bukanlah hal yang menggembirakan. Tapi kami harus bersikap realistis,” lanjut van Oostveen.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip di BBC, van Marwijk sempat ragu untuk mengambil keputusan mundur dari jabatan yang sudah dijalaninya sejak dua tahun silam itu. “Namun sekarang saya sudah mantap mengambil keputusan ini,” tegas mantan pelatih Feyenoord Rotterdam itu. (ren/jpnn)

Jersey Inggris-Prancis Banting Harga

TIM favorit tersingkir ternyata ada hikmahnya juga. Bagi sejumlah suporter, itu bisa menjadi kesempatan untuk memborong kaos atau atribut tim kesayangan dengan harga miring. Harga-harga atribut kontestan Euro 2012 yang telah tersingkir memang terus menurun seiring dengan tersingkirnya timnya.

Sebelum Prancis tersingkir di tangan Spanyol pada perempat final lalu, harga jersey kostum Prancis di toko-toko di Ukraina masih berkisar di antara 400-500 hryvnia tergantung bahannya. Begitu, Les Bleus, julukan Prancis, tersisih, kaosnya dijual setengah harga.

Mau lebih murah lagi. Cari saja aksesori tim yang sudah lebih dulu tersisih di fase grup, seperti Belanda, Swedia, Kroasia, dan beberapa kontestan lainnya, harganya sudah jeblok. Hanya harga aksesori Ukraina yang masih bertahan dengan harga normal meski sudah tersisih timnya.

“Ini permintaannya tidak berubah. Sebab, ini kostum tuan rumah. Masih banyak yang senang meski timnya sudah tersingkir. Lihat saja, masih banyak orang yang memakai kostum Ukraina meski menonton pertandingan lain,” jelas Tetyana, penjual aksesori sepak bola di Rynek, Donetsk.

Kaos tim yang harga cepat turun di Ukraina adalah Inggris. Sebab, permintaannya rendah. Wajar, warga Ukraina memang tidak menyukai Three Lions, julukan Inggris, yang menyingkirkan mereka di fase grup. Apalagi, dengan adanya insiden gol hantu yang membuat wasit Victor Kassai dipulangkan.(ham/jpnn)