Home Blog Page 13317

Pejabat Pemkab Deliserdang Diperiksa 3 Jam

LUBUKPAKAM- Terkait pengerusakan pos penjagaan diatas lahan 15 hektar yang berada di Kelurahan Petapahan Kecamatan Lubukpakam Deliserdang, Kepala Bidang (Kabid) Asset Dinas Pengelola Keuangan Daerah Pemkab Deliserdang, dilaporkan Tengku Hafmarsyah Sinar ke Poldasu pada 16 Mei 2012 lalu.

Rusdi Ritonga SH, sendiri diperiksa penyidik kepolisian di Mapolres Deliserdang Rabu (27/6) selama tiga jam. Pada wartawan Kabid Asset Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Deliserdang ini, mengaku ia diperiksa sebagai saksi terkait laporan Tengku Hafmarsyah Sinar ke Poldasu 16 Mei 2012 Nomor Laporan LP/5366/V/2012 SPKT III, tentang dugaan melakukan pengerusakan secara bersama-sama terhadap pos penjaga.

Ia dilaporkan terkait pembongkaran sebuah gubuk yang berdiri diatas lahan 15 hektar oleh tim terpadu Pemkab Deliserdang pada 11 Mei 2012 silam. Bahwa lahan itu pemilik lahan itu diklaim ahli waris Tengku Affan Sinar (Tengku Hafmarsyah Sinar).

Sementara itu Pemkab Deliserdang juga mengklaim bahwa lahan itu sebagai assetnya yang terdaftarkan di Pemkab Deliserdang dan ini sejak tahun 1955 diatas lahan itu berdiri bangunan perumahan Sekdakab, Kantor Dekranasda, Taman Kanak-kanak milik Pemkab, Kebun Balai Penelitian Pertanian, Kolam Renang yang diperuntukan bagi kepentingan umum serta Cadika (Pramuka).

“Alas hak Pemkab Deliserdang mengkuasai sekira 4,8 hektar lahan itu sangat kuat. Bukti dokumen berupa pendaftaran asset milik Pemkab Deliserdang,”Jelas Rusdi Ritonga SH usai pemeriksaan.
Lanjutnya, bila ada perorangan atau badan usaha yang mengaku lahan itu milik mereka apalagi dibuktikan dengan adanya alas hak surat tanah, silahkan tempuh jalur hukum melalui proses pengadilan.”Pemkab Deliserdang siap menghadapinya,”tegas Rusdi.

Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Anggoro Wicaksono Sik mengatakan Rusdi diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan pengerusakan. Perkara ini merupakan limpahan dari Poldasu. “Rusdi diminta keteranganya sebagai saksi, pemeriksaaannya masih sebatas penyelidikan belum sampai tahap penyidikan,” jelas Kasat.(btr)

PNPM Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pakpak Bharat- Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pakpak Bharat menggelar Semiloka yang diselenggarakan PNPM-MP bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pakpak Bharat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dijajaran Pemkab Pakpak Bharat setempat, Rabu (27/6) di Waris Hotel Salak.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, dalam sambutannya yang disampaikan Wabup Maju Ilyas Padang, meminta pengelola PNPM-MP mulai tingkat kabupaten sampai ditingkat desa supaya melaksanakan kegiatan ini dengan benar dan penuh tanggungjawab, demi meningkatkan kesejateraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri.

“ PNPM di Kabupaten Pakpak Bharat telah memasuki usia ke enam, sejak tahun 2007 lalu. Pelucuran program ini di daerah dimaksud secara pro aktif ikut ambil bagian dalam menyukseskan program Pemkab setempat,” ucap Padang menyampaikan pidato Remigo, seraya berharap kepada, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pakpak Bharat atas kesediaanya untuk menyetujui, memahami dan mendukung secara penuh pelaksanaan program dimaksud.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) ini , sambung Padang, merupakan program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok untuk memecahkan berbagai persoalan. (mag-14)

Petani Prapidkan Kapolda dan Kapolres Tapsel

MEDAN- Petani Padanglawas, Sumatera Utara, menggugat Kapolda Sumut dan Kapolres Tapsel ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sidang perdana praperadilan ini digelar di Ruang Cakra II, Rabu (27/6). Sidang yang dipimpin hakim ketua Libanus Sirait itu dengan pembacaan gugatan oleh pihak pemohon, Sinur Situmorang, petani asal Simpang Simalholdee RT 01/RW 01, Desa Tobing Tinggi, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara.

Setelah pembacaan gugatan, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan dua orang saksi yang dihadirkan LBH Medan, diantaranya Manuari Sidauruk dan Desmon Josua Napitupulu, dua petani asal Desa Tobing Tinggi.
Pada persidangan tersebut, para saksi menerangkan bahwa Sinur adalah Ketua Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri (KTTJM) yang menguasai 1.500 hektar lahan pertanian di Desa Tobing Tinggi. Mereka juga menyatakan, PT Sumatera Riang Lestari (SRL) telah melakukan perambahan dan penyerobotan lahan, sehingga terjadi bentrok antara masyarakat dengan pihak perusahaan pada 26 dan 27 April 2012.

Menyusul bentrokan itu, polisi membawa Sinur Situmorang dengan dalih untuk dimintai keterangan. Namun, setelah sampai di kantor polisi, surat penangkapannnya langsung diterbitkan, karena dia dinyatakan telah melakukan pemukulan.
Namun, pemohon menilai ada yang janggal dalam surat penangkapan tersebut. Karena dalam dokumen itu hanya tercantum marga Situmorang. Karena itu, pihak LBH Medan yang diwakili Ahmad Irwandi Lubis dan Anggun Rizal Pribadi, mendesak agar Polresta Tapanuli Selatan untuk membebaskan kliennya.

LBH Medan, selaku kuasa pemohon, menyatakan polisi dinilai telah melakukan pelanggaran prosedur. (far)

Preman Ratakan Rumah Petani Penggarap di Labuhandeli

Konflik Tanah Garapan

HANCUR: Gubuk petani penggarap hancur diserang belasan pria, Selasa (26/6) kemarin.//fachrul rozi/sumut pos
HANCUR: Gubuk petani penggarap hancur diserang belasan pria, Selasa (26/6) kemarin.//fachrul rozi/sumut pos

LABUHANDELI- Belasan preman hancurkan enam rumah milik warga penggerap yang berada diatas lahan garapan bekas perkebunan di kawasan Pasar VIII Jalan Perjuangan Gang Jati Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli, Selasa (26/6) kemarin. Akibat ulah para preman ini, jeritan kaum ibu dan anak-anak pun pecah, akibat rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal petani penggarap sudah rata dengan tanah.

Berdasarkan keterangan dihimpun Sumut Pos lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa pengerusakan itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB.

Dan kejadian tersebut berlangsung begitu cepat, ketika itu belasan pria yang diduga preman bayaran dengan mengendarai sepeda motor mendatangi pemukiman warga penggarap.

Tanpa memberitahukan maksud dan tujuan kedatangan mereka, para pelaku ini tanpa dikomandoi langsung merusak dan merobohkan bangunan rumah warga yang berdindingkan papan dan tepas dengan membabi buta.

“Saat kejadian aku lagi tidur sama anak dan cucuku. Tiba-tiba mereka datang mengedor-gedor pintu rumah minta agar aku keluar. Begitu aku buka mereka malah menunjangi dan merobohkan rumahku,” kata Jamilah (47) salah seorang korban.
Korban yang terkejut atas kejadian sore itu spontan menjerit. Tapi hal tersebut tidak membuat belasan orang pria diduga suruhan pihak tertentu itu takut. Usai merobohkan rumah beratapkan rumbia milik, Jamilah para pelaku kemudian merusak ke lima rumah warga lainnya.

“Warga disini sempat meneriaki pelaku karena tak berani melawan, tapi mereka (pelaku) tak peduli dan ada sekitar enam rumah warga disini dirusak dan dirobohkan,” ungkapnya.
Setelah puas meneror warga, belasan pria dimaksud selanjutnya meninggalkan areal perkampungan yang dihuni oleh warga penggarap.”Sebelumnya mereka memang pernah datang ke kampong ini dengan membawa parang, minta kami mengosongkan lahan ini.

Tapi kami tak mau, mungkin hal itu membuat mereka marah dan merusak rumah kami,” ujar, Anti seorang warga lainnya.

Menurut penuturan warga, mereka menempati dan menggarap lahan tersebut sudah sejak bertahun-tahun, namun warga mulai membangun permukiman dilahan tersebut pada sepuluh tahun lalu atau setelah mendapat kabar kalau HGU (Hak Guna Usaha) di lahan yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan perkebunan itu tidak diperpanjang.

“Kami berharap polisi menangkap para pelaku yang merusak tempat tinggal kami. Akibat teror dan pengerusakan ini warga menjadi kuatir dan ketakutan,” kata, Jamilah (47) salah seorang warga kepada Sumut Pos saat akan membuat pengaduan di Mapolres Pelabuhan Belawan.(mag-17)

Ponpes Terbakar, 1 Santri Tewas

TANJUNGPINANG- Pondok Pesantren (Pompes) Ummi Al-Fitrah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terbakar. Seorang santri tewas di dalam kamar. Ia terjebak saat api tengah menghebat.
Kebakaran ponpes yang beralamat di Jalan Kendangsari, kecamatan Bukit Besari, Tanjungpinang ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (27/6). Belum diketahui asal mula dan penyebab api.

Api tiba-tiba membesar. Pengelola dan santri panik. Mereka berhamburan sambil mengevakuasi sejumlah barang. Naas bagi santri bernama Aris. Siswa kelas 5 SD ini terjebak di kamar. Satu jam setelah api mengamuk, jenazahnya ditemukan di reruntuhan kamar.

Mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi tidak sanggup berbuat banyak. Api sudah terlanjur menyambar pemukiman warga. Sedikitnya 5 rumah ikut terbakar. Saat ini, api berhasil dikuasai.

Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi. Mereka memasang police line di ponpes yang hanya berjarak 150 meter dari Mapolresta Tanjungpinang tersebut. Sementara puluhan warga berdatangan ke lokasi. Pengelola dan santri di ponpes dievakuasi ke rumah warga sekitar.(net)

Ratu Elizabeth Bertemu Mantan Kelompok Teroris

RATU Inggris Ratu Elizabeth melakukan pertemuan sejarah dengan mantan komandan pemberontak Irish Republican Army (IRA) Martin McGuinness. Ini untuk pertama kalinya Ratu Elizabeth bertemu dengan sosok mantan pemimpin kelompok yang dianggap teroris itu.

Ratu Elizabeth pun berjabat tangan McGuinness dalam sebuah acara resmi di Belfast, Irlandia Utara. Pertemuan pun dilakukan jauh dari sorotan media di sebuah teater bersamaan dengan kunjungan resmi Ratu di Irlandia Utara. Demikian diberitakan Reuters, Rabu (27/6).

Peristiwa bersejarah itu terjadi saat Ratu mengunjungi Enniskillen, yang dahulu menjadi lokasi kejadian pengeboman yang dilakukan oleh IRA pada 1987 silam. Insiden tersebut menyebabkan 11 orang tewas.
Tetapi di saat jabat tangan dilakukan antara Ratu dan McGuinness, kota Belfast dilaporkan dipenuhi aksi kerusuhan yang melibatkan para pemuda setempat. Polisi tampak dilempari oleh bom molotov sekelompok pemuda yang tengah mengamuk tersebut. (net)

Charlie Ngamen demi Gedung KPK, Pimpinan KPK Ikut Saweran

PEDULI KPK: Praktisi Hukum Ahmad Rivai (kiri) bersama Musisi Charlie Van Houten (tengah) bersama aktivis  Gerakan Peduli KPK.//Mustafa Ramli/Jawa Pos/jpnn
PEDULI KPK: Praktisi Hukum Ahmad Rivai (kiri) bersama Musisi Charlie Van Houten (tengah) bersama aktivis Gerakan Peduli KPK.//Mustafa Ramli/Jawa Pos/jpnn
JAKARTA – Aksi simpati terkait dengan belum disetujuinya pembangunan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengalir. Vokalis grup Setia Band Charlie Van Houten kemarin (27/6) mendatangi ruang Komisi III DPR untuk menyerahkan uang hasil mengamen demi pembangunan gedung KPK.

Kehadiran Charlie yang membawa kardus berisi uang sumbangan tersebut menarik perhatian masyarakat dan karyawan parlemen. Charlie datang dengan mengenakan kaus putih sambil membawa gitar. Dia didampingi mantan pengacara terpidana kasus wisma atlet Mindo Rosalina Manulang, Ahmad Rifai, dan sejumlah aktivis.

Charlie menyatakan, sumbangan itu murni merupakan bentuk keprihatinan atas terhambatnya kinerja KPK lantaran fasilitas terbatas. Dia khawatir, belum disetujuinya pembangunan gedung baru KPK bisa menghambat upaya pemberantasan korupsi di tanah air.  “Saya awam politik. Saya melakukan ini karena berharap KPK bisa bekerja maksimal,” ujarnya kepada wartawan.

Uang yang terkumpul sekitar Rp2 juta itu, kata Charlie, adalah sumbangan dari warga sekitar saat dirinya mengamen di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat. Untuk menarik simpati warga, kardus tempat sumbangan diberi tulisan “Gerakan Peduli KPK”.

“Tukang ojek, tukang becak, dan masyarakat biasa mau menyumbangkan uang mereka untuk pembangunan gedung KPK yang baru. Saya salut untuk mereka,” ujarnya.

Rifai menambahkan, dirinya prihatin atas nasib KPK saat ini. Seharusnya Komisi III DPR bisa segera mempertimbangkan untuk mengesahkan pembangunan gedung baru KPK.  “Dengan segera disetujuinya anggaran untuk pembangunan KPK yang baru, kinerja mereka diharapkan semakin baik,” tambahnya.

Namun, maksud Charlie dan rombongan untuk menyerahkan uang sumbangan itu ke Komisi III DPR ternyata bertepuk sebelah tangan. Sebab, tidak ada seorang pun anggota Komisi III yang terlihat di ruang rapat. Charlie beserta rombongan hanya diterima staf Setjen DPR untuk Komisi III. Staf tersebut juga menolak menerima sumbangan itu karena tidak memiliki dasar atau landasan hukum yang pasti.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga tidak tinggal diam dalam penggalangan dana saweran yang dilakukan masyarakat untuk pembangunan gedung baru komisi antikorupsi itu. Lima orang dengan jabatan tertinggi di komisi antirasuah itu berkomitmen memotong gaji untuk ikut menyumbang bersama masyarakat lainnya.  “Pada level pimpinan ada hasrat untuk berpartisipasi bersama people power membagun gedung KPK yang mandiri,” kata Busyro dalam pesan singkatnya kepada wartawan, kemarin (27/6).

Menurut Busyro, meski KPK tidak mau mengelola sumbangan yang akan diberikan, namun hal itu merupakan simbol solidaritas jajaran KPK bersama masyarakat. Dia menyatakan, jajaran KPK ingin bersatu dengan masyarakat menggalang aksi moral untuk menghadapi keangkuhan kekuasaan politik.

Gerakan moral penggalangan dana itu mendapatkan respon dari masyarakat. Itu terlihat dari uang yang terkumpul melalui rekening 0056124374 Bank BNI Cabang Melawai atas nama perkumpulan Indonesia Corruption Watch (ICW). Sejak dibuka pada Selasa malam pukul 21.00 WIB hingga Rabu pukul 15.00 WIB, tercatat transfer sejumlah Rp28.925.794.
Uang cash yang terkumpul berjumlah Rp83.700. Selain itu juga diterima melalui wesel sejumlah Rp184.400. ( fal/ari/jpnn)

29 Negara Bebaskan Visa bagi Indonesia

JAKARTA- Kesempatan untuk mempererat hubungan kerjasama dan diplomatik antara Indonesia dengan negara-negara lain, makin terbuka lebar. Pemerintah Indonesia kembali mengadakan persetujuan bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas dengan empat negara. Antara lain, Swiss, Slovenia, Bosnia Herzegovina dan Belarus.

Dengan adanya empat negara yang bergabung, akan ada peningkatan kerjasama bilateral di segala bidang dengan keempat negara tersebut,”ujar Direktur Informasi dan Media Kemenlu, P.L.E Priatna di kantornya, kemarin (27/6).
“Priatna menguraikan, persetujuan bebas visa di Swiss mulai berlaku sejak 22 April 2011, sementara Slovenia mulai 2 Juni lalu. Pemberlakuan bebas visa diplomatik dan dinas di Bosnia Herzegovina berlaku sejak 1 Juli lalu, dan Belarus pada 9 Juli lalu. “Kita menyambut baik bergabungnya keempat negara ini,”ujar dia.

Priatna mengungkapkan, persetujuan bebas visa tersebut merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan saling kunjung pemimpin negara dan pejabat Indonesia dengan negara-negara penandatangan. Seperti diketahui, paspor dinas diperuntukkan bagi para pejabat atau pegawai instansi pemerintah yang berniat melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Sementara paspor diplomatik digunakan oleh pejabat Kemenlu yang memiliki status diplomatik. “Untuk siapa saja dari instansi pemerintah yang bisa mendapatkan paspor dinas, makin dipermudah dengan adanya persetujuan bebas visa ini,”jelasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah  29 negara melakukan persetujuan bebas visa diplomatik dan dinas dengan Indonesia. Hal tersebut menunjukkan Indonesia memiliki performa diplomatik yang kuat di mata dunia. (ken/jpnn)

Pegadaian Beri Kontribusi bagi Masyarakat

Gelar Sunat Masal, Renovasi Masjid dan Sekolah

CERIA: Peserta sunat masal bersama pimpinan PT Pegadaian Kanwil I Medan di Jalan Tusam Medan, Jumat (22/6). Pegadaian juga menyerahkan bantuan renovasi masjid dan sekolah di hari yang sama.
CERIA: Peserta sunat masal bersama pimpinan PT Pegadaian Kanwil I Medan di Jalan Tusam Medan, Jumat (22/6). Pegadaian juga menyerahkan bantuan renovasi masjid dan sekolah di hari yang sama.
PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan dipimpin Agus Priyambodo menggelar kegiatan Pegadaian Peduli di Jalan Tusam Medan, Jumat (22/6).

PT PEGADAIAN yang merupakan perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Sumut menggelar sunatan masal sebanyak 50 anak dari berbagai daerah di Sumut.

Kemudian penyerahan bantuan Rp30 juta untuk merenovasi Masjid Al-Ikhlas di Jalan Muara Sipongi Medan Timur  yang diterima Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM), Mulyadi dan Mansyur. Diserahkan pula bantuan Rp30 juta untuk merenovasi gedung SD-I Mardliatul Islamiyah di Jalan Bersama Medan Tembung yang diterima Kepala SD-I Mardliatul Islamiyah Khairulriza Lubis beserta Bendahara Yayasan sekolah tersebut.

Pimpinan Wilayah (pimwil) PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan diwakili Manajer SDM Anhar Nasution mengatakan kegiatan Pegadaian Peduli sebagai tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
‘’Pegadaian Peduli merupakan program berkelanjutan yang telah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Insya Allah pada tahun mendatang dapat dilaksanakan secara lebih besar dan lebih baik,’’ kata Anhar didampingi Manajer Bisnis Bondan Suryatmojo dan Fungsional Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan CSR Joko Sukendro.

Sebagai BUMN, lanjut Anhar, PT Pegadaian berupaya membantu pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat, membina program serta melaksanakan program kemitraan dengan pelaku usaha kecil dan mikro.
‘’Program kemitraan telah kita laksanakan dengan pengusaha mikro dan kecil. Disamping membantu modal juga berperan memberi konsultasi untuk kemajuan usaha tersebut,’’ jelasnya.

Sedangkan program bina lingkungan, juga melakukan kegiatan berupa pemberian bantuan untuk merenovasi pembangunan rumah ibadah, sekolah dan memberi beasiswa pendidikan bagi pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa.
‘’Semoga dimasa mendatang, kita dapat melaksanakan program Pegadaian Peduli dengan lebih luas dan lebih baik untuk memberi sumbangsih dan berbuat kepada masyarakat,’’ katanya.
Ia mengucapkan terima kasih terhadap kerja keras panitia, tim medis dari Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam dan peserta sunat masal. (*)

POPDA Aceh Ricuh, 46 Sepeda Motor Dibakar

BANGKAI: Sepeda motor yang dibakar terkait bentrokan antara kontingen Aceh Tengah dengan Aceh Selatan dalam POPDA Aceh, Rabu (27/6).//imran joni/rakyat aceh/smg
BANGKAI: Sepeda motor yang dibakar terkait bentrokan antara kontingen Aceh Tengah dengan Aceh Selatan dalam POPDA Aceh, Rabu (27/6).//imran joni/rakyat aceh/smg

BANDA ACEH- Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Aceh ricuh. Sedikitnya 46 unit sepeda motor dibakar terkait bentrokan yang melibatkan mahasiswa yang berasal dari Aceh Tengah dan Aceh Selatan.

Adalah mahasiswa asal Aceh Selatan dan Aceh Tengah, bentrok Rabu (27/6) dini hari di Taman Ratu Safiatuddin (Tarafia) Lampriet, Kota Banda Aceh. Anjungan Rumah Adat Aceh Tengah, rusak ringan dan 46 unit sepeda motor berbagai jenis hangus dibakar ratusan mahasiswa Aceh Selatan.

Tokoh masyarakat kedua kabupaten yang berada di ibukota provinsi Aceh, telah duduk bersama dan sepakat untuk berdamai. Ichwanurfitri dan Sofyan tokoh dari Aceh Tengah mengatakan agar bentrok tidak merembet atau menyerempet ke mana-mana lagi. Meskipun kedua belah pihak tidak membuat kesepakatan hitam di atas putih alias tertulis, namun tokoh yang hadir saat duduk bersama membicarakan kejadian bentrokan tersebut, menyetujui mereka damai.

“Kami akan menyampaikan hal ini ke Pemerintah Daerah Aceh Tengah juga mahasiswa asal Aceh Tengah lainnya. Hanya saja, kami meminta sepeda motor yang telah hangus menjadi rongsokan itu agar diganti rugi,” tegas Ichwanurfitri dan Sofyan secara bergantian, di hadapan wartawan di Tarafia Lampriet, Rabu (27/06).

Tokoh masyarakat dari Aceh Selatan, yaitu Taf Haikal dan H Anwar, pun sepakat untuk damai. Keduanya mengungkapkan bentrokan bermula dipicu dari kerusuhan yang terjadi  waktu pertandingan sepak bola POPDA Aceh, Senin (25/6).
Akibat tawuran antarmahasiswa itu, ujarnya, puluhan unit sepeda motor hangus dibakar, namun belum ada informasi kalau mahasiswa yang terluka dikarenakan bentrokan tersebut. Pasalnya saat kerusahan kedua belah pihak saling perang dengan menggunakan batu, kayu, dan ada juga yang memegang senjata tajam.

Informasi yang dihimpun koran ini dari berbagai sumber  mengungkapkan sejumlah anjungan lainnya yang berdekatan dengan anjungan Aceh Tengah, juga ikut menjadi sasaran amukan massa. Ditambahkan Taf Haikal untuk sementara ini, anjungan Aceh Selatan dan Aceh Tengah dikosongkan.

Pihak Polda Aceh, hingga berita ini diturunkan belum menerima adanya laporan atau pengaduan dari kedua belah pihak yang tawuran. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan penyelidikan pascakejadian bentrokan yang berakhir rusuh. “Kami masih menyelidikinya. Tetapi belum ada pihak yang ditangkap di antara kedua belah mahasiswa yang melakukan tawuran,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo, kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), Rabu (27/6) sore. (ian/smg)