Home Blog Page 13344

OTK Bakar Pukat Trawl Teri di Tanjungpura

LANGKAT- Satu kapal pencari ikan jenis pukat trawl dibakar sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Perairan Kwala Langkat dan Tapak Kuda Kecamatan Tanjungpura Langkat, Senin (18/6) pagi. Pelaku pembakaran kapal milik Damanik warga Belawan diketahui lima orang OTK, namun belum diketahui secara pasti penyebab dibakarnya kapal pukat trawl itu.

Informasi diperoleh, pembakaran kapal pukat trawl tersebut dilakukan OTK dengan mempergunakan bom molotov. Petugas Satpol Airud Langkat maupun Polsek Tanjung Pura masih melakukan penyelidikan. Sedangkan petugas telah melakukan penyelidikan terhadap pemilik kapal maupun saksi.
Kronologis pembakaran ini terjadi bermula kapal pukat teri berawakkan 8 orang warga Desa Kwala Gebang Kecamatan Gebang-Langkat di lokasi. Tiba tiba kapal itu dicegat 30 sampan bermesin nelayan jenis serue, masing-masing satu sampan nelayan beranggotakan 2 awak.

Selanjutnya, para pelaku melempari bom melotov dan diantara pelaku menyuruh awak kapal pukat teri masuk ke kapal pelaku dan mereka akhirnya diturunkan ke pulau-pulau kecil di Desa Kwala-Langkat.Panjol bertindak sebagai tekong I dan Rajali tekong II, merupakan pembawa kapal pukat teri milik Damanik.

Pada penyidik saksi ini mengaku mereka dari Belawan berencana menuju gudang di Desa Kwala Gebang. Namun di tengah jalan diserang OTK. Sementara itu Kapolsek Tanjung Pura AKP Marham dan Kasat Pol Airud Langkat AKP H Suwito Widodo pada wartawan mengaku motif pembakaran kapal pukat teri masih dalam penyelidikan. (mag-4)

Umat Islam Pemimpin Dunia

Ketua ICMI Kota Medan Indra Sakti Harahap ST MSi Hadiri Isra’ Mi’raj di Medan Tembung

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Medan Indra Sakti Harahap ST MSi mengatakan umat Islam merupakan pemimpin dunia sehingga harus mampu memberi rahmat bagi semua manusia.

UNGKAPAN ini disampaikan Indra Sakti Harahap pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Jalan Bersama Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (17/6) malam. Israk Miraj yang dilaksanakan keluarga besar Masjid Al-Ikhlas ini ditandai dengan acara tabligh akbar, aneka perlombaan dan penyerahan santunan pada anak yatim piatu.

Sebagai calon pemimpin dunia, Ketua ICMI Kota Medan mengajak umat Islam terutama remaja masjid dalam era globalisasi untuk dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. ‘’Apabila umat Islam memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan siap bersaing di era globalisasi. Kalau tidak mampu mempersiapkan diri akan terpinggirkan,’’ kata Indra.

Ia mengatakan, umat Islam tak boleh hanya sekadar mengkonsumsi teknologi namun harus juga mampu menghasilkan teknologi-teknologi baru. ‘’Pengembangan teknologi tak bisa dilakukan sendiri tanpa disertai penguatan keimanan. Teknologi tanpa iman yang kuat justruk akan banyak menabrak sehingga menyebabkan kehancuran manusia,’’ tegas mahasiswa program doktoral (S3) Universitas Sumatera Utara tersebut.

Indra mengatakan, momentum peringatan Israk Miraj harus memacu umat Islam untuk mengerjakan segala sesuatu yang memberi manfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat. ‘’Terutama dengan semakin mendekatkan diri dengan Allah SWT. Kita harus lebih giat dalam beramal dan meningkatkan motivasi meraih sukses,’’ harapnya.

Alumni SMA Negeri 8 Medan ini juga bercerita mengenai sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW hingga ke langit ke tujuh membawa perintah salat wajib lima kali sehari semalam. ‘’Meski salat wajib hanya lima kali namun memiliki kebaikan hingga 50 kali,’’ jelasnya.
Dalam upaya menghasilkan sumber daya manusia yang baik, ICMI Kota Medan memberi dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan remaja masjid di Medan. ‘’Kegiatan Isra’ Mi’raj yang diadakan warga Kelurahan Banten kerja yang tidak mudah. Teruslah meningkatkan peran umat Islam dalam berbagai sisi kehidupan,’’ terangnya.

Dukungan terhadap peningkatan keimanan serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi juga diutarakan penceramah Miftahul Khoir SHI MA, Kepling IX Kelurahan Banten Medan Tembung M Syafii dan Ketua BKM/STM Al-Ikhlas Sukirno. ‘’Peringatan hari besar keagamaan bukan sekadar peringatan namun harus diambil intisari untuk memacu peningkatan pengamalan agama dan peningkatan kineja,’’ kata Ketua BKM/STM Al-Ikhlas Sukirno.

Kepling IX Kelurahan Banten Medan Tembung M Syafii juga berharap Isra Mi’raj dapat dijadikan sebagai proses pembelajaran bagi umat Islam dari kehidupan Nabi Muhammad SAW sehingga masyarakat Medan dapat meraih kehidupan yang lebih baik. (*)

Merampas Sepeda Motor, Tiga Pelajar Ditangkap

MEDAN-Tiga pelajar masing-masing Robin Panjaitan (19), Warga Jalan Bunga Cempaka, Medan Selayang, Laode Risky (17), warga Jalan Tanjung Sari Medan, Zul Fadli (15), warga Jalan Dr Mansyur Medan, ditangkap polisi di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (18/6) dinihari.

Ketiganya terlibat merampas sepeda motor milik M Alvin Gautama (17), warga Jalan Parang 2, Padang Bulan, Medan. Korban mengalami luka robek di kepala bagian belakang, kening luka robek, setelah dihajar ketiganya dan terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Sita Hajar Medan.

Kapolsekta Medan Baru, Kompol Doni Alexander mengatakan, ketiganya merupakan kawanan geng motor yang kerap melakukan tindakan kriminal.
“Kita akan terus melakukan pengembangan guna menangkap kawanan-kawanan geng motor yang sudah meresahkan warga Kota Medan,” ujar Doni.
Pengakuan Zul Fadli, dia nekat merampas sepeda motor korban karena dirinya membutuhkan uang buat biaya sekolah.

Menurutnya, sebelum melakukan aksinya bersama dau temannya, mereka berkeliling mencari mangsa. Mereka mengedarai 2 unit sepeda motor. (gus)

Neneng Kangen Nazaruddin

JAKARTA- Pasangan M. Nazaruddin – Neneng Sri Wahyuni kompak menyudutkan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum. Usai diperiksa untuk kali pertama sebagai tersangka kemarin, dia menyebut Anas sebagai sosok dibalik PT Anugerah Nusantara. Dikatakan juga kalau saham suaminya sudah dijual semua ke Anas.

Neneng diperiksa KPK sekitar lima jam dari pukul 09.30 WIB Saat keluar dari gedung KPK pukul 14.30 WIB, ibu dua anak yang kembali memakai aksesoris kerudung itu tetap bungkam. Berbagai pertanyaan yang diarahkan kepada dirinya tidak ada satu pun yang dijawab. Dia memilih untuk masuk mobil tahanan.

Begitu sampai di basement KPK, Neneng akhirnya buka mulut. Namun, bukan untuk menjawab pertanyaan terkait kasus yang membelitnya. Pertanyaan yang tidak diacuhkan Neneng adalah kangen tidak dengan suaminya, M. Nazaruddin. “Jelas saya kangen. Itu kan suami saya,” ujarnya.
Nah, kuasa hukum Neneng, Rufinus Hutauruk membenarkan kalau kliennya kangen berat dengan Nazaruddin. Oleh sebab itu, pihaknya mengajukan permintaan kepada KPK agar meloloskan permintaan bertemu itu. Alasan lain, bapak dan ibu itu ingin membahas bagaimana nasib anak-anak mereka di Malaysia.
“Mereka ingin memulangkan anak-anak yang di Malaysia dengan baik,” kata Junimart. Menurutnya, Neneng ingin agar anak-anaknya bisa kembali bersekolah pada awal tahun ajaran 2012 – 2013 nanti. Tapi, dia belum tahu pasti kapan anak-anak bisa dibawa pulang ke Jakarta karena menunggu izin dari KPK turun.

Disamping permintaan itu, Neneng kemarin juga secara resmi mengajukan permohonan agar dijadikan tahanan kota. Tujuannya, supaya bisa merawat tiga anaknya yang masih balita. Neneng berdalih kalau ketiga anak itu butuh perhatian ibu untuk menemani tumbuh kembangnya. Secara resmi surat permohonan itu sudah dialamatkan ke pimpinan KPK.

Bagaimana dengan jalannya pemeriksaan? Rufinus menjelaskan kalau kliennya dicerca 16 pertanyaan. Dia tidak merinci apa saja pertanyaan yang disampaikan ke Neneng, tapi dia menyebut kalau kliennya menjelaskan tentang posisinya di PT Anugerah Nusantara. “Tidak pernah bekerja, dan berhubungan dengan PT Anugerah,” tegasnya.Ketidaktahuan itu berimbas pada minimnya informasi dari Neneng tentang proyek-proyek yang ditangani perusahaan itu. Keterangan Rufinus sekaligus membantah berbagai informasi yang menyebut Neneng memiliki jabatan tinggi sebagai direktur keuangan perusahaan tersebut. Tidak merasa punya jabatan itulah yang membuat Neneng nekat meminta penjelasan KPK.

Versi Rufinus, kemarin kliennya juga minta penjelasan langsung kepada KPK kenapa dia ditangkap. Selain itu, dia juga ditanya tentang hubungan antara Nazaruddin dengan perusahaan tersebut. Tapi, Neneng dengan tegas menyatakan kalau suaminya tidak ada hubungan apa-apa. “Pengalihan saham terakhir yang 30 (persen) dari Nazaruddin ke Anas Urbaningrum,” tuturnya.

Kuasa hukum yang lainnya, Junimart Girsang, menambahkan kalau atasan di PT Anugerah ada dua yaitu Nazaruddin dan Anas Urbaningrum. Namun, posisi suami Neneng belakangan makin lemah karena seluruh saham sudah dijual ke ketua umum PD tersebut. “Mengenai keuangan dan sebagainya, Neneng tidak tahu,” katanya.

Disamping itu, dia juga menegaskan kalau kepulangan Neneng dan akhirnya tertangkap bukan untuk menyelamatkan aset keluarga senilai Rp1 triliun. Kemunculan kliennya merupakan wujud dari upaya menyerahkan diri untuk membersihkan nama baik. Kalaupun ada isu untuk mengamankan kekayaan, Junimart mengatakan perlu pembuktian tersendiri.

Kabar yang berhembus, aset sebanyak itu ada di Malaysia dan akan dibawa ke Indonesia. Kebenarannya sendiri memang masih perlu dibuktikan karena hingga kini motif kepulangan Neneng ke Indonesia masih gelap. Bahkan, Jubir KPK Johan Budi mengaku belum tahu pasti. “Masih diselidiki, yang jelas saat pulang dia tidak bawa uang atau surat berharga,” katanya.
Lebih lanjut Johan menjelaskan, pemeriksaan kemarin sudah memasuki ke materi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjeratnya. (dim/jpnn)

Keluarga Bacakan Surat Terakhir Liem Sioe Liong

SINGAPURA – Setelah disemayamkan di Mount Vernon Funeral Parlour tepat selama tujuh hari, jenazah konglomerat Indonesia Sudono Salim atau Liem Sioe Liong akhirnya dikebumikan. Senin kemarin (19/6), pria yang kerap disapa dengan Om Liem ini dimakamkan di Choa Chu Kang Cemetery tepat pada pukul 14.00 waktu Singapura.

Sejak pagi, tempat persemayaman Liem di Mount Vernon Funeral Parlour telah riuh oleh pelayat dengan busana putih-putih. Empat tenda besar yang terpasang pun terlihat penuh diisi oleh kerabat, jajaran Menteri di Singapura, teman seorganisasi Liem di Fuqing, partner bisnis, hingga masyarakat yang merasa mengenal Liem. Selama satu jam sejak pukul 10.00 waktu Singapura, pelayat dapat menyaksikan upacara doa yang dipimpin oleh enam biksu Buddha dari Singapura, melalui tiga layar lebar yang terpajang di halaman persemayaman.

Pelayat bisa menyaksikan secara langsung dari layar tersebut. Segenap keluarga besar mengikuti prosesi doa dengan khidmat di depan altar jenazah Om Liem,” ungkap Koordinator Acara Pemakaman Liem Sioe Liong Jamin Hidayat.

Prosesi pembacaan doa berlangsung cukup panjang, dan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Setelah keenam biksu selesai merapal doa, beberapa pihak menyampaikan pidato di depan tempat persemayaman dan pelayat. Albert, anak tertua Liem, merupakan salah satu pihak yang mewakili keluarga inti untuk mengucapkan terimakasih dan permohonan maaf kepada masyarakat atas ayahnya. Di atas panggung, dalam hitungan lima detik, belum ada kata yang keluar dari Albert. Pria berkaca mata ini pun tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat membacakan selembar kertas berisi testimoni atas ayahnya. Namun ia mampu menguasai dan menenangkan diri.

“Maafkan ayah saya bila ada kesalahannya selama ini. Kami sekeluarga mengucapkan terimakasih atas kedatangan tamu-tamu semuanya,” ungkapnya agak terbata dalam Bahasa Inggris. (gal/jpnn)

Plus 10 Menit

PSMS vs Persib

MEDAN-PSMS akhirnya sukses revans atas Persib. Laga penuh emosi di Stadion Teladan, Minggu (17/6) kemarin akhirnya mencatat PSMS sebagai pemenang dengan skor 3-2. Dua kali PSMS tertinggal dan akhirnya mampu bangkit lewat dua gol Denny Rumba di injury time babak pertama dan kedua serta satu gol Osas Saha.

Rivalitas dua kubu sejak era Perserikatan memang cukup membumbui panasnya duel. Tujuh kartu kuning dan kartu merah keluar dari saku wasit Yandri untuk kedua kubu. Empat untuk PSMS dan tiga untuk pemain Persib. Sementara Nastja Ceh diusir dengan penuh tanda tanya.

Kiper Persib, Jendri Pitoy bahkan harus keluar lapangan pada menit 80 karena sempat hilang kesadaran. Jendri akhirnya harus diganti Cecep Supriatna. Kubu Persib menilai Jendri terkena lemparan batu dari arah penonton. Pertandingan juga beberapa kali dihentikan karena protes kubu Persib. Injury time bahkan harus ditambah 10 menit karena laga kerap terhenti.

Panasnya atmosfer laga memuncak pada menit 89. Marcio Souza yang sedari tadi melakukan provokasi menghalangi-halangi Ceh yang akan melakukan tendangan bebas. Tiba-tiba Souza terjatuh karena didorong salah seorang pemain PSMS. Wasit mengeluarkan kartu merah namun anehnya diberikan kepada Ceh. Mantan pemain timnas Slovenia yang merasa tak melakukan apa-apa pun tertegun.

Laga yang banyak terhenti membuat wasit memberikan tambahan waktu 10 menit saat injury time. Saat itulah PSMS sukses membalikkan keadaan. Denny Rumba menjadi pahlawan kemenangan berawal dari tendangan bebas Shin yang ditanduk Saha. Bola disambar Denny dan memecah sorak sorai malam itu di Teladan.

Sebelumnya kedua tim saling kejar mengejar gol. Dua kali Persib memimpin. Lewat Marcio Souza di menit 35 memanfaatkan umpan Radovic dan di awal babak kedua lewat tandukan Maman Abdurahman memanfaatkan tendangan bebas yang juga bersumber dari Radovic. Namun Denny Rumba yang memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas Ceh yang mengenai mistar sempat menyamakan angka.

“Selama peluit panjang belum dibunyikan pantang untuk menyerah. Itu yang saya tekankan kepada anak-anak. Karena anak-anak berjuang hingga menit akhir dan mereka menjalan instruksi dengan baik,” ujar Caretaker Pelatih PSMS, Suharto.

Benar saja, PSMS yang tak ingin dipermalukan bangkit. Zulkarnain melepaskan tendangan keras yang gagal dihalau sempurna oleh Jendry. Bola muntah dicocor Saha hingga skor 2-2 di menit 63. Sampai akhirnya Denny Rumba menjadi pahlawan lewat golnya di masa injuri time.

Suharto juga memprotes kartu merah Ceh yang dinilai tidak tepat. “Kartu merah itu tidak tepat. Kita akan lihat di rekaman pertandingan dan akan melakukan banding. Saya harap itu tidak terbukti karena ini merugikan kita,” terang Suharto usai laga.

Kubu Persib melancarkan protes. Terutama kepada panpel yang dinilai tidak siap. “Ini bukan pertandingan bola lagi. Demi mencari kemenangan semua dihalalkan. Tapi mendingan silahkan menilai dengan objektif apa yang terjadi di lapangan. Jendri terluka kelas. Soal kartu merah mereka memang diberikan kepada pemain yang keliru,” katanya.

Senada Manajer Persib, Umuh Mohtar menganggap Panpel PSMS tidak siap dengan adanya lemparan. “Sudah ada pengawas pertandingan biar mereka yang melaporkan. Saya pikir panpel PSMS tidak siap. Pemain kami menderita luka di kepala karena lemparan,” pungkas Umuh.
Para pemain dan official Persib bahkan harus dievakuasi dengan mobil polisi menuju Hotel Danau Toba. Mereka dievakuasi lewat pintu timur Stadion Teladan.(mag-18)

Rumah Mantan Sekwan Dibobol, 2 Kg Emas Lewong

Terjadi di Komplek Tasbih, Dekat Rumah Plt Gubsu

MEDAN-Sebuah rumah di Komplek Perumahan Taman Setiabudi Indah (Tasbih) dibobol maling. Kawanan maling yang diduga berjumlah lebih dari tiga orang beroperasi di rumah mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumut Almarhum Alimusa Siregar. Dua kilogram emas pun berhasil dibawa lari.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/6) malam. Rumah Alm Alimusa Siregar yang berada di Jalan Cikasraya blok RR/SS No 86 tersebut memang dalam keadaan kosong. Istri Alimusan

Nila Kusuma (56) uang merupakan pensiunan Bank Indonesia, dan anggota keluarga lainnya sedang di Binjai. “Kami semua berangkat dari rumah sore tadi jam 5, terus rumah kosong,” ujar cucu korban, Wahyudi (28), Minggu (27/6)

Wahyudi mengaku, saat meninggalkan rumahnya seluruh pintu dan jendela serta gerbang rumah berlantai dua nan mewah itu sudah ditutup rapat dan rapi. Namun sepulangnya dari tempat keluarganya rumah yang dibangun pada 2000-an itu sudah dalam kondisi acak acakan.

Hal ini dibenarkan oleh anak korban, Teguh Pribadi Siregar. “Kami baru pulang dari Binjai tempat nenek, karena kami ramai, kami masuk dari pintu samping. Kebetulan dari situ pintunya sedikit luas,” katanya.

Kemudian, dia melihat pintu samping rumah sudah terbuka dengan kondisi rusak. Tak pelak, pemandangan itu membuat mereka terkejut. “Kami melihat kondisi pintu sudah dalam keadaan rusak bekas congkelan, ibu saya pun langsung melihat kamarnya dan ternyata kondisi kamar sudah dalam berantakan dan berangkas sudah tidak ada lagi,” terang Teguh.

Menurut Teguh, brankas besi itu berisi surat-surat berharga di antaranya surat tanah ada 10, berkas dari notaris terkait pemilikan ruko di Pasar 1 yang terletak di Perumahan Alti Araksa, sertifikat tanah kosong di Sipirok, sertifikat tanah di Tanjungmorawa sebanyak 5 buah dengan SK Camat, BPKB mobil sebanyak 5 unit, dan BPKB Vespa .
“Juga ada emas dengan total 2 kg di antaranya 1,8 kg emas murni dan 200 gram emas mahar berbentuk pintu Aceh,” jelasnya sambil mengatakan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Menurutnya, brankas tersebut berat dan harus digotong lebih dari 3 orang. Menurutnya, di dalam kamar ditemukan sarung golok. “Semua dibawa kabur oleh maling beserta brankasnya karena mereka tak bisa membukanya,” tambahnya.

Sementara itu, keterangan pembantu rumah tangga, Dian (40) warga Jalan Sri Gunting Kecamatan Medan Sunggal mengatakan kalau di saat kejadian dirinya sudah terlebih dahulu pulang ke rumah. Dia sudah pulang sebelum korban beserta keluarganya berangkat ke acara tersebut. “Kalau saya Bang, udah pulang duluan, baru ibu sama anak-anak berangkat, saya tidak ada di saat kejadian itu” ujarnya.

Maling diduga masuk dari pintu samping rumah yang berhadapan dengan rumah Plt Gubsu itu, dengan menggunakan mobil. Sebab, di depan pagar rumah tersebut terdapat sebuah lubang kecil dan bekas parkiran ban mobil, sehingga kuat dugaan brankas tersebut sempat terjatuh ke tanah sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam mobil pelaku.

Selang Lima Rumah dari Rumah Gatot

Dari informasi yang didaat, dihimpun Sumut pos dilokasi kejadian menyebutkan, saat kejadian itu penghuni rumah tidak ada berada di rumah, hal ini membuat pelaku yang diduga lebih dua orang mudah untuk menjalani aksinya, penghuni rumah diketahui sedang berkunjung di rumah keluarga di kawasan Jalan Binjai, Kota Binjai.

Anehnya,  walau berhadapan dengan rumah Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho berada di blok RR No 29 dan pengamanan ekstra ketat, tidak satu pun warga sekitar yang mengetahui. Bahkan satpam yang saat itu sedang bertugas juga tidak mengetahui adanya kejadian di wilayah tersebut.
“Saya bingung lihat sekuriti di sini. Dibayar mahal-mahal tapi bisa juga kemalingan padahal rumah saya tak jauh dari pos sekuriti,” ucap Teguh sembari menyatakan pos sekuriti terdekat hanya berjarak 50 meter.

Selanjutnya, korban melaporkan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Mendapat informasi pembobolan rumah milik mantan sekwan DPRD Sumut, polisi dari Polsek Sunggal dan Sat Polresta Medan langsung terjun ke lokasi. Polisi juga melakukan olah TKP.

“Untuk sementara kita lidik dulu, terus kita kembangkan saat ini kita masih baru menerima laporan pengaduan dari korban dan tadi malam sudah dilakukan olah TKP,” ungkap Kapolsek Sunggal Kompol M Budi Hendrawan saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (17/6) siang.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi. Saksi yang dimaksud adalah  terdiri korban Nila Kusuma, pembantu rumah tangga dan dua penghuni rumah yang lainnya. “Ya, sudah kita periksa,” ujarnya.

Budi pun menjelaskan bahwa pelaku diduga lebih dua orang. “Kita masih kita lakukan penyeledikkan untuk mengungkap pelakunya,” pungkasnya.(gus/jon)

Razia Hotel, Pemakai Ganja Ditangkap

BINJAI- Diduga razia sudah bocor terlebih dahulu, Polresta Binjai hanya mendapatkan seorang pemakai daun ganja kering bersama dengan barang buktinya 1 amplop di salah satu hotel kelas melati di Binjai, Minggu (17/6) dinihari pukul 01.30 WIB.

Razia narkoba yang digelar dihotel kelas melati ini sempat membuat pengunjung Hotel Salabintana, Lestari dan Garuda di Kota Binjai, terkejut dengan kehadiran petugas Polres Binjai. Razia ini langsung dipimpin Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon bersama Kasat Narkoba AKP Achiruddin Hasibuan, dan Kasat Reskrim AKP Aris Fianto.

Selain mengamankan pemakai narkoba polisi juga mengamankan pasangan luar nikah Budi Afdilah (41) warga Dusun VII, Desa Batu Malenggang, Kecamatan Hinai dan pasangannya Sulastri (40) warga Desa Sukamulya, Kecamatan Hinai di Hotel Salabintana, Tandam. Petugas juga melakukan razia di hotel Garuda dan Lestari di Jalan Sukarno Hatta, Kecamatan Binjai Timur. Razia ini difokuskan untuk menjaring pengguna narkoba di dalam hotel ini.

Kasat Narkoba AKP Achiruddin Hasibuan mengaku, razia kali ini dilakukan untuk menekan pengguna narkoba yang kerap menghisap atau menikmati barang haram di dalam hotel. Dari hasil razia itu polisi mengamankan seorang tersangka pengguna ganja.

“Satu orang kita amankan karena kedapatan memiliki daun ganja kering. Sementara di hotel lainnya tidak kita temukan barang haram tersebut. Kita hanya menemukan pasangan yang tengah berduan di dalam hotel,” tegas AKP Achiruddin Hasibuan. (ndi)

Fasih Berbahasa Jawa dan Ngefan Arema

Anton Galushka-Adaykin, Orang Ukraina Pertama yang Studi di Indonesia

Tidak banyak warga Indonesia di Ukraina. Tidak banyak pula warga Ukraina yang memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan Indonesia. Nah, Anton Galushka-Adaykin justru jadi profesor setelah meneliti hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia.

AGUNG P. ISKANDAR, Kharkiv

Kereta cepat dari Kiev baru berhenti di Stasiun Kharkiv beberapa menit menjelang tengah malam Selasa lalu (12/6). Baru beberapa langkah keluar gerbong, situasi dingin Eropa Timur mulai terasa. Tapi, suasana mulai menghangat ketika seorang lelaki berambut pirang dengan pipi dipenuhi cambang menyapa Jawa Pos (grup Sumut Pos).

“Nuwun sewu (permisi). Dari Indonesia, ya?” kata lelaki yang tampil rapi dengan setelan jas putih dipadu sepatu warna senada tersebut. Merasakan suasana Indonesia di Ukraina saja sudah sangat langka, apalagi mendengar orang asli negeri pecahan Uni Soviet itu bertutur dalam bahasa Jawa.

Ya, lelaki bernama Anton Galushka-Adaykin itu memang bisa berbahasa Jawa. Pun, bahasa Indonesia dan Arab. Kendati beragama Kristen ortodoks yang banyak dianut bangsa Slavic, lelaki yang akrab dipanggil Anton tersebut juga bisa membaca Alquran. “Monggo, mari kita jalan-jalan dulu,” kata Anton.
Anton mengklaim sebagai orang Ukraina pertama – sejak merdeka dari Uni Soviet pada 24 Agustus 1991 – yang belajar di Indonesia. Saat itu dia mendapatkan beasiswa Darmasiswa dan belajar di Indonesia selama tahun akademik 2002-2003. “Saat pertama mendarat di Indonesia, saya sudah tahu bahwa ini adalah tanah air kedua saya setelah Ukraina,” katanya.

Lelaki 31 tahun itu tidak mengira bahwa kegemaran terhadap budaya ketimuran mengantarkannya ke Indonesia. Saat kuliah sarjana di sebuah institut ketimuran di Kharkiv, Ukraina, Anton banyak belajar tentang Arab. Di situlah dia akhirnya bisa berbahasa Arab dan bahkan mampu membaca Alquran. Di akhir masa kuliah dia magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ukraina di Kiev. “Dari situlah saya mulai mengenal Indonesia melalui teman-teman di KBRI,” ujarnya.

Bapak satu anak itu menuturkan, suatu ketika salah seorang teman di KBRI menyodorkan sebuah formulir program beasiswa. Bersama pacarnya yang kemudian jadi istrinya, Anna Galushka-Adaykin, dia mengisi formulir tersebut. Anton sudah lupa pernah mengisi formulir tersebut ketika suatu hari dinyatakan lolos mendapat beasiswa. Anton sejatinya masih ingin belajar bahasa Arab. Namun, karena peluang datang dari Indonesia, dia langsung menyambarnya bersama sang pacar.

Anton diberi pilihan kota tempat studi di Indonesia. Mulai Jakarta, Bandung, Jogjakarta, hingga Malang. Dia tidak punya referensi apa pun mengenai kota-kota tersebut. Tanpa pertimbangan apa-apa, dia akhirnya memilih Universitas Negeri Malang (UM) sebagai tempat belajar bahasa Indonesia.
“Saya sangat mencintai kota itu (Malang). Saya juga ngefans Arema Malang. Tentu setelah Metalist Kharkiv karena saya orang Kharkiv,” tuturnya.
Anton mengaku sangat cocok dengan Indonesia. Dia sudah berkeliling ke kota-kota besar di Indonesia. Mulai Balikpapan, Bandung, Jogjakarta, hingga Surabaya. “Saya cocok di Indonesia. Mungkin di Jakarta tidak cocok, tapi di Indonesia saya cocok (maksudnya, dia nyaman di hampir semua kota di Indonesia, kecuali Jakarta, Red),” ucapnya.

Anton yang hobi memasak juga sangat terobsesi belajar masakan Indonesia. Dia kini bisa masak kari ayam, rujak, pecel, bahkan rawon. Yang belum kesampaian sampai sekarang adalah memasak sop buntut. Makanan yang sangat dia gemari. “Sebenarnya saya bisa. Tapi, kalau beli buntut sapi di pasar, saya dikira mau kasih makan anjing,” ungkapnya, lantas terbahak.

Tiap kali habis bepergian dari Indonesia, Anton tidak pernah membawa oleh-oleh. Dia cuma membawa dua barang. Yakni, sambal dan kecap. Dia sering diprotes istrinya karena tidak pernah membawa suvenir. “Justru dua barang ini yang tidak mungkin ada di Ukraina,” katanya.

Anton mengalami kesulitan pada masa-masa awal di Malang. Bahkan, biaya hidup di Indonesia masih harus disuplai orang tua. Kesulitan lain datang dari bahasa. Namun, hanya dalam tempo dua bulan dia sudah bisa mengatasi kesulitan tersebut. Dia memiliki metode khusus untuk belajar bahasa Indonesia. Apalagi, suasana di Malang sangat membantu dia untuk belajar bahasa. “Saya juga sering baca koran untuk menambah kosakata. Salah satunya Jawa Pos,” ungkapnya.

Lelaki yang wajahnya mirip owner Chelsea Roman Abramovich itu juga sering blusukan ke desa-desa sekitar Malang. Itu membuat dia merasakan betul bagaimana budaya Jawa. Dari situ dia akhirnya tahu bahwa masyarakat Jawa memiliki struktur bahasa yang berlapis-lapis. Mulai kromo hingga ngoko. Anton pernah belajar sedikit-sedikit bahasa Jawa.
Anton tidak pernah merasa sulit beradaptasi karena banyak kesamaan antara Ukraina dan Indonesia. Seperti Indonesia dengan TKI-nya, Ukraina menjadi pemasok tenaga kerja kasar ke negara-negara lain Eropa. Mereka biasanya menjadi pembantu di rumah-rumah atau restoran di Italia dan Spanyol. Biasanya mereka mengirimkan uang ke desa-desa di Ukraina untuk membangun rumah.

Karena pekerja kasar, terkadang ada insiden-insiden kekerasan yang dialami pekerja-pekerja tersebut. Tapi, biasanya kasus-kasus yang dihadapi tidak sepelik TKI yang sampai harus berurusan dengan hukuman mati.

Orang-orang menganggap bahwa di Jawa Timur banyak warganya yang berbahasa dengan cara kasar. Namun, saat tiba di sana, Anton tidak pernah menemukan masalah. Cara berbahasa masyarakat Jawa Timur, menurut dia, jauh lebih sopan daripada warga Ukraina.

“Orang Jawa punya umpatan yang kasar. Tapi, di Ukraina ada umpatan yang jauh lebih kasar daripada itu. Bahkan, terjemahan ke dalam bahasa lain saja saya tidak tahu karena saking kasarnya. Kasarnya orang-orang di Jawa Timur saya anggap masih mending,” ucapnya.

Ayah bayi sebelas bulan bernama Ulyana itu mengakui, belajar bahasa Indonesia untuk warga Ukraina tidak strategis. Sebab, Indonesia dan Ukraina tidak terlalu banyak memiliki hubungan dagang. Selain itu, wisatawan asal Indonesia sangat jarang berkunjung ke Ukraina. Bahkan, warga negara Indonesia di Ukraina saja – selain pegawai KBRI – tak lebih dari lima orang.

Setelah merampungkan studi di Indonesia pada 2003, Anton kembali ke Ukraina dan melanjutkan studi hingga S-3. Untuk meraih gelar PhD, dia meneliti konflik-konflik di Indonesia. Mulai konflik di Aceh hingga Ambon. Anton juga belajar banyak tentang sejarah Indonesia, dari era Soekarno sampai reformasi.

Saat ini Anton menjadi dosen sekaligus associate professor di jurusan informasi internasional pada Universitas Slavik Internasional di Kharkiv. Dia mengajarkan berbagai hal tentang ketimuran dan hubungan internasional (HI). “Mugi-mugi kerasan di Ukraina,” tuturnya, lantas tersenyum. (*)

Pangdam I/BB Kampanyekan Hemat Energi

MEDAN-Dalam rangka menyambut HUT Ke 62 Kodam I/BB yang jatuh pada tanggal 20 Juni 2012, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus bersama keluarga besar Kodam I/BB, menggelar Fun Bike 20 Km dengan rute Kota Medan.

Dalam kegiatan ini lebih dari 720 personel Kodam I/BB dan batalyon BS wilayah Medan, yang akan mengikuti acara yang dilaksanakan di Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7.5 Medan, Minggu (17/6).

“Serangkaian kegiatan HUT ke 62 Kodam I/BB ini, dengan mengkampanyekan “Hemat energi”. Harus dilakukan secara konkrit oleh semua prajurit jajaran Kodam I/BB. Melalui kegiatan Fun Bike bersama warga Kodam I/BB merupakan langkah awal dalam mensosialisasikan Hemat energi,’’ ujar Pangdam.

Lanjut Pangdam, direncanakan ke depan akan diberlakukan secara bertahap dimana pada hari-hari tertentu, warga Makodam I/BB menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor, dengan bersepeda yang merupakan cerminan melatih kita untuk dapat meningkatkan penghematan biaya dan menghemat energi secara efisien serta membuat badan sehat. “Kita akan menerapkan pemanfaatan jam kerja yang maksimal dan efisien ujar Pangdam. (rud)