Home Blog Page 13345

Menyerahkan PKBL kepada Ahlinya

Pada bulan puasa nanti saya ingin mengundang lembaga-lembaga masyarakat yang selama ini menangani penyaluran dana untuk pengusaha kecil dan mikro. BUMN ingin mencari partner yang andal untuk menangani program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL).

Lembaga itu haruslah yang reputasinya tinggi, punya pengalaman panjang, teruji, dan benar-benar manfaatnya telah dirasakan pengusaha kecil dan mikro. Lembaga itu juga harus punya kapasitas, sistem, dan manajemen yang memadai untuk membina pengusaha kecil dan mikro dalam jumlah besar.
BUMN seperti PLN, Pertamina, PGN, PTPN, Garuda, Telkom, Semen Gresik, dan seterusnya adalah perusahaan yang tidak disiapkan untuk membina pengusaha kecil dan mikro. BUMN tersebut tidak punya keahlian, kapasitas, dan manajemen untuk itu.

PLN atau Semen Gresik, misalnya, adalah perusahaan yang sarat dengan teknologi yang perhatian seluruh manajemennya harus tercurah habis untuk kemajuan di bidangnya. Bahkan, seperti PLN, harus ditambah dengan tugas pelayanan yang harus prima. Tugas PLN adalah mengatasi byar-pet, mencari jalan agar kerusakan travo dan jaringan jangan lagi menjadi alasan mati lampu, dan bagaimana melakukan pemeliharaan tanpa pemadaman.

Sama sekali manajemen PLN tidak disiapkan untuk membina pengusaha kecil dan mikro yang begitu rumit, apalagi masal.
Tapi, BUMN-BUMN tersebut punya kewajiban menyalurkan sebagian labanya untuk membina pengusaha kecil dan mikro. Nilainya juga sangat besar. Kalau ditotal, seluruh BUMN bisa mencapai triliunan rupiah juga.

Akibatnya, perhatian manajemen terbagi. Bahkan, bisa-bisa terjerat oleh keruwetan pertanggungjawaban keuangan yang njelimet. Saya tidak rela kalau manajemen setiap BUMN gagal menjalankan tugas utama karena perhatiannya tersedot ke masalah ruwet yang di luar tugas utamanya.

Bagi lembaga-lembaga yang sudah sangat profesional membina pengusaha kecil dan mikro, pekerjaan tersebut bisa jadi tidak berat. SDM-nya memang disiapkan untuk itu. Sistem dan manajemennya sangat spesialis. Mungkin mereka ini juga pusing kalau harus memikirkan listrik karena memang tidak disiapkan untuk itu.

Mungkin bekerja sama dengan lembaga yang sudah teruji dan tepercaya akan lebih tepat untuk menyelesaikan tugas BUMN dalam membina usaha kecil dan mikro. Saya tahu ada Komunitas Tangan di Atas, ada Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Ustad Syafii Antonio, ESQ, dan sebangsanya. Di Jateng juga ada lembaga seperti Qoryah Thoyyibah. Saya yakin masih banyak lembaga lain yang saya belum mengetahuinya.

Ustad Syafii Antonio, misalnya, sudah berpengalaman menyalurkan kredit untuk pengusaha kecil dan mikro untuk lebih dari satu juta orang. Dengan pengalaman, sistem, dan pengendalian kontrol yang profesional, pastilah lebih mampu dibanding manajemen BUMN yang memang tidak disiapkan untuk itu.

Begitu banyak usaha kecil yang bisa berperan besar untuk mengembangkan perekonomian rakyat bawah. Jenis usahanya pun tidak terbatas. Minggu sore kemarin (17/6), misalnya, saya melihat pengembangan ternak kelinci di Cimahi, Jabar. Begitu mudah dan sederhana peternakan kelinci ini. Pasar daging kelinci pun hampir tak terbatas.

Tapi kita, secara nasional, baru bisa memproduksi daging kelinci 100 kg per hari. Keperluannya ribuan ton! Pasar Eropa juga terbuka karena daging kelinci praktis tidak mengandung kolesterol dan memiliki kadar serat yang baik untuk pencernaan.

Kandangnya pun sederhana. Ada kandang bambu untuk kelinci jantan. Petugas tinggal memasukkan kelinci betina ke situ dan menunggunya sebentar untuk menyaksikan perkawinan mereka. Dalam waktu kurang 10 menit kelinci itu sudah kawin dua kali. Cukup. Si betina dikembalikan ke kandangnya sendiri.

Dua bulan setelah perkawinan itu, si benita sudah melahirkan. Sekali melahirkan, anaknya pun bisa 12 ekor. Paling sedikit 6 ekor. Si anak dibiarkan selama dua bulan berkumpul dengan ibunya untuk mendapatkan pertumbuhan maksimal dari ASI sang ibu. Bulan ketiga si anak dipisahkan karena si ibu sudah hamil tua lagi. Bulan keempat, saat sang ibu melahirkan lagi, si anak sudah memiliki berat 4 kg dan sudah bisa disembelih.
Begitulah, dalam setahun si ibu bisa melahirkan 6 kali dengan anak yang begitu banyak.

Dalam hal bina lingkungan yang juga menjadi salah satu tugas BUMN, kelihatannya belum perlu kerja sama dengan lembaga lain. Beberapa BUMN telah membentuk satu badan usaha khusus menangani lingkungan. Namanya PT Hijau Lestari. Tugas utamanya sekarang ini adalah menyelamatkan DAS Citarum yang rusak parah. Sebelum melihat kelinci kawin, saya naik bukit di lereng Gunung Tilu. Di situlah, di ketinggian 1.800 meter, saya bertemu para petani yang mengikuti program penyelamatan DAS Citarum itu.

Kesulitan utama menyelamatkan DAS Citarum adalah karena tanah-tanah di gunung tersebut milik rakyat. Bukan hutan negara. Hak rakyat sepenuhnya untuk menanam apa saja atau tidak menanam apa saja. Tugas BUMN adalah “merayu” rakyat untuk mau menanam pohon besar dengan pendekatan korporasi.

Rakyat tentu tidak mau menanam pohon-pohon besar seperti pohon petai, durian, nangka, dan sebagainya karena baru memperoleh hasil enam tahun kemudian. Rakyat perlu makan hari itu juga. Akibatnya, lahan di sana sepenuhnya untuk sayur dan hortikultura. Tidak ada lagi yang bisa menahan erosi.
Dari temu wicara dengan rakyat di lereng Gunung Tilu kemarin, saya optimistis usaha “merayu” rakyat itu berhasil. Mereka mau menanam pohon besar asal bibit disediakan dan tetap boleh menanam hortikultura di sela-selanya. Tentu pohon besarnya jangan terlalu rapat.

Saat ini ada sekitar 30 anak muda yang memilih tinggal di lereng Gunung Tilu untuk membina petani. Berbeda dengan proyek penghijauan biasa, di sini BUMN menjaga pohon yang baru ditanam itu selama tiga tahun. Tidak ditanam lalu ditinggal begitu saja.

Tugas itu kini di tangan 30 pemuda tersebut. Ada alumnus teknik mesin ITB, ada alumnus UIN jurusan filsafat, dan tentu ada alumnus IPB yang kini bangga dengan temuan baru mereka: bisa melakukan apa saja, apalagi bidang pertanian “sebagai pengganti ejekan lama: bisa melakukan apa saja kecuali bidang pertanian. (*)

 

Pasir Hangat, Air Sedingin Es

Menikmati Matahari Musim Panas di Sopot

Polandia tidak hanya menjadi gudang sejarah, yang diwujudkan dengan museum dan monumen. Negara di Eropa Tengah ini juga punya garis pantai yang cantik. Musim panas menjadi saat paling tepat untuk menikmati pantai.

ORANG Polandia sering tersinggung kalau ditanya, apakah Polandia punya pantai. Meski sebenarnya, mereka sendiri menyadari bahwa pertanyaan itu cukup bisa dimengerti. Sebagai salah satu negara di Eropa Tengah, banyak yang mengira mereka negara landlocked alias tidak punya pantai.

Padahal, Polandia memiliki garis pantai yang lumayan panjang, yakni sekitar 700 kilometer. Terletak di bagian utara, yang berhadapan langsung dengan Laut Balitk, dan membentang dari Swinoujscjie di barat dan berakhir di Krynica Morska di bagian timur. Kota-kota yang dilewati adalah rangkaian Trikota Gdansk, Sopot, dan Gdynia. Masing-masing punya pantai wisata yang cantik.

Di antara ketiganya, Sopot lah yang paling terkenal. Pasirnya lembut berwarna keemasan, sementara airnya hijau jernih. Tidak ada nyiur melambai atau pohon kelapa di sini. Sebagai gantinya, pepohonan khas subtropis seperti cemara dan pinus membentang di kejauhan.

Sementara musim panas di kota-kota lain Polandia baru terjadi pada awal Juli, di Sopot matahari bersinar sangat cerah. Langit bersih tanpa awan, dan suhu bisa mencapai 36 derajat. Sungguh hangat. Tak mengherankan banyak warga kota memanfaatkan kesempatan itu untuk berjemur. Satu-satunya yang kurang hanya ombak.

Ya, pantai-pantai di Polandia pelit ombak. Airnya sangat tenang, seperti air danau saja. “Karena sebenarnya ini bukan laut. Memang pantai ini berbatasan langsung dengan Laut Baltik, tapi dari struktur perairannya, lebih mirip teluk. Bukan laut lepas,” papar Lukasz, salah seorang pengunjung. “Bukan tempat yang tepat buat main selancar, tapi masih banyak yang bisa dilakukan,” lanjut pria yang datang dengan pacarnya tersebut.

Pantai di Sopot memang paling cocok untuk bersantai. Bukan untuk melakukan olahraga ekstrem seperti surfing, atau sekadar main banana boat dan semacamnya. Sebab, airnya terlalu tenang. Aktivitas paling oke di sini adalah leyeh-leyeh di atas pasir menikmati hangatnya sinar matahari. Buat anak-anak kecil, membuat istana pasir adalah agenda wajib. Jika matahari sudah agak turun sekitar pukul tujuh sore, pengunjung bisa main sepak bola atau voli pantai.

Meski udara cukup panas, jangan coba-coba berenang di laut. Terutama jika tak tahan dingin. Sebab, begitu mencelupkan kaki ke air, brrrr, dinginnya setengah mati. Seperti air es. Maklum, perairan itu cukup dekat dengan lingkar kutub utara. Hanya angsa dan bebek yang berani berenang di laut. Selain pantai, di Sopot juga dibangun marina. Tentu bukan marina biasa, melainkan marina hias untuk wisata.

“Menikmati udara laut dan melihat pemandangan saja sudah menyenangkan buat kami. Tidak banyak pantai di Polandia, jadi kami puas memiliki Sopot,” ungkap Natalya Morawska, pengunjung lain.  (na/jpnn)

Demi Filosofi

Spanyol vs Kroasia

PERSAINGAN di grup C Euro 2012 kini mengerucut pada tiga tim. Spanyol, Kroasia dan Italia adalah tim-tim yang berpeluang melenggang ke babak perempat final dan meninggalkan Rep Irlandia yang sudah tak lagi berpeluang pasca menderita dua kekalahan atas Kroasia (1-3) dan Spanyol (0-4).
Di sini menariknya, berkat kemenangan itu Spanyol dan Kroasia sama-sama mendulang poin empat, karena keduanya hanya bermain imbang 1-1 saat menghadapi Italia.

Artinya, Italia yang kini menempati peringkat ketiga dengan poin dua hasil dari dua kali imbang masih memiliki peluang untuk lolos ke babak perempat final jika mampu menagalahkan Rep Irlandia sedikitnya dengan skor 3-0, sehingga jikapun nanti Spanyol dan Kroasia berbagi angka imbang, maka anak asuh Cesare Prandelli tak terhalang langkahnya ke perempat final sebagai pemuncak klasemen ditemani Spanyol yang menempati posisi kedua
Tapi, bila salah satu di antara Spanyol dan Kroasia mengalami kekalahan pada laga nanti, maka kemenangan 1-0 pun sudah cukup bagi Antonio Cassano dkk untuk lolos ke babak perempat final.

Pertanyaannya, mungkinkah Spanyol hanya menginginkan hasil imbang, sementara mereka masih bisa tersingkir dari ajang ini jika dikalahkan Kroasia?
Rasa was-was dan curiga pantas menyelimuti kubu Italia sebab mereka punya pengalaman buruk terkait hitung-hitungan angka di penghujung fase grup. Itu terjadi pada Euro 2004, saat mana kemenangan 1-0 berkat gol yang dicetak Antonio Cassano menjadi tak berguna ketika Swedia dan Denmark justru bermain imbang 2-2 dan membuat keduanya ke babak perempat final.

FIGC (PSSI Italia) berontak dan protes, rakyat Italia menangis dan menghujat tiga pemain Denmark yang merumput di Serie A Italia Thomas Helveg (AC Milan),  John Dahl-Tommason (AC Milan) dan Martin Jorgensen (Fiorentina) .

“Tidak. Kami tidak akan melakukan itu (sengaja bermain imbang). Kami adalah olahragawan yang dituntut bersikap sportif. Bahkan bagi kami (Spanyol), kemenangan adalah sesuatu yang paling menarik untuk diraih. Itu (kemenangan) adalah filosofi sepak bola Spanyol,” bilang Vicente del Bosque, entrenador Spanyol.

Jika benar Spanyol tetap mengincar kemenangan atas Kroasia, sesungguhnya itu bukan sesuatu yang sulit untuk mereka raih. Fakta membuktikan bahwa pada empat pertandingan yang telah terjadi di antara keduanya Spanyol menang dua kali, dan hanya kalah sekali, dengan satu pertandingan lainnya berkahir imbang.

Di terpisah pelatih Kroasia Slaven Bilic saat ini justru harap-harap cemas menanti kesembuhan  strikernya Nikica Jelavic yang sedang demam.
Pemain yang merumput bersama Everton itu sejak Sabtu (16/6) tak lagi mengikuti latihan. Jika sampai absen, jelas ini membuat Bilic pusing karena dirinya membutuhkan striker yang bisa mengimbangi ketajaman gelandang asal VfL Wolfsburg Mario Mandzukic yang telah  mengoleksi tiga gol.

“Kami sangat membutuhkannya. Setidaknya dia bisa membuat konsentrasi lawan terpecah dan memberi kesempatan kepada pemain lain seperti Mandzukic untuk mencetak gol,” bilang Bilic.

Terkait peluang timnya saat menghadapi Spanyol nanti, mantan pemain West Ham United itu mengatakan bahwa peluang untuk mengalahkan Spanyol sangat terbuka, meski Bilic juga tak membantah jika Spanyol merupakan salah satu kekuatan sepak bola dunia.

“Saya masih ingat ketika pertama kali kami menghadapai mereka pada tahun 1994 (Spanyol), kami tampil sebagai pemenang lewat gol yang dilesakkan Robert (Prosinecki) dan Davor (Suker). Dan kami ingin mengulangi kemenangan itu,” tandas Bilic.

Pertanyaannya, mungkinkah Kroasia dapat mengulangi kemenangan itu, sementara di satu sisi Spanyol tak ingin tergelincir dalam usahanya mempertahankan tropi yang mereka raih empat tahun lalu? (*)

Ada Asa

Italia vs Irlandia

POZNAN- Inilah calon laga terseru Grup C, di samping laga Spanyol versus Kroasia mungkin. Italia akan melakoni partai hidup mati kontra Republik Irlandia demi kans terakhir lolos ke babak perempat final.

Menarik dan wajib seru. Kubu Irlandia sudah menjami bahwa mereka tetap akan tampil ngotot dan berusaha menghentikan laju Italia di Euro kali ini. Irlandia memang sudah lebih dulu berkemas karena dua kali kalah. Sedangkan Italia  hanya mampu dua kali main imbang, kontra Spanyol dan Kroasia.
Hal lain lagi yang menarik adalah faktor pelatih. Irlandia dikawal arsitek paling gaek di turnamen ini. Dialah Giovanni Trapattoni. Tulen beradarah Italia, Trap puas pula melatih di negeri Pizza itu.

Hal menarik lainnya, Irlandia juga kerap menyulitkan Italia semenjak Trap turun tangan di negeri itu 2008 lalu.

Ehm. Meski begitu, yang berbicara pada laga ini adalah yang paling siap. Strategi di atas kertas kerap menjadi cerita lalu. Duel di atas lapangan tetap yang menentukan.

Bicara kesiapan, tentu saja Italia menang secara skuad. Pemain bintang lima terjajar di sana. Beda dengan yang dipunya Irlandia.
Arsitek Italia, Cesare Prandelli saat ini cuma tahu satu hal; menang. Dengan demikian asa ke perempat final jadi lebih memungkinkan. Dan dia sudah bicara kepada Gianluigi Buffon dkk soal itu.

Memang di saat begini, motivasi menjadi hal penting. Jika Italia menang biasa sementara Spanyol versus Kroasia imbang 2-2 dan seterusnya, maka Italia akan pulang lebih awal.

Tentu saja, pada akhirnya Italia berharap kepada hasil lawan. Lalu muncul dugaan-dugaan, jika partai Spanyol bisa saja ‘dimainkan’. Menyikapi itu, Prandelli acuh.

“Kita tidak boleh menyerah pada budaya kecurigaan,” kata Prandelli seperti dilansir Soccerway kemarin. “Fokus utama kami hanya bagaimana caranya mengalahkan Irlandia. Itu saja,” sambungnya.

Prandelli yakin benar bahwa Spanyol akan menang melawan Kroasia. Jika sampai imbang atau hanya main imbang, Prandelli yakin itu akan meruntuhkan imej sepak bola Spanyol yang sudah dibangun 10 tahun belakangan. “Spanyol akan menang dan kami percaya kami juga akan lolos ke perempat final,” sambungnya.

Tapi, banyak pihak berharap  Prandelli memainkan sepak bola yang lebih menyerang dan seimbang dalam bertahan. Pola 3-5-2 yang dipakai dia dua laga terakhir dikritik. Publik ingin Italia memainkan 4-4-2. Soal kebugaran pemainnya juga dikritik. Tapi nyatanya Prandelli mencoba bertahan dengan apa yang dipikirkannya.

“Saya belum berpikir mengganti formasi. Tiga bek sejajar masih bagus,” kata mantan pelatih Fiorentina itu.

“Tapi kalau skuad, mungkin saja ada yang diganti. Tim saya pilih tak hanya karena feeling saya, tapi juga keputusan tim medis,” tutupnya.
Pada laga ini, kemungkinan Mario Balotelli bakal diparkir. Selain tak berbuat maksimal di laga awal, pemain Manchester City itu dikabarkan terkena cedera pada sesi latihan terakhir. Diberitakan Goal, Balotelli meninggalkan latihan Sabtu lalu karena ada masalah di lututnya. Antonio Di Natale atau Antonio Cassano siap menjadi suksesornya. (*)

Irlandia Pantang Muluskan Italia

DUA kali kalah dari Spanyol dan Kroasia membuat peluang Irlandia untuk merebut tiket ke perempat final tertutup. Namun, itu tidak membuat mereka kehilangan motivasi untuk menghadapi Italia besok. Mereka menyiapkan strategi terbaik agar bisa pulang dengan membawa poin dari Euro 2012.
“Pantang bagi kami untuk memudahkan Italia. Kami akan bermain habis-habisan untuk mengejar poin,” kata Pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni seperti dilansir Euronews.

Trapattoni yang berasal dari Italia itu menegaskan akan menurunkan skuad terbaik. Selain tidak mau malu, main mata dengan tidak menurunkan skuad terbaik bisa dikenai sanksi oleh UEFA.

“Saya menghargai setiap perjuangan pemain. Karena itu, siapa yang lebih baik akan main melawan Italia,” tandas pelatih berusia 73 tahun yang merupakan arsitek tertua di Euro 2012 itu.

Semangat membara Irlandia itu patut diwaspadai oleh Italia. Sebab, dengan hanya membukukan dua poin dari dua pertandingan yang telah dilakoni, mereka butuh menang untuk menjaga peluang ke perempat final. Karena Spanyol dan Kroasia sudah punya empat poin, maka Italia akan pulang jika hanya bisa bermain imbang dengan Kroasia.

Padahal, sikap nothing to lose Irlandia bisa saja membuat permainan Robbie Keane dkk lebih baik dibandingkan pertandingan sebelumnya.
“Salah jika menyebut mereka (Irlandia) akan tampil tanpa motivasi. Kami harus berjuang dengan sangat keras untuk mencapai misi kami,” kata Pelatih Italia Cesare Prandelli. (aam/ang/jpnn)

Putih Tetap Elegan

Koleksi Terbaru Bridal New York Art International Wedding Studio

Pernikahan merupakan momen sakral yang paling dinanti oleh semua pasangan calon pengantin. Karena dalam momen pernikahan tersebut, pasangan akan melanjutkan jejang kehidupan yang baru. Karenanya, tak sedikit pasangan yang memanfaatkan momen tersebut sesempurna mungkin. Salah satunya dengan pemilihan gaun pengantin yang elegan.

Berbicara soal gaun pengantin, perkembangan gaun pengantin tahun ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Untuk tahun 2012 ini warna gaun pengantin masih mempertahankan warna putih (off white) sebagai warna simbol yang sakral di hari pernikahan. Meskipun  campuran warna lain  dapat dipadukan, sehingga gaun tidak monoton dan lebih berwarna. Seperti koleksi busana Bridal New York Art International Wedding Studio. Pada pameran yang digelar baru –baru ini di Hotel JW Marriot Medan, Bridal New York Art International Wedding Studio memperkenalkan koleksi busana pengantin terbaru.  Mengambil tema Luxurious Wedding, ada 16 gaun pengantin warna putih yang diperkenalkan Bridal New York Art International Wedding Studio.

“ Busana pengantin berwarna putih tetap digemari oleh pasangan calon pengantin, apalagi kali ini semua busana yang ditampilkan adalah design terbaru dari Bridal New York Art International Wedding Studio,”ujar
Nora Thomas selaku Wedding Sales Manager.

Pameran kali ini berbeda dengan pameran yang biasanya digelar. Dimana para model berjalan menuruni tangga Ballroom bukan di atas catwalk.
‘’Ini dikarenakan kita lebih memanfaatkan ruangan yang ada,” kata Nora.

Dikatakannya, calon pengantin yang mengidolakan pernikahan mewah tak salah bila memilih busana dari Bridal New York Art International Wedding Studio ini. Peragaan busana pengantin tersebut dilakukan dalam 3 sesi. Dimana sebanyak 24 busana yang diperagakan diantaranya busana pengantin warna putih ada 16 gaun, dan busana pengantin malam ada 8 gaun. Jadi totalnya ada 24 busana yang diperagakan 6 model.

Persiapan yang matang untuk memulai pernikahan terutama pilihan gaun pengantin memang harus dilakukan setiap pasangan. “Semua harus terencana terutama pilihan busananya. Sejauh ini design busana Internasional memang menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melangsungkan pernikahan,” urainya. (far)

Truk Sampah tak Masuk ke Gang Tuar

081934261xxx

Yth Wali Kota Medan. Kenapa truk pengangkut sampah Dinas Kebersihan Kota Medan tidak pernah masuk mengangkut sampah ke Gang Tuar Jalan Panglima Denai Medan Amplas? Jadi banyak sampah yang menumpuk di depan rumah warga. Tolong ditindaklanjuti Pak.

Akan Ditinjau ke Lokasi

Terima kasih atas informasinya. Kami akan melakukan koordinasi kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan Kota Medan. Kami akan lakukan tinjauan ke lokasi. Jika hal tersebut memang terjadi maka akan ditindaklanjuti. Kami juga akan koordinasikan ke pihak Muspika untuk mendapat tindak lanjut masalah ini dengan segera.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Anugerah Bintang Luminar 2012 Untuk Tokoh Seni

JAKARTA- Yayasan Bintang Karya Cipta, sebuah lembaga non profit yang memiliki kepedulian untuk mengangkat cipta, karya seni dan budaya, mempunyai gagasan untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang mempunyai komitmen, kontribusi dan menginspirasi banyak orang di bidang seni, hiburan dan mode Indonesia.

Anugerah Bintang Luminar tercipta sebagai perwujudan gagasan Yayasan Bintang Karya Cipta tersebut. Kata Luminar itu sendiri merupakan terjemahan dari kata Luminary yang berarti  seseorang yang telah mencapai kesuksesan di bidang yang ditekuninya dan telah menginspirasi banyak orang.
Hadir dalam konferensi pers peluncuruan Anugerah Bintang Luminar tahun 2012 (ABL 2012), Miranty Abidin, Pendiri Yayasan Bintang Karya Cipta dan Tim Komite Nominasi ABL 2012, yang terdiri diri Mayong Suryo Laksono, Bens Leo, Rosiana Silalahi, Jay Subiyakto, dan Irma Hardisurya selaku Ketua Tim Komite Nominasi ABL 2012.

“Anugerah Bintang Luminar adalah sebuah apresiasi kepada tokoh (icon) seni, hiburan dan mode Indonesia, yang telah berhasil menjadi inspirasi banyak orang karena prestasi, idealisme maupun kontribusi pada bidang industri yang ditekuninya,” ungkap Miranty Abidin, Pendiri Yayasan Bintang Karya Cipta.

Di awal tahun pelaksanaannya, Anugerah Bintang Luminar 2012 akan diberikan sembilan Anugerah Bintang Luminar untuk Penyanyi solo, Penyanyi Duo/Group, Bintang Film/TV, Penyiar TV, Perancang mode dan satu Anugerah untuk Pengabdian Seumur Hidup (Lifetime Achievement Award)
Lebih lanjut Miranty Abidin menyatakan, Yayasan Bintang Karya Cipta sengaja membentuk Tim Komite Nominasi ABL 2012 agar pemilihan nominasi insan seni bisa berjalan secara independen dan dipilih oleh mereka yang memang kompeten, berprestasi dan telah memberikan kontribusi besar bagi profesi yang ditekuninya.

Lebih utama lagi, lanjutnya, anggota Tim Komite Nominasi ABL 2012 yang dibentuk harus mempunyai passion yang sejalan dengan Yayasan, mengangkat citra kreasi seni dan budaya menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Para insan seni yang berhak diikutsertakan dalam nominasi ABL adalah mereka yang termasuk dalam kategori di atas, telah lama mengabdikan diri dalam profesi yang digelutinya, memiliki kredibilitas dan prestasi yang dapat dibanggakan dan menjadi panutan yang menginspirasi publik Indonesia,” ujar Irma Hardisurya.

Komite Nominasi Bintang Luminar akan mengadakan rangkaian pertemuan untuk mendiskusikan kandidat-kandidat Bintang Luminar dari kategori nominasi ABL 2012.  Pada suatu tahapan Anugerah Bintang Luminar, akan diajukan lima calon nama dari masing-masing kategori ke publik agar publik bisa berinteraksi secara langsung dalam Anugerah Bintang Luminar ini, memilih tokoh idola mereka, melalui proses voting.
“Walau ada tahapan dimana publik diikutsertakan dalam pemilihan ABL 2012, bukan berarti bahwa ABL merupakan ajang kompetisi popularitas,” papar Mayong.

Sebab, lanjutnya, keputusan final pemilihan  Anugerah Bintang Luminar dari masing-masing kategori tetap berada di tangan Komite Nominasi. Pemilihan oleh publik dimaksudkan untuk melihat aspirasi dukungan masyarakat terhadap bintang-bintang yang dinominasikan. Disini bisa dilihat figur Bintang yang paling menginspirasi.

Proses Anugerah Bintang Luminar 2012 terdiri atas 5 tahapan, yakni, Peluncuran Anugerah Bintang Luminar ke Publik, Pengumuman Nominasi Penerima Anugerah Bintang Luminar dari masing-masing kategori, Tahapan partisipasi oleh publik (public voting),  tahapan at Seremoni Pemberian Anugerah Bintang Luminar 2012 serta Pengabdian penerima Anugerah Bintang Luminar dalam prosesi cetak nama dan tangan.  “Satu hal yang membedakan Anugerah Bintang Luminar dari bentuk apresiasi lainnya adalah  pentingnya sosok penerima Anugerah,” tegas Rosiana Silalahi.
Penerima Anugerah Bintang Luminar 2012 akan menerima trofi penghargaan dan satu ‘Bintang Luminar’ yang akan ditempatkan di ruang publik yang mudah diakses setiap orang, dengan tujuan menjadi tempat yang dapat menginspirasi banyak orang.

Penerima Anugerah Bintang-Bintang Luminar 2012 akan mengukirkan nama dan cetak tangannya dalam sebuah ‘Bintang Luminar’ di suatu ruang publik yang diharapkan dapat menjadi tempat yang bisa menginspirasi publik.

Pihak Yayasan Bintang Karya Cipta telah mendapatkan komitmen dari pihak Lippo Malls sebagai sponsor tempat, dimana lokasi tersebut akan ditempatkan ‘Bintang-Bintang Luminar’ berisi nama-nama insan seni, hiburan dan fesyen yang telah menginspirasi banyak orang.
Penghargaan ‘Bintang-Bintang Luminar’ akan diabadikan di Avenue of The Stars, yang berlokasi di eXion Mall, Kemang Village, salah satu mall terbaru Lippo Malls di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, yang mulai beroperasi bulan September 2012.

Sembilan orang penerima Anugerah Bintang Luminar tahun 2012 akan menjadi kelompok pertama bintang seni, hiburan dan mode yang nama dan cetak tangannya akan diabadikan  dalam ‘Bintang-Bintang Luminar’ Avenue of The Stars di eXion Mall, Kemang Village. (*/firma)

Malaysia Klaim Tor-tor dan Gordang Sembilan

JAKARTA-Hubungan Indonesia dengan Malaysia kembali memanas. Ini terjadi setelah pihak Malaysia kembali memantik api perseteruan. Negeri jiran itu diduga mengklaim dua kebudayaan Indonesia. Dua kebudayaan yang mereka klaim itu adalah tarian Tor-Tor dan Paluan Gordang Sambilan asal Sumatera Utara.

Kabar ulah Malaysia yang mencaplok dua kebudayaan Indonesia itu tersiar dari kantor berita Malaysia Bernama. Dalam berita yang dilansir Bernama disebutkan jika Menteri Penerangan dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Ratis Yatim menyatakan jika dua tarian itu merupakan salah satu cabang warisan kebudayaan mereka.

Pernyataan dari pejabat Malaysia itu tentu membuat negara Indonesia ketar-ketir. Sebab, berkali-kali Malaysia mengklaim budaya kita. Sebelumnya ada batik dan candi Prambanan yang hampir mereka klaim.

Dihubungi di Jakarta kemarin (17/8) Wakil Menteri Pendidikan Bidang Kebudayaan (Wamendikbud Bidang Kebudayaan) Windu Nuryanti menuturkan, hari ini akan langsung mengontak Datuk Seri Ratis Yatim. Dia mengatakan, akar persoalan ini harus digali lebih dulu. “Kebetulan saya kenal baik dengan beliau,” tegasnya.

Windu menjelaskan upaya penggalian data yang sebenar-benarnya ini penting. Dia menuturkan, apakah benar pihak Malaysia sudah mengklaim bahkan mendaftarkan dua tarian itu ke UNESCO. Atau mereka cuma menampilkan dua tarian itu.

Kemungkinan bahwa Malaysia hanya menampilkan tanpa berniat mengklaim ini bisa terjadi. Sebab, beberapa waktu lalu Malaysia juga pernah berbuat serupa. Kala itu, Malaysia menggunakan gambar Candi Prambanan dalam video iklan pariwisata mereka yang bertajuk Malaysia Truly Asia. Akhirnya setelah ketahuan dan pihak Indonesia memprotes keras, Malaysia menghapus gambar candi Prambanan dalam iklan mereka.

Begitu pula untuk kasus penyerobotan dua tarian ini, jika benar Malaysia telah mengklaim Windu mengatakan Indonesia akan protes keras. Untuk sementara, Windu mengatakan peluang untuk mengklaim bahkan mendaftarkan ke UNESCO itu kecil.

Sebab, setelah dia cek ke UNESCO, hanya ada 21 situs dari 21 negara yang diajukan untuk masuk dalam daftar warisan dunia edisi 2012. Dalam deretan situs-situs tersebut, tidak ada nama Malaysia. Situs yang masuk nominasi ini akan disahkan pada sidang UNESCO 22 Juni-6 Juli di St Petersburg, Rusia.
“Saya tegaskan dalam daftar usulan itu tidak ada usulan Malaysia yang diloloskan,” tegasnya.

Sebaliknya, malah usulan Indonesia yaitu sistem pengairan Sabak di Bali masuk dalam daftar nominasi. Windu mengatakan, jika sebuah situs usulan sudah masuk daftar ini, peluang diloloskan sekitar 98 persen. Dia mengatakan, jika sudah mendapatkan kabar pasti dari Malaysia akan mempublikasikan ke masyarakat sehingga gesekan tidak semakin memanas.

Di bagian lain, Mendikbud Mohammad Nuh meminta masyarakat Indonesia tidak merespon berlebihan. “Memang betul kita harus cek dulu kabar aslinya seperti apa,” ujar menteri asal Surabaya itu tadi malam.

Nuh mengatakan, bisa jadi Malaysia memang telah mengklaim. Tetapi bisa jadi juga pihak Malaysia hanya menggunakan atau memperagakan dua tarian asal Indonesia itu. Jika yang terjadi adalah pihak Malaysia memperagakan dua tarian itu, Nuh mengatakan pihak Indonesia harusnya bangga dan berbahagia.

“Itu artinya kebudayaan kita dikenal secara internasional,” tegasnya.
Terkait urusan Indonesia dan Malaysia yang sering berseteru, Nuh mengatakan ini wajar. “Seperti hidup bermasyarakat, perseteruan atau pergesekan itu biasa dalam bertentangga,” tandasnya. Nuh memastikan, pihaknya akan segera memastikan kabar asli dari munculnya perselisihan ini.

Selanjutnya, untuk melindungi aset kebudayaan Indonesia, Nuh memerintahkan bidang kebudayaan untuk menjalankan misi registrasi. Dalam misi ini, seluruh produk budaya bangsa akan didata. Selain nama, pendataan juga mencakup sejarah dan nilai kebudayaan tersebut. Dengan anggaran bidang kebudayaan yang melonjak dari Rp600 miliar ke Rp1,8 triliun, Nuh berharap upaya ini bisa segera rampung. “Intinya kita harus ngopeni budaya sendiri. Jangan salahkan negara lain mencaplok kebudayaan kita, karena tidak kita openi,” katanya. (wan/jpnn)

Jangan Ribut Sekarang

Cerita klaim Malaysia terhadap hasil kebudayaan Indonesia telah berulang terjadi. Setelah lagu Rasa Sanyange, Reog Ponorogo, dan Angklung kini giliran tari Tor-tor dan Paluan Gordang Sembilan. Sebuah ‘kekurangajaran’ Malaysia atau ‘kekurangberdayaan’ Indonesia?

Pegiat seni yang juga Ketua Program S2 Penciptaan dan Pengkajian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Irwansyah Harahap, buka suara. Menurutnya, hal itu tidak bisa semerta-merta direspon dengan keras atau dibiarkan begitu saja. Ada beberapa faktor yang wajib dilihat. “Ini membuktikan kesenian di Sumatera Utara cukup dikenal,” katanya tadi malam kepada Sumut Pos.

Irwansyah pun langsung menjelaskan dua hal penting dalam kebudayaan. Pertama, hasil budaya yang mengakar dan hasil budaya yang mengedar. Untuk yang mengakar, maka Tor-tor dan Gordang Sembilan tidak terbantahkan hidup dan berkembang di kawasan Sumatera Utara, tepatnya Mandailing. Sementara untuk yang mengedar, tidak terbantahkan juga kalau kedua hasil kebudayaan itu beredar di Malaysia; bukan rahasia lagi kalau keturunan Mandailing banyak yang telah menjadi warga negara Malaysia. “Yang pasti, kebudayaan Mandailing, atau suku apapun yang ada di Nusantara, lebih dulu hadir ke dunia sebelum Indonesia dan Malaysia terbentuk sebagai negara,” jelas Irwansyah.

Jadi, tambah Irwansyah, yang diutamakan dalam kasus kebudayaan ini adalah pelestarian hasil kebudayaaan itu. “Jadi jangan ribut sekarang! Apa yang telah dibuat pemerintah terhadap kesenian di Indonesia atau Sumatera Utara pada khususnya? Coba katakan, di mana saat ini kita bisa menonton Gordang Sembilan? Apakah pemerintah tahu kalau pegiat Gordang Sembilan ada yang tak bernasib bagus hingga harus menjadi tukang becak agar bisa bertahan hidup?” ungkap Irwansyah.

Karena itu, sebagai akademisi di bidang budaya, Irwansyah melihat kasus Tor-tor dan Gordang Sembilan ini dari sisi budaya. Dengan kata lain, bukan soal tapal batas politis, nasionalisme, dan sebagainya. Dia melihat kasus ini lebih pada bagaimana suatu hasil budaya bisa hidup di masyarakat.

Dia pun mencontohkan bidang musik. Misalnya, musik blues. “Kita di sini bebas memainkan blues. Tapi, adakah Amerika sibuk? Dunia tahu blues itu dari sana. Ini yang dinamakan budaya yang mengedar tadi. Jadi, ketika warga Malaysia ber-Gordang Sembilan, apa masalahnya? Dunia tahu kok Gordang Sembilan berasal dari Mandailing,” jelas pentolan grup Suarasama itu.

Pria dengan ciri rambut panjang ini menambahkan, bisa saja pernyataan Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Ratis Yatim seperti dikutip kantor berita Bernama adalah sebuah bentuk perhatian kepada hasil kebudayaan. “Ya, bisa saja dia bicara di depan komunitas Mandailing yang ada di sana. Jadi, kalau kita melihatnya dari sisi politis, maka jawabannya adalah soal politis,” katanya.

Jika pemerintah mau bijak, jelas Irwansyah, seharusnya tidak ribut ketika Malaysia bergerak. Indonesia harus lebih dulu bergerak dibanding negeri jiran itu. Malaysia telah menyiapkan dan bahkan melakukan langkah-langkah strategis terhadap hasil kebudayaan. Indonesia bagaimana? “Jadi, jangan ribut setelah Malaysia berbuat,” pungkasnya. (rmd)

Sopir Dipecat tanpa Pesangon

MEDAN- Tujuh tahun bekerja sebagai sopir di perusahaan travel PT Lovely Holidays, Jalan Ir H Juanda Baru Medan, Syahrian (42), warga Jalan Bajak IV Timur, Kelurahan Harjosari 2, Medan Amplas, diberhentikan secara sepihak dan tanpa pesangon. Karenanya, Syahrial bersama lembaga Mawaddah Humanity Care (MHC), akan mengadukan persoalan ini ke Dinas Tenaga Kerja Kota Medan.

Menurut Syahrial, selama tujuh tahun dia bekerja di perusahaan tersebut, tidak ada masalah. Namun sekira dua bulan lalu, saat dia membawa tamu asal Malaysia ke Parapat dia mengalami kecelakaan kerja. Saat di perjalanan, ia ingin mendahului truck yang ada di depannya. Namun tiba-tiba dari arah depan, pengendara sepeda motor melemparkan batu dan mengenai kaca mobil sehingga mengalami retak dan pecah. Bahkan, serpihan kaca itu melukai tangan syahrial.

“Berselang sebulan pasca-kejadian itu, gaji saya dipotong. Tentunya saya tidak terima, tapi mereka malah memecat saya tanpa pesangon dan tanpa pemberitahuan sebelumnya,” beber Syahrial.

Menyikapi hal itu, Ketua MHC Rina Melati Sitompul SH mengatakan, secara hukum apa yang dilakukan perusahaan cukup memberatkan dan meyalahi undang-undang ketenagakerjaan. “Karenanya, kita lakukan upaya mediasi terlebih dahulu sebelum menempuh jalur hukum,” ujar Rina. (ade