Home Blog Page 13363

Perusahaan Banyak Menunggak Tagihan Listrik

Rapat DRPD Sumut dengan PT PLN Wilayah Sumbagut  

MEDAN- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta DPRD Sumut, untuk mengungkap perusahaan-perusahaan di Sumatera Utara (Sumut) yang menjadi penunggak listrik kepada masyarakat. Permintaan itu disebabkan selama ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang dinilai tidak adil.

Terlebih lagi, selama ini tidak pernah ada publikasi terkait perusahaan yang menunggak pembayaran listrik. Dimana perkiraannya jauh lebih besar daripada masyarakat.

Hal ini disampaikan sejumlah Anggota Komisi D DPRD Sumut, “Selama ini yang terdengar P2TL ini hanya menargetkan masyarakat  yang pemakaiannya sangat kecil. Apakah memang tidak ada perusahaan besar yang menunggak,” tanya Anggota Komisi D DPRD Sumut Ajib Shah, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Sumut dengan PT PLN Wilayah Sumbagut, di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, No.5, Medan, Kamis (14/6).

Ajib Shah menyatakan, pihaknya bukan hanya sekadar informasi melainkan juga menemukan menemukan banyak perusahaan yang menunggak tagihan listrik. Sinyalemen adanya perlakuan khusus dari PLN terhadap perusahaan dan industri saat penyambungan baru, juga relatif kuat.
Mirisnya, banyak masyarakat yang sangat membutuhkan, tapi belum terpasang listrik dengan berbagai alasan dari PT PLN.

“Kalau memang ada, harusnya dipublikasikan diantaranya melalui pemberitaan di media massa. Langkah seperti ini bisa memberikan efek jera dan masyarakat tahu, penertiban yang dilakukan PLN tidak tebang pilih. Kondisinya, saat ini yang ada penertiban ini hanya untuk masyarakat, bahkan yang menggunakan meteran rumah tangga,” ungkap politisi Golkar ini.

Anggota Komisi D DPRD Sumut lainnya, Fadly Nurzal juga mengungkapkan hal senada. Pria yang juga Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Sumut tersebut menuturkan, PLN tidak adil dan membiarkan banyak masyarakat di berabagai daerah, khususnya di Sumut tidak bisa merasakan aliran listrik sebagaimana mestinya.

“Saya juga meminta agar PT PLN memberikan prioritas untuk menyediakan pasokan ekstra saat bulan puasa (Ramadan) dan lebaran. Begitu juga dengan hari-hari besar lainnya. Sebagai pim pinan partai Islam, saya menekankan jangan sampai lagi ada pemadaman saat puasa dan Idul Fitri,” tegas Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Sumut ini.

Menjawab itu, General Manager (GM) PT PLN Wilayah Sumbagut Krisna Simba Putra mengatakan, dalam pelaksanaan P2TL di Sumut, pihaknya ada menemukan perusahaan berupa mal yang masih menunggak tagihan listrik.

Namun, katanya, dalam tim P2TL tersebut tidak hanya PLN, tetapi juga ada pihak lainnya, seperti kepolisian.

“Kami sendiri tidak dalam kapasitas mengungkapkan temuan tersebut, namun pada intinya kami tidak tebang pilih dalam melaksanakan P2TL,” ujarnya.
Terkait jaminan ketersediaan listrik pada hari-hari besar, Krisna mengaku jika pihaknya tidak bisa memberi jaminan. Alasanya sering kali ada kerusakan yang disebabkan gangguan alam seperti gempa atau hujan deras. “Kami hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada,” ucapnya.(ari)

Luluran Hingga Totok Wajah

SPA  PRA WEDDING

Menjelang hari pernikahan, wanita umumnya ingin tampil maksimal. Karena itu, menjelang hari bahagia ini para wanita membutuhkan perawatan, untuk mempercantik penampilan luar dan dalam.

Saat ini, berbagai paket spa pra wedding tersedia di sejumah salon dan spa. Salah satunya di Chey Salon and Spa.

Menurut Cindy, pengusaha Chey Salon and Spa, perawatan untuk wanita yang akan menikah berbagai macam, mulai dari perawatan ujung rambut hingga ujung kaki. “Untuk perawatan pengantin, pada umumnya yang dilakukan adalah Spa. Jadi, paket yang kita sediakan juga Spa,” ujar Cindi.
Adapun perawatan pengantin di salon ini yaitu :

1. Luluran
Untuk luluran, di salon ini menggunakan bahan dari mangir yang terdiri dari induk kunyit, beras, dan lainnya. Dengan menggunakan bahan ini, akan membuat kulit lebih cerah dan kotoran akan hilang. Bahan alami yang dikandungnya juga berkhasiat menambah stamina wanita agar lebih aktif. Sebelum luluran, wanita yang akan melakukan perawatan terlebih dahulu diurut bagian kakinya, mulai dari betis, hingga telapak kaki. Ini untuk menggendurkan saraf.

2. Sauna
Setelah luluran, dilanjutkan dengan Sauna. Yang berfungsi mengendurkan otot, dan mengeluarkan keringat, sehingga secara tidak langsung akan mengangkat kulit mati. Untuk sauna ini, jangan dilakukan terlalu lama. Cukup 15 menit saja, agar kulit tidak kering.

3. Body Massage
Langkah selanjutnya adalah body massage yang menggunakan minyak essential, seperti zaitun, cendana, dan lainnya. Urut ini juga tidak sembarangan, hanya langsung pada otot.

4. Body Mask
Setelah di massage, tubuh akan diberikan masker. Selain untuk mengencangkan kulit, masker tubuh juga berfungsi  mengankat sel kulit mati.

5. Wajah
Bukan hanya kulit tubuh yang harus diperhatikan. Bagian wajah juga sangat penting. Karena itu, dalam perawatan pengantin ini, totok wajah untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit wajah juga menjadi pilihan. Untuk mengangkat komedo, selain memberikan masker, wajah juga akan diurut pada titik-titik tertentu.

6. V Spa
V Spa berfungsi menghilangkan bau pada daerah kewanitaan. Terutama karena keputihan. Bukan hanya itu, V Spa akan memberikan dampak daerah kewanitaan lebih kering. jangan lupakan kuku dan jari juga rambut. Menjelang hari penting tersebut, minimal lakukan perawatan sebanyak 2 atau 3 kali. Dan tentu saja, akan mendapat potongan harga perawatan di salon yang terletak di Jalan Ring Road Medan ini. (ram)

Pegawai Kantor Pos Terlibat Perampokan Bersenpi

MEDAN-Muslim dan Vinal, dua perampok bersenjata api yang beraksi di Kantor Pos Unit Perbaungan, di Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (9/6) lalu, ditangkap polisi, Kamis (14/6) kemarin.

Kapolres Serdangbedagai, AKBP Arif Budiman, Sik, MH, mengatakan, satu dari dua pelaku adalah pegawai di Kantor Pos itu. “Muslim adalah pegawai kantor pos. Dia (Muslim,red) duluan yang kita tangkap. Setelah dia mengaku, kami langsung mengamankan si Vinal,” ujarnya.

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp5 juta rupiah yang diduga sebagai hasil perampokan dan satu unit sepeda motor. “Ada sisa duit dari hasil perampokan sebesar Rp5 juta dan satu unit sepeda motor yang kami amankan,” sebutnya.

Dikatakan Budiman, saat ini pihaknya masih memburu 4 orang lainnya, yang terlibat dalam perampokan itu. “Kedua pelaku yang diamankan ini dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kami masih memburu empat pelaku lainnya yang terlibat,” pungkasnya.(mag-12)

GraPARI Buka 24 Jam

MEDAN- Telkomsel kembali menambah kenyamanan pelanggan dalam mengakses pusat pelayanan pelanggan dengan meresmikan GraPARI 24/7  yang berlokasi di Gedung Selecta Lantai I Jalan Listrik No 2 Medan.  Sesuai dengan namanya GraPARI ini siap melayani pelanggan non-stop 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu.

Head of Area Sumatera Group Telkomsel, Gilang Prasetya mengatakan, sebagai perusahaan yang mengedepankan pelayanan Telkomsel  memahami betul akan kebutuhan pelanggan.

“Kami menyadari bahwa tingkat mobilitas masyarakat di Medan sangatlah tinggi, hal ini menyebabkan adanya kebutuhan pelanggan dalam pelayanan di malam hari dan di luar hari kerja. Untuk itu kami berusaha mengakomodir kebutuhan pelanggan tersebut dengan membuka pelayanan GraPARI 24/7 sebagai alternatif layanan,” ujarnya. Selain graPARI di Medan Selecta, Telkomsel  juga mempunyai graPARI di Sun Plaza Lantai 1 Medan yang melayani pelanggan setiap hari hingga pukul 21:00 WIB.

“Kehadiran GraPARI 24/7 ini kami harapkan mampu menjadi solusi di sela-sela kesibukan pelanggan mendapatkan pelayanan di jam-jam yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. GraPARI 24/7  akan melayani seluruh pelanggan yang berada di Medan maupun pelanggan Telkomsel lainnya yang sedang berada di wilayah  Medan,” tambah Gilang.

Graha Pari Sraya atau yang disingkat GraPARI berasal dari Bahasa Sansekerta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk nama kantor pelayanan Telkomsel sebagai tanda penghargaan atas diresmikannya kantor pelayanan Telkomsel di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak itulah seluruh kantor pelayanan Telkomsel ditetapkan dengan nama GraPARI Telkomsel atau Grha Pari Sraya Telkomsel.

“Kami terus meningkatkan pelayanan dari GraPARI. Selain menikmati layanan 24 Jam, GraPARI ini juga telah memperoleh sertifikasi mutu International Organisation for Standardization (ISO) 9001:2008. Pelayanan kelas dunia berstandar ISO merupakan komitmen sekaligus janji kami untuk menjaga mutu pelayanan, yang diawasi secara berkala oleh pihak ketiga yakni perusahaan pemeringkat mutu,” ungkap Gilang.

Sertifikasi ISO ini nantinya akan semakin memberikan keuntungan yang dirasakan langsung oleh pelanggan. ‘’Seperti kecepatan layanan maximal 15 menit, serta First Visit Resolution yaitu solusi pada kunjungan pertama pelanggan,” pungkas Gilang.

Akses layanan walk-in GraPARI 24 jam ini tentunya juga menambah kemudahan pelanggan dalam mengakses layanan Telkomsel, setelah sebelumnya juga tersedia Call Center 24 Jam bagi pelanggan melalui akses 133 kartuHALO dan 155 simPATI dan Kartu As. (sih)

Lampu di Jalan Garu 8 tak Pernah Menyala

085361162xxx

Yth Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan. Mohon lampu penerangan jalan umum di Jalan Garu 8 khususnya dekat gereja HKBP tak pernah menyala. Ini sudah terjadi berbulan-bulan sehingga menimbulkan rawan pencurian. Mohon Pak supaya dinyalakan. Trims.

Segera Diperbaiki

Terima kasih. Hingga saat ini kami terus melakukan perbaikan di sejumlah wilayah di Kota Medan secara bertahap. Keterbatasan jumlah pegawai menjadi kendala utama, sehingga perbaikan tidak bisa secara keseluruhan dan serentak. Namun, kami akan tetap melakukan perbaikan sesegera mungkin.

Erwin Lubis
Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan

Uang Tunjangan Guru Siantar Harus Cair

Kemendagri Sesalkan Aksi Brutal Wali Kota Siantar terhadap FGS

MEDAN–Aksi Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus SE yang menerobos blokade barisan massa Forum Guru Siantar (FGS) yang berunjuk rasa di depan Gedung Haruangguan DPRD Pematangsiantar, Rabu (13/6) kemarin menuai kritikan dari petinggi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah (Dirjen BAKD) Yuswandi A Tumenggung dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Djohermansyah Djohan. Keduanya memiliki pandangan yang sama tentang aksi brutal Wali Kota Siantar itu.

Yuswandi mengatakan, sebagai pimpinan daerah, seharusnya Hulman menjelaskan kepada guru, apa yang sebenarnya jadi ganjalan sehingga tunjangan profesi guru dan dana insentif guru belum bisa terbayarkan lunas. “Intinya kan sebenarnya transparansi. Jelaskan dong, kenapa belum dicairkan, apa kendala-kendalan teknisnya,” ujar Yuswandi kepada koran ini di Jakarta, kemarin. Yuswandi yakin, jika penjelasannya masuk akal, maka para guru akan bisa menerimanya. “Jalur komunikasi harus dikedepankan,” imbuhnya.

Terpisah, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan juga tidak sreg dengan gaya Hulman yang terkesan mengabaikan aksi para guru. “Jangankan guru, siapa pun yang menyampaikan aspirasi, ya mestinya seorang kepala daerah menerimanya, mendengarkan apa aspirasi mereka dan carikan solusinya,” ujar guru Besar di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), yang juga mantan Deputi Setwapres Bidang Politik itu.

Seperti diberitakan, Wali Kota Siantar kabur dari kepungan guru yang berunjukrasa di halaman Kantor DPRD Kota Siantar, Rabu (13/6) pukul 12.30 WIB. Sejumlah guru yang menuntut pencairan tunjangan sertifikasi itu nyaris saja tergilas saat mencoba menghadang laju mobil Patwal BK 123 W dan mobil Jeep Cheeroke BK 63 H yang ditumpangi Hulman,. Termasuk Kapolresta AKBP Alberd Sianipar yang berada di antara kerumuman massa, hampir tertabrak. Sejumlah guru mengalami luka-luka akibat insiden itu.

Berkaitan dengan tuntutan FGS itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Syaiful Syafri meminat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Siantar, sebaiknya segera membagikan tunjangan kesejahteran rakyat (kesra) bagi para guru di Siantar.

Jika tidak, maka persoalan itu bukan mustahil akan menjadi perhatian aparat penegak hukum. Karena menurutnya, tunjangan itu merupakan hak bagi para guru yang harus diserahkan.

“Ini wewenang sepenuhnya Disdik Siantar. Dan kita minta, agar persoalan ini segera diselesaikan. Jangan sampai ada ditemukan penyelewengan-penyelewengan, yang pada akhirnya berkaitan dengan persoalan hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut Syaiful Syafri menyatakan, tidak ada hak bagi Disdik Kota Siantar untuk memperlama atau mempersulit para guru untuk mendapatkan tunjangan Kesra tersebut.

“Itu jelas milik dan diperuntukkan bagi para guru. Tidak ada hak Disdik setempat memperlambat dan mempersulit pembagiannya. Harus sesegera mungkin diberikan,” tukasnya lagi.

Menurut Syaiful Syafri, terdapat sisa anggaran sebesar Rp1.443.600.000 miliar untuk kesra yang belum dibagikan kepada 2.005 guru di Kota Siantar. Secara otomatis, kenyataan ini membuat para guru di Siantar resah dan berharap agar tunjangan tersebut bisa cepat direalisasikan.(ari/(sam))

Bangga jadi Santri Madrasah

Kadisdiksu Dukung Penambahan Lokal

KEPALA Dinas Pendidikan Sumut (Kadisdiksu) Drs Syaiful Syafri MM mengungkap rasa bangga pernah menjadi santri di madrasah. Karenanya ia memberi dukungan sepenuhnya terhadap pengembangan lokal baru sekolah yang dikelola Yayasan Masjid Al-Hikmah.

Hal ini diutarakan Syaiful saat menghadiri perpisahan dan penyerahan ijazah Madrasah Diniyah Aliyah (MDA), TK/RA Al-Hikmah dan silaturahmi dengan keluarga besar Yayasan Masjid Al-Hikmah di Jalan Sapta Pasar VII Mariendal I Patumbak, Rabu (13/6).

“Kita memberi dukungan terhadap pembangunan lokal baru sekolah berlantai dua yang mulai peletakan batu pertama Minggu (8/7) mendatang. Insya Allah Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST dapat hadir pada peletakan batu pertama penambahan lokal baru sekolah yang menjadi rangkaian peringatan Israk Miraj Nabi Muhammad SAW,’’ ucap Kadisdiksu.

Hadir dalam pertemuan ini dengan Kadisdiksu, Ketua Dewan Pembina  Yayasan Masjid Al-Hikmah H Sanggup Purba, Ketua Yayasan Masjid Al-Hikmah Mukhtar Rivai Sirait, Ketua Panitia Pembangunan Lokal Baru Ir H Erpi Hasibuan MSi, tokoh masyarakat Djasman RS, Abdul Rahman Lubis, Deddi Mulia Purba dan Dra Rasimah Purba MA, Kepala MDA Masjid Al-Hikmah Hj Nur Azmi, Kepala TK/RA Saedah dan undangan lain.

Dalam sambutannya, Syaiful yang juga aktif dalam pembangunan Masjid Al-Hikmah memberi berbagai dukungan dalam pengembangan pendidikan usia dini antara lain dengan memberi bantuan insentif bagi guru, pembuatan perpustakaan sekolah yang dikembangkan menjadi perpustakaan desa, beasiswa bagi guru Yayasan Masjid Al-Hikmah untuk melanjutkan jenjang pendidikan di perguruan tinggi dan bantuan lain.

“Gubernur berkeinginan agar semua guru di Sumut mendapat bantuan insentif dari Pemprovsu supaya para guru semakin baik dalam mengajar. Kita juga menginginkan agar guru-guru lulusan diploma maupun sarjana supaya diraih peningkatan kualitas pendidikan di Sumut,’’ terang dia.
Syaiful memberi apresiasi terhadap peran aktif keluarga besar Masjid Al-Hikmah termasuk guru, kepala sekolah dan yayasan dalam memajukan pendidikan di Sumut. Ia juga berkeinginan generasi muda yang belajar di Yayasan Masjid Al-Hikmah dapat meraih kesuksesan.(*/dmp)

Uang Tunjangan Guru Siantar Harus Cair

Kemendagri Sesalkan Aksi Brutal Wali Kota Siantar terhadap FGS

MEDAN–Aksi Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus SE yang menerobos blokade barisan massa Forum Guru Siantar (FGS) yang berunjuk rasa di depan Gedung Haruangguan DPRD Pematangsiantar, Rabu (13/6) kemarin menuai kritikan dari petinggi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah (Dirjen BAKD) Yuswandi A Tumenggung dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Djohermansyah Djohan. Keduanya memiliki pandangan yang sama tentang aksi brutal Wali Kota Siantar itu.

Yuswandi mengatakan, sebagai pimpinan daerah, seharusnya Hulman menjelaskan kepada guru, apa yang sebenarnya jadi ganjalan sehingga tunjangan profesi guru dan dana insentif guru belum bisa terbayarkan lunas. “Intinya kan sebenarnya transparansi. Jelaskan dong, kenapa belum dicairkan, apa kendala-kendalan teknisnya,” ujar Yuswandi kepada koran ini di Jakarta, kemarin. Yuswandi yakin, jika penjelasannya masuk akal, maka para guru akan bisa menerimanya. “Jalur komunikasi harus dikedepankan,” imbuhnya.

Terpisah, Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan juga tidak sreg dengan gaya Hulman yang terkesan mengabaikan aksi para guru. “Jangankan guru, siapa pun yang menyampaikan aspirasi, ya mestinya seorang kepala daerah menerimanya, mendengarkan apa aspirasi mereka dan carikan solusinya,” ujar guru Besar di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), yang juga mantan Deputi Setwapres Bidang Politik itu.

Seperti diberitakan, Wali Kota Siantar kabur dari kepungan guru yang berunjukrasa di halaman Kantor DPRD Kota Siantar, Rabu (13/6) pukul 12.30 WIB. Sejumlah guru yang menuntut pencairan tunjangan sertifikasi itu nyaris saja tergilas saat mencoba menghadang laju mobil Patwal BK 123 W dan mobil Jeep Cheeroke BK 63 H yang ditumpangi Hulman,. Termasuk Kapolresta AKBP Alberd Sianipar yang berada di antara kerumuman massa, hampir tertabrak. Sejumlah guru mengalami luka-luka akibat insiden itu.

Berkaitan dengan tuntutan FGS itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Syaiful Syafri meminat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Siantar, sebaiknya segera membagikan tunjangan kesejahteran rakyat (kesra) bagi para guru di Siantar.

Jika tidak, maka persoalan itu bukan mustahil akan menjadi perhatian aparat penegak hukum. Karena menurutnya, tunjangan itu merupakan hak bagi para guru yang harus diserahkan.

“Ini wewenang sepenuhnya Disdik Siantar. Dan kita minta, agar persoalan ini segera diselesaikan. Jangan sampai ada ditemukan penyelewengan-penyelewengan, yang pada akhirnya berkaitan dengan persoalan hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut Syaiful Syafri menyatakan, tidak ada hak bagi Disdik Kota Siantar untuk memperlama atau mempersulit para guru untuk mendapatkan tunjangan Kesra tersebut.

“Itu jelas milik dan diperuntukkan bagi para guru. Tidak ada hak Disdik setempat memperlambat dan mempersulit pembagiannya. Harus sesegera mungkin diberikan,” tukasnya lagi.

Menurut Syaiful Syafri, terdapat sisa anggaran sebesar Rp1.443.600.000 miliar untuk kesra yang belum dibagikan kepada 2.005 guru di Kota Siantar. Secara otomatis, kenyataan ini membuat para guru di Siantar resah dan berharap agar tunjangan tersebut bisa cepat direalisasikan.(ari/(sam))

Pascapembakaran Kantor KPU Sidimpuan, Empat Berkas Balon Wali Kota tak Terganggu

SIDIMPUAN-Pembakaran kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padangsidimpuan (Psp) yang dilakukan bakal calon (balon) perseorangan Wali Kota Psp, Ali Anas Hasibuan, Rabu (13/6) kemarin, ternyata tidak menghambat tugas KPU Psp. Karena dalam ruangan yang terbakar di ruang KPU Psp itu hanya menghanguskan satu berkas dari empat pasangan balon perseorangan (independen).

Tahapan verifikasi faktual berkas syarat dukungan masyarakat pasangan balon perseorangan (independen) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Psp yang dilaksanakan panitia pemungutan suara (PPS) tidak terhambat dan tetap jalan terus.

“Pascakejadian itu (kebakaran), anggota KPU langung rapat dan tetap pada komitmen, tetap melaksanakan keputusan yang dibuat,” ujar Ketua Pokja Verifikasi dan Pencalonan KPU Psp, Ahmad Efendi Nasution SSos kepada METRO (Group Sumut Pos), Kamis (14/6) kemarin.

Diceritakan Ahmad Efendi, sebelum kejadian pembakaran itu, pihaknya sedang menggelar rapat membahas teknis lapangan tentang proses penyerahan syarat dukungan masyarakat yang langsung diserahkan pasangan balon perseorangan ke panitia pemungutan suara (PPS) di tiap kecamatan. Balon menyerahkannya kepada PPS di kantor kecamatan setelah PPS di undang panitia pemilihan kecamatan (PPK) datang ke kantor kecamatan.

Sehari sebelum kejadian kebakaran itu juga, katanya, pihak KPU sudah memisah-misah berkas syarat dukungan milik 4 pasangan balon perseorangan yang lolos verifikasi administrasi, untuk diserahkan ke PPS untuk dilakukan verifikasi faktual. Berkas asli rangkap dua milik tiap pasangan balon perseorangan yang lolos verifikasi administrasi, satu rangkap untuk diserahkan ke PPS untuk diverifikasi faktual dan satu rangkap untuk pertinggal di KPU.

“Jadi, sebelum kejadian, berkas yang hendak di verifikasi faktual tersebut sudah dibawa ke kecamatan agar diserahkan pasangan balon langsung ke PPS. Pasangan balon yang menyerahkannya langsung ke PPS agar tidak ada pendapat-pendapat lain,” tutur Fendi.

Ditanya apakah seluruh berkas milik 4 pasangan balon perseorangan tersebut sudah sampai di PPS, Fendi menyebutkan sudah.”Insya Allah, berkas 4 pasangan balon sudah sampai di PPS,” ujar Fendi. (neo/smg)

Fadly Nurzal: Marga Pohan Hendaknya jadi Pengayom

Penasehat atau Hatobangon Parsadaan Pohan Dohot Anakboru Na (Parpoda) H Fadly Nurzal SAg mengimbau seluruh keluarga Pohan hendaknya menjadi pengayom masyarakat.

“Pohan ibarat pohon, daunnya yang rindang jadi tempat berteduh dari terik matahari. Saat lapar, buahnya bisa dimakan, di saat lelah bisa menjadi tempat berhenti,” ujar Fadly saat menghadari silaturahmi dengan warga marga Pohan di Sentang, Kisaran, baru-baru ini.

Menurut Fadly, mungkin secara jumlah, orang yang bermarga Pohan tidak terlalu banyak di Indonesia. Namun, orang-orang yang bermarga Pohan bisa masuk ke mana-mana dan mampu mewarnai di setiap komunitasnya.

Bukti marga Pohan ada dimana-mana, kata Fadly, Pohan ada yang jadi PNS, TNI/Polri, birokrat, politisi, pengusaha dan lainnya. “Oleh karena itu, banggalah kita dilahirkan sebagai orang yang bermarga Pohan,” katanya.

Terkait kegiatan silaturahmi yang dikemas dalam bentuk arisan, Fadly memberikan apresiasi dan berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. “Dengan kegiatan arisan, kita eratkan rasa keakrapan dan kekeluargaan di antara kita,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Parpoda Asahan Abdul Hasim Pohan menyampaikan, mereka juga bangga ada kader terbaik Pohan yang maju menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara. Sepanjang sejarah Sumatera Utara, kata Hasim, baru pada Pilgubsu mendatang ada marga Pohan yang maju jadi Cagubsu.
“Kami bangga dan salut kepada Fadly Nurzal Pohan  yang maju menjadi calon Gubsu,” ucapnya.

Seiring dengan itu, Hasim memperkenalkan pengurus Parpoda Asahan, menyampaikan komitmen kuat dalam rangka mendukung dan memenangkan Fadly Nurzal menjadi Gubsu.

“Kami  seluruh pengurus dan keluarga Parpoda di Asahan, akan bekerja keras memperjuangkan kemenangan Fadly Nurzal jadi Gubsu,” ucapnya.
Silaturahmi itu dihadiri seluruh pengurus Parpoda Asahan, termasuk Paproda Labuhanbatu dan daerah lainnya. Turut hadir, Sekretaris DPW PPP Sumut H Yulizar P Lubis yang juga Sekretaris PW Al Washliyah Sumut, Faisal Hutabarat, M Soleh Tanjung, Mursal Harahap dan pengurus DPC PPP Asahan. (*/ade)