Home Blog Page 13365

Dirut Pirngadi Sudah Sekali Diperiksa

Dugaan Korupsi Proyek SIR Rp7,7 Miliar

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) belum juga mempublikasikan nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) RSUD dr Pirngadi Medan Rp7,7 miliar.

Tapi, Dirut RSU dr Pirngadi Medan, Dewi Syahnan mengaku sudah sekali diperiksa. Dirut RSU dr Pirngadi Medan, Dewi Syahnan mengaku, tetap akan patuh kepada Kejatisu karena mereka yang berwenang melakukan pemeriksaan. “Peraturan akan tetap dipatuhi jika dilakukan pemanggilan,” jelas Dewi Syahnan, di ruang VIP Bandara Polonia Medan, Rabu (13/6). Diterangkannya, sebagai SKPD apa yang dilakukan dan diminta oleh Kejatisu termasuk pemeriksaan akan diikuti.

“Kita lihat saja nanti karena mereka yang melakukan pemeriksaan,” bebernya.
Dewi Syahnan mengaku dirinya baru sekali diperiksa oleh Kejati Sumut.

“Baru sekali saya dipanggil Kejatisu dan dimintai keterangan. Itupun tiga bulan yang lalu,” pungkasnya.

Kasi Penkum dan Humas Kejatisu, Marcos Simaremare mengatakan, pemeriksaan masih terus berlanjut. Saat ini, katanya, penyidik masih memaksimalkan fakta yang nantinya merujuk ke beberapa nama yang bakal dijadikan tersangka.

“Kita masih mempelajari sejumlah keterangan saksi-saksi. Bila fakta sudah final maka nama-nama tersangka segera dipublikasikan. Penyidik mencari dokumen pendukung, mana saksi  yang nantinya akan dibidik jadi tersangka. Target sudah pasti ada namun kita cari fakta pendukungnya,” katanya.

Sebelumnya, Kejatisu  melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap 20 orang. Mereka yang diperiksa pejabat dari RSUD dr Pirngadi Medan dan PT Buana. Pemeriksaan itu terkait perkara dugaan korupsi pengelolaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) senilai Rp7,7 miliar.

Salah satu pejabat yang diperiksa adalah dr Nasrullah Anas, Kepala Instalasi, Bendahara dan Wakil Direktur RSUD Pirngadi Medan. Mereka diperiksa terkait korupsi dana sebesar Rp7,7 miliar pada anggaran 2009-2010 yang bersumber dari swakelola.

Dalam kasus SIR ini RSUD dr Pirngadi bekerjasama dengan PT Buana dalam pengelolaan SIR. Sistem ini dibangun untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah. Dalam sistem kerjasamanya pengelola SIR bagi hasil sebesar 7 persen dari omset .Tahun 2010 sistem berhenti tapi bagi hasil terus berlangsung. (jon/far)

Guru Luka-luka Diseruduk Satpol PP

Forum Guru Siantar Unjuk Rasa, Wali Kota Siantar Cuek

PEMATANGSIANTAR-Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar bertindak anarkis terhadap sejumlah guru yang tergabung di Forum Guru Siantar (FGS). Para guru yang berunjuk rasa itu dihadang, ditolak lalu dicampakkan oleh personel Satpol PP, di depan gedung Haruangguan DPRD Pematangsiantar, Rabu (13/6).

Aksi anarkis aparat Sat Pol PP itu terjadi ketika Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE hendak keluar dari gedung Haruangguan DPRD Pematangsiantar. Puluhan guru kemudian menghadang untuk menuntut tunjangan sertifikasi guru dan mengeluhkan pungli di Dinas Pendidikan Pematangsiantar.

Wali kota sebenarnya bias saja keluar dari pintu belakang gedung Harungguan, tanpa harus melalui massa FGS, namun entah mengapa Hulman harus keluar melalui hadangan massa.

Sikap berlebihan yang dipertontonkan personel Satpol PP itu memicu kericuhan antara massa FGS dengan Satpol PP. Para guru terus melakukan perlawan dengan melakukan serangan balik. Mereka tidak senang karena ada seorang guru terkena pukulan petugas Satpol PP.
Jika tidak cepat dilerai polisi, kericuhan akan berlangsung lama, mengingat kericuhan itu terjadi di hadapan Kapolres Kota Pematangsiantar, AKBP Alberd Sianipar.

Pantauan koran ini, puluhan massa FGS tiba di depan gedung Harungguan DPRD sekira jam 11.30 WIB. Sedangkan didalam gedung Haruangguan, wali kota sedang membacakan nota jawabannya pada sidang paripurna DPRD tentang 9 Ranperda.

Persis jam 11.52 WIB, sidang paripurna selesai digelar. Berakhirnya sidang, tak langsung membuat peserta dan undangan sidang paripurna membubarkan diri. Baru setelah 15 menit kemudian, wali kota beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari gedung Harungguan, melalui pintu depan, dengan pengawalan ketat personil Satpol PP.

Saat diluar, wali kota tidak menggubris massa FGS. Ia langsung menaiki mobilnya BK 63 H yang sudah siaga di depan pintu gedung paripurna dewan tersebut.

Melihat sikap cuek wali kota, massa FGS langsung menghadang laju mobil dinas Kakan Satpol PP, Julham Situmorang yang ada di depan mobil yang dinaiki wali kota.

Rombongan mobil wali Kota ini terus melaju dan melabrak barisan massa FGS. Sementara puluhan petugas Satpol PP lainnya, menghadang, menolak dan mencampakkan guru yang mencoba menghadang.

Timbul Panjaitan, guru SD Negeri 122346 mengaku terjatuh karena terkena serempetan mobil yang dinaiki Wali Kota Pematangsiantar. Sedangkan N br Sinaga, guru SMP Negeri 4 mengatakan dirinya terjatuh setelah oknum Satpol PP mencampakkan dirinya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar, M Natsir Armaya Siregar mengecam sikap wali kota itu. Menurutnya, itu merupakan sikap arogansi wali kota, yang menciptakan kericuhan dan ketidakkondusifan di Kota Pematangsiantar.

Ditambahkan, seharusnya wali kota bisa menghindari kericuhan terjadi dan tidak memaksa petugas Satpol PP berbuat anarkis. (mag-20)

Kantor KPU Padangsidimpuan Dibakar

Balon Wali Kota Mengamuk tak Lulus Verifikasi

SIDIMPUAN- Balon Wali Kota Padangsidimpuan (Psp), Ali Anas Siregar yang ingin ikut bertarung di pemilukada melalui jalur perseorangan, membakar ruang kerja Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Psp, Arbanur Rasyid MA dan ruang kerja Ketua Pokja Verifikasi dan Pencalonan, Ahmad Efendi Nasution SSos, Rabu (13/6) sekira pukul 14.00 WIB. Api tidak merembes ke ruangan lain setelah petugas pemadam kebakaran tiba. Sejumlah barang-barang di dua ruang tersebut seperti seperangkat komputer, kursi, telepon, boks dan berkas-berkas hangus terbakar.

Diceritakan ketua KPU Psp, Arbanur Rasyid MA, sebelum terjadinya kebakaran, siang itu pihaknya menyampaikan kepada pasangan Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Psp, dr Sorimonang Harahap SpB-Kompol Chairul Mukhlis Harahap SH MH dan pasangan balon Ali Anas Hasibuan-Alpian Sontang Siregar tentang hasil verifikasi adminsitrasi yang menyatakan mereka tidak lolos verifikasi administrasi.

Sebelum pembakaran yang dilakukan Ali Anas terjadi, dirinya masih sempat menerima pasangan Ali Anas yaitu Balon Wakil Walikota Psp, Alpian Sontang Siregar di ruang rapat lantai 2 Kantor KPU Psp sebelum menyampaikan hasil verifikasi administrasi yang dilakukan pihaknya.

Ketika Arbanur beranjak dari ruang rapat menuju ruang Ketua Pokja Verifikasi dan Pencalonan yang berjarak sekitar 3 meter di lantai 2, dia  mendengar kalau pintu ruang kerjanya terhempas. Awalnya Arbanur menyangka pintu itu terhempas akibat angin.

Tidak beberapa lama kemudian, pintu ruang kerja Ahmad Efendi dibuka Ali Anas dan langsung mereka menyaksikan sendiri, Ali Anas menuangkan minyak bensin yang ada di dalam botol minuman mineral di dalam ruang Ahmad Efendi. Hanya kalimat ‘keluar. ..keluar,’ yang mereka dengar dari mulut Ali Anas. “Keluar…keluar. Hanya itu yang disampaikannya,” cerita Arbanur.

Usai itu, kata Arbanur, dirinya sempat menahan Ali Anas dan kemudian membiarkan Ali Anas turun ke lantai satu Kantor KPU Psp, hingga akhirnya diamankan personil Polres Psp.

Ali Anas mengakuai kalau dia berniat membakar berkasnya itu. Anas kesal karena berkas dukungan yang disampaikannya tidak diberikan tandaterimanya oleh KPUD Psp. Bahkan dirinya sudah meminta kepada KPUD agar berkasnya itu dibawa ke Polres Psp bersama Panwas agar diamankan supaya tidak hilang. “Motivasi saya memang dari awal mau mambakar berkas saya itu depan kantor KPU, tapi waktu saya mencari berkas itu tidak ada lagi di ruang persidangan. Saya panik waktu itu,” katanya kepada wartawan di Mapolres Psp.

Kapolres Psp, AKBP Andi S Taufik Sik Msi menjelaskan bahwa pembakaran itu sudah direncanakan tersangka. Bensin itu dibelinya dari salah satu warung lalu dengan menggunakan botol minuman mineral. Botol itu kemudian disimpannaya di dalam jaketnya.

Tersangka kata Kapolres dikenakan pasal 187 KUHP ayat 1 tentang pembakaran dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan dan masalah ini masih akan didalami lagi.

“Yang jelas di sana sudah terjadi tindak pidana pembakaran. Apakah sudah direncanakan atau tidak akan kita dalami lagi,” tegas Kapolres. (neo/smg)

Bos BHS Minta Sidang Ulang

Ditahan di Lapas Wanita Tangerang

JAKARTA – Drama pelarian buron Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sherny Kojongian berakhir di Lapas Wanita Tangerang. Dia akan tinggal di Lapas tersebut hingga 20 tahun mendatang. Namun, perempuan kaya itu tampaknya enggan lama-lama dikurung dan minta agar kasusnya disidangkan ulang.

Sherny kemarin tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 08.40 WIB menggunakan pesawat Garuda dari Singapura. Dia berada di negara tetangga untuk transit setelah melakukan perjalanan panjang dari San Fransisco, Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itulah Sherny ditangkap Interpol pada 2010 dan kemudian diekstradisi.

Begitu menginjakkan kaki di tanah air setelah 10 tahun menghilang, tidak banyak yang diungkapkan ibu 49 tahun itu. Bahkan, dia terus mencoba menghindari sorotan kamera awak media. Dengan pakaian serba hitam dan kacama hitam, dia memilih berlindung di balik tubuh petugas Interpol, Kepolisian, dan tim Kejagung.

Kijang Innova Silver nopol B 1492 WQ langsung membawanya meninggalkan bandara. Dia dibawa ke markas Kejagung di kawasan Blok M untuk konferensi pers. Di Gedung Bundar, Wakil Jaksa Agung Darmono langsung menceritakan proses penangkapan Sherny. “Sebenarnya, dia tertangkap dari 2010,” ujarnya.

Sherny sebenarnya nyaris menjadi warga negara Amerika yang dibuktikan dengan dimilikinya green card dari pemerintah Amerika. Fasilitas itu membuat negara Adidaya tersebut membuka lebar kesempatan bagi Sherny untuk menjadi warga negaranya. Namun, red notice dari Interpol membuatnya justru tertangkap saat mengajukan diri untuk pindah warga negara.

“Amerika lantas minta klarifikasi statusnya, kami sampaikan berita acara dan surat penangkapan saat penyidikan,” imbuhnya. Gagal menjadi warga Negara Amerika, dia malah diperkarakan melanggar undang-undang keimigrasian. Sherny divonis bersalah, dan mendekam di penjara Amerika. Setelah banding atas kasus imigrasinya ditolak Mei lalu, dia lantas diekstradisi.

Nah, kemarin Darmono juga memastikan kalau Sherny bakal mengembalikan seluruh uang negara yang dirugikan yakni Rp1,95 triliun. Sesuai dengan uang yang dikucurkan untuk dana BLBI. Hingga penangkapan kemarin, Kejaksaan menyebut baru Rp885,774 miliar yang sudah dikembalikan perempuan asal Manado itu.

Rencananya, Jaksa Agung akan mengejar sisa Rp1,1 triliun itu ke keluarga dan tersangka lainnya. Semua yang didapat dari uang panas tersebut mau tidak mau harus dikembalikan ke negara. Tersangka yang dimaksud Darmono adalah Hendra Raharja dan Eko Putranto.

Namun, Darmono mengatakan, tidak mudah untuk mengejar buron BLBI lain yang jumlahnya mencapaiu 23 itu. Sebab, lokasi mereka saat ini juga tidak diketahui secara pasti. Kalau sudah terlacak, Darmono memastikan bakal langsung memulangkan untuk dieksekusi. “Sidang juga sudah selesai dan sudah divonis,” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Sherny, Alfrian Bondjol dan Dea Tunggaesti memastikan kalau pihaknya bakal meminta persidangan ulang. Mereka tidak terima jika kliennya langsung dijebloskan ke penjara sesuai putusan sidang 2002 lalu yang digelar secara in absentia. “Kebenaran tidak bisa ditemukan kalau seperti itu,” ujar Alfrian.

Oleh sebab itu, dia akan melayangkan surat ke Mahkamah Agung (MA) agar sidang diulang. Harapannya tentu saja membuka tabir kebenaran yang selama ini dianggapnya tertutup. Dengan begitu, bisa saja kliennya bebas atau tidak perlu mendekam selama 20 tahun di penjara.

Alasan lain, sidang perlu diulang karena Sherny tidak pernah tahu ada persidangan. Sebab, dia ke Amerika pada 1999 untuk mengamankan diri dan keluarga dari kerusuhan 1998. “Dia baru tahu divonis sekitar 2007. Selama itu pula tidak ada pencekalan pada dirinya,” jelasnya.

Kasus ini bermula saat terjadi penyimpangan dana yang dilakukan mantan komisaris Bank BHS Hendra Rahardja alias Tan Tjoe Hing. Hendra Rahardja membawa lari uang nasabah setelah BHS dilikuidasi 1 November 1997. Pelarian uang dibantu oleh anaknya Eko, dan Sherny yang menjadi komisaris. (dim/nw/jpnn)

Pemprovsu Tidak Berani Terima CPNS

MEDAN- Pemerintah pusat menyatakan membuka kembali, seleksi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Namun, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tidak berani memastikan akan melakukan penerimaan CPNS.

Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan BKD Provsu Kaiman Turnip saat di konfirmasi Sumut Pos, kemarin. Sikap ini menurut Turnip disebabkan belum ada konfirmasi langsung atau pemberitahuan langsung, baik secara lisan maupun Surat Keputusan (SK) yang diterima Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

“Kita belum bisa memastikan untuk melakukan penerimaan CPNS tahun ini. Karena belum ada pemberitahuan atau SK yang kita terima dari pusat,” akunya.

Menurutnya, sejauh ini BKD Provsu masih menjalankan aturan yang sebelumnya, terkait adanya moratorium atau penundaan penerimaan CPNS dari tahun 2011 lalu. “Masih sesuai dengan moratorium tahun 2011. Jadi masih menjalankan moratorium itu. Kita tunggulah perkembangannya nanti. Tapi dipastikan, kita belum mengetahui formasi yang disebutkan dari pusat dan kita belum mengajukan formasi ke pusat,” tegasnya.

Kuota CPNS 2012 Bisa Capai 60 Ribu

Dari Jakarta, kuota CPNS untuk 2012 ini ternyata belum dipatok mati pada angka 13.873. Peluang kuota bertambah lagi masih terbuka lebar karena instansi pusat dan daerah masih diberikan kesempatan  memasukkan usulan formasi CPNS 2012 hingga akhir Juni 2012. Formasi yang diusulkan dibatasi untuk kategori tenaga pendidik, kesehatan, dan mendesak. Bila lewat Juni 2012, usulannya akan dimasukkan untuk kebutuhan 2013.

Perlu diketahui, formasi CPNS untuk tahun ini dialokasikan sebanyak 72 ribu dari honorer, dan sekitar 60 ribu dari pelamar umum. “Untuk formasi tahun 2012, kami telah menerima usulan formasi dari 85 daerah, tetapi hanya 20 yang telah melengkapi dengan analisa jabatan, analisa beban kerja serta proyeksi kebutuhan pegawai hingga lima tahun ke depan,” kata Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Ramli Naibaho.

Bagi yang tidak melaporkan dengan benar, sesuai dengan kebijakan moratorium, tidak diberi alokasi formasi PNS.  “Bagi yang masih ingin mengajukan formasi, diberikan kesempatan hingga akhir Juni, karena sudah harus masuk dalam pembahasan APBN. Kalau memasukkan sesudah bulan Juni, maka akan masuk dalam prioritas untuk tahun 2013,” tambah Ramli.

Setelah usulan lengkap, terangnya, pemerintah akan menetapkan formasi CPNS. “Hingga saat ini kami belum menetapkan berapa formasinya. Karena data-data yang masuk masih harus dianalisis,” ujarnya.

Senada itu Kasubdit Humas dan Protokol Badan Kepegawaian Negara (BKN) Petrus Sujendro mengatakan, untuk saat ini masih dalam tahap pemasukan usulan formasi CPNS dari kategori pelamar umum. Sedangkan honorer K1, kuotanya juga belum ditetapkan karena masih dalam verifikasi validasi tahap kedua. “Untuk formasi CPNS dari kategori pelamar umum dan honorer K1 belum ditetapkan. Kalau sudah ada pasti BKN diinfokan juga oleh Kemenpan-RB,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Menpan-RB Tasdik Kinanto mengatakan, jika formasi CPNS bisa ditetapkan Juli, maka seleksi CPNS reguler sudah bisa dilaksanakan Agustus.

“Kita harapkan Agustus bisa dimulai, tapi itu tergantung kesiapan daerah juga. Kalau tidak siap ya bisa molor. Yang jelas seleksi CPNS untuk pelamar umum akan dilakukan serentak agar satu pelamar tidak bisa melamar di beberapa instansi,” jelasnya.

Nilai Buruk Terancam Gagal jadi PNS

Di sisi lain, meski Pemerintah Kota (Pemko) Binjai sudah melayangkan berkas honorer katagori 2 (K2) ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), tetapi sampai saat ini belum juga membuahkan hasil yang jelas. Akibatnya, sebanyak 216 honorer K2 harus rela menunggu kepastian dengan waktu yang cukup panjang.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Mutasi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai, Bahrain Ritonga, Rabu (13/6) menyebutkan, hasil pengangkatan honorer K2 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang belum sampai ke Kota Binjai.

“Kalau soal itu sampai sekarang belum ada hasilnya. Sebab, jika pengangkatan honorer K2 sudah menuai hasil, pastinya akan sampai ke Kota Binjai,” kata Bahrain saat dihubungi via selulernya.

Bahrain menjelaskan, pengangkatan honorer K2 berbeda dengan pengangkatan honorer K1. Dimana, pengangatan honorer K2 harus mengikuti ujian tertutulis. “Sejauh ini, soal ujiannya masih dipersipkan di Pusat. Setelah soal ujian itu selesai, akan diturunkan ke Kabupaten/Kota yang ada,” terangnya.
Kalau honorer K1, sambungnya, langsung diangkat berdasarkan masa kerja yang sudah dijalani seorang honorer tesebut. “Untuk pengangkatan honorer K1 sudah turun beberapa bulan lalu. Dari 117 orang yang diusulkan, 96 orang yang lulus menjadi PNS,” ungkap Bahrain, seraya menambahkan, masa kerja yang harus dipenuhi honorer K1 selama satu tahun per 31 Desmeber 2005.

Lebih jauh di katakan Bahrain, honorer K2 yang nantinya akan mengikuti ujian. Dapat menjadi PNS apabila memiliki hasil yang bagus. “Saya belum tahu seperti apa penghitungan nilainya. Sebab, soal ujian dan penghitungnan hasil ujian itu dilakuikan dari pusat. Tapi yang jelas, kalau memang honorer K2 itu memiliki hasil buruk, kemungkinan besar tidak dapat jadi PNS,” tegas Bahrain.

Disinggung nasib honorer K2 jika tidak lulus menjadi PNS setelah mengikuti ujian, Bahrain juga mengaku tidak tahu pasti soal itu. “Memang, sejak tahun 2005 ke atas, sudah tidak dibenarkan lagi perekrutan tenaga honorer. Jadi, saya juga tidak tahu bagaimana nasib honorer K2 jika tidak lulus ujian. Mengenai lokasi ujiannya, tetap dilakukan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Binjai,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah dikabarkan sudah membuka seleksi Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) untuk pelamar umum. Izin prinsip kuota formasi CPNS baru yang diusulkan instansi pusat dan daerah sudah disahkan. Bahkan, Pendaftaran dikabarkan akan berlangsung Juli dan tes dilakukan pada Agustus mendatang.

Menanggap hal ini, Bahrain mengaku belum mengetahuinya. Bahkan, ia sendiri belum mendapat kabar soal tersebut. “Memang saya ada dapat kabar, katanya memang seperti itu. Tapi, kami sampai sekarang belum ada mendapat surat pemberitahuan apapun dari Pusat. Biasanya, kalau sudah ada penerimaan CPNS jalur umum, kami pasti mendapatkan surat pemberitahuan,” ujar Bahrain, seraya menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan provinsi, tetapi pihak provinsi juga belum dapat kabar. (ari/ndi/sam/esy/jpnn)

14 Hari, 3 Penghargaan Nasional Digondol

Menteri Perdagangan Berikan Award BPSK kepada Pemko Medan

Bulan Juni 2012 baru saja berjumlah 14 hari, Pemko Medan sudah meraih sebanyak 3 penghargaan tingkat nasional. Hal itu menunjukkan Wali Kota Medan seris mengelola Pemko Medan dan Pemerintah Pusat memberikan perhatiannya terhadap Kota Medan.

Adapun penghargaan yang diraih Pemko Medan sepanjang Juni 2012 ini, antara lain Piala Adipura,  kemudian penghargaan Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) karena keberhasilan penggunaan Information Technology (IT) dan kemarin (13/6), Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin Msi menerima penghargaan  award Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dari Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan di Hotel Mercure Jalan Pantai Indah Ancol Jakarta Baycity, Jakarta Utara.

“Alhamdulillah, Pemko Medan mendapatkan penghargaan lagi dari Pemerintah Pusat, dan sepanjang Juni 2012 ini sudah tiga penghargaan. Ini menunjukkan, Pemko Medan mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Pusat,” kata Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM kepada Sumut Pos.

Usai menerima penghargaan dari Menteri Perdagangan, Dzulmi Eldin membeberkan, penghargaan yang diberikan Menteri Perdagangan kepada Pemko Medan atas penilaian kinerja khususnya dalam rangka penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Medan.

Dia membeberkan, Pemerintah Pusat menilai Pemko Medan dianggap mampu menyelesaikan seluruh persoalan  yang dialami konsumen, bahkan ada kecendrungan penyelesaiannya sangat baik.

“Atas dasar penilaian itu, Pemko Medan diberikan penghargaan,” kata Eldin setibanya di VIP Room Bandara Polonia Medan, Kamis (13/6) siang.
Kehadiran Wakil Wali Kota Medan yang membawa penghargaan itu disambut Sekda Medan Ir H Syaiful Bahri, Wakil Ketua DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu, para Asisten Pemko Medan, serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan.

Eldin menerangkan, Menteri Perdagangan menilai, BPSK Kota Medan berperan aktif dalam menyelesaikan sengketa konsumen, uniknya sengketa konsumen yang dilayani BPSK Kota Medan ini tak hanya melayani untuk warga Kota Medan saja, melainkan warga dari daerah lainnya yang belum memiliki lembaga seperti BPSK Kota Medan. “Insya Allah semua sengketa dan persoalan hukum yang dialami warga dari daerah lain bisa diselesaikan. Inilah yang menjadi satu faktor penilaian lebih bagi Pemko Medan,” sebutnya.

Untuk diketahui Kementerian Perdagangan melakukan penilaian terhadap 45 kota se- Indonesia, dari jumlah itu ada sebanyak 15 kota yang terpilih untuk mendapatkan penghargaan. Tapi, hanya lima kota yang berhasil mendapatkan piala dan sertifikat. Satu diantaranya Kota Medan. Sedangkan yang 10 kota lainnya hanya mendapatkan sertifikat.

“Ini tentunya sangat membanggakan bagi kita. Apalagi penghargaan seperti ini merupakan yang pertama kali diraih Pemko Medan,” paparnya.
Eldin mengajak warga Kota Medan untuk mensyukuri atas keberhasilan yang diraih ini. Tentunya, keberhasilan yang diraih berkat pembinaan yang dilakukan Wali Kota Medan terhadap BPSK Kota Medan.

Terkait dengan kriteria penilaian yang dilakukan, Eldin mengungkapkan masalah administrasi, kondusifitas lembaga serta bagaimana pelayanan yang diberikan kepada konsumen serta pola menyelesaikan keluhan-keluhan yang disampaikan.  Dari kriteria itu, Kota Medan memiliki bukti tertulis yang ada sama dewan juri.  Sedangkan dewan juri berasal dari pihak indpenden, artinya tidak hanya berasal dari kalangan Departemen Perdangangan tetapi juga dari kalangan akademisi.

Lebih lanjut, dia mengingatkan apa yang diraih ini jangan langsung membuat puas diri, melainkan harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja sehingga dapat memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat selaku konsumen.

“Kita harapkan BPSK Kota Medan harus terus melayani dan menyahuti keluhan-keluhan dari konsumen. Seluruh keluhan maupun sengketa yang disampaikan konsumen harus dapat diselesaikan lebih baik lagi ke depannya. Khususnya dalam hal mendukung kinerja Pemko Medan, kita juga harus menyiapkan sarana dan prasarananya sehingga mereka merasa tenang dan nyaman dalam memberikan pelayanan kepada konsumen,” ujarnya. (dya)

Partisipasi Masyarakat Mulai Menanjak

Penghargaan dari Pemerintah Pusat terus berdatangan ke Kota Medan, hal itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemko Medan mulai meningkat. Fakta itu bisa dilihat dari beberapa program Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM dan Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S, MSi selalu mendapatkan dukungan yang baik dari masyarakat.

Demikian disampaikan Sekda Kota Medan, Ir H Syaiful Bahri kepada Sumut Pos, Kamis (13/6). Menurut mantan Kepala Bappeda Kota Medan itu, partisipasi masyarakat bisa dilihat dari beberapa program Pemko Medan yang selalu diterima masyarakat. Bahkan, sifatnya bukan sebatas menerima, melainkan sudah langsung bergerak untuk melakukannya.

Dia menyebutkan, sekarang ini program yang mendapatkan dukungan baik dari masyarakat adalah program penghijauan dan pembersihan sungai. Kedua program disambut baik masyarakat dengan cara membentuk kelompok-kelompok yang peduli terhadap sungai dan penghijauan lingkungan.
“Saya berharap, dukungan masyarakat untuk Pemko Medan terus membaik. Insya Allah kami terus bekerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Medan,” sebutnya.

Disisi lainnya, Syaiful mengingatkan, setiap pimpinan SKPD untuk terus meningkatkan kualitas kerja, khususnya dalam hal mengejar dan menyukseskan program yang telah diusung setiap instansi. Dengan cara itulah, masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan yang baik dari Pemko Medan.
“Sekarang ini saatnya pemerintah sebagai pelayanan masyarakat, bukan sebaliknya. Jadi marilah kita sama-sama bekerja untuk masyarakat Kota Medan,” ajaknya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan Pemko Medan tidak akan bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan program yang telah disusun, melainkan butuh dukungan yang lebih banyak dari masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan program kerja dari bapak Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap dan Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S, MSi dapat didukung seluruh masyarakat Kota Medan, sehingga kota yang kita cintai ini menjadi kota nyaman bagi warganya,” sebutnya.

Tak hanya itu, Syaiful membeberkan pelayanan yang ada di Puskesmas, e-KTP serta beberapa sentral pelayanan perizinan lainnya memang terkadang ada muncul ketidak puasan masyarakat. Tapi, Pemko Medan tak akan diam.

“Kami terus melakukan evaluasi dan membuat formula baru. Seperti menghadirkan mobil pengurusan KTP keliling serta mobil Puskemas keliling. Sampai sekarang masih tetap berfungsi,” ujarnya. (dya)

XL XmartPlan Maksimalkan Kebutuhan Pelanggan

MEDAN- Komunitas yang tergabung dari beberapa elemen mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga pemerhati gadget telah menyampaikan kepuasan mereka saat menggunakan paket XmartPlan. Hal ini disampaikan saat puluhan pelanggan ini bersilaturahmi bersama jajaran management XL di Merdeka Walk Medan, Selasa (12/6) malam. Obrolan malam yang serius tapi santai berlangsung akrab, diselingi makan malam bersama.

“Kita ingin mendengar langsung dari pelangganyang menggunakan paket XmartPlan setelah dilaunching nya program ini beberapa waktu yang lalu. Tidak disangka hasilnya luar biasa, seluruh pelanggan yang hadir dan yang telah menggunakan paket XmartPlan sangat puas dengan paket tersebut telah menjawab kebutuhan mereka saat ini,” kata GM Sales Operation Northern West Swandi Tjia.

Menurut Swandi, saat ini pengguna smartphone di Indonesia semakin meningkat termasuk penggunaan dari smartphone itu sendiri. Beberapa tahun belakang smartphone masih banyak digunakan untuk menelepon dan sms. Seiring dengan perkembangan teknologi dan aplikasi, saat ini pengguna smartphone lebih mengarah ke penggunaan aplikasi.

“Di Indonesia penggunaan smartphone lebih banyak digunakan untuk media sosial, browsing internet, instant messenger, menonton video dan download aplikasi. Efeknya penggunaan nelpon dan SMS berbasis teks sudah mulai menurun dan beralih ke pesan instan. Selain itu pengguna smartphone sangat membutuhkan kecepatan internet yang stabil tanpa internet smartphone hanyalah ponsel biasa,” jelas Swandi.

Seperti yang disampaikan Joni Wibowo, salah seorang mahasiswa yang telah mengunakan smartphone 2 tahun belakangan ini sangat merasa puas dengan program Paket XL XmartPlan. “Saya sudah buktikan sendiri bahwa browsing dengan kartu XL XmartPlan jauh lebih cepat dibandingkan provider lain,” katanya.

Paket XL XmartPlan ini diluncurkan 7 Juni hingga 31 Juli 2012, XL memberikan tarif khusus XmartPlan sebesar Rp 99 ribu/3 bulan yang didalamnya sudah termasuk benefit bulanan berupa kuota data 500MB, nelpon gratis selama 200 menit, dan 200 SMS ke sesama XL. Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan gratis akses ke jejaring sosial (m.facebook dan m.twitter) masing-masing 100MB setiap bulannya.

Tarif promo ini hanya berlaku untuk pelanggan XL yang baru dan pelanggan lama yang sudah tidak berlangganan paket internet bulanan selama 30 hari.
Paket XL XmartPlan yang didukung jaringan HotRod 3G+ dengan kemampuan 3,75 G telah menyajikan akses internet berkecepatan hingga 7.2Mbps. Dengan pengalaman baru menggunakan paket XmartPlan, diakui telah memaksimalkan pelanggan saat berselancar di dunia maya. (ila)

Tiga Bulan ke Depan, CPO Terus Turun

MEDAN- Harga Crude Palm Oil (CPO) Sumut terus mengalami penurunan sejak awal Juni lalu. Hal ini dikarenakan perekonomian global yang belum seutuhnya membaik. Sehingga permintaan akan CPO dari buyer (pembeli) menurun. Harga minyak sawit mentah ini cukup mengalami penurunan. Tercatat sejak April, CPO menyentuh harga USD1.180 perton, sedangkan saat ini, harganya berkisar USD1.035 perton.

Menurut Bendahara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Laksamana Adyaksa, penurunan harga CPO ini sudah diprediksi sejak tahun lalu, saat krisis Yunani baru terjadi. Penurunan harga CPO ini, juga menyebabkan turunnya harga tandan buah segar (TBS), baik di tingkat pabrikan maupun petani.

“Hingga tiga bulan ke depan, kami perkirakan penurunan harga masih terus terjadi. Mudah-mudahan setelah ini kondisi ini kembali membaik,” ujarnya. Tercatat Selasa (12/6), harga CPO tingkat dunia sebesar USD1.098 perton atau harga sekitar Rp8 ribu per kilo.

Menurut Ketua Gapki, Timbas Ginting, naik turunnya harga CPO saat ini, selain karena pasar dunia, juga dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia. Karena tidak dipungkiri, pengangkutan CPO menggunakan kapal, yang notabene bahan bakarnya menggunakan minyak.

“Kalau saat ini, harga juga dipengaruhi oleh minyak mentah dunia. Naik harga minyak mentah, naik pula harga CPO, dan sebaliknya,” ujar Timbas.
Penurunan harga ini, juga berpengaruh pada harga penjualanan petani, terutama harga TBS (Tandan Buah Segar). “Kalau petani kan hanya menjual TBS, sedangkan pabrik yang menjual CPO,” ujar Wakil Sekretaris Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Taswin Kaflan.

Dirinya menjelaskan, naik turunnya ini tidak berpengaruh pada petani. Karena hal ini sudah sering terjadi, minimal setahun sekali. “Karena sesuai dengan pasar, jadi kita tidak sudah terbiasa. Walaupun kerugian yang kita rasakan nantinya adalah BK (Bea Keluar),” ujar nya.

Menurutnya, kerugian yang akan dialami oleh petani 2 kali. Pertama harga turun, dan kedua BK, walau yang membayar itu adalah pengusaha. “Tetapi BK itukan jadi cost produksi, jadi pasti harga beli kita yang diturunkan,” tambahnya.

Taswin juga menjelaskan, selain karena krisis moneter, turunnya harga juga disebabkan sedikitnya permintaan oleh buyer, karena panen raya dinegara mereka. “Kalau panen raya, seperti bunga matahari, gandum, dan lainnya. Minyak sawit diganti dengan minyak tersebut. Jadi permintaan turun, sehingga harga juga menurun.” Tutupnya. (ram)

50 Hektar Hutan di Karo Terbakar

Suhu Mencapai 37 Derajat Celcius

KARO-Suhu di Sumatera Utara (Sumut) yang mencapai 37 derajat celcius saat siang hari akhirnya menimbulkan kebakaran. Adalah kawasan hutan di Karo seluas 50 hektar kemarin terbakar. Beruntung, kebakaran itu tidak melebar dan berhasil dipadamkam.

Kebakaran melanda hutan negara di kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Rabu (13/6). Lahan yang terbakar tersebut yakni didaerah Desa Sukanalu, Simacem dan Bekerah, Kecamatan Naman Teran, Karo. Api diketahui mulai menyala sekitar pukul 09.00 WIB, dan api baru berhasil dijinakan pukul 16.00 WIB.

“Sebagian besar api sudah padam dan dua unit mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi kebakaran dan dibantu oleh warga sekitar juga,” kata Kepala Dinas Kehutanan Karo, Sucipto.

Sucipto yang berada di sekitar Desa Sukanalu, kemarin, menyebutkan perhitungan sementara luas areal yang terbakar itu mencapai 50 hektar. Sebanyak 42 hektar lahan milik warga, dan delapan hektar sisanya hutan lindung. “Kebakaran ini disebabkan aktivitas perladangan yang memakai sistem bakar dan kita masih menyelidiki dari mana sumber apinya,” sebutnya.

Dalam usaha pemadaman, terang Sucipto, pihaknya selain dibantu oleh warga juga dibantu dengan dua mobil pemadam kebakaran pemberian menteri. “Kita juga menurunkan dua mobil yakni mobil pemadam kebakaran yang bernama Manggala Api, yang diberikan oleh menteri. Mobil ini sendiri merupakan mobil gardan dua di mana mobil ini bisa masuk ke lokasi kaki gunung dan mobil ini dilengkapi dengan alat pemadaman,” jelasnya.

Tambahnya, pertama dilakukan pemadaman kebakaran pada sekeliling lokasi agar api tak merambat ke tempat lain. “Selanjutnya mobil Manggala Api gerdang dua itu masuk ke dalam lokasi secara bergantian dan dibantu juga oleh warga karena kebanyakan perladangan warga yang terbakar. Intinya pinggirannya terlebih dahulu agar tak merambat. Warga juga kooperatif dengan membantu memadamkan api,” akunya.

GPS Pemantau Gunung Api pun Hangus

Akibat peristiwa kemarin, selain hutan yang terbakar, satu  dari tiga peralatan pengukur pergerakan gunung api (GPS) yang dipasang di  perbukitan Sinabung pun hangus.

“GPS dipasang tiga titik di perbukitan Sinabung. Dua tidak terkena imbas kebakaran hutan. Kedua alat itu masih dapat mengirim sinyal pergerakan lempeng (denyut nadi Sinabung), ke alat Seismograf di pos pemantau. Walau demikian dari koordinasi dengan pihak Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) alat yang rusak akan segera digantikan,” ungkap Kaban Kesbang Pol dan Linmas Pemkab Karo Drs Suang Karo-Karo, kemarin.
Menurut Suang, pemantauan terhadap aktivitas gunung api yang baru meletus bulan Agustus 2010 lalu itu, masih dapat dilakukan oleh pihak pos pemantau di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpng Empat.

Soal kebakaran, Suang tak menampik kalau proses pemadaman bukan kerja yang gampang. Pasalany, medan kebakaran terjal. Titik api terdekat sekitar 2 km dari jalan aspal. Hembusan angin kencang juga membuat penyebaran api menjadi cepat dari satu titik ke titik lainnya. “Oleh karenanya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) kita, Barisan Pencegah dan  Pemadam Kebakaran (BP2K) disertai dua unit damkar Pemkab Karo dibantu warga sekitar tidak dapat berbuat banyak di lapangan. Api menghanguskan kawasan hutan dan perladangan NdokumTunggal Bantul, Desa Sukanalu (20 hektar).  Dan perladangan Pengkih Cingkem, Desa Simacem (30 hektar),” kata Suang.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos, api mulai terlihat bekobar sekitar pukul 09.00 WIB dan terus merambat ke kaki perbukitan Sinabung. Api dapat dipadankan sekitar pukul 16.00 WIB. Kebakaran diprediksi dari tindakan warga yang melakukan pembersihan/pembakaran  rumput di areal perladangannya. Hembusan angin yang  kencang membawa percikan api ke areal lainnya.

Terpanas Sejak 1977

Sementara itu, Kepala Data & Informasi BMKG Wilayah I Medan, Hendra S menuturkan, pihaknya sudah memberitahukan bahwa di saat musim panas seperti saat ini memang berpotensi terjadinya kebakaran. “Ada 4 titik api di antaranya di Tapanuli Selatan, Madina, dan Karo,” katanya.
“Suhu saat ini mencapai 37 derajat celcius dan malam hari suhunya mencapai 30-31 derajat Celcius,” tambahnya.

Hal senada juga diucapkan, Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi BMKG Polonia, Hartanto. Dijelaskannya, suhu yang sangat terik dalam beberapa hari ini adalah yang terpanas sejak 1977. “Suhu panas terik di Medan sudah dimulai sejak pekan lalu. Suhu tertinggi terjadi pada Selasa kemaren yakni 36,9 derejat celcius. Suhu dalam beberapa hari ini merupakan suhu yang tertinggi terjadi di Kota Medan sejak tahun 1977,” akunya.

Tambahnya, sekitar tahun 1981 pernah juga terjadi panas terik, tapi tak mencapai 36,9 derajat. Menurutnya, faktor penyebabnya adalah angin monsun barat daya yang bersifat kering yang menghambat pembentukan awan sehingga cuaca cerah dan sinar matahari langsung ke permukaan bumi. “Kepada warga masyarakat, agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan,” imbaunya. (jon/wan/mag-19)

Sebaran 21 Titik Api Panas di Sumut

Luas Lahan Hutan di Sumut mencapai 3.742.120 Hektar

Kawasan Titik Panas Rendah

  • Langkat
  • Medan
  • Deliserdang
  • Serdangbedagai
  • Tebingtinggi
  • Pematangsiantar
  • Karo
  • Tapanuli Tengah-Sibolga
  • Tapanuli Selatan-Padangsidempuan
  • Mandailing Natal
  • Nias
  • Nias Selatan

 Kawasan Titik Panas Sedang

  • Dairi
  • Pakpak Barat
  • Tapanuli Utara
  • Humbang Hasundutan

Kawasan Titik Panas Tinggi

  • Tanjungbalai
  • Asahan
  • Labuhanbatu-Rantau Prapat
  • Simalungun
  • Toba Samosir

Sumber: BMKG Balai Besar Wilayah I Medan

Membersihkan Sekaligus Relaksasi

Terapi Ear Candle

Anda mungkin biasa menggunakan cotton bud untuk membersihkan kotoran telinga. Namun sebaiknya cotton bud hanya digunakan untuk membersihkan lipatan luar telinga. Cara membersihkan kotoran  telinga yang  saat ini banyak dipilih  adalah dengan terapi  ear candle atau ear cone.

Terapi ear candle atau terapi lilin adalah terapi yang menggunakan lilin khusus yang dibakar. Ear Therapy Candle sebenarnya sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Konon terapi ini berasal dari suku Indian kuno di Amerika Selatan. Awalnya menggunakan kulit jagung yang dicelupkan ke dalam sarang lebah. Sekarang ear therapy menggunakan lilin khusus yang terbuat dari kain linen berkualitas yang dilapisi sarang tawon. Dan bagian tengahnya berlubang.

Cara menggunakannya adalah dengan menaruh lilin di wadah semacam tatakan gelas yang telah dilubangi . sehingga lilin dapat menembusnya.  Ujung lilin ditaruh di liang telinga, sementara ujung yang satu dibakar. Setelah sekitar 15 menit, lilin dimatikan. Kemudian diulangi untuk telinga yang satu lagi. Setelah itu kedua ujung lilin dipotong dan akan terlihat kotoran. Itulah kotoran dari telinga yang tidak terjangkau oleh pembersih telinga. Bagaimana bisa? asap atau uap dari lilinlah yang menarik semua kotoran tersebut.

Selain untuk mengeluarkan kotoran telinga, terapi ini bisa menghilangkan insomnia, vertigo, mengatasi infeksi telinga, mempertajam pendengaran, mengurangi sinusitis, mengatasi telinga yang berdengung,  serta melegakan pernafasan.

Saat ini banyak salon kecantikan maupun tempat perawatan memberikan jasa ear candle therapy.  Di Medan salah satunya bisa didapat di Nah, terapi Ear Candle ini, salah satunya dapat dilakukan di Chey Salon & Spa  yang terletak di Jalan Industri Ringroad Medan. Sebelum melakukan terapi, biasanya terapis akan memulainya dengan merilekskan telinga pasien.

Setelah diurut, atau diberi sentuhan rileksasi, selanjutnya terapis akan memulai totok telinga di bagian titik tertentu. Selayaknya totok wajah, pada penekanan di totok  sesuai dengan pergerakkan nafas si pasien. “Sesuai dengan nafas pasien, jadi lebih memudahkan untuk melihat apakah si pasien sudah rileks atau bagaimana,” ujar pemilik salon Chey, Cindy.

Setelah rileksasi dan totok dilakukan, maka proses untuk terapi dimulai. Lilin, dibalut kertas akan dimasukkan ke lubang telinga, setelah itu, lilin tersebut akan dibakar. Jangan takut, saat pembakaran ini, terapis akan menjaga lilin untuk tidak menyentuh kulit, atau dengan kata lain lilin akan dipegang oleh terapis agar tetap berdiri. Nah, nantinya akan terlihat kotoran telinga saat lilin sudah habis, dan bentuk kotoran akan menjadi padat,”ujarnya.

Setelah terapi ear candle, biasanya terapis akan mengurut ringan kepala, pundak, dan leher pasien, agar tetap rileks. Dan diharapkan, bagi pasien yang melakukan terapi ini untuk tetap menjaga telinga selama 3 hari. Dimana, telinga tidak boleh menggunakan ear phone, atau teleponan terlalu lama, dan menggunakan cotton bud.

“Hal ini untuk menghindari telinga merandang, kan baru dibersihkan, jadi, kasih kesempatan untuk istirahat dari elektromagnetik,” tambah Cindy.  (ram/bbs)