Home Blog Page 13369

Menang Undian, Patriot Merah Juara Pool A

MEDAN- Tim SSB Patriot Merah kokoh di puncak klasemen pool A Turnamen Super Seri VI Patriot setelah memenangi undian yang dilakukan untuk menentukan juala pool. Pasalnya, dari tiga tim yang bertanding di pool A, ketiganya menuai hasil seri 0-0, sehingga harus dilakukan pengundian.

Sebelumnya, SSB Patriot Merah bermain imbang 0-0 dengan SSB Surya Putra Sampali di Lapangan Patriot Jalan Air Bersih, Medan Kota, Rabu (13/6). Begitu juga ketika SSB Patriot Merah dan SSB Surya Putra Sampali melawan SSB Op Ladon, hasilnya 0-0.

Karena ketiga tim menuai poin sama-sama 2 dan selisih gol juga 0-0, maka panitia memutuskan untuk dilakukan pengundian. Akhirnya, dari hasil undian tersebut, SSB Patriot Merah menjadi juara pool, sedangkan SSB Surya Putra Sampali menjadi runner up pool. Sementara SSB Op Ladon diurutan ketiga dan harus gugur.

“Pengundian itu dilakukan dengan melakukan kesepakatan antara ketiga peserta dan panitia,” tutur Rifo, selaku ketua panitia pelaksana pertandingan kepada wartawan ketika dijumpai usai pengundian.

Rifo yang juga pelatih tim Patriot Merah mengaku belum puas dengan hasil tersebut, karena timnya belum pernah menghasilkan gol. “Masuk ke babak 32 besar adalah beban yang cukup besar, apalagi kami lolos dengan pengundian, bukan karena kemampuan anak-anak,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Agung Putra Nugraha selaku manajer SSB SPS. “Yang penting kita slalu memberikan pembinaan yang terbaik untuk anak-anak,” pungkasnya. (mag-10)

Pemasangan Pilar jadi Kendala

Konflik berkepanjangan di areal eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN2 Sei Semayang Binjai yang tak kunjung usai, membuat semua kalangan resah. Guna mencari solusi pertikaian di lahan eks PTPN 2 Sei Semayang itu, Muspida Binjai akhirnya duduk bersama dengan kelompok tani di Aula Catur Sakti Polres Binjai, Rabu (6/6) lalu.

Dalam pertemuan itu, hadir pula pihak BPN Sumut, BPN Binjai dan Langkat, PTPN 2, serta Ketua Kelompok Tani yang bersengketa dengan pihak PTPN 2. Saat pertemuan berlangsung, Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon selaku pimpinan rapat menyampaikan, pertemuan yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui titik permasalahan yang ada di areal eks PTPN 2 Sei Semayang di Kota Binjai.

Dia mengatakan, selama ini, pihaknya ragu dalam mengambil tindakan atas pertikaian yang terjadi di atas lahan sengketa tersebut. Terlebih, semua pihak bersikeras mengklaim kepemilikan lahan eks PTPN2 tersebut.

“Saya mengharapkan ada titik terang penyelesaian ataupun suatu keputusan yang konkret dari semua pihak baik BPN, PTPN 2 maupun kelompok tani yang terlibat dalam sengketa lahan di Binjai ini,” ucapnya saat itu.

Untuk itu, dirinya mengundang segenap pengurus kelompok tani, BPN, pihak PTPN2 dan Pemko Binjai untuk duduk bersama merundingkan persoalan sengketa tanah marak terjadi belakangan ini. “Bukan hanya di Kota Binjai, melainkan sudah menjadi isu nasional,” paparnya.

Terkait patok pilar, Wali Kota Binjai HM Idaham langsung mempertanyakan hal tersebut ke pihak PTPN 2 Sei Semayang. Dengan nada keras, Idaham mempertanyakan kendala pemasangan patok pilar di areal eks PTPN 2 Sei Semayang di Kota Binjai berdasarkan SK 44.

“Sekarang ini, berapa patok pilar yang sudah dipasang dan berapa lagi yang belum terpasang? Apa rupanya kendala pihak PTPN2 sehingga belum menyelesaikan pemasangan patok pilar di areal eks PTPN2 Sei Semayang ini?” tanya Idaham.

Dengan gugup, Humas PTPN 2 Sei Semayang Eka Damayanti menuturkan, pihaknya terkendala persoalan keamanan dan waktu untuk memasang patok pilar. Soalnya, beberapa kali dilakukan pemasangan, kerab mendapat kendala dari warga.

“Kendala kami karena peristiwa bentrok kemarin dan waktu. Untuk saat ini, patok pilar yang sudah dipasang sebanyak 154 pilar dari 254 pilar yang bakal dipasang,” ucapnya. (ndi)

PT Perkebunan Terima Modal Rp47 Miliar

MEDAN- Dana penyertaan modal yang diperuntukkan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sejauh ini yang baru menerima hanya PT Perkebunan dengan nominal Rp47 miliar.

Sementara, BUMD lainnya seperti, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi, PD Perhotelan, PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) dan PT Sarana Prasarana Sumut belum bisa dicairkan karena masih harus diverifikasi kembali.

Menurut Kepala Biro (Kabiro) Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara (Setdaprovsu) Mahmud Sagala, mengatakan ketiga BUMD tersebut belum bisa menerima dana penyertaan modal tersebut karena masih dalam tahap verifikasi. Sebagian ada juga yang belum melengkapi tiga persyaratan yang harus dipenuhi.

“Sampai Juni ini hanya PT Perkebunan yang kami cairkan Rp47 miliar,” kata Mahmud kepada wartawan di Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (13/6).

Dia mencontohkan seperti PT Sarana Prasarana Sumut yang telah ditetapkan dalam APBD 2012 untuk menyetorkan Rp34 miliar ternyata harus dibuat peraturan daerah (perda) yang baru. Karena penyertaan modal yang harus disetorkan ternyata sudah melebihi batas perda sebelumnya.
Sedangkan untuk PDAM Tirtanadi sebesar Rp200 miliar masih dalam proses verifikasi kelengkapan syarat yang diajukan seperti sudah diatur dalam perda, telah diaudit oleh akuntan publik dan memiliki bisnis plan.

Disinggung mengenai pernyataan Sekdaprov Sumut Nurdin Lubis pada 24 Mei lalu, PDAM Tirtanadi sudah bisa dicairkan Juni ini, Mahmud mengaku tidak mengetahui.

“Tidak tahu saya, nanti saya tanya lagi ke Sekda. Seingat saya masih diverifikasi,” ujarnya.
Sedangkan untuk PD AIJ Rp9 miliar dan PD Perhotelan Rp5 miliar masih belum dicairkan karena masih harus diaudit akuntan publik. Jika semua persyaratan sudah dipenuhi, Pemprov Sumut akan menyerahkan penyertaan modalnya.

Secara terpisah Pelaksana tugas (Plt) Direktur PD AIJ Armansyah mengakui ada persyaratan yang belum mereka penuhi untuk mencairkan penyertaan modal tersebut. Karena saat ini audit dari akuntan publik masih akan dilakukan. “Juni ini akan kami selesaikan,” ujarnya.
Dia berharap semua proses pencairan penyertaan modal tersebut bisa diselesaikan secepatnya.  Karena dengan tambahan modal tersebut nantinya akan dilakukan pengembangan perusahaan dan penambahan alat-alat tambahan yang dibutuhkan.

Selama belum ada tambahan modal, pihaknya masih mencoba membuka kerjasama percetakan dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemrov Sumut. (ari)

PSB SMA Sebaiknya Melalui Testing

081375933xxx

Kepada Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan yang terhormat. Mohon agar Penerimaan Siswa Baru (PSB) untuk SMA dilakukan melalui testing Pak. Karena kalau melalui NEM banyak yang ujian UAS kemarin mendapat kunci jawaban dengan bandrol Rp100 ribu per mata pelajaran. Jadi tolonglah Pak, biar fair. Kasian Pak kalau memang siswa pintar menjadi tersisih.

Kaputusan Bersama Dua Menteri

Terima kasih atas saran yang diajukan. Namun, untuk PSB ini kita memang harus mengikuti panduan tentang tata cara dan sistem yang sudah ditandatangani oleh dua menteri. Yakni keputusan bersama dua menteri mengenai PSB yang ditandatangani Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dan pada keputusan itu sudah ditentukan bahwa PSB dilakukan tidak melalui jalur ujian.

Mengenai adanya kunci jawaban yang beredar, selama berjalannya ujian kami belum menemukan hal tersebut dalam pengawasan. Kami juga sudah menerapkan pengawasan berlapis untuk meminimalisir hal itu. Yakni adanya pengawas independen dari perguruan tinggi, pengawas internal dari Dinas Pendidikan Kota Medan sendiri dan adanya pengawas eksternal.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

PTPN 3 Serdang I Jual Sembako Murah

TEBINGTINGGI- Pelaksanaan gelar pasar murah yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PTPN 3 Distrik Serdang I meliputi Kebun Gunung Para,Gunung Pamela,Gunung Manako dan Kebun Silau Dunia bagi-bagi sembako murah kepada warga miskin dan kurang mampu.

“ Kegiatan pasar murah ini dilakasanakan mulai tanggal 5 hingga 9 Juni pada kebun yang tergabung di Distrik Serdang I. Tujuannya PTPN 3 peduli dengan masyarakat miskin kurang mampu yang tinggal di sekeliling perkebunan,” ujar Distrik Manejer Serdang I, Ir Felix Giwa Djaha MSC didampingi Bastanta Paragin-Agin SE Kabid Umum dan Manejer PTPN 3 Kebun Gunung Pamela, H Tambal Siregar kepada Sumut Pos, Senin (11/6) di PTPN 3 Kebun Pamela,Kecamatan Sipispis,Kebupaten Serdang Bedagai.

Sembako yang dijual di bawah harga standar itu (30 persen) menurut Felix Giwa meliputi berbagai kebutuhan pokok seperti beras sebanyak 7,5 kg, gula pasir sebanyak 2 kg dan minyak goreng sebanyak 2 liter. (mag-3)

Belum Setahun Cor Beton di Gang Legiman Rusak

082164050xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan. Gang Legiman Lingkungan 12 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli belum setahun dicor beton ready mix sudah rusak. Mohon diperiksa mutu dan standar pengerjaannya. Terima kasih.

Akan Segera Diperiksa Dinas Terkait

Terima kasih atas laporannya. Informasi ini akan segera kami koordinasikan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas PU Kota Medan. Hal ini dimaksudkan agar ada pemeriksaan lebih lanjut dari dinas terkait dalam pengerjaan proyek tersebut. Kami juga akan meneruskan pemberitahuan ini ke pihak Muspika setempat agar dilakukan tindak lanjut terhadap masalah tersebut.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Dua Bulan tak Sadarkan Diri, Hanya Dibantu Oksigen

Mariana, Penderita Radang Selaput Otak

Maria Alicia Br Simanjuntak (13), warga Jalan Jermal 15 Gg Buntu Medan Denai, sudah dua bulan terbaring lemah di Ruang III Anak RSUD dr Pirngadi Medan tak sadarkan diri. Maria didiagnosa tim medis menderita meningitis serosa atau radang selaput otak.

Kusuma Ramadhan, Medan

Tak ada seuntai kalimatpun yang bisa keluar dari bibir mungil Maria. Hanya air matanya sesekali yang terlihat menetes di pipinyan
Kondisi ini jauh berbeda ketika dirinya masih dalam kondisi sehat.

Gadis yang masih duduk di bangku kelas I SMP 23 Medan, adalah murid yang selalu diandalkan sekolah untuk mengikuti lomba paduan suara.
Terbukti Maria dan teman-temannya berhasil meraih juara II paduan suara tingkat SMP se-Kota Medan beberapa waktu lalu.
Abang kandung Maria, Samuel (16) juga tak mampu berbuat banyak dengan kondisi adiknya yang sangat ia sayangi.

“Dia (Maria) pintar di kelasnya, bahkan dia juga pintar nyanyi sehingga sering diajak gurunya lomba paduan suara,”ujar Samuel, saat ditemui di ruang perawatan Maria, Rabu siang (13/6).

Samuel hanya bisa bisa mengenang saat -saat Maria aktif sebelum sakit. Samuel tak yakin apakah adiknya bisa aktif lagi nantinya seperti sebelum-sebelumnya.

Sebab, akibat penyakit yang diderita adiknya itu, jangankan untuk menyanyi, bersuara pun Maria tak berdaya lagi.
Layaknya seperti seorang penderita stroke, Maria hanya mampu terbaring dengan bantuan oksigen yang sesekali diberikan perawat untuk membantu pernafasannya.

“Dia bisa merespon kalau orang di sekelilingnya berbicara. Hanya saja dia tak bisa ngomong,” ujar Samuel.
Kini buah hati pasangan Mendiang Desi (35) dan Runggu Simanjuntak (50) ini juga harus merelakan kehilangan kesempatan untuk mengikuti ujian akhir semester di sekolahnya.

Dari penuturan Samuel, adiknya menderita penyakit meningitis, berawal dari demam dan batuk yang dialaminya pada akhir Maret 2012 lalu. Sehingga Maria harus dibawa berobat ke klinik yang tak jauh dari kediamannya.

Sayangnya, penyakit yang diderita anak keempat dari enam bersaudara itu tak kunjung sembuh, hingga harus dirujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan pada 3 Februari lalu dengan berbekal kartu JPKMS.

“Saat masuk pertama di RSUD dr Pirngadi dia sempat didagnosa mengalami penyakit typus, namun karena kondisinya semakin parah hingga tak sadarkan diri, keluarga membawa dia ke RS Elizabeth,”tutur Samuel.

Berdasarkan hasil scanning di RS Elizabeth, Maria ternyata menderita infeksi paru-paru dan infeksi radang otak.
“Namun ketiadaan biaya karena ayah kami hanya supir angkot, Maria dibawa kembali ke Pirngadi dan mengurus kartu JPKMS-nya,”ucap Samuel.
Kini harapan besar keluarga adalah kesembuhan Maria.

Pasalnya sang bibi pernah menjanjikan Maria untuk sekolah di keperawatan.

Karena dari penuturan Samuel, harapan besar dan cita-cita Maria selama ini adalah menjadi seorang dokter yang bisa mengabdi bagi orang lain. Kiranya, harapan mulia itu bisa direalisasikan lewat doa, keajaiban serta harapan besar keluarga untuk bisa meraih mimpi sang Maria.
“Kami berharap Maria bisa sembuh meskipun harus menunggu lama. Karena kata dokter radang otaknya hanya bisa disembuhkan dengan konsumsi obat sampai 10 bulan. Doakan ya bang adik saya bisa lekas sembuh agar bisa melajutkan sekolahnya,” imbuh Samuel seraya berterimakasih bila ada dermawan yang mau meringankan beban keluarga mereka.

Sementara Kasubag Hukum dan Humas RSUPM, Edison Perangin-perangin SH MKes menerangkan, kalau pihak medis akan tetap merawat pasien Maria yang  menggunakan kartu JPKMS.

“Dia mengalami meningitis (radang otak) dan TB. Saat ini pengobatannya hanya dengan mengkonsumsi obat sampai radang otak dan TB-nya bisa benar-benar sembuh,” kata Edison. (*)

Kondom Berisi Sabu Disimpan dalam Anus

Dibawa Wanita dari Malaysia, Barang Bukti 265 Gram

MEDAN-Ibu empat anak warga Lhokseumawe, Fatimah binti Muhammad Nur (44) ditangkap petugas Bandara Polonia Medan karena kedapatan membawa sabu-sabu 265 gram, Rabu (13/6) dini hari. Barang haram itu dibawanya dari Malaysia.

Fatimah ditangkap setelah melewati pintu X-ray terminal kedatangan internasional Bandara Polonia, setelah turun dari pesawat Air Asia AK-1356 dari Malaysia. Sabu dikemas dengan kondom itu disimpan di anusnya.

Petugas kemudian membawa tersangka ke Rumah Sakit Umum (RSU) Elisabeth  Jalan H Misbah, Medan. Ditemukan tiga kapsul berisi sabu-sabu seberat 265 gram.

Fatimah mengaku, disuruh seseorang warga Aceh untuk membawa barang haram tersebut dari Malaysia.

“Saya hanya disuruh Apeng, warga Aceh di Malaysia. Rumah kami berdekatan di Malaysia,” sebut Fatimah.

Dia mengaku kenal dengan Apeng saat berada di Malaysia. Dia dan suaminya tinggal dan bekerja di Malaysia. Suaminya sebagai supir dan dia pembantu.
Fatimah mengaku berasal dari Aceh, namun sudah lama bermukim di Martubung, Medan Deli.

“Empat anak saya sudah enam tahun tinggal di Martubung, Medan Deli,” jelasnya.

Fatimah menambahkan, dia disuruh memasukkan sabu-sabu itu kedalam dubur dengan menggunakan minyak.
“Rencananya sabu-sabu ini akan dijemput oleh warga Aceh di Terminal Pinang Baris Medan. Saya ditawari oleh Apeng dengan imbalan uang sebesar Rp2 juta begitu barang sudah sampai,” bebernya.

Menurut Fatimah, dia nekat menjadi kurir sabu karena anaknya meminta uang belanja.

“Anak saya tiga sekolah dan satu tak sekolah. Anak saya yang paling besar sering meminta uang belanja,” pungkasnya.

Kepala Bea dan Cukai Pabean B Bandara Polonia Medan, Benhard Sibarani didampingi Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Bea dan Cukai Pabean B Bandara Polonia Medan, Riskie mengaku, penangkapan itu berkat kesigapan dari petugas di lapangan.

“Pelaku langsung kita serahkan ke Direktorat Narkoba Polda Sumut untuk langkah selanjutnya,” ungkap Riskie.(jon)

Dua Bulan, Jalan Aluminium Tiga Kali Dicor

082166348xxx

Yth Dinas PU Kota Medan. Tolong diperiksa pekerjaan di Jalan Aluminium 3 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli. Kenapa sampai tiga kali pengecoran, apakah pemborong tidak bisa baca bestek sehingga harus tiga kali dicor selama dua bulan?

Segera Ditindaklanjuti

Terima kasih atas informasinya. Dinas terkait dalam hal ini Dinas PU Kota Medan akan segera dikoordinasikan untuk menindaklanjuti masalah ini.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Pensiunan TNI Coba Bunuh Diri di Lapas

LUBUKPAKAM- Seorang pensiunan TNI yang menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Lubukpakam, mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari lantai dua gedung Klas 2 B, Rabu (13/6) sekira pukul 12.30 WIB.

Aksi nekat yang dilakukan Muktasar (50), diduga mengalami stres dan tidak sanggup menjalani sidang lanjutan atas dirinya di Pengadilan Negeri Lubukpakam, dengan agenda mendengarkan putusan oleh majelis hakim yang menangani perkaranya.

Untung saja nyawa warga Lingkungan X Desa Tuanlang Kecamatan Perbaungan ini, dapat diselamatkan, dengan membawanya ke RSUD Deliserdang. Muntasar, hanya mengalami luka di bagian kepala belakang dan tulang panggulnya patah.

Sementara itu Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyaratan (KPLP) Simon Sembiring, pada waratawan Rabu (13/6) membenarkan peristiwa percoban bunuh diri itu. ‘’Percobaan bunuh diri itu dilakukan Muktasar, dengan cara melompat dari ruang Dahlia di lantai 2 gedung Lapas, sekira pukul 12.30 Wib,’’ ujar Sembiring.

Terdakwa nekat mencoba bunuh diri, sambung Sembiring, ketika itu, pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam, hendak menjemput tahanan untuk mengikuti persidangan lanjutan di Pengadilan negeri Lubukpakam. ‘’ Entah bagaimana, Muktasar lari ke blok tahanan Dahlia, kemudian melompat ke bawah, dari celah jeruji pembatas di lantai 2,’’ ucap Sembiring.

Lanjut Sembiring, tahanan itu diduga mengalami depresi. Berdasarkan laporan anggotanya, Rabu (13/6) sekira pukul 03.00 Wib, korban sempat berteriak mengatakan,tolong, ada yang mau membunuhku, kuburanku sudah dibuat di dalam kamar mandi,” jelas Simon Sembiring menirukan ucapan Muktasar.

Secara terpisah, Sekretaris RSUD Lubukpakam, Dr Isnani, dikonfirmasi bahwa korban sedang menjalani perawatan di ruang perawatan. Pihaknya berupaya menyembuhkan sejumlah luka luka yang ada di tubuh korban. Setelah tindakan itu dilakukan, pihaknya Kamis (14/6) hari ini, akan melakukan tes kejiwan.

“Sekarang tindakan yang dilakukan menyembuhkan luka luka korban, nanti akan kita datangkan dokter jiwa untuk memeriksa kejiwaan korban,” katanya. (btr)