Home Blog Page 13382

Ruhut Sitompul Ciut Ditantang Duel

ANGGOTA Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul adu mulut dengan koleganya, Ahmad Yani, anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  di sela-sela rapat dengar pendapat Komisi III bersama Kejaksaan Agung, Senin (11/6) sore.

Perseteruan keduanya terjadi ketika Ahmad Yani menyinggung kasus-kasus yang belum selesai ditangani Kejaksaan Agung. Ruhut tiba-tiba menyela omongan Yani dengan kata-kata, “Mantab, lanjutkan, oke!”

Merasa tersinggung, Yani membentak Ruhut. “Diam kau Ruhut, saya sedang bicara. Saya minta agar Ruhut keluar dari rapat ini,” kata Yani dengan menunjuk Ruhut di ruang sidang Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (11/6).

Tak terima, Ruhut balik mengkritik Yani. “Apakah saya tidak boleh bicara kalau anda lagi bicara, jangan mentang-mentang manjangin jenggot saya takut,” sambut Ruhut.

“Keluar kalau kau berani, mari kita selesaikan di luar!” kata Yani menantang Ruhut.

Tak lama setelah itu, akhirnya Yani memutuskan keluar dengan penuh emosi, sembari mengajak Ruhut untuk menyelesaikan masalahnya di luar ruang sidang. Namun, Ruhut enggan mengikutinya. (net)

DPD K-SPSI Sumut Gelar Konferda VIII

MEDAN-Setelah melakukan audensi dengan Kapoldasu, Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD K-SPSI) Sumut siap melaksanakan Konferensi Daerah (Konferda). Acara dijadwalkan  Selasa-Rabu (12-13) Juni 2012 di Hotel Berastagi Cottage.

Demikian ditegaskan  Ketua DPD K-SPSI Sumut H Mukhyir Hasan Hasibuan, Waket H Syamsul Bahri BB, Wakil Sekretaris Ramlan Purba, Nelson Masnalu dan Bendahara Ismaliyah beserta Ketua Panitia Konferda DPD K-SPSI Sumut VII H Ismayadi, SH, usai beraudensi dengan Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang saat itu didampingi Wakapoldasu  Brigjen Pol Cornelis Hutagaol, kemarin.

Kapoldasu menyambut baik pelaksanaan Konferda VII SPSI Sumut. Sebagai aparat hukum, Kapoldasu menyatakan siap mengamankan jalannya Konferda. Dia juga berharap dalam pelaksanaan pemilihan pengurus nanti, berjalan dengan baik dan demokrasi sesuai konstituisi organisasi masing-masing.

Kapoldasu juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada DPD K-SPSI yang pada saat melakukan penyampaian pernyataan sikap terkait masalah kenaikan BBM beberapa waktu lalu, walaupun cukup banyak orangnya tapi tertib dan aman.  “Mudah-mudahan SPSI dapat menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif khususnya tentang masalah ketenaga kerjaan di Sumut,” pinta Kapoldasu.

Sementara itu, Konferda VII DPD K-SPSI Sumut dibuka pada Selasa (12/6) pukul 14.00 Wib, yang diharapkan dibuka oleh Plt Gubsu Gatot Pujonugroho, ST. Pada prinsipnya konferda akan membahasan 3 hal, yakni pengesahan laporan pertanggungjawaban DPD K-SPSI Sumut priode 2006-2012, menyusun program kerja 5 tahun kedepan dan memilih kepengurusan DPD K-SPSI Sumut 2012-2017 yang baru.

Sedangkan Peserta dan peninjau diperhitungkan berjumlah 100 orang dan juga akan dihadiri Ketua DPP K-SPSI Drs H Sjukur Sarto, MS. Konferda VII yang juga akan dihadiri oleh Dewan Pimpinan Propinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Sumut, juga akan membahas tentang Undang-Undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (PPGS). Dimana, sebagai nara sumbernya berasal dari PT Jamsostek dan Askes.
Ketua DPD K-SPSI Sumut H Mukhyir Hasan Hasibuan berharap, Konfderda ini berjalan dengan baik, tertib tidak ada halangan, hingga nantinya bisa menghasilkan pengurus-pengurus baru yang lebih baik lagi mem bawa SPSI Sumut kedepan.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferda VII SPSI Sumut H Ismayadi yang ditanya wartawan mengenai persiapan-persiapan lainnya dalam pelaksanaan Konferda dimaksud mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya maksimal dan persiapan Konferda sudah matang. (*/ton)

Karadzic Bantah Bantai Muslim Bosnia

AMSTERDAM – Mantan Pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic meminta hakim di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mencabut status penjahat perang yang diberlakukan kepada dirinya. Karadzic pun kerap menyangkal seluruh tuduhan yang dilontarkan kepada dirinya.

“Jaksa sudah melakukan upaya besar untuk membuat surat dakwaan yang tak beralasan,” ujar Karadzic, seperti dikutip Associated Press, Senin (11/6).
Pria berusia 66 tahun itu didakwa atas peristiwa genosida di Srebrenica, Bosnia, bersama rekan-rekannya yang lain. Karadzic dituduh mendalangi kampanye pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Bosnia Serbia terhadap warga muslim dan etnis Kroasia.

Namun Karadzic mengklaim, dirinya tidak menyaksikan pembantaian pada 1995 silam, di Srebrenica. Sementara itu, Jaksa sudah melakukan penyelidikan terhadap keterlibatan Karadzic pada Mei lalu.

Pria yang menjadi buronan selama 10 tahun itu ditangkap di Serbia pada 2008 lalu. Karadzic pun menggunakan identitas palsu saat dibekuk. (net)

160 Karyawan Di-PHK

LUBUKPAKAM- Sebanyak 160 tenaga kerja PT Lacquercraft Industry Indonesia (LII), di berhentikan secara sepihak (PHK) oleh manajemen perusahaan pada Senin (11/6) sekira pukul 08.00 WIB. Alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan manajemen, karena perusahaan tidak berproduksi lagi.

Akibat pemutusan hubungan kerja itu, para buruh melakukan protes dengan melakukan aksi unjukrasa, didepan gerbang perusahaan di Jalan Limau Mungkur No 1 Dusun V Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa. Namun, buruh yang mencoba masuk ke komplek perusahan, untuk berorasi sembari menunggu keputusan baru dari manajemen, tidak diperkanan masuk.

Aksi PHK massal ini diketahui, buruh Senin (11/6) pagi. Ketika pihak perusahaan mengeluarkan selebaran pengumuman yang langsung ditandatangani Pimpinan Perusahaan, Lee Hong Yau, yang ditempelkan didinding pagar pabrik. Dalam pengumuman itu menyatakan bahwa produksi perusahaan tidak berjalan, tidak berhasil guna dan tidak berdaya guna.

Sebelumnya perusahaan pengolahan kayu karet setengah jadi ini, memproduksi 10 kubik kayu karet per hari untuk diekspor ke luar negeri. Karena perusahaan kesulitan mendapatkan bahan baku, juga bahan yang cukup mahal mengakibatkan  produksi tidak terpenuhi, yang berdampak perusahaan tidak mampu untuk bertahan.

Sementara itu, Rintang Berutu, (35) selaku Ketua Serikat Buruh Merdeka Indonesia, mengatakan perusahaan mempekerjakan karyawan dua shift.Perusahaan  itu sendiri tidak tutup hanya menonaktifkan operasional produksi. “Perusahaan menawarkan uang pisah (good wil) sesuai kemampuan perusahaan. Jelas hal ini bertentangan dengan UU no 13/2003 tentang Ketenagakerjaan,” tegasnya.

Sementara itu secara terpisah Kabid Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Dinas Tenaga Kerja Pemkab Deliserdang Naibaho, pihaknya meminta agar perusahaan membuat status perusahaannya, apakah tutup atau operasi. ‘’Soalnya dalam undang-undang tidak ada disebutkan kalimat non aktif, sehingga dari status perusahaan nantinya dapat ditentukan hak-hak normatif buruh yang akan diberikan perusahaan,” ucapnya. (btr)

Mini Bus dan Sopir Hangus

Tabrakan Beruntun di Jalinsum Binjai-Stabat

BINJAI- Tabrakan beruntun terjadi di Pasar 5,5 Kampung Cina, Kelurahan Tandam Hulu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Senin (11/6) sekira pukul 09.00 WIB. Dalam insiden kecelakaan maut itu, seorang sopir mini bus tewas seketika, disebabkan korban terkurung didalam mobil yang terbakar.

Terjadinya peristiwa naas itu, bermula mobil mini bus BK 1093 YG, di kendarai korban Ali Efendi (43), warga Pasar 6 Kampung Cina, Desa Sidomulyo, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang ini, dari Stabat hendak menuju Binjai. Tepat di Pasar 5,5 kampung Cina, mini bus yang dikendarai korban, berusaha mendahului truk BL 8524 UA berisikan tiga orang penumpang, yang saat itu ada depan dan berada di satu jalur korban.

Naas, saat hendak mendahuli truk barang itu, tiba-tiba dari arah yang berlawanan datang satu unit mobil kijang avanza warna hitam dengan kecamatan tinggi. Diduga gugup atas kemunculan avanza itu, sehingga memaksa korban harus banting stir ke sebelah kiri, bersamaan dengan truk barang yang berada di satu jalur yang sama. Korban kehilangan kendali, sehingga minibus yang dikendarainya itu menghantam bak truk.

“Aku lihat sopir mini bus itu hendak mendahului truk yang ada di depannya. Tapi, saat hendak meliwati truk itu dari arah yang berlawanan datang mobil Avanza warna hitam. Mungkin dia gugup dan banting setir ke kiri, akibatnya mobilnya menghantam truk,” kata Hendro (33) salah seorang saksi mata yang melihat kejadian.

Akibat hantaman itu, sambung Hendro, mini bus milik korban oleng dan terpental ke sebelah kanan hingga akhirnya masuk parit. Sopir naas itu terjepit dan tidak bisa keluar dari mobilnya, sedangkan percikan api muncul dari dalam mobil sehingga membakar sebagian mobil korban.

Warga yang melihat kejadian itu berusaha menolong korban. Namun, suara ledakan dari dalam mobil membuat warga takut, yang pada akhirnya warga menunda untuk menolong supir naas itu. Sementara itu disisi bersamaan, satu unit sepeda motor BK 5483 PX yang dikendarai Sumali (52) warga Paya Kandis, Stabat, juga menghantam mobil minibus korban yang sudah terbakar.

“Api pertama kali kecil, kami mencoba menolong korban (Ali). Namun, disaat bersamaan sepeda motor juga ikut menabrak minibus korban dari belakang. Atas dasar itulah kami menjauh dari mobil,” sambung Hendro.

Karena api yang membakar mobil itu sudah membesar, sedangkan korban tidak dapat menyelematkan dirinya karena terjepit, akhirnya korban ikut terakar. Dari dalam mobil yang terbakar itu, warga masih sempat mendengar teriakan korban minta tolong. Sehabis ledakan kedua barulah warga berusaha memadamkan api dengan alat seadannya. Dengan menggunakan ember, warga berusaha memadamkan api yang sudah membakar supir naas itu.

“Kami sudah berusaha membantu korban. Tapi api tidak dapat dipadamkan. Sementara, itu suara teriakan korban minta tolong dari dalam kobaran api itu terus terjadi,” ujar saksi mata lainya Dewi. Nyawa, ayah empat orang anak ini akhirnya tidak dapat tertolong, ia tewas seketika dengan tubuh hangus terbakar. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum dr Djoelham.

Sedangkan supir truk bersama kedua kernetnnya, takut dimassa terpaksa melarikan meninggalkan truknya di pinggir jalan. Kapolsek Binjai AKP Zakaria saat dihubungi membenarkan kejadian itu. “Ya, tapi saya lagi ada rapat di kantor kecamatan, anggota sudah turun ke lokasi,” ujar Zakaria. (ndi)

Danau Toba Milik Warga Dunia

Oleh: Jones Gultom

Beberapa bulan terakhir ada dua isu penting terkait Danau Toba. Pertama, soal dukungan danau vulkano ini sebagai geopark. Kedua, terkait penolakan perpanjangan izin operasi PT Aquafarm. Menyangkut geopark, Danau Toba memang sudah diusulkan pemerintah menjadi geopark bersamaan dengan Danau Batur, Pacitan dan Raja Ampat.

Menyusul kemudian Taman Nasional Gunung Rinjani. Namun baru Danau Batur, Pacitan dan Taman Nasional Gunung Rinjani yang masuk nominasi. Raja Ampat dan Danau Toba masih dalam tahap penjajakan lebih lanjut. Karena itu sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat Indonesia bersatu membangun opini serta memberikan kontribusi sosialnya untuk mewujudkan visi ini.

Ada banyak manfaat jika Danau Toba menjadi geopark.  Danau  ini akan menjadi warisan dunia yang wajib dilindungi oleh seluruh warga dunia di bawah naungan UNESCO. Dengan begitu, kelestariannya akan mendapat perhatian secara khusus. Kedua, Danau Toba nantinya menjadi pusat penelitian  ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kelangsungan ekosistem bumi. Dampaknya akan terbangun konsep pariwisata keilmuan yang berbasis ekowisata.

Ketiga, secara otomatis, akan terbangun infrastruktur pendukung tanpa harus merusak lingkungan. Keempat, Danau Toba akan terpromosikan sendiri ke seluruh penjuru dunia, yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisata. Kelima, kawasan Danau Toba dan daerah-daerah penyanggahnya seperti Berastagi dan Bahorok, akan terkena imbas positif dari citra Danau Toba itu sehingga menciptakan potensi ekonomi kreatif berbasis kerakyatan. Keenam, keragaman sosial-budaya masyarakat yang berdiam di persekitaran danau, akan terpelihara dan terkuatkan karena merupakan bagian intergral yang tak bisa dipisahkan dari ekosistem alam pendukungnya.

Memenuhi Syarat

Dari beberapa kali diskusi geopark Toba yang diusung oleh Komunitas Earth Society (ES) bersama geolog dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), pengamat lingkungan hidup, praktisi pariwisata dan budayawan, disimpulkan bahwa Danau Toba beserta daerah penyanggahnya telah memenuhi sejumlah persyaratan geopark. Konsep geopark sendiri adalah integrasi pengelolaan warisan geologi (geological heritages) dengan warisan budaya (cultural heritages).

Dari sisi geological heritages, alam Danau Toba menyisakan sejumlah peninggalan geologi yang berkaitan dengan proses pembentukan bumi. Menurut Ketua IAGI Sumut, Ir. Gagarin Sembiring di beberapa kawasan Danau Toba masih terdapat sisa-sisa debu volcano dari letusan Gunung Toba yang telah berubah menjadi lapisan batuan. Selain itu, baru-baru ini ditemukan fosil batuan yang berumur 300 juta tahun di Tele. Batuan ini memiliki sifat yang sama dengan yang ada di Bahorok. Berdasarkan strukturnya, batuan ini diduga berasal dari wilayah Australia yang terbawa oleh air laut.

Informasi penting lainnya dikemukakan pengamat Danau Toba dari ES, Erwin Landy. Dari hasil observasi yang ia lakukan selama berpuluh tahun, ia menemukan patahan di dasar Samosir. Patahan itu terhubung mulai dari desa Pakpahan sampai Tomok. Patahan inilah yang membuat Pulau Samosir selalu dilanda kekeringan, meski sedang musim hujan. Erwin juga menemukan banyak “sumur” di Samosir yang justru kering selama musim hujan namun di musim kemarau tetap berair.

Seperti yang kita tahu, posisi geografis Danau Toba berada di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Setiap tahun lempeng-lempeng ini bergeser atau menumbuk lempeng lainnya dengan jarak tertentu. Lempeng Indo-Australia misalnya menumbuk lempeng Eurasia sejauh 7 cm per tahun. Lempeng Pasifik bergeser secara relatif terhadap lempeng Eurasia sejauh 11 cm per tahun.

Dari sistem sosial, seni dan budayanya, kekayaan masyarakat yang berdiam di persekitaran Danau Toba sangat orisinal. Setidaknya terdapat 5 etnis (Karo, Toba, Simalungun, Pak-pak, Dairi) yang berdiam di wilayah Danau Toba. Masing-masing etnis memiliki kekayaan seni-budayanya yang unik. Contohnya, menurut dosen pengkajian seni dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Irwansyah Harahap MA, sistem sosial masyarakat Batak yang dikenal dengan nama Dalihan Natolu. Dalihan Natolu merupakan sistem demokrasi yang lebih sempurna dari Trias Politica. Di dalam Dalihan Natolu, suatu waktu seorang Batak menjadi hula-hula. Di lain kesempatan jadi parboru dan di moment yang lain berbuah menjadi dongan tubu. Dengan Dalihan Natolu, orang Batak tidak mengenal kekuasaan yang tak terbatas.

Kesenian yang dimiliki masyarakat 5 etnis ini juga luar biasa. Pada masyarakat Karo terdapat perkusi terkecil di dunia. Sedang pada masyarakat Toba ada taganing yakni perkusi yang sekaligus juga bisa dimainkan secara melodik-pentatonik. Reportoar-reportoar musiknya mengandung spirit ketuhanan dan alam semesta. Integrasi sosial masyarakat dengan alamnya terjalin erat. Hal ini terlihat dari konsepsi tata ruang serta arsitektur rumah masyarakatnya yang mempertimbangkan aspek ekologis. “Sejak dulu, nenek moyang orang Batak telah mengajarkan kearifan dalam membangun rumah, yakni dengan menghadap sumber air (Danau Toba). Danau Toba menjadi halaman bersama sehingga harus dijaga bersama-sama,” tambah Irwansyah.

Dari segi pariwisata, keindahan Danau Toba tidak ada duanya. Danau Toba yang dikelilingi pegunungan Bukit Barisan yang membentang dari Aceh sampai Lampung, disanggah oleh sumber-sumber air yang ekostis. Sebut saja air terjun Sipiso-piso, Sigura-gura dan Sampuran,  Keragaman hayati di hutan tropis yang menyanggahnya juga sangat kaya. Terdapat bermacam jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan. Termasuk pula, beragam jenis bunga langka seperti anggrek putih, edelweiss dan kantung semar.

Kehidupan yang Berkelanjutan

Yang paling penting dari tujuan geopark itu adalah terwujudnya kehidupan yang berkelanjutan antara alam dengan masyarakatnya. Untuk mendukung itu, Danau Toba serta kawasan penyanggahnya harus terjaga kelestariannya. Tidak ada alasan untuk mengeksplorasi kawasan Danau Toba, apalagi sampai harus mencemarinya, seperti yang dilakukan TPL, Aquafarm, Alegrindo Nusantara selama ini. Sudah saatnya masyarakat bertindak demi kelangsungan hidupnya sendiri. Jangankan biarkan kepentingan kapitalis subur di kawasan Danau Toba. Danau Toba harus tetap lestari. Jika tidak, bencana sudah akan di depan mata.

(Penulis adalah pengamat kebatakan) Danau Toba dan daerah-daerah penyanggahnya tetap terjaga kelestariannya,

Gugatan Pasien ke RSUD dr Pirngadi Lewati Tahapan Mediasi

Belum Ada Perdamaian

MEDAN-Kasus gugatan keluarga  Ganda Tua Nainggolan, pasien yang tewas pasca pemulangan yang dilakukan oleh RSUD dr Pirngadi Medan beberapa waktu lalu, sudah melewati tahap mediasi.

Namun tenggang mediasi yang diberikan pengadilan 40 hari bagi pihak tergugat dan penggugat belum berdamai.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan yang juga dipercaya sebagai Kuasa Hukum Dirut RSUD dr Pirngadi, Dewi F Syahnan, Edi son Perangin-angin mengakui perihal berakhirnya masa tenggang.

“Kalau sesuai dengan mekanisme, tahapan mediasi telah melewati masa 40 hari, namun sampai saat ini kita belum dipanggil pihak pengadilan untuk disidangkan. Apakah nantinya ini akan dilanjutkan ke pengadilan ataupun tidak semua kebijakan dari pengadilan,”ujar Edison saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/6).

Disinggung sejauh mana kelanjutan mediasi yang telah dilakukan, Edison tidak berani berkomentar banyak. Apalagi dirinya merupakan salah satu dari kuasa hukum pihak tergugat.

“Sesuai prosedural dan ketetapan mengenai perkembangan mediasi ini hanya bisa dijawab oleh tim mediasi pengadilan. Yang pastinya kita telah jumpa dengan pihak keluarga yang dalam hal ini sebagai penggugat, namun saya tidak bisa memastikan apakan damai atau dilanjutkan ke pengadilan karena itu bukan kapasitas saya,”tegasnya.

Gugatan pihak keluarga ini, bilang Edison, ditujukan kepada lima pihak yakni dokter yang menangani pasien, sebagai tergugat I, RSUD dr Pirngadi tergugat II, wali kota tergugat III, Dinkes Medan tergugat IV dan Dinkes Sumut tergugat V.

Seluruh pihak tergugat dalam hal ini telah memberikan kuasa kepada kuasa hukumnya masing-masing.

“Jadi segala perkembangannya kami tetap melakukan koordinasi, jadi saya tidak bisa berbicara banyak secara individu untuk hal ini,”terangnya.
Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis mengaku menyesalkan sikap rumah sakit Pirngadi yang tidak menunjukkan sikap kooperatifnya.
Menurut Surianda seharusnya Pirngadi tidak lagi melakukan pembelaan-pembelaan, tapi mencari titik terang. Apalagi kasus tersebut telah menyebabkan seorang pasien kehilangan nyawa.

“Seharusnya dalam tahapan mediasi ini pihak rumah sakit bisa memanfaatkannya untuk mencari solusi dan pemecahannya. Hingga kasus ini tidak berlanjut ke pengadilan,”ujarnya.

Menurutnya, akan sangat merugikan bagi pihak rumah sakit yang harusnya konsen di pelayanan namun harus menghabiskan waktu untuk menyelesaikan kasus.

Dia juga meminta pihak rumah sakit Pirngadi untuk bisa menjadikan kasus ini sebagai pengalaman dan pelajaran.

Karena, sambungnya, jika ini nantinya benar-benar dilanjutkan ke pengadilan, tidak menutup kemungkinan bagi pasien yang merasa dirugakan terutama di bidang pelayanan akan mengambil jalur yang sama.

“Seharusnya secara psikologi, pasien diperlakukan sebagai keluarga bukan sebagai musuh. Kita takut dengan kejadian ini akan memberikan efek yang buruk bagi pasien lain yang tidak mendapatkan pelayanan maksimal,”ucapnya. (uma)

Pejabat Pemprov dan DPRD Sumut Dibidik Kejatisu

Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemprovsu Rp1,2  Triliun

MEDAN- Pejabat Pemprovsu dan anggota DPRD Sumut mulai ketar-ketir. Pasalnya, Kejatisu berjanji akan menuntaskan kasus dugaan korupsi dana Bansos Pemprovsu, tahun anggaran (TA) 2009, 2010, dan 2011 sebesar Rp1,2  triliun.

Kejatisu bahkan sudah mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan kepada para pejabat dan anggota DPRD Sumut yang diduga sebagai penikmat dana tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Noor Rachmad, usai Rapat Paripurna Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemprovsu tahun 2012, di gedung baru DPRD Sumut mengatakan, pemanggilan dan pemeriksaan tersebut dalam rangka pengembangan, penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tersebut.

“Arahnya kepada pejabat dan anggota DPRD Sumut, yang menerima aliran dana itu untuk disidik. Dan prosesnya terus berlangsung,” kata Noor Rachmad.

Apakah juga mengarah kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Noor tidak bersedia menjelaskannya secara eksplisit dan malah terkesan mengelak.

“Ah siapa bilang itu. Janganlah,” elak mantan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), yang saat itu mengenakan jas warna cokelat.

Sementara itu, Gatot yang dikonfirmasi wartawan terkait hal itu, enggan mengomentarinya dan mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu Nurdin Lubis.

“Sama Pak Sekda,” ucap Gatot sambil memanggil Nurdin Lubis sembari menaiki Mobil Dinas (Mobnas) nya, Toyota Harrier BK 1 Dn
Namun, Nurdin Lubis juga tidak memberikan keterangan terkait persoalan itu, dan hanya manggut-manggut kepada Gatot. “Siap, siap, Pak,” jawab Nurdin Lubis. (ari)

4,8 Kg Ketamin Disimpan dalam Silinder Stainles

MEDAN- Petugas Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan kembali berhasil menggagalkan penyelundupan ketamin (bahan dasar pembuatan sabu-sabu) di Terminal Kedatangan International Bandara Polonia Medan, Sabtu (9/10) pagi.

Ketamin tersebut dibawa oleh WNA asal India, Kulamdhas Thakeer Mohammed Rafek (28), warga 88/80E Pattariar Nedum Theru, Long Street, Kottar.
Kulamdhas diamankan petugas karena kedapatan membawa ketamin seberat 4.860 gram (4,8 kg), yang disimpan di dalam wadah stainles berbentuk silinder sebanyak 49.

Kepala Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan, Benhard Sibarani mengatakan, Kulamdhas diamankan petugas begitu turun dari pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI-234 rute Singapura-Medan.

“Saat diperiksan petugas WNA India itu memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan,” katanya, di Aula Cea dan Cukai Bandara Polonia Medan, Senin (11/6) siang.

Saat dilakukan pemeriksaan melalui X-Ray, petugas menemukan hal yang mencurigakan dalam tabung silinder.
“Setelah diperiksa, ternyata isinya ketamine, yang merupakan bahan dasar pembuatan sabu-sabu yang disimpan pelaku dalam 2 kotak dan dia pun diamankan bersamaan dengan barang bukti dan tas koper miliknya,” jelasnya.

Benhard Sibarani menuturkan, barang tersebut masuk melalui Singapura.
“Semua rutenya via Siangpura dan diperkirakan Rp4.860.000.000. Ini merupakan penangkapan yang kesembilan,” terangnya. (jon)

Dua Tahun Bekas Galian Parit Belum Diperbaiki

085361414xxx

Yth Wali Kota Medan. Bekas galian parit di Jalan Tembakau Raya Perumnas Simalingkar Medan masih belum diperbaiki. Hal ini sudah terjadi selama hampir dua tahun. Mohon diselesaikan Pak. Terima kasih.

Kami Teruskan

Terima kasih. Laporan ini akan kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga Kota Medan. Kami akan berkoordinasi untuk segera melakukan tindakan terhadap masalah tersebut.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan