Home Blog Page 13381

Kastorius Sinaga Tetap Optimistis

JAKARTA- Kendati  pendaftaran penjaringan bakal calon (balon) Gubsu yang dilaksanakan Partai Demokrat sudah ditutup, Kastorius Sinaga justru optimistis peluangnya maju di Pilgubsu masih terbuka. Pengembalian formulir pendaftaran bukan bagian dari tahapan pelaksanaan Pilgubsu.
“Itu kan penjaringan pendaftaran internal partai. Jadi bukan tahapan Pilgubsu. Kalau elektabilitasnya tinggi, kenapa tidak dipilih? Justru paling menentukan itu elektabilitas seseorang. Jadi bisa banyak kemungkinan yang terjadi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, menurut Ketua DPP Partai Demokrat ini, seluruh tokoh yang ingin maju dalam Pilgubsu punya kans yang sama. Kastorius justru  menyayangkan balon yang mendaftar rata-rata berlatar belakang politisi. Padahal untuk memajukan Sumut  dibutuhkan sosok birokrat yang berpengalaman dan memiliki akses yang luas. ‘’Saat ini masyarakat Sumut mendambakan pertumbuhan ekonomi. Pemimpin yang  paham merancang strategi pembangunan,” katanya.

Selain itu, pemimpin yang dibutuhkan juga haruslah seorang yang berjiwa enterpreneurship dan berjiwa pluralis. Kriteria ini juga diperlukan mengingat Sumut sudah menjadi barometer nasional.

“Provinsi Sumut itu memerlukan figur pemimpin yang punya kemampuan menerobos.  Sebab banyak kebijakan, misalkan Inalum, yang masih tergantung pemerintah pusat. Tapi bargaining-nya di daerah. Jadi seorang pemimpin yang punya pergaulan luas. Sayangnya saya lihat kebanyakan yang maju saat ini justru politisi kelas lokal ,” ujarnya. (gir)

DPD Hanura Sumut Bantah Usung Nurdin

MEDAN- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Hanura Sumut, membantah jika anggota DPR RI dari Hanura Nurdin Tampubolon akan diusung menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) dari partai tersebut.

Bantahan itu dikemukakan segenap anggota Tim Penjaringan dan Pendaftaran Cagubsu Partai Hanura Sumut, yang ditemui Sumut Pos di Kantor Sekretariat DPD Partai Hanura Sumut, Jalan DI Panjaitan, Senin (11/6).

“Tidak ada. Dia (Nurdin Tampubolon, Red) belum ada mendaftar,” kata anggota tim penjaringan dan Pendaftaran Cagubsu Partai Hanura Sumut, Eddy Syahputra Tahir.

Saat disinggung mengenai pernyataan Nurdin Tampubolon, yang menegaskan jika dirinya akan maju menjadi Cagubsu dari Hanura, sesuai dengan hasil wawancara Sumut Pos dengan Nurdin Tampubolon seusai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Partai Hanura Sumut, 15 April 2012 lalu, Sekretaris Panitia Penjaringan dan Pendaftaran Hanura Sumut, Darwin Lubis kembali menyangkalnya.

“Belum ada Nurdin Tampubolon mendaftar. Mulai hari ini hingga sebulan ke depan dibuka pendaftaran. Hanura mencari tokoh yang dekat dengan rakyat. Kami terima semuanya, dari kader maupun non-kader,” katanya yang saat itu didampingi anggota Tim Penjaringan dan Pendaftaran Cagubsu Partai Hanura Sumut lainnya, Rusmadi, Siskanri Siregar, dan Syahrizal Pangemanan.

Dikatakan dia, sesungguhnya ada usulan dari 33 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura, pada saat Rakerda II Hanura Sumut, tanggal 15-16 April 2012 lalu di Hotel Soechi, Jalan SM Raja Medan, mengusulkan Ketua DPD I Hanura Sumut, Zulkifli Effendi Siregar untuk maju sebagai Cagubsu dari Hanura. “Usulannya Ketua DPD I Hanura, Pak Zulkifli Siregar yang diusung 33 DPC Hanura untuk maju,” kata Darwin Lubis yang dibenarkan Eddy Syahputra Tahir.

Saat disinggung soal jumlah kursi Hanura di DPRDSU yang hanya lima kursi, Darwin Lubis menjawab, partainya masih mengincar komitmen dengan partai yang bersedia berkoalisi. “Kami memang harus koalisi. Ya, kita akan melihat kesepakatan koalisi. Seluruh partai memprioritaskan kader,” tukasnya. Apakah sudah ada pembicaraan dengan partai lain untuk berkoalisi, khususnya dengan Golkar? Dia menjawab belum ada pembicaraan koalisi dengan partai lain.

Darwin membantah proses penjaringan di Hanura adalah bagian dari usaha partai untuk mendapatkan ‘setoran’ atau menjual ‘perahu’. “Tak ada setoran-setoran. Kami kerja sesuai mekanisme yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, Eddy Syahputra Tahir menambahkan, uang yang dikeluarkan untuk pendaftaran Cagubsu ke Hanura Sumut tak lebih sebagai uang pengambilan formulir pendaftaran. “Itu uang formulir saja,” katanya tanpa bersedia merinci nominal uang formulir tersebut. Saat wawancara berlangsung di ruang rapat Sekretariat DPD Hanura Sumut, salah seorang pengurus malah sempat melontarkan isu soal Nurdin Tampubolon yang tak lagi kader Hanura. (ari)

Anak Angkat Rano Karno Diancam 20 Tahun Penjara

Kepemilikan 5 Butir Ekstasi

TANGERANG – Raka Widyarma (21) anak angkat Wakil Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno diancam hukuman 20 tahun penjara atas kepemilikan 5 butir pil ekstasi yang dipesan via online dari Malaysia.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Djaja Subagya kepada wartawan usai menerima pelimpahan berkas perkara dan penyerahan barang bukti atau tahap dua dari Polres Bandara Soetta, Senin (11/6).

Kajari menyatakan setelah melakukan pengecekan berkas dan barang bukti pihaknya akan melimpahkan kasus Raka dan temanya wanitanya, Karina ke Pengadilan Negeri Tangerang, untuk disidangkan. “Minggu ini berkas perkara Raka sudah kami limpahkan ke Pengadilan. Untuk mengawal persidangan nanti, kami siap tiga jaksa, “ujar Djaja.

DJaja menjelaskan, tiga orang jaksa itu adalah Andi DJ Konggoasa (Kasi Pidum), Riyadi, dan Putri Ayu. Sebelum disidangkan Raka dan Karina ditempatkan pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Tangerang dan Lapas Wanita Tangerang.

Dalam kasus ini, anak angkat Rano tersebut akan dikenakan tiga pasal yakni pasal 112,113,114, dan 127 UU No 35/2009. Pasal berlapis itu menjerat anak angkat Rano dengan maksimal dikenakan hukuman 15 sampai 20 tahun penjara. “Nanti dipersidangan terbukti dipasal berapa, kita lihat saja fakta di persidangan,”kata dia.

Djaja membantah jika pihaknya sengaja memperlambat penanganan kasus itu, dan menolak jika adanya interfensi dari pihak lain dalam kasus Raka. Karena kasus tersebut diduga bermuatan politis untuk melindungi pejabat publik yakni Wakil Gubernur Banten, Rano Karno.
Tetapi, Kejari memastikan perkara ini sudah disiap untuk diajukan ke meja hijau.”Kita bekerja profesional dalam kasus Raka, tidak ada tekanan dari pihak manapun dalam kasus ini,”ucap Djaja.

Kuasa hukum Raka dan Karina, Sirra Prayuna mengatakan, soal ancaman pasal berlapis yang dijerat terhadap dua kliennya merupakan hak priogratif dari jaksa. Namun, jeratan hukuman itu harus dibuktikan. (gin/jpnn)

Arsitektur Menentukan Wajah Kota Medan

MEDAN-Kota harus direncanakan, mulai skala makro hingga mikro. Dalam skala mikro arsitek berperan penting. Arsitek juga  menentukan apakah wajah kota menjadi suguhan visual berkualitas dan menarik, sekaligus ruang yang tidak membuat pusing untuk beraktivitas.

Namun kenyataan yang terjadi, bangunan muncul begitu saja ke permukaan kota justru sering menimbulkan masalah dan pada bangunan tertentu turut andil menimbulkan macat.

Termotivasi dari kondisi tersebut, Departemen Arsitektur dan Program Studi Magister Teknik Arsitektur Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengusung tema Regionalisme Dalam Arsitektur dan Perkotaan di Aula Teknik USU, Kamis (7/6).

Melalui seminar yang menghadirkan keynote Speaker Dosen Arsitektur ITB Ir Achmad D Tardiyana MUDD, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Achmad Delianur Nasution ST MT, Ir Morida Siagian MURP dan lainnya itu, diharapkan dapat memberi kontribusi bagi pengembangan arsitektur ke depan maupun kepada masyarakat umumnya.

“Seminar yang dilaksanakan 6 bulan sekali ini diharapkan menjadi wadah komunikasi positip dalam penelitian di bidang arsitektur dan perkotaan. Serta sebagai sarana  mempublikasikan dan promosi program Studi Magister Teknik Arsitektur USU, khususnya Program pendidikan profesi arsitek yang sudah berjalan 5 tahun dan berperan besar juga dalam menghasilkan arsitek profesional,” jelas Dekan USU Prof Dr Ir Bustami Syam MSME saat membuka seminar di hadapan para peserta.

Seminar ini selain bertujuan  mempublikasikan hasil-hasil penelitian di bidang arsitektur dan perkotaan yang sudah dilakukan para mahasiswa dan staf pengajar di Departemen Arsitektur dan Program Studi Magister Teknik Arsitektur USU, diharapkan juga dapat memberi kontribusi bagi pengembangan arsitektur serta  masyarakat.

Ketua Panitia Dr Ir Dwira Nirfalini Aulia MSc menyebutkan, seminar tersebut juga merupakan media untuk berbagi pengalaman dalam melaksanakan penelitian, terutama mahasiswa arsitektur yang hampir menyelesaikan S-1 dan mahasiswa program S-2. “Dalam seminar ini, kita juga mensosialisasikan peraturan keprofesian arsitektur yang diatur oleh IAI, sekaligus melaunching Ikatan Alumni Magister Teknik Arsitektur USU (IA MTA) dan program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan USU,” pungkas Nirfalini. (ram)

Juli, Kuota Gas Turun Lagi

MEDAN- PT PGN (Perusahaan Gas Negara) Strategic Bisnis Unit III Sumbangut pada Juli 2012 mendatang, akan mengurangi kuota gas ini.  Pemberlakukan sistim koata ini sejak  Oktober 2011 lalu juga sudah dilakukan karena stok yang berkurang dan alasan untuk kebaikan semua pelanggan PGN di Sumatera Utara.

Dikatakan Moegiono, pemberlakuan kuota pada Oktober 2011 lalu mengurangi penyaluran gas sebesar 30 persen. Kuota pun kembali berkurang pada Januari, dan kemungkinan pada Juli mendatang. “Kalau stok masih seperti ini, diperkirakan pada Juli kita akan mengurangi kuota, dan ini untuk kebaikan bersama,” ujar Moegiono.

General Manager PGN SBU III Sumbagut Moegiono mengatakan, untuk saat ini penyaluran gas berdasarkan kuota ini berlaku untuk pelanggan rumah tangga, komersil, dan industri. Pemberlakuan kuota ini, lanjut Moegiono, bukan semata-mata untuk kepentingan PGN, tapi untuk kepentingan bersama dan juga mencegah kerugian yang akan dialami industri.

“Kalau melebihi pemakaian gas, akan kita kenakan biaya tambahan. Dan ini akan membuat biaya produksi bertamah. Naiknya harga produksi, akan mengakibatkan naiknya harga produk. Ini yang kita cegah,” lanjutnya.

Selain itu, kata Moegiono, untuk menjaga alat-alat PGN dari pengikisan. “Alat kita terutama pipa kita rancang agar mampu menyalurkan gas. Tapi, bila kosong, akan membuat pipa gas terkikis. Ini akan menimbulkan kerugian pada kita,” ungkap pria yang akrab disapa Moegi ini.

Dirinya menyadari banyak yang tidak menerima kebijakan kuota dari PGN ini, terutama dari kalangan pengusaha. Namun pihaknya harus tetap memberlakukan sistem kuota tersebut.

“Kita umpamakan gas dengan kue. Misalnya 1 kue kita sediakan, nah bila tidak kita perhatikan, maka akan ada yang mengambil lebih banyak dan akhirnya yang dibawah tidak dapat. Kan kasihan kalau seperti itu,” lanjut Moegi.

Seperti diketahui, sistem kuota ini dilakukan karena stok gas yang terus menurun. “Stok mengecil, karena sumur gas kita sudah tua. Kita juga selalu mencari dan meminta dari penyalur agar tetap menjual pada kita dengan jumlah yang tetap. Bahkan untuk permintaan ini, juga dilakukan oleh PGN pusat,” lanjutnya.

Untuk saat ini, kuota gas yang diberikan PGN kepada pelanggannya di Sumut sebesar 11 hingga 12 MMSCDF.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Pengguna Gas (Apigas) Sumut, Johan Brien mengatakan, untuk stok gas sudah menjadi tugas PGN untuk memenuhinya, bahkan sudah mengantisipasi sejak dini. Menurutnya, bila ini terus terjadi, ditakutkan akan membuat perusahaan menjadi bangkrut. “Bukan hanya bangkrut, bahkan ada kemungkinan, investor akan cabut.” Ujar Johan.  Dirinya menjelaskan, saat ini, untuk bertahan, perusahaan menggunakan energi lain untuk bahan bakar produksi. “Yang bertahan, selain menggunakan gas, juga konversi ke energi lain,” tutupnya. (ram)

DPD RI Tindaklanjuti Hubungan dengan RRT

JAKARTA-Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia, Liu Jianchao mengadakan pertemuan dengan Ketua DPD RI Irman Gusman,SE,MBA, Wakil Ketua Laode Ida dan Anggota DPD RI dari Sumatera Utara DR H Rahmat Shah, dan juga Sekretaris Jenderal DPD RI Siti Nurbaya Bakar, di ruang pertemuan Ketua DPD RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/6) lalu.

Rahmat Shah sebagai Senator mengatakan, pertemuan Duta Besar RRT dengan Senator dalam kerangka menindaklanjuti pertemuan Presiden RI dengan Presiden RRT, beberapa waktu lalu, dimana prospek hubungan diplomatik, dagang, pendidikan dan budaya akan semakin meningkat.

“Kunjungan Dubes RRT untuk menindaklanjuti pembicaraan kedua kepala Negara dalam pembahasan hubungan kerjasama dalam berbagai bidang. Salah satu kemajuan yang dicapai dari hasil pertemuan tersebut adalah, dibukanya kesempatan oleh pihak Negara China untuk melakukan tukar menukar satwa endemik yakni Komodo dengan Panda,” ujar Rahmat yang juga adalah Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI).

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Dubes RRT Liu Jianchao mengatakan, ia tertarik dengan perkembangan terhadap kepedulian pemerintah RI dalam hal konservasi satwa. Hal tersebut disampaikannya kepada Rahmat yang memberikan gambaran mengenai program-program pemerintah dalam menjaga kelestarian alam. Di antaranya melalui gerakan penanaman pohon, sosialisasi penyelamatan hewan-hewan langka, termasuk koleksi museum satwa liar yang dikelolanya.

“Liu Jianchao mengatakan kepada saya bahwa dia kagum dengan apa yang kita lakukan, mengenai kepedulian kita.  Termasuk di Sumatera Utara, kami sampaikan bahwa Sumut kondusif untuk investasi, dimana hubungan dagang mengalami perkembangan yang pesat serta kehidupan yang harmonis terutama dengan kalangan etnis Tionghoa. Liu Jianchao akan berkunjung ke Sumatera Utara untuk melihat lebih dekat potensi yang bisa dikerjasamakan lebih lanjut,” kata Rahmat Shah. (*/ila)

Mobil Masuk Jurang, 8 Tewas 9 Luka-luka

KEMIRI-Kecelakaan terjadi di wilayah hukum Polres Purworejo. Sebuah mobil minibus bernomor polisi AA 8693 DC mengangkut 17 penumpang terjun ke jurang sedalam 25 meter di Dusun Karangturi, Desa Turus, Kecamatan Kemiri, Purworejo Senin (11/6) pagi. Delapan korban meninggal dunia, sementara sembilan lainnya mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD Saras Husada Purworejo.

Kecelakaan tunggal itu menimpa rombongan warga Desa Turus yang hendak mengikuti proses rekam data program elektronik kartu tanpa penduduk (e-KTP) di kantor Kecamatan Kemiri. Penyebab kecelakaan diduga kuat akibat rem blong.

Delapan korban meninggal dunia dalam insiden kecelakan tersebut, tujuh diantaranya tewas di lokasi kejadian. Yakni Tuwarno, 60, Sudarminah, 60, Besar, 80, Disem, 70, Sukamin, 55, Turiman, 40, Yatinah, 75. Korban meninggal dunia menjadi genap delapan pada pukul 15.00 setelah Barsih, 40, akhirnya meninggal kendati sempat dilarikan ke RSUD Saras Husada Purworejo.

Sementara sembilan korban dirawat di RSUD Saras Husada Purworejo diantaranya, Hadi Nahrowi, 47, (pemilik mobil sekaligus sopir). Hadi Waryono, 37, Winsiyati, 37, Sumarmi, 45, Dwi Astuti, 23, Jumaisah, 40, Misyati, 49, Roisah, 50, dan Ririn, bocah usia 2 tahun. Keseluruhan korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka merupakan warga RT 01 dan RT 02 RW 02 Dusun Karangturi, Desa Turus, Kecamatan Kemiri. “Sebelum masuk kejurang, saya sempat mendengar orang yang ada di mobil tersebur teriak-teriak. Selang beberapa saat terdengar suara benturan keras, setelah saya cari ternyata mobil itu sudah berada di jurang, lalu warga berdatangan,” terang saksi mata Sumailun, 40, warga Karangturi RT 01 RW 02.(jpnn)

Salim Siapkan Generasi Ketiga

JAKARTA – Konglomerat Indonesia Sudono Salim alias Liem Sioe Liong yang meninggal hari Minggu lalu (10/6) bakal dikebumikan di Negeri Singa Singapura. Selama sepekan ke depan, jenazah disemayamkan di Mount Vernon Funeral Parlours, 121 Aljunied Road, Singapura. Diprediksi, pemakaman jenazah dilakukan di  kompleks pemakaman Choa Chu Kang Cemetary, yang berada di bagian barat Singapura, tepatnya pada Minggu (17/6).

Kabar ini dibenarkan Presiden Direktur Maspion Group Alim Markus, yang sekaligus rekan sepengusaha Om Liem-sapaan Sudono Salim. “(Om Liem) dimakamkam di Singapura. Saya besok Sabtu ke Singapura, Selasa balik lagi ke Indonesia,” papar Alim Markus, yang merupakan taipan industri manufaktur, perbankan, dan properti itu kepada Jawa Pos (Group Sumut Pos), kemarin (11/6).

Alim Markus mengatakan pihaknya begitu mengenal dekat dengan sosok Om Liem. Dari segi performa bisnis, Alim mengatakan bahwa progress semua korporasi yang sebelumnya dikendalikan oleh Om Liem berjalan cukup positif. Hampir semua perusahaan, kata Alim Markus, merupakan perusahaan yang melantai di bursa efek, alias perusahaan public. Artinya, kapal bisnis di bawah holding Grup Salim mampu menjadi perusahaan yang sehat.
“Sekarang saya tanya balik, ada tidak yang mampu menyalip Indocement, Indofood, dan BCA? Tidak ada kan?,” terangnya.

Alim yang lebih muda sekitar 35 tahun dari Om Liem ini pun memaparkan, kesuksesan Om Liem dalam membangun pertumbuhan industri di Indonesia patut diapresiasi. Terkait Om Liem yang dianggap dekat dengan pemerintahan era orde baru, menurut Alim Markus, hal itu selayaknya dianggap wajar. “Kalau Om Liem itu tidak sempurna, namanya juga manusia. Ketidaksempurnaan itu misalnya kedekatannya dengan Soeharto. Namun, dibanding salahnya, kontribusinya lebih besar,” beber pria yang selalu gencar kampanye cinta produk Indonesia ini.

Sekadar informasi, Salim Group sendiri merupakan konglomerasi terbesar di Indonesia. Bahkan, asset besar Indofood Sukses Makmur didaulat sebahai produsen mie instan terbesar di dunia. Sementara Bogasari merupakan industri pengolahan tepung terigu besar di Indonesia. Gurita bisnis Salim Group tak berhenti di situ saja, namun meluas kepada industri oil palm plantations, di atas tanah yang diperkirakan mencapai seribu kilometer persegi.
Tak hanya di industri mamin, dan perkebunan kelapa sawit, Grup Salim juga telah masuk ke industri properti sekitar 30 tahun. Beberapa sektor yang digarap Grup Salim diantaranya bisnis hotel dan resort, hingga dan real estate.

Sejak era 1997-1998, Om Liem telah melepaskan gurita bisnisnya, dan menyerahkan kepada sang anak laki-lakinya, yakni Anthoni Salim. Keputusan untuk cuci tangan dengan bisnis yang selama puluhan tahun dibangunnya ini, dipicu oleh kericuhan yang terjadi pada momen reformasi yang menandai runtuhnya benteng pemerintahan zaman Orde Baru Presiden Soeharto.

Di bawah kekuasaan generasi kedua Om Liem tersebut, rupanya adagium Better Generation alias generasi yang lebih baik, telah terbukti. Kerajaan bisnis Salim Group kian berkibar, dan memunculkan tren baru dengan inovasi cepat mengikuti perkembangan zaman. (gal/jpnn)

Dendam 10 April

Polandia vs Rusia

LAGA pertama Euro 2012 di grup A usai sudah dengan hasil tuan rumah Polandia ditahan imbang Yunani dengan skor 1-1, sementara Rusia menang besar 4-1 atas Rep Ceko.

Tak ayal kondisi ini membuat Rusia yang dibesut Dick Advocaat tampil sebagai salah satu favorit untuk lolos dari fase grup. Kendati demikian Dick Advocaat berulang kali mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan dua tim yang akan dihadapi pada laga berikutnya.

Nah, menghadapi Polandia di National Stadium, dini hari nanti pria berkebangsaan Belanda itu menegaskan bahwa Polandia bukan tim yang mudah ditaklukkan. Padahal, masih menurutnya, kemenangan adalah harga mati yang harus diraih jika ingin menjadi tim pertama yang lolos fase grup.
“Saya tak melihat alasan jika pertandingan melawan Polandia akan berlangsung mudah. Mereka (Polandia, Red) berbeda dengan Rep Ceko. Kami akan menghadapi sebuah tim yang mengusung pola permainan berbeda dengan tim sebelumnya (Rep Ceko, Red),” bilang Advocaat.

Meski terus mewanti-wanti anak asuhnya agar mewaspadai Polandia, namun Advocaat tak menampik jika mental bertanding anak asuhnya sedang membubung pasca menekuk Rep Ceko.

“Itu (menang, Red) modal yang luar bisa. Seluruh pemain benar-benar merasakannya dan tak ingin kehilangan nuansa positif pada pertandingan berikutnya. Jadi, kami tetap menargetkan kemenangan atas mereka (Polandia, Red), meski mereka akan didukung oleh ribuan fansnya,” bilang Advocaat.
Ya, fans merupakan salah satu modal Polandia untuk menekuk Rusia dini hari nanti. Selain menjadi modal untuk membuka peluang agar dapat lolos dari fase grup, di sisi lain kemenangan pada laga yang kental akan nuansa politis itu pun berarti membayar dendam rakyat Polandia atas Rusia.
Saat ini tak  kurang 60 ribu tiket sudah ludes terjual tanpa menyisakan selembar pun. Ini sebuah pertanda jika laga ini benar-benar ditunggu rakyat Polandia yang sudah tak sabar melihat timnya mengalahkan Rusia. Lho, ada apa?

Tingginya animo rakyat Polandia menyaksikan laga dini hari nanti terkait dengan Presiden Lech Kaczynski yang tewas bersama 95 orang lainnya dalam kecelakaan pesawat di Rusia pada 10 April 2010 silam.

Oleh rakyat Polandia, kecelakaan itu dianggap sebuah sabotase yang dilakukan oleh pihak Rusia, meski pihak Rusia dan pemerintahan Polandia sendiri telah berulangkali menegaskan bahwa tewasnya Presiden Lech Kaczynski murni sebuah kecelakaan.

“Kami tak ingin mengecewakan rakyat Polandia. Kami akan bangkit dan meraih kemenangan itu,” bilang Robert Lewandowski, striker Polandia.
Menurut striker yang bermain untuk juara Bundesliga Borussia Dortmund itu, hasil imbang pada laga pertama memberi sebuah pelajaran bahwa timnya harus tampil agresif sepanjang laga dan tak berhenti melakukan serangan meski telah unggul 1-0.

“Tak cukup. Kami harus bisa mencetak dua atau tiga gol, karena itu lebih menjamin kami dapat memenangkan pertandingan. Kami harus mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Jika kami mampu tampil seperti di babak pertama saat menghadapi Yunani, maka kami akan mengalahkan Rusia,” sesumbar Lewandowski .

Sah-sah saja jika Lewandowski berkata seperti itu. Namun perlu diingat jika dalam 14 pertandingan yang pernah terjadi antara kedua tim di semua even, ternyata Rusia lebih perkasa dibanding Polandia.

Ini bisa dilihat dari data yang ada, ketika Rusia menang 7 kali, Polandia menang 3 kali, sedang 4 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Pertanyaannya, mampukah tuan rumah mengalahkan Rusia pada pertandingan nanti? Sama-sama kita tunggu jawabannya dini hari nanti. (*)

Dipaksa Rombak Formasi

BERMAIN imbang 1-1 pada laga perdana Euro 2012 saat melawan Yunani memaksa tuan rumah Polandia harus bekerja ektra keras untuk meraih kemenangan atas Rusia.

Untuk itu Franciszek Smuda dituntut fans mendepak pemain yang dianggap tidak memberi kontribusi maksimal pada laga pertama. Salah satu tuntutan fans adalah memainkan Kamil Grosicki dan Rafal Wolski untuk menggantikan Gelandang Maciej Rybus dan Ludovic Obraniak.

Sebagai seorang pelatih yang terkenal keras kepala, tentu saja permintaan fans tadi tidak langsung ditanggapi Smuda. Bahkan dengan tenang Smuda mengatakan bahwa kegagalan timnya meraih kemenangan atas Yunani disebabkan oleh minimnya pengalaman bertanding anak asuhnya di pentas internasional.

Memang, saat ditahan imbang 1-1 oleh Yunani,  Smuda tak sekalipun melakukan pergantian pemain. Dia tetap mempertahankan formasi permainan yang diusungnya, meski kubu Yunani sudah membaca kelemahan dari strategi nya tersebut.

Praktis sepanjang laga berlangsung Smuda hanya memasukan Przemyslaw Tyton untuk menggantikan kiper utama Wojciech Szczesny yang mendapat kartu merah dari wasit. (jun)