Home Blog Page 13383

Lampu Padam Setahun Lebih di Lorong Sepakat

081362128xxx

Yth Pak Wali Kota Medan. Sudah setahun lebih lampu penerangan jalan umum padam di Lorong Sepakat Jalan Ngalengko Lingkungan I Sidorame Timur. Mohon diperbaiki.

Akan Segera Dibenahi

Terima kasih atas informasinya. Kami akan menindaklanjuti laporan ini, dan sesegera mungkin mengirimkan anggota untuk melakukan perbaikan terhadap lampu yang padam tersebut. Kami juga akan segera membenahi dan memastikan apa yang menyebabkan hal itu terjadi.

Erwin Lubis
Kadis Pertamanan Kota Medan

LP3I Politeknik Medan Juara II Debat Bahasa Inggris Politeknik se-Indonesia

MEDAN- LP3I Politeknik Medan terus mempertahankan tren positif sebagai kampus yang memiliki prestasi di bidang bahasa Inggris.

Kampus yang sebelumnya mampu meraih juara II debat bahasa Inggris dalam even yang diselenggarakan kopertis wilayah Sumut- Aceh beberapa waktu lalu itu, kembali mengulang kesuksesannya setelah berhasil menyabet juara II di ajang debat berbahasa Inggris tingkat nasional yang melibatkan perwakilan dari Politeknik seluruh Indonesia di Tual, Maluku Selatan, 25-31 Mei lalu.

Direktur LP3I Politeknik Medan, Ikhwanul Akmal mengakui, keberhasilan peserta didiknya tersebut menunjukkan sebuah kualitas bahwa lembaga pendidikan tinggi swasta di wilayah Sumatera Utara mampu bersaing dengan kampus Poltikenik yang ada di Pulau Jawa dan daerah lainnya.

“Prestasi ini menunjukkan kualitas LP3I Politeknik Medan sebagai kampus yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Setidaknya dalam even debat bahasa Inggris ini kita membuktikan bahwa kita mampu bersaing dengan kampus politeknik yang ada di Pulau Jawa dan luar Sumatera lainnya,”ujar Akmal.
Akmal juga mengatakan, dalam even nasional tahunan itu, kampus LP3I  Politeknik Medan mengirimkan satu tim yang beranggotakan tiga mahasiswa masing-masing, Marina WP Sihombing, Reza Shahdan dan Winenda Agusella.

Ketiganya, bilang Akmal, berangkat dari Medan sejak 24 Mei lalu, dan kembali pada awal Juni kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur III Politeknik LP3I Medan, Syahril Sutan Saidi mengatakan, secara materi pembelajaran LP3I Politeknik Medan tidak memiliki spesifikasi jurusan Sastra Inggris.

Namun dengan target TOEFL 500 yang dibebankan kepada mahasiswanya dalam peningkatan kualitas SDM, menjadi penentu keberhasilan para mahasiswa Politeknik LP3I untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik dan benar.

“Sebelum diperlombakan, mahasiswa harus melewati tahapan seleksi secara internal untuk menjaring peserta yang terbaik dan dianggap siap untuk berkompetisi. Mahasiswa yang kita pilih selain mahir dan lancar berbahas Inggris, mereka juga mampu memahami isu-isu nasional dan mancanegara yang tengah berkembang,”sebutnya.

Bahkan, menurut Syahril, dalam even nasional tersebut, tim politeknik perwakilan Sumut, mampu menunjukkan dominasinya.
Hal itu dibuktikan lewat final yang mempertemukan dua kampus politeknik di Medan, yakni Politeknik Medan (Polmed) dan Politeknik LP3I Medan. (uma)

Urus Akta Kelahiran Cukup Lama

085362122 xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan. Kenapa kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai pelayanan publik selalu saja menyusahkan masyarakat? Seperti untuk mengurus akta kelahiran harus mengikuti sidang yang memakan waktu cukup lama. Sementara jika akta lahir tak diurus, anak tak diterima di sekolah negeri. Mohon perhatiannya Pak. Terima kasih.

Tidak Pernah Dipersulit

Terima kasih atas laporannya. Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2006, bila kelahiran lebih dari satu tahun, memang harus melalui ketetapan pengadilan dan itu tidak lagi wewenang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Ketetapan pengadilan tadi yang menjadi dasar untuk penerbitan akta lahir.Yang pasti, mengurus akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tidak pernah dipersulit.

Darussalam Pohan
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Tiga Guru Besar USU Dikukuhkan

MEDAN-Universitas Sumatera Utara kembali mengukuhkan tiga guru besar tetap yakni Prof Dr Ediwarman SH MHum dari Fakultas Hukum, Prof Drs Riza Buana Ismail MPhil, Ph.D dari Fisip dan Prof Dr Prihatin Lumbanraja MSi dari FE USU.

Rektor USU, Prof Dr dr Syahril Pasaribu DTM&H, MSc (CTM) Sp(AK)mengatakan, guru besar (gubes)merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi seorang tenaga pendidik di perguruan tinggi. “Dengan sebutan profesor, jabatan ini dapat dilihat sebagai satu penghargaan yang diberikan oleh pemerintah atas rangkaian prestasi akademik yang telah dicapai oleh seorang dosen atau peneliti,” ujarnya.

Rektor juga mengatakan, melalui prosedur selektif dan terukur, diharapkan guru besar yang lahir atau yang sudah mendapatkan penetapan adalah tenaga pengajar atau seorang akademisi yang memiliki nilai lebih terutama dari sisi keilmuan, kejujuran dan etika moral. “Dengan demikian kehadiran seorang guru besar akan menjadi contoh teladan yang akan berpengaruh bagi suasana akademik yang kondusif, sehingga akan berdampak pada terciptanya mimbar ilmiah dalam kehidupan kampus yang rasional, jernih dan dinamis,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Ediwarman mengatakan, paradoks dalam penegakan hukum pidana di Indonesia pada umumnya, akibat lemahnya ilmu pengetahuan hukum aparatur penegak hukum itu sendiri dalam memahami undang-undang dan teori hukum, sehingga dalam penegakan hukum pidana sering terjadi kesalahan.

Padahal, katanya, teori-teori hukum itu sebagai sumber hukum untuk memecahkan peristiwa yang sedang diproses atau terjadi di tengah-tengah masyarakat.(uma)

Khasiat Lain Bedak Tabur

Bedak seperti yang kita tahu untuk membuat badan menjadi wangi, untuk menghilangkan rasa gatal akibat alergi. Tapi tahukah Anda dibalik aroma wangi bedak ternyata memiliki khasiat lain yang bisa kita gunakan untuk membantu mengatasi masalah rumah. Berikut tips nya.

Pembersih Meja
Meja belajar atau meja makan biasanya dilapisi formika, plastik atau kaca. Terkadang permukaanya terasa lengket akibat tumpahan kecap atau kuah.
Cara menghilangkannya, taburkan bedak diatas permukaan meja tersebut. Setelah itu bersihkan dengan memakai serbet atau lap yang bersih, maka permukaanya akan licin kembali.

Bedak Untuk Rambut
Bagi ibu-ibu serta remaja putri sering kesulitan menyisir rambut sehabis di sanggul (sasak). Melihat kusutnya kita sering malas untuk menyisirnya. Caranya bubuhkan bedak bayi (talk) pada rambut, kemudian sisirlah seperti biasa, dan rambut pun akan mudah disisir.

Untuk Noda Minyak
Pakaian yang terkena noda minyak bisa diatasi dengna bedak bayi. Taburkan talk pada bagian yang terkena noda minyak. Biarkanlah selama satu malam, esok paginya cucilah baju tersebut dan noda hilang dengan sendirinya.

Untuk Bersikan Kaca Mata
Bagi yang berkacamata selalu menginginkan kacamatanya bersih. Taburkan bedak pada kacamata secara merata, kemudian bersihkan dengan tissue. (net)

Seri Kesebelas

LAGA pembuka yang berlangsung di grup C antara juara bertahan Spanyol versus Italia berkesudahan imbang 1-1. Hasil ini menggenapi hasil imbang kedua tim menjadi yang kesebelasn
Pasalnya, dari 25 pertandingan yang pernah terjadi sebelumnya Italia menang delapan kali, sedangkan Spanyol hanya menan tujuh kali dengan 10 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Pada pertandingan yang berlangsung kemarin Italia lebih dulu unggul lewat aksi pemain penganti Antonio Di Natele pada menit ke-61.
Di Natale yang masuk menggantikan Balotelli pada menit 57 langsung menggebrak pada menit 61. Menerima umpan terobosan Pirlo, Di Natale yang lolos dari jebakan offside dengan jitu mengirim bola melewati Casillas.
Spanyol membalas dengan cepat. Silva mengirim umpan terobosan pada menit 64 dan Fabregas yang lolos dari jebakan offside sukses meneruskannya dengan tendangan akurat melewati Buffon.
Fernando Torres yang baru masuk menggantikan Fabregas langsung mendapat peluang emas. Lolos dari jebakan offside, ia berusaha mengecoh Buffon tetapi si kiper Italia yang langsung bergegas meninggalkan gawang berhasil membacanya dengan tepat.
Sebuah umpan jitu dari Giovinco pada menit 76 berhasil melambung ke jantung pertahanan Spanyol. Namun, Di Natale gagal meneruskannya dengan baik dan bola yang disepaknya pun melaju di sisi gawang.
Satu lagi peluang dibuang Torres pada menit 85. Dengan Buffon sudah berada di tepi kotak penalti untuk menutup ruang, Torres coba melambungkan bola. Namun, si kulit bundar hanya berakhir di atas gawang Italia.
Serangan kemudian dilakukan Italia pada menit 88. Marchisio melakukan kerjasama satu-dua sebelum melepaskan tendangan. Casillas tampil sebagai penyelamat dengan menangkap bola. Sayangnya, hingga wasit menipu pluit tanda pertandingan usai, skor tak berubah tetap 1-1. (bbs/jpnn)

Statistik
Spanyol Italia
19 Tendangan Melenceng 11
6 Tendangan ke Gawang 2
13 Pelanggaran 19
7 Sepak Pojok 2
2 Offsides 3
3 Kartu Kuning 4
0 Kartu Merah 0
5 Penyelamatan 5
66% Penguasaan Bola 34%

Dua Sisi Mata Uang Soeharto-Salim

JAKARTA-Liem Sio Liong atau Sudono Salim dan mantan Presiden Soeharto ibarat dua sisi dalam sekeping uang logam. Keduanya besar bersama, jatuh pun bersama. Meski jatuh dengan nama buruk, Liem dan Soeharto tetap punya nama besar hingga kini.

Sepak terjang Liem Sioe Liong dimulai ketika pada 1936, pada usia 20 tahun, putra kedua keluarga petani di Fuqing, Provinsi Fujian, Tiongkok itu memutuskan merantau ke Indonesia. Dia menyusul kakaknya, Liem Sioe Hie, dan kakak iparnya, Zheng Xusheng yang lebih dulu menjadi saudagar minyak sawit di Medan sejak 1922.

Setelah menjadi pemasok minyak sawit terbesar di era 1940-an, Liem lantas hijrah ke Kudus, memulai usaha sebagai penyalur cengkih dan tekstil. Dengan jaringan yang dimilikinya, Liem mendatangkan tembakau dan cengkih dari Sumatera, Maluku, dan Sulawesi Utara melalui pelabuhan Singapura untuk memasok industri rokok di Kudus.

Bisnisnya berkembang dengan mendatangkan obat-obatan untuk gerilyawan di masa pendudukan Belanda. Sesekali, Liem juga menyelundupkan senjata untuk tentara. Karena sering berinteraksi dengan tentara, Liem akhirnya bertemu Soeharto ketika masih menjadi perwira di Kodam IV/ Diponegoro di Semarang. Pada 1952, Salim mendapatkan hak monopoli pengadaan sabun untuk tentara.

Segera setelah Soeharto menjadi presiden pada 1968, Liem memperoleh hak monopoli cengkih dan tepung terigu. Pada tahun 1969, ketika rezim Soeharto mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.6 Th. 1969 supaya warga keturunan Tionghoa mengganti nama, Liem lantas mengubah namanya menjadi Sudono Salim.

Pada 1973, ketika konstruksi sedang giat dilakukan pemerintah, Liem mendirikan industri semen. Pada 1990, memanfaatkan terigu yang dikuasainya, Liem mendirikan Indofood yang hingga kini menguasai pasar mie instan di tanah air. Bisnisnya kian mengkilat ketika mendirikan Central Bank Asia pada 1957 yang lantas berubah nama menjadi Bank Central Asia (BCA) pada 1960.

Pada 1997, kelompok usaha Salim Grup memiliki sekitar 500 perusahaan dengan nilai sekitar mencapai USD 20 miliar dan memiliki tak kurang dari 200 ribu tenaga kerja. Salim juga langganan daftar 25 besar pengusaha terkaya di Asia dan 100 Orang Terkaya di Dunia versi majalah Forbes.
Bisnisnya mengalami kemunduran saat krisis moneter ketika utangnya diprediksi mencapai USD 4,8 miliar. Untuk melunasinya, Liem harus melego 108 perusahaan kepada pemerintah guna membayar utang Rp52,7 triliun.

Ketika kerusuhan Mei 1998, menjelang jatuhnya Soeharto, rumah Liem di Pasar Baru, Jakarta, dijarah dan dibakar massa. Momen paling dramatis yang terekam kamera adalah seorang penjarah membawa foto besar Liem dan membakarnya di depan pagar rumahnya. Liem sempat mengungsi ke Los Angeles, Amerika Serikat, sebelum memutuskan tinggal di Singapura.

Liem menyerahkan manajemen Salim Grup ke putranya, Anthony Salim pada 1992. Setelah sempat diserahkan pada profesional, Antony kembali menakhodai Indofood pada 2004. Hingga kini, Indofood adalah salah satu penopang utama bisnis Salim Grup.

Liem yang lahir pada 16 Juli 1916 menutup mata di RS Mount Elizabeth Singapura pada usia 96 tahun kemarin (10/6) sekitar pukul 14.50. Liem meninggalkan istri, Lie Las Nio atau Lilani dan empat orang putra-putri, yakni Albert, Andre Halim, Anthony Salim, dan Mira. (dim/nw)

Golkar Sumut Utamakan Kader

Balon Gubsu Mendantang

TEBINGTINGGI-Sikap Golkar jelang Pilgubsu kembali cukup menarik diperhatikan. Pasalnya, setelah berkembang banyak nama yang berasal dari berbagai latar belakang yang akan dipilih untuk diusung, kemarin Golkar Sumut malah mengutamakan kader dalam Pilgubsu mendatang.
“Memang kita utamakan kader Golkar,” kata Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Amru Daulay ketika melakukan kaderisasi dan konsilidasi di Kantor DPD Tingkat II Golkar Jalan Sudirman,Kota Tebingtinggi,Minggu sore (10/6).

“Tetapi itu tidak menjadi ketetapan. Kader Golkar itu sendiri akan dilakukan survei sebanyak dua kali mulai dari DPD tingkat I hingga DPD tingkat II,” tambah Amru.

Menyikapi permasalahan tentang calon Pilgubsu mendatang, Amru Daulay mengatakan DPD Golkar Sumut akan membuka pendaftaran. Setelah dilakukan pendaftaran balon Gubsu hingga batas terakhir, Tim Independen dan lembaga survei yang dibentuk akan melakukan survei mulai dari tingkat DPD I Sumut hingga ke tingkat DPD II. “Ada 5 calon kader Golkar yang mendaftar. Tim independen nantinya akan diketuai langsung oleh Plt Ketua DPD I Golkar Sumut Andi Ahmad Dara dan Hanafia Harahap,” ujar Amru Daulay.

Untuk balon Gubsu yang bakal mendaftar tanggal 12 Juni mendatang, menurut Amru Daulay belum diketahui nama-nama dan dari mana asalnya. Tetapi, untuk jelasnya pendaftaran yang dibuka nantinya tidak menutup kemungkinan akan banyak diminati para balon dari berbagai profesi dan kader-kader partai lain. “Memang lebih diutamakan untuk balon Gubsu adalah kader Golkar. Untuk memenangkan pertarungan Pilgubsu mendatang, DPD Golkar tingkat I Sumut meminta kepada Ketua fraksi Golkar dan anggota DPRD yang duduk di kursi legislatif di daerahnya masing-masing tingkat II untuk merekrut 2.500 kartu anggota,” pinta Amru Daulay.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi H Muhammad Syafri Chap dalam pidatonya meminta kepada kader Golkar Tebingtinggi untuk meningkatkan semangat dalam memperjuangkan Golkar tetap menang. Massa Golkar di Tebingtinggi yang berjumlah  28.000.000 itu akan menjadi kekuatan Partai Golkar di Tebingtinggi untuk memenangkan Pemilu mendatang.  (mag-3)

Akbar Minta DPP Naikkan Elektabilitas Ical

JAKARTA – Elektabilitas dan popularitas Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie masih belum menunjukkan kemajuan dalam survei terakhir. Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tandjung tidak menutup mata atas realitas itu. Dia pun meminta DPP bisa bekerja lebih keras untuk menaikkan elektabilitas partai sekaligus Ical “sapaan akrab Aburizal” selaku capres.

“DPP harus siap untuk memenangi pemilu, baik pemilu legislatif (pileg, Red) maupun presiden,” kata Akbar saat menghadiri pelantikan Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta (Hipwi) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPPI) kemarin (10/6).

Akbar mengingatkan tentang misi Golkar untuk kembali menjadi pemenang dalam Pemilu 2014. Selain memenangi pileg, Golkar memiliki target untuk sukses dalam pemilu presiden (pilpres). Dibutuhkan kerja keras bagi DPP untuk bisa memenangi pilpres. “Masih ada waktu untuk bekerja keras memenangi pileg sekaligus pilpres,” tutur Akbar.

Sebagai ketua wantim, Akbar adalah salah satu pihak yang sempat mempertanyakan mekanisme pencapresan Ical. Namun, Akbar menegaskan tidak ingin memperpanjang hal tersebut. Dia menyatakan bahwa upaya kerja keras harus dilakukan DPP demi memenangkan Golkar sekaligus Ical. “Hasil survei masih bisa saja naik atau turun, tapi masih ada waktu untuk memperbaikinya,” tegas mantan ketua umum Partai Golkar itu. (agm/jpnn)

Ingin Menang, Jangan Sembarangan Bikin Slogan

Hingdranata Nikolay, Licensed Master Trainer of NPL Pertama di Indonesia

Masih ingatkah slogan unik Syamsul Arifin saat maju dalam pilgub 2008 silam? Rasanya hampir semua publik di Sumut masih ingat betul. “Rakyat tak lapar, rakyat tak bodoh, rakyat tak sakit’. Kalimat itu nampak tidak keren.

Soetomo Samsu, Jakarta

Namun faktanya, Syamsul bersama pasangannya saat itu, Gatot Pujo Nugroho, akhirnya memenangkan pilgub Sumut 2008. Adakah slogan tersebut punya andil atas kemenangan itu?

Hingdranata Nikolay, seorang peraih gelar Licensed Master Trainer of Neuro-Linguistic Progaming (NLP) dari perintis ajaran NLP Dr Richard Bandler, menyatakan, slogan yang diusung kandidat calon, baik capres maupun calon dalam pemilukada, punya pengaruh besar dalam memengaruhi publik.
Untuk slogan Syamsul itu, kekuatannya bukan pada kata ‘tidak’, tapi pada kata ‘lapar’, ‘bodoh’, dan ‘sakit’. “Karena menurut Hing, otak manusia cenderung tidak memproses kata ‘tidak’. “Buktinya, bila ada kalimat ‘tidak boleh merokok di sini’, tetap saja orang pada merokok di dekat kalimat yang ditempel di situ. Tidak boleh kencing di sini, malah kencing di situ,” ujar Hing, panggilan akrab pria kelahiran Maumere, Flores, 22 Desember 1972 itu, kepada koran ini di Jakarta, Sabtu (9/6).

NLP sendiri tergolong sebuah ‘ilmu’ yang relatif baru diperkenalkan di Indonesia. Lebih tepatnya, saat ini hanya sedikit publik Indonesia yang mengenalnya. Menurut Hing, orang yang sudah menguasai ilmu NLP akan memaknai sebuah kalimat.

“Bukan langsung memaknai satu kalimat itu. Sehingga, orang yang menguasai ilmu ini, dia akan pandai berdebat, dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Sebaliknya, dia pintar mempengaruhi orang lain,” urai peraih gelar Master Trainer di bidangnya itu, pada 19 Maret 2012 di Orlando, USA. Hing merupakan orang pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara yang sudah sampai pada level kehormatan itu.

“Ilmu ini sangat cocok bila dipelajari para politisi. Karena ilmu ini juga mempelajari pola linguistik,” ujarnya. Menurutnya, kata ‘bodoh;, ‘sakit’, dan ‘lapar’, merupakan bagian linguistik yang sudah marasuk dalam publik Indonesia. Karenanya, gampang diingat dan cukup mengena.

Hing, alumni Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Atmajaya Jakarta ini, memberi contoh slogan capres 2009, yakni dengan membandingkan slogannya SBY dengan slogannya Jusuf Kalla. Slogan SBY ‘lanjutkan!’. Sedang slogan JK saat itu, ‘lebih cepat lebih baik’.

Menurut Hing, selain karena lebih simpel, slogan SBY juga cocok dengan ‘pola linguistik’ masyarakat kebanyakan Indonesia, yang lebih suka kemapanan. “Rakyat Indonesia itu tipikalnya tak suka berspekulasi ke hal-hal baru, takut terjerumus pada ketidakpastian. Buktinya, Soekarno dan Soeharto bisa bertahan lama berkuasa,” ujarnya.

Bagaimana dengan slogan JK? Menurut Hing, slogan politisi senior asal Makassar itu tidak sejalan dengan ‘alam pikir’ rakyat Indonesia kebanyakan. Penduduk Jawa, sebagai mayoritas pemilik suara, tidak tersentuh dengan slogan JK itu.

Di Indonesia, kata Hing, sangat populer kalimat ‘biar lambat asal selamat’. “Entah berapa persen kalimat slogan mempengaruhi publik, tapi jelas sangat berpengaruh,” ujar Hing, yang mengaku sering diundang perusahaan untuk mendongkrak semangat SDM perusahaan-perusahaan kliennya itu. Hing, ayah tiga anak itu, sudah mendalami dan mengapilkasikan ilmu unik ini sejak 1997.

Tapi dia membantah dirinya berprofesi sebagai motivator, semacam Mario Teguh atau Ary Ginanjar. “Kalau motivator, lebih memberi imbauan dari luar agar merasuk ke dalam. Tapi NLP memberdayakan dari dalam, agar yang keluar bisa lebih semangat,” urainya. (*)