Home Blog Page 13402

Tidak Semua Buah Baik Untuk Cemilan

Tubuh, ada kalanya membutuhhkan asupan makanan ringan. Perasaan seperti ini sering terjadi saat waktu menjelang makan siang dan makan malam. Dibandingkan harus mengkonsumsi cemilan yang tidak sehat yang ada di pasaran, ada baiknya Anda mengkonsumsi buah-buahan untuk mengganjal perut.

Keluarga berry misalnya, selain dapat mengganjal perut, buah ini juga kaya antioksidan dan vitamin. Beberapa contoh keluarga berry yang sering dijumpai di pasaran adalah blueberries, strobery, dan raspberries. Disamping itu, apel, pir dan alpukat juga dapat menjadi pilihan lainnya untuk pengganjal rasa lapar. Tak hanya mengandung vitamin C, buah-buahan ini juga kaya akan serat yang  baik untuk pencernaan.

Meski buah tampak menyehatkan, tetapi tak semua buah baik dijadikan sebagai cemilan di kala senggang. Ternyata ada beberapa jenis buah yang tidak baik dijadikan sebagai cemilan.

1. Melon dan Semangka
Baik melon dan semangka memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Tercatat, keduanya mencapai angka 65 pada indeks glikemik. Ada baiknya, Anda tidak mengonsumsi melon atau semangka dalam jumlah yang besar agar tidak berisiko diabetes.

2. Nanas
Nanas memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Meski demikian, buah ini juga mengandung nutrisi penting bromelain, enzim yang terbukti dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan.

3. Mangga dan Pepaya
Meski tidak semanis nanas, kedua buah ini lebih baik dinikmati sesekali waktu. Sebagai pilihan terbaik, pisang bisa menggantikan rasa kenyang saat mengonsumsi mangga dan pepaya. Meski pisang juga memiliki kadar gula yang tinggi, tapi pisang adalah sumber energi yang baik. (bbs/net)

Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden

Gus Irawan

SURAKARTA- Direktur Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu dianugerahkan gelar bangsawan Kanjeng Raden Pengeran Haryo (KRPH) Hartowinoto oleh Kasunanan (kesultanan,) Solo atau Surakarta Hadiningrat di Pendopo Sasana Pornomo, Kotabarat, Surakarta, Selasa (5/6).

Prosesi penganugerahan ini dilakukan secara sakral wisuda untuk pemberian gelar kebangsawanan (kekancingan) pada Gus Irawan Pasaribu oleh kerabat bangsawan Keraton Surakarta Hadiningrat yang berlangsung sederhana, khidmat dan singkat.

Dengan mengenakan pakaian Kesultanan Surakarta Gus Irawan surat pengangkatannya sebagai Kanjeng Raden Pangeran Haryo (KRPH) Hartowinoto. Sedangkan istrinya Ny Asrida Murni menerima gelar Kanjeng Mas Ayu (KMA).

Gelar kebangsawanan diberikan oleh Pakubuwono XIII Sunuhun Tedjowulan yang secara simbolis diserahkan pemimpin prosesi kekancingan Kanjeng Pangeran Haryo Adipati Sosronagoro. Gelar kebangsawanan diberikan secara serempak kepada sejumlah abdi dalem dan tokoh abdi masyarakat dengan beberapa tingkat kepangkatan, yang lazim di lingkup pemerintahan keraton, seperti mantri, penewu, raden tumenggung hingga kanjeng raden haryo tumenggung.

“ Gus Irawan layak mendapat gelar kehormatan dari Keraton Surakarta Hadiningrat karena perduli terhadap pelestarian budaya Jawa. Beliau memiliki karakter kepemimpinan santun dan mengayomi layaknya karekter orang Jawa terdidik. Selain itu, beliau merupakan bankir peduli terhadap ekonomi kerakyatan,” ujar Kanjeng Pangeran Haryo Adipati Sosronagoro kepada wartawan.
Seperti diketahui, Dirut Bank Sumut Gus Irawan sejak tahun 2008 telah menginisiasi gerakan pemberdayaan kaum marginal terutama kaum perempuan pelaku usaha mikro melalui kredit tanpa agunan, yang jumlah dampingannya telah mencapai 73 ribu orang yang tersebar di seluruh daerah di Sumatera Utara.(ril)

Panitia Kongres Alumni UHN Audiensi ke Sumut Pos

MEDAN-Ikatan Alumni Universitas HKBP Nommensen (UHN) akan menggelar kongres di kampus UHN Jalan Sutomo No 4 A Medan, pada 6-7 Juli 2012 mendatang.

Menurut sekretaris organizing comitee (OC) panitia kongres Hotman Nikolas Marpaung menuturkan, adapun tujuan digelarnya kegiatan tersebut untuk membentuk satu kepengurusan ikatan alumni UHN yang berpusat di Medan.

“ Notabene kita ketahui bersama, kepengurusan ikatan alumni UHN masih terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Untuk itu, kongres ini merupakan wujud penyatuan ikatan alumni UHN se-Indonesia,” ungkapnya saat melakukan audiensi ke Kantor Harian Sumut Pos Graha Pena Medan, Rabu (6/6).

“ Karena itu diharapkan partisipasi dari seluruh alumni baik kehadiran serta sumbangan termasuk pemikiran guna suksesnya kegiatan ini. Dan hal tersebut dapat dituangkan di kantor panitia di kampus UHN,” tambah Hotman. Pada audiensi tersebut, panitia kongres diterima langsung oleh Wakil Pimpinan Umum Harian Sumut Pos H Affan Bey Hutasuhut dan Goldian Purba.

Kedua Wakil Pimpinan Umum Harian Sumut Pos ini mengaku secara langsung bakal membantu menyukseskan kegiatan akbar ikatan alumni UHN tersebut. “Kita sangat mendukung disatukannya ikatan alumni UHN. (saz)

Bupati Dukung Sergai Rally 2012

MEDAN-Ajang putaran kedua kejurda North Sumatera Rally Championship ‘Sergai Rally 2012’ yang berlangsung di Kabupaten Sergai pada 6 sampai 8 Juli, juga  menyandang predikat sebagai seri II kejurnas Rally 2012.

“Even Sergai Rally merupakan seri II kejurnas 2012, setelah seri pertama juga berlangsung di Sumut yakni Langkat Rally 2012  pada April lalu. Kejuaraan memperebutkan trofi Bupati Sergai,” demikian ungkap Ketua I Panpel Sergai Rally 2012, Kisharyanto Pasaribu di Medan, Rabu (6/6).

Menurut Kisharyanto, Pengprov IMI Sumut telah siap untuk menggelar kejurnas seri II ini, tentunya atas dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemkab Serdang Bedagai (Sergai), yang begitu antusias mempersiapkan diri menjadi tuan rumah.

“Kita telah melakukan audiensi dengan Bupati Sergai Ir. HT Erry Nuradi MSi, di Sei Rampah Selasa. Bupati mendukung penuh event ini, yang disebutkan memiliki multi efek termasuk ikut mempromosikan  dunia pariwisata di Sergai yang dikenal banyak memiliki lokasi wisata pantai andal,” sebut Kisharyanto.

Dikatakan, dalam audiensi dengan bupati, Panpel Langkat Rally 2012 dipimpin Ketua Panpel yang juga Ketua Harian IMI Sumut John Lubis, Ketua I Panpel Kisharyanto Pasaribu serta Wakil Sekretaris Hanin Dito. Sementara Bupati Sergai Ir. HT Erry Nuradi MSi ikut didampingi Ketua DPRD Kabupaten Sergai H Azmi Yuli Sitorus.

Bupati, katanya, memberi apresiasi kepada panpel, karena telah memilih Kab. Sergai sebagai lokasi kejurnas reli 2012, dan menyambut antusias even ini.

Seri II kejurnas di Sergai ini, sebutnya, akan menjadi momentum untuk membawa kembali seri kejuaraan Asia Pasifik (APRC) dan kejuaraan dunia (WRC) ke bumi Sumatera Utara, seperti di era akhir 1980-an dan 90-an. “Observer FIA juga akan hadir di Sergai Rally, untuk mengamati jalannya perlombaan. Karenanya kita harus bekerja keras untuk memastikan lomba berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” ungkap Kisharyanto.

Adapun lokasi start dan finish Sergai Rally 2012 dilakukandi lapangan replika Sultan Serdang di Jalinsum, Perbaungan, sedangkan perlombaan (spesial stages/SS) berlangsung di kawasan Perkebunan Lonsum di Kec. Rambong Sialang, yang juga pernah menjadi lokasi SS saat kejuaraan APRC dan WRC di tahun 1990-an.

Sergai Rally, sebagai putaran II kejurnas 2012 dipastikan berlangsung lebih ramai, mengingat akan banyak peserta luar Sumut yang akan turun. “Peserta luar pasti lebih ramai, karena sejak seri II, kesepakatan antar Pengprov penyelenggara kejurnas untuk mengirimkan minimal lima peserta di setiap kejurnas sudah berjalan. Jumlah tersebut belum termasuk peserta asal DKI yang tak pernah absen mengikuti kejurnas,” tambah Kisharyanto.

Selain Sumut, kejurnas reli 2012 juga berlangsung di Sulsel untuk seri III dan seri IV di Kaltim.  Sedangkan kejurda North Sumatera Rally Championship 2012, berlangsung tiga seri dengan seri terakhir Medan Rally pada 5 – 7 Oktober. “Pendaftaran peserta baru dibuka pada H minus 14, namun untuk informasi kejuaraan sudah bisa menghubungi  Sekretariat Pengprov IMI Sumut di Jl. Taruma, No. 52 Medan” tandas Kisharyanto. (jun)

Revitalisasi Peran Tenaga Kesehatan

Seminar dan Workshop Siaga Bencana Nasional

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mutiara Indonesia Dr Dra Ivan Elisabeth Purba MKes mengatakan, tenaga kesehatan masyarakat memiliki banyak peran terutama dalam penanganan bencana di Indonesia.Hal ini dikemukakan Ivan saat membuka Seminar Siaga Bencana Nasional di Kampus  STIKes Mutiara Indonesia, Selasa (5/6).

Seminar ini berlanjut dengan workshop di  Bapelkes Sumut Jalan Bunga Lau Medan 5-8 Juni 2012. Menurut Ivan, Indonesia yang sering mengalami bencana alam baik banjir, gempa dan lain yang harus disikapi secara bersama-sama oleh semua lapisan masyarakat termasuk tenaga kesehatan masyarakat. ‘’Dari 33 provibnsi di Indonesia, 26 provinsi rawan bencana.

Medis berperan di awal bencana namun mengatasi dampak berkelanjutan pasca bencana termasuk gangguan jiwa para korban bencana dibutuhkan peran tenaga kesehatan  masyarakat,’’ katanya.

Ia berharap melalui seminar dan workshop ini akan mengurangi kepanikan dalam menghadapi bencana. ‘’Pemerintah jangan hanya fokus pada medis aja,’’ katanya.

Dalam kesempatan ini, lanjut Ivan, juga dikukuhkan Anggota Mahasiswa Siaga Bencana (Hagana) STIKes Mutiara Indonesia Medan. Mereka adalah Suprapto SKM MKes, Heriyanto Nababan SKM, Mido Ester Sitorus SKM, Supriatno Nainggolan, Tri Nurhayati, Jonathan Sianturi, Riphai Pandapotan, Galvani, Denald Parman Pasaribu dan Seventria Sinaga.

‘’Hagana mendapat pelatihan penanggulangan bencana. Ini juga bagian dari pendidikan berkarakter untuk peduli dan berempati kepada korban bencana,’’ jelasnya.

Seminar ini menampilkan tiga pemakalah yang memberi materi ceramah yakni Drs Sigit Padmono Dewo MSi (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dr Arifin (Pusat Penanggulangan Krisis  Kemenkes RI) dan Dr Adang Bachtiar MD MPH DSc (Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat atau IAKMI).

Adang Bachtiar memberi apresiasi terhadap peran STIKes Mutiara Indonesia dalam menggelar seminar dan workshop siaga bencana nasional termasuk pembentukan Hagana.
Sedangkan Sigit bilang, diperlukan serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian  dan langkah yang tepat guna dan berdaya guna.

Peserta seminar dan workshop berasal dari IAKMI Sumut dan Jakarta, pimpinan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unpri Medan, STIKes Helvetia, STIKes Sumut, STIKes Medistra Lubuk Pakam dan STIKes Nauli Husada Sibolga.

Hadir juga perwakilan Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) dari STIKes Mutiara Indonesia, Universitas Teuku Umar, Universitas Serambi Mekah, USU, STIKes Helvetia Medan, STIKes Nauli Husada Sibolga, Universitas Andalas, Universitas Ratu Samban Bengkulu Utara, STIKes Tri Mandiri Sakti Bengkulu dan Universitas Indonesia Jakarta. (*)

Kadishubsu Dituding Menjebak Aktivis

MEDAN- Forum Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara (Formaksi-SU) menuding Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumatera Utara Rajali S,Sos, melakukan pengancaman terhadap para aktivis mahasiswa, yang mencoba melakukan unjukrasa terhadap dirinya.

Tudingkan yang dimaksud Formaksi-SU terhadap Kadishub Sumut ini, Rajali S,Sos dikabarkan akan langkah dengan merencanakan satu skenario untuk menjebak Formaksi-SU, agar terjerat dalam masalah hukum lalu dilaporkan pada pihak kepolisian.

“ Saya baca di salah satu media harian di Medan, yang salah satu isi tulisannya   menyatakan, beberapa aktifis yang melakukan aksi di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), bakal dijebak oleh orang-orang yang tak sepaham dengan aktivis yang mengkritisi kinerja Kadishubsu, Rajali ’ ujar Ketua Formaksi-SU Doli pada wartawan Rabu (6/6).

Bukan hanya menyinggung sebagai Kadishub Sumut saja, sambung Doli, tapi sebagai mantan Kabiro Umum Setdaprovsu. ‘’Kabarnya menyebutkan bahwa beberapa aktifis bakal dijebak, kemudian dipolisikan oleh orang-orang yang tak senang Rajali  dikritisi,” tergas Doli.

Sementara itu Sekretaris Dishubsu Ali Amas Hasibuan membantah tudingan yang dilontarkan Formaksi-SU.” Kami tidak pernah berniat seperti itu. Saya yang bersumpah. Menyampaikan aspirasi itu adalah dilindungi undang-undang. Jadi kami secara tegas membantah kalau kami akan menjebak, kemudian akan melaporkannya.  (ari)

Penahanan Pelajar Kelas 6 SD Ditangguhkan

Mencuri Pagar

BINJAI-Setelah mendekam selama empat malam merasakan pengabnya udara didalam tahanan, akhirnya Dede Rifani Rau (12) pelajar kelas 6 Sekolah Dasar (SD) ini, kembali menghirup udara segar dengan mendapatkan penangguhan penahanan dari Kapolsek Binjai Kota Kompol ZA Harahap pada Rabu (6/6) sore pukul 16.30 WIB.

Kapolsek mengaku penangguhan penahanan yang ia lakukan bukan hanya terhadap Dede Rifani Rau, tapi teman Dede lainnya juga akan ditangguhkan. Penangguhan penahanan ini dilakukan terhadap keempat bocah dibawah umur ini dengan alasan mereka masih berstatus pelajar.

“Kita sudah pertimbangkan untuk itu kita tangguhkan keempat anak itu karena mereka masih sekolah.Jadi Dede sudah kita pulangkan lebih dulu. Sementara, tiga temannya yang lain hari ini juga turut tangguhkan atas jaminan dari orang tua mereka masin-masing. Kalau bicara hukum, kasusnya akan tetap kita lanjutkan.

Pun demikian, kita akan mencoba cari jalan terbaik dengan Kadis Pendidikan. Soalnya, kasihan juga kita melihat anak-anak ini. “ Ujar Kompol ZA Harahap.

Pelajar kelas 6 SD ini ditahan bersama tiga orang temannya Janter (17), Rio (18) dan Jupriadi (18) ditahan Polsek Binjai Kota, karena kedapatan mencuri pagar besi milik Puskesmas, di Jalan Pratama I, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, yang tidak tidak jauh dari mereka.

Bungsu dari tiga bersaudara pasangan Nirmalawati dan Hamdani, hanya dikenakan tahanan kota,  dan diwajibkan harus melapor setiap hari pada Polsek Binjai Kota. Meskipun sudah menghirup udara segar, Dede tidak lagi ceria seperti dahulu diduga karena trauma yang dialaminya ketika masih berada didalam tahanan.’’ Dia  banyak melamun badannya pun demam. Makannya kami segera membawanya berobat, “ ujar Nirmala pada wartawan.

Perbuatan Dede ini, harus ia bayar mahal dengan menginap di dalam sel tahanan Polsek Binjai Kota. Dengan umur yang masih belia ini Dede harus merasakan tidur dibalik jeruji besi yang seharusnya tidak ia alami.

“ Kami nggak tahu harus berbuat apa. Kami tahu dia (Dede-red) salah. Tapi, apakah tidak ada jalan lain yang bisa dibuat. Apakah nggak ada hukuman lain yang bisa dijalani anak saya. Dia (Dede-red) masih kelas 6 SD, dia itu nggak tahu apa-apa,” ujar Nirmala merenungi nasib anaknya setelah di keluarkan dari dalam tahanan.

Nirmala mengaku, ia tidak dapat berbuat banyak karena ia hanya bekerja sebagai buruh cuci sedangkan suaminnya Hamdani sebagai penarik becak ini, tak kuasa melihat jeritan putranya yang meminta pulang. “ Kami nggak tega melihatnya. Dia terus menangis dan ingin pulang ke rumah. Dia mengaku takut berada di penjara ini,” ucap ibu berbadan kurus ini.

Sementara, Kepala Puskesma dr Tata, saat ditemui mengaku, jika pihaknnya sudah menyarankan agar pihak keluarga kembali memasangkan pagar besi itu ke tempat asalnya. Dan pihaknya tidak akan mepersoalkan lagi permasalahan tersebut.

“Mereka sudah datang kemari. Kami juga sudah menyarankan agar pagar besi itu dipasangkan kembali. Itu pun atas saran dari Kepala Dinas Kesehatan, Agusnadi Tala,” cetus dr Tata.

Ia juga mengaku, bukan sekali ini saja pagar itu hilang dari Puskesmas. Menurutnya, sudah lima kali pencurian itu dialami pihaknnya. Makanya, pagar di Puskesmas, tersebut tidak ada lagi. “Saya memang baru beberapa minggu di sini. Namun, menurut beberapa rekan-rekan lainnya sudah ada lima titik pagar yang dicuri. Dan kami menduga, mereka-mereka itulah yang mencurinnya,” rekanya sembari masuk ke dalam Puskesmas.(ndi)

Permohonan Sertifikasi dan Naik Pangkat Dipersulit

Guru SMAN 18 Medan Ngadu ke DPRD

MEDAN-Guru SMAN 18 Medan mengadu ke Komisi B DPRD Medan terkait sikap Kepala Sekolah (Kasek), Yurmaini Siregar yang dinilai arogan dan mempersulit sertifikasi guru, bahkan tidak bersedia menandatangani kenaikan golongan salah satu guru.

Kepada anggota dewan, salah seorang guru, Adelina Nababan menuturkan, sudah tujuh kali menemui Yurmaini untuk permohonan tanda tangan keperluan urusan naik pangkat. Namun kasek tidak pernah menggubris bahkan tidak memberikan alasan.

“Setiap saya menjumpai kasek selalu menghindar, bahkan saat bertemu kasek menolak tubuh saya dari ruangannya,” kata Adelina, di gedung DPRD Medan, Rabu (6/6).

Bahkan, lanjut Adelina, hingga hari Rabu (6/6), Adelina tetap menjumpai kasek namun tidak diterima. Sabtu (2/6) lalu, Adelina menerobos masuk ken ruangan kasek memohon agar pengajuan kenaikan pangkat Adelina dari golongan III D ke IV A. Namun saat itu, Adelina menerima perlakuan kasar dari kasek dan mendorong tubuh Adelina keluar ruangan.

Adelina Nababan memohon anggota dewan dapat memfasilitasi untuk menyelesaikan masalahnya karena batas akhir memasukkan berkas kenaikan golongan pada 10 Juni mendatang. Selain itu, guru lainnya membeberkan borok bahkan menuding Kasek Yurmaini terkesan arogan, seperti urusan sertifikasi sejumlah guru di SMAN 18 yang dipersulit.

“Bahkan hubungan tidak harmonis antara kasek dengan puluhan guru sudah berlangsung lama. Perseteruan guru guru dengan kasek ini juga menimbulkan hubungan sesama guru tidak harmonis dan berdampak buruk masalah proses belajar mengajar di SMAN 18,” ujarnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Medan, M Yusuf merasa prihatin. Bahkan Yusuf mengecam tindakan kasek yang dinilai semena-mena bahkan menghalangi hak guru. Jika Kasek Yurmaini tidak dapat menjalin hubungan harmonis kepada guru, Komisi B akan merekomendasikan pergantian Kasek SMAN 18 demi menyelamatkan anak didik supaya tidak terganggu dalam proses belajar.
“Seharusnya kasek itu mengayomi guru dan murid,” jelasnya.

Pendapat hampir sama juga disampaikan Janlie, terkait persoalan di SMAN 18, Disdik maupun Wali Kota Medan harus cepat tanggap.

“Jika masih saja persoalan kasek dan guru tetap berlangsung maka proses belajar mengajar pasti terganggu. Untuk itu persoalan seperti ini harus disikapi cepat,” bebernya.(adl)

300 Orang Diperiksa Terkait Korupsi Bansos

Dokter Jangan Asal Keluarkan Surat Sakit bagi Tersangka

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) telah  memeriksa 300 orang dalam kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) Tahun Anggaran 2009-2011 senilai Rp1,2 triliun. Dari jumlah tersebut, 8 orang ditetapkan menjadi tersangka, namun baru 4 orang yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan.

“Tim penyidik Kejati Sumut sudah mengantongi beberapa nama calon tersangka baru. Tapi belum bisa dipublikasikan dengan alasan kepentingan penyidikan. Saat ini penerima dana Bansos atau pengelola proyek masih dimintai keterangannya sebagai saksi,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Marcos Simaremare SH, Rabu (6/6).

Dikatakan Marcos, dalam penanganannya, tersangka yang sudah ditahan yakni pemilik delapan yayasan sekaligus calo Bansos yakni Adi Sucipto, Bendahara Biro Umum Binsos Provsu Subandi, mantan Bendahara Bina Sosial Provinsi Sumatera Utara Syawaluddin. Namun, untuk tersangka Bendahara Biro Binsos Provsu Ahmad Faisal, sejak Jumat (1/6) kemarin mendapat perawatan di RSUD dr Pirngadi Medan lantaran menderita penyakit jantung.

“Dia (Ahmad Faisal) sebelumnya ditahan di Rutan Tanjung Gusta, tapi lantaran sakit, lalu dibantarkan di Pirngadi untuk mendapat perawatan medis. Belum tahu perkembangannya, nanti di cek lagi. Kalau memang tersangka meminta perawatan ke luar negeri karena penyakitnya, pastinya akan kita pelajari dulu,” terang Marcos.

Sementara itu, Bendahara Biro Perekonomian Sekretariat Pemprovsu, Umi Kalsum, sampai saat ini memang belum ditahan, lantaran dalam keadaan hamil. “Karena kondisinya yang tidak memungkinkan, tersangka Umi Kalsum ditetapkan sebagai tahanan kota,” pungkasnya.
Sementara, Ikatan Dokter Indonesia Sumatera Utara (IDI) Sumut menghimbau dokter tidak sembarangan mengeluarkan surat sakit untuk tersangka korupsi yang bisa digunakan untuk penangguhan penahanan (pembantaran).

Imbauan itu dikeluarkan IDI Sumut berkaitan dengan tersangka korupsi yang sudah ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi Sumut maupun kasus korupsi yang sedang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daeah Sumatera Utara (Poldasu).

Wakil Ketua IDI Sumut, dokter Ramlan Sitompul kepada Sumut Pos mengatakan, organisasi tertinggi para dokter itu tidak segan-segan akan mengeluarkan sanksi berat terhadap dokter yang tidak berhati-hati mengeluarkan surat keterangan sakit untuk tersangka korupsi.

“Kita akan memberi sanksi berat jika dokter memberikan surat keterangan sakit untuk tersangka korupsi tanpa melalui prosedur yang benar, “ ujarnya, Selasa (5/6) kemarin.

Masih berkaitan dengan kasus korupsi, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) kini sedang berkoordinasi dengan polisi internasional untuk mencegah nama-nama calon tersangka korupsi di Biro Umum Sekertariat Daerah (Setda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

Hal itu dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho, Rabu, (6/6) kemarin. “Kita sudah koordinasi dengan Interpool untuk mengantisipasi apabila para tersangka mencoba untuk kabur melarikan diri ke luar negeri,” ujar Sadono.

Mengenai rencana diumumkannya nama tersangka dugaan korupsi di Biro Umum Setda Provsu, Sadono mengatakan, rencana tersebut diundurkan lantaran hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih belum diserahkan ke penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu. “Hasil koordinasi sebelumnya dengan BPKP, hasil auditnya diserahkan hari ini (Rabu,red). Akan tetapi hasilnya belum ada kita terima sampai sekarang,” ungkapnya.

Saat ditanya siapa calon tersangka utama yang akan ditetapkan menjadi tersangka, Sadono masih enggan menyebutkannya. “Nanti kita kasih tau setelah audit BPKP diterima dan dipanggil salah satunya. Kemudian kita akan lakukan penahanan. Kalau namanya nanti saja, jika saya sebutkan sekarang, bisa saja tersangkanya kabur,” dalihnya.(far/mag-12)

Lakukan Tes Ini Sebelum Memutuskan Menikah

Hubungan bisa dikatakan sebuah “paket lengkap” jika  seseorang mendapat kelebihan pasangan dan sekaligus bisa menerima kekurangannya. Jika Anda berencana membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius, hal tersebut pasti akan jadi pertimbangan. Untuk mengetahui apakah si dia benar-benar “Mr. Right”, sebelum memutuskan untuk serius, lakukan dulu empat tes ini. Sikap dan reaksinya bisa jadi pertimbangan Anda.

1. Kesopanan
Patti Stanger, seorang matchmaker dan penulis buku soal hubungan asmara, menilai bahwa aspek kesopanan menjadi hal penting dalam hal mencari jodoh. Sebab, kesopanan menggambarkan kebiasaannya menghargai orang lain. “Hal kecil seperti membukakan pintu, membiarkan Anda jalan lebih dulu atau hal lain merupakan tanda penting untuk mengetahui sikap dia sebenarnya,” kata Stanger, dikutip dari Shape. Jadi, perhatikan dengan baik sikap dia pada orang lain dan pada Anda.

2. Pertemanan
Hubungan yang baik membutuhkan koneksi yang kuat antara raga dan pikiran. Mungkin Anda beranggapan kalau kepribadian adalah hal terpenting dalam mencari pasangan. Namun, ketertarikan fisik dan seksual, ternyata tak kalah penting. “Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda tetap berhasrat dengan dia, jika dia tak menarik secara seksual,” kata Lindsay Kriger, seorang konsultan hubungan.

3. Keuangan
Pembahasan soal uang biasanya ditunda hingga hubungan sudah masuk dalam tahap pernikahan. Padahal, tema ini sangat sensitif dan faktanya bisa jadi pemicu perceraian. Untuk itu, saat Anda ingin serius dengan si dia, cobalah perlahan menanyakan sudut pandangnya soal keuangan.

“Ceritakan bagaimana pekerjaan Anda, tabungan dan rencana masa depan. Jika memang ia serius, pasti juga akan menceritakan bagaimana ia menghabiskan uang, apakah termasuk suka menabung atau boros, termasuk juga utang yang dimilikinya,” kaya Kriger.

Terbuka soal keuangan bisa jadi tanda kalau hubungan Anda memang serius dan berkomitmen jangka panjang. Itu karena, Anda dan si dia mulai berpikir untuk menjadi “rekan bisnis” dalam rumah tangga.

“ 4. Keluarga
Saling mengetahui nilai-nilai yang dipegang dalam keluarga juga penting. Mulai dari agama hingga rencana untuk memiliki anak. “Dari agama, ini akan jadi landasan dalam hal nilai keluarga, mendidik anak, hingga menjaga komitmen dan kehormatan,” kata Kailen Rosenberg, seorang konsultan hubungan.

Banyak hubungan yang berada dalam lingkaran konflik karena baik suami dan istri memiliki sudut pandang berbeda dalam nilai-nilai keluarga. Anda bisa mengetahui bagaimana sudut pandang si dia dengan mengajaknya bermain dengan anak-anak.

Tanyakan pendapatnya soal anak, keluarga dan ajak berdiskusi. Trik ini cukup bisa memancing pendapatnya soal keluarga dan masa depan. (bbs/net)