Home Blog Page 13408

Warga Berebut Tanah Wakaf

MEDAN-Dua kubu warga terlibat keributan gara-gara berebut hak pengelolaan lahan kuburan, di Pekuburan Mandailing Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Selasa (5/6) kemarin. Kedua kubu saling klaim memiliki hak pengelolaan di atas tanah seluas 26432 meter persegi itu.

Kericuhan terjadi saat salah satu kubu warga tiba-tiba langsung memasang plang di dinding tembok kantor kenaziran pekuburan Mandailing itu. Kemudian berusaha mencabut plang kenaziran yang ada sebelumnya. Akibatnya, kericuhan tidak terelakkan hingga menimbulkan pertengkaran dan saling tuding.

Salah seorang pengurus kenaziran, M Sazli Nasution mengatakan, lahan kuburan sekitar 2,5 hektar itu merupakan lahan yang telah diwakafkan keluarga Kesultanan Deli berdasarkan akta notaris.
“Sudah ada kenaziran yang mengurusi lahan kuburan sejak dahulu. Sekarang ada kenaziran baru yang mengelola,” ujar Sazli.

Semantara itu, Fauzi dari kubu yang lain menuding, kenaziran yang lama telah mengalihkan fungsi sebagian tanah wakaf menjadi perumahan.
“Ini tanah wakaf. Kenaziran yang lama mengizinkan pihak lain membangun rumah di atas tanah wakaf ini,” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan, pengelolaan lahan kuburan berdasarkan hak sertifikat yang didukung surat keputusan Kementerian Agama.
“Saya ditunjuk untuk mengelola lahan kuburan berdasarkan ketetapan dari Kementerian Agama,” ujar Fauzi.

Perseteruan akhirnya mereda setelah pihak kepolisian dari Polsekta Medan Kota dan pegawai kecamatan meminta kedua belah pihak untuk menggelar musyawarah untuk menentukan hak pengelolaan lahan kuburan itu.

Lurah Sei Mati, Asbin S mengaku, belum mengetahui secara detail terkait dua kubu dalam yang saling klaim dalam kepemilikan tanah perkuburan itu.
“Saya belum tau duduk permasalahannya dimana. Setahu saya, kepemilikan tanah perkuburan itu Muhammad Fauzi Lubislah yang sah,” ujarnya singkat.

Kericuhan ini sempat menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di Jalan Brigjen Katamso. Para pengendara sengaja memperlambat kendaraan mereka untuk melihat secara langsung kericuhan antara dua kubu yang saling klaim atas kepemilikan hak di atas tanah pekuburan itu. (mag-12)

Tsonga Kejar Rekor Noah

PARIS-Novak Djokovic dan Jo-Wilfried Tsonga akan berpikir soal sejarah saat bertemu di babak perempat final Perancis Terbuka, Selasa. Menyusul kemenangan di London, New York, dan Melbourne, Djokovic tinggal selangkah lagi untuk menjadi pemain ketiga dalam sejarah yang mampu meraih empat gelar turnamen grand slam secara beruntun.

Sementara buat Tsonga yang merupakan unggulan lima, ia berpeluang menjadi petenis Perancis pertama yang menjuarai turnamen di Roland Garros sejak Yannick Noah mengalahkan Mats Wilander pada 1983.

Bagi Tsonga, tekanan lebih besar sebenarnya dirasakan oleh Djokovic. “ia harus menang. Bagi saya, saya hanya perlu bermain baik dan semuanya akan lebih positif.”
“Saya akan bermain tanpa beban karena menghadapi pemain nomor satu dunia. Jadi, justru dia yang akan lebih di bawah tekanan,” kata Tsonga.

Namun, Tsonga melihat Djokovic sangat berbeda dengan tahun lalu. “Tahun lalu ia tidak sebaik sekarang. Ia masih muda, saya lebih tua dua tahun daripada dia. Namun, ia sangat dewasa dan semua pukulannya jauh meningkat,” tutupnya. (bbs/jpnn)

Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Brilian Moktar Gelar Reses di Sejumlah Kecamatan se-Medan

Hampir di setiap sudut Kota Medan tidak lepas dari masalah. Sedihnya lagi, yang menghadapi masalah itu adalah masyarakat kecil. Bukti dan fakta itu ditemukan oleh Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Medan, Brilian Moktar SE, saat menunaikan kewajibannya kepada rakyat dalam pelaksanaan reses ke sejumlah kecamatan di Kota Medan selama sepekan, terhitung sejak Senin (29/5) sampai Sabtu (2/6) lalu.

Di Medan Selayang, politisi PDIP ini menemukan persoalan pembebasan lahan yang tidak kunjung selesai di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata. Warga meminta, agar anggota DPRD Sumut turun tangan dalam upaya penyelesaian sengketa lahan tersebut. Karena selama ini, tidak pernah ada titik temu antara Pemko Medan dengan masyarakat, terlebih terkait ganti rugi lahan.

Menyikapi itu, Brilian Moktar secara tegas memberikan solusi yang tepat, dimana masyarakat diminta untuk terus memperjuangkan aspirasi, namun dengan catatan melalui cara yang legal. “Kalau belum sepakat tentang harga, susah untuk memperjuangkannya. Jadi harus sepakat semua, berapa yang diinginkan. Perjuangkan aspirasi dengan cara yang legal dan memberi manfaat yang baik,” katanya.

Dengan cara yang sesuai dengan konstitusi, pihaknya akan menyampaikan aspirasi warga tentang ganti rugi itu ke instansi terkait seperti Pemprov Sumut, Bappeda Sumut, Pemko Medan, dan Bappeda Medan. Selain masalah ganti rugi lahan, warga juga mengeluhkan kesulitan mendapatkan kartu “Medan Sehat” dan kesulitan untuk mendapatkan surat dari kelurahan untuk mengurus kepentingan tertentu.

Warga mengeluhkan, meski telah memberikan kartu “Medan Sehat” tetapi dalam kenyataannya, aparatur pemerintah di Medan terkesan seperti ingin menyengsarakan warga.
Lain lagi persoalan yang dihadapi masyarakat Medan Labuhan. Brilian Moktar menemukan bentuk-bentuk pungutan liar, baik dalam program pembuatan KK maupun KTP yang telah diberlakukan. Karena program yang semestinya gratis, namun masih ditemukan adanya pengutipan tak resmi di masyarakat.

“Kondisi seperti ini semestinya tak boleh lagi terjadi, karena program KK maupun KTP adalah gratis. Semua temuan dan keluhan yang disampaikan masyarakat ini akan kita teruskan ke Pemko Medan atau langsung ke Wali Kota untuk dipertanyakan, karena banyak masyarakat miskin yang ingin mengurus Jamkesmas tapi sulit untuk mendapatkannya” kata pria yang juga Bendahara Fraksi PDI P DPRD Sumut ini.

Di Medan Deli, Brilian banyak menerima keluhan tentang buruknya drainase hingga persoalan pasokan air bersih dari PDAM Tirtanadi yang sering macet. Menanggapi berbagai persoalan mulai dari masalah drainase, air bersih dan kerusakan jalan. Brilian Moktar berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada instansi terkait termasuk Wali Kota Medan dan Gubsu, agar berbagai persoalan masyarakat terutama dalam hal pelayanan publik dapat menjadi perhatian serius pemerintah.

Keberadaan sekolah SMA atau SMK Negeri di kawasan Medan Utara yang memiliki empat kecamatan yakni, Kecamatan Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan.

Brilian Moktar mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan yang kala itu dijabat Hasan Basri untuk membuka sekolah SMA ataupun SMK di kawasan Medan Utara yang nantinya berlokasi di Kelurahan Sicanang. Namun sampai saat ini pihaknya belum dapat penjelasan yang pasti tentang berdirinya sekolah tersebut. Karenanya, Brilian Moktar akan kembali mempertanyakan permasalah itu kepada Dinas Pendidikan Kota Medan.

Selain itu juga Brilian Moktar telah mengajukan kepada pihak Universitas Sumatera Utara (USU) untuk membuka cabang politeknik di kawasan Medan Utara agar masyarakat dapat mengikuti program pelatihan dan praktek di kawasan Medan Utara yang merupakan kawasan industri.

Menyikapi ketidakhadiran aparat kecamatan dan kelurahan dalam acara resesnya, ini menunjukkan aparat setempat telah melecehkan keberadaan anggota dewan. Padahal, reses yang dilakukannya tersebut merupakan tugas negara untuk menyikapi aspirasi rakyat.  “Seharusnya aparat kecamatan maupun kelurahan hadir bersama-sama menampung aspirasi warga untuk mencari solusinya,” ujarnya.

Brilian juga mengatakan, ia akan segera melaporkan hal tersebut kepada Wali Kota Medan untuk mengevaluasi kinerja aparat kecamatan maupun kelurahan. “Saya akan melaporkan hal ini kepada Wali Kota Medan agar camat serta lurah itu segera dievaluasi kinerjanya,” ujar Brilian Moktar.

Brilian Moktar juga secara tegas mengecam, unsur Muspika di empat kecamatan yang tidak hadir dalam reses yang dilakukannya. Ke empat kecamatan tersebut adalah Medan Johor, Marelan dan Medan Deli serta Medan Selayang.(ari)

Gatot Berdialog dengan Masyarakat Pakpak Bharat

PAKPAK BHARAT –Pelaksana tugas Gubernur Provinsi Sumtera Utara (Plt Gubsu) Gatot Pujo Nugroho ST bersilahturahmi dengan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat. Kegiatan ini digelar di Gedung Serbaguna Salak, Senin (4/6) malam. Pada kegiatan ini Gubsu melakukan dialog dengan sejumlah masyarakat.

“Kehadiran saya di daerah ini sebagai undangan dalam rangka menghadiri bulan bhakti gotong-royong masyarakat IX dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 40 tingkat Pakpak Bharat serta pencanangan Desa Binaan Bangdes Madu Provinsi Sumatera Utara tahun 2012 di Desa Lae Langge Namuseng, Kecamatan Sitellu Talin Uran Julu (STTU-Julu)”, ungkap Gatot.

Kepada Sumut Pos Gatot mengatakan, sebenarnya kegiatannya itu digelar, Selasa (5/6) kemarin. Mengingat jarak tempuh Medan-Pakpak Bharat sangat jauh, rombongan Gubsu mempercepatnya kunjungannya dan tiba di Salak pukul 19.00 WIB. “Bupati Pakpak Bharat yang memfasilitasi pertemuan ini dengan masyarakat Pakpak Bharat,” tutur Gatot.

Ketika disinggung tentang pencalonan dirinya sebagai Gubsu nanti, Gatot dengan tegas mengatkan, “Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah resmi mengamanatkan saya untuk maju sebagai calon Gubsu pada Pilgubsu tahun 2013 mendatang,” akunya.(mag-14)

Antisipasi Banjir Gol

Semen Padang v PSMS

MEDAN- PSMS sepertinya menaruh harapan besar di ajang Piala Indonesia. Performa melempem di IPL dengan menghuni papan bawah klasemen membuat tim besutan Fabio Lopez itu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berprestasi di ajang ini. Perempat Final sudah diinjak dan batu sandungan hadir dari tim pemuncak klasemen sementara IPL, Semen Padang pada leg I di Stadion H Agus Salim Padang, Rabu (6/6) sore ini.

Tentu saja Semen Padang merupakan lawan yang performanya saat ini jauh di atas PSMS. Tim yang kini ditangani caretaker pelatih, Suhatmam Imam itu begitu superior. Kabau Sirah baru sekali menelan kekalahan musim ini. Kekalahan itu pun sudah lama terjadi pada pertengahan Februari lalu. Selebihnya Semen Padang terus menuai kemenangan. Termasuk di ajang Piala Indonesia dengan menyingkirkan Pro Duta FC agregat 5-0.

Nah, gentarkah PSMS? Tak ada alasan untuk itu. Satu-satunya kesempatan PSMS untuk menjaga prestise adalah ajang ini dan hal itu tak dipungkiri Fabio Lopez. “Kompetisi ini kami mulai dari nol. Untuk itu, kami berharap bisa maksimal. Saya dan pemain sepakat untuk maksimal di ajang ini,” ujar Fabio saat dihubungi kemarin.

Dari dua pertemuan musim ini di arena IPL, rekor memang memihak pada Kabau Sirah. Di Teladan, PSMS tertahan 0-0. Pertemuan selanjutnya di Agus Salim, PSMS dibekap tiga gol tanpa balas. “Sepak bola adalah misteri, dan apapun masih bisa terjadi. Jika ada yang mengatakan rekor pertemuan kedua tim menjadi gambaran tim yang menang, mereka bisa memublikasikannya di internet,” katanya.

Kali ini, Fabio benar-benar harus mempersiapkan barisan pertahanan yang kokoh. Meraih hasil imbang atau kalah dengan skor tipis akan membuat PSMS tetap berpeluang di leg II di Teladan. Tombak-tombak Semen Padang Edward Wilson Junior dan Ferdinand Sinaga adalah duet tersubur di IPL musim ini. Ferdinand sendiri telah mengoleksi 13 gol sementara Edward 11 gol. Sayangnya di saat skuad butuh tembok yang kokoh, PSMS kehilangan Goran Ganchev yang cedera saat menghadapi Persiraja di babak 16 besar lalu.

Pilihan pun akan kembali jatuh pada Fadly Hariri untuk mendampingi Vagner Luis. Selain Ganchev, Fabio terpaksa tidak membawa beberapa pemain karena cedera dan akumulasi kartu. Dari 18 pemain yang dibawa tak terdapat nama Syafrudin Tahar, Ahn Heo Yean, dan Andrea Abu Bakar. Ahn cedera sementara Andrea terkena akumulasi kartu.(mag-18)

USU Dominasi Kejuaraan Nine Ball POBSI

MEDAN- Hari kedua, kelompok mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) mendominasi babak kualifikasi Kompetisi Nine Ball yang diselenggarakan Persatuan Olahraga billiard Sumatera Utara (POBSI) Sumut di Pusat Pelatihan POBSI Sumut sejak Senin (4/6) hingga Kamis (7/6) mendatang.

Adapun peserta yang lolos dari Pool A hingga Pool M yakni Yan Hasqi dari SMA 4, Richard dari Universitas Nomensen, Dikky dari UISU, Ivan Harahap dari USU, Astrid dari Universitas Harapan III, Sihar dari Politeknik Negeri Medan, Akbar SMU 4, Adek USU, Dian UISU, Nuel USU, Iman T SMP 1, Fahri R STIE Harapan, Indra LP3I Gajah Mada.

Ucok, ketua Komper mengatakan, seperti ketentuan sebelum pertandingan, pendaftaran masih terbuka untuk mengisi kuota. “Maksimal kuotanya hingga 30 pool dan selanjutnya satu peserta yang lolos dari tiap pool akan di pertandingkan lagi,” katanya.

Disebutkannya, pendaftaran ditutup hari ini, Rabu (6/6). Bagi yang berminat bisa langsung datang ke Pusat pelatihan POBSI Sumut Jalan Pattimura No 163 Medan atau mengubungi Komper (081396961500), dengan membawa persyaratan administrasi.(mag-10)

Atlet PABBSI Medan Tidak Disiplin

MEDAN-Kepedulian KONI Medan terhadap kelangsungan atlet yang dibina bukan semata-mata tanpa timbal balik. Artinya segala bentuk perhatian yang telah diberikan selama ini harus mampu dijabarkan atlet dengan torehan prestasi,”kata Ketua KONI Medan, Drs.H.Zulhifzi Lubis (Opunk Ladon) ketika meninjau atlet Pabbsi Medan di Gedung Pengda PABBSI Sumut,  Selasa (5/6) sore.

Opunk mengatakan KONI Medan sangat peduli dan telah berbuat banyak untuk kemajuan atlet-atlet Medan, sesuai amanah dari Wali Kota Medan Drs. H. Rahudman Harahap, MM. Namun, Opunk ingin agar atlet lebih disiplin dalam berlatih.

“KONI Medan telah begitu peduli dan berbuat banyak. Tetapi sangat disayangkan, di saat peninjauan seperti di PABBSI Medan ini, masih tetap banyak atlet yang tidak hadir. Intinya, kalian para atlet harus lebih disipilin,” ucap Opunk, seraya mewanti-wanti Pengcab agar memberi sanksi pada atlet yang tidak disiplin.

Sementara kabid pembinaan prestasi PABBSI Medan, Bobby Octavianus Zulkarnaen SE mengungkapkan, pihaknya menyambut baik segala program pembinaan yang dijalankan KONI Medan. Terobosan-terobosan yang sifatnya menguntungkan atlet cukup dirasakan manfaatnya.
Karena itu sebagai pengurus  kami selalu mengingatkan atlet untuk menjaga kedisiplinan selama mengikuti program latihan. “Pengcab Pabbsi selalu menekankan pada atlet untuk senantiasa menjunjung kedisiplinan dan mendengarkan setiap arahan dari pelatih.

“Apalagi saat ini, KONI Medan telah mencurahkan segala bentuk perhatiannya pada pembinaan atlet,  jadi tidak salah jika seluruh atlet yang bernaung menjawabnya dengan prestasi,” kata Bobby didampingi Sekum Lilik Kurniadi, Syamsul Idris Pasaribu, Sofyan H Nasution dan RM Asnawi. (jun)

Diuji Cuaca Dingin

Jelang PSMS kontra Persiwa

MEDAN- Raihan dua hasil buruk di tanah Papua sudah cukup memalukan bagi PSMS. Kalah tanpa bertanding (WO) dari Persiram dan diluluhlantakkan Persipura Jayapura 0-5, Minggu (3/6) lalu, mau tak mau membuat skuad besutan Suharto berbenah. Satu-satunya kesempatan adalah memperbaiki kesalahan di Wamena menghadapi Persiwa di Stadion Pendidikan, Kamis (7/6).

Tentu saja laga ini juga masuk kategori berat bagi Sasa Zecevic Cs. Tak berbeda dari Persipura, Persiwa berada di deretan klub-klub papan atas klasemen. Eddie Foday cs saat ini nangkring di posisi tiga klasemen. Namun, Suharto kini harus membangkitkan kembali mental betarung skuadnya yang jelas tak kehilatan saat bertarung di Jayapura.

Namun, faktor nonteknis menghadang. Posisi Stadion Pendidikan Wamena di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut akan menjadi ujian berat. Kadar oksigen di kota ini sangat tipis dan kelembaban udara sangat tinggi, bahkan suhu udara bisa mencapai kurang dari 15 derajat celcius.

Kultur cuaca yang berbeda dari Persiwa dan PSMS tentu turut andil. Julukan tim Badai Pegunungan tak sembarangan disematkan kepada tim besutan Gomez Oliveira itu. Suharto sadar betul kondisi itu berpengaruh karena dirinya tak punya waktu adaptasi yang cukup.

“Cuaca dingin di sana sepertinya sepele. Tapi justru menjadi senjata andalan Persiwa karena otomatis pemain lawan cepat kelelahan jika bermain di Wamena. Pemain yang tidak terbiasa tidak bisa mendapat asupan oksigen yang cukup. Butuh adaptasi yang lama agar terbiasa,” kata Suharto.

Faktor itu cukup berandil besar pada perkasanya Persiwa di kandangnya. Satu-satunya tim yang pernah mempermalukan Persiwa di kandang hanya Persipura. Selebihnya  Persiwa tak sekalipun membuat pendukungnya kecewa. Namun bukannya gentar, Suharto justru terlecut meruntuhkan keperkasaan Persiwa dengan memutus rekor itu.(mag-18)

SMA Tamsis Juara Piala Coca-Cola

TEBINGTINGGI- Kesebelasan tim sepakbola dari Yayasan Perguruan Taman Siswa (Tamsis), Kota Tebingtinggi juara Piala Coca Cola Reguler Tebingtinggi. Kesuksesan ini diraih setelah Tamsis mengalahkan SMA Teledan Sei Rampah, Serdang Bedagai dengan adu penalti 2-1, di Lapangan Brimob Detasmen B, Jalan Ahmad Yani Kota Tebingtinggi, Senin (4/6).

Dalam waktu normal, SMA Teladan menguasai jalannya pertandingan. Tercatat tujuh peluang berhasil diciptakan anak-anak SMA Teladan, namun sayang tak satupun bersarang ke gawang SMA Tamsis yang dikawal Wagirin.

Hingga peluit akhir babak kedua ditiup wasit Zianul Zulfri, kedua tim bermain sama kuat 0-0. Akhirnya, untuk menentukan pemenang pada partai final ini, dilakukan adu tendangan penalti.
Di babak adu penalti, dari tiga algojo SMA Tamsis berhasil memasukan dua gol ke gawang SMA  Teladan yang dijaga Gunadi. Sedangkan tiga eksekutor SMA Teladan hanya mampu membuat satu gol ke gawang Tamsis.

Kodinator Wilayah Sumut Coca-Cola Suriadi  didampingi Abdulah Sani Hasibuan mewakili Pengcab PSSI Kota Tebingtinggi mengatakan, kesebelasan SMA Teladan, Sei Rampah menjadi runner up dan kesebelasan Tamsis berhak mengikuti babak playoff Sumut pada 9 dan 10 Juni mendatang di lapangan sepak bola Universitas Medan (Unimed) dan pertandingan piala Coca-Cola reguler ini di ikuti 30 tim se-SMA Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai.(mag-3)

Bentrok di Labura, 10 jadi Tersangka

MEDAN- Pascadiamankannya 60 warga, dalam bentrok di Desa Panigorang, Padang Halaban, Kelurahan Labuhanbatu Utara, penyidik Polres Labuhanbatu menetapkan 10 orang tersangka dari 60 warga yang ditangkap itu.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, penanganan kasus pengerusakan dan pembakaran pos sekuriti dan pos pantau milik PT Smart Padang Halaban, polisi menetapkan dua tersangka, yakni K alias Mul dan inisial R. Sedangkan untuk pelaku pencurian tandan buah segar Sawit seberat tiga ton, polisi menetapkan delapan tersangka, masing-masing berinisial P, Am, A, N, HK, W, R dan HR.

“10 tersangkanya kini sudah ditahan di Polres Labuhan Batu, sedangkan 50 orang lainnya dipulangkan,” ujar Heru, Selasa (5/6) kemarin.

Dikatakan Heru, masing-masing tersangka disesuaikan dengan kasusnya, terjerat pasal 363 KUHpidana tentang pencurian serta pasal 170 dan 406 KUHPidana tentang tindak kekerasan dan merusak barang orang lain.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, sebanyak 60 orang warga Desa Panigoran, Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu Utara diamankan oleh Polres Labuhanbatu, Senin (4/6) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB. (mag-12)