Home Blog Page 13409

Agung dan Irvansyah Bangga Bawa Nama Yamaha

MEDAN-Dapat dukungan maksimal dari timnya, membuat Agung Febri Ramadhan dan Irvansyah Putra Lubis tidak takut bersaing dengan pembalap dari tim manapun dalam berbagai kesempatan. Bahkan mereka merasa bangga memperkuat tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK 3DI TDR Yonk Jaya FDR AHRS Medan.

“Membawa nama Yamaha Alfa Scorpii adalah kebangaan tersendiri bagi saya, terlebih lagi kalau juara.  Memang pada minggu lalu saya menang di Sirkuit IMI Sumut, tampil sebagai juara umum kategori seeded pada grand final Yamaha Corsa G Speed Road Race 2012,” ujar Agung Febri yang menggunakan nomos start 2 ini.

Agung Febri memastikan diri menyabet gelar juara umum dalam kategori Seeded dengan mengoleksi total poin tertinggi 506 dalam empat seri yang sudah digelar. Dalam seri Grandfinal Yamaha Corsa Road Race 2012 yang merupakan seri keempat, racer asal NAD Reza Pahlevi dari tim RPM mencoba memberi perlawanan keras setelah ia menjuarai perlombaan di kelas MP2, dan bisa mengatasi Agung Febri yang finis sebagai runnerup.

Namun, keberhasilan tersebut belum bisa menggeser Agung Febri, karena sebelumnya ia berhasil menjuarai kelas MP1. Apalagi Agung kembali mengatasi Reza Pahlevi dengan menjuarai kelas Jupiter MX Std 135cc terbuka. Dari empat seri, Reza Pahlevi harus puas sebagai runnerup kategori Seeded dengan total poin 419. Posisi ketiga dalam klasemen Seeded, ditempati racer asal NAD, M Reza Ogex (292 poin).

Hasil memuaskan juga diraih M Irvansyah Putra Lubis pada kejuaraan itu dengan meraih juara umum kategori pemula. “Dukungan teknisi dan setingan kendaraan yang pas, membuat saya semakin percaya diri dalam berlomba,” ujar Irvansyah Putra Lubis yang merasa mendapat dukungan penuh dari tim, dan ia bertekad membayar tersebut akan dalam bentuk prestasi pada PON XVIII nanti.

M Irvansyah Putra Lubis, di kategori pemula memastikan diri sebagai juara umum, meski rival beratnya Zefri Hadi dari tim BTKS Racing Team tampil luar biasa dengan menjuarai kelas MP3 dan MP4. Dengan tambahan poin besar tersebut, Zefri  Hadi mengumpulkan total poin, 419. Namun, M Irvansyah Putra Lubis tetap berhak atas gelar juara umum Kategori Pemula karena memiliki poin yang lebih besar, 506 poin.

Manajer Team Yamaha Alfa Scorpii, Apmasyah Tanjung, mengaku puas dengan hasil tersebut. Terlebih lagi, setelah M Irvansyah dan Agung Febri mampu menjuarai di kelas open yang diikuti pembalap-pembalap merk lainnya.

“Kemenangan ini tentunya memupus ambisi para rival dan kompetitor untuk meraih prestasi terbaik di Medan. Dengan hasil ini juga, berarti menunjukkan kalau performa kami terus meningkat. Begitupun, hasil ini akan tetap dievaluasi, sebagai persiapan di kejuaraan bergengsi lainnya,” ujar Apmasnyah. (jun)

Saksi Ahli: Saya Diperintah Tes Urine Terdakwa

Sidang Mantan Wadir Narkoba Poldasu

MEDAN-Saksi ahli dari Labfor Poldasu, Debora Hutagaol kembali dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan penggunakan dan memiliki pil ekstasi jenis happy five, dengan terdakwa AKBP Apriyanto Basuki, Mantan Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Narkoba Polda Sumut di PN Medan, Selasa (5/6).

Sidang yang digelar di Ruang Cakra VI  itu, saksi ahli menunjukkan identitas keabsahannya sebagai ahli forensik Poldasu dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Asban Panjaitan, sesuai permintaan tim penasehat hukum terdakwa Apriyanto, diketuai Marudut SH yang meragukan keabsahan saksi ahli.

Dalam kesaksiannya, Debora Hutagaol mengaku melakukan pemeriksaan tes urine berdasarkan berkas yang diterimanya dari penyidik Poldasu pada 15 Februari lalu.

“Saya melakukan pemeriksaan sesuai berkas yang diberikan kepada saya,” katanya.
Namun saat tim penasehat hukum terdakwa Apriyanto, AKP Didik mempertanyakan berkas yang diterima saksi ahli apakah tercatat status tersangka, Debora Hutagaol tak dapat menjawabnya.

Bahkan dirinya sempat diam lalu mengaku tidak mengikuti perkembangan pemeriksaan. Kemudian kembali membaca kembali berkas BAP yang dibawanya.
Saksi ahli sempat kewalahan dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh tim penasehat hukum terdakwa.

“Saya hanya diperintahkan untuk memeriksa urine. Tapi dalam pengambilan urine tersebut saya tidak terlibat. Jadi saya tidak mengetahuinya,” ujarnya.
Selain itu, saksi ahli mengaku sebelum melakukan pemeriksaan terhadap urine terdakwa, dirinya sempat memeriksa urine dari terdakwa lain seperti Johnson Jingga, Sri Agustina yang hasilnya negatif mengandung psikotropika.

“Semua pemeriksaan urine sudah sesuai prosedur dan tidak ada yang direkayasa,” elaknya.
Menurutnya, dalam tempo maksimal 4 hari, kandungan psikotropika di dalam urine masih bisa terdeteksi. “Minimalnya sehari dan maksimalnya 4 hari. Selebih itu tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Namun, saksi ahli mengaku tidak melihat nama terdakwa dalam botol berisi urine yang diperiksanya.
“Saya tidak melihat nama terdakwa di situ. Saya tidak ahli dalam mengambil urine, saya hanya diperintahkan untuk memeriksanya,” ungkapnya.

Dalam persidangan tersebut, tim penasehat hukum terdakwa juga meminta agar pada persidangan berikutnya dihadirkan petugas yang mengambil urine terdakwa. Selain itu, istri terdakwa dalam pernyataan yang dibacakan oleh terdakwa juga meminta agar suaminya diberikan penangguhan tahanan rumah dengan alasan memiliki anak kecil yang butuh kasih sayang. Sidang  ditunda minggu depan.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU dan fakta di persidangan terungkap bahwa Johnson Jingga selaku penyedia pil H5 turut memakan pil itu, begitu pula dengan Sri Agustina, di tempat hiburan musik D’Core, Jalan Merak Jingga.

Sedangkan Ade Hendrawan, tidak ada menyebut memakan pil itu. Ia hanya disuruh mengantarkan H5 kepada AKBP Apriyanto atas suruhan bosnya, Johnson Jingga. (far)

Tabung Gas Meledak, Rumah Ludes Terbakar

Barang-barang Hangus Semua…

MEDAN-Sebuah rumah permanen milik Payun alias Jon (50), di Jalan Pasundan, Kelurahan Sei Putih, Kecamatan Medan Petisah, ludes terbakar, Selasa (5/6) pagi. Meskipun tak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Keterangan yang dihimpun, sebelum terjadinya kebakaran sempat terdengar suara ledakan sebanyak 2 kali. Akibatnya, membuat geger warga sekitar. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ledakan itu menimbulkan kepulan asap hitam dari rumah milik warga keturunan Tionghoa, yang kesehariannya bekerja sebagai pengantar rantangan.
Api dengan cepat menghanguskan rumah beton tersebut.

Melihat api sudah berkobar, warga sekitar lokasi berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil menunggu petugas dari Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan tiba.

Sebanyak 5 unit armada milik DP2K diterjunkan ke lokasi, namun petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk menjinakkan api. Pasalnya, lokasi kebakaran sulit dijangkau, karena rumah yang terbakar berada di gang yang sempit.

Petugas DP2K Kota Medan harus memutar mobil ke Jalan M Idris Medan dan melakukan pemadaman dari depan gang dengan menarik selang pajang ke sekitar titik api.

Pemilik rumah Payun alias Jon yang saat kejadian sedang di luar rumah sontak menjerit histeris. Bahkan dia sempat nekat menerobos kobaran api guna menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah miliknya. Beruntung warga setempat berhasil menghalau aksi nekatnya.

“Barang-barang hangus semua, tak ada selamat,” teriaknya.
Menurutnya, istrinya yang bekerja sebagai pelayan di Restuaran Benteng Jalan Maulana Lubis belum mengatahui rumahnya hangus terbakar.

Panit I Polsekta Medan Baru, Iptu Jama Kita Purba mengatakan, jika asal api masih diselidiki.
“Masih kita selidiki dulu, dugaan sementara berdasarkan keterangan dari warga sekitar karena tabung gas meledak,” katanya.(gus)

Bayi Kembar Siam Meninggal Dunia

MEDAN- Bayi kembar siam pasangan Iswandi (38) dan Faridah (35), warga Gampong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis selama seminggu di RSUP H Adam Malik Medan, Minggu (3/6) malam.

“Bayi kembar siam dempet dada dan perut (conjoined twinsthoraco abdomino) meninggal dunia Minggu (3/6) malam,” kata Kasubbag Hukum dan Humas RSUP H Adam Malik, Sairi M Saragih, Selasa (5/6).
Dijelaskannya, bayi kembar siam itu meninggal dalam waktu yang berbeda.

“Bayi yang pertama meninggal pukul 23.25 WIB dan bayi yang kedua meninggal pukul 24.00 WIB. Bayi yang pertama meninggal adalah bayi yang memiliki dua kaki dan mengalami kelainan pada jantung. Sedang bayi yang kedua adalah bayi yang memiliki satu kaki,” sebutnya. Dijelaskannya, kedua bayi itu meninggal dunia karena ada gangguan pernafasan.

“Mereka sudah pulang Senin (4/6) pagi pukul 08.00 WIB. Keduanya belum sempat diberi nama,” jelasnya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Lukmanul Hakim mengaku, kalau kedua bayi memiliki dua jantung, namun salah satunya mengalami gangguan. “Mungkin karena ada gangguan gagal jantung dan kita sudah berupaya semaksimal mungkin, namun, nyawa kedua bayi kembar siam itu tetap tak terselamatkan,” ujarnya.

Menurutnya, memang sudah ada ditemukan tanda-tanda yang aneh saat dilakukan pemeriksaan lanjutan kepada bayi kembar siam di antaranya, dadanya berwarna biru dan pada ujung jari-jari, bibir dan kukunya juga berwarna kebiruan.

“Keduanya tak bisa dipisahkan walaupun mempunyai jantung masing-masing tapi lambung dan pembuangan air seninya itu hanya satu,” pungkasnya. Menurutnya, untuk operasi belum ada dilakukan karena masih menunggu hasil laboratorium dan menunggu situasi dan kondisi fisik si bayi.

“Pada umumnya, kelainan bayi kembar siam pasti sejak kelahirannya dimana salah satunya kelainan organ dalam tubuh khususnya pada jantung. Pihak rumah sakit sudah memberikan pertolongan berupa ventilator dan membantu membuat pernafasan tapi tetap tak terselamatkan juga,” ungkapnya.

Sekadar mengingatkan, bayi kembar siam itu lahir di RSUD Kota Langsa, Selasa (29/5) lalu. Selanjutnya pihak RSUD Langsa merujuk bayi kembar siam itu ke RSUP H Adam Malik.(jon)

Penghargaan untuk Rakyat

Wali Kota Medan dan Piala Adipura Diarak Keliling Kota

Piala Adipura itu diarak sebagai bagian untuk meluapkan rasa syukur dan kegembiraan atas keberhasilan yang diraih Kota Medan. Pengarakan juga dilakukan sebagai ucapan terima kasih kepada seluruh warga Kota Medan yang telah  berpartisipasi serta mendukung program Pemko Medan, khususnya program Medan bersih sampah.

Sebelum dilakukan pengarakan, lebih dulu diawali dengan prosesi penyambutan Wali Kota Medan di VIP Bandara Polonia Medan sekitar pukul 10.00 WIB. Untuk menyambut wali kota yang datang membawa piala Adipura. Penyambutan itu langsung disambut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah  (FKPD) Kota Medan, tokoh lintas agama, perwakilan 8 etnis di Kota Medan, seluruh pimpinan SKPD dan camat se-Kota Medan serta pengurus TP PKK Kota Medan.

Rahudman Harahap menyatakan, piala Adipura yang diraih bukan untuk Pemko Medan atau pribadi, melainkan piala Adipura merupakan milik warga Kota Medan. Sehingga perlu disebarluaskan kepada masyarakat Kota Medan.
“Ini keberhasilan masyarakat dan kita semua dalam menjaga, melestarikan dan mengelola kota yang kita cintai ini,” sebutnya, Selasa (5/6).

Sekda Medan, Syaiful Bahri dalam paparannya kepada wartawan menyampaikan, piala Adipura yang diperoleh ini akan diarak keliling kota. Hal itu sebagfai bagian utnuk menunjukkan kepada warga Kota Medan atas keberhasilannya menjaga kebersihan.

“Kami akan membuat sedikit acara untuk menyambut Bapak Wali Kota Medan, termasuk doa sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas anugerah  penghargaan yang kita terima ini,” katanya saat memimpin rapat bersama Asisten, pimpinan SKPD, Kepala Bagian  serta camat di Balai Kota Medan, Selasa (5/6).

Menurut Syaiful, usai acara penyambutan dilanjutkan pengarakan piala Adipura keliling Kota Medan. Wali Kota Medan akan ikut dalam arak-arakan tersebut. Dalam arak-arakan akan melibatkan konvoi jeep willys, satu unit mobil pemadam kebakaran, lima unit mobil kebersihan, dua unit mobil Dinas Pertamanan dan Dinas Bina Marga serta 500 unit sepeda motor yang akan dikendarai kepala lingkungan.

Untuk menghindari terjadinya kemacetan, Syaiful menginstruksikan kepada Kadis Perhubungan, Syarif Armansyah Lubis agar menjaga dan mengatur arus lalu-lintas yang akan dilewati.  Karena dampak arak-arakan tersebut mengganggu kelancaran lalu-lintas. Di samping itu pengaturan lalu-lintas dilakukan agar arak-arakan ini berjalan dengan lancar setibanya di Lapangan Merdeka tepat waktu.

“Selain mengarak Piala Adipura, kami juga menggelar serangkaian acara di Lapangan Merdeka  sebagai  bentuk ungkapan rasa syukur atas keberhasilan ini. Selain unsur FKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda OKP,  masyarakat,  kegiatan ini juga akan dihadiri pasukan Melati dan Bestari serta kepala lingkungan,” ungkapnya
Mengingat banyaknya pengunjug yang datang, Syaiful mengingatkan kepada Dinas Kebersihan bekerjasama dengan Dinas Pertamanan untuk memantau sampah. Dia menginginkan selama kegiatan berlangsung sampai selesai, Lapangan Merdeka harus steril dari sampah.

“Selama ini setiap kali ada kegiatan, pasti meninggalkan sampah begitu kegiatan berakhir. Saya tidak ingin hal itu terjadi di Lapangan Merdeka. Selama kegiatan berlangsung hingga selesai, sampah tidak ada di Lapangan Merdeka,” cetusnya mengingatkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis menjelaskan pihaknya akan menurunkan personel untuk melakukan pengamanan lalu-lintas selama mengarak Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM bersama piala Adipura.

“Pengarakan akan dilakukan selama satu jam dari Bandara Polonia sampai Lapangan Merdeka melalui rute yang sudah ditentukan,” sebutnya. (adl)

Bagi-bagi 1.000 Bibit Pohon

Hari Lingkungan Hidup Sedunia

MEDAN- Puluhan massa yang tergabung dalam Koordinator Pemuda dan Masyarakat Peduli Lingkungan Sumut (KPMPL-SU) menggalang aksi pemberian bibit pohon kepada pengguna jalan di sekitar Bundaran Majestik. Aksi ini dilakukan untuk memperingati hari lingkungan hidup se-dunia.

Debi Irawan,  panitia aksi mengatakan pihaknya membagikan hingga 1.000 bibit pohon kepada para pengguna jalan, agar masyarakat lebih sadar dan peduli untuk menanam pohon.
“Kita bagikan hingga seribu bibit pohon seperti mahoni, petai, durian dan lainnya kepada para pengguna jalan.

Akibat banyaknya pohon ditebang sembarangan, maka Kota Medan sering mengalami risiko kebanjiran. Jadi dengan pembagian ini, diharapkan kesadaran menanam pohon makin tinggi,” ujarnya, Selasa (5/6) Sementara itu, Fadli Hamsi, selaku koordinator lapangan mengungkapkan semakin hari bumi bertambah tua dan kondisi cuaca juga tidak teratur, karena berkurangnya populasi tumbuhan. Penebangan liar yang terus terjadi mengganggu ekosistem alam sehingga kurangnya daya serap air dari tumbuhan mengakibatkan pengikisan tanah dan longsor.

“Dengan kepedulian lingkungan, juga merupakan bentuk jiwa sosial. Bumi membutuhkan kita jiwa-jiwa yang peduli akan kelestarian alam dan isinya. Hari ini, kami bersama beberapa lembaga lainnya berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan berharap bumi terjaga kelestariannya,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan dengan pemberian 1 bibit pohon ini maka bisa bertahan untuk selamanya. “Dengan banyak nya penanaman pohon, diharapkan pemanasan global tidak terus terjadi. Tetaplah menjaga lingkungan dan jangan mengeruk hasil bumi, tapi lindungi bumi kita,” tegasnya.

Sementara, mahasiswa Pecinta Alam, Gunung, Rimba, Tebing dan Satwa Politeknik Negeri Medan (Mapagratwa) kompak melakukan aksi hijau memperingati hari lingkungan sedunia, Rabu (5/6). Bersama dengan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), puluhan mahasiswa menggelar aksi bersih area kampus serta parit-parit, dan penanaman bibit pohon penyerap air di sekitar kampus.

Tujuan dari aksi bersih dan penanaman pohon ini untuk mengurangi banjir yang akhir-akhir ini sering terjadi di area kampus USU dan ingin mengingatkan seluruh anak muda dan masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan.

“Setiap aksi kecil kita dalam memelihara alam akan memberikan manfaat kembali ke manusia, kami ingin melakukan hal kecil dari lingkungan kami dan kami harap akan banyak lagi anak muda yang peduli alam dan menjaga lingkungan” kata Wahyu Satria Dharma, Ketua Mapagratwa.
Kegiatan diawali dengan menanam pohon sengon dan trembesi di sekitar kampus, lalu dilanjutkan dengan menyebar mahasiswa untuk membersihkan area sekitar kampus dan parit-parit dari sampah.

“Kami mendukung kegiatan mahasiswa yang positif, melalui acara ini kami menyumbangkan pohon keras yang telah dibibitkan secara mandiri oleh CCAI untuk mengurangi polusi dan menyerap air,” kata Ahmad Nasoha, Corporate Affairs Manager CCAI Northern Sumatera.

Dengan tema hari lingkungan hidup 2012 yaitu “Green Economy: Does it include you?” CCAI berupaya untuk terus melakukan aksi 3R (reduce-reuse-recycle) misalnya dengan pembuatan seragam daur ulang karyawan dan mendaur ulang botol plastik untuk dijadikan kerajinan tangan, yang dapat menghasilkan keuntungan bagi masyarakat.

Setiap aksi hijau dalam menjaga lingkungan kita akan memberikan manfaat. Dari acara peringatan hari lingkungan hidup ini, Mapagratwa ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan melibatkan diri sebagai pribadi hijau dalam mengambil setiap keputusan. (far/jon/rel)

PDAM Tirtanadi Sumut Gelar Salat Gerhana Bulan

Selain Meningkatkan Etos Kerja juga Mempererat Silaturahmi

MEDAN-Pimpinan dan segenap karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, menggelar salat gerhana bulan di Mesjid Maul Hayah PDAM Tirtanadi Sumut, Senin(4/6) lalu sekira pukul 18.45 WIB di Jalan SM Raja Medan.

Salat gerhana bulan ini untuk pertama kali digelar PDAM Tirtanadi Sumut. Bertujuan selain mempererat jalinan tali silaturahmi sesama karyawan, meningkatkan etos kerja demi kemajuan PDAM Sumut kedepan, juga dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan PDAM Tirtanadi Sumut pada masyarakat kedepanya.

Sebelum salat gerhana bulan digelar, KH Khaidir Abdul Wahab LC, MA dihadapan karyawan PDAM Tirtanadi Sumut dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa, gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi.

‘’ Nah, itu terjadi bilamana bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama. Sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Dimana, dalam amalan sunnah saat melihat gerhana bulan kita harus memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah.Serta berbuat kebajikan. Kita juga harus segera berajak ke masjid untuk melaksanakan salat,’’ ucap KH.Khaidir Abdul Wahab LC.

Dalam tausyiahnya, KH.Khaidir Abdul Wahab, mengatakan didalam hadits Rasulullah SAW bersabda: ‘’ Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seorang manusia atau kelahiran seorang manusia. Maka jika kalian melihat gerhana, berdoalah kalian kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah, ‘’ terangnya.

Khaidir Abdul Wahab juga mengatakan saat terjadinya gerhana bulan, Rasullah SAW beserta nabi juga ikut melaksanakan salat gerhana. ‘’ Kiranya dengan melakukan salat gerhana bulan ini para umat muslim mendapat suatu jalan yang baik dan keselamatan di dunia ini,’’ ucap Wahab lagi.

Sementara itu, Dirut PDAM Sumut, Ir H Azzam Rizal, M.Eng dalam pidato singkatnya mengatakan, salat gerhana bulan ini digelar karena merupakan suatu panggilan untuk melakukan salat. Dimana, salat gerhana bulan ini digelar baru yang pertama kali dilakukan dirinya bersama dengan para karyawan PDAM Tirtanadi Sumut.

“ Sebagai muslim. Kita terpanggil untuk mengajak teman melaksanakan salat gerhana bulan. Dimana gerhana bulan sangat jarang terjadi. Untuk itu, kita harus bisa menysukuri terjadi gerhana bulan ini,” ucap Azzam Rizal.

Untuk itu, sambungya, melalui salat gerhana bulan ini mudah-mudahan para karyawan PDAM Tirtanadi sumut dapat meningkatkan etos kerjanya untuk kemajuan PDAM Sumut kedepannya, juga untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. “ Terpenting dapat memperat jalinan silaturahmi sesama para karyawan PDAM Sumut,” ucpanya menutup.

Sementara itu hadir dalam salat gerhana itu selain Dirut PDAM Sumut Ir H. Azzam Rizal M.Eng, juga hadir Kepala Divisi SDM Cece Harahap, Kepala Divisi Zona I Ir Zulkifli Lubis, Kepala Divisi PKA Ir Hotma Tua Harahap, Staf Ahli Direksi Irsan Effendy Lubis, dan Kepala Viar Ir Amrun bersama jemaah dari karyawan PDAM Tirtanadi Sumut.(omi)

Polisi Intai Petaruh Bola

Selama Berlangsung Piala Eropa

MEDAN-Even akbar sepak bola di benua Eropa Euro 2012 akan berlangsung mulai 8 Juni hingga 2 Juli 2012 mendatang. Biasanya, jika ada perhelatan akbar seperti itu bandar judi  bola pasti  beroperasi.

Untuk mengantisipasi perjudian bola online dan judi bola transaksi secara langsung di Kota Medan, Unit Judi Sila Sat Polresta Medan akan melakukan tindakkan represif terhadap pelaku judi.
“Kita akan melakukan tindak represif terhadap pelaku perjudian selama Euro berlangsung,” kata Kepala Unit Judi Sila Polresta Medan, AKP Edi Safari kepada Sumut Pos, Selasa (5/6).

Edi Safari mengungkapkan selama Euro berlangsung pihaknya akan mengerahkan seluruh anggota tugas luar (TL) untuk melakukan pengintaian dan menanggapi laporan masyarakat yang mengetahui terjadinya transaksi perjudian.

Polisi, katanya, juga akan menindak setiap warung kopi (warkop) dan tempat nongkrong yang menyajikan nonton bareng (nobar) terdapat transaksi judi bola.

Selain itu, polisi juga memantau judi bola online di sejumlah warung internet (warnet) di Kota Medan, serta melakukan sosialisasi terhadap remaja melalui Binmas Polresta Medan ke kampus-kampus dan sekolah-sekolah untuk tidak melakukan perjudian selama Euro berlangsung.

Kalah Judi Bola, Tak Mau Bayar, Dipukuli Teman Anak anggota DPRD Medan Golfrid Lubis, Rotasi Lubis (22) mendatangi Mapolsekta Medan Baru, Senin (4/6) petang. Rotasi mengadukan temannya, Hendri Siahaan (22),  karena memukulinya saat berada di rumah makan siap saji KFC di Jalan Wali Kota Medan.

Dengan didampingi kedua orangtuanya, Rotasi Lubis membuat laporan. Di hadapan polisi, Rotasi mengatakan, kejadian itu bermula saat dirinya berada di KFC di Jalan Wali Kota. Tak berselang lama, Hendri datang dan menemuinya.

Hendri meminta utang kepada rekannya tersebut setelah kalah taruhan bola sebesar Rp27 juta. Rotasi tak mau membayar sehingga membuat Hendri Siahaan geram dan memukulnya.
Saat diwawancarai wartawan di halaman Mapolsekta Medan Baru, Rotasi mengatakan wartawan gila.

“Ngapain jawab-jawab, wartawan gila itu,” katanya kepada wartawan.
Usai membuat pengaduan Rotasi dan keluarganya langsung meninggalkan Mapolsekta Medan Baru dengan menaiki mobil Kijang Innova hitam plat merah BK 1250 L.

Orangtua Rotasi, Golfrid Lubis membantah kalau anaknya terlibat dalam kasus judi bola hingga berhutang sebesar Rp27 juta. “Tidak ada itu, tidak benar itu. Ini saya lagi dengan anak saya,” ucap Golfrid.

Namun, terkait kasus pemukulan yang dialami anaknya, Godfried mengaku, kasus tersebut sudah berdamai. “Sudah berdamai. Sudahlah,” pungkasnya.(gus/adl)

Hakim Menangkan Gugatan Aweng

MEDAN-Ketua Majelis Hakim PN Medan, Zulkifli SH memenangkan gugatan Anuar Shah SE alias Aweng terhadap The Hongkong And Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) dan Pimpinan Manajemen HSBC, dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Senin (4/6).

Zulkifli yang menangani perkara itu menyebutkan, bahwa HSBC dinyatakan melawan perbuatan hukum Karena itu HSBC harus mengganti kerugian inmateril senilai Rp 1 miliar rupiah kepada Aweng.

Mejelis hakim juga menghukum HSBC untuk membuat pernyataan maaf kepada penggugat Aweng satu kali di surat kabar dan di media elektronik satu kali. Pada tergugat pun dihukum untuk membayar uang paksa senilai Rp Rp1.000.000 per hari.

Menurut Syarwani SH, pengacara Aweng, sebelumnya Aweng mendapat tawaran kartu kredit dari pihak HSBC dengan berbagai fitur, kemudahan produk yang cukup menarik. Aweng pun tercatat sebagai pemegang kartu kredit jenis HSBC Visa Card Gold dengan nomor Kartu Utama 4096 7501 4064 1587.

Belakangan Aweng tidak berkenan menerima dan menggunakan kartu kredit HSBC Visa Gold. Atas saran pihak HSBC kemudian dia ditawarkan untuk menggunakan  kartu HSBC Visa Platinum karena lebih memiliki layanan yang lebih ekslusif.

Kendati Aweng setuju dengan tawaran HSBC tersebut, ternyata hingga bulan Agustus kartu Kredit HSBC Visa Platinum itu belum juga diterima oleh Aweng. Ketika  Aweng berkali-kali mengingatkan, yang diterima hanya janji-janji palsu dari pihak HSBC.

Yang membuat Aweng berang, terhitung sejak November 2010, pihak HSBC telah melakukan berbagai tagihan pembayaran minimal per bulannya rata-rata diatas Rp1 juta  sebagai beban tagihan atas kartu kredit HSBC Visa Gold. Padahal, kliennya itu tak pernah pun menggunakan kartu itu.

Syarwani menambahkan, walau pembayaran terus dilakukan oleh Aweng hingga Oktober 2011 yang jumlahnya mencapai Rp27.950.000, kartu Kredit HSBC Visa Platinum belum keluar juga.
Atas dasar itulah Aweng melalui pengacaranya Syarwani SH dan Mahadi Sh menggugat perkara itu ke Pengadilan Negeri Medan. HSBC dinilai telah merugikan Aweng secara materi Rp27.950.000. Kemudian membayar ganti rugi immaterial senilai Rp5 miliar.

Anuar Shah SE mengucapkan alhamdulilah kepada Allah SWT. Ketua Majelis Pemuda Pancasila Sumatera Utara ini bersyuku. Bagi Aweng kemenangannya ini bukan sekadar untuk menuntut ganti rugi materi dan sebagainya. Dia berharap agar bank yang menyelaggarakan pelayanan ganti rugi harus hati-hati dan jujur. “Nasabah bukan sapi perahan,” kata Aweng. (bey)

Buang Sampah sebelum Pukul 07.00 WIB

MEDAN- Kelurahan Padang Bulan, Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, melakukan gotong royong membersihkan halaman kantor kelurahan serta penanaman bibit bunga trembesi, Selasa (5/6) Lurah Padang Bulan Selayang II, Ali Sitepu menyebutkan, gotong royong yang dilakukan sehabis jam kerja ini bertujuan  untuk memperindah kantor kelurahan supaya terlihat tertata bersih,  nyaman, tenteram dan asri. Kegiatan yang dilakukan merupakan rutinitas setiap minggunya.

“Bila kantor kelurahan terlihat indah di mata warga yang datang tentunya warga  merasa senang dan nyaman. Sehingga, warga ikut serta memperindah halaman pekarangan rumahnya,”sebutnya.
Hal itu untuk mewujudkan program Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap MM menjadikan Kota Medan menjadi kota yang bersih, lestari dan terbebas dari masalah sampah yang kerap ditemukan dimana-mana.

“Sebenarnya masalah sampah itu merupakan tanggung jawab kita bersama selaku warga Kota Medan. Bukan pemerintahan atau kecamatan serta kelurahan,”bilangya.

Menurut Ali, sampah itu harus dibersihkan dengan niat dalam diri sendiri.
“Saya kira bila warga Kota Medan khususnya warga kelurahan Padang Bulan Selayang II bisa mengetuk pintu hatinya untuk tidak membuang sampah. Pasti kebersihan akan terwujud,”bilangnya.

Untuk itu, dia tetap mengimbau kepada para warga untukbersama-sama menciptakan kondisi di lingkungan menjadi bersih, indah dan tenteram. Selain itu juga tetap melakukan pembuangan sampah rumah tangga sesuai jadwal yang ditentukkan pihak kelurahan yakni mulai pukul 07.00 WIB.

“Lewat dari jam yang ditentukan tersebut. Maka, warga harus menunggu pembuangan pada esok harinya, atupun warga sendiri membuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terdekat,”ujar Ali.(omi)