Home Blog Page 13435

Bayi Kembar Siam Masih di Ruang ICU

Satu Jantung, Satu Kelamin

MEDAN-Bayi kembar siam buah hati pasangan Iswandi (38) dan Faridah (35), asal Langsa, Aceh Timur, masih dirawat di Ruang ICU Anak, RSUP H Adam Malik.  Tim dokter yang menangani bayi kembar siam, dr Lukmanul Hakim mengatakan, kondisi bayi normal.

“Denyut jantungnya berdetak sesuai irama. Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap bayi sebelum dilakukan operasi,” kata Lukmanul Hakim.
Menurutnya, bayi kembar siam itu dempet pada bagian dada hingga perutnya. “Bayi kembar siam itu memiliki empat tangan, tiga kaki, satu jenis kelamin, satu dubur,” katanya.

Sejauh ini kondisi bayi kembar siam itu sehat. Bayi itu masih di ruang inkubator agar mendapatkan suhu badan yang baik. Untuk detak jantungnya, masih kita lakukan pemeriksaan karena bayi itu memliki satu jantung tapi berdetak sesuai dengan iramanya,” ujarnya.

Lukmanul mengaku, bayi kembar siam itu membutuhkan perawatan khusus sebelum dilakukan operasi. “Segala sesuatunya baik makan dan minum bayi kembar siam itu menggunakan alat bantuan selang,” pungkasnya.

Orangtua bayi, Iswandi (38) hanya bisa berharap agar kondisi anaknya itu bisa normal seperti layaknya  bayi pada umumnya.
“Saya berharap operasi anak saya ini berjalan lancar,” jelasnya.

Sekadar mengingatkan bayi kembar siam itu lahir melalui operasi caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Selasa (29/5) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Keluarga membawa sang bayi dan ibunya, Faridah (35) ke RSUP Haji Adam Malik, Selasa (29/5). Kedua bayi ini belum diberikan nama. Mereka lahir dengan berat 5,1 kg. (jon)

Berita sebelumnya: Dada Menyatu, Operasi Pemisahan Tunggu Persiapan Dokter

Drainase, BBM Subsidi hingga Air Bersih

Sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan seharusnya bisa menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Sumut. Sayangnya, masih banyak masalah yang  dihadapi. Apa saja? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Ari Sisworo dengan Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Medan Meilizar Latief.

Bagaimana menurut Anda keadaan Kota Medan?

Permasalahan dari tahun ke tahun sama saja. Belum ada perubahan yang signifikan, dalam konteks perubahan ke arah yang lebih baik.

Masalah-masalah apa saja?
Masalah air bersih, minyak bersubsidi, pengurusan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, infrastruktur baik jalan maupun drainase. Ini saya temukan dari hasil reses di Kota Medan dalam beberapa hari ini di sejumlah kecamatan di Medan, dari Medan Belawan, Labuhan, Perjuangan, Medan Tembung dan lainnya.

Seperti apa detilnya?
Masalah air bersih terjadi di Belawan. Kemudian minyak subsidi. Dalam masalah minyak bersubsidi ini, para nelayan mengeluh karena tidak mendapatkannya. Sehingga, menyebabkan para nelayan itu tidak bisa melaut. Akibatnya, para nelayan yang mayoritas dalam taraf hidup yang miskin, membuat mereka menjadi lebih miskin. Jika para nelayan itu mau mengambil minyak subsidi, mereka diharuskan untuk melapor terlebih dahulu ke Dinas Pertanian Dan Kelautan (Distanla) Medan. Mirisnya lagi, Itu dikenakan biaya.

Selain itu?
Masalah infrastruktur, di Medan masih banyak jalan yang belum baik. Termasuk pula soal drainase. Salah satunya di Jalan Rakyat, Kecamatan Medan Perjuangan. Drainase yang ada tidak baik. Misalnya, di sisi jalan ada drainasenya. Namun, di sisi lainnya tidak ada drainasenya. Kondisi seperti itu mengakibatkan banjir jika turun hujan. Di sejumlah lokasi yang berada di daerah-daerah dengan penduduk di bawah garis kemiskinan, seperti Medan Marelan, Belawan, Tembung dan sejumlah daerah lainnya rentan terjadi kasus-kasus prostitusi. Dengan kondisi perekonomian yang pas-pasan, membuat banyak oknum memanfaatkan kenyataan itu. Masalah Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran, juga tak terselesaikan. Masih didapati adanya pengutipan dalam pengurusan KK dan akta, dengan besaran antara Rp200-Rp350 ribu.

Apa solusinya?
Dengan masih banyaknya persoalan itu, harusnya Pemko Medan, segera turun tangan dan mencari solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan itu. Dan itu harus dijadikan prioritas untuk diselesaikan.

Bagaimana dengan masalah anggarannya?
Soal anggaran itu, bisa diselesaikan dengan melakukan koordinasi dengan semua pihak. Dan realisasinya nanti harus sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.(*)

Nekat Menyayat Tangan

MEDAN-Seorang pria berusia 40 tahun ditemukan bersimbah darah di Fly Over Amplas, Jumat (1/6) kemarin. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melarikannya ke RSUD dr Pirngadi Medan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu ada pengendaran sepeda motor yang melintas di Fly Over, dari arah Tanjung Morawa menuju Kota Medan. Saat melintas di Fly Over, pengendara itu menemukan seorang pria dengan posisi tergeletak dan tangan mengeluarkan darah.

“Saya tidak tau pasti bagaimana kejadiannya, tadi ada pengendara sepeda motor yang memberi tahu sama saya,” ujar Girsang Siagian, saksi mata kepada Sumut Pos.

Dari informasi itu, Girsang langsung memberitahukan kepada tetangganya. Warga yang tinggal disekitar terminal Amplas kemudian berdatangan ke Fly Over. Selanjutnya korban dibawa ke RS Pirngadi Medan, untuk mendapat perawatan.

“Dia sudah dibawa ke RS Pirngadi bang. Tangan kirinya bersimbah darah,” ungkap Girsang.

Kapolsek Patumbak AKP Triyadi membenarkan hal itu. “Ya ada seorang pria paruh baya yang mencoba bunuh diri, dengan cara menyayat tangannya,” ujar Triyadi.

Namun Triyadi juga belum mengantongi nama pria tersebut. “Belum dapat namanya,” ungkap Triyadi. (mag-12)

Pedagang hanya jadi Sapi Perahan

Kebijakan Dirut PD Pasar Terus Diprotes

MEDAN-Kebijakan yang dikeluarkan Dirut PD Pasar Kota Medan, Benny Sihotang tentang penyesuaian tarif kontribusi sebesar 50 persen terus menuai protes. Kebijakan tersebut dinilai hanya mencari untung semata dan menjadikan pedagang sebagai sapi perahan.

Selain itu, kebijakan penyesuaian tarif tersebut tidak dibarengi dengan perbaikan sejumlah fasilitas di pasar. Seperti pembenahan insfratruktur di kawasan Pusat Pasar dan penataan pedagang in formal atau pedagang kaki lima (PKL).

“Seharusnya pedagang tidak dijadikan sapi perahan, kalau memang mau dinaikkan retribusinya harus disesuaikan dengan kinerja PD Pasar,” kata tokoh masyarakat Tajuddin Noor, Jumat (1/6) siang.

Dikatakannya, target yang dicapai tidak hanya keuntungan PD Pasar semata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Medan. Melainkan juga menjadi penghidupan bagi pedagang pasar yang juga masyarakat Kota Medan dan Pemko Medan.
Menurutnya, PD Pasar telah melakukan pembiaran terhadap keberadaan pasar di Medan, sehingga banyaknya kegiatan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum PD Pasar terhadap para pedagang.

“Kita melihat banyaknya pungli-pungli yang dilakukan oknum kepada pedagang yang ingin mengembangkan dagangannnya,” ungkapnya.
Menurutnya, pasar tradisional masih mungkin dikembangkan dalam dua hal yakni untuk meningkatkan PAD dan meningkatkan kesejahteraan pedagang yang juga merupakan aset Pemko Medan.

Diingatkannya, Dirut PD Pasar, Benny Sihotang tidak hanya mengejar keuntungan semata. Sementara itu masih banyak perbaikan yang harus dilakukan PD Pasar terhadap pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Kota Medan, seperti penambahan escalator, kipas angin dan lapak pedagang yang tidak tertata.

“Penyesuaian tarif ini pasti ada kepentingan dari Dirut PD Pasar, Benny Sihotang mengingat masih adanya harapan lain memperbaiki pasar tanpa harus menaikan tarif retribusi. Kenaikan tarif ini hanya kepentingan Dirut yang merupakan kepanjangan Pemko Medan, mengingat tidak adanya keseimbangan. Untuk itu dirut seharusnya mempunyai konsep penataan pedagang didalam kota dari pada menaikan tarif,” bebernya.

Ulitua Bonar Simarmata,a mantan penasehat Persatuan Pedagang Pasar Tradisonal Medan (P3TM) pimpinan Kuasa Sitepu, menilai kisruh penetapan pengelola jaga malam di Pusat Pasar yang oleh Dirut PD Pasar Pemko Medan, Benny Sihotang dinilai sangat tidak profesional.

Menurutnya, kontes dan wawancara untuk menetapkan pengelola jaga malam tersebut, harusnya dilakukan setelah peserta atau pihak-pihak yang mengikuti kontes mendapat dukungan dulu dari pedagang. Sehingga di lapangan tidak terjadi dugaan manipulasi dukungan atau tanda tangan pedagang.
Edison Pardede SSos, Ketua DPP LSM Lembaga Pengembangan Pembangunan Indonesia (LPPI) mengatakan, Beny Sihotang termasuk salah seorang pejabat yang menyebabkan tidak kondusifnya situasi di pasar-pasar yang ada di Medan.

“Seharusnya dia itu selaku seorang pimpinan yang baik mau menerima dan dikritisi serta menanggapinya secara positif, sebagai bahan masukan untuk memperbaiki kinerjanya. Harusnya diambil hikmah dari yang terjadi jangan mengkambinghitamkan pihak lain,” jelasnya. (gus/adl)

Formas Minta DPRD Sumut Paripurnakan Kasus Tanah Sari Rejo

MEDAN-Persoalan sertifikasi tanah di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia seluas 260 hektar sejak 1948 hingga kini belum juga tuntas. Padahal, upaya hukum hingga politik sudah dilakukan. Hasilnya, sertifikat tanah sekitar 4.500 unit pertapakan rumah tak kunjung disahkan.
Hal itu terungkap saat reses anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar, M Faisal SE di Jalan Teratai, Lingkungan V  Kelurahan Sari  Rejo, Medan Polonia, Selasa  (30/5) sore.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) Riwayat Pakpahan, Camat Medan Polonia, Oddy Dody, Lurah Sari Rejo dan ratusan warga Kelurahan Sari Rejo.

Dalam paparannya, Riwayat berharap, anggota DPRD Sumut lebih serius untuk memperjuangkan persoalan tanah warga di Kelurahan Sari Rejo. Pasalnya, sejak tahun 1948 keberadaan tanah di Kelurahan Sari Rejo sudah dihuni masyarakat. Tapi, setelah 64 tahun, warga tak kunjung bisa mendapatkan sertifikat tanah karena dinyatakan milik TNI AU.

Dia membeberkan, upaya yang dilakukan warga bersama Formas, sudah sampai kepada titik nadir yang sangat tinggi. Antara lain, sudah melakukan gugatan ke MA pada 1991, hasilnya pada 1995 ada keputusan warga penghuni tanah Kelurahan Sari Rejo menang. Kemudian, upaya politis sudah sampai kepada DPD RI, DPR RI hingga Wakil Presiden yang ketika itu dijabat Jusuf Kalla.

“Jadi kami berharap, DPRD Sumut segera membuat kebijakan lewat paripurna terkait tanah warga, yang mengakut 30 ribu kelangsungan hidup warga. Kami minta segera mungkin dalam waktu dekat ini,” pintanya disambut riuh tepuk tangan warga. (ril)

Cikal Garuda dan Mayang Putra ke Semifinal

MEDAN- SSB Cikal Garuda harus melalui drama adu penalti untuk meraih satu tiket ke semifinal turnamen Piala Specs U-15 2012. Cikal Garuda lolos usai mengalahkan Hamparan Permata dengan skor 2-1. Sedangkan satu tiket semifinal lainnya diraih Mayang Putra setelah menundukkan Lubukpakam Bersinar 3-1.

Bertanding di stadion Kebun Bunga Medan, Kamis (31/5) sore, Cikal Garuda tidak mampu memanfaatkan keunggulan pemain. Padahal, Hamparan Permata harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 32, menyusul kartu kuning kedua yang diterima Fajar Fadillah dalam pertandingan itu.

Waktu normal pun berakhir dengan skor 0-0. Akhirnya, pemenang terpaksa ditentukan lewat tendangan adu penalti. Dua dari lima eksekutor Cikal Garuda, M Iqbal dan M Uday sukses menjalankan tugasnya. Sedangkan dari Hamparan Permata hanya Ardiansyah yang bisa cetak gol melalui titik putih.
Di semifinal yang digelar Jumat (1/6), Cikal Garuda akan berhadapan dengan Mayang Putra.(mag-10)

Sumut Target Juara Umum Popwil I

MEDAN- Kontingen Sumut optimis meraih gelar juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) I yang rencananya dihelat di Medan, November mendatang. Hal itu disampaikan Kabid Olahraga Dispora Sumut Darwis Siregar, didampingi Kasi Pembinaan Prestasi Dispora Sumut Safei Pilly kepada wartawan, usia mengkuti rapat lanjutan persiapan di kantornya, Kamis (31/5).

“Untuk mencapai target itu, dalam seleksi yang akan dilaksanakan 15 hingga 17 Juni mendatang, tentunya penanganannya harus lebih serius lagi, mengingat Sumut pada tahun lalu hanya meraih juara tiga dan belum pernah juara umum,” katanya.

Dari delapan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan tahun lalu, kontingen Sumut memperoleh 20 medali. Rinciannya, enam medali emas yakni masing-masing satu medali emas dari voli putri, basket putri, tennis meja beregu putra dan putri, bulu tangkis kelompok putri, serta pencak silat.
Selanjutnya, enam medali perak masing-masing satu medali tiap cabor, yakni pencak silat, sepakbola, voli putra dan putri serta basket putra. Sedangkan perolehan delapan perunggu diraih lima medali dari pencak silat, satu medali dari tennis lapangan, dan satu medali dari sepak takraw.

“Memang prestasi musim lalu sudah cukup lumayan, dan alangkah baiknya kalau tahun ini kita meraih juara umum,” tutur Darwis.
Darwis juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan Popwil mendatang tetap diikuti tujuh provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, serta Bangka Belitung.(mag-10)

Stadion Naga Sakti Terbakar

TEBINGTINGGI- Stadion sepak bola Naga Sakti milik Badan Usaha Milik Negera (BUMN) PTPN 4 Kebun Pabatu, Dusun III, Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (31/5) dini hari pukul 01.30 WIB terbakar. Penyebab kebakaran diduga karena hubungan arus pendek listrik.

Rukimin (45), warga setempat mengaku melihat api menyela dengan cepat dari bangunan Stadion Naga Sakti yang terbuat dari bahan bagunan papan tepatnya kursi penonton pada stadion. Karena merasa ketakutan melihat kobaran api, Rukimin kemudian memberikan informasinya kepada pihak keamanan perkebunan.

“Malam itu saya belum bisa tidur, ketika melihat stadion mengeluarkan kobaran api, saya langsung teriak dan memberikan informasi kepada pihak perekebunan,” jelasnya.

Humas PTPN IV Kebun Pabatu, Suheri menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut penyebab terbakarnya Stadion Naga Sakti malam itu. “Informasi kita terima, penyebabnya adalah hubungan arus pendek listrik, untuk kerugian masih dalam taraf penghitungan,” jelas Suheri.

Sementara itu, Kapolres melalui Kapolsek Tebingtinggi AKP HE Harahap membenarkan kejadian kebakaran itu dan penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik.(mag-3)

Yamaha Puji Pembalapnya

MEDAN-Kemenangan mengesankan diraih pembalap tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK Medan pada kejuaraan Yamaha Matic Race seri I di Kisaran, Minggu (27/5) lalu. Tak pelak hal itu mengundang decak kagum dan pujian sang manajer, Apmansyah Tanjung SH.

Menurut Apmansyah, pembalap M Irvansyah Putra Lubis memang pantas meraih kemenangan di kejuaraan itu karena telah tampil luar biasa. “Tak perlu diragukan lagi. Kenapa? Karena ia sangat cepat dan dia tidak melakukan kesalahan apapun,” ujar Apmansyah dalam pers rilisnya yang dilansir Rabu (30/5) kemarin.

“Kami memiliki pembalap yang sangat baik. Saya sempat heran bagaimana dia bisa mengontrol dirinya dan tidak membuat kesalahan sama sekali,” sambungnya.

Irvansyah Putra Lubis yang juga merupakan pembalap andalan tim PON XVIII Sumut, tampil sebagai juara umum open dengan nilai 75, setelah memenangi perlombaan di kelas Yamaha Matic Standard 130 cc Open dan kelas Yamaha Matic Tune Up 150 cc Open. ”Saya lumayan puas dengan hasil seri I ini. Tim mekanik selalu melakukan perbaikan secara teknis untuk motor jadi sangat membantu performa saya,” papar Irvansyah.

Untuk kelas pemula, Irvansyah Putra Lubis kembali tampil sebagai juara umum dengan nilai 70. Poin tersebut ia kumpulkan setelah menjuarai kelas Yamaha Matic Tune Up 150 cc Pemula, kelas Yamaha Bebek 4 Tak Standard 125 cc Pemula, serta menduduki urutan kedua di kelas Yamaha Matic Standard 130 cc Pemula.

Di kelas bebek 4 Tak Standard 125 Open, Irvansyah juga tampil di podium untuk menerima gelar pembalap tercepat. Di kejuaraan ini, pembalap debutan dari tim Yamaha Yamalube Alfa Scorpii NHK Medan, Deri Satyo Sunarso tampil sebagai juara di kelas 125 cc Pemula. “Deri merupakan pembalap masa depan Sumut,apalagi umurnya baru 12 tahun, tapi sudah memiliki talenta bagus” kata Apmansyah Tanjung.(jun)

Pembalap Sumut Siap Menggelar Aksi

Sirkuit Multifungsi IMI Sumut Terancam Diambil Pengembang

MEDAN-Sirkuit multifungsi IMI Sumut yang terletak di kompleks perkantoran gubernur di jalan Pancing Medan, bakal tergusur olah pihak pengembang perumahan yakni PT Mutiara Palace. Padahal, lahan yang ada di sekitar kompleks tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang seyogianya diperuntukan untuk fasilitas pendidikan, sosial dan olahraga.

Sarana olahraga yang telah ada tersebut, terancam akan diambil alih oleh pihak pengembang, karena saat ini sedang dilakukannya pembangunan dinding beton yang menjorok ke dalam sirkuit yang hampir 10 meter dekat dari aspal sirkuit.

Dangan adanya pembangunan tersebut justru akan berdampak dengan persiapan tim balap motor yang diproyeksikan meraih medali emas di PON XVIII Pekan Baru, Riau September mendatang.

“Kami sangat terganggu dengan pembangunan dinding beton yang terlalu dekat dengan jarak aspal sirkuit. Kami selaku pembalap sangat kecewa dengan pihak pengembang yang akan mengambil sebagian lahan sirkuit ini. Seluruh pembalap akan melakukan aksi untuk menentang pihak pengembang, karena ini menyangkut prestasi olahraga di Sumatera Utara di ajang PON nanti,” sebut pembalap senior Sumatera Utara Firman Farera dan rekannya M Irvansyah Putra Lubis, ketika menjalani latihan di sirkuit multifungsi IMI Sumut, Kamis (1/6).

Firman bersama sang manajer Mahyudanil dan pelatih H Syabra Buana dan Akiet menuturkan, pihak pengembang juga tidak mendukung program pemerintah dan aparat keamanan, untuk menciptakan suasana kondusif terutama dikalangan anak muda. “ Dengan adanya sirkuit ini sebagai pendukung untuk mengurangi kenakalan remaja, yang selama ini diresahkan dengan geng-geng motor. Bagaimana kalau sirkuit ini sudah tidak ada lagi, apakah mau pihak pengembang bertanggungjawab geng-geng motor dan balap liar kembalil marak di jalanan?,” sebut Firman.

“Atas nama pembalap se-Sumatera Utara dengan keras menyatakan menolak bila saja lahan sirkuit ini diambil oleh pihak pengembang. Sekali lagi, kalau saja pihak pengembang mengambil sirkuit ini untuk kepentingan bisnisnya, kami akan melakukan aksi,” ancam Firman.

Seperti yang sampaikan anggota DPRD Sumut yang juga Ketua Komisi E, Zulkifli Husein  kepada wartawan kemarin menyatakan, pihaknya akan mengusut tuntas lahan yang ada di kompleks perkantoran gubernur di Jalan Pancing Medan itu.

“Lahan yang telah dibangun sarana olahraga yakni sirkuit jangan berubah fungsi sedikitpun, karena persoalan ini belumlah tuntas. Pihak pengembang yang akan membangun perumahan itu, jangan terlalu maju untuk menyebet tanah yang telah dibangun fasilitas olahraga. Sekali lagi saya ingatkan juga, Pemprovsu juga jangan sekali-kali untuk menutup mata dalam persoalan ini. Tuntaskan masalah ini secepatnya, jangan berlarut-larut,” ungkapnya.
Pembangunan dinding beton yang terjadi di sirkuit multifungsi IMI Sumut ini, juga dapat menggangu jalannya Kejurnas Motoprix Bhayangkara Road Race Region I memperebutkan piala Kapoldasu dan bakal terancam batal, karena bangunan tersebut telah menjorong ke dalam sirkuit. (jun)