Home Blog Page 13436

HNSI Dukung Amri

HAMPARANPERAK- Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Deliserdang mendukung Bupati Deliserdang Amri Tambunan untuk bertarung dalam kancah pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) Maret 2013. Amri dianggap mumpuni lantaran berhasil memajukan pembangunan Deliserdang.
Menurut Ketua DPC HNSI Deliserdang, Rakhmadsyah, ada dua poin yang membuat HNSI yakin terhadap sosok Amri Tambunan. Pertama, Amri pernah mengantongi penghargaan Adhikarya Pangan Nusantra (APN) dari Presiden RI dan Innovative Government Award dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ini. ‘’Dua penghargaan kami pikir layak sebagai indikator,’’ ungkap Rakhmadsyah di sela-sela acara ‘’Kenduri Nelayan’’ di pendopo Wisata Bahari Basir Kepiting, Dusun II, Hamparan Perak, Kamis (31/5).

Dia menilai pengalaman Amri sebagai birokrat yang mengeyam pendidikan kepamongan adalah modal utamanya menakhodai Pemprosu. ‘’Wilayah Deliserdang ini bisa maju atas prakarsa dan pemikirannya,” tukas Rakhmadsyah.

Dalam acara yang dibarengi penekenan kerjasama dengan Universitas Darmawangsa dalam bidang penyuluhan hukum, pelatihan budidaya ikan, dan pemberian beasiswa kepada anak-anak nelayan itu, HNSI Deliserdang juga mendistribusikan bantuan kepada 50 anak yatim, serta penganugerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan pemerhati nelayan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Hamparan Perak, Faisal Arif, Kabid Penangka Distanla Deliserdang, Ir Linda, Rektor Universitas Darmawangsa, Kusrianto, tokoh agama, serta tokoh masyarakat kampung nelayan Hamparan Perak. (mag-17)

Partai Golkar Bakal Sisakan 5 Pasangan

MEDAN- Wakil Sekjen DPP Golkar Leo Nababan, menegaskan, saat ini Golkar masih menunggu hasil survei yang akan maju di Pilgubsu.  “Ada 20 tokoh dan sosok yang disurvei Golkar. Saat ini kami masih menunggu survei. Survei ini independen. Kami harapkan di akhir Juli atau awal Agustus sudah ada hasil. Barulah nanti kami buat tahapan terahir. Jadi nanti ada dua kali survei. Untuk survei yang kedua nanti tidak lagi 20 tokoh, tapi hanya lima pasangan calon. Hasilnya siapa paling tinggi nilai elektabilitasnya, itu kita dekati,” ujar Leo Nababan yang juga menjabat Ketua Korwil Sumut .

Disinggung banyaknya kader Golkar yang mengambil formulir pendaftaran di partai lain, Leo mengaku tidak masalah. Itu karena memang partai belum bisa bersikap tegas karena tidak ada sistem ketat yang mengatur hal itu. “Jadi bukan hanya Golkar tapi semua partai. Ya mungkin yang mengambil formulir ke partai lain bisa jadi akibat kurang percaya diri. Atau alasan kedua yakni hanya ingin membuka lapak (tempat),” ujar Leo sambil bercanda.

Leo mengimbau kepada kader Golkar yang akan ikut di Pilgubsu agar hati-hati bersikap dan memilih. Dalam hal ini, kader Golkar yang mau maju harus mengukur diri dan melihat ukuran ‘bajunya’ cocok apa tidak.

“Misalnya, ada pemilihan lurah ikut, ada pemilihan bupati dan walikota dia ikut. Ada pemilihan gubsu ikut juga. Nah, harus tahulah menakar diri. Maksudnya, harus tahu ‘ukuran baju’ yang pas dengan dia. ‘Bajunya’ kebesaran atau tidak atau malah kekecilan,” kata Leo lagi.

Namun yang pasti, sambung Leo, kriteria yang akan dipilih Golkar untuk maju di Pilgub sudah disusun. Kendati begitu, Leo menegaskan, survei yang dilakukan Golkar dijamin netral. “Saya menjamin itu survei ini independen dan netral,” tegasnya. (ila)

Chairuman Harahap Ingatkan Politik Uang Bodohi Rakyat

Dari Dialog ‘’Pilkada Cerdas dan Sehat’’ GP Anshor Sumut di Hotel Tiara

Anggota DPR RI asal Sumut Chairuman Harahap, yang digadang-gadang Gerakan Pemuda (GP) Anshor Sumut di perhelatan Pilgubsu 2013, menganggap pembodohan akan terus terjadi manakala pesta rakyat Sumut memilih pemimpinnya itu masih diwarnai tradisi ‘’bagi-bagi uang’’ alias money politic. Pernyataan tajam itu disampaikan mantan Kajatisu itu saat berbicara dalam dialog ‘’Pilkada Cerdas dan Sehat’’ yang diprakarsai GP Anshor Sumut di Hotel Tiara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (30/5).

Menurut Chairuman, perhelatan Pilgubsu hanya menghasilkan pemimpin yang tak sesuai keinginan masyarakat dan menjadi ajang pemborosan uang negara belaka. Pilgubsu seyogianya menjadi momen menghasilkan pemilih yang cerdas dan pemimpin yang bagus pula. “Kalau saya berpikir bagaimana caranya agar menang terus berpikir mengakali ya, itu cerdas juga namanya. Bukan seperti itu, bukan cerdas mengakal-akali aturan agar menang,” ungkapnya.

Chairuman berharap Pilgubsu 2013 sejatinya mengalami perbaikan dibanding Pilgubsu sebelumnya karena rakyat dan parpol sudah lebih dewasa dalam memilih siapa figur yang cocok untuk memimpin Sumut lima tahun ke depan.

Dia mengingatkan perhelatan Pilgubsu tak terlepas dari munculnya beragam kasus akibat ketidakbecusan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) mengelola proses dan tahapan Pilgubsu.

“Nah di sini seringkali kacau, contohnya di Tebing Tinggi. Saya pikir di Pilgubsu tahun depan rakyat Sumut harus jeli. Jangan diam minta saja hasilnya dianulir bila ada bukti kecurangan,” tegas Chairuman. Di awal dialog, dia sempat menyinggung gubernur akan lebih efisien ditetapkan lewat Surat Keputusan (SK) Presiden. ‘’Kayak Kapolda diangkat saja, selesai,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sumut, Fadli Yasir, berharap Pilgubsu 2013 berjalan dengan lancar, bersih, dan aman. Paling utama tak ada lagi ditemukan indikasi money politic, kampanye hitam (black campaign), dan kekacauan data pemilih tetap (DPT). “Intinya Pilgubsu berjalan aman,” tukasnya.

Direktur Intelkam Poldasu Kombes Bambang Soecahyo mendorong  KPUD Sumut selaku pelaksana agar bersikap netral dalam tahapan Pilgubsu 2013. Langkah konkret yang perlu dilakukan adalah meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara KPUD Sumut dengan seluruh  pihak yang terkait langsung di Pilgubsu.

Dalam kesempatan itu, pengamat politik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, Prof Katimin, berharap Pilgubsu sebagai implementasi demokrasi langsung seyogianya menjadi jalan memilih pemimpin daerah yang mampu menyejahterakan umat. (ari)

Berjudi saat Jam Dinas

Kantor Bupati Karo Digerebek Polisi, Dua Oknum Satpol PP Ditangkap

KARO-Polres  Karo menggerebek pos penjagaan Kantor Bupati Karo yang menjadi ajang tempat permainan judi jenis kartu domino, Kamis (31/5) sekiar pukul 11.00 WIB, saat jam kantor masih berlangsung. Dari pos penjagaan yang dijadikan arena perjudian tersebut, polisi berhasil meringkus dua orang pemain yang tak lain anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Karo.

Aksi penangkapan tersebut sempat menjadi tontonan para PNS Pemkab Tanah Karo, karena sebelum ditangkap para oknum Satpol PP ini berusaha melawan petugas dengan mencoba melarikan diri dari dalam pos penjagaan itu yang dijadikan ajang lokasi perjudian.

Maka tak terelakan lagi aksi kejar-kejaran pun terjadi.Bahkan sejumlah oknum Satpol PP yang sedang asik memegang kartu terpaksa berhamburan keluar dari dalam pos penjagaan, yang pada akhirnya dua oknum Satpol PP yang menjadi pemain judi domino itu berhasil diringkus sekitar dua puluh meter dari lokasi TKP, di pinggir jalan Jamin Ginting lintas Kabanjahe-Berastagi di sekitar kawasan FIA NET. Sedangkan pemaian judi lainnya tidak berhasil ditangkap petugas kepolisian.

Untuk mempertanggunggujawabkan perbuatannya, kedua oknum anggota Satpol PP Pemkab Karo ini, terpaksa digelendang ke Mapolres Karo untuk segera dilakukan penyelidikan, dari lokasi polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu set kartu domino dan uang taruhan sebesar Rp58 ribu.Kasat Reskrim Tanah Karo AKP Harry Azhar Harahap, ketika dikonfirmasi wartawan Kamis (31/5) membenarkan perihal perihal penggerebekan dan penangkapan dua oknum tersebut.

“ Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk segera dilakukan pengembangan penyelidikan. Usai dilakukan pemeriksaan mereka akan kita masukan dalam sel tahanan,’’ ujar Harry.

Sementara itu ketika disingggung apakah kedua oknum Satpo PP ini akan dikenakan penangguhan penahan terhadap keduanya, Kasat Reskrim, tersebut berjanji akan melanjutkan berkasnya hingga proses peradilan dijalankan.’’ Yang pasti berkas mereka akan kita lanjutkan. Pengembangan kasus masih dilakukan. Siapa saja yang terlibat akan kita kembangkan jadi beberapa inisial masih belum dapat diberi secara detail, karena kebutuhan penyidikan,” papar Kasat.

Ketua LSM Panji Demokrasi Chici Ardi kepada Sumut Pos menyatakan, kejadian tersebut merupakan potret buram kondisi Tanah Karo saat, dibawah kepemimpinan bupati yang terindiskasi syarat sejumlah kesalahan sejak awal kepemimpinannya, khususnya persyaratan awal, yaitu dugaan SKPI palsu. (wan)

4 Ketua PAC PP Binjai Dikukuhkan

MEDAN- 4 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) di Binjai dikukuhkan melalui Rapat Pemilihan Pengurus (RPP), yang digelar di Sekretariat MPW Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumut, Rabu (30/5).

Hasil rapat pemilihan pengurus 4 PAC PP, Agus Salim Lubis terpilih sebagai Ketua PAC PP Binjai Utara, Edi Nelson Sembiring terpilih sebagai Ketua PAC PP Binjai Selatan, Adinatha terpilih sebagai Ketua PAC PP Binjai Kota dan Budi Azhari Nasution terpilih sebagai Ketua PAC PP Binjai Barat.

“Keempat Ketua PAC PP terpilih diharapkan segera membentuk komposisi pengurus, melakukan konsolidasi ke tingkat Pimpinan Anak Ranting (PAR) dan melaksanakan program Back to Zero sebagaimana amanat Ketua MPW PP Sumut, Anuar Shah, SE,” tegas Ketua Karateker MPC PP Binjai, Ir Roy Nainggolan, didampingi Wakil Ketua, Wempy Saragih, M Yahya Nasution SE, Sekretaris, M Said Siregar SE dan Wakil Sekretaris Affandy Widya serta Bendahara Herly Pranantha.

Roy menambahkan, RPP ini bagian dari rangkaian pembenahan Pemuda Pancasila di Kota Binjai yang sempat vakum selama setahun lebih. Setelah terbentuknya komposisi empat PAC PP ini, maka tugas karateker MPC PP Binjai tinggal menyiapkan Musyawarah Cabang (Muscab)  memilih Ketua MPC PP Binjai.

Ketua PAC PP Binjai Barat terpilih, Budi Azhari Nasution mengatakan, akan melakukan konsolidasi sampai ke tingkat basis, membentuk Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Anank Ranting (PAR) yang belum defenitif.

“Rapat pemilihan pengurus merupakan sejarah baru bangkitnya Pemuda Pancasila di Kota Binjai. Inilah saatnya kita berbenah dan membesarkan Pemuda Pancasila khususnya di Kota Binjai,“ ujar Budi diamini  ketua PAC PP Binjai Utara, Agus Salim Lubis, Ketua PAC PP Binjai Selatan, Edi Nelson Sembiring dan Ketua PAC PP Binjai Kota Adinatha. (ila)

Tangkap Pengedar Narkoba, Polisi Diteriaki Maling

MEDAN- Gara-gara berusaha menangkap salah seorang bandar narkoba petugas Polsekta Medan Area diteriaki maling. Namun teriakan si pengedar rupanya tidak mempengaruhinya, hal hasil petugas kepolisian berpakaian sipil berhasil meringkus empat orang yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis sabu -sabu dan daun ganja kering saat melakukan transaksi jual beli pada calon pembelinya.

Keempat tersangka ditangkap disekitar lokasi warung tuak di Jalan Denai Gang Jati, pada Kamis (31/5) sore 16.30 WIB.Dari tangan para pelaku petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari 1 paket daun ganja kering, 5 paket sabu-sabu seberat 0,35 gram 1 Galaxi Tab, 6 jam tangan, 1  timbangan elektrik, 1 kamera digital, 8 handpone, plastic obat, 3 paket putau, 3 STNK kenderaan roda dua dan 3 BPKB kenderaan roda dua.

Penangkapan keempat pelaku ini sempat juga mendapatkan perlawanan dari keempat tersangka dengan meneriaki maling kearah petugas yang berusaha menangkap mereka bahwa warga sekitar juga berusaha untuk melepaskan para tersangka yang sudah ketangkap tangan.

Penankapan itu langsung dipimpin Kapolsekta Medan Area. Sebelum melakukan penangkapan petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian selama dua jam untuk mengamati transaksi jual beli yang dilakukan keempat tersangka.

Ketiga tersangka yang diamankan tersebut diantaranya Mahyudi Syahputra (35), warga Jalan Medan Area Selatan, Media Ramadhan alias Ismed (20), warga Jalan Menteng II Gang Pembangunan, Hendra (29), warga Jalan Bromo Lorong Balai Desa dan satu perempuan Arnis (42), warga Jalan Denai Gang Jati.
‘’ Penangkapan keempat ini sempat mendapat perlawan dari para pelaku kita diteriaki maling. Akibat teriakan para pelaku inilah warga langsung keluar dari rumah. (jon) mereka masing-masing.  Karena melihat kondisi yang sebenarnya akhirnya warga punlangsung mundur,’’ ucap Kapolsekta pada wartawan Kamis (31/5) di Mapolsek .

Penangkapan ini terjadi, sambung Kapolsekta, ketika Media Ramadhan alias Ismed dibekuk petugas yang kerika itu saat sedang menjual narkoba jenis sabu-sabu didekat sebuah warung tuak di Jalan Denai Gang Jati. (jon)

Hakim Bertanya Saksi Korban Pura-pura Lupa

Sidang Lanjutan Anggota DPRD Sergai

LUBUK PAKAM-Sidang lanjutan anggota DPRD Serdang Bedagai Rusiadi kembali digelar di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kamis (31/5). Sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi verbalisane, dari penyidik Ditreskrim Poldasu AKP Sitiani Purba yang pemeiksaan terhadap  saksi korban AZ.
Dalam persidangan kali ini bahwa korban AZ memnyangkal keterangannya sendiri seperti yang tertera di BAP.Akibat nya majelis hakim yang dipimpin Denny Lumbantobing SH menjadi heran, karena saksi terus menyangkal BAP yang dibuat penyidik kepolisian.Bahkan korban melindungi perbuatan terdakwa di depan persidangan.

Korban dinilai berusaha berusaha untuk membela terdakwa anggotra DPRD Sergai ini yang telah didakwa dan dikenakan pasal melakukan perbuatan cabul dan melarikan anak dibawah umur terhadap.J aksa Penuntut Umum (JPU) M Fadly Arby SH, usai persidangan pada wartawan Kamis (31/5) mengatakan dalam memeriksa korban, AKP Sitiani Purba tidak pernah melakukan paksaan dan penekanan terhadap saksi korban.

‘’ Saat diperiksa itu pula, saksi korban AZ mengakui tentang kejadian sebenarnya dan membubuhkan tandatangannya. Anehnya ketika majelis hakim bertanya kepada saksi korban terkait keterangan saksi verbalisan, justru saksi korban AZ dengan enteng menjawab majelis hakim dengan kalimat lupa,’’ ucap Fadly

Jawaban mengambang itu, sambung jaksa dari saksi korban akan menjadi pertimbangan buat majelis hakim apakah keterangannya dipersidangan terindikasi direkayasa atau tidak.Selain itu, dalam persidangan itu, terdakwa Rusiadi mengakui bahwa dia bersama saksi korban AZ pergi ke Jakarta duduk berdampingan dengan AZ di kursi nomor 9E dan 9F di pesawat Lion Air JT 038.

Hal tersebut diperkuat saksi Juli Aspita (manajer Lion Air) dengan dibuktikan hasil prin out manifest penumpang tanggal 8 Januari 2010 penerbangan dari Medan menuju Jakarta. Sidang keterangan saksi verbalisan, dimajelisi hakim diketuai Denny Lumbantobing SH. (btr)

Gelandangan Tewas Ditabrak Mobil

MEDAN-Pria paruh baya korban tabrak lari ditemukan warga tergeletak di pinggir trotoar, di Jalan Cirebon, Medan Kota, Kamis (31/5) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Pria etnis tionghoa yang diketahui bernama Robert tersebut sempat dilarikan petugas Kelurahan Pandu Hilir ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan. Namun, karena kondisi korban yang diketahui tidak memiliki tempat tinggal itu, mengalami luka cukup parah, pria tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah beberapa jam mendapatkan penanganan tim medis di rumah sakit.

“Korban ditemukan oleh warga tergeletak di jalan karena disambar sebuah mobil yang melaju kencang. Selanjutnya warga yang melihat kejadian tersebut melaporkannya ke kantor lurah dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Johar, salah seorang petugas kelurahan yang ikut mengantarkan korban ke rumah sakit.

Hingga pukul 16.30 WIB, korban  masih terbaring kaku di ruang Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.
“Korban ini memang diketahui memiliki gangguan jiwa dan sering tidur di pinggiran jalan. Karena dia sering minta rokok sama kita dan kita cukup kenal sama dia, makanya kita prihatin dan akan mengurus pemakamannya,” ujar Amman, salah seorang warga sekitar yang mengenal korban. (uma)

Pendemo: Ungkap Aktor di Balik Proyek Bansos

MEDAN- Puluhan massa yang tergabung dalam Pemuda Pujakesuma Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kamis (31/5). Dalam aksinya, massa mendesak Kejatisu untuk mengusut kasus dugaan korupsi bansos yang banyak melibatkan pejabat.

Massa yang sebagian besar mengenakan pakaian Pemuda Pujakesuma ini datang dengan membawa sejumlah spanduk dan poster bergambar Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho. Dalam orasinya, massa mendesak agar Kejatisu segera melakukan pemeriksaan terhadap Gatot Pujo Nugroho atas dugaan keterlibatan dalam aliran dana bansos. Massa juga menilai, Gatot adalah orang yang bertanggung jawab atas terjadinya penyelewengan dana bansos tersebut.

Selain memeriksa Plt Gubsu, massa juga meminta agar Kejatisu memeriksa pengurus Golkar Sumut, Hanfiah Harahap. Karena diduga anggota DPRD Sumut tersebut turut terlibat dalam proyek bantuan sosial triliunan rupiah itu. “Kami meminta Kejatisu segera mengusut tuntas kasus korupsi bansos yang sudah menjamur. Kami juga meminta kejatisu untuk memeriksa aktor-aktor di balik proyek bansos ini,” kata Amran selaku koordinator aksi.
“Kita meminta tanggungjawab Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho yang kuat dugaan turut mengakibatkan terjadinya penyelewengan dana Bansos. Dan kita secara tegas meminta, anggota DPRD Sumut yang selama ini turut menikmati aliran dana itu, untuk dengan tegas mengakuinya dan berani mempertanggungjawabkannya,” tambahnya.

Massa memanfaatkan arus lalu lintas untuk menunjukkan spanduk dan poster bergambar Gatot Pujo Nugroho serta tulisan berupa tuntutan mereka kepada para pengguna jalan yang melintas di depan gedung Kejatisu Jalan AH Nasution Medan. Sempat terjadi kemacetan jalan akibat aksi tersebut.
Staff Intelijen Kejatisu, Henri Nainggolan langsung menerima massa. Pihaknya mengatakan bahwa kasus tersebut masih terus didalami. “Hingga saat ini kita masih melakukan pemeriksaan,” katanya.

Dana untuk Unimed akan Dievaluasi

Sementara itu, Pemprovsu menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang berlaku terhadap para pejabat yang tersandung kasus dugaan korupsi dana Bansos. “Itukan preskum atau proses hukum. Ya kita serahkan kepada hukum. Itu sudah proses hukum dan sudah berjalan. Ya itu, berjalanlah sesuai prosesnya. Kita tidak bisa melakukan yang lain, kita tetap menghormati,” kata Sekdaprovsu, Nurdin Lubis, kemarin.

Menurutnya, persoalan adanya indikasi penyelewengan dana yang sama di institusi pendidikan di Sumut seperti Unimed, ke depan Pemprovsu akan melakukan evaluasi pemberian dana bantuan tersebut. “Itu komitmen kita. Saya sudah minta Pak Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut (Bappedasu), untuk segera merapatkan. Unimed, kita (Pemprovsu, red), Universitas Terbuka (UT) dan lainnya. Kita jangan saling tuding. Toh kita menganggarkan,” tegasnya. (mag-11/ari)

Tere Mundur dari DPR

JAKARTA – Anggota DPR berlatarbelakang artis Theresia EE. Pardede  akrab disapa Tere- memutuskan mundur sebagai anggota dewan. Anggota Komisi X itu disebutkan melepas jabatannya sebagai wakil rakyat karena alasan keluarga.

Kepastian Tere mundur dari DPR itu disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. Menurut dia, surat pengajuan pengunduran penyanyi yang melejit namanya ketika menelurkan album solo perdananya bertajuk Awal yang Indah, itu dikirim ke DPP Demokrat pada 21 Mei lalu.
“Dia ingin lebih konsentrasi mengurus orangtuanya dan tidak bisa berkiprah lagi di DPR,” kata Nurhayati Ali Assegaf, di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (31/5).

Menurut dia, pihaknya sebenarnya sudah mengajak yang bersangkutan berbicara dari hati ke hati terkait pengajuan Tere untuk mundur. “Kemarin (dua hari lalu, Red) , saya panggil dan kami bicara di ruang saya. Dan pagi ini (kemarin, Red), dia tetap bilang akan mengundurkan diri,” tandas Nurhayati.
Dia juga mengungkapkan, bahwa beberapa waktu terakhir, yang bersangkutan sudah jarang aktif di parlemen. “Kaget, pasti. Semua orang punya masalah pribadi, tapi alasan karena orangtua lalu mau mundur itu yang membuat saya kaget. Tapi, sekali lagi itu pilihan,” imbuh politisi perempuan yang merupakan mantan staf khusus Ani Yudhoyono, itu.

Tere terpilih sebagai anggota dewan dari Dapil Jawa Barat I. Selain di Komisi X, perempuan kelahiran 2 September 1979 itu juga dipercaya menjadi anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.

Ibunda Tere telah meninggal dunia pada 16 April 2012 karena sakit penyakit kanker rahim. Hal itu berat beban Tere mengingat rumah tangga rekan Anggelina Sondakh di parlemen tersebut bergejolak sejak awal 2012. Dia bercerai dengan suaminya Eka Nugraha setelah sebelas tahun menjalani pernikahan.

Sejak memutuskan menjadi muslim pada 2 September 2000, Tere menikah dengan Eka Nugraha pada 6 Desember 2003. Namun, tepat pada 3 Januari 2012, Tere melayangkan gugatan cerai terhadap pria yang juga merupakan pencipta lagu “Awal yang Indah”.
Atas pengajuan mundur Tere sebagai anggota DPR, selanjutnya, DPP bakal menetapkan pengganti Tere melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). “Sedang kami proses, karena kami juga baru dapat suratnya kemarin (dua hari lalu, Red),” pungkas Nurhayati.  (dyn/jpnn)