Home Blog Page 13449

Kabupaten Pakpak Bharat, Dulu Peringkat 18 Sekarang 10 Besar

Peringkat Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumut Tahun 2011

PAKPAK BHARAT-Kinerja penyelenggaraan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat masuk peringkat 10 dari seluruh kabupten/kota di seluruh Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan meraih skor 2,4187. Raihan itu bedasarkan keputusan Gubernur Sumatera Utara nomor188.44/355/KPTS/2012 tentang pencabutan keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/973/KPTS/2011 tentang skor, prestasi, dan peringkat kinerja kabupaten/kota dalam rangka evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah (Pemda) tahun 2011 tanggal 4 Mei 2012.

“Ini menjadi paradigma prestasi yang diraih dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu menanggapi penetapan peringkat Pakpak Bharat tersebut.

Menurutnya, peringkat kinerja Kabupaten Pakpak Bharat mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2008 berada pada peringkat 19 di Sumut dan peringkat 18 untuk tahun 2009. “Untuk laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) tahun 2011 yang baru disampaikan bulan Maret kemarin, kami menargetkan Kabupaten Pakpak Bharat akan mencapai peringkat kinerja yang lebih baik lagi, paling tidak posisi 5 besar di Sumatera Utara”, terang Remigo.

Senada dengan ucapan bupati tadi, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pakpak Bharat H Tekki Angkat, yang ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan lalu menyampaikan bahwa Kabupaten Pakpak Bharat harus mampu menunjukkan hasil LPPD yang memuaskan sampai dengan evaluasi akan laporan ini nantinya. “Kami harus optimis, walaupun Pakpak Bharat masih usia muda dan sumber daya yang terbatas, harus mampu bersaing dengan Kabupaten dan kota lain “, tegas Tekki didampingi Plt Ka Bagian Tata Pemerintahan Setda, Robincem Habeahan selaku leading sector pelaksanaan LPPD.
Ia juga menjelaskan, pentingnya peran LPPD karena merupakan perwujudan transparansi dan akuntabilitas  serta kinerja Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemda. Laporan tersebut harus tepat waktu, akurat dan lengkap. Pemerintah Daerah juga harus memenuhi persyaratan  dalam indikator kinerja kunci (IKK) LPPD yang menjadi penilaian utama dari Tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri. Indikator ini meliputi akuntabilitas kinerja keuangan dan kinerja pemerintahan dan juga berdasarkan PP Nomor 38/2007 tentangUrusan Penyelenggaraan Pemerintahan, serta pelayanan publik yang terkait dengan standar pelayanan minimal. (mag-4)

Jaksa Kantongi Nama Tersangka

Dugaan Korupsi Proyek SIR Rp7,7 M di Pirngadi

MEDAN-Kejatisu sudah menggelar ekspos kasus dugaan korupsi dana Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) dr Pirngadi Medan senilai Rp7,7 miliar. Hasilnya, Kejatisu sudah mengantongi nama siapa saja yang bakal ditetapkan sebagai tersangka dari 30 orang yang diperiksa.

“Kita tinggal menetapkan tersangka saja. Nama-namanya sudah kita kantongi dari beberapa yang kita periksa. Namun, kita belum bisa mempublikasikannya, karena kita masih membutuhkan beberapa keterangan  sebelum ditetapkan sebagai tersangka secara resmi,” kata Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare SH MH kepada wartawan,  Selasa (29/5).

Marcos juga menyatakan, bahwa penetapan tersangka akan diumumkan ke media. “Dalam waktu dekat ini. Sekarang jangan dululah. Karena belum ada perintah dari pimpinan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Pidsus Kejatisu sudah memeriksa 16 saksi baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi Medan, ataupun rekanan dari PT Buana yang mengelola Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR).

Pejabat yang diperiksa jaksa penyidik diantaranya kepala instalasi, bendahara dan Wakil Direktur Rumah Sakit Pirngadi Medan.
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) dibangunan untuk mengetahui transaksi di setiap instalasi di rumah sakit milik pemerintah di Kota Medan. Dalam sistem operasionalnya pengelola tersebut dapat omset sebesar 7 persen dari bagi hasil.

Namun pada 2010 sistem informasi rumah sakit ini berhenti dengan alasan tidak diketahui. Walaupun sistem operasional ini berhenti tapi antara pihak rumah sakit Pirngadi dan pengelola dalam hal ini PT Buana masih tetap mendapatkan konpensasi atau bagi hasil.
Pengelolaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIR) anggaran tahun 2009-2010 bekerjasama dengan PT Buana sebesar Rp7,7 miliar bersumber dari swakelola.(rud)

Motivasi Mahasiswa Unimed, Gus Gandeng Mario Teguh

MEDAN-Gus Irawan Pasaribu bakal bersanding dengan motivator terbaik Indonesia Mario Teguh. Keduanya bakal tampil di depan ratusan pengunjung di Kampus Universitas Negeri Medan pada Sabtu (23/6) mendatang.

Kedatangan Gus Irawan Pasaribu dan Mario Teguh ke Unimed, bukan sebagai kapasitas sebagai pasangan bakal calon (balon) gubernur atau wakil gubernur Sumut, namun akan memberikan motivator kepada mahasiswa dan masyarakat umum  yang difasilitasi oleh Bengkel Studi Demokrasi Sumatera Utara (BSDSU) di gedung Auditorium Unimed.

“BSDSU menyelenggarakan kegiatan di Gedung Auditorium Unimed tanggal 23 Juni 2012 pukul 09.00 WIB.

Format acaranya seminar sehari bersama Mario Teguh dan Gus Irawan Pasaribu.Seminar sehari ini merupakan perwujudan dalam menggalang kebersamaan, rasa cinta, dan kepedulian sesama untuk mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitarnya melalui pendekatan kata-kata bijak sang motivator terbaik Indonesia” Mario Teguh” serta nilai-nilai kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan dari seorang Gus Irawan Pasaribu” ujar Ketua Pelaksana Agustin Sastrawan Harahap, Selasa (29/5).

Dengan adanya kegiatan ini juga, sambung, Agustin, meningkatkan kesadaran menapaki kehidupan dengan jalan-jalan uang terbaik sebagai wujud individu yang bermartabat dan mempunyai integritas yang tinggi di mata masyarakat.

“Untuk itu kami mengundang masyarakat Sumatera Utara untuk menyaksikan ‘Duet Maut’ dari motivator kita sehingga kedepannya perubahan dapat berjalan serta mampu kita realisasikan dengan baik.

Alasan kenapa Gus Irawan Pasaribu yang menjadi pembicara yang berthemakan “ be a leader and eneterpreuner with golden ways”, karena Gus Irawan Pasaribu juga salah satu pengusaha yang juga berhasil dalam mengembangkan UKM di Sumatera Utara.Dalam pengembangan UKM untuk kalangan kebawah Gus Irawan Pasaribu adalah motivator terbaik di Sumatera Utara” ucap Agustin.
Panitia penyelenggara ini juga menyediakan hiburan menarik serta hadiah (door price) menarik, 6 buah laptop, 20 plashdisk, serta marcindes dari sponsor pendukung. (rud)

Desain Unisex Jadi Idola

Aneka Model Jam Tangan Wanita

Jam tangan memiliki posisi penting terutama dalam hal fashion. Selain berfungsi sebagai penunjuk waktu, jam tangan juga menjadi gaya hidup yang mendukung penampilan seseorang.

Jam tangan memegang peranan penting dalam dunia mode. Baik yang asli ataupun palsu semuanya berhasil menarik minat para pembeli. Berbagai macam model jam tangan pun dapat ditemukan mulai dibandrol dengan harga terjangkau bagi semua kalangan hingga harga ratusan juta rupiah. Bahkan tak jarang fungsinya menjadi penentu derajat seseorang.

“Bagi wanita banyak pilihan serta model jam tangan. Perempuan yang tidak menyukai model jam tangan feminin, biasanya akan memilih desain  unisex yang dapat dipakai baik perempuan maupun laki-laki. Model ini memiliki kesan gagah, tapi tidak lantas menimbulkan kesan garang,” ujar Desi karyawan Toko Jam Henry di Jalan Setia Budi Medan.

Menurutnya, desain  unisex ini biasanya berukuran besar, tali besi yang kokoh, dan tidak banyak ornamen di dalamnya. “Model seperti ini tetap banyak dicari khususnya perempuan tomboy. Karena tak semua wanita menyukai jam tangan model feminim,” jelasnya.

Model jam tangan  yang lagi tren lainnya  adalah jam tangan yang memiliki bentuk mungil dengan aksesoris keramik kecil. s”Memang desain seperti ini lagi tren dan menarik. Apalagi yang berwarna putih. Bila berbicara soal merek, maka Alexander Cristie dan Casio yang paling banyak dicari. Model sederhana namun tidak mengurangi desainnya  yang modis,” ujarnya.

Sebenarnya, banyak model jam tangan wanita dari segala jenis merek dan harga terjangkau. “Harga bervariatif dari Rp.500 ribu hingga Rp.1,2 juta untuk jam tangan bermerek ataupun tiruan. Ada juga model sederhana dan terjangkau, namun tidak mengubah kesan modis wanita memakainya. Dengan warna yang bervariatif tetap pas dipakai dan bisa disesuaikan dengan pakaian,” urainya.

Untuk menjaga agar jam tangan tetap terawat, sebaiknya hindari menggunakan jam tangan yang terlalu ketat. “Keringat yang menempel berpengaruh pada jam tangan. Sekalipun jam tangan waterproof, lebih baik tetap hindari jam tangan dari air, karena memungkinkan munculnya karat,” terangnya.
Dalam melakukan aktifitas padat atau berat, sebaiknya jam tangan dilepas agar terhindar dari benturan. Selain itu, jangan menyimpannya di dekat barang yang memiliki medan magnet karena akan mempengaruhi kerja jam tangan. Jangan lupa agar jam tangan dibersihkan dengan rutin menggunakan kain lembut agar tidak rusak,” bebernya. (mag-11)

Dahlan Rilis 12 Larangan bagi SDM BUMN

JAKARTA – Upaya menegakkan governance terus dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kali ini Menteri BUMN Dahlan Iskan merilis 12 larangan yang berlaku untuk pejabat dan pegawai Kementerian BUMN.

Menurut Dahlan, larangan tersebut merupakan kode etik yang bertujuan meningkatkan disiplin pegawai; menjamin terpeliharanya tata tertib; menjaga martabat, kehormatan, citra, serta kredibilitas kementerian; menjamin kelancaran pelaksanaan tugas; dan menjaga iklim kerja yang kondusif. “Serta, menciptakan dan memelihara kondisi kerja dan perilaku yang profesional,” ujarnya melalui salinan peraturan yang dikutip kemarin (29/5).

Aturan tersebut tertuang dalam Salinan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-04/MBU/2012 tentang Kode Etik Aparatur Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Dahlan menyebutkan, kode etik itu berlaku untuk menteri BUMN, calon pegawai negeri sipil (PNS) dan PNS yang bekerja di Kementerian BUMN, serta staf khusus Kementerian BUMN. “Termasuk, tenaga outsourcing Kementerian BUMN,” katanya.

Dia menyatakan, selanjutnya, Kementerian BUMN membentuk majelis di tingkat kementerian untuk memeriksa dan menetapkan sanksi bagi aparatur yang memangku jabatan struktural eselon I atau setingkat di lingkungan kementerian bila terbukti terjadi pelanggaran kode etik.

Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat menambahkan, kementerian akan membentuk majelis untuk memeriksa dan menetapkan sanksi yang diberikan bila terbukti terjadi pelanggaran kode etik oleh aparatur yang memangku jabatan struktural eselon II, eselon III, eselon IV atau setingkat, dan pelaksana. “Nanti, jabatan dan pangkat anggota majelis tidak boleh lebih rendah daripada jabatan dan pangkat aparatur yang diperiksa,” ucapnya.  Pada kesempatan terpisah, Dahlan Iskan juga mensyukuri masuknya BUMN dalam jajaran Forbes Global 2000 sebagai perusahaan dengan kinerja terbaik.
“Menurut dia, selama ini BUMN sering diindentikkan dengan perusahaan-perusahaan payah dan tidak bisa menjadi perusahaan besar. “Tapi, masuknya enam BUMN (dalam Forbes Global 2000) ini menjadi bukti bahwa BUMN bisa menjadi perusahaan kelas dunia. Tahun depan harus lebih banyak,” ujarnya saat acara “BUMN Bersyukur: Bersama BUMN, Berprestasi Membangun Negeri” di JCC, Jakarta, kemarin.

Enam BUMN yang sudah go public tersebut adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menempati peringkat ke-479 daftar Forbes Global 2000. Lalu, Bank Mandiri di posisi ke-488, Telkom Indonesia di peringkat ke-726, Bank Negara Indonesia (BNI) di posisi ke-969, Perusahaan Gas Negara (PGN) di posisi ke-1.351, dan terakhir Semen Gresik di posisi ke-1.674.

Sebenarnya ada 10 perusahaan asal Indonesia yang berhasil masuk jajaran Forbes Global 2000. Selain enam BUMN tersebut, empat lainnya berasal dari swasta. Yakni, Bank Central Asia (BCA) di posisi ke-700, Gudang Garam (ke-1.399), Bank Danamon (ke-1.636), dan Bumi Resources (ke-1.898). (owi/c5/kim)

Setahun Tugas, Satgas Bebaskan 72 TKI Divonis Mati

JAKARTA – Masa tugas Satuan tugas (satgas) penanganan kasus Warga Negara Indonesia/Tenaga Kerja Indonesia (WNI/TKI) di luar negeri berakhir 7 Juli nanti. Dalam setahun bekerja, satgas mencatat banyak pencapaian. Salah satunya adalah membebaskan 72 TKI dari jeratan vonis hukuman mati.
Di tengah keberhasilan itu, pihak satgas ternyata ogah diperpanjang masa kerjanya. Juru bicara satgas Humphrey R. Djemat menuturkan, perpanjangan masa kerja satgas diperbaharui setiap enam bulan sekali. “Waktu perpanjangan dari satu tahun ke masa berikutnya, kami sebenarnya sudah keberatan,” kata dia.

Dia mengatakan, seluruh jajaran satgas berharap presiden tidak memperpanjang masa tugas satgas. Sebagai gantinya, dia berharap ada unit khusus di lembaga atau kementerian yang berkaitan dengan perlindungan TKI atau WNI. Dalam hal ini, ada tiga institusi yang berkepentingan. Yakni, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).
Humprey menjelaskan, salah satu sukses satgas adalah membebaskan 72 TKI dari jeratan vonis hukuman mati di Arab Saudi dan Malaysia. Membabaskan itu bukan berarti bebas murni. Ada yang diturunkan derajat hukumannya menjadi seumur hidup. (wan/ken/ca/jpnn)

Wanita Cerdas Cendrung Sulit Menemukan Pria Setara

MEDAN – Pada dasarnya pernikahan yang bahagia selalu menjadi idaman setiap orang tak terkecuali wanita. Namun dari sisi Psikologi, banyak alasan yang menyebabkan kenapa seorang wanita terlalu lama melangsungkan pernikahannya.  Bisa saja karena pengalaman patah hati, keinginan untuk memiliki karir yang lebih tinggi, ingin mandiri dan sebagainya.

“Masa lalu terkadang membuat wanita sengaja menghindari atau bersinggungan dengan laki-laki, apalagi berkomitmen,’’ ujar Direktur Biro Psikologi Persona, Irna Minauli.

Bahkan, kata Irna, ada penelitian yang cukup menarik. Banyak wanita cerdas lebih cenderung menunda perkawinannya. Perempuan yang cerdas berfikir dirinya memiliki nilai yang tinggi sehingga mereka merasa sulit untuk menemukan lelaki yang setara. Apalagi sebagiannya menyadari bahwa mereka mandiri secara ekonomi. “Banyak yang “terjebak” dengan ke-single-annya. Pada awalnya, mereka mengkesampingkan urusan cari jodoh karena sedang menikmati pekerjaan dan fokus mengejar karier. Ketika sadar semua sudah terpenuhi, ‘’urai Irna.

Menurutnya, memang di dalam memilih pasangan, seseorang baiknya  mendapatka  pasangan pas yang memiliki “harga” setara. Karena kalau tidak, mereka akan kesulitan menyesuaikan diri. Namun bila ditinjau dari sisi Psikologi  Ekonomi, pada dasarnya setiap orang memiliki nilai atau harga sehingga ketika membina hubungan dengan lawan jenis sebenarnya terjadi semacam transaksi “tawar menawar” (bargaining).

“Banyak orang khususnya wanita yang menetapkan “harga” yang terlalu tinggi sehingga pasangannya tidak sanggup memenuhinya. Atau mungkin saja laki-laki tersebut memang tidak sesuai dengan harga yang dimilikinya. Sehubungan dengan teori Psikologi Ekonomi tadi, banyak laki-laki yang juga merasa kurang layak  mendampingi perempuan cerdas,” jelasnya.

Selain itu, ada juga penelitian menarik, bahwa perempuan yang jarang atau tidak pernah tersenyum, juga cenderung lebih lambat menikah atau bahkan tidak menikah. (mag-11)

Solidaritas Tanpa Sekat

Oleh: Jones Batara Manurung

Bangsa Indonesia terbentuk dari proses panjang perjuangan melawan penjajahan kolonial Belanda hingga fasis Jepang. Perlawanan bercorak kedaerahan muncul di berbagai tempat. Jatuh bangun perlawanan rakyat di daerah memberi pelajaran penting bagi perjuangan berikutnya, bahwa aspek persatuan perjuangan dari berbagai entitas kedaerahan itu merupakan keharusan untuk dapat menang melawan penjajah.

Koreksi terhadap perjuangan bercorak daerah menjadi titik awal semangat kebangsaan yang memunculkan organisasi rakyat. Pada 1908 berdiri Budi Utomo yang bersendikan kebangsaan. Pasca 20 tahun Budi Utomo, pemuda Indonesia mengikrarkan semangat kebangsaan yang utuh dalam momentum Sumpah Pemuda dengan mengikatkan diri pada ikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Perjuangan panjang rakyat Indonesia menjadi kenyataan pasca 17 tahun Sumpah Pemuda, pada 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka di proklamirkan.

Sekelumit penggalan historis tersebut menyiratkan dengan tegas bahwa bangunan keIndonesiaan merupakan hasil persatuan perjuangan dalam entitas yang multi-etnik, multi-religi, dan multi-golongan. Dalam kepelbagaian itu gagasan keIndonesiaan dibangun atas dasar solidaritas sebagai manusia yang senasib sepenanggungan dan adanya cita-cita kemerdekaan.

Semangat kebangsaan dalam tonggak sejarah 1908, 1928 dan 1945 merupakan ekspresi vitalitas dan spiritualitas bangsa Indonesia yang terus berproses dalam menggapai asa kemerdekaan. Untuk masa dan generasi selanjutnya penjiwaan kebangsaan pada gilirannya membentuk wawasan kebangsaan dengan segala kompleksitas tantangan, terutama dalam upaya merajut persatuan perjuangan dari entitas kepelbagaian yang ada.

Frederico Ruiz, seorang teolog spiritualitas dari Spanyol mengatakan setidaknya ada 3 tantangan bagi kebangsaan dewasa ini. Pertama, globalitas, yakni dinamika berbagai elemen dalam suatu situasi atau keadaan. Kedua, radikalitas, suatu karakter esktrem dari berbagai kelompok masyarakat. Ketiga, Kecepatan (rapidity), yaitu cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketiga faktor ini dapat melunturkan semangat, paham dan rasa kebangsaan, namun apabila dikelola dengan baik akan memunculkan semangat kebangsaan yang tetap berakar dengan segala pola dan bentuk barunya.

Fakta Empirik

Setelah 67 tahun proklamasi, kita memiliki sejumlah persoalan fundamental. Kondisi saat ini seakan memberikan gambaran nyata pada kolonialisme masa lalu dalam wujud baru. Setidaknya ada beberapa fakta yang memberikan gambaran yang sama antara masa penjajahan dan kondisi saat ini.
Fakta ini merupakan dampak globalisasi yang tak dapat ditepis, suatu proses yang memberikan konsekwensi luas dalam berbagai segmen kehidupan. Proses ekonomi politik global melalui liberalisasi, deregulasi dan privatisasi praktis mengeruk sumberdaya kita dan secara sempurna menghantam jantung nasionalisme kita. Nasionalisme yang dalam pandangan Soekarno, nasionalisme yang anti feodalisme dan anti penjajahan.

Proses ekonomi politik global itu merupakan wujud dari neoliberalisme yang menjadikan kondisi kita “terjajah”, dapat ditunjukkan dari beberapa fakta fundamental, pertama, tingginya angka kemiskinan dan adanya segelintir orang yang memiliki kekayaan yang mencolok diantara jutaan warga miskin. Kedua, tingginya angka pengangguran dan rendahnya upah. Ketiga, tata kelola sumberdaya alam yang didominasi pihak asing. Keempat, munculnya gerakan fundamentalisme agama.

Neoliberalisme ditengarai mengikis kohesifitas sosial rakyat. Ketimpangan penguasaan sumber ekonomi menimbulkan ketimpangan sosial. Ketidakadilan ini menimbulkan respon yang radikal dalam bentuk-bentuk entitas suku, agama dan golongan. Bila kita telisik lebih jauh, bentuk radikalitas agama dan suku lebih dominan terjadi. Kita berada dalam jebakan fundamentalisme pasar liberal dengan hukum akumulasi modal tanpa batas dan terjebak dalam fundamentalisme agama yang berakibat kohesifitas sosial merosot tajam dan solidaritas sesama anak bangsa terancam.

Seruan Solidaritas

Dengan sejumlah problem mendasar dalam tata kelola negara-bangsa Indonesia, selayaknya membutuhkan cara pandang baru dan jalan baru, yang dapat dapat memberikan pemaknaan baru kepada entitas kebangsaan kita. Dalam hal ini menguatkan kembali solidaritas sebagai rakyat dari sebuah negara-bangsa yang pernah mengalami penjajahan merupakan upaya yang harus dilakukan.

Solidaritas menjadi suatu prinsip yang menuntun kehendak baik dalam menggumuli masalah. Solidaritas menunjukkan bahwa tidak ada pemisahan suatu entitas dalam masalah yang sedang dihadapi. Solidaritas juga bermakna bahwa suatu kehendak baik, datang dari siapa saja tanpa pembedaan identitas yang melekat. Solidaritas merupakan wujud keberpihakan terhadap mereka yang mengalami ketidakadilan, miskin, lemah, dan teraniaya.

Mereka terdapat dalam komunitas buruh, petani, pedagang kecil, kaum miskin di perkotaan dan kaum perempuan. Solidaritas juga merujuk pada kesediaan untuk berada bersama komunitas tersebut. Mengurai masalah, mencari jalan keluar dan melakukan secara bersama dengan setara. Dengan demikian “solidaritas tanpa sekat” merupakan seruan bersama dalam upaya merevitalisasi kembali semangat kebangsaan. Dalam tataran praksis harus ditunjukkan dengan berada langsung dalam pergumulan masalah yang dihadapi dengan tidak menjaga jarak, terbuka, solider dan ditujukan bagi kepentingan umum.

Bila dalam masa penjajahan kita menang maka seharusnya juga dengan potensi kemajemukan yang dimiliki, kita dapat menang melawan kemiskinan, pengangguran, korupsi, degradasi lingkungan, segregasi sosial, dan pelanggaran HAM. Segalanya demi mencapai Indonesia yang kita cita-citakan, yakni Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. (*)

Penulis adalah Direktur Eksekutif Rumah Tani Indonesia

Tampil Cantik dari Diri Sendiri

Bagi seorang wanita, tampil cantik adalah salah satu keistimewaan. Apalagi, kecantikan tersebut mulai dari diri sendiri, dan rumah. Akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi wanita tersebut.

Inilah yang diperlihatkan Informa Mebel yang terletak di Jalan Juanda Medan pada akhir pekan lalu. Disadarinya, pelangganannya yang mayoritas adalah kaum hawa yang sangat memperhatikan penampilan. Karena itu, bekerjasama dengan Body Shop, Informa menyelenggarakan kelas kecantikan, seperti merawat kulit, dan tata rias wajah yang berkesan natural. “Ini untuk memuaskan pelanggan yang wanita. Karena kita menyediakan peralatan untuk tata rias juga,” ujar Manager Operasional Informa Mebel Juanda Medan, Risdawati Lubis.

Dirinya menjelaskan, sebelum kelas kecantikan yang ditujukan bagi para ibu, Informa terlebih dahulu menyelenggarakan kegiatan untuk anak, seperti lomba mewarnai.  Nantinya untuk ayah dan arsitek juga kita adakan.

Dalam kelas kecantikan, Body Shop bukan hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga perawatn kulit agar tetap awet muda, segar, dan cantik. Juga cara merias wajah, sehingga tetap memberikan kesan natural pada wajah. “Dalam kelas ini, semua peserta mendapat kesempatan untuk merias wajahnya. Agar nantinya dirumah tidak menjadi canggung,” tambah Risda.  Bukan hanya itu saja, bagi peserta yang berniat  membeli produk Body Shop juga mendapat tawaran khusus, berupa potongan harga dan  berbagai hadiah menarik. (ram)

Suami Berubah jadi Pemarah

MEDAN- Erni Ramadani (20), warga Jalan Sentosa Lama, Medan Perjuangan mengadukan suaminya, Bayu Buhari ke Mapolsekta Medan Timur, Selasa  (29/5) siang.

Pengakuan Erni, dia sering mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya dan kebiasaan itu beberapa bulan belakangan inin
“Kejadian terparah saya alami Minggu (27/5). Saat itu saya meminta uang belanja kepada suami saya tapi saya justru dipukulnya,” katanya saat membuat visum di RSU dr Pirngadi Medan.

Dikatakannya, awal perkawinan mereka, suaminya sayang dan bertanggung jawab. Bahkan, semua permintaannya selalu dipenuhi oleh suaminya. “Perubahan  dan kebaikan Bayu menjadi sejak beberapa minggu belakangan ini. Bahkan, suami saya kasar dan sedikit-sedikit marah,” jelasnya.
Menurutnya, dirinya pun sering kali menjadi bulan-bulanan sehingga kepalanya pusing karena sering dipukul suaminya. Tak hanya itu saja, bagian pipi sebelah kirinya bengkak akibat dipukul.

“Saya tak senang perbuatan suami saya, makanya memberanikan diri mendatangi kantor polisi untuk mengadukan suami saya,” pungkasnya. (jon)