Home Blog Page 13451

Tim Sumut U-13 Target Juara

MEDAN-Tim Sumut U-13 bertekad mengulang sejarah kembali menjuarai Piala Yamaha yang berlangsung di Tangerang Selatan, 2-3 Juni 2012 nanti. Seperti diketahui, Sumut pernah merebut gelar juara ajang sepakbola usia dini itu pada 2010 silam.

“Tahun ini Sumut mendapat keuntungan karena menurunkan dua tim sekaligus. Sangat wajar kalau lantas kami memasang target maksimal tampil sebagai juara,” ujar Chief de Mission Tim Sumut U-13, H Saryono, saat melepas keberangkatan tim Sumut II di Terminal Bus Kurnia, Jl SM Raja Medan, Selasa (29/5).

Dikatakan, tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat Piala Yamaha. Selama itu, tim Sumut telah menorehkan prestasi memuaskan, yakni menjadi runner-up di tahun 2009 dan juara di tahun 2010. Prestasi Sumut menurun pada 2011 saat harus tersingkir di babak penyisihan.

“Ini saatnya menebus kegagalan pada 2011 lalu. Prestasi di tahun 2010 harus menjadi motivasi tim untuk mengulang sejarah manis itu. Memang, bukan pekara mudah merebut gelar juara, namun dengan perjuangan maksimal seluruh pemain, tidak ada yang mustahil,” katanya.

Penanggungjawab Tim U-13 Sumut, H Sumantraji, menambahkan, Sumut mendapat jatah dua tim di Piala Yamaha berkat kepedulian Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang jauh-jauh hari memperjuangkan agar Sumut lebih spesial dari daerah lain.

“Ini tentu satu keuntungan bagi Sumut. Di satu sisi kita memiliki peluang lebih besar merebut juara, di sisi lain banyak pemain muda Sumut yang bisa merasakan atmosfer kompetisi nasional dan tentunya sangat baik dalam proses pembinaan,” ucap Ketua ASSBI Sumut itu.
Lebih lanjut, Sumantraji mengatakan, tim Sumut I berangkat lebih awal lewat jalan darat dan tim Sumut I baru akan bertolak ke Tangerang pada 1 Juni mendatang melalui perjalanan udara.(jun)

Sepatu Kotama Tembus Pasar Internasional

MEDAN- Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) sepertinya dipandang sebelah mata. Padahal, dalam perekonomian, UKM memegang pondasi penting, bahkan UKM mampu berdiri walau dalam krisis ekonomi.

Salah satu produksi UKM yang saat ini sedang menjadi perhatian masyarakat adalah sepatu Kotama. Sepatu yang merupakan pabrikan asli Indonesia ini mampu menembus pasar internasional, walau belum terlalu banyak.

Untuk memperkenalkan sepatu Kotama ke masyarakat, berbagai pameran baik dalam maupun luar ruangan selalu diikuti. Salah satunya dalam pameran UMKM Sumatera Utara yang diselenggarakan di USU.

Menurut penjaga Stan Kotama Shoes dipameran tersebut, penjualanan produk sepatu sangat menjanjikan, selain karena banyak yang minat, sepatu dan sendal merupakan salah satu kebutuhan orang. “Sepatu dan sendal banyak yang menggemari, karena secara tidak langsung ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat,” ujarnya di sela-sela pameran.

Dia juga menjelaskan, selama pameran yang berlangsung mulai 24 hingga 25 Mei ini, telah puluhan pasang sepatu yang dibeli pelanggan, terutama pelanggan dari kalangan mahasiswa dan juga pengunjung umum. “Bahkan, pada Minggu kemarin, terjual lebih dari 20 pasang, baik dari mahasiswa maupun kalangan umum” tambah Sofyan.

Karena itu, besar harapan Sofyan, agar nantinya produk sepatu ini akan lebih familiar di negeri sendiri. “Kita juga ingin membuat masyarakat sadar, cinta produk dalam negeri, dan kita kembangkan dengan mengeluarkan produk sepatu dan sendal ini,” tambahnya.

Untuk jenis sepatu, lebih diutamakan bagi pria dan wanita yang dewasa, atau dengan kata lain yang telah bekerja. Karena itu, Kotama Shoes lebih banyak membuat sepatu yang pada umumnya disebut Pantofel, atau sering juga kita sebut sebagai sepatu untuk orang bekerja dan menghadiri acara formal.
Selain nyaman, sepatu keluaran dari Kotama ini pada umumnya terbuat dari kulit maupun kulit sintetis, sehingga nyaman dipakai walau dalam jangka waktu lama. Dan tentu saja, harga yang ditawarkan cukup bervariasi dan terjangkau. “harganya mulai dari Rp150 ribuan, dan kita juga menerima tempahan sepatu,” tambahnya. (ram)

Ghozali Muharram dan Laakkad Tidak Diturunkan

Pro Duta FC vs Semen Padang

MEDAN- Pro Duta FC dihadapkan pada duel krusial hari ini, Rabu (30/5). Menjamu Semen Padang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Pro Duta harus menang dengan tiga gol, guna melanjutkan kiprahnya di ajang Piala Indonesia 2012.

Pasalnya pada leg I yang digelar di Stadion Agus Salim Padang, Kuda Pegasus menelan kekalahan 0-2. Namun Roberto Bianchi, tetap optimis mampu mengejar target tersebut.

Anehnya, Beto justru tak mempersiapkan kekuatan terbaik untuk laga ini. Padahal, lawan yang dihadapi adalah pemuncak klasemen Indonesian Premier League (IPL), kasta yang berbeda dari hunian Pro Duta di Divisi Utama LPIS. Beto memilih rotasi untuk Piala Indonesia.

“Saya selalu berpikir menang. Kami tetap cari tiga gol. Atau minimal dua untuk memaksakan perpanjangan waktu. Jadi kami kejar kemenangan sejak menit awal. Saya pikir skor itu tidak terlalu jauh. Tapi saya akan melakukan rotasi untuk tim ini. Di tim saya tidak ada pemain cadangan maupun inti. Saya punya pembagian dua tim. Yang satu biasa main regular di liga dan satu lagi untuk Piala Indonesia,” katanya saat temu pers, Selasa (29/5).

Pelatih berpaspor Spanyol itu kembali mengkritik perubahan jadwal PT LPIS yang seenaknya merubah jadwal. “Saya sudah persiapkan diri untuk tanggal 23. Tapi mereka merubah jadwal dengan libur yang cukup panjang. Itu tidak baik untuk tim. Setelah itu mereka memberikan kami jadwal dua laga dalam tiga hari (kontra Semen Padang dan Persikota, Red). Karena tahun depan Pro Duta harus main di kasta utama, saya lebih fokuskan ke Liga. Pro Duta tim sederhana. Tidak begitu banyak pemain dan banyak diperkuat pemain muda. Tapi saya tidak akan melepas laga ini,” tambahnya.

Kali ini Beto tidak akan menurunkan para pemain pilarnya seperti Yudha Hananta, Faisal Azmi, Saralim, Rahmad Hidayat, Ghozali Muharram, Laakkad, Xavi dan Hardiansyah. “Saya tidak mainkan mereka karena Sabtu (2/6) kami menghadapi Persikota di Tanggerang. Mungkin mereka akan lebih difokuskan untuk laga itu,” lanjutnya.(mag-18)

Sharp Mobile Service Station Ke-2 Diluncurkan

JAKARTA- Sejak peluncuran program Sharp Mobile Service Station (SMSS), 1 Juni lalu, sudah ada 54 kota di Pulau Jawa dan Bali yang dikunjungi.
Dalam setiap kunjungan itu, SMSS memberikan jasa pelayanan perbaikan produk dan konsultasi gratis mengenai  cara penggunaan dan tips menggunakan produk-produk Sharp.

Keinginan untuk meningkatkan kenyamanan seluruh konsumen setia Sharp dalam melakukan pelayanan purna jualnya, menjadi motivasi PT Sharp Electronic Indonesia (SEID) untuk meluncurkan SMSS yang ke-2.

“SMSS merupakan salah satu bentuk apresiasi kami terhadap kesetiaan konsumen Sharp dalam menggunakan produk-produk kami. Soalnya kami selalu berusaha meningkatkan pelayanan demi kemudahan dan kenyamanan pelanggan dalam mendapatkan pelayanan purna jualnya,” ungkap Fumihiro Irie, Presiden Direktur PT SEID.

SMSS ke-2 ini dirancang untuk menjangkau daerah di Sumatera, dimana mobil ini dilengkapi dengan teknologi Surya Panel Sharp sehingga kedepannya mobil ini mampu melakukan melayani perbaikan di daerah–daerah terpencil karena mampu menghasilkan tenaga listrik sendiri.

SMSS 2 akan memulai kunjungannya pada Minggu ke-2 di bulan Juni 2012 di Kota Lampung dan akan berakhir di ujung pulau Sumatera, yaitu Kota Aceh pada akhir September 2012. Sementara SMSS 1 akan memulai tur-nya pada bulan Juni 2012 dengan mengunjungi daerah Lombok dan sekitarnya dan akan berakhir di Kota Bogor awal Oktober 2012.

Di setiap kunjungan SMSS di setiap kotanya,  pelanggan Sharp dapat melakukan permintaan jasa perbaikan kepada teknisi profesional SMSS secara langsung di tempat (lokasi yang telah ditentukan) tanpa dipungut biaya, selain itu Sharp juga memberikan potongan harga 50 persen  untuk suku cadang dan pelanggan setian Sharp dapat melakukan konsultasi gratis mengenai penggunaan produk dan memahami teknologi-teknologi serta fitur-fitur yang terdapat dalam setiap produk.

Dalam sambutannya, Katsumi Itoi General Manager Customer Satisfaction Division, PT SEID mengungkapkan, “Tanggapan pelanggan Sharp terhadap SMSS sangat luar biasa karena mereka sangat terbantu dengan adanya promosi dan kesempatan konsultasi yang ditawarkan. (dra)

Mantapkan Kerja Sama Pariwisata Sumut-Bali

KARO- DPRD Sumut bakal mengawal pemantapan rencana penandatangan kerja sama pariwisata antara Gubernur Sumatera dan Pemprov Bali. Sikap ini ditujukan agar pada pelaksanaannya kelak manfaat dari MoU tersebut akan sampai ke daerah-daerah di pinggiran danau toba.

Penegasan itu diungkapkan Anggota DPRD Sumut, Drs Layari Sinukaban SIP, Selasa (29/5) saat reses yang berlangsung di Jambur Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka. Layari mengungkapkan, upaya itu adalah bahagian awal dari kelanjutan program besar memajukan di bidang pariwisata Sumut. Karena sejak awal, DPRD Sumut merupakan elemen penting dengan PHRI Sumut yang menggagas perjanjian dengan Provinsi Bali, sehingga, dengan mempertimbangkan keberhasilan agenda tadi perlu pengawasan melekat akan kerjasama tersebut.

Langkah Pemprovsu dengan Pemprov Bali pun mendapat apresiasi positif dari Pemkab Karo. Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti menyatakan akan mendukung sepenuhnya rancangan itu. Bahkan, bila diminta kelak, Kabupaten Karo akan mengirimkan tim kesenian dalam ajang North Sumatera Night yang sesuai jadwal dilangsungkan pada saat MoU digelar nantinya. (mag-19)

Musim Ajaran Baru, Pegadaian Siapkan Rp700 Miliar

MEDAN- Memasuki Tahun Ajaran Baru Pendidikan 2012/2013, Pegadaian menyiapkan dana segar untuk membantu masyarakat. Dana sebesar Rp700 Milliar untuk wilayah Sumut-NAD sudah disiapkan untuk disalurkan ke masyarakat.

Selain untuk membantu biaya anak masuk sekolah, biaya tersebut pada umumnya juga disalurkan untuk pengusaha kecil untuk menambah modal. Apalagi, tahun ajaran baru berdekatan dengan bulan Ramadhan dan Lebaran pada akhir Agustus mendatang.

“Kita sudah siapkan dana Rp700 M untuk nasabah kita. Yang pada umumnya menggunakan dana tersebut untuk anak masuk sekolah dan pedagang kecil,” ujar Kepala Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil Medan, Lintong Parulian.

Dia menjelaskan,  peminjaman ini sudah mulai terasa sejak 3 pekan lalu, yang pada umumnya menggadaikan barang berharga, seperti emas. Transaksi untuk emas mendominasi hingga 90 persen diseluruh kantor Pegadaian Medan. Memasuki tahun ajaran baru juga banyak yang menggadaikan barangnya.(ram)

Terkait Es Batangan, AP2GB Lapor ke Menteri

BELAWAN- Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) dan Kepala Perum Prasarana Perikanan Samudera Cabang Belawan (PPSCB) resmi dilaporkan Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB) ke Menteri Kelautan dan Perikanan RI terkait dugaan monopoli pendistribusian es batangan ke pelabuhan perikanan di Gabion Belawan. Sementara, Kepala PPSB, Julius Silaen akan menuntut Ketua AP2GB melalui jalur hukum terkait tudingan monopoli dimaksud.

“Saya akan tuntut, RB Sihombing selaku Ketua AP2GB kalau memang itu pernyataannya. Karena baik saya maupun anggota saya tidak ada melakukan monopoli tentang pendistribusian es batangan ke pelabuhan perikanan,” kata Julius Silaen Kepala PPSB.

Sementara, AP2GB melalui surat laporan pengaduannya dengan nomor: 17/V/AP2GB/2012 ditujukan ke Menteri Kelautan Perikanan menyebutkan, terhitung sejak tahun 2011 hingga Mei 2012 kedua instansi ini berupaya mengendalikan pendistribusian eceran es batangan kepada para pengusaha perikanan Gabion Belawan. “Pengendalian oleh Ka.PPSB dan Ka.Perum PPSCB dengan cara menunjuk Unit Kerja Usaha Koperasi Karyawan Nusantara Belawan sebagai  penyalur,” katanya. (mag-17)

Medan Pamerkan Produk Hasil UMKM

Indonesia City Expo 2012 Manado

Kamis (31/5) hingga Senin (4/6), Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan memamerkan sejumlah produk unggulan yang merupakan hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pameran Indonesia City Expo 2012 di Manado yang akan diikuti sekitar 98 kota di seluruh Indonesia.

“Selain ingin mengenalkan produk-produk unggulan hasil produk UMKM, Pemko Medan berharap keikutsertaannya dalam pameran ini mendapat penilaian terbaik. Seluruh kota yang mengikuti pameran ini akan dinilai, semoga kita (Pemko Medan) keluar sebagai yang terbaik,” kata Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi istri, Hj Yusra Siregar setibanya di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Selasa (29/5) siang.

Rahudman yang tiba bersama Sekda Ir Syaiful Bahri, Ketua Dewan Kota Drs H Afifuddin Lubis, Kepala Bappeda Drs Zulkarnain MSi, Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan Ir Sampurno Pohan, serta beberapa pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) jajaran Pemko Medan, akan mengikuti Musyawarah Nasional ke-IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada hari, Rabu (30/5) sampai Sabtu (2/6), sekaligus mengikuti Indonesia City Expo 2012.

“Dengan begitu, kita akan memamerkan produk-produk unggulan terbaik. Selain hasil kerajinan tangan, kita juga mempamerkan makanan yang telah menjadi ciri khas Kota Medan,” ungkapnya.

Kedatangan Rahudman bersama rombongan disambut Nyong dan Noni (di Medan jaka dara) Manado disertai dengan pengalungan selempang batik khas Manado. Selain itu, Rahudman juga disambut Dirut PT Angkasa Pura 1 Manado, Masrin Panggabean dan GM Gapura Angkasa Manado, Edi Nov.

Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, Rahudman bersama rombongan menuju lokasi Wisata Bahari yang lokasinya persis di pinggir laut. Di tempat itu Rahudman menikmati makanan dan minuman khas Manado, disertai menikmati pemandangan laut yang indah.

Sementara itu, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Medan, Qamarul Fatah menjelaskan persiapan untuk mengikuti pameran sudah matang. Dalam pameran itu, Pemko Medan akan memamerkan 12 produk unggulan murni hasil produksi pelaku UMKM di Kota Medan seperti sepatu, sirup markisa dan terong belanda, pakaian jadi muslim dan mukena, tas dari kulit ular maupun biawak, handycraft (kerajinan tangan) dari kerang seperti kotak tisu, lampu dari daun waru dan lampu hias serta ulos.

“Saat ini pengerjaan stand telah rampung 60 persen. Kita akan bekerja siang dan malam untuk menyelesaikannya. Kita harapkan, Kamis (1/6)), stand sudah rampung.Dengan demikian kita bisa memasukkan seluruh barang yang dipamerkan,” jelas Qamarul.

Dalam pameran tersebut, lanjut Qamarul, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan. “Disperindag baru saja mengikuti pameran di Sidoarjo, Jawa Timur. Seluruh barang-barang yang dipamerkan disana, langsung dibawa kemari untuk dipamerkan kembali,” jelasnya. (adl)

APEKSI Bukan Wadah Mencari Popularitas

Kabag Humas Pemko Medan, Budi Hariono mengatakan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM sudah terpilih sebagai  Ketua  Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) periode 2012-2015, dalam musyawarah yang digelar di Grand Aston Hotel Medan, Selasa (10/4) kemarin lalu.

“Dengan terpilihnya Wali Kota Medan sebagai Ketua tentunya akan membawa konsekuensi sebagai amanah dari segenap anggota APEKSI untuk menjalankan dan menggerakkan, seluruh program kerja APEKSI dengan lebih baik lagi pada masa yang akan datang,” kata Budi.

Dikatakannya, prinsip dasar kepemimpinan APEKSI adalah kekeluargaan. “Artinya, jajaran pengurus utama harus mendapatlan dukungan yang penuh dari seluruh jajaran pengurus lainnya dan dari segenap anggota APEKSI,” ucap Budi lagi.

Dijelaskanya, kepengurusan APEKSI bukanlah wadah mencari popularitas, justru sebaliknya bentuk kesediaan memikul tanggungjawab yang besar untuk mengembangkan fungsi dan peranan APEKSI dalam kerangka membangun kapasitas daerah, guna melaksanakan otda yang semakin efektif.

“Sebagai konsekuensi otonomi daerah (otda), semua daerah punya tanggungjawab yang sama yaitu meningkatkan daya saing daerah, pelayanan publik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, APEKSI diharapkan dapat mengembangkan berbagai program kerja yang mampu meningkatkan kapasitas daerah, sekaligus merekomendasikan berbagai strategi dan kebijakan yang diperlukan bagi daerah, sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas otda secara lebih berdaya guna dan berhasil guna,” jelasnya.(adl)

Kejatisu Periksa Rektor dan Dosen Unimed

Terima Aliran Dana Bansos Rp11 Miliar

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terus berusaha membongkar penyelewengan dana Bansos Pemprovsu, anggaran 2009, 2010 dan 2011. Hingga kemarin, Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu sudah memeriksa lebih dari 200 orang penerima bantuan. Termasuk Rektor dan dosen di Universitas Negeri Medan (Unimed).

“Banyak yang kita periksa, sekolah, akademi kampus, organisasi, LSM, dan yayasan. Memang kemarin ada jadwal pemeriksaann
terhadap penerima bansos,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu Marcos Simaremare SH, Selasa (29/5).
Ketika disinggung apakah ada penerima bansos itu akan ditetapkan sebagai tersangka, Marcos Simaremare mengatakan tidak tertutup kemungkinan. “Kalau penerima bansos kita tetapkan sebagai tersangka belum ada. Tapi tidak tertutup kemungkinan. Apabila, bantuan diterima namun kegiatan tidak dilaksanakan,” tambah Marcos.

Soal Unimed, dari informasi yang didapat Sumut Pos di Kejatisu, telah diadakan pemeriksaan terhadap para akademisi kampus tersebut. Mereka dipanggil terkait penerimaan dana bantuan yang disalurkan Pemprovsu pada universitas plat merah ini sebesar Rp11 miliar pada anggaran 2011. Pemanggilan dan pemeriksaan tersebut berlangsung di lantai dua ruang penyidik Pidsus Kejatisu. “ Iya kemarin ada kita melakukan pemeriksaan di antaranya guru besar, dosen, dekan, dan rektor Unimed. Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mereka terkait penggunaan dana Bansos tahun 2011, Rp11 miliar, yang dengan alasan untuk sarana dan prasaran penunjuang proses perkuliahan,” ujar seorang jaksa penyidik yang namanya tak ingin dikorankan.

Sumber kembali menerangkan, selain Rektor Unimed Ibnu Hajar Damanik, mantan rektor juga dipanggil dan diperiksa. “Bantuan itu mereka pergunakan untuk pembelian sejumlah peralatan pada gedung baru, yang namanya saya lupa. Di antaranya pembelian 99 alat pendingin ruangan dengan merek Panasonic, pembangunan gedung perpustakaan, pengadaan buku. Dan juga beberapa sarana lain untuk penunjang sarana perkuliahan,” ucap sumber itu.
Nah, lanjut sumber, mereka sudah melakukan pengecekan di lapangan dan menemukan bantuan itu memang disalurkan. “Tapi apakah sesuai bantuan yang diterima dengan pengeluaran untuk pembelian peralatan ini? Saat ini sedang kita selidiki,” ujarnya.

Ketika disinggung, jenis penyimpangan apa yang dilakukan Unimed terhadap bantuan Bansos dan dana hibah dan di mana salahnya, sumber itu menyatakan, sudah pasti ada penyimpangan karena kampus tetap dikucurkan dana APBD sementara sudah dibantu melalui APBN.
“Sudah pasti ada penyimpangan, makanya kita melakukan penyelidikan. Namun kita belum bisa sebutkan,” beber sumber itu.
Unimed: Bukan Rp11 M, tapi Rp9 M

Pihak Unimed langsung membantah tuduhan dimaksud, saat dikonfirmasi Sumut Pos. Pembantu Rektor II Unimed, Khairul Azmi, mengatakan tidak ada pemeriksaan kepada Rektor Ibnu Hajar terkait dana Bansos sebesar Rp11 miliar.

Menurut Khairul, pemanggilan rektor hanya sebagai saksi untuk dimintai keterangan pertanggungjawaban atas penggunaan dana Bansos yang diterima lembaga pendidikan tersebut.

“Pemanggilan itu ‘kan sudah lama sebenarnya. Lagian Rektor dipanggil hanya dimintai keterangan mengenai dana Bansos yang diterima Unimed 2011 lalu,” terangnya.

Untuk jumlahnya sendiri bilang Khairul, bukan senilai Rp11 miliar seperti yang disampaikan, melainkan hanya Rp9 miliar sesuai alokasi APBD yang tertampung pada 2011.

“Anggaran yang disetujui sesuai usulan Unimed dan Pemprovsu pada 2011 lalu hanya Rp9M. Pertanggungjawaban arah dana juga telah disampaikan ke Dinas Sosial sesuai dengan penggunaan dan efisiensi lelang,”tegas Khairul.

Khairul juga mengatakan, dari Rp9 miliar yang tertampung, dana yang terpakai hanya Rp7,8 miliar, dan ada efisiensi dana sekitar Rp1,2 miliar. Untuk sisanya sebesar Rp1,2 miliar tersebut, sambung Khairul, telah dikembalikan  ke kas daerah.

“Dalam hal ini kita berharap sebuah lembaga pendidikan bisa dihargai. Karena dengan kalimat diperiksa ini, takutnya ada terjadi kesalahpahaman dan menganggap memang benar terjadi kesalahan penggunaan dana yang tidak semestinya. Padahal penyampaian pertanggungjawaban juga disampaikan oleh instansi lainnnya yang turut menerima dana Bansos, dan salah satunya adalah Unimed,” pungkasnya. (rud/uma)

Siklus Penerimaan Dana Bansos

  • Proposal diajukan ke Gubsu c.q Kepala Biro Bantuan Sosial Pemprovsu
  • Pada pencairan Bansos tahun 2009, 2010 dan 2011, satu orang bisa mengajukan lebih dari satu permohonan, bahkan sampai 10 permohonanan bantuan dana hibah
  • Proposal membutuhkan jasa ”pihak ketiga” (apakah anggota DPRD, Birokrat, Pengurus Parpol, dll)
  • (Proses)  ”Orang berperan” itu menyampaikan proposal dan ‘menggiring’ di masing-masing biro hingga diloloskan di APBD/APBD-P untuk besaran dana hibah di atas Rp200 juta
  • Jika proposal lolos (disetujui atau dibukukan di APBD/APBD-P) proposal dicek kembali kelengkapannya oleh Sekretariat Biro sesuai prosedur kelengkapan proposal penerima hibah (”Pihak Ketiga” berjasa besar membantu kelengkapan proposal)
  • Setelah proposal taat prosedur diterbitkan surat perintah pencairan oleh Bendahara Umum Pemprovsu
  • Anggaran ditransfer ke Bank Sumut dan pengambilannya diteken oleh Ketua dan Bendahara organisasi penerima hibah
  • (Bermasalah) Indikasi penyimpangan dana bansos ini bermasalah manakala proposal ditemukan fiktif atau tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya sehingga merugikan negara.

* Data Olahan Sumut Pos

Data Honorer Diduga Siluman, 63 Guru Dicoret

MEDAN-Hasil keputusan rapat validitasi data guru honorer di Komisi A dan B DPRD Kota Medan bersama Disdik Medan, Inspektorat dan BKD Pemko Medan, di ruang Banggar DPRD Medan, memutuskan 63 data guru honorer dicoret akibat ada kejanggalan, seperti tidak lengkapnya data dan kemungkinan adanya rekayasa.

Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis yang dikonfirmasi wartawan usai rapat menjelaskan, beberapa permasalahan yang mengakibatkan data-data guru honorer tersebut dicoret  termasuk kemungkinan adanya data siluman.

“Beberapa masalah yang  timbul sehubungan dengan proses validasi adalah soal adanya pemahaman terhadap Surat Edaran (SE) Menpan No 5 tahun 2010 dan SE No 3 Tahun 2012, sebagian kepala sekolah masih memahami bahwa surat keterangan itu sudah cukup. Jadi tidak perlu surat keputusann
padahal sudah jelas dalam SE tersebut disebutkan kriterianya apa saja yang memungkinkan seseorang itu untuk diusulkan menjadi CPNS,”  kata Surianda.
Menurut Suiranda, masalah-maslah lain yang didapatkan dalam persoalan tersebut adalah persoalan yang berhubungan dengan komitmen untuk menindaklanjuti berkas dan data itu sesuai dengan kondisi objektifnya. “Jadi kita masih menemukan adanya data-data siluman yang tidak diketahui sumbernya, kemudian ada indikasi data yang SK-nya itu mundur ke belakang, sehingga seolah-olah berhak,” ucapnya.

Untuk itu,  lanjutnya, dalam proses ini pihaknya merasa bersyukur sekali bahwa dalam forum terbuka dari Komisi A dan B serta pihak terkait yang mendapat informasi semua permasalahan sehingga bisa ditindaklanjuti. “Kalau tadi informasi dari guru honorer itu ada 63 data belum mendaftar ulang. Karena informasi dari mereka, 63 data itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kemudian indikasi rekayasanya, maka data itu kita eliminir. Ini Semata-mata untuk menjaga semua data yang kita masukan bisa dipertanggungjawabkan,” cetusnya.

Sementara itu, hasil validitasi yang dilakukan antara Komisi A dan B DPRD Kota Medan bersama dengan Disidik Medan, serta Inspektorat dan BKD Pemko Medan, sebanyak 907 data guru honorer akan dikirimkan ke BKN dan ditembuskan ke Menpan.

“Dari hasil validasi dan verivikasi ada 895 plus 12 data guru honorer. Kemudian setelah di luar forum ini ada tenaga honorer yang misalnya terlewati, karena kurang diakomodasi oleh kepala sekolah dan persoalan lain. Komisi B siap menampung adan kemudian akan mengkonsultasikannya ke BKN tapi yang jelas sampai hari ini daftar akhir ke BKN adalah tanggal 30 Mei besok,” ungkapnya.

Ketua Forum Komunikasi Guru Honor Pegawai Negeri Medan, Andi Surbakti menjelaskan data 64 guru honorer yang tereliminir itu karena tidak memenuhi syarat karena pindah, sudah meninggal dan sudah PNS serta tidak bertugas. Sedangkan rekayasa, pihaknya tidak memahaminya.
“Artinya rekayasa yang 63 itu adanya salah satu syarat yang tidak terpenuhi, misalnya  SK 2005 tidak terpenuhi dan itu kita sepakati 63 data dicoret,” cetusnya.

Kendatri demikian, Andi membenarkan kalau adanya  rekayasa berdasarkan laporan yang diterima dari kordinator masing-masing kecamatan.
“Kemungkinan pindah dan adanya rekayasa, ini yang kita terima dari kordinator di kecamatan dan mereka yang lebih memahaminya,” pungkasnya.(adl)