Home Blog Page 13456

Persiapan TSS U-13 Piala Plt Gubsu Rampung

MEDAN-Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Sekolah Sepak Bola (SSB) Patriot menggelar Turnamen Super Seri (TTS) VI- Kelompok Umur (KU) 13 antar Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Sumatera Utara yang akan memperebutkan piala Plt Gubsu Gator Pujo Nugroho, dari Sabtu (9/6) hingga Jumat (23/6) mendatang di lapangan Patriot Jalan Air Bersih, Medan Kota.

“TSS U-13 ini adalah lanjutan dari ajang Super Seri Festival (SSF) U-12 yang sudah kami gelar selama lima tahun berturut. Melalui event ini, kami ingin membangun sepakbola Indonesia lebih maju melalui pembinaan pemain usia dini yang lebih baik,” ujar Ketua Umum SSB Patriot, Drs Hendra DS, Senin (28/5).

Dikatakannya jika sepakbola nasional akan maju bila pembinaan pemain muda dilakukan dengan baik dan penuh kejujuran. Salah satu kejujuran dimaksud adalah tidak melakukan pencurian umur pemain dalam satu turnamen kelompok usia.

“Pencurian umur adalah prilaku ‘kotor’ yang akan merusak pembinaan pemain muda. Untuk itu, dalam TSS U-13 ini, panitia akan berupaya maksimal memerangi pencurian umur dengan melakukan seleksi berkas pemain secara teliti, termasuk melibatkan kepolisian dan tim dokter,” ucap Hendra yang juga Ketua Panpel Turnamen.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Plt Gubsu yang bersedia mendukung penuh digelarnya TSS U-13. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan dalam pembinaan pemain muda, khususnya penyediaan sarana prasarana yang memadai.

“Untuk itu, kita harapkan turnamen ini benar-benar dimanfaatkan setiap SSB dalam meningkatkan pembinaan pemain, bukan sekadar mengejar juara. Utamakan kejujuran ketimbang menghalalkan segala cara untuk satu kemenangan,” tambahnya.

Dijelaskan, TSS U-13 akan menjadi even pertama di Sumut yang menggunakan sistem lapangan penuh. Selama ini, kompetisi U-13 di Sumut masih bersifat festival sepakbola. Padahal, di daerah lain seperti Pulau Jawa, kompetisi U-13 sudah berbentuk turnamen.

“Jadi TSS kali ini bisa dibilang sekaligus sosialisasi kepada SSB di Sumut, bahkan kompetisi U-13 tidak lagi festival, tetapi sudah harus turnamen 11 lawan 11. Hal ini agar Sumut tidak tertinggal dengan daerah lain,” ucapnya.

Komisi Pertandingan, Rifo, menjelaskan panitia membatasi jumlah peserta, yakni hanya 48 tim. Seyognyanya pendaftaran peserta sudah dapat dilakukan mulai Selasa (8/5) hingga 2 Juni mendatang di Lapangan SSB Patriot, namun tiga hari setelah pendaftaran kuota sudah penuh.
SSB yang sudah mengembalikan formulir adalah SSB Karisma, Sinar Sakti, Generasi Medan, Generasi Kosek, Sampizam, Sejati Pratama, Surya Pratama Marendal, Surya Putra Sampali, Kenari Utama, Mabar Putra, Sunggal Putra, Kebun Bunga, Gumarang, Deli Soccer, Putra Mulia, Putra Bangsa Binjai, Cemara Putra.

“Screaning akan dilaksanakan Minggu (3/6) mendatang, sekaligus pengembalian formulir peserta yang belum mengembalikan,” ucap Rifo.
“Dalam turnamen ini, panitia menyediakan dana pembinaan bagi tim juara dengan rincian Rp3 juta (juara I), Rp2 juta (juara II), Rp1 juta (juara III),  Rp500 ribu (juara IV), dan Rp300 ribu (top skor),” pungkasnya. ( mag-10)

Aturan Kredit Kepemilikan Rumah Diyakini Bisa Turunkan Harga

MEDAN- Bank Indonesia menetapkan kebijakan terkait kredit kepemilikan rumah dan kendaraan bermotor. Kebijakan yang akan berlaku mulai 15 Juni 2012 ini, diprediksi dapat menurunkan harga produk tersebut.

Pengaturan Loan to Value (LTV) Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Down Payment (DP) Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) menurut Peneliti dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Fernando Butar-Butar, akan ada penurunan permintaan kredit konsumsi. Sehingga demand and suply barang juga turun, yang juga akan membuat produsen akan menurunkan harga juga.

“Hasil untuk melihat persentase kredit sekitar 3 bulan, tetapi ini bukan data update. Karena kredit ini kan naik turun,” tambah Fernando.
“Dan bila kredit turun, maka permintaan juga turun, dan produsen akan berpikir untuk menurunkan harga untuk mendongkrak penjualanan,” tambahnya.
Alasan lain dengan adanya kebijakan ini, untuk mengurangi spekulasi masyarakat akan rumah. Dimana masyarakat, pada umumnya yang kelas menengah ke atas membeli rumah bukan untuk ditempati, hanya dibeli untuk dijual kembali beberapa tahun kembali. “Saat ini di masyarakat kita ada persepsi harga rumah akan terus naik. Padahal dalam hukum ekonomi, ada naik dan ada turun. Selain itu, saat ini pada umumnya masyarakat kelas menengah keatas membeli rumah hanya untuk di jual kembali, bukan untuk ditempati,” tambahnya.

Fernando menjelaskan, latar belakang lahirnya kebijakan ini, dikarenakan trend suku bunga yang terus menurun. Bahkan, sejak akhir 2011, suku bunga perbankan terus turun. “Kalau suku bunga turun, akan meningkatkan kredit, terutama kredit konsumsi yang didominasi oleh KPR dan KKB,” tambahnya.
Alasan lain, adanya peningkatan pembelian kendaraan bermotor untuk tujuan konsumsi karena ringannya persyaratan kredit.
“Karena DP yang murah, sehingga mudah bagi mereka untuk memilikinya. Bayangkan, harga 13 juta, dapat dimiliki dengan DP hanya Rp500 ribu. Nah, cicilannya akan mahal, dan ini akan memberatkan masyara kat,”  tambahnya.(ram)

L200 Barbarian Lebih Sporty

Pabrikan mobil asal Jepang, Mitsubishi kembali meluncurkan generasi terbaru dari varian L200 Barbarian untuk pasar automotif Inggris. Menariknya, double kabin yang punya nama Triton ini hadir dengan versi black edition.

Dilansir Carscoop, Senin (28/5) menyebutkan, edisi khusus ini terlihat lebih sporty karena didominasi oleh warna hitam serta putih pada bagian bodinya. Untuk bumper depan dan belakang, ban serta velg dicat dengan satin hitam termasuk atap pada eksteriornya.

Perubahan pada velg yang kini berukuran 17 inci dengan balutan warna hitam menjadi pelengkap perubahan L200 Black Edition dari sektor eksterior.
Pada sektor interiornya, L200 ini mendapatkan trim baru dan bahan joknya telah disematkan karbon dengan dicantumkan logo Barbarian Black.
Sementara itu, untuk mesin L200 ini tetap dibekali 2.5-liter turbocharged dan Intercooler diesel, dengan gearbox manual dan otomatis lima percepatan.
Lebih lanjut, Mitsubishi L200 Barbarian Black Edition ini akan menggebrak pasar pick-up double kabin di Inggris dengan harga 25.299 Poundsterling atau setara Rp375,7 juta.(net/jpnn)

Pembenahan PPSB Habiskan Rp180 Miliar

BELAWAN-  Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) yang kondisinya banyak dikeluhkan pengusaha akibat fasilitas insfrastruktur  yang dinilai kurang memuaskan rencananya September mendatang akan dibenahi. Pengembangan pembangunan pelabuhan perikanan Gabion ini nantinya akan menghabiskan anggaran Rp180 miliar yang dikucurkan dari APBN Tahun 2012.

“Pengembangan sarana dan prasarana dermaga pelabuhan perikanan ini sudah diprogramkan pusat dengan luas 25 hektar, pembenahan yang bakal dilakukan diantaranya, jalan, arus sungai, instansi penyaluran air limbah (IPAL) serta peningkatan fisik dermaga,” kata Kepala PPSB Julius Silaen, Senin (28/5) kemarin.

Menurutnya dengan dilakukannya pengembangan pelabuhan perikanan ini diharapkan dapat memberikan pelayanan memuaskan bagi pengguna jasa dan akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Di samping akan menarik minat investor yang nantinya akan menambah pendapatan pemerintah.
“Tahap renovasi pengembangan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat, saat ini sedang dilakukan tender di Jakarta. Dan diharapkan dengan adanya program pengembangan dermaga perikanan ini akan membuka peluang perluasan sandar kapal – kapal ikan para pengusaha, sehingga lebih memudahkan dalam proses pendistribusian komoditas hasil laut tersebut,” ungkap Silaen.

Kendati rencana pengembangan pelabuhan perikanan dimaksud mendapat dukungan dari para pengguna jasa, namun pengusaha juga masih mengeluhkan dengan kebijakan-kebijakan diantaranya soal pendistribusian es batangan dan rekomendasi pendistribusian BBM ke kapal dikeluarkan Kepala PPSB, Julius Silaen yang dinilai mereka sepihak dan sarat terjadinya monopoli.

Ketua AP2GB (Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan), RB Sihombing mengaku aneh dengan kebijakan yang dikeluarkan PPSB. Dimana pasokan es batangan pabrik dari luar kawasan pelabuhan dipungut biaya sebesar Rp1000 per batangnya, dengan rincian Rp500 untuk Perum PPSCB dan Rp500 untuk UKU-KKNB.

“Akibatnya monopoli ini sebahagian pengusaha justru akan mengehentikan operasional kapalnya, karena kebutuhan pabrik yang berada di PPSB dan tak lain dikelola oleh mereka hanya mampu memproduksi 9000 batang per hari, sedangkan kebutuhan yang diperlukan pengusaha per harinya 11.000 batang. Dan apakah pungutan Rp1000 per batang bagi setiap pasokan es dari pabrik di luar pelabuhan itu bukan merupakan pungli,” ungkap Sihombing.
Dia menambahkan, sejak akhir 2011 hingga Mei 2012, Kepala PPSB dan Kepala Perum PPSCB, Sangapan Siagian dinilai telah memprakarsai, memotivasi dan mendorong agar penyaluran es batangan ke kawasan pelabuhan perikanan ini mesti ditangani koperasi.(mag-17)

Oknum TNI Selundupkan Ekstasi Rp400 Milyar

Dialamatkan ke Koperasi Milik Badan Intelijen Strategis

JAKARTA-Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap jaringan pil ekstasi internasional terbesar di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Tak kurang dari 1,4 juta pil ekstasi senilai Rp400 miliar gagal diselundupkan dan ditemukan dalam sebuah kontainer dengan dokumen palsu. Parahnya lagi, penyeludupan itu melibatkan seorang oknum TNI.

Kepala BNN Komjen Pol Gories Mere mengatakan, disinyalir pil ekstasi produk Tiongkok akhir-akhir ini marak beredar di Jakarta.

Diyakini pula, lanjut Gories, kualitas ekstasi Tongkok sama dengan produk Belanda dengan harga yang bersaing dengan buatan lokal. ’’Satu butir ekstasi Tiongkok untuk pasaran di Ibukota mencapai Rp250 ribu,’’ kata Gories dalam jumpa pers di Kantor BNN, Jakarta, kemarin.

Pengungkapan kasus penyelundupan ini tergolong cepat. Seorang oknum bintara TNI AU, berinisial S ikut diringkus aparat Badan Narkotika Nasional (BNN). Aparat pemerintah tersebut terlibat jaringan narkoba internasional dalam perannya mengurus impor satu kontainer ekstasi asal Tiongkok senilai setengah triliun rupiah.

Ekstasi itu diselundupkan di tengah-tengah perangkat aquarium. Dia mengatasnamakan Koperasi Primkop Kalta milik Badan Intelejen Strategis (Bais) untuk memperlancar proses kepabeanan.

Kemarin S berikut tujuh  orang yang terlibat lainnya yakni RS, R, A, M, AR, MM, dan J dihadirkan dalam jumpa pers di kantor BNN lantai 7. Dipampang pula barang bukti (BB) sekitar 1.412.476 butir ekstasi dengan berat total 3.784.358 gram  atau lebih dari 3,7 ton. Kini petugas mengejar bos besar sindikat sindikat itu.

Hadir dalam jumpa pers Kepala BNN, Gorries Mere; Kabareskrim Polri Komjen Sutarman; Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono; Kapuspen TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul; Kepala Bais Laksamana Sulaiman Ponto; Direktur Penindakan BNN Benny Mamoto; serta para pejabat BNN lainnya.
Direktur Penindakan BNN, Benny Mamoto mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil operasi bersama dengan instansi terkait dengan sandi Komodo 2012. Disebut pula, pengungkapan kasus itu juga dibantu oleh petugas dari Hong Kong dan China. Hanya Benny tidak mau merinci apa bentuk bantuan dari luar negeri itu.

Dalam operasi Komoda 2012 itu tergabung Dirjen Bea dan Cukai, Dirjen Imigrasi, TNI, dan Polri. Penyelundupan ekstasi hampir 1,5 juta butir itu terbongkar pertama kali di Pelabuhan JITC Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Petugas mencurigai sebuah kontainer dengan nomor TGHU 0683898. Kontainer itu diangkut oleh kapal YM Instruction Voyage 93 S, yang berangkat dari Pelabuhan Lianyungan, Senzhen, China pada tanggal 28 April 2012.

Pada 8 Mei 2012, kapal sampai di Pelabuhan JITC Tanjung Priok. Kapal langsung bongkar muat sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas mengawasi sampai pengurusan administrasi. Ternyata pengurus administrasi kontainer yang dicurigai tersebut adalah anggota Primer Koperasi Kalta berinisial S, yang juga anggota TNI AU.  Dalam dokomen juga ditambahkan tulisan institusi “Bais TNI” setelah nama koperasi. Benny menegaskan, belakangan setelah dicek ke koperasi yang bergerak di jasa kepabeanan itu tidak tidak pernah mendapat order impor tadi.

“Oknum S ini bergerak sendiri. Dia mengakui memalsukan semua, mulai surat, tanda tangan, format, dan setempel,” ungkap Benny. Tidak hanya itu, S juga mengubah packing list untuk menurunkan bea masuk. Maka selisih pembayaran dari sang bos buronan, dia kantongi.

Selanjutnya petugas gabungan bergerak untuk control delivery. Kontainer itu dibiarkan keluar pada tanggal 25 Mei 2012 dengan tujuan sebuah ruko di Jalan Kayu Besar Dalam No 99 No 22, Cengkareng, Jakarta Barat. Di tempat terpisah, sekitar pukul 11.00 petugas  mendahului menangkap RS yang diduga pengendali pengiriman konteiner. Dia ditangkap di pintu masuk Tol Jembatan Tiga, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menyusul pukul 18.00 WIB, konteiner dihadang petugas Jalan Pintu Masuk Tol Bintang Mas, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Petugas meringkus  sopir truk konteiner berinisial R dan kernetnya A.  Petugas dalam misi control delivery berhasil menangkap M di pintu keluar tol Kamal Raya.
M berperan menerima barang haram dan mempersiapkan ruko sebagai gudang yang disewanya. Saat tiba di tempat tujuan, petugas membongkar kontainer. “Saat dibongkar, isinya aquarium, karbon, plastik, filter aquarium. Baru di tengahnya ada kardus berisi bungkus warna kuning emas, di dalamnya ada bungkus wana merah yang isinya ekstasi,” ujarnya.

Pada hari yang sama, petugas meringkus S dan AR di Jalan Tongkol, Jakarta Utara. Keesokan harinya meringkus  MM di Jalan Semper Raya dan J di Jalan Enggano, Tanjung Priok. “Kedelapan orang tersangka kini sedang kami lakukan pemeriksaan intensif, sedangkan yang masih buron sedang kami lakukan pengejaran,” tegasnya.

Benny mengimbau, terungkapnya modus operandi penyelundupan narkoba dengan menyalahgunakan koperasi wajib diwaspadai. Diimbau agar koperasi-koperasi lain di bidang jasa pelayanan dan kepengurusan jasa kepabeanan agar waspada dan lebih ketat mengawasi anggotanya. “Agar tidak ada peluang bagi oknum karyawan yang dimanfaatkan dalam jaringan sindikat narkoba,” paparnya. (dni/jpnn)

Jaga Performa Kinerja agar Tetap Terbaik

Dirut Bank Sumut Pimpin Upacara Pagi

PADA 21 Mei 2012 lalu, upacara yang kerap dilaksanakan setiap Senin pagi terasa berbeda bagi seluruh ‘penghuni’ kantor pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan. Pasalnya, Direktur Umum (Dirut) PT Bank Sumut, Gus Irawan pada kata sambutannya mengucapkan kata-kata perpisahan.

Upacara yang dilaksanakan di halaman parkir kantor pusat Bank Sumut itu dihadiri seluruh pegawai dan direksi, tepat pukul 07.00 WIB sebelum seluruh pegawai melakukan aktivitas kerja.

Gus Irawan berpesan agar seluruh pegawai Bank Sumut bisa menjaga performa kinerjanya pada level terbaiknya. “Semoga situasi yang tidak kondusif di Indonesia tidak mempengaruhi kinerja para pegawai Bank Sumut, hari ini dan ke depan,” ungkapnya.

“Terima kasih juga kepada kawan-kawan selama ini yang telah kita lalui. Semoga kita pintar-pintar dan tetap bersatupadu menanggapi keadaan yang ada. Dan dalam menghadapi masa peralihan, semoga kebersamaan yang telah kita bangun dan kita lalui selama ini bisa terus terjaga,” tambah Gus Irawan.
Ia juga mengatakan, untuk bisa melewati masa peralihan yang akan segera dihadapi nanti, semoga para pegawai tetap dapat meningkatkan kinerjanya. “Saya berharap kita tetap bisa meningkatkan performa kinerja kita ke taraf yang lebih baik lagi ke depan,” ujar Gus Irawan.

Semua kata-kata sambutan yang diungkapkan Gus Irawan merupakan pesan terakhir sebagai pembina upacara sebelum mengakhiri jabatannya sebagai Dirut PT Bank Sumut. Ia juga berpamitan karena akan mengahkiri periode kepemimpinannya.

Tak sedikit pegawai yang merasa haru saat Gus Irawan menyampaikan kata-kata berpamitan tersebut, pada upacara yang begitu hikmad. Tak sedikit pula pegawai yang merasa bangga atas kepemimpinan Gus Irawan hingga akhir periodenya. (*)

Tak Bekerja karena Berijazah SD

Nasib Tragis Keluarga Mantan Pesepak Bola Abdul Kadir

Menjadi keluarga mantan atlet nasional tak selamanya menjanjikan. Keluarga mantan pesepak bola nasional Abdul Kadir adalah salah satu yang mengalami nasib miris dengan kondisi serba kekurangan.

MUHAMMAD AMJAD, Jakarta

Rumah di Jalan Pandu Dewanata Blok I/11, Bekasi Selatan, Jawa Barat, itu tampak biasa saja saat dilihat dari luar. Namun, kondisi berbeda terlihat saat Jawa Pos (grup Sumut Pos) dipersilakan masuk. Sungguh menyedihkan.

Dinding rumah yang tak begitu besar itu mengelupas di setiap sisi. Atapnya berlubang di sana sini, sedangkan kayu penyangganya sudah rapuh. Tak ayal, genting-gentingnya berjatuhan dan pecahannya berserakan di lantai rumah yang ditinggali keluarga almarhum Abdul Kadir sejak 1989 tersebut.
Kondisi itu sangat kontras dengan foto-foto di dinding rumah yang menggambarkan kehebatan Abdul Kadir sebagai pesepak bola nasional. Kejayaan pemain berjuluk si Kancil (karena postur tubuhnya yang mungil dan lincah) itu seolah tinggal kenangan yang hanya bisa dibanggakan keluarganya. Sayang, kebanggaan tersebut belum mampu membuat keluarga yang ditinggalkan Abdul Kadir pada 2003 bisa melepaskan diri dari jerat kesulitan hidup.

Beratnya hidup setelah sang ayah meninggal diceritakan M Ali Rizky, anak bungsu Abdul Kadir, saat ditemui di rumahnya kemarin (28/5). Karena kondisi ekonomi yang sulit itu pula, rumah peninggalan pemain Persebaya era 1960-an tersebut disewakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
“Kami sekeluarga memilih tinggal di rumah nenek. Rumah dikontrakkan untuk memenuhi kebutuhan kami saat itu,” katanya.

Kiki – panggilan akrab M Ali Rizky – mengakui bahwa rumahnya memang sudah tidak layak huni. Namun, keluarganya tak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya biaya untuk memperbaikinya. Mereka pun harus rela tidur dan beraktivitas dengan kondisi rumah rusak parah.

“Saat ini kami tidak mungkin bisa merenovasi rumah ini. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kami harus berjuang keras,” ucap bungsu di antara empat bersaudara tersebut.

Sampai saat ini keluarga Abdul Kadir masih mengandalkan belas kasihan dari tetangga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami sering menerima sembako yang diberikan tetangga. Itu sangat membantu kami untuk makan,” ujar lelaki 23 tahun tersebut.

Hidup dengan kondisi ekonomi yang kekurangan itu bahkan harus membuat Kiki kehilangan kakak pertamanya, Aryo Jasa Pradila, yang meninggal setelah sakit tifus. Keluarga tak punya biaya untuk membawa Aryo ke rumah sakit. Mereka pun merelakan si sulung yang sebenarnya diharapkan menjadi tulang punggung keluarga tergolek lemas di rumah sampai ajal menjemput.

Untuk menyambung hidup, anak-anak Abdul Kadir sebenarnya sudah berupaya mencari pekerjaan. Sayang, minimnya kemampuan dan pendidikan yang dimiliki membuat mereka sulit mendapat pekerjaan yang layak.

“Kami tidak berpangku tangan. Kami juga mencari kerja meski serabutan. Kami harus menerima kenyataan karena ijazah kami tidak tinggi. Saya hanya lulusan SD,” tutur lelaki yang gemar bermusik tersebut.

Menurut Kiki, rumah peninggalan ayahandanya itu makin tak terawat pasca dikontrakkan. Penghuni yang menyewa rumah mereka tak bertanggung jawab dan tak mau merawat. Bahkan, tunggakan pembayaran listrik dan air yang berbulan-bulan harus mereka selesaikan karena si penyewa tiba-tiba meninggalkan rumah tanpa pemberitahuan.

Kondisinya semakin parah setelah diterjang banjir besar yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada 2007. Akibatnya, bangunan yang sudah tak terawat itu makin hancur dan berantakan. Dengan kondisi rumah yang tak mendukung, instalasi atau fasilitas rumah pun mulai terganggu. Listrik yang sebelumnya bisa dipakai untuk mendukung aktivitas akhirnya dicabut karena keluarga tak mampu lagi membayar.

“Kami tidak punya biaya untuk bayar listrik. Akhirnya kami minta dicabut saja meteran listriknya,” tutur kiki.

Lantas, dari mana mereka memenuhi kebutuhan listrik untuk kebutuhan hidup sehari-hari? “Kami mengambil dari tiang listrik langsung. Kami pernah dimarahi PLN, tapi karena melihat kondisi kami dan saya jelaskan bagaimana keadaan rumah kami, PLN akhirnya memaklumi dan membiarkan,” terangnya.

Keluarga si Kancil pernah berencana menjual rumah tersebut dan berpindah ke rumah lain yang lokasinya lebih kecil. Namun, karena kondisi rumah sudah parah, penawar tertinggi hanya mematok harga Rp200 juta.

“Mungkin itu tanda rumah ini tidak boleh dijual. Penawar tak mau menghargai rumahnya, mereka hanya menghargai tanahnya. Karena melihat nilai sejarah rumah ini, kami pun memilih bertahan,” sambung Kiki.

Dengan kondisi serba kekurangan, mereka berusaha tetap bertahan di rumah yang sebagian atapnya benar-benar beratap langit itu sampai musibah menimpa Lisa Agustina. Pertengahan Mei lalu istri Abdul Kadir tersebut tertimpa pecahan genting saat sedang tidur sehingga terluka. Sejak itulah keluarga memutuskan segera merenovasi rumah.

“Kami mendapatkan sumbangan dari Komunitas Pemuda Bumi Satria Kencana (KPBSK). Dengan dana itu, kami segera merenovasi seperti saran mereka,” paparnya.

Sumbangan tersebut digalang KPBSK yang secara khusus membuat gerakan untuk keluarga Abdul Kadir. Dengan gerakan bernama #Untuk AbdulKadir di jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, KBPSK sukses mengumpulkan dana untuk keluarga Abdul Kadir.

“Kami berterima kasih kepada warga dan pemuda sekitar rumah kami yang peduli dengan melakukan gerakan untuk keluarga Pak Abdul Kadir. Kami juga banyak dibantu para donatur yang menyumbang setelah mengetahui kondisi keluarga kami saat ini,” tutur Kiki.

Menurut anggota KPBSK Muhammad Ade, sejauh ini sumbangan yang terkumpul sekitar Rp45 juta. Jumlah tersebut bakal bertambah karena Bambang Pamungkas dkk melakukan aksi yang sama untuk membantu keluarga seniornya itu. (*)

Rumah 25 Juta Bisa Terwujud

Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan, rumah murah Rp 25 juta yang selama ini diwacanakan dapat terwujud apabila pemerintah melakukan intervensi.

Intervensi pemerintah tersebut diwujudkan dalam bentuk penghilangan biaya-biaya pendirian rumah, ketersediaan lahan yang matang, serta penyediaan dana pelayanan publik (public service obligation/PSO).

Himawan mengatakan, Perumnas mampu menyuplai rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) apabila pemerintah siap memberikan insentif, dalam bentuk  PSO  dan penyediaan lahan siap bangun. Apabila pemerintah tidak memberikan PSO,  harga rumah mengikuti hitungan mekanisme ekonomi.

“Rumah murah seharga Rp 25 juta itu bisa jika dengan intervensi pemerintah. Intervensi bisa berupa biaya prasarana sarana umum, penghilangan biaya terkait air, listrik, perijinan pemda (pemerintah daerah), sertifikat, juga pemberian modal kerja serta bunga murah,” katanya.
Ia mengakui bahwa Perumnas sebagai pelaku penyedia perumahan bagi MBR ini mengalami kendala dalam hal permodalan dan lahan. Jika Perumnas didorong sebagai pelaku penyedia perumahan utama, ia berharap agar kapasitas perusahaan lebih diperbesar.

“Agar program Kemenpera bisa dijalankan secara berkelanjutan dengan perumnas, perlu kesepakatan harga antara Perumnas dan Kemenpera. Dengan demikian program ini bisa bergulir dan tidak membebani salah satu pihak,” ujarnya.

Sementara itu dari sisi penyediaan lahan, Himawan mengatakan, Perumnas sendiri mengalami kekurangan lahan. Perumnas tinggal memiliki sekitar 1.900 hektar, sedangkan target pembangunan rumah yang diminta oleh Menpera adalah separuh dari target Kemenpera sebesar 600.000 unit.
Soal permasalahan lahan, lanjut Himawan, bisa diupayakan apabila pemda mampu menyiapkan lahan. Masalahnya, kata dia, tidak semua pemda memiliki lahan yang matang. Dari 50 kabupaten/kota yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kemenpera.

Sebab, baru empat provinsi yang siap melakukannya. Keempat provinsi tersebut adalah Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.  Himawan mengatakan, Perumnas sendiri masih berharap rumah Rp 25 juta bisa terwujud bila pemerintah serius. (net/jpnn)

Memberi Warna dan Bersentuhan dengan Masyarakat

HUT ke-1 Mabua Harley Davidson

Pada setahun perayaan hari jadinya, Mabua Harley Davidson (MHD) tak sekadar melakukan acara seremonial. Lebih dari itu mereka menggelar berbagai kegiatan sosial yang memberi warna dan bersentuhan langsung dengan masyarakat di sekitarnya.

Ini bisa dilihat saat Jumat (25/5) lalu pihak MHD menggelar kegiatan bakti sosial yang dilanjutkan dengan gelaran donor darah dan pemberian tali asih kepada anak-anak yatim, satu hari setelahnya (26/5), yang merupakan puncak dari perayaan HUT ke-1 Mabua Harley Davidson.

Pada puncak perayaan hari jadi itu juga dilaksanakan pelantikan pengurus Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut periode 2012 – 2015, peresmian Harley Owners Group (HOG) North Sumatera Chapters serta launching gelaran Sumatra Bike Week dan pembukaan cafe Coffe Corner.
Acara pelantikan Pengurus Daerah (Pengda) motor besar Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut dan Harley Owner Group (HOG) Chapter Sumut dikukuhkan Ketua Umum Pengurus Pusat HDCI Komjen Pol. Nanan Soekarna yang diwakili Sekjend Marsda (Purn) Pieter Wattimena.

Turut hadir pada acara pelantikan itu Presdir MHD Djohnie Rahmat, Kalemdikpol Mabes Polri Komjen Pol. Oegroseno dalam kapasitasnya sebagai Penasehat HDCI Sumut, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu A. Sastro, Kasdam I/BB Brigjen TNI I Gede Sumertha, WakaPoldasu Brigjen Pol Drs Sahala Siallagan dan Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap, MM, serta para undangan lainnya.

Marsda (Purn) Pieter Wattimena dalam sambutannya mengakui HDCI Sumut adalah merupakan Pengda yang paling aktif di luar Jawa dan menjadi kebanggaan HDCI Pusat. Diharapkan, HDCI Sumut semakin maju, sekaligus mengharapkan HDCI Sumut sebagai komunitas yang menjadi barometer di jalan raya.

“Saya berharap HDCI Sumut makin memupuk rasa persaudaraan sesama anggota dan komunitas lain,” sebut Marsda (Purn) Pieter Wattimena.
Komjen Pol Oegroseno, selaku penasehat HDCI Sumut berharap anggota HDCI dan HOG mampu menunjukkan prilaku berlalulintas yang dapat menarik simpati masyarakat. “Berkenderalah dengan baik dan simpatik, banyak cara yang bisa dilakukan agar masyarakat tidak terganggu namun justru merasa simpatik dan kagum,” sebut Komjen Pol Drs Oegroseno yang pernah menjabat sebagai Kapoldasu.

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu A Sastro, berharap biker HDCI Sumut memberi contoh dan teladan kepada masyarakat. Jika mampu, maka HDCI Sumut akan betul-betul dirasakan kehadirannya secara positif. HDCI Sumut menurut Kapolda dapat membuat even-even yang mempunyai nilai dan nantinya mampu mendatangkan investor jika dibuat kalendernya secara terjadwal.

Ketua HDCI Sumut Ijeck mengatakan bahwa pada setiap kegiatan pihaknya akan terus melibatkan masyarakat sehingga kehadiran HDCI Sumut benar-benar berarti di tengah-tangah masyarakat.

Selanjutnya Ijeck mengaku gembira karena pelantikan ini dihadiri pengurus HDCI dari berbagai provinsi seperti DKI Jakarta, Jateng, Bali, Riau, Sumbar dan Lampung.

Mengenai HOG di Sumut, dikatakan mempunyai ciri khas tersendiri karena Ketua HDCI Sumut otomatis merupakan Ketua HOG, hal ini dimaksudkan agar terjalinnya keterpaduan dan keselarasan dalam pelaksanaan kegiatan motor besar di provinsi ini. Kepengurusan HDCI Sumut terbentuk melalui hasil Musda yang telah berlangsung di Hotel Danau Toba Internasional pada bulan Pebruari 2012, lalu. (*)

Cantik dengan Lulur Tradisional

Kulit yang cantik dan sehat memancarkan pesona dari seorang wanita. Perawatan kulit bagi perempuan adalah suatu keharusan untuk mempertahankan kecantikannya.  Aktivitas yang padat serta mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat mempengaruhi kecantikan kulit. Untuk itulah treatment kecantikan kulit seperti lulur tradisional sangat penting dilakukan oleh para kaum hawa.

Dengan memakai lulur tradisional didatangkan khusus dari Jawa dan Bali karena racikannya yang alami, kulit seorang wanita akan terlihat lebih cantik, apalagi jika dirawat secara rutin. Sebab dengan memakai lulur, sel-sel kulit mati terlepas dan membuat regenerasi sel-sel kulit baru menjadi tumbuh dengan baik. Selain itu, lulur juga berfungsi  menghindari penuaan dini, kulit kering dan juga bersisik,” ujar Owner Rumah Lulur Popy Zulaika diwakili Bagian Operasional Rumah Lulur, Apriliani.

Rumah Lulur yang terletak di Jalan Pattimura No.74/336 B ini, memiliki berbagai macam treatment kecantikan serta perawatan tubuh yang menjaga privasi seorang wanita. Dengan memakai lulur tradisional, kotoran yang menempel pada bagian tubuh akan hilang. Dimana butiran-butiran scrub yang terdapat pada lulur akan melepaskan sel-sel mati sehingga kulit akan berdegenerasi.

“Saat mandi, tidak semua kotoran pada tubuh dapat dilepaskan dengan sabun. Butiran scrub pada lulur akan melembutkan kulit yang kasar pada daerah tertentu. Customer bisa memilih lulur yang standar yaitu berkisar 30 menit dan perawatannya hanya di daerah kaki dan tangan saja, ‘’ ujarnya lagi.
Sedangkan lulur paket complit, perawatannya lulur pada bagian tubuh ditambah body message. “Dengan paket ini, tubuh akan terasa lebih fresh, kulit lebih harum dan segar. Selain itu, tubuh yang tadinya terasa tegang akan terasa lebih rileks. Treatment ini bisa dilakukan beberapa kali untuk hasil yang maksimal,” terangnya.

Dalam waktu dekat, Rumah Lulur juga akan meluncurkan menu baru lulur whitening yang bahannya terbuat dari garam halus khusus kulit. “Lulur ini memakai bahan dari Paris dan penggunaannya membutuhkan waktu hingga 1 jam. Setelah dipakai, tubuh akan lembut dan benar-benar bersih,” urainya.
Rumah Lulur sendiri, menggunakan bahan-bahan alami yang terbuat dari ekstrak rempah, daun-daunan, bunga, susu, cokelat, coffee dan juga buah-buahan, dimana sangat bermanfaat untuk kecantikan kulit, kesehatan tubuh dan sangat baik untuk tubuh. Selain itu, ada juga beberapa treatment lainnya seperti refreshing face massage, relaxing hand and foot spa, ritual manten, exotic chocolate spa, dan lainnya. “Seluruh treatment sangat terjangkau dari Rp50 ribu hingga Rp.370 ribu terjangkau semua kalangan,” ungkapnya. (mag-11)