Home Blog Page 13483

Cesar dan Forlan tak Ikut

Inter Milan Boyong 20 Pemain ke Jakarta

JAKARTA- Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni telah mengumumkan 20 nama pemain yang dibawa ke Jakarta dalam tur mereka ke Indonesia. Demikian dilansir laman resmi Inter Milan.

Sejumlah pemain yang harus kembali ke negaranya untuk memperkuat tim nasional masing-masing seperti Wesley Sneijder di Piala Eropa 2012, dan Yuto Nagatomo di putaran final kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia tidak dibawa.

Kendati demikian, bintang-bintang Nerazzurri seperti gelandang Esteban Cambiasso dan striker Diego Milito masuk dalam daftar pemain ke Jakarta. Sementara ujung tombak Diego Forlan dan kiper Julio Cesar tak ikut ke Jakarta.

Ini untuk kali kedua Forlan tidak ke Jakarta. Sebelumnya, ketika timnas Uruguay tampil di laga persahabatan, Forlan juga tidak hadir. Forlan kemungkinan memperkuat Uruguay di laga persahabatan melawan Rusia pada 25 Mei.

Stramaccioni juga memasukkan sejumlah pemain muda ke dalam tim besutannya yang akan menghadapi Liga Selection dan Indonesia Selection pada 24 dan 26 Mei di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Para pemain Inter menjalani latihan terakhir, Senin (21/5) di Centro Sportivo Angelo Moratti selama satu jam. Inter bertolak dari Bandara Milan Malpensa ke Jakarta melalui Singapura, kemarin.

Sementara Pelatih Liga Selection, Aji Santoso, mengharapkan kerja sama tim menjadi fokus tim Liga Selection jelang melawan Inter Milan. Kekompakan akan jadi kendala terbesar karena pemain asing dan pemain lokal cuma latihan bersama tiga kali.

Liga Selection latihan bersama sejak Senin (21/5) sore di Lapangan C Senayan. Di latihan perdana bersama pemain asing itu, tiga pemain impor terlihat berada di sana yakni David Pagbe, Edward Wilson Junior dan Kwon Jun. Sementara Utavio Dutra dan Mario Karlovic baru gabung kemarin.
“Saya ingin adaptasi tidak dilakukan pemain asing terhadap pemain lokal, tapi pemain lokal juga harus mengerti keinginan pemain asing. Dengan begitu, saya optimis rasa saling mengerti itu akan terwujud,” ungkap Aji.(net) di Jakarta, Selasa (22/5).

Eks pelatih Persebaya Surabaya dan Persisam Samarinda itu menyatakan, akan memaksa pemain untuk cerewet saat latihan. Tak hanya mengeluarkan suara, pemain juga wajib memaksimalkan komunikasi melalui bahasa tubuh.

Pembentukan kerja sama tim tidak hanya dilakukan di lapangan. Aji juga berusaha mengakrabkan sesama pemain di luar lapangan. Acara makan bersama menjadi media untuk membangun rasa saling mengerti sesama pemain.

“Di saat makan, pemain asing tidak boleh misah sendiri. Mereka harus berbaur dengan pemain lokal lainnya. Cara ini mungkin belum bisa membentuk kerjasama yang ideal karena keterbatasan waktu. Tapi, minimal pemain bisa saling mengerti keinginan pemain lainnya,” tukasnya.(net/bbs)

Russel Depak LA Lakers

OKLAHOMA CITY – Oklahoma City Thunder memastikan satu tiket ke babak final Wilayah Barat. Kevin Durant dkk mengalahkan Los Angeles Lakers 106-90 pada game kelima babak play-off semifinal NBA Wilayah Barat. Thunder menang 4-1.

Russell Westbrook tampil mengganas dalam pertandingan ini. Westbrook mencatat angka tertinggi buat Thunder yakni 28 poin. Durant menyusul dengan torehan 25 poin dan 10 rebound, sedangkan James Harden menambah lewat 17 poin.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Chesapeake Energy Arena, Selasa (22/5), Lakers sempat memimpin dengan skor 70-66, setelah Ramon Sessions melesatkan dua lemparan bebas saat kuarter ketiga memasuki 5 menit: 26 detik.

Tapi Thunder mampu bangkit. Tim tuan rumah berhasil menyamakan skor menjadi 70-70, lewat tembakan Nick Collison saat pertandingan pada kuarter ketiga memasuki 4 menit; 26 detik lagi.

Sejak saat itu, perlahan Thunder mulai meninggalkan perolehan angka Lakers. Durant dkk menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 83-77. Memasuki kuarter empat, Kobe Bryant dkk mencoba untuk mengejar ketinggalan.

Bukan menyamakan kedudukan, Lakers malah semakin jauh ketinggalan dari Thunder. Collison melesatkan dua angka untuk membawa Thunder memimpin 95-80. Tembakan Nazr Muhammad memastikan kemenangan Thunder menjadi 106-90.
Kobe menyumbang angka terbanyak 42 poin untuk Lakers. Dengan kemenangan ini, maka Thunder akan berhadapan dengan San Antonio Spurs, yang sudah lebih dulu lolos ke partai final Wilayah Barat. (bbs/jpnn)

Ternyata Rihanna Fans Chelsea

KEBERHASILAN Chelsea menjadi kampiun Eropa kemarin ternyata juga turut dirasakan oleh bintang pop Rihanna yang menghadiri pesta perayaan penggawa The Blues di London.

Rihanna dikabarkan tiba di klub Boujis setelah menjadi bintang tamu pada konser Jay-Z dan Kanye West bertajuk ‘Watch The Throne’ di klub O2, seberang kota London pada hari Senin malam waktu setempat.

Ia bergegas meninggalkan area konser dan bergabung bersama pesta para bintang Chelsea, di antaranya Didier Drogba – sang pahlawan kemenangan The Blues di Allianz Arena – Jose Bosingwa, Salomon Kalou, Michael Essien dan Raul Meireles.
Sebuah sumber mengatakan jika para pemain Chelsea tersebut sungguh gembira bisa bertemu dengan Rihanna, namun sang artis malah lengket dengan Drogba dan bahkan berdansa dengannya.

Rihanna bahkan mengunggah foto dirinya bersama Drogba ke Twitter disertai ucapan “THEE DIDIER DROGBA #thereisaGod.” jawara Eropa.
Di pihak yang berbeda, wajah Angela Merkel telihat tertekuk karena jagoannya, FC Hollywood, kalah dengan menyesakkan. Tapi sebagaimana sportivitas kedua tim di atas lapangan, kedua pemimpin negara tersebut juga menunjukkan jiwa olahragawan. Merkel dan Cameron terlihat berpelukan saling mengucapkan selamat. (bbs/jpnn)

Bradl Belajar Dari Pedrosa

PARIS – Pebalap rookie (pendatang baru) MotoGP, Stefan Bradl sukses meraih hasil terbaik dalam karirnya di kelas balap tertinggi dengan menempati posisi kelima pada MotoGP Perancis pada hari Minggu (20/5).

Membalap dalam kondisi basah, juara dunia bertahan Moto2 itu membawa motor RC213V milik tim LCR Honda dari posisi ke-13 menuju posisi ketujuh pada lap pembuka, dan sempat mempersulit Dani Pedrosa.

Pedrosa mampu menjauhkan jarak darinya pada akhir balap, namun kecelakaan yang menimpa pebalap tim Monster Yamaha Tech3, Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso membuat Bradl naik ke posisi lima.

“Perasaan yang fantastis. Saya dan tim sangat gembira, ini membuat saya merasa bangga. Sejujurnya, saya rasa tak seorangpun akan mengira saya akan mendapatkan hasil bagus pada seri keempat musim ini,” ujar Bradl.

“Secara keseluruhan, pekan balap saya sangat berat karena kami kesulitan mencari setup yang cocok untuk kondisi kering dan saya mengalami kecelakaan cukup hebat di sesi kualifikasi,” lanjut pebalap asal Jerman itu.

“Hujan turun sebelum balapan dimulai dan saya tahu saya memiliki setup yang baik untuk kondisi hujan. Saat keluar dari pitlane saya merasa motor saya sangat baik dan lap pertama saya begitu menakjubkan,” tambahnya.

“Setelahnya saya membalap di belakang Pedrosa untuk beberapa saat lamanya. Ia memiliki gaya balap yang jitu dan saya belajar banyak darinya. Ketika hujan mulai reda saya merasa lebih percaya diri dan memperhatikan situasi meskipun Nicky Hayden mencoba mengejar saya,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Williams Tatap GP Monako

LONDON-Tim Williams mengalami musibah di GP Spanyol setelah garasi mereka dilalap api. Kendati sejumlah perlengkapan terbakar, mereka sudah mendapatkan penggantinya dan akan siap bertarung di GP Monako.

Garasi Williams di Sirkuit Catalunya terbakar setelah balapan GP Spanyol, 13 Mei silam. Kebakaran ini menghanguskan sebagian besar infrastruktur yang mereka miliki di dalam garasi dan berbagai peralatan elektronik. Selain itu, sejumlah kru juga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Setelah kebakaran tersebut, beberapa tim lain di Formula 1 menawarkan bantuan, termasuk penyediaan perlengkapan, kepada Williams untuk seri berikutnya di Monako, akhir pekan ini. Williams pun berterima kasih atas tawaran ini.

“Persiapan tim untuk Monako agak terhambat dengan terjadinya kebakaran di garasi kami pada hari Minggu kemarin, tapi efek dari kebakaran bisa diatasi berkat upaya luar biasa dari pabrik dan pemasok kami yang menyediakan kembali perlengkapan dan bagian mobil yang rusak,” terang kepala insinyur Williams, Mark Gillan, di Autosport.

“Kami juga ingin berterima kasih atas tawaran bantuan dari tim-tim lain, di mana itu sekali lagi menunjukkan sportivitas yang sangat baik yang ada di Formula 1 dan tingginya level persaudaraan di seluruh pitlane,” katanya.

Untuk balapan di Monako, Williams berharap bisa meneruskan hasil positif di Spanyol, di mana Pastor Maldonado tampil sebagai pemenang,
“Dengan pembaruan lebih lanjut untuk seri ini, kami berharap bisa terus membuat kemajuan dan berharap untuk akhir pekan yang bagus,” ujar Gillan. (bbs/jpnn)

Menang Karena Mental Lebih Kuat

ROMA – Rafael Nadal mengungkapkan kunci keberhasilannya dalam menundukkan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic di final Roma Masters, Selasa (22/5) malam WIB.

Ketahanan mental menjadi kekuatan petenis asal Spanyol tersebut ketika menang dua set langsung, 7-5 dan 6-3 melawan Djokovic. Kemenangan Nadal ini sekaligus hasil yang positif menjelang turnamen Grand Slam French Open Juni mendatang.

Dalam pertandingan yang berjalan dua jam dan 21 menit itu, Nadal memang terlihat fokus dan jarang melakuka kesalahan. Petenis nomor dua dunia ini tak mau Djokovic memanfaatkan kelengahannya untuk berbalik unggul.

“Saya harus sangat fokus sepanjang pertandingan, dan mengembalikan bola dengan luar biasa,” kata Nadal seperti dilansir ESPN, Selasa (22/5).
“Saya sempat kesulitan pada setiap servis, tapi saya hanya tetap berusaha fokus, sangat focus. Mentalitas saya tampak di waktu yang tepat, karena saya tahu untuk memenangkan pertandingan melawan Novak, Anda harus berada pada batas akhir Anda sepanjang pertandingan karena dia bisa menekan Anda setiap saat,” paparnya.

“Saya pikir mental saya kuat hari ini, cukup untuk bermain sangat baik di momen-momen penting,” tambahnya.

Sementara itu, Djokovic menegaskan, Nadal adalah lawan yang harus dikalahkan jika dirinya ingin merebut gelar French Open di Roland Garros Juni nanti. Namun, petenis asal Serbia ini menilai Nadal akan menjadi favorit karena turnamen akan digelar di lapangan tanah liat.
“Dia (Nadal) selalu favorit, bahkan jika saya menang melawan dia tujuh kali,” kata Djokovic. “Dia adalah pemain terbaik di dunia di permukaan ini. Saya berpikir pertandingan hari ini cukup ketat, bahkan jika meski dia menang dua set langsung,” bebernya.

“Jika Anda tidak menggunakan kesempatan melawan Rafa, dia dapat memanfaatkan momentum dari kesalahan yang saya buat. Kesalahan yang seharusnya tidak terjadi jika Anda bermain melawan Nadal. Tapi, saya akan pergi ke Paris dengan rasa percaya diri dan saya penuh selama sepekan,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

21 Orang Luka, 4 Truk Dibakar

Bentrok Karyawan PTPN 2 Melawan Warga di Kutalimbaru

BINJAI- Bentrok warga dengan karyawan PTPN 2 kembali pecah. Kali ini terjadi di Kutalimbaru, perbatasan Kota Binjai dengan Deliserdang. Sedikitnya 21 orang luka-luka, dua di antaranya yang merupakan karyawan PTPN 2 mengalami luka tembak. Selain itu, empat truk colt diesel pun dibakar massa.

Peristiwa terjadi di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Selasa (22/5) sekira pukul 11.00 WIB. Kejadian ini bermula ketika limaratusan karyawan perkebunan dari beberapa kebun seperti Kebun Tanjung Jati, Sawit Seberang, Batang Sarangan dan kebun Gohor, dikumpulkan di rayon C kebun Sei Semayang di Jalan Diponegoro, Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka berencanan
melakukan okupasi (menduduki) lahan eks PTPN 2 di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru yang telah ditanami jagung oleh warga. Ternyata niat itu sudah tercium. Seratusan warga pun siaga di lokasi tersebut.

Sejatinya karyawan PTPN 2 yang sudah berkumpul di kantor rayon C PTPN2 Sei Semayang sempat diminta kepolisian untuk tidak melakukan okupasi, guna menghindari bentrok. Meski begitu, karyawan yang sudah siap melakukan okupasi ini tetap tak mau mengurungkan niatnya.

Tak mampu mencegah keinginan karyawan PTPN2, petugas kepolisian pun hanya mampu melucuti sejumlah senjata tajam milik karyawan. Setelah dilakukan pelucutan seribuan karyawan mulai menaiki truk yang disiapkan. Dengan semangat, 10 unit truk bermuatan karyawan PTPN 2 menuju lokasi okupasi yang berjarak sekitar 5 km dari kantor rayon C.

Begitu truk-truk pengangkut karyawan PTPN2 terlihat dari kejauhan, teriakan beberapa orang warga mulai terdengar. Mereka saling sahut-sahutan untuk menyiagakan pasukan. Tak lama berselang, 10 unit truk mulai memasuki kawasan okupasi secara beriringan.

Sontak, warga langsung bangkit dan mulai melakukan penyerangan dengan melempar kaca mobil yang paling depan sebelum karyawan turun dari truknya.

Meski jumlah karyawan PTPN2 lebih besar, warga tak gentar. Dengan dihalang-halangi polisi, warga tetap melakukan penyerangan dengan membakar truk yang sudah dilempar batu tadi. Karyawan PTPN 2 pun mulai berhamburan dari atas truk untuk menyerang balik. Tapi, sebelum melakukan penyerangan, warga sudah terlebih dahulu menghalau mereka dan membakar empat unit mobil di belakangnya. Empat truk yang dibakar massa bernomor polisi, BK 9372 MN, BK 9401 MN, BK 0379 HN, dan BK 4813 AB.

Suasana pun kian mencekam ketika sejumlah karyawan dan warga terkena lemparan batu dan senjata tajam. Bahkan, dua orang karyawan PTPN 2, terkena tembakan senapan angin di dadanya.

Para korban langsung dilarikan ke tempat aman oleh masing-masing kubu. Sedangkan petugas keamanan yang berada di lokasi tak mampu berbuat banyak atas peristiwa itu. Mereka kewalahan mengatasi amuk warga yang kian memanas. Aksi pun mulai reda ketika Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon dan Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Sitorus dibantu 70 personel Brimob Subden I A Pelopor tiba ke lokasi dengan membawa gas air mata. Secara perlahan, warga dan pihak perkebunan mulai menarik diri ke tempatnya masing-masing. Sementara petugas kepolisian tetap bersiaga di tengah-tengah kedua kubu, guna mengantisipasi bentrok susulan. Setelah mendengar arahan dari pihak kepolisian, secara beriringan, pihak perkebunan kembali ke kantor rayon C Sei Mencirim.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon ketika dikonfirmasi seputar senjata tajam para pelaku bentrokan itu mengatakan, pihaknya sudah sudah melucuti senjata tajam para karyawan PTPN2 dan mengimbau karyawan hanya membawa bambu saja.

“Kalau ada yang lolos satu sampai tiga orang, itu di luar kemampuan kami. Yang pasti sebelum mereka memasuki lokasi bentrok, anggota sudah ada yang melucuti senjata tajam mereka,” ungkap Kapolres.

Saat ditanya terkait bangkai colt diesel milik PTPN 2 yang dibakar warga, Kapolres mengakui kalau mobil tersebut akan dibawa petugas Polsek Kutalimbaru. “Itu kan wilayah hukum Kitalimbaru. Jadi, mobil itu akan dibawa ke sana. Tapi rencananya, mobil itu akan dititip ke Polres Binjai karena mengingat jarak TKP dengan Kutalimbaru cukup jauh,” ucapnya.

Dia menambahkan, dirinya sudah memberi tahukan kepada pihak PTPN 2 untuk tidak melakukan tindakan okupasi, tetapi mereka tetap membandel. “Sejauh ini belum ada tindakan yang kita lakukan. Yang jelas, tahap awal tadi kita sudah melarang PTPN 2 melakukan okupasi,” tegas Musa Tampubolon.
Sementara itu, S Samosir, mantan Kepala Rayon C Sei Semayang, saat dikonfirmasi di lokasi terkait sikap yang diambilnya untuk tetap melakukan okupasi, enggan berkomentar. “Soal itu nanti saja, tapi semua korban sudah dibawa ke rumah sakit Bangkatan, Binjai,” ujarnya.

Ketika dipertegas kenapa ia tetap ingin melakukan okupasi, S Samosir tetap diam seribu bahasa. Namun, salah seorang anggotanya menyambung cerita. “Kami lakukan itu hanya untuk okupasi, bukan seperti ini. Semua peralatan yang kami bawa itu hanya untuk menebang pohon jagung yang ditanam warga,” sambung seorang karyawan PTPN 2 itu.
Kepala Bagian Humas PTPN 2 Rahmuddin menjelaskan insiden penyerangan diduga melibatkan sekelompok penggarap yang mau menguasai lahan hak guna usaha (HGU) perkebunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. “Massa yang menolak kehadiran truk itu akhirnya menyerang pekerja dan membakar truk serta merusak,” ucapnya.

Satu korban cedera merupakan Kepala Dinas Tanaman PTPN 2 Irsan (lengkapnya lihat grafis). “Semua pekerja masih menjalani mendapatkian perawatan intensif di Rumah Sakit PTPN II Bangkatan Binjai,” katanya.

Sementara itu Prabu Alam, Ketua Harian Forum Rakyat Bersatu Sumatera Utara mengatakan, sebelum melakukan penyerangan pihaknya telah mendapat kabar pihak PTPN akan melakukan okupasi terhadap lahan warga yang telah ditinggali mereka seluas 5.000 hektar. Namun pihak PTPN, dengan berdasarkan keputusan gubernur SK 188:44 tgl 23 september 2011 melakukan okupasi dan membuat petani emosi dan melakukan penyerangan. “Sebelum petani menyerang, pihak PTPN melakukan pematokan terhadap tanah warga, namun warga tidak terpangaruh, hingga akhirnya warga mendengar dan terpancing dengan akan dilakukan okuvasi,” ucapnya.

Dia menyesalkan sikap PTPN yang tetap bersikeras melakukan okupasi. “Saat itu kita siagakan petani untuk menjaga tanah mereka, mulai dari ujung Langkat, Binjai, Deliserang, dan Serdangbedagai untuk bersiap dan melakukan perlawanan bila pihak PTPN melakukan okupasi terhadap tanah HGU,” ucapnya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang mengatakan pihaknya hanya melakukan pengaman saja dan melakukan tindakkan tegas terhadap kedua belah pihak yang bersalah. “Dalam penyelesaian ini, semua pihak harus duduk bersama mulai dari BPN, pihak PTPN dan warga, begitu juga Muspida untuk membicarakan persoalan tanah PTPN ini, dan masalah korban dalam kejadian ini masih kita selidiki dan didata,” jelasnya. (ndi/gus)

Tentang Bentrokan Warga vs PTPN2

[table]

Lokasi:,” Perbatasan Kota Binjai dengan Deliserdang, tepatnya di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. ”
Hari: ,Selasa (22/5)
Jam: ,Sekira pukul 11.00 WIB
Latar belakang bentrok: ,Rencana pihak PTPN 2 untuk melakukan okupasi lahan yang telah ditanami jagung oleh warga.
Pelaku: ,”1.  Seribuan karyawan PTPN 2 dari Kebun Tanjung Jati, Sawit Seberang, Batang Sarangan, dan Gohor. 2.    Seratusan warga Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.” [/table]

Kronologis

  1. Sekira pukul 09.00 WIB seribuan karyawan dikumpulkan di rayon C PTPN 2 Kebun Sei Semayang di Jalan Diponegoro, Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur.
  2. Warga bersiaga di lokasi dengan berbagai peralatan seperti panah, batu, kelewang, dan senapan angin.
  3. Pihak kepolisian meminta karyawan PTPN 2 untuk tidak melakukan okupasi guna menghindari bentrok. Karyawan tetap ngotot dan menuju lokasi dengan menaiki 10 truk.
  4. Sekira pukul 11.00 WIB, 10 unit truk mulai memasuki kawasan okupasi secara beriringan. Sontak, warga bangkit dan mulai melakukan penyerangan dengan melempar kaca mobil yang paling depan sebelum karyawan turun dari truknya.
  5. Bentrok tak dapat dihindari. Warga membakar empat unit truk.
  6. Korban langsung dilarikan ke tempat aman oleh masing-masing kubu.
  7. Aksi pun mulai reda ketika Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon dan Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Sitorus, dibantu 70 personel Brimob Subden I A Pelopor tiba ke lokasi.

Truk colt diesel yang dibakar

  1. BK 9372 MN
  2. BK 9401 MN
  3. BK 0379 HN
  4. BK 4813 AB.

Korban Luka Pihak PTPN 2

  1. Irsan, Kepala Dinas Perkebunan PTPN 2; luka robek pada hidung
  2. Sumarno, pekerja pabrik Sei Semayang; luka robek hidung dan kepala bagian belakang
  3. Suwardi, pekerja kebun Sei Semayang; robek di hidung
  4. Jenal, pabrik Sei Semayang; jari telunjuk tangan kanan putus dan kepala kanan robek
  5. Ngadimen, pekerja pabrik Kualamadu; rusuk kanan memar
  6. Haris, pekerja pabrik Sei Semayang;?
  7. Pudin Sibarani, robek di hidung
  8. Supriono; robek kening kanan
  9. Sudarsono; dada kanan kena tembak senapan angin
  10. Sugianto; memar pada paha kanan
  11. Aliadi; kepala bonyok sebelah kanan
  12. Salomoan Sibarani; memar pada rusuk kanan
  13. Ponisan, warga Kelumpang; kepala robek bagian kanan
  14. Suliadi, warga Tanjung Jati; luka robek di pelipis kanan
  15. Suhardi, warga Tanjung Jati; robek kening kanan.
  16. Pujiono, warga Kuala Binge; kena tembak senapan angin
  17. Anto Keling, Sei Semayang; rusuk kanan memar
  18. Zainal Abidin, sopir truk; kena bacok di bagian perut (diselamatkan oleh warga)

Korban Luka Pihak Warga

  1. Hariadi; luka bacok di bagian punggung
  2. Nurdin; luka bacok di bagian tangan kanan
  3. Sanif; luka bacok di bagian kaki kanan

 

Sejarah Berdarah PTPN 2 vs Warga Penggarap

30 Oktober 2010
Bentrokan antar warga memperebutkan lahan eks HGU PTPN2 di Pasar III dan IV Desa Selambo, Kecamatan Percut Sei Tuan.

22 Januari 2011
Karyawan PTPN 2 Kebun Bandar Klippa di Pasar III Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan terlibat bentrokan dengan warga masyarakat penggarap lahan Kelompok Forum Tani Sejahtera. Dalam bentrokan itu 13 orang menderita luka bacok dari kedua belah yang bertikai.

25 Januari 2011
PTPN 2 membersihkan para warga penggarap dengan mengambilalih paksa lahan di Pasar I, Desa Bandar Khalifa, Kecamatan Medan Tembung yang mengakibatkan salah seorang warga terluka.

28 Januari 2011
BUMN perkebunan mengokupasi lahan di kawasan Selambo, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selain mengusir para warga penggarap, PTPN mengerahkan ratusan karyawanmembabat habis tanaman warga. Tiga rumah penggarap, mushola, dan sepeda motor terbakar. Dalam aksinya para karyawan dilengkapi kelewang, parang, dan pedang.

9 Februari 2011
Aksi pengrusakan 38 batang pohon sawit milik PTPN 2 di Blok 527 Afdeling III, Kebun Bandar Klippa, Desa Sena, Kacamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

4 Maret 2012
Bentrok fisik di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur.

19 April 2012
Ratusan warga Perbatasan Namo Rube Julu Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, menghadang mobil truk pengakut hasil panen milik PTPN IIDalam peristiwa itu, warga sempat melempari mobil tersebut dengan batu. Sopir truk yang takut menjadi bulan-bulanan warga langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian.

22 Mei 2012
Ratusan penggarap  bentrok dengan pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Kebun Sei Semayang di Desa Salang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.  Sedikitnya 21 orang luka-luka, dua di antaranya yang merupakan karyawan PTPN 2 mengalami luka tembak.

Sumber: Data Olahan Sumut Pos

Penyidikan Kasus Dana Bansos Mengarah ke Staf Dewan

Mantan Bendahara Binsos Ditahan

MEDAN-Mantan Bendahara Bina Sosial (Binsos) di Sekretaritan Daerah (Setda) Pemprovsu, Syawaluddin resmi ditahan. Dia ditahan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Selasa (22/5) di Jalan AH Nasution Medan sekira pukul 14.00 WIB.

Pria yang menjadi bendahara di Biro Binsos periode 2004 sampai 2009 ini, sebelum ditahan sempat menjalani pemeriksaan selama 5 jam di ruang jaksa penyidik lantai II Gedung Kejatisu. Penahanan tersangka karena dinilai ikut serta dalam melakukan penyimpangan dan penyelewengan dana hibah dan dana bansos, bersama tersangka lain Adi Sucipto.

“Dia banyak memainkan proposal dengan men-setting nama satu lembaga LSM ataupun yayasan, untuk mendapatkan dana bantuan hibah. Ia juga bekerja sama dengan makelar (Adi Sucipto) untuk mencari yayasan yang mau menerima bantuan, namun pengerjaan kegiatan dinilai tidak ada alias fiktif,” ujar Kasi Penyidikan di Pidsus, Jufri Nasution SH, pada wartawan.

Karena tidak dapat mempertanggungjawabkan anggaran bantuan yang diterimanya melalui berbagai LSM dan Yayasan, Syawaluddin pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Jufri juga menyatakan bahwa pihaknya tengah menyidik keterlibatan pimpinan Syawaluddin di Biro Binsos berinisial H. Perkembangan akan ditentukan usai gelar perkara atas kasus ini, H sendiri masih berstatus saksi.

Sementara itu Syawaluddin yang mengenakan kemeja safari abu-abu, terlihat didampingi dua kuasa hukumnya, saat diboyong petugas dari ruangan Pidsus Kejatisu menuju mobil tahanan. Dia sempat merangkul salah seorang wartawan yang hendak mengonfirmasinya. Dia meminta para wartawan untuk tidak mengabadikan foto dirinya. “Saya pasrah saja, saya akan menjalani masalah ini sampai kepengadilan,” ucapnya.

Dengan ditahannya Syawaluddin, maka Kejatisu telah melakukan penahanan terhadap 4 tersangka dari 8 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan penyaluran anggaran bansos dari tahun 2009-2011. Sedangkan untuk penahanan tersangka Sakira Zhandi dan Bangun Oloan Harahap, masih menunggu hasil penyidikan.

“Sampai saat ini belum ada yg memulangkan, dari para tersangka kita akan segera dilakukan penyitaan rekening untuk diblokir. Bagi penerima juga hingga saat ini belum ada yang memulangkannya,” jelas Jufri.
“Untuk staf fraksi DPRD Sumut dan staf ahli Ketua DPRD Sumut kita akan melakukan penyidikan mengarah kesana. Kita sangat butuh info tersebut, memang sudah ada yang diperiksa namun saya akan menanyakan langsung pada jaksa penyidik,” tambahnya.

Penetapan Tersangka Makin Dekat

Di sisi lain, kasus dugaan korupsi di Biro Umum Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), senilai Rp25 miliar Tahun Anggaran (TA) 2011 yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu, sebentar lagi akan segera terungkap. Pasalnya, hasil audit Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan dibeberkan pekan depan.

Secara otomatis, maka akan ada penetapan tersangka-tersangka baru dalam kasus tersebut. Kepala Biro (Kabiro) Umum Provsu, Hj Nurlela yang dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (22/5), terkait hal itu menyatakan segala sesuatunya diserahkan kepada Tuhan.
“Saya serahkan kepada Allah semuanya,” jawabnya singkat.

Apakah dirinya siap, jika pada kenyataannya nanti ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut? Apalagi berkaca pada kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Provsu, yang menjerat Kabiro Binsos Provsu, Shakira Zhandi. Padahal Shakira Zandi belum genap setahun menjadi menjadi Kabiro Binsos Provsu. Sama halnya dengan dirinya.

Menyikapi hal itu, Nurlela kembali mengatakan, segala sesuatunya diserahkan kepada Tuhan. “Subhanallah. Saya nggak tahu mau bilang apa. Saya serahkan kepada Allah saja,” cetusnya lagi.

Diketahui, BPKP sudah mengusahakan agar hasil audit sudah selesai pada akhir Mei 2012 atau awal Juni 2012 mendatang. Dan dari hasil penyelidikan Subdit III/Tipikor, kerugian negara ditemukan disetiap pos pengeluaran oleh Sekertaris Daerah (Setda) Pemprovsu. Di mana pos pengeluaran keuangan ada pada 173 pos.

Setiap pos ditemukan kerugian negara yang berbeda-beda jumlah kerugian negaranya.
Selama ini, BPKP kordinasi dengan Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu, kordinasi tersebut untuk memenuhi kekurangan yang diminta oleh BPKP. Untuk kasusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan terhadap Aminuddin yang saat itu menjabat Bendahara Biro Umum, namun belum ditetapkan tersangka.

Dalam kasus tersebut Ditreskrimsus Poldasu juga telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Biro Umum Pemprovsu yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Rajali SSos. Dan saksi yang sudah pro justicia sebanyak sembilan orang. (rud/ari)

Manajemen Lion Air bak Angkot

Kompensasi Rp300 Ribu tak Cukup

MEDAN-Manajemen Lion Air telah menyatakan membayar kompensasi terhadap 131 penumpangnya terkait delay selama tujuh jam. Mereka pun menyatakan telah menghabiskan dana Rp50 juta untuk kompensasi tersebut. Tapi, langkah itu dianggap belum cukup.

Bahkan, Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Medan, Farid Wajdi, mengatakan Lion Air kurang bertanggung jawab. “Konsumen harus diberikan perhatian serius oleh pihak maskapain

penerbangan. Saya juga melihat sistem pengamanan dari maskapai penerbangan Lion Air buruk,” bebernya, kemarin.
Lebih lanjut, Wajdi mengungkapkan manajemen Lion Air tak profesional. “Saya menilainya kalau seperti ini, tak lebih dari managemen pengangkutan umum atau pengangkutan kota yang pengelolaannya lembut,” sambungnya.

Bukankah Lion Air telah membayar kompensasi sesuai dengan undang-undang? “Kompensasi Rp300 ribu itu tak etis di mana penumpang sudah kecewa dengan pelayanan seperti ini. Seharusnya perundang-undangan memberikan kompensasi di atas Rp300 ribu,” tegasnya.

Wajdi menambahkan, seharusnya Lion Air belajar dari apa yang telah terjadi. Pasalnya, kalau merujuk data, pesawat Lion Air sangat sering delay sampai-sampai sempat dinobatkan sebagai ‘juara delay’ pada 2011. Pada Agustus 2011, Dinas Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengumumkan, persentasi ketepatan waktu terbang Lion Air hanya mencapai 67 persen. Bandingkan dengan Garuda yang mencapai 87 persen. Bahkan ada yang memplesetkan Lion Air singkatan dari Late Is Our Name.

“Akibat Lion Air ketagihan delay, maskapai itu pun telah dijatuhi sanksi dari oleh Kementerian Perhubungan dengan wajib mengistirahatkan 13 pesawatnya, pada Juli 2011,” jelasnya.

Maksud hukuman tersebut, sambung pria yang juga Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tersebut, antara lain adalah agar jumlah pilot dengan jumlah armada pesawat yang ada bisa lebih proporsional. “Selalu masalah teknis untuk persiapan pesawat terbang sebelum take off. Memang ada kepentingan keselamatan penumpang kalau dibuat logikanya. Namun, tingkat delay Lion Air cukup tinggi. Apalagi delay sampai di atas tujuh jam, tentu bukan waktu yang singkat,” jelasnya.

Lalu, sambung pria berkacamata ini, mengapa maskapai tidak mencari inisiatif dengan menggunakan pesawat lain, atau mengalihkan penumpang kepada maskapai lainnya? “Kalau alasannya, misalnya tidak punya pesawat cadangan, sungguh patut Lion Air diberi sanksi yang lebih berat lagi. Karena sudah sedemikian berani bermain-main dengan pelayanan ratusan atau bahkan ribuan manusia di waktu yang lain. Apalagi kalau itu dilakukan, demi mencapai efesiensi perusahaan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wajdi mengemukakan, belajar dari kasus itu tindakan tegas harusnya dilakukan oleh pemerintah kepada maskapai Lion Air, akibat terus menurunnya layanannya akhir-akhir ini. “Lion Air diharuskan melakukan perbaikan dalam upaya meningkatkan keselamatan dan ketepatan jadwal penerbangan. Untuk itu komitmen perusahaan Lion Air harus lebih berpihak kepada penumpangnya. Kalau tidak maka upaya mengurangi produksi dengan mengistirahatkan (stand by) pesawatnya perlu ditempuh kembali,” pungkasnya. (gus/ari/jon)

Berita Sebelumnya: Kaca Kokpit Lion Air Retak, Penumpang Ngamuk

Arga Do Bona Ni Pinasa

Oleh: Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Arga do bona ni pinasa
di angka nabisuk marroha
Ai ido tona ni oppunta
tu hita angka pinomparna.
Dao pe au nuaeng marjalang,
sambuloki  sai hot do i.
Sai ingot ma mulak tu huta,
mulak tu bona ni pinasa

Lagu di atas pernah hits di era tahun 80-an, khususnya di kalangan orang Batak.

Lagu itu bahkan sempat menjadi semacam ‘lagu wajib’ pada acara-acara marga di daerah Batak. Maklum, lagu yang diciptakan rohaniawan asal Tano Silindung, Pdt. Lamsana Lumbantobing itu, berisi pesan kepada orang-orang di perantauan agar selalu ingat akan kampung halaman.

Arga artinya berharga. Bona ni pinasa arti harafiahnya adalah pohon nangka. Sedangkan makna tersiratnya adalah: asal muasal atau kampung halaman. Jadi arga do bona pinasa di angka nabisuk marroha, artinya kampung halaman itu berharga bagi orang yang bijaksana.

Lirik lagu di atas mendadak muncul kembali di benak saya, setelah mencermati ramainya tokoh nasional ‘turun gunung’ hendak menuju Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2013 mendatang. Sebut saja nama Soetan Bathoegana Siregar, Chairuman Harahap, Benny Pasaribu, Letjen AY Nasution, plus sejumlah nama yang masih sekadar meramai-ramaikan bursa pencalonan, seperti Ruhut Sitompul, Effendy Simbolon, dan lainnya.
Hampir senada, para tokoh nasional yang berniat ‘turun gunung’ itu berkata: ingin membangun kampung halaman mereka, yakni Sumatera Utara.
Mendengar niatan para tokoh ini, saya lantas juga teringat dengan sejumlah perantau asal Sumut, yang beberapa waktu lalu bertarung di sejumlah Pemilukada Kota/Kabupaten di Sumatera Utara. Semua kandidat itu berkata, mreka merasa terpanggil untuk membangun kampung halaman. Karena itulah, mereka ‘turun gunung’ untuk bertarung memperebutkan kursi 1 di daerah itu.

Tentu tidak ada yang salah dengan ‘panggilan’ bona ni pinasa itu. Malah, niat untuk membangun kampung halaman sangat cocok dengan syair lagu di atas. Kampung halaman itu sangat berharga, bagi orang yang bijaksana. Itulah pesan nenek moyang kita kepada para anak cucunya. Meski sekarang aku jauh merantau, tujuan yang kuimpikan tetap teguh. Ingatlah untuk selalu pulang, pulang ke kampung asal muasal.

Tetapi, namanya Pemilukada, tentu yang menang hanya satu orang atau satu pasangan. Nah, di sinilah muncul sedikit ironi. Fakta membuktikan, kandidat yang kalah, yang tadinya berkoar-koar terpanggil untuk ‘mulak tu bona ni pinasa’, ternyata selalu balik kanan pulang ke ibukota dan hilang kabar beritanya. Batal dia membangun asal muasalnya.

Sebenarnya, apa makna ‘sai ingot ma mulak tu bona ni pinasa’? Apakah untuk pulang membangun kampung halaman itu harus menjadi Bupati/Wali Kota/Gubernur? Apakah jika tak menjadi orang nomor satu, tidak bisa membangun kampung?

Memang, menjadi orang nomor satu, mungkin terasa lebih jreng untuk membangun kampung halaman. Dan itu masuk di akal. Namun jika memang benar dari hati yang terdalam terpanggil untuk membangun kampung, ‘kursi 1’ bukan satu-satunya cara. Banyak jalan menuju Roma.
Lantas, siapakah kandidat yang benar-benar ‘bisuk marroha’, dan siapakah yang nanti tanpa malu-malu langsung balik kanan, kembali ke perantauan? Kita saksikan setelah Pilgubsu 2013 mendatang. (*)