Home Blog Page 13487

Penjualan Tembakau Terapkan Sistem Direct Selling

MEDAN- Berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) periode 2012 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, ekspor Tembakau mengalami peningkatakan dibanding bulan yang sama tahun 2011. Pada April 2012, ekspor tembakau Sumut mencapai 572.000 kg atau senilai USD2,860 juta. Berbanding terbalik dengan ekspor tembakau pada April 2011 yang hanya 624 kg atau senilai USD3,120.

Menurut Kasi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Subdinas Perdagangan Luar Negeri, Disperindag SU,  Fitra Kurnia kenaikan nilai ekspor ini disebabkan lantaran eksportir tembakau sudah menerapkan sistem direct selling atau penjualan langsung tembakau, dan tidak hanya dikirim langsung ke Brehmen Jerman.

“Jadi eksportir, dalam hal ini PTPN II sudah menjual dengan cara direct selling, tidak lagi dikirim ke Brehmen, yakni rumah lelang yang terkenal untuk tembakau. Jadi sekarang PTPN II sudah mengundang pembeli untuk datang langsung membeli di Indonesia, dan ini bagus untuk pendapatan devisa kita,” ujarnya. Seperti dikerahui, salah satu penghasil tembakau terbesar di Sumut adalah PTPN II.

Selain itu, kenaikan diikuti juga dengan permintaan meski juga didukung dengan harga jual yang tinggi. Menurutnya, ekspor tembakau ini merupakan produksi setiap tahun milik PTPN II. Tembakau yang di ekspor setiap bulannya ini, tuturnya, merupakan penjualan langsung di luar tembakau yang dilelang setiap tahun.(ram)

Awal Semester Dua Flagship Diluncurkan

Pelan tapi pasti, PT Astra Honda Motor terus memperkuat segmen skutiknya dengan produk baru. Kali ini adalah “flagship” skutik,  PCX 150 yang akan diluncurkan, awal semester dua tahun ini.

“Dengan PCX 150, kami akan memberikan produk dengan nilai semakin baik kepada konsumen,” ujar sumber AHM.
Persiapan peluncuran PCX 150 tercium dari pendaftaran skutik tersebut ke Kementerian Perindustrian. Saat ini kode Honda WW150D(IN) A/T masih dalam proses atau tengah diuji coba produknya. Dari kode ini terlihat bahwa Honda motor tetap mengimpor secara utuh (CBU) skutik  kasta tertingginya ini dari Thailand.

Untuk penampilan, PCX 150 hampir tak berrbeda dengan PCX 125 yang ada di pasar saat ini. Perbedaan utama hanya pada mesin SOHC 152,9 cc dengan teknologi Enhanced Smart Power (eSP). Teknologi tersebut sebenarnya sudah digunakan pada Vario Techno 125 PGM-FI yang mengoptimalkan pendinginan komponen dan mengurangi gesekan agar tenaga bertambah namun maksimal namun tetap irit.

Untuk pemindah tenaga, CVT V-Matic, kinerjanya terus ditingkatkan. Fitur lainnya adalah Anti-Theft Alarm System, combi brake system hidrolik, ACG starter dan idling stop system (ISS).

Sayang, untuk bandrol, sumber Honda masih tutup mulut. “Kalau harga masih belum jelas. Nanti saja kalau sudah pasti,” tutup sumber itu.(net)

Pasang Kaca Film DEGREE Dapat Mercedes Benz S-Class

MEDAN– Bank MEGA bersama kaca film DEGREE kembali membuat terobosan sebagai apresiasi kepada konsumennya. Setelah sebelumnya memberikan diskon 50 persen dan cicilan 0 persen  hingga 12 bulan untuk pembelian DEGREE Smart Window Film dengan menggunakan kartu kredit Mega Visa, kini Bank MEGA bersama DEGREE memberikan kesempatan membeli kaca film dengan memenangkan All New Avanza dan Mercedes Benz S-Class.

Caranya tak susah. Bagi pemegang kartu kredit Mega Visa cukup membeli dan memasang produk kaca film Premium Class dari DEGREE dan langsung mendapatkan cash back sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta rupiah dalam bentuk Tabungan MEGA Dana yang dapat diikutsertakan di dalam program MEGA PASTI PLUS.

Untuk mengikuti program MEGA PASTI PLUS yang berhadiah mobil ini, Anda hanya perlu menabung dengan saldo rata-rata per bulan Rp10 juta untuk undian berhadiah All New Avanza, dan tabungan saldo Rp100 juta untuk bisa mengikuti undian berhadiah Mercedes Benz S-Class.

Program menarik ini akan dilangsungkan selama setahun dengan penarikan hadiah All New Avanza setiap tiga bulan dan penarikan hadiah Mercedes S-Class setiap enam bulan. Total hadiah yang sudah disiapkan Bank MEGA adalah sebanyak 60 unit All New Avanza dan 2 unit Mercedes Benz S-Class.
“Selain undian berhadiah mobil, program ini juga menawarkan hadiah pasti berupa voucher belanja di Carrefour, Mango, dan Baskin Robbins,” ujar Meriwaty, Sub Branch Manager Bank MEGA Medan Iskandar Muda, Selasa (15/5).

Selain undian yang menggiurkan itu, untuk pemasangan kaca film berteknologi tinggi dari DEGREE itu bisa dibayar dengan menggunakan cicilan Mega Pay dengan bunga 0 persen untuk  tenor 6-12 bulan. “Program ini kami persembahkan untuk nasabah Bank MEGA dan konsumen DEGREE sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih,” kata CEO DEGREE Indonesia, Tjhin Seng Huat.

Dijelaskan Tjhin atau yang akrab dipanggil A Huat, selama program tersebut, calon konsumen DEGREE akan mendapatkan harga khusus berupa diskon langsung sebesar 40 persen. “Ini saat paling tepat untuk memasang magic window film dari DEGREE untuk mobil kesayangan Anda. Siapa tahu, All New Avanza dan Mercedes Benz S-Class menjadi milik Anda,” kata A Huat.

Pada saat launching program ini, seorang konsumen DEGREE beruntung menjadi orang pertama yang mendapat kesempatan mengikuti program ini. Di The Ambassador DEGREE Window Film di Jalan T Amir Hamzah No 12 AB Medan, si konsumen langsung mendapat cash back berupa tabungan dari MEGA PASTI PLUS. Program menarik ini untuk tahap I akan berlangsung mulai April hingga 30 Juni mendatang.

Kaca film DEGREE merupakan produk berkualitas yang dibuat di pabrik Amerika Serikat. Meski baru dua tahun hadir di Indonesia, DEGREE sudah masuk di segmen high end produk kaca film karena memiliki teknologi SMART FILM yang membuatnya digelari sebagai kaca film ajaib.

Kadar gelap dan terang kaca film ini bisa menyesuaikan dengan kondisi sekitar. Saat gelap atau malam, kadar kegelapannya menyesuaikan hingga 20 persen dan saat terang (siang) berubah menjadi 40 persen. Perubahannya terjadi dalam waktu 15-30 menit.

Ini membuat jarak pandang penggunanya akan semakin bagus dari kaca film lainnya. Hal ini dimungkinkan karena kandungan Bio Ceramic yang berhasil diaplikasikan sebagai salah satu coating layer pada DEGREE.

Teknologi SMART FILM merupakan keunikan seperti pada lensa kaca mata photogrey atau transition, yaitu saat panas/ solar spectrum matahari menyentuh permukaan kaca, maka SMART FILM yang tertempel di kaca tersebut akan berubah tingkat kegelapannya sehingga nyaman digunakan.(jun)

IM2 Bidik Segmen UKM

JAKARTA- Persaingan ketat di bisnis broadband, memicu penyedia layanan internet atau provider untuk ekspansif ke pangsa pasar yang masih potensial untuk digarap.

PT Indosat Mega Media (IM2) misalnya, melihat prospek usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM). Upaya ekspansi IM2 ini bakal dilakukan pada awal kuartal kedua 2012 bulan depan.

Direktur Utama IM2 Ridwan Karsa mengatakan pihaknya saat ini tengah memperluas jaringan”last mile”di wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali.
Sebelumnya, Ridwan mengungkapkan, IM2 telah memiliki layanan broadband (pita lebar) yang dikhususkan untuk menyasar para pengusaha UMKM dengan nama Small Office Home Office (SOHO) atau UKM Broadband.

Ridwan mengungkapkan, pada sektor UKM ini, pihaknya lebih focus pada segmen warnet. Dia mencontohkan, di wilayah Jawa Tengah, pasar warnet masih terbuka lebar dengan penguasaan hamper menyentuh 90 persen dari total pelanggan layanan UKM Broadband IM2. Pihaknya mengharapkan pelanggan enterprise IM2 bisa meningkat. Saat ini pelanggan korporasi IM2 mencapai 1.704 perusahaan.

“Potensi pasar masih besar di sektor UMKM. Akses internet untuk UKM, khususnya di daerah, saat ini sangat penting. Maka dari itu, kami juga intensif memperlebar jaringan,” ungkapnya di Jakarta kemarin (21/5). Seperti diketahui, saat ini berbagai macam provider internet berlomba-lomba untuk menyasar sektor bisnis UKM yang memiliki proyeksi positif, serta kebal dari ancaman perlambatan ekonomi global. Namun demikian, kerap provider tak mendukung dengan perluasan jaringannya di daerah sebaran UKM, akibat minimalisnya segi insfrastruktur.Sekadar informasi, hingga tahun 2011, Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai 54 juta lebih. Tahun ini, ditargetkan sektor UMKM mampu menorehkan pertumbuhan positif di angka 6 persen.(gal/jpnn)secara online,” tandasnya.

Calon Pemimpin Umbar Janji Saat Kampanye

Oleh:

Join L Silaban S.Pd

Seiring semakin dekatnya pemilihan umum (baik Pilkada maupun Pilpres) yang akan diselenggarakan, banyak sosok calon pemimpin/pejabat mulai bermunculan bak jamur di musim penghujan.

Mereka mulai memperkenalkan dirinya kepada masyarakat luas agar dikenal. Ada yang mengaku bahwa keikutsertaannya dalam ajang pemilu adalah karena dia sebagai sosok yang bertanggungjawab untuk membawa bangsa/daerahnya keluar dari keterpurukan, kemiskinan dan kesengsaraan.

Dia mengaku bahwa niat maju menjadi calon pemimpin adalah sebuah panggilan/amanah yang harus dilaksanakan. Ada juga yang diakui layak sebagai seorang sosok calon pemimpin oleh para pendukungnya. Dalam artian, dia dicalonkan untuk maju oleh pendukungnya karena dianggap mempunyai akuntabilitas, kapabilitas, sepak terjang/jejak rekam yang baik, pengalaman luas yang tidak diragukan lagi, kedekatannya dengan masyarakat, kemampuan, ketegasan, kebijaksanaan dan entah apalagi istilah yang banyak disampaikan yang menunjukkan dia layak/pantas diangkat menjadi seorang pemimpin daerah/negara.

Karena merasa mempunyai kesempatan, basis dan dukungan tersebut, para calon pemimpin mulai “mengipaskan sayapnya” untuk mencengkram simpati dan dukungan masyarakat secara luas agar kelak dipilih.

Bacalah berbagai media cetak, di sana ada banyak calon pemimpin yang “mempromosikan diri” secara langsung bahwa dia adalah seorang calon pemimpin yang akan membawa daerah/negara menuju bangsa/daerah yang lebih baik, makmur, sejahtera, damai, dan berbagai istilah lainnya, pokoknya yang mengambarkan kondisi positif (baik-baiknya)-lah.

Ada juga orang lain (pendukung) yang menceritakan “daftar riwayat hidup” calon pemimpin yang akan diusungnya.
Uniknya, orang lain (pendukungnya) ini hanya menceritakan keunggulan-keunggulan (baik-baiknya) saja dengan mengesampingkan kelemahan-kelemahan sosok yang diusungnya.

Ibarat para pelayat atau kerabat yang memberikan kata penghiburan kepada keluarga almarhum/almarhumah. Para pelayat dan kerabat akan selalu menceritakan kehidupan dan perilaku almarhum/almarhumah yang baik-baiknya. “Semasa hidupnya, Bapak/Ibu ini dulu adalah sosok yang patut diteladani, orangnya baik, jiwa yang rendah hati, dan mau membantu sesamanya” (Untungnya tidak dilanjutkan, rajin menabung dan patuh kepada orangtua, he-he.).

Padahal sebenarnya, ada banyak kebusukan, perbuatan tak terpuji dan kebiasaan almarhum/almarhumah yang jelek yang ditemukan semasa hidupnya. Tetapi, mungkin inilah kenyataan di dunia fana ini, banyak sandiwaranya.

Saat Kampanye

Barangkali berikut ini bukan informasi dan hal baru. Ibarat seorang pemuda dalam masa PDKT (pendekatan-red) kepada seorang gadis pujaannya, pemuda tersebut akan selalu berkata-kata manis demi mendapatkan perhatian gadis tersebut. Pemuda itu akan berusaha merangkai kata-kata seindah mungkin yang dapat meluluhkan hati si Gadis. Si Pemuda akan selalu tersenyum dan bercerita panjang dengan si gadis dambaan hatinya agar si gadis merasa senang dan betah bersama dengannya.

Demikian halnya saat berkampanye, calon pejabat kerap membawa “cinta sejuta rasa” yang membuat hati rakyat terkelepak-kelepak. Berbagai motto dan prinsip yang menyejukkan hati dipakainya untuk “membius” hati rakyat. Semua motto yang diangkat selalu berpusat pada “kepentingan rakyat”. Si calon pemimpin selalu melempar senyum dan seolah-olah ingin dekat dengan rakyat dengan tujuan, menggaet pilihan rakyat. Merasa empati dan kasihan melihat nasib rakyat, agar suara rakyat dapat diperolehnya. Dasar playboy!

Mereka akan menyatakan diri “bersih dari korupsi”, “si pembawa aspirasi rakyat” “bekerja untuk rakyat”, “siap mundur jika visi tidak tercapai”, hingga menyumpahkan “siap digantung jika terlibat korupsi”. Dan masih banyak lagi “kata-kata mutiara” para calon yang tidak bisa penulis sampaikan satu per satu. Calon pemimpin akan “bermain kata” demi mencapai ambisinya menjadi penguasa suatu daerah/negara.

Kita sudah kenyang bahkan muak dengan bahasa para calon pejabat ketika berkampanye. Sudah barang lapuk, para calon mengumbar janji mewujudkan rakyat sejahtera. Namun, setelah terpilih, rakyat dibiarkan menderita, kemiskinan semakin parah, penindasan dan perampasan hak hidup dan HAM, korupsi merajalela dan masih banyak lagi keburukan yang terjadi yang menunjukkan janji tidak ditepati.

Para calon pejabat selama ini sudah mengabaikan makna/arti janji sejati. Mereka menganggap enteng makna sebuah janji. Mereka belum menyadari betapa mulianya sebuah janji. Janji adalah sebuah utang yang harus dilunasi. Jika tidak dilunasi, maka akan ada konsekuensi yang besar bakalan terjadi. Janji adalah sebuah nazar. Jika janji tidak ditepati, maka akan ada pembalasan bagi pengingkar. Ingkar janji dapat dikategorikan sebagai dosa berat.
Manusia memang makluk yang tidak terlepas dari dosa. Namun, manusia masih memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri. Tuhan memberikan intuisi dan hati nurani kepada manusia dalam mengedepankan kebaikan. Tuhan memberikan akal budi dan pengertian untuk cenderung melakukan hal-hal yang dianggapnya benar dan menghindari yang menurutnya salah. Oleh karena itu, calon pemimpin diharapkan haruslah memiliki intuisi dan hati nurani yang peka agar mampu membawa bangsa/daerah menuju kebaikan.

Harapan

Meski rakyat sudah sering mengalami kekecewaan dan pesimisme terhadap para pemimpin bangsa/daerah, namun masih ada secercah harapan yang dapat dicapai. Kita masih punya peluang untuk menemukan sosok pemimpin yang benar-benar mampu membawa bangsa/daerah menuju kemakmuran dan kesejahteraan seperti yang dicita-citakan.

Terlebih, provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang akan menyelenggarakan Pilgubsu 2013 yang akan datang. Masih terbuka lebar bagi kita untuk mendapatkan pemimpin sesuai harapan. Masyarakat Sumut harus bijak dan mendengar suara hati dalam menentukan pilihan yang tepat.
Masyarakat Sumut jangan mau tergiur dengan “uang pelicin” dan “balas budi” yang sering menjadi “senjata andalan” calon pejabat dalam memuluskan ambisinya. Money politics dan upah balas budi adalah sebuah pembodohan dan pembobrokan. Jangan kita biarkan pembodohan dan pembobrokan menjajah kita yang dikenal sebagai masyarakat cerdas.

Kita berdoa, agar para calon pemimpin adalah orang-orang yang benar peduli dengan nasib rakyat, nasib daerah/bangsa dan negara ini. Kita harus yakin akan hal itu. Keyakinan itu kita dapat aplikasikan dengan tetap menggunakan hak pilih kita untuk memilih nantinya (tidak golput). Semoga.

Penulis adalah Guru SMA Methodist Tanjung Morawa

Ingkar Kesepakatan, Warga Demo PT AJP

LABUHAN- PT Agro Jaya Perdana (AJP) Jalan KL Yos Sudarso Km 16,5 Kecamatan Medan Labuhan kembali didemo warga Lingkungan II Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan. Puluhan warga berkumpul di luar pagar perusahaan untuk memprotes terkait beroperasinya industri produsen minyak goreng tersebut tanpa adanya kesepakatan dengan masyarakat setempat.

“Sejak, Kamis (17/5) lalu, pabrik ini telah mengoperasikan mesin boilernya. Padahal sebelumnya pihak pabrik sudah berjanji kalau mereka akan menghidupkan mesin itu setelah ada kesepakatan dengan warga,”  ujar Ilham salah seorang warga yang ikut dalam aksi demo tersebut.

Keresahan warga bukan hanya soal beroperasinya kembali mesin boiler yang kerap menimbulkan suara bising. Namun warga juga mengeluhkan tentang drainase di sekitar permukiman warga yang kini mulai dialiri limbah pabrik pengolah minyak kelapa sawit tersebut.

“Pihak pabrik tidak cuma menginkari kesepakatan yang telah dibuat, tapi mereka juga membuang limbah ke parit-parit yang menimbulkan bau. Dampaknya air sumur warga di sini kembali menghitam,” ungkapnya.

Penuturan serupa juga disampaikan para pendemo lainnya. Bahkan akibat dari munculnya limbah pabrik yang dibuang ke saluran drainase oleh pihak perusahaan, beberapa warga mengaku sempat mengalami gatal-gatal pada bagian kulit.

“Bukan hanya limbahnya bikin kulit kami gatal-gatal, tapi debu yang ditimbulkan juga mengganggu pernafasan warga, disamping pakaian warga kotor saat dijemur di luar rumah,” kata Sarifah (39).

Aksi demonstrasi warga yang dimulai pukul 13.30 WIB itu kemudian disahuti pihak pabrik. Beberapa perwakilan warga diperbolehkan masuk untuk bernegosiasi. Namun karena tidak ada seorangpun pihak menejemen perusahaan yang menemui mereka, akhirnya para perwakilan pendemo ini tidak jadi menyampaikan tuntutan mereka.(mag-17)

Kapolres Diduga Main Mata

Setahun Laporan Perusakan dan Penyerobotan Lahan PTPN2 tak Tuntas

BINJAI-  Setahun sudah laporan pihak PTPN2 Sei Semayang terkait perusakan tanaman tebu dan penyerobotan lahan di Kelurahan Bhakti Karya dan Kelurahan Tunggurono ke Polresta Binjai. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan petugas kepolisian kepada pengusaha galian C di dua lokasi tersebut.

Informasi diperoleh, Senin (21/5), ada indikasi ‘main mata’ antara pengusaha galian C dengan Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon. Soalnya, alat berat yang semula diamankan petugas kepolisian, kini kembali beroperasi mengambil tanah di atas lahan PTPN2 Sei Semayang.

“Kenapa kalau warga yang dilaporkan langsung ditangkap, tapi kalau pengusaha galian C yang dilaporkan tak ada tindakan, inikan sudah diskriminasi hukum. Saya rasa Kapolres sudah ‘main mata’ dengan pengusaha galian C itu,” duga Arif (30) warga Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Senin (21/5).
Soalnya, kata dia, sebelumnya warga yang melakukan pengerusakan tanaman tebu, langsung ditangkap kepolisian. Tapi, ketika pengusaha yang melakukan perusakan, tak ada tindakan. “Kok bisa seperti itu, katanya negara hukum,” ujar Arif.

Sementara itu, pihak PTPN2 juga telah mengadukan tindak perusakan dan penyerobotan lahan eks PTPN2 ini ke Polresta Binjai. Tapi, sampai sekarang belum juga ada tindakan tegas.

“Kita sudah dua kali buat laporan ke Polresta Binjai soal penyerobotan dan pengerusakan tanaman di areal PTPN2 Sei Semayang. Pertama kali buat laporan medio Mei tahun 2011, dan yang kedua Februari tahun 2012. Tapi sampai saat ini belum ada tindakan,” kata Manejer PTPN2 Sei Semayang Edward, ketika dikonfirmasi, kemarin.

Lebih jauh, Edward mengatakan, pihaknya sudah berulang kali mempertanyakan tindak lanjut hasil laporan yang dibuatnya ke Polresta Binjai. “Sudah berulang kali ditanya, tapi lihat sendirilah, belum ada tindakan,” ujarnya.

Ditanya soal kerugian yang ditimbulkan, Edwar yang ditemani Kepala Rayon C Sei Semayang S Samosir menjelaskan, mencapai ratusan juta. “Kalau kerugian sudah ratusan juta, karena per hektarnya Rp50 juta. Kerusakan lahan sedikitnya 7 hektar,” sebutnya.

Untuk lahan yang sudah rusak, tambah Samosir, pastinya tidak bisa ditanami lagi. Soalnya, sudah menjadi danau-danau buatan. “Yang sudah dikeruk itu, mana mungkin ditanami lagi, sudah jadi danau,” kesalnya.

Terkait belum adanya tindakan Polresta Binjai mengenai laporan pihak PTPN2, Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon ketika dikonfirmasi mengatakan, terkait laporan PTPN2 terhadap pengusaha galian C, pihaknya tidak ada menemukan bukti dan saksi terkait perusakan dilakukan pengusaha galian C. Sedangkan untuk penyerobotan lahan eks PTPN2 itu, pihaknya masih memintai keterangan saksi ahli (BPN,red) terkait lahan yang diserobot.
“Ini beda, masyarakat yang kita tangkap saat itu, jelas bukti dan saksinya, tapi kalau galian C ini, tidak ada saksi dan bukti yang melihat terjadinya perusakan. Bukan tidak ada tindakan, tapi sedang kita proses,” kilahnya.(ndi)

Mayat Korban Pembunuhan Dijemput

MEDAN- Mayat wanita yang menjadi korban pembunuhan akhirnya terungkap. Wanita tersebut bernama Nurmala (22) warga Jalan Nenas II, Kecamatan Binjai Barat. Hal ini terungkap ketika keluarga korban mendatangi ruang jenazah RSU dr Pirngadi Medan, Senin (21/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan keterangan kakak korban, Nuraisyah (33) jasad wanita yang ditemukan tewas dibawah titi perkebunan PTPN II Sei Semayang Desa Pasar VI Kuala Mencirim Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, Minggu (20/5) sekitar pukul 16.00 WIB tersebut diketahui kabar tentang kematian adiknya ketika jasad Nurmala sudah ditemukan oleh warga.

“Saya mengetahui kabar kematian adik saya ini dari pacar anak tetangga saya yang ketika hendak pulang menghubunginya dan diteruskan kepada saya. Lalu saya langsung mengecek ternyata dari ciri-cirinya memang benar itu adik saya,” jelas Nuraisyah ketika diruang jenazah.

Sedangkan tetangga korban Farida (40) mengaku, sebelum penemuan jasad Nurmala itu terjadi, anaknya Nurleli (19) sedang jalan bersama pacarnya Irvan (20), “sehabis mengantar anak saya pulang, ditengah perjalanan Irvan menelpon anak saya lalu bertanya apakah Nurmala sudah pulang atau belum? soalnya didekat rumah saya ada penemuan mayat wanita, coba cari tau, mungkin aja itu mayat Nurmala,” terang Farida menirukan perkataan Irvan pada anaknya.

Terkait tewasnya Mala, pihak keluarga mencurigai pacar korban Iwan (28) adalah sebagai pelaku, pasalnya pada saat Nurmala pergi meninggalkan rumah ketika itu Iwan datang menjemputnya, Kamis (17/5) sekitar pukul 21.30 WIB. (zie/smg)

Pedagang Disarankan Ngadu ke Dewan

KARO- Terkait protes pengutipan retribusi parkir terhadap gerobak/steling dorong pedagang pasar kaget Berastagi, yang ditempatkan di atas trotoar jalan, pihak pedagang dihimbau mendatangi DPRD Karo.

Hal tersebut dimaksudkan untuk meneliti lebih lanjut, keabsahan kutipan retribusi yang ditentang oleh seluruh pedagang  yang seharinya berjualan di pinggiran Jalan Protokol Berastagi itu.

“Jika pedagang menganggap ada kejanggalan, kita himbau agar datang ke DPRD. Mari kita bahas bersama, apabila ada ditemukan kerancuan dengan Perda, maka dikoordinasikan dengan dengan  pihak eksekutif,” ujar Anggota DPRD Karo  Inganta Kemaren, SH, Minggu (20/5).
Menurut  politisi Partai Golkar ini, pihaknya belum dapat berkomentar lebih jauh, mengingat kutipan retribusi tersebut dinyatakan mengacu pada Perda  baru  No.05  Tahun 2012.

“Sebaiknya kita bedah  Perda bersama-sama agar tidak ada kesimpangsiuran dan salah paham. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Disisi lain kita juga meminta pemerintah agar tanggap atas protes pedagang ini. Bagi SKPD terkait segera turun lapangan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah dituding menyalahi  aturan pada pengutipan objek parkir, Dishub Karo kembali terkena polemik. Protes, atas kebijakan yang mengacu pada peraturan daerah (Perda) Kab Karo yang baru,  No 05 tahun 2012 tentang retribusi jasa  usaha, kembali muncul  kepermukaan.

Seluruh pedagang pasar kaget yang seharinya berjualan di seputaran Jalan Protokol Berastagi,  menilai kutipan retribusi parkir yang dikenakan terhadap gerobak dorong beroda yang mereka gunakan sebagai tempat logistik dagangan,  tidak tepat sasaran.
Kadis Perhubungan Karo, Drs Jamin  Ginting mengatakan memang ada sesuai retribusi perda.(wan)

Pemuda Penggerak Kebangkitan Nasional

LUBUK PAKAM- Organisasi pergerakan kaum muda, baik yang bersifat kedaerahan, politik, serikat pekerja, keagamaan, kewanitaan sebagai cikal bakal bangkitnya rasa nasionalisme kebangksaan, diperkuat dengan lahirnya Budi Utomo, 20 Mei 1908.

Demikian cuplikan pidato tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika RI Ir H Tifatul Sembiring  selaku  ketua umum  peringatan  ke-104  Hari Kebangkitan  Nasional (Harkitnas) yang dibacakan Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars saat peringatan Harkitnas tingkat Kabupaten Deliserdang, Senin (21/5) di Lapangan  Alun-Alun  Komplek Pemkab Deliserdang.

Dilanjutkannya, setiap Harkitnas sudah selayaknya melakukan introspeksi terhadap proses terwujudnya kebangkitan nasional.  Perjuangan para pemuda pada masa itu telah dihadapkan pada berbagai situasi yang sangat komplek.

Ketika itu, terjadi situasi ketidakadilan, pengingkaran hak-hak asasi manusia, diskriminasi, ketidaksamaan (inequality), jurang perbedaan antara privileged dan underprivileged, serta kontradiksi perikehidupan dan konflik di masyarakat terus saja terjadi. Inilah yang mendorong motivasi dan tekad para pemuda untuk berjuang membangun bangsa yang berdaulat, melepaskan diri dari ketidakadilan dan tindasan semena-mena, serta cita-cita luhur kemerdekaan bangsa.

Bertindak selaku pemimpin upacara pada Harkitnas ini Kaften Inf Hermansyah, Anggota  Yonif 121 Macan Kumbang,  pembaca UUD 1945  M Idris Ritonga SSTP. Usai upacara dilanjutkan dengan berziara ke Taman Makam Pahlawan di Lubukpakam.(btr)