Home Blog Page 13493

Firman Ferrera Juara Umum

Kejurda Sumatera Utara IMI Road Race

MEDAN-Racer yang diproyeksikan memperkuat kontingen Sumatera Utara di PON XVIII Pekan Baru, Riau September 2012 mendatang Firman Farrera, membuktikan dirinya sebagai yang terbaik dan diperhitungkan, dengan meraih juara umum terbuka di Kejurda Sumatera Utara IMI Road Race putaran I berlangsung, Minggu (20/5) di Sirkuit Multifungsi IMI Sumut.

Firman yang kini memperkuat tim Suzuki Top 1 Deli BTKS FDR NHK ini, seakan- akan ingin membuktikan dirinya pantas untuk tampil di PON mendetang, seperti apa yang pernah diraihnya pada PON Sumatera Selatan XVI 2004 lalu meraih medali perunggu di cabang balap motor.
Sedangkan M Irvansyah Putra Lubis dari tim Yamaha Yamalube Scorpii NHK merebut juara umum pemula, dan Boby Harahap dari tim Bogel Medan meraih juara umum pemula murni.

Sebelumnya, ketika pembukaan yang dibuka oleh Ketua Umum MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Anuar Shah, SE dalam arahannya menyampaikan, MPW Pemuda Pancasila Sumut sangat mendukung program Pengprov IMI Sumut dengan seringnya melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti Kejurda Sumatera Utara IMI Road Race putaran yang dilakukan OP Ladon 89’.

“ MPW Pemuda Pancasila Sumut sangat mereson dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini yang akan dilaksanakan sebanyak tiga seri. Saya mengimbau kepada seluruh anak muda yang hobi dengan cabang olahraga balap motor, terjun di kegiatan ini kalau memang berani. Jangan gunakan jalan raya sebagai ajang balapan yang tentunya mengganggu fasilitas masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck menyampaikan, IMI Sumut senantiasa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mengasah kemampuan dan bakat anak muda yang gemar dengan olahraga otomotif khususnya balap motor.

Tentunya sebut Ijeck, Kejurda Sumatera Utara IMI Road Race 2012 ini yang dikemas baik oleh OP Ladon 89 dibawah bimbingan Drs H Zulhifzi Lubis yang akrab disapa Opunk Ladon ini, untuk lebih mengasah kemampuan atlet-atlet balap motor yang akan tam pil di PON, karena di kejurda ini hampir seluruh atlet balap motor yang termasuk di kontingen Sumut ini ikut di ajang ini.

“ Saya harap kejurda ini sebagai moment penting bagi pembalap PON, dan saya juga mengharapkan di even ini juga dapatr melahirkan pembalap-pembalap handal sebegai generasi pembalap yang sudah ada, agar pembalap Sumut tetap ada,” ungkapnya.

Ketua Panitia Pelaksana Alo Anggora melaporkan, di kejurda ini diikuti sebanyak 140 pembalap dan 250 starter dari berbagai tim dan daerah seperti Labuhan Batu, Asahan, Siantar Binjai Langkat dan Deli Serdang, dan juga diikui dua provinsi yakni Riau dan Naggroe Aceh Darussalam. (jun)

Singgih Kembali Pimpin PBI Sumut

MEDAN-Singgih Goenawan kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Daeah Persatuan Boling Seluruh Indonesia (PBI) Sumut periode 2012-2016 dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Santika Medan, Minggu (20/5).

Ketua Pengda PBI Sumut periode 2008-2012 itu kembali terpilih secara aklamasi dalam Musda yang dihadiri empat pengurus klub pemilik suara dan sejumlah insan boling di Sumut, termasuk Penasehat PBI Sumut, Dr Hj Rayati Syafrin.

Empat klub pemilik suara dimaksud adalah Sejahtera Boling Club (SBC), Medan Boling Club (MBC), Indosat Boling Club (IBC), dan Ratu Boling Club (RBC). Setelah mendengar dan menerima laporan pertangungjawaban kepengurusan periode 2008-2012, keempat klub itu sepakat mencalonkan Singgih sebagai Ketua Umum PBI Sumut.

Utusan empat klub dimaksud menilai Singgih masih sangat layak memimpin organisasi boling di Sumut. Selain memiliki loyalitas yang tinggih, Singgih juga diyakini mampu meningkatkan pembinaan dan prestasi boling Sumut ke depan.

“Kami menilai belum ada figur lain yang bisa menggantikan Pak Singgih. Dari segi waktu, intensitas Pak Singgih cukup tinggi dalam meluangkan waktu mengurus boling Sumut,” ujar utusan dari MBC, Ir Rachmad Munthe.

Setelah mendengar pernyataan dari masing-masing utusan klub, Singgih akhirnya menyatakan kesediaannya untuk kembali memimpin PBI Sumut. Namun kesediaannya itu dengan beberapa catatan, salah satunya susunan pengurus yang nantinya terpilih, termasuk seluruh insan boling Sumut, mendukung dirinya dengan sepenuh hati.

“Kalau ke depan terjadi permasalahan, baik di internal pengurus maupun di luar itu, hendaknya diselesaikan dalam sebuah musyawarah pengurus. Kita ingin ke depan kepengurusan PBI Sumut lebih solid dalam memajukan pembinaan dan prestasi,” ucap Singgih. (jun)

Tewas Diserempet Avanza

MEDAN-Agus Egawati (16), warga Pasar VIII, Medan Labuhan tewas setelah sepeda motor Yamaha Mio warna putih yang ditumpanginya bersama temannya Madi (17) diserempet mobil Toyota Avanza, di Jalan Veteran Pasar XI Marelan, Minggu (20/5) pagi.

Ngatirim (28) abang korban di Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengaku, sebelum kecelakaan Sabtu (19/5) malam, sejumlah teman korban sempat ngumpul di rumahnya.

Namun, dirinya tidak menyangka jika malam itu adalah malam terakhir dirinya bersama sang adik yang diketahui bekerja sebagai buruh yang berlokasi tak jauh dari kediamannya.

“Malam Minggu, adik saya sempat ngumpul di rumah bersama teman-temannya, untuk membahas rencana kepergian ke rumah temannya Minggu pagi,” sebutnya.

Masih menurut Ngatirim, Madi datang menjemput ke rumah sejak pukul 07.00 WIB dan berencana akan ke rumah salah seorang rekan mereka di kawasan Helvetia. Namun sekitar 30 menit meninggalkan rumah kecelakaan maut itu terjadi.

“Sebelum berangkat Agus sempat meminta izin kepada saya untuk pergi ke rumah temannya di Pasar XI Helvetia, nggak tahunya selang 30 menit saya dapat kabar dari kepling (Sumardi, FRed) bahwasanya adik saya tewas karena mengalami kecelakaan,” jelas Ngatirim.

Bahkan, menurut Ngatirim, temannya Madi, melarikan diri usai mengalami kecelakaan dan meninggalkan adiknya tewas di pinggir jalan.
“Habis kecelakaan, si Madi sempat menelepon bahwasanya mereka saat ini sudah dirawat di RS Sinar Husni dan dirawat diruang berbeda, tetapi ketika didatangi ke rumah sakit itu adiknya ternyata tidak ada dan telah berada di rumah sakit Pirngadi. Sementara Madi tidak tau dimana keberadaannya,”terangnya.

Sedangkan mobil Avanza dan pengemudinya  sudah diamankan oleh Satlantas Polsekta Labuhan untuk menjalankan pemeriksaan. Usai di otopsi di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi selanjutnya dibawa keluarga untuk dimakamkan di rumah duka. (uma)

Perpustakaan di Rumah Sakit Pirngadi

Di RSU dr Pirngadi Medan ada perpustakaan. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Jhonson P Siahaan dengan Kepala Perpustakaan RSU dr Pirngadi Medan, Dra Latifah Hanum.

Berapa banyak koleksi buku yang ada di perpustakaan RSU dr Pirngadi Medan?

Jumlah buku yang ada di perpustakaan RSU dr Pirngadi Medan semua berjumlah 3.500 lebih sebanyak 600 buku merupakann sumbangan dari Pemprov Sumut tahun 2011 dan sisanya dibeli RSU dr Pirngadi Medan, ada juga pemberian dari mahasiswa yang mengambil gelar dokter, kebidanan atau keperawatan.

Buku-buku apa saja yang ada di perpustakaan RSU dr Pirngadi Medan?

Diantaranya buku tentang medis dan kedokteran, buku keagamaan, buku tentang pendidikan moral, sejarah dan
masih banyak lagi.

Buku apa yang paling sering dibaca oleh pengunjung?
Buku yang paling sering dibaca tentang kedokteran satunya buku tentang bagian tubuh manusia, isinya mengatur tentang kandungan, bedah, anak dan penyakit dalam. Jumlah masyarakat datang mencapai 15 orang per hari. Kebanyakan memang mahasiswa kedokteran, kebidanan dan keperawatan. Tak hanya itu, untuk masyarakat umum juga bisa membaca buku di dalam perpustakaan selama dia masih membaca
di dalam perpustakaan.

Apakah buku bisa dipinjam dan dibawa pulang?
Tidak. Buku bisa saja dipinjam dan dibaca di lingkungan perpustakaan.

Apa saja syaratnya untuk menjadi keanggotaan perpustakaan RSU dr Pirngadi Medan di luar dari pegawai?
Syarat nya harus mendaftar dilengkapi dengan identitas diri, membayar pendaftaran sebesar Rp10.000 per orang. (*)

IMB City Check In Belum Keluar

DPRD Minta Pembangunan Dihentikan

MEDAN-Izin mendirikan bangunan (IMB) city check in sebagai penunjang akses jalur kereta api Medan-Kua lanamu belum dikeluarkan Pemko Medan. Akibatnya, proyek tersebut terancam tak rampung sesuai target.

Menurut Wakil Kepala Divisi Regional (Kadivre) I PT KAI Sumatera, Joseph Ibrahim mengaku, belum mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) pembangunan terminal yang berlokasi di Stasiun Besar Medan itu.

“Kami tidak tahu alasannya apa hingga saat ini  IMB  belu m kami peroleh. Padahal permohonan izin sudah kami ajukan Februari lalu,” katanya.
Dikatakannya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemko Medan, namun sejumlah pertemuan yang dijadwalkan batal dilakukan tanpa alasan yang jelas.

“Terakhir kami dijadwalkan bertemu dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) namun kemudian dibatalkan tanpa alasan yang jelas,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisi D DPRD Medan meminta pihak PT KAI Drive I Sumatera menghentikan sementara proses pembangunan jika tidak juga mengantongi IMB.

“Karena pembangunan ini tidak memiliki IMB maka kami sarankan agar PT KAI menghentikan pembangunan,” kata Ketua Komisi D DPRD Medan, H Muslim Maksum.

Dijelaskan Muslim, pembangunan city check in seharusnya menjadi contoh baik dimana pembangunan yang merupakan fasilitas publik tersebut harus memiliki izin resmi.

Meski begitu, pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan belum dikeluarkannya izin oleh Pemko Medan.
“Apa masalahnya sehingga Pemko Medan tidak mengeluarkan izin padahal kita ketahui city check in ini untuk kepentingan publik. Itu akan kami pertanyakan langsung,” ucapnya.

Muslim mengharapkan Pemko Medan segera mengeluarkan izin tersebut dikarenakan pembangunan city check in merupakan sarana pendukung Bandara Internasional Kuala Namu.

Kepala Seksi Hukum dan Penindakan Dinas TRTB Medan, Bonar Pulungan membenarkan belum dikeluarkannya izin tersebut. Aalasannya, karena masih adanya masalah perubahan peruntukan.

“Izinnya masih dalam proses dan ternyata ada masalah karena harus ada perubahan peruntukan,” ungkapnya.

Diterangkan Bonar, peruntukan berlaku di samping stasiun KA Medan tersebut adalah warung kopi. “Jadi peruntukannya adalah warung kopi. Untuk itu perlu adanya perubahan peruntukan dulu,” ungkap Bonar.Menurut Bonar, proses izin pembangunan tersebut sekarang masih berada di Bappeda menunggu proses izin peruntukan.(adl)

Tidur Siang, Uang Melayang

Mutiara mengadu ke Mapolsekta Medan Sunggal. Wanita berusia 25 tahun warga Km 12 Medan-Binjai itu mengaku, uangnya Rp8,5 juta yang diletakan di lemari melayang digondil maling, sedang dia sedang tidur siang.

“Aku tidur siang suami ku kerja pintu memang nggak ku kunci cuma ku tutup aja,”ujar Mutiara saat mengadu ke Mapolsekta Medan Sunggal.
Mutiara menuturkan tak mendengar pencuri memasuki rumah nya.

“Tapi kok dia bisa tahu dimana aku nyimpan uang,”ungkap Mutiara.

Mutiara menjelaskan, jika uang tersebut akan digunakan untuk membeli sepeda motor.

Personel Polsekta Medan Sunggal yang menerima laporan segera mengecek ke lokasi.

“Kita telah menurunkan tim untuk mengecek,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, AKP Viktor Ziliwu. (mri/smg)

Libur Panjang, Penumpang Naik 20 Persen

MEDAN-Lonjakan penumpang usai libur panjang di Terminal Amplas meningkat 20 persen.

“Penumpang dari luar Kota Medan yang tiba meningkat 20 persen saja,” kata Kepala Terminal Amplas, Asli Perangin-angin kepada Sumut Pos, Minggu (20/5).

Dijelaskannya, penumpang paling banyak berasal dari Siantar, Prapat dan Rantau Prapat. Seluruhnya merupakan penumpang yang berangkat dari Medan sejak Sabtu (19/5) malam.

“Setelah libur nasional dan cuti bersama selama tiga hari, hari ini merupakan puncak arus balik,” ucapnya.

Untuk segi pelayanan, lanjut Asli, persiapan yang dilakukan pihaknya sama dengan hari besar sebelumnya seperti Lebaran, Natal dan lainnya walaupun libur Kenaikan Yesus Kristus ini tidak seramai hari besar lainnya.

“Kalau untuk penumpukan penumpang, bus banyak disewa pihak sekolah untuk dipakai liburan sekolah ke tempat rekreasi di luar Kota Medan,” cetusnya, seraya menambahkan kalau kemacetan terjadi di kawasan Sei Rampah, Sergai.

Sementara di Terminal Pinang Baris tidak terjadi peningkatan penumpang. Hal itu dikarenakan, pada umumnya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi untuk ke beberapa daerah tujuannya.

“Seperti ke Langkat, masyarakat pergi dengan kendaraan pribadi jadi tidak banyak yang pergi menggunakan bus angkutan,” ucap Kepala Terminal Pinang Baris, Arjani Siregar.

Pantauan arus lalulintas di Kota Medan, beberapa ruas jalan yang sebelumnya lengang sejak Jumat (17/5) dan kembali ramai Minggu (25/3), seperti di Jalan Kesawan, Jalan Pulau Pinang, SM Raja dan Jamin Ginting.

Sebahagian masyarakat yang memanfaatkan hari libu panjang terpusat pada beberapa pusat perbelanjaan seperti Medan Fair Plaza, Sun Plaza, Medan Mal, Thamrin Plaza menghabiskan waktu liburan dengan berbelanja bersama keluarganya.

Sekretaris Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Sumut, Herry Zulkarnain mengataka kenaikan tingkat kunjungan selama libur tiga hari mencapai 10 persen dibandingkan hari biasa. Pada umumnya masyarakat menghabiskan waktu pada pusat perbelanjaan yang memiliki tempat permainan anak-anak.

“Pusat perbelanjaan yang memiliki pusat permainan anak-anak paling banyak dikunjungi karena datang bersama keluarga,” pungkasnya.(adl)

Disuruh Salat, Tas Disikat

MEDAN-Gana Jahendra (21), warga Jalan Jambi, Binjai tak sadar dihipnotis oleh Andi (31), warga Jalan Setia Budi Medan, saat berada di lobi Hotel Grand Aston Medan. Akibatnya, korban kehilangan tas berisi satu kamera mereka Canon tipe 550D, 3 lensa dan perangkat lain yang ditaksir mencapai Rp15 juta.

Keterangan yang dihimpun, beberapa waktu yang lalu pelaku mendapatkan kartu nama korban yang diketahui seorang fotografer. Lewat kartu nama itu, pelaku menghubunginya dan mengajak bekerjasama dalam suatu pameran lukisan.

“Awalnya kenal, saya dihubunginya dan mengaku mendapat nomornya dari kartu nama saya. Pelaku yang mengaku seorang pelukis dan tinggal di kawasan Jalan Setia Budi itu mengajak kerjasama dalam suatu pameran lukisan,” kata Gana, usai membuat pengaduan di Polresta Medan, Minggu (20/5).
Dalam perkenalan lewat telepon itu, Gana dan Andi sepekat untuk bertemu di lobi Hotel Grand Aston Medan, pada hari Minggu (20/5) sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut. Setelah berbincang selama tiga jam, Gana disuruh salat oleh pelaku.

“Saya sudah tidak sadar lagi, saya disuruhnya salat. Kemudian dengan menuruti perkataannya, saya pergi ke musala hotel dengan menanyakan kepada petugas hotel,” ucapnya.

Saat akan mengambil air wudu untuk salat, lanjut Gana, dirinya tersentak dan baru sadar bahwa tas miliknya yang berisikan kamera dan lensa itu sudah tidak ada lagi. Dengan bergegas kembali ke lobi dengan mengurungkan niatnya untuk melaksanakan salat zuhur, Gana terkejut saat melihat pelaku dan tas miliknya sudah menghilang.

“Saya sempat menanyakan kepada petugas hotel kalau tamu yang duduk di lobi itu pergi kemana. Setelah mendapat penjelasan dengan diperlihatkan rekaman CCTV, pelaku sudah pergi meninggalkan hotel dengan membawa tas saya,” ucapnya dengan nada sedih.

Karena mempunyai rekaman pelaku sebagai bukti tindakan kriminal, Gana langsung berinisiatif melporkan peristiwa tersebut ke Polresta Medan dengan nomor laporan LP:257/V/2012/polresta Medan tertanggal 20 Mei 2012. “Laporan korban akan kita tindak lanjuti,” kata petugas piket.(adl)

Persma se-Indonesia Ramaikan Diklat Jurnalistik Teropong UMSU

MEDAN-Pers Mahasiswa (Persma) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengajak mahasiswa untuk merekam jejak konflik dalam ajang pelatihan pers mahasiswa nasional teropong (almamater).

Kegiatan itu sendiri  akan dilaksanakan, Senin (21/5) di Kampus UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan.

Kegiatan yang melibatkan persma se-Indonesia itu rencananya berlangsung selama lima hari, yakni pada 21-26 Mei mendatang.
Hal ini disampaikan Pimpinan Umum Persma Teropong UMSU, Fadli Akbar Lubis, saat dikonfirmasi, Minggu (20/5).

“Kegiatan ini merupakan kegiatan nasional yang ketiga kalinya diadakan oleh Teropong selama berdiri pada Juli 2001. Sebelumnya pernah diadakan pada tahun 2006 dan 2010 yang lalu,”sebutnya.

Kegiatan yang mengambil tema merekam jejak konflik tersebut, bilang Fadli, akan dilaksanakan selama lima hari di Wisma P4TK  di kawasan Jalan Karya, Helvetia dengan peserta dari perwakilan persma se-Indonesia.

Untuk pembukaannya, sambung Fadli, direncanakan akan dibuka oleh Rektor UMSU Agussani, MAP yang dilaksanakan di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan.

Dalam kegiatan itu juga katanya, persma Teropong UMSU menghadirkan tiga nara sumber, baik dalam kancah Nasional maupun Internasional.
Diantaranya yakni, Atmakusuma Astraatmadja (Praktisi Kebebasan Pers), Tarmizi Harv (Photographer Agency Reuters), Linda Cristanti (penulis feature,
anggota Gerakan Aceh Merdeka).

Setelah pembukaan, Teropong juga mengadakan Seminar Teropong (Senter) dengan mengambil tema kebebasan pers dan perlindungan wartawan.
Seminar yang dilaksanakan dalam bentuk talkshow itu menghadirkan pemateri dari praktisi kebebasan pers, dosen hukum UMSU, dan Polda Sumut.
“Ada tiga pembicaranya yakni Atma Kusumaatmadja dari praktisi kebebasan pers, Adi Mansar (dosen Fakultas Hukum UMSU), dan bapak Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro atau yang mewakilinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nur Akmal mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan skill pers mahasiswa tentang jurnalis
dalam peliputan konflik. Tak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peserta berfikir secara metodis dan efisien dan mempererat tali silaturahmi.

“Bukanlah hal yang mudah untuk mengadakan kegiatan seperti ini. Selain dibutuhkan persiapan yang sangat matang untuk kegiatan tersebut, kami juga harus mampu untuk mengenalkan segala sesuatu nilai sejarah yang ada di kota Medan ini. Sebagai contoh, Teropong akan mengajak seluruh peserta untuk mendatangi beberapa lokasi yang cukup terkenal di kota Medan seperti Masjid Raya, Istana Maimun, Stasiun Kereta Api, Pusat Buku Murah ‘Titi Gantung’ dan Lapangan Merdeka. Dimana sistemnya mereka akan dibagi dalam beberapa grup untuk mengadakan suatu praktek lapangan dalam penulisan sebuah berita. Selain itu, para peserta akan diajak untuk mengelilingi indahnya kota Medan di sekitar pusat makanan Merdeka Walk dan pastinya juga berburu Soto khas Medan yang sangat menggiurkan,” jelas Nur akmal.

Pada hari terakhir, Minggu (27/5), lanjutnya, Teropong akan mengajak seluruh peserta untuk Field Trip ke Danau Toba, Parapat guna menunjukan salah satu daerah pariwisata yang cukup terkenal sekaligus sebagai tanda perpisahan dari acara tersebut. (uma)

PWI Sumut Gelar Uji Kompetensi

MEDAN- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, uji kompetensi bagi wartawan dilakukan agar wartawan benar-benar profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Hal itu dikatakannya saat membuka pelaksanaan uji kompetensi wartawan (UKW) bagi 50 anggota PWI Cabang Sumatera Utara (Sumut) angkatan II di Convention Amaliun Food Court Medan, Rabu (16/5) sore.

Ditegaskan Hendry Ch Bangun, bagi PWI pelaksanaan UKW merupakan keharusan bagi seluruh anggota. Karena itu, melalui Tim Penguji yang diturunkan secara bertahap ke cabang-cabang diharapkan pada tahun 2015 seluruh anggota PWI yang jumlahnya 14 ribuan sudah kompeten.
“Sebagai tanda anggota PWI sudah kompeten, ditandai pemberian sertifikat dan kartu yang ditandatangani Ketua Dewan Pers dan Ketua PWI Pusat. Tingkatannya mulai dari wartawan muda, wartawan madya dan wartawan utama. Mereka yang sudah kompeten juga diumumkan dalam website Dewan Pers yang dapat diakses masyarakat setiap saat,” jelasnya.

Ciri wartawan yang sudah kompeten tersebut, kata Hendry Ch Bangun, setiap kali melakukan peliputan di lapangan maupun dalam menyajikan berita atau karya jurnalistik di media massa selalu mengedepankan moral dan etika profesi sebagaimana termaktub dalam butir-butir kode etik jurnalistik (KEJ).

Sedangkan tujuan penyertifikatan wartawan sesuai standar kompetensi, imbuhnya, agar wartawan yang memiliki tugas mulia sebagai pelayan informasi sekaligus pelaksana fungsi pengawasan di tengah-tengah masyarakat lebih dihormati dan dihargai oleh semua pihak. “Tidak dilecehkan, diciderai, dihindari, dihina dan sebagainya,” tegas Hendry Ch Bangun.

Usai dibuka, UKW bagi 50 anggota PWI Sumut angkatan II dilanjutkan pelaksanaannya di Hotel Garuda Plaza pada hari Kamis (17/5) dan Jumat (18/5) mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Tim Penguji PWI Pusat yang dihadirkan sebanyak 7 orang dengan narasumber tamu Kadis Kominfo Provsu Dr H Asren Nasution MA dan Kadis Kominfo Kota Medan Ir. Zulkifli Sitepu.

Sebelum pelaksanaan UKW, sejak Rabu (16/5) pagi hingga sore, ke-50 peserta plus 57 anggota muda PWI Sumut mengikuti pelatihan jurnalistik dan pembekalan UKW di Convention Amaliun Food Court Jalan Amaliun Medan sebagai rangkaian Safari Jurnalistik PWI Pusat.
Tampil sebagai narasumber pada kegiatan Safari Jurnalistik yang didukung PT Astra International Tbk tersebut, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun dengan paparan “Sertifikasi Wartawan dan UKW”, Kepala Bidang Pendidikan PWI Pusat Marah Sakti Siregar dengan presentasi “Kode Etik Jurnalistik”.

Kemudian narasumber lainnya dari unsur pengurus PWI Pusat, Priyambodo RH dengan topik bahasan “Wartawan dan Konvergensi Media”, serta Encub Soebekti tentang “Liputan Investigasi”. Sedangkan pembicara tamu Head of Public Relation Division PT Astra International Tbk Yulian Warman dengan materi “Berbagi Bersama Bangsa”.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai penyerahan kartu PWI kepada 57 anggota muda yang telah dinyatakan lulus mengikuti ujian seleksi pada 29 Desember 2011 lalu. (rel/val)