Home Blog Page 13496

Jelajahi Hutan Samosir dan Karo

Hari Ini, Mangindar Simbolon Lepas Peserta XTrim Sumatera Expedition (XSX) II/2012

MEDAN-Peserta XTrim Sumatera Expedition (XSX) II/2012 akan memulai petualangan hari pertama dengan menempuh rute 180km, mulai Jumat (18/5) pagi hari ini, setelah dilepas Bupati Samosir, Mangindar Simbolon dari lapangan Bukit Beta, Tuktuk.

Seluruh peserta sebelumnya, Kamis (17/5) malam, telah dijamu dalam acara Wellcome Dinner oleh Pemkab Samosir di Hotel Toledo, Tuktuk dihadiri Sekdakab Samosir, Ir. Hatorangan Simarmata dan jajaran SKPD Kab. Samosir. serta Bupati Labura H. Kharuddinsyah Sitorus, SE, yang juga salah satu peserta. Mereka menjelajahi rute yang penuh tantangan membelah kawasan hutan Kabupaten Samosir, Tanah Karo dan Deli Serdang.

Even ini diikuti oleh offroader trail dari berbagai provinsi di tanah air, diantaranya dari DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kaltim, dan peserta dari Pulau Sumatera. Diantaranya terdapat peserta asal Swiss, Christoph Soland dan aktor film Bucek Depp, offroader perempuan Nita Boediarti asal Bandung, serta Devi dari Jatim, Ketua Pengprov IMI Ijeck, Ketua Harian KONI Sumut, John Lubis.

Sementara klub-klub utama Sumut yang meramaikan kegiatan, selain dari XTrim, tercatat Tramed Medan, TRABAS Bandung, TERJ4L dari Labura, dan lainnya.

Ketua XTrim Indonesia, Musa Idishah (Doddy) di sela-sela acara Wellcome Dinner mengatakan terimakasih kepada peserta dari berbagai provinsi yang telah datang. Ia berharap agar para peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat melepaskan hobi jelajah motor trail sembari menikmati keindahan pemandangan di kawasan hutan Danau Toba, Kab. Samosir.

Panpel, katanya, telah mempersiapkan rute yang menarik dan penuh tantangan yang diyakini bisa memuaskan kecintaan terhadap olehraga jelajah alam serta juga mengeskplor kemampuan jelajar para peserta.

Klub TRABAS Bandung kembali berpartisipasi dalam penyelenggaraan XSX II/2012 dengan mengirimkan 52 offroader roda dua. Mereka tertarik kembali berpartisipasi karena menilai jalur tahun lalu sangat menarik dan menantang. (jun)

Medan Labuhan Bersihkan Drainase

MEDAN- Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (18/5) pukul 08.30 WIB melakukan gotong royong pembersihan drainase dan tumpukan sampah yang berserakan di Jalan Rawe II Kelurahan Tangkahan. Gotong royong itu dilakukan bersama-sama warga, kepala lingkungan, pegawai kecamatan, kelurahan, serta guru dan siswa SMPN 25 Medan.

Camat Medan Labuhan, Zain Noval, menyebutkan, kegiatan gotong royong ini dilakukan untuk menjadikan lingkungan supaya bersih dan terbebas dari sampah. Selain itu juga mengantisipasi terjadinya banjir di lingkungan tersebut “Saat inikan selalu hujan kalau drainase penuh pasti air meluap dan terjadi banjir. Kami bersama warga, Kepling, staf pengajar, dan siswa SMPN 25 Medan melakukan gotong royong,” katanya.

Menurut Zain, selain menggelar gotong-royong, pihak kelurahan senantiasa mengimbau warga tentang program keindahan dan kebersihan di lingkungan masing-masing. Salah satunya adalah himbauan agar warga membuang sampah di tempat yang disediakan pihak kecamatan atau kelurahan. Dengan demikian, warga dapat menikmati lingkungan yang bersih dan terhindar dari penyakit demam berdarah.

“Bayangkan saja kalau drainase itu mampet dan penuh tumpukan sampah ya, bisa-bisa banjir dan nyamuk bersarang di drainase. Saya yakin wabah DBD akan berkembang-biak,” katanya. Zain mengatakan, sebelum gotong-royong dilakukan, pihak kecamatan Medan Labuhan dan pihak kelurahan akan lebih dulu melakukan penanaman bibit pohon mangga di sekitar Medan Labuhan.

“Kami pilih pohon mangga agar tanaman ini bisa menyerap air hujan. Selain juga indah, buah mangga bisa dipanen warga,” cetusnya. (omi)

Sampah Pasar III Segera Diangkut

MEDAN- Sampah berserakan di Jalan Pasar III Ujung Kecamatan Medan Perjuangan segera diangkut oleh pihak petugas penyisir kebersihan kecamatan pada malam ini pukul 20.00 WIB. Sampah diangkut menggunakan mobil patroli kebersihan Kecamatan.
“Memang lokasi itu seringkali menjadi lokasi tumpukan sampah. Padahal, kami selalu mengimbau warga agar tak membuang sampah sembarangan,” ungkap Camat Medan Perjuangan, Rakhmat Harahap, kepada Sumut Pos, Kamis (17/5).

Dia mengatakan sosialisasi dan himbauan kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan tidak bosan-bosan disampaikan lurah dan kepala lingkungan. “Mau bagaimana lagi. Sosialisasi sudah kami lakukan. Tapi ternyata masih juga ada tumpukan sampah di situ,” ucapnya.
Untuk itu, lanjut Rakhmat, pihaknya segera menempatkan petugas kebersihan atau kepala lingkungan untuk memantau lokasi itu setiap saat. Sehingga warga setempat atau warga dari luar tidak seenaknya membuang sampah sembarang.

“Sekali lagi saya tekankan kepada warga agar selalu membuang sampah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yakni pada pukul 07.00 WIB. Bila telah lewat dari waktu yang ditentukan warga harus menyimpan kembali sampah tersebut,” tukasnya.
Rakhmat berharap, warganya tetap menjaga kondisi kebersihan di setiap lingkungan dan menata taman. Jika itu dilakukan warga, dia yakin, Medan Perjuangan akan terlihat indah.  (omi)

Drama Allianz Area

Menanti drama di Allianz Arena tampaknya menjadi fokus pegila bola di dunia. Bagaimana tidak, untuk mengangkat trofi juara Champions di Allianz Arena, venue final, segala persiapan telah digeber dua klub yang bertanding.

Ya, Bayern Munchen maupun Chelsea tak hanya mempersiapkan strategi selama 90 menit di lapangan. Namun, juru racik kedua tim tentu sudah mengantisipasi jika laga harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu plus adu penalti.

Antisipasi perlu dilakukan, lantaran atmosfer final Liga Champions tentu berbeda dengan fase-fase sebelumnya. Selain itu, berkaca dari final-final sebelumnya, beberapa laga di partai puncak harus diselesaikan lewat adu penalti.

Itu terjadi pada final 2008, di mana Manchester United jadi juara mengalahkan Chelsea. Lalu di final 2005 di mana Liverpool menang atas AC Milan, serta final 2003 saat Milan menaklukkan rival senegaranya Juventus.

Nah, melihat tren tersebut, tim mana yang lebih siap jika pada final tahun ini juga harus diselesaikan drama adu penalti? Apakah Bayern Munchen yang musim ini sudah dua kali melakoni adu penalti ataukah Chelsea yang pernah gagal di final 2008?

Dari sisi mental dan tradisi, Bayern memang lebih siap jika terjadi adu penalti. Keyakinan itu juga diungkapkan gelandang Bayern Bastian Schweinsteiger. Apalagi, setelah timnya sukses menyingkirkan Real Madrid di babak semifinal melalui adu algojo penalti.

“Sepak bola adalah permainan antara dua tim dengan 11 orang di lapangan selama 90 menit. Setelah itu, bila terjadi adu penalti, maka orang Jerman (Bayern) yang menang,” kata Schweinsteiger seperti dikutip 7Days.

“Saya mengetahui apa yang saya katakan. Sungguh sayang itu sangat benar. Sulit sekali bertarung adu penalti dengan tim asal Jerman. Kami orang Jerman pantang menyerah dan bertarung hingga akhir. Kami punya mentalitas itu,” lanjutnya.

Musim ini, dua kali Bayern harus melakoni adu penalti dan keduanya sukses. Mereka menang adu penalti 4-2 atas Borussia Monchengladbach pada semifinal DFB Pokal, setelah pada waktu normal dan perpanjangan waktu skor imbang tanpa gol. Lalu, mereka kembali menang adu penalti pada semifinal Liga Champions melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu dengan skor 3-1.

Selain memiliki eksekutor yang tenang dan piawai, Bayern juga memiliki kiper Manuel Neuer yang memiliki reputasi jago menebak arah bola saat menjalani adu penalti. Hanya, Bayern kehilangan dua eksekutor penting di dua adu penalti sebelumnya, yakni David Alaba dan Holger Badstuber.
Bagaimana Chelsea? Skuad asuhan Roberto di Matteo itu berharap timnya bisa menuntaskan laga di waktu normal. Namun, jika harus terjadi adu penalti, mereka sudah melakukan antisipasi. “Kami sudah mempelajari permainan mereka dan kami melihatnya melalui video. Kekuatan dan kelemahan mereka sudah di tangan kami,” ulas Frank Lampard, gelandang Chelsea, seperti dikutip Goal.

Menurut Lampard, Bayern sangat mengandalkan dua wingernya Arjen Robben dan Franck Ribery serta ujung tombaknya Mario Gomez. “Kami harus bisa mengatasi kekuatan utama mereka itu,” timpal pemain binaan West Ham United itu.

Chelsea memang agak was-was jika harus menuntaskan laga dengan adu penalti. Sebab, mereka memiliki catatan adu penalti yang kurang meyakinkan dalam lima musim terakhir. Dari enam adu penalti, empat di antaranya gagal mereka menangkan.

Bandingkan dengan Bayern yang dalam lima tahun terakhir menjalani tiga adu penalti dan selalu menang. “Banyak yang sudah kami bicarakan soal final, termasuk di masa lalu. Tapi, kami menatap masa depan, ini kesempatan kami untuk juara,” kata Di Matteo seperti dikutip situs resmi UEFA. (ham/bas/jpnn)

Banjir atau Rusunawa

Oleh: Faliruddin Lubis
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Cerita banjir yang menimpa warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli sudah tak asing lagi di telinga warga Kota Medan. Setiap hujan deras setengah jam saja, banjir sudah merendam rumah mereka hingga sepinggang orang dewasa.

Teman saya yang pernah ngontrak di daerah tersebut bilang, kalau banjir di daerah itu sudah tak aneh lagi. Bahkan, warga yang tinggal di sana selalu waspada dengan membuat loteng di rumah masing-masing untuk menyimpan barang kalau-kalau banjir datang.

Warga di sana, katanya, tak heran jika setahun sekali harus mengungsi ke rumah famili atau hotel karena pasti diterpa banjir besar. Nah, yang jadi pertanyaan kenapa mereka tak memilih pindah dari tempat itu. Sementara lokasinya saja memang rawan banjir, karena berada di pinggir sungai.
Kawan saya tadi pernah cerita karena sudah turun temurun tinggal di situ, sehingga tak mau lagi meninggalkan daerah tersebut. Yang kedua, katanya, mau pindah ke mana? Sementara untuk membeli rumah harganya mahal. Sedangkan kalau rumah di daerah itu dijual harganya murah dan terkadang tak ada yang mau beli.

Tapi, Pemerintah Kota (Pemko) Medan sudah berupaya memberikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang diperuntukkan khusus untuk masyarakat pinggir Sungai Deli. Pemko Medan juga sudah membangun sebanyak enam rusunawa yang diperuntukkan bagi masyarakat di pinggir Sungai Deli karena selama ini mereka menghuni rumah yang berada di bantaran Sungai Deli dan sangat rawan terhadap banjir.

Untuk memenuhi  kebutuhan rusunawa bagi masyarakat khususnya masyarakat di bantaran Sungai Deli, Pemko Medan juga terus berkoordinasi dengan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera).

Tapi, kalau mendengar cerita teman saya dan warga sekitar pesimis mereka bakal mau pindah. Pasalnya, seperti banjir yang datang berkali-kali itu. Warga di sana juga berkali-kali mengaku tidak ingin pindah karena sudah turun temurun tinggal di lokasi tersebut. Apalagi mereka mengaku sudah terbiasa dengan banjir yang selalu datang hampir tiap tahun.

Ironisnya lagi, warga di sana malah mengaku sudah lama pemerintah mencoba memindahkan seluruh warga. Namun berdasarkan kesepakatan, seluruhnya tidak bersedia pindah kecuali rumah yang disediakan tersebut berlokasi di tempat sama.

Dari ungkapan teman saya dan beberapa warga, tak perlu pesimis. Sebenarnya warga di pinggiran Sungai Deli itu pasti mau pindah. Syaratnya, mereka dialokasikan di lokasi yang juga masih berada di Kota Medan, tidak di pinggiran Kota Medan. Satu lagi, jangan ditempatkan di rusunawa, setidaknya perumahan lah. Pasti mereka mau pindah meskipun mereka sudah turun temurun tinggal di lokasi itu.

Memang, jangankan mereka yang selalu terkena banjir, warga yang tak punya rumah pun terkadang tak mau dipindah ke runusawa. Pasalnya, kondisi runusawa di Kota Medan rata-rata kumuh. Selain itu, belum familiar di Kota Medan, sehingga mendengar nama rusunawa saja, warga Medan langsung tidak ngeh.

Jadi, sebenarnya warga menginginkan perumahan yang lebih baik bukan di rusunawa. Makanya, mereka tetap ngotot pilih banjir daripada tinggal di rusunawa. (*)

Indonesia Beli Enam Sukhoi

JAKARTA-Musibah Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak tak mengganggu hubungan dagang maupun kerjasama strategis antara Indonesia-Rusia. Bahkan, Kementerian Pertahanan sudah teken kontrak dengan pihak Rusia untuk membeli enam pesawat Sukhoi dan 35 tank jenis BMP-3F.

“Benar, sudah ditandatangani Jumat (11/5) lalu,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen Hartind Asrin kemarin. Kementrian Pertahanan diwakili Kepala badan Sarana Pertahanan Mayjen Ediwan Prabowo. Sedangkan pihak Rusia diwakili kepala perwakilan Rosoboronexport Rusia Vadim Varaksin.

Pengadaan 37 tank itu mempergunakan fasilitas pendanaan pada tahun anggaran 2011. Pengadaan kali ini adalah tindak lanjut belanja tank yang sama sejumlah 17 unit pada 2008 lalu.

Menurut Brigjen Hartind pemeblian tank dari Rusia itu untuk memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Laut. “Nanti, akan digunakan oleh Marinir,” kata mantan atase pertahanan KBRI Malaysia ini.

Pihak JSC Rosoboronexport Rusia bersedia memberikan Transfers of Technology (ToT) yaitu berupa peningkatan kemampuan workshop dari TNI AL didalam memiliki kemampuan pemeliharaan yang baik terhadap tank-tank tersebut. “Ini termasuk baru, karena kalau ada transfer ilmu, kita tidak perlu menggunakan teknisi dari Rusia,” katanya.

Selain itu, Kementerian Pertahanan juga akan mendatangkan enam jet tempur Sukhoi MK2 dari Rusia pada tahun ini. “Nanti akan datang sekitar Desember secara bertahap,” kata jenderal bintang satu ini.

Target TNI AU dan Kementerian Pertahanan akan membuat satu skuadron Sukhoi (16 pesawat). “Saat ini baru 10 dan berbasis di skuadron 11 Sukhoi Lanud hasanuddin Makassar,” jelasnya.

Pencarian Korban Resmi Dihentikan

Sementara itu, pencarian korban Sukhoi Superjet (SSJ) 100 resmi dihentikan sejak sore Jumat (18/5). Tapi tidak semua personel ditarik. Sesuai rencana sebelumnya, 186 personel akan disisakan dengan misi mencari flight data recorder (FDR) sampai ketemu. Misi tersebut kini disarahkan ke aparat wilayah tapi tetap dalam komando Kabasarnas.

“Sesuai dengan peraturan pemerintah, operasi SAR yang sudah dilangsungkan selama tujuh hari dapat dihentikan,” kata Ketua Basarnas Marsekal Madya Daryatmo di Bandara Halim Perdana Kusuma sore kemarin. Operasi SAR SSJ 100 dimulai sejak 9 Mei, terhitung saat SSJ 100 kehilangan kontak.
Dengan begitu, kemarin adalah hari ke 10 operasi pencarian. Menurut Daryatmo, berdasarkan perkembangan, kini tim di lapangan sudah tidak lagi menemukan tanda-tanda akan ditemukannya korban. Kedua alasan itulah yang membuat Basarnas memutuskan untuk menutup operasi evakuasi korban Sukoi SSJ 100. Tapi, jika dalam perkembangannya ditemukan kembali tanda kemungkinan ada korban yang belum dievakuasi, maka operasi bisa dibuka kembali.

Bukan berarti ditutupnya operasi permasalah di lapangan selesai. Kini pekerjaan rumah selanjutnya adalah menemukan FDR yang hingga sore kemarin keberadaannya masih misterius.

Menurut Daryatmo, selain Basarnas kini misi pencarian FDR hanya diserahkan pada aparat kewilayahan. “Dalam hal ini Korem 061 Surya Kencana, Lanud Atang Sanjaya. Semuanya bawah koordinasi Kabasarnas,” terangnya.

Komposisi personel pemburu FDR adalah, Korem 061 Surya Kencana menerjunkan 2 SST (Satuan Setingkat Pleton, 30 personel per SST). Kekuatan Korem akan diback up Kopassus dan Kopaskhas yang masing juga menerjunkan 2 SST. Sedangkan Lanud Atang Sanjaya tetap akan mengerahkan helikopter-helikopternya untuk keperluan logistik dan evakuasi.

Pencarian FDR akan dilakukan sekuat tenaga sampai barang yang berfungsi merekam segala perilaku pesawat itu ditemukan. Dia tidak menyebut kapan batas waktu pencarian FDR. Yang jelas, tim dilapangan berupaya penuh menemukannya.

Ya, FDR memang sangat penting untuk keperluan investigasi. Jika alat tersebut ditemukan, maka penyebab jatuhnya SSJ 100 hampir bisa dipastikan diketahui, mengingat komponen CVR yang merekam pembicaraan di pesawat sudah lebih dulu ditemukan. Seperti diberitakan FDR merekam manuver-manuver yang dilakukan pesawat sebelum jatuh. Misalnya ketinggian, kecepatan, pergerakan mesin, belokan dan lain sebagainya.

Selain personel dari Indonesia, tim Rusia juga masih ngotot ikut mencari FDR. Hingga kemarin, tim Rusia masih berada di  Gunung Salak. Daryatmo pun menegaskan bahwa pihaknya akan tetap memfasilitasi dan bekerjasama dengan Rusia untuk mencari kotak misterius tersebut. “Kami juga paham bagaimana kepentingan mereka (Rusia) untuk mencari FDR dan puing-puing pesawat,” imbuhnya.

Pergerakan tim Rusia akan selalu berdampingan dengan tim pencari FDR Indonesia. Mereka tidak bisa bergerak sendiri di lapangan. Lebih lanjut, jenderal TNI AU bintang tiga ini menegaskan, bila FDR berhasil ditemukan, maka akan langsung diserahkan ke KNKT dan tidak akan dibawa ke Rusia. Dia membantah tudingan bahwa FDR sebenarnya sudah ditemukan dan disembunyikan pihak Rusia.

Sementara itu, Ketua KNKT Tatang Kurniadi yang ikut mendampingi Daryatmo kemarin mengaku optimis FDR bisa segera ditemukan. Menurutnya, berdasarkan standar internasioal, posisi CVR dan FDR selalu berdekatan di buntut pesawat. Jadi, bila CVR bisa ditemukan, Tatang pun yakin FDR juga bisa ditemukan.

Begitu juga kondisinya. CVR yang kini sudah berada di markas KNKT kondisinya relatif baik. “Kalau kondisi CVR baik, kemungkinan besar FDR nya juga dalam kondisi baik,” tuturnya.

Terpisah, Prof.Dr. Mardjono Siswosuwarno di kantor KNKT mengatakan, saat mendengarkan isi rekaman, pihaknya juga akan mengundang tim investigator Rusia yang kemudian akan ditranskrip bersama.

Salah satu pihak Rusia yang akan diundang langsung untuk memperdengarkan isi rekaman itu adalah anggota KNKT Rusia Sergei Korostiev. Sergei ternyata juga teman pilot Alexander Yablontsev. “Tentu saja ini bisa membantu proses,” katanya.

Tak hanya Sergei, KNKT juga akan menghadirkan Anatoly Foronkov yang akan mentranslate bahasa Rusia ke bahasa Inggris untuk kemudian ditranskrip. Tapi KNKT juga akan menghadirkan orang Indonesia yang lihai berbahasa Indonesia dengan tugas yang sama. “Tapi hasil transkrip tidak bisa dipaparkan ke publik. Itu dilarang keras peraturan International Civil Aviation Organization,” terang Mardjono. (rdl/kuh/jpnn)

Coki Batubara Pimpin DPW BMPAN Sumut

MEDAN- Setelah melalui proses panjang dan alot Musyawarah Wilayah (Muswil) IV BMPAN Sumut akhirnya  menetapkan HM Iskandar Sakti Batubara SE MSP sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak  Amanat Nasional ( DPW BM PAN) Sumatera Utara masa bakti 2012-2017, Rabu (16/5) di Asrama Haji Medan.

Penetapan HM Iskandar Sakti Batubara yang kerap disapa Coki sebagai ketua merupakan lanjutan dari Muswil BMPAN Sumut dead lock di Hotel Ina Prapat bulan lalu, yang selanjutnya diambil alih DPP BMPAN.  Oleh DPP BMPAN melanjutkan  pelaksanaan  muswil di  hotel Grand Antares, Selasa (15/5), dengan agenda pemilihan ketua yang otomatis menjadi Ketua DPW BMPAN Sumut dan anggota formatur,juga terpaksa terhenti sekitar pukul 01.di nihari,  oleh kerena pendukung salah satu kandidat yang yang diyakini tidak menang   didalam pemilihan  ruang sidang  berbuat anarkis melempar kursi kedepan dan mengobrak abrik meja pimpinan sidang, agar sidang terhenti.

Sampai dengan pukul 02 dini hari terlihat situasi juga tidak kondusip,pihak pengamanan muswil tidak mampu berbuat banyak untuk mengatasi sebagian pendukung peserta yang membuat rusuh tersebut. Maka DPP BMPAN  selaku pimpinan sidang menskor sidang sampai situasi kondusif.

Menurut Ketua DPP BMPAN Saleh Laela, berdasarkan Keputusan DPP BMPAN, setelah melewati proses pendaftaran ulang,  dalam musyawarah lanjutan itu kandidat terdiri dari Anang Anas Azhar, M Iskandar Sakti Batubara dan Suhandi. Namun  dalam kegiatan itu Suhandi tidak hadir dan tidak ikut bertarung. Akhirnya kandidat yang akan dipilih oleh peserta muswil tinggal  dua orang yakni  Anang Anas Azhar dan M Iskandar Sakti Batubara.
Sementara itu,  Wakil Ketua Umum DPP BM PAN Raji N Sitepu menyebutkan, kerusuhan saat pemilihan calon ketua dan anggota formatur yang dilakukan peserta pendukung Anang Anas Azhar  Hotel di Grand Antares itu tidak bisa ditolerir dan hal sangat disesalkan mereka.

“Sangat kami sesalkan, kerusuhan saat pemilihan calon ketua dan anggota formatur yang dilakukan peserta pendukung Anang Anas Azhar  Hotel di Grand Antares itu tidak bisa kita tolerir lagi. Maka pagi ini kami muswil terpaksa kami pindahkan ke Asrama Haji Medan, tanpa mengikut serta peserta pendukung Anang Anas Azhar, yang  diperkirakan jumlahnya hanya seperlima dari jumlah peserta,” tegasnya.

Pada pukul 08.15 sidang dilanjutkan di Asrama Haji Medan. Sebelum skor sidang pleno dicabut,  Utusan DPP BMPAN terlebih dahulu mendengarkan pandangan umum  21 dari 29 Ketua DPD BMPAN Kabupaten/Kota secara bergantian.   Semua Ketua DPD BMPAN yang menyampaikan pandangan umum  meminta DPP BMPAN melanjutkan muswil dan memutuskan  M Iskandar Sakti Batubara  ditetapkan menjadi Ketua DPW BMPAN Sumut Priode 2012 – 2017.

Usai mendengarkan pandangan DPD BM PAN, selanjutnya utusan  DPP BMPAN yang terdiri dari Sekjen Ahmad Yaohan bersama Wakil Ketua Umum Raji N Sitepu Ketua DPP Saleh Laela, Iswari  dan Agus Sudarto  kembali melanjutkan dan membuka skors sidang  Muswil IV. Dan akhirnya memutuskan dan menetapkan M Iskandar Batubara (Coki) menjadi Ketua Formatur  sekaligus ketua DPW BMPAN Sumut dan enam anggota formatur terdiri dari Winsa Eko Sahputra, Muhammad Sabri Piin, Eri Boy Ujung, Abdul Majid Siregar, Hatta Usman Rangkuti, dan Lukman SE.

Selanjutnya Muswil ditutup oleh Wakil Ketua Umum DPP BMPAN Raji N Sitepu. Hadir dalam penutupan muswil tersebut, selain Utusan DPP BMPAN, Ketua MPB BMPAN Sumut (Demisoner) Isfan F Fachruddin dan Sekretaris (demisioner) DPW BMPAN Sumut Isa Anshari. (ril)

Korban Banjir Tetap tak Mau Pindah

Pemko Medan Siapkan 6 Rusunawa

MEDAN-Warga yang tinggal di bantaran Sungai Deli enggan pindah walaupun banjir sudah bolak-balik merendam rumah mereka, kemarin. Mereka pun tetap ngotot tak pindah meski Pemko Medan sudah berupaya memberikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Sopiah, warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun mengaku tidak ingin pindah karena sudah turun temurun tinggal di lokasi tersebut. Dia pun mengaku sudah terbiasa dengan banjir yang selalu datang hampir tiap tahun. “Banjir itu ada masanya dan kami semua sudah tahu. Tidak masalah bagi kami tetap tinggal di sini,” katanya saat ditemui di rumahnya di Jalan Brigjen Katamso Gang Balai Desa, Jumat (18/5).

Dia mengaku sudah sejak dulu pemerintah mencoba memindahkan seluruh warga. Namun berdasarkan kesepakatan, seluruhnya tidak bersedia pindah kecuali rumah yang disediakan tersebut berlokasi di tempat sama. “Semua rumah di sini pasti lantai dua untuk meletakkan barang-barang yang penting. Jadi kami sudah tahu bagaimana mengatasi banjir. Kalau mau dipindahkan pun, kami minta lokasinya tetap berada di sini,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Khairun Yunus yang tinggal di Gang Merdeka. Menurutnya, upaya Pemko untuk memindahkan warga akan sia-sia. Pasalnya sudah pernah sebelumnya dari pihak kementerian datang ke lokasi ini meminta warga untuk pindah, namun warga tetap memilih bertahan.
“Sudah ada dari kementerian datang kemari, tapi kami tidak mau pindah. Dari lurah yang sebelumnya sudah pernah juga mencoba memfasilitasi, warga tetap memilih bertahan,” ujarnya.

Sementara itu, Pemko Medan sudah membangun sebanyak enam rusunawa yang diperuntukkan bagi masyarakat di pinggir Sungai Deli. “Kita memang sudah membangun empat rusunawa di kawasan Sei Mati, Medan Labuhan dan saat ini sedang dalam proses pembangunan dua lagi di kawasan Kayu Putih.  Dua rusunawa yang di Labuhan sudah digunakan tinggal dua lagi, satu rusunawa bisa menampung sebanyak 94 KK,” kata Sekda Pemko Medan, Syaiful Bahri.

Dijelaskannya dari rusunawa yang dibangun, memang belum bisa menampung keseluruhan masyarakat yang berada di pinggir Sungai Deli. “Kalau kita perhitungkan, rusunawa yang ada saat ini memang belum memadai. Masih kurang dari kebutuhan karena untuk masyarakat yang ada di pinggir Sungai Deli saja itu sudah mencapai seribuan jiwa, belum lagi kebutuhan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah dari daerah lainnya,” ucapnya.

Pembangunan rusunawa ini ditujukan untuk masyarakat khususnya yang berada di Sungai Deli karena selama ini mereka menghuni rumah yang berada di bantaran Sungai Deli dan sangat rawan terhadap banjir. “Kita sudah sediakan tempat yang lebih aman, makanya sekarang tinggal dari mereka lagilah yang menginginkan mau pindah ke tempat yang aman atau tidak. Karena memang sulit juga, selama ini mereka sudah turun temurun di situ dan sudah berusaha di sekitar situ,” terangnya. (adl)

Tokoh Nasional Ramai Turun Gunung

Ikut Pilgubsu Uji Peruntungan

JAKARTA-Dibandingkan dengan Pilgubsu 2008, jumlah tokoh yang mengincar kursi Sumut 1 lewat Pilgubsu 2013 mendatang jauh lebih banyak. Tak hanya politisi lokal di Sumut, sejumlah tokoh yang selama ini berkiprah di level nasional pun siap turun gunung.

Tiga nama yang mencuat adalah Sutan Bathoegana, Chaeruman Harahap, Benny Pasaribu, dan mantan Pangkostrad Letjen (Purn) AY Nasution. Mengapa?
Pengamat politik yang juga aktivis antikorupsi, Ray Rangkuti, menyebutkan sejumlah hal yang memicu banyaknya kandidat yang memburu jabatan gubernur Sumut.

Pertama soal regulasi atau aturan main pencalonan anggota DPR yang maju sebagai calon di Pemilukada. Di mana, jika anggota DPR gagal terpilih, maka dia tetap bisa duduk kembali sebagai anggota dewan. “Dengan kata lain, anggota DPR yang ikut maju di Pilgubsu itu hanya menguji peruntungan. Karena kalau toh gagal, kursi DPR tak hilang. Mereka mirip berjudi saja,” ujar Ray kepada Sumut Pos, kemarin (18/5).

Alasan kedua, para tokoh nasional itu ruang geraknya sudah mulai menyempit di Jakarta. Mereka beranggapan, akan lebih enak mengelola potensi-potensi yang bisa menjadi sumber uang di Sumut. “Ketika kans di tingkat nasional sudah menyusut, mereka ingin berpaling mengelola aset daerah,” kata Ray.

Sekadar diketahui, Chairuman sebelumnya merupakan Ketua Komisi II DPR dan kini menjadi anggota biasa di Komisi VI DPR. Sedang AY Nasution belum lama pensiun sebagai Pangkostrad. Sutan Bathoegana pun masih di DPR. Dan, Benny Pasaribu yang sempat menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004, kini masih menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Ray mengatakan, kue di Sumut juga tak kalah menarik. Masalah pengeluaran perizinan, terutama izin tambang dan perkebunan yang menjadi kewenangan kepala daerah, masih relatif gampang ‘dimainkan’.

“Izin tambang, izin perkebunan, itu mayoritas bermasalah, tapi banyak yang tak tersentuh KPK. Karena KPK lebih suka mengurusi yang berkaitan dengan penggunaan uang APBN, seperti soal wisma atlit, dan yang di derah, uang APBD. Soal izin tambang, sulit disentuh KPK. Nah, soal izin-izin ini kan gampang diurus. Nah, di Sumut itu kan banyak sekali perkebunan dan juga tambang. Ini yang bisa mereka mainkan,” beber pria asal Mandailing Natal (Madina) itu.
Namun, ditegaskan, sejumlah elemen antikorupsi telah mendesak KPK agar memberikan perhatian ekstra ke masalah pengeluaran izin-izin yang dikeluarkan kepala daerah itu. “Kita minta KPK mengawasi kepala daerah agar tidak sembrono mengeluarkan perizinan tambang dan perkebunan,” cetusnya.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, Sutan Bhatoegana Siregar ngebet niatnya untuk maju sebagai Cagub Sumut. Sutan pernah mengeluarkan kalimat ‘di daerah lebih gampang ngaturnya’.

“Anas bilang begini, ‘jujur saya bang. Abang itu porsinya menteri, bukan gubernur’. Lantas saya jawab, menteri itu ‘kan 2014, yang sudah di depan mata sajalah 2013 (Pilgubsu, Red). Ini untuk pengabdian yang jelas ke daerah, ini lebih gampang dan jelas ngaturnya, karena bukan nasional. Saya bilang begitu, Anas lantas bilang, ‘okelah kalau itu yang terbaik, turun gurung lah, mulai saja sosialisasi’,”  beber Sutan, saat menceritakan mengenai pertemuannya dengan bosnya itu, terkait keinginannya maju sebagai cagubsu.

Sutan mengaku ditawari menjadi menteri oleh Ketum DPP Demokrat Anas Urbaningrum. Tapi Sutan tetap lebih memilih menjadi cagub. Barangkali Sutan sudah menghitung, jabatan menteri adalah usai Pemilu 2014. Sedang Pilgub 2013. Kalau toh gagal di Pilgub, peluang jadi menteri tetap ada. (sam)

Dari Pesta Durian hingga Lontong Sayur

Penutupan Konvensi Tahunan ke-36 Lions Club

Dengan mengangkat tema pesta kebun, konsep acara santai dalam acara penutupan Konvensi Tahunan ke-36 Lions Club berhasil menarik perhatian para anggota klub. Terutama saat disajikan durian dan lontong sayur yang merupakan menu andalan di Kota Medan.

Juli Ramadhani Rambe, Medan

Bertepat di Royal Sumatera Jalan Jamin Ginting Medan, acara penutupan Konvensi pada Jumat (18/5) kemarin ini dihadiri 850-an anggota klub yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak dari Indoensia saja, perwakilan dari berbagai negara seperti New Zealand, Malaysia, Belanda, Singapura, dan Australia pun tampak hadir.

Jadi tidak heran, bila Royal Sumatera tadi malam dipenuhi dengan bus pariwisata yang mengangkut para peserta. Tentu, tidak ketinggalan berbagai mobil mewah seperti Mercy, BMW, Fortuner, Honda CRV dan lainnya juga memadati lapangan parkir Ballroom Royal Sumatera.

Acara penutupan ini cukup meriah, dengan gaya santai, para sukarelawan Lions Club berkumpul untuk memberikan penghormatan pada Medan karena berhasil menyelenggarakan konvensi ke 36 ini. Berbagai makanan khas Indonesia, terutama Sumut disediakan dalam acara yang bertema pesta kebun ini. Sebut saja lontong sayur lengkap dengan telur sambal, lupis, dan nasi kucing. Terkesan sederhana, tetapi percaya atau tidak, para sukarelawan yang pada umumnya berasal dari kalangan menengah ke atas ini lahap menikmati makanan.

Dilanjutkan dengan penyerahan plakat penyelenggaraan konvensi ke-37 yang akan diselenggarakan di Makassar (2013). Kembang api pun sudah disiapkan di lahan yang biasanya digunakan untuk bermain golf ini. Sekitar 10 menit, kembang api yang terdiri dari berbagai warna dan keindahan meriahkan suasana malam Kota Medan yang saat itu mulai gerimis.

Saat disuguhi buah khas Medan, durian, dengan senang hati para anggota klub mengurumi. Bahkan, 1 orang bisa mengambil buah 2 buah durian sekaligus. “This eksotik fruit, I want to try. And this so famous in the world  (ini buah yang eksotik, saya mau mencoba dan ini begitu terkenal di dunia)” ujar fellows Lion asal New Zealand, Juan Cameron.

Dibuka dengan tarian naga, penutupan konvensi Lions Club yang berlangsung sejak tanggal 16 dan ditutup pada 18 Mei tadi malam ini memilih Dr Ferry Yonawa sebagai gubernur distrik 307 A2 Indonesia. Di mana distrik ini, menaungi 4 provinsi besar di Sumatera, yaitu Sumatera Utara, Nangroe Aceh Darussalam, Riau, dan Sumatera Barat. “Inti dari gerakan Lions Club adalah pengabdian, dimana para anggotnya memberikan pelayanan kepada orang yang tidak mampu melalui berbagai kegiatan sosial,” ujar Ferry.

Berbagai kegiatan amal yang dilakukan, operasi buta katarak yang lebih diutamakan untuk masyarakat kurang mampu yang kurang mampu. Peletarian lingkungan dengan menanam pohon di aliran Sungai Deli dan daerah lain. “Untuk penanaman pohon, kita akan menggerahkan semua fellows (anggota) untuk bekerja, seperti yang di daerah Martubung, Karo, dan lainnya untuk menanam pohon,” tambah Ferry sembari mengatakan hingga kini sudah ada 68 club Lions dengan jumlah anggota sebanyak 2036 orang.

Bukan hanya itu, kegiatan sosial lain yang penting akan dilakukan dalam masa jabatan ini adalah pemberian buku gratis sebanyak 1 juta buku. Di mana Lions Club akan bekerja sama dengan pustakawan Sumut untuk mengumpulkan nya. “Saat ini, pengumpulan buku 1 juta ini akan bekerja sama dengan para pustakawan, dan sudah berjalan sekitar 6 bulan,” ungkap nya.

Kegiatan sosial lain yang akan dilakukan oleh Lions Club dalam waktu dekat ini adalah pembangunan MCK (Mandi Cuci Kakus) di daerah Belawan. Kegiatan ini akan menelan dana sebesar Rp500 juta. “Dan dana ini kita dapat dari dana hibah dan ini yang membuat kita kagum pada Distrik 307 Medan,” ungkap International Director Lions Club, Eddy Widinarko dalam kesempatan yang sama.

Untuk di Kota Medan, pada umumnya anggota klub adalah mereka yang merupakan keturunan Tionghoa dan hal ini tidak disalahkan. “Kita terbuka akan siapa saja dan dari mana saja. Terbukti kita ada di berbagai negara. Bahkan, ada Lions Club yang fellows nya merupakan keturunan India. Tidak benar bahwa kita hanya keturunan Tionghoa. Sekali lagi, kita kegiatan sosial, dan semuanya untuk masyarakat,” ungkap Ferry.

Salah satu kegiatan menarik yang tersedia dalam acara ini, adalah dana hibah yang diberikan oleg Lions Club Jakarta untuk PT MLI (yang menaungi anggota Lions Medan) agar dapat membantu masyarakat kurang mampu. Dengan jumlah US$1000 dan ini rencananya akan dibuat untuk operasi katarak dan lainnya.

Akhirnya, kemeriahan closing party ini ditutup dengan guyuran hujan yang cukup deras, walau tidak seutuhnya bubar, karena ada sebagian peserta yang berlindung di Ballroom Royal Sumatera. (*)