Home Blog Page 13515

Black Box Ditemukan Dua Jenazah Teridentifikasi

JAKARTA-Proses identifikasi korban Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) masih berlangsung hingga kini. Namun, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengenali beberapa identitas korban melalui data-data post morthem yang mereka terima. Rencananya, hari ini, tim DVI akan memberitahukan nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi kepada pihak keluarga.

“Kita akan memberitahukan hasil rekap sementara yang sudah menjurus pada beberapa identitas korban.

Kita akan panggil keluarganya, supaya setidaknya mereka bisa tenang,”jelas Direktur Eksekutif DVI Polri Kombespol dr Anton Castilani kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos), kemarin (15/5).

Anton menuturkan, hasil identifikasi sementara tersebut belum menyentuh DNA, melainkan berdasarkan pencocokan gigi geligi korban dari data ante morthem dan post morthem. Karena itu, dia menegaskan sampai sekarang proses identifikasi jenazah korban masih berlangsung. “Ini hanya hasil rekap sementara. Belum seluruhnya. Jadi apa yang sudah kita kerjakan ya itu, yang akan kita umumkan dulu,”tegasnya saat ditemui di RS Polri, Kramat Jati.
Ketika ditanya berapa jumlah korban yang sudah dikenali, Anton menolak menjawab. Dia juga enggan menyebutkan identitas jenazah tersebut. Dia hanya menekankan ada beberapa korban yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan hasil identifikasi sementara tersebut. Pihaknya mengaku hanya berusaha menghormati pihak keluarga.

“Karena kan kita tidak tahu, apa mereka bersedia diumumkan atau tidak. Yang jelas hanya ada satu atau dua jenazah yang sudah dikenali identitasnya. Kita beritahukan pada mereka bahwa anggota keluarga mereka sudah terindetifikasi. Cuma beberapa lah yang saya panggil, ini proses kan masih berjalan,”kata dia.

Meski pemberitahuan identitas korban dilakukan dalam waktu kurang dari dua minggu, proses penyerahan jasad korban masih memakan waktu lama. Sebab, sekalipun sudah diketahui identitasnya, tim DVI harus merekonstruksi kembali potongan-potongan tubuh jenazah hingga menjadi kesatuan yang utuh. “Jasad dengan kesatuan utuh itulah yang akan kita serahkan pada pihak keluarga,”ujarnya.

Sementara itu, Anton menuturkan hingga kemarin sudah terkumpul 32 sidik jari. Namun, jumlah tersebut tidak mewakili jumlah jenazah. Sebab, seperti diketahui tidak ada jenazah korban yang ditemukan dalam kondisi utuh. Terkait jumlah kantong jenazah, Anton memapakarkan sudah ada 29 kantong jenazah yang diterima tim DVI Polri sampai kemarin sore. Rinciannya, 24 kantong berisi potongan tubuh (body parts) korban dan sisanya lima kantong berisi properti milik korban. Sampai kemarin, tim DVI baru menyelesaikan 27 kantong berisi potongan tubuh. Sisanya terus dikebut tadi malam.

Terkait rencana kedatangan pakar biomolekuler asal Rusia, Profesor Ivanov ternyata baru tiba di Indonesia, tadi malam. Anton menuturkan, begitu tiga, Ivanov akan segera bergabung dengan tim DVI untuk membantu proses identifikasi korban. “Harapannya dengan bantuan beliau, bisa cepat selesai proses identifikasi korban secara keseluruhan,”imbuh dia.

Tim SAR Temukan Kotak Hitam Sukhoi

Kotak hitam (blackbox) Sukhoi Super Jet 100, akhirnya ditemukan. Kotak yang memuat seluruh rekamanan pilot itu ditemukan  tim SAR di kedalaman 200 meter dari dasar jurang. Danrem 061 Surya Kencana, Kolonel AM Putranto mengatakan, informasi ditemukannya blackbox itu diterima sekitar pukul 21.00 WIB oleh empat anggota Komando Pasukan Khusus. “Kotak hitam itu ditemukan di ke dalaman 200 meter dari dasar jurang,” katanya.
Dia melanjutkan, pengambilan kotak hitam tersebut dengan cara rafling atau turun dengan menggunakan tali. Hal tersebut dilakukan mengingat kemiringan lokasi yang mencapai 85 derajat. Danrem menjelaskan, kotak hitam tersebut ditemukan sudah dalam keadaan terbakar. Bahkan kotak pelindung yang berwarna orange sudah hilang sehingga warnanya sudah menghitam karena terbakar.

Dia melanjutkan, tim tersebut diturunkan melalui heli pada Selasa (15/5) pagi. Tim tersebut diturunkan karena diyakini mereka sudah mengetahui lokasi kotak hitam tersebut. “Sebelumnya mereka juga menemukan ELT dan alat komunikasi, sehingga mereka sudah mengetahui medannya,” ujarnya.
Setelah itu, mereka menemukan kotak tersebut terlempar sejauh 100 meter dari ekor yang menjadi tempat penyimpanan kotak hitam tersebut. Setelah ini, kotak hitam tersebut akan diserahkan kepada Basarnas yang akan dilanjutkan ke KNKT pada hari ini. Nantinya, benda ini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh KNKT untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan 47 orang tersebut.

Walaupun sudah menemukan kotak hitam, tim sar tetap melakukan evakuasi karena masih ada beberapa korban yang belum diangkat. “Besok (hari ini) tim sar tetap melakukan evakuasi,” tegasnya.

Kepala Penerangan Kopasus dan Komandan evakuasi dari tim Kopasus Letkol Taufik sobri menegaskan, tim tersebut terdiri dari Lettu Taufik sebagai ketua regu, Sertu Diding, Serda ahmad baso dan Prada Chairil. Dia menegaskan, pihaknya memang membentuk tim rafling. “Tim ini yang kita andalkan karena mereka sudah tahu mengenal rutenya, sehingga mempermudah proses pengangkatan,” tegasnya.

Ketua Regu evkuasi tim Kopasus Lettu Taufik menjelaskan, dirinya bersama empat anggota lainnya melakukan harus turun dengan menggunakan tali sepanjang 200 meter ditepi jurang. “Awalnya kami mengira itu hanya kotak biasa, karena bentuknya sudah tidak seperti semula. Warnanya hitam dan sudah tidak ada penutupnya,” katanya.

Kotak tersebut berada diantara pohon-pohon dan terkubur didalam tanah. Diduga, kotak tersebut terlempar akibat ledakan dan terbakar. “Ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, kotak itu langsung kami bawa dengan ransel,” tegasnya. Setelah itu, kotaknya langsung dievakuasi dengan menggunakan jalur darat dari Posko cimelati. Kini, kotak hitam tersebut diamankan di Posko Cipelang.

Berdasarkan pantauan, proses evakuasi balck Box yang dilakuakn oleh tim kopasus tersebut mendapatkan pengawalan dari petugas Provos Dari Kopasus dengan mengunakan dua unit kendaraan renjer dari Posko Cimelati dan kemudian untuk dibawa ke pos Cipelang Bogor. (ken/dim/sdk/jpnn)

Benny Pasaribu Nyalon Lagi

Bintatar Siap Mental di PDIP

MEDAN-Mantan pasangan Tri Tamtomo, Benny Pasaribu yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI P) Sumatera Utara (Sumut), sepertinya berencana akan kembali ikut dalam sengitnya perebutan kursi Sumut 1 dalam Pilgubsu 2013 mendatang. Setidaknya, dia telah mengambil formulir pendaftaran di partai tersebut.

Benny diketahui mengambil formulir pendaftaran Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) di Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I PDI P, Jalan Hayam Wuruk Medan, Senin (14/5). “Benar. Semalam (Senin, Red), Benny Pasaribu mengambil formulir di kantor (Sekretariat DPD PDI P Sumut, Red),” kata Sekretaris DPD I PDI P Sumut, HM Affan di sela-sela Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) II PDI P Sumut, di Aula Madinatul Hujjaz, Asrama Haji Medan, Selasa (15/5).

Ketua DPD PDI P Sumut, Panda Nababan sebelumnya dalam konfrensi pers di Asrama Haji Medan, juga merinci sudah ada enam sosok yang mengambil formulir pendaftaran di PDI P. “Saat ini sudah ada enam orang yang mengambil formulir, prosesnya kan berjalan dan diketahuinya setelah proses ini selesai,” ucapnya.

Keenam sosok tersebut adalah RE Nainggolan, Erry Nudai, Bintatar Hutabarat, Zuliari Batubara, Humala Karta Rajagukguk, dan Benny Pasaribu.
Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI P, Tjahjo Kumolo seusai Rakorda II PDI Sumut, sempat mengisyaratkan memberi kejutan di akhir-akhir pendaftaran calon pada Pilgubsu 2013 mendatang. Dan, itu semua didasarkan keputusan yang diambil sesuai dengan mekanisme partai berlambang banteng tersebut.

“Saat ini sedang dalam proses pendaftaran di DPD Sumut, setelah itu nanti akan ada tahapannya di DPP untuk diputuskan pasangan calon yang akan diusung. Kami akan putuskan pada last minute,” katanya.

Dikatakannya, untuk saat ini DPP PDIP belum ada melakukan proses terkait persiapan partai untuk menghadapi Pilgubsu yang dijadwalkan 7 Maret 2013.
Namun, katanya, DPD PDIP Sumut sudah diberikan arahan dan pertimbangan terkait kandidat yang akan diusung memimpin Sumut. Sayangnya, Ketua Fraksi PDIP DPR RI ini, tidak bersedia merinci kriteria yang diinginkan dari kandidat yang akan diusung PDI P.

Panda Nababan menimpali, proses penjaringan masih tahap pendaftaran bakal calon (balon). Proses ini, katanya, akan berlangsung hingga 2 Juni 2012. “Siapa yang akan kami usung, nanti tergantung survey oleh lembaga independen. Tentunya, yang diusung adalah mereka yang paling diinginkan masyarakat Sumut karena pastinya kami ingin menang,” ujarnya.

Terkait kader atau nonkader, Panda mengatakan, semuanya berpeluang selagi kandidat dimaksud memang memiliki komitmen untuk mensejahterakan masyarakat Sumut dan sejalan dengan cita-cita PDIP.

Bintatar Siap Mental

Seorang tokoh yang telah mendaftar di PDIP, Bintatar Hutabarat kembali menyatakan sikapnya untuk maju di Pilgubsu mendatang.  “Saya datang menstimulasi agar putra terbaik Sumut ikut. Jadi siapapun yang terbaik. Saya secara mental siap. Sebagai putera daerah, saya siap kalau dipercaya rakyat sumut. Tapi tetap tergantung pilihan masyarakat Sumut,” ungkapnya, Minggu  (13/5) di Jakarta.

Menanggapi niat General Manager Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera-I Perusahaan Listrik Negara (PLN) tersebut, Ketua DPP PDIP Perjuangan, Effendi Simbolon, secara tidak langsung menyatakan dukungannya. “Tapi mekanisme-nya tetap. Jadi siapa saja termasuk dari PSBI (Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia) orang per orang yang ingin maju, silahkan. Seperti boru kami Bintatar, ia terpanggil mengarungi politik mengikuti pemilihan gubernur Sumut,” kata Effendi akhir pekan lalu.

Bintatar hingga saat ini tercatat masih merupakan pejabat aktif. Ketika ditanya mengapa memilih mendaftar lewat parpol? Bintatar menilai jalur independen saat ini belum begitu familiar di tengah masyarakat. “Jalur independen saat ini masih banyak dapat kendala. Karena salah satunya, masyarakat belum mengerti maksudnya. Meskipun independen itu alternatif,” ungkapnya. (ari/gir)

Bathoegana Lebih Suka Pilgubsu Lewat DPRD

Sutan Bathoegana sudah benar-benar yakin akan maju di Pilgubsu mendatang. Dia merasa sudah dapat banyak modal, selain restu dari petinggi partai, hasil survei internal juga mengunggulkan dia. Tapi, Bathoegana malah lebih suka Pilgubsu oleh DPRD.

Pernyataan ini bertabrakan dengan sikap Partai Demokrat yang diungkapkan Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu. Senin (14/5) lalu, Khatibul mengatakan partainya akan mengusulkan agar di RUU pemilukada nantinya disebutkan bahwan
pemberlakukan UU pemilukada ini setelah Pemilu 2014. Maksudnya, pengesahan RUU dilakukan sebelum diketahui siapa sebenarnya partai pemenang Pemilu 2014.

“Kalau masih ada kecurigaan, nanti kita usulkan agar di RUU itu ada klausul, bahwa ini berlaku setelah Pemilu 2014,” ujarnya.

Kalimat Khatibul jelas menunjukkan kalau di Pilgubsu 2013 pemilihan masih oleh rakyat dan bukan DPRD. Nah, Bathoegana malah berkata sebaliknya. “Untuk ke depan, sebaiknya memang dilakukan oleh DPRD,” kata Bathoegana kepada Sumut Pos, Selasa (15/5).

Hal itu menurutnya, untuk meredam tingginya anggaran yang dikeluarkan selama ini dalam Pemilukada. “Ini untuk menekan high cost (tingginya anggaran), yang selama ini terjadi. Dan ini langkahnya, dengan menggelar pemilihan melalui DPRD,” ucapnya lagi.

Dijelaskannya, dengan pemilihan oleh DPRD akan lebih menunjukkan kepala daerah yang terpilih, merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. “Kepala daerah itu adalah perpanjangan pemerintah pusat di daerah. Nanti ada nama-nama yang diusulkan pemerintah pusat, di sinilah digodok. Kemudian dilakukan pemilihan di daerah,” ujarnya lagi.

Apakah dengan pemilihan oleh legislatif tersebut, tidak menyebabkan masyarakat tidak mengenal calon pemimpinnya itu? Karena selama ini, khususnya pada era orde baru, ketika dipilih oleh legislatif maka masyarakat tidak mengenal calon-calonnya tersebut. Ibarat pepatah mengatakan, beli kucing dalam karung.

Menyikapi hal itu, pria yang juga menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Medan tersebut, mengatakan ada proses survei yang dilakukan terhadap masyarakat, sebelum dilakukan pemilihan oleh DPRD.

Proses ini, lanjutnya, bisa menjadi tahapan sosialisasi calon-calon kepala daerah yang akan dipilih oleh DPRD. “Tiga besar itulah yang disurvei ke masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengenal calon-calon itu,” tuturnya.

Soal survei internal, Bathoegana memang terpopoler. Untuk hal ini, dia menganggap hal itu adalah buah dari invesatsi politik yang selama ini dijalankannya. “Ya, ini hasil dari investasi yang kita lakukan. Investasi itu dilakukan dengan niat yang tulus. Pertama karena saya selalu mengenalkan Partai Demokrat kepada masyarakat dan kedua karena saya bersama Partai Demokrat, terus bekerja untuk pemberantasan korupsi. Dengan itu, masyarakat sudah kenal dengan saya. Jadi, secara otomatis masyarakat sudah tahu soal itu. Dan ini sudah modal untuk cagubsu,” ungkapnya.

DPD Golkar Bentuk Tim Pemenangan Pilgubsu

Sementara itu,  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sumut, menggelar rapat pleno di Kantor DPD I Golkar Sumut, Jalan Hayam Wuruk Medan, Selasa (15/5).

Rapat pleno tersebut beragendakan penetapan pembagian tugas pascarevitalisasi dan Pembentukan Tim Pilkada Gubernur Sumatera Utara. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua DPD I Golkar Sumut, Chaidir Ritonga yang dikonfirmasi Sumut Pos.

“Pembahasan Rapat Pengurus Harian untuk konsolidasi partai antara lain penetapan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu di setiap wilayah menjadi Penanggung Jawab Pemenangan setiap daerah, penetapan pembagian tugas pasca revitalisasi dan Pembentukan Tim Pilkada Gubernur Sumatera Utara,” akunya.

Hal yang sama juga dikemukakan Sekretaris DPD Golkar Sumut, Hanafi Harahap.
“Rapat pembentukan tim dalam rangka Pilgubsu,” jawabnya.

Kapan pendaftaran cagubsu dibuka, Hanafi mengatakan, setelah turun SK pembukaan pendaftaran, maka akan segera dilakukan pembukaan pendaftaran di DPD.

“Kita tunggu SK, baru kita buka pendaftaran,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, Irham Buana terkait Pilgubsu langsung atau melalui DPRD, mengatakan pihaknya sejauh ini masih memperkirakan jika Pilgubsu 2013 akan berjalan secara langsung tidak melalui DPRD.

Dan menurutnya, UU yang saat ini masih berlaku adalah UU No.32 Tahun 2004 tentang pemilihan secara langsung.
“UU yang masih berlaku adalah UU No.32 Tahun 2004. Ketika nanti ada UU baru, dan pada hakekatnya nanti UU baru itu perlu penyesuaian-penyesuaian lagi. Untuk Pilgubsu 2013, berpeluang besar masih akan dilakukan secara langsung,” cetusnya.

Irham sempat mengatakan juga, jika pemilihan gubernur serta kepala daerah lainnya dilakukan oleh DPRD, maka ini menunjukkan demokrasi di Indonesia kembali ke titik nol lagi.

“Kalau ini berjalan, maka demokrasi kita kembali ke titik nol,” tegasnya.

Irham tidak menafikan, jika akan terus terjadi pro kontra tersebut, sambungnya, akan terus terlebih di tengah-tengah kalangan legislatif.
Menurutnya, tidak semua anggota dewan dan fraksi-fraksi di DPR RI maupun DPRD Provinsi serta kabupaten/kota, khususnya partai-partai tengah, menyetujui hal itu.

Dibenarkannya, jika proses pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD, maka partai yang menguasai kursi DPRD lah relatif berpeluang besar menggondol suara, dengan menempatkan calonnya sebagai pemenang.
“Ya, pastinya ke situ. Dan ini akan jadi perbincangan. Partai-partai tengah belum tentu setuju dengan pemilihan lewat DPRD. Kembali lagi, jika itu berjalan sama hal nya demokrasi kita kembali ke titik nol. Namun kita yakin, jika Pilgubsu 2013 masih berjalan secara langsung. Mungkin pasca 2014, pemilihan melalui DPRD baru bisa dijalankan. Karena UU yang baru itu perlu penyesuaian-penyesuaian,” paparnya. (ari)

Sekretaris Golkar Sumut Berang

Dikaitkan dengan Penyalahgunaan Dana Bansos Pemprovsu

MEDAN-Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut Hanafi Harahap berang karena dituding menjadi makelar dana Bansos Pemprovsu. Dia pun menyerang balik para penuding yang berasal dari Aliansi Masyarakat Penuntut Keadilan (AMPK).

“Pertama-tama saya menghormati orang-orang dalam mengeluarkan pendapatnya di depan umum.Namun saya juga menegaskan bahwa massa itu adalah orang-orang bayaran yang hanya mencari makan dengan melakukan aksi unjuk rasa dengan mendompleng aktor dibalik itu,’’ tegas Hanafi Harahap kepada Sumut Pos, kemarin.

Senin (14/5) lalu, puluhan massa AMPK mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jalan AH Nasution Medan. Mereka melakukan orasi untuk menuntut Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) agar melakukan pengusutan terhadap Sekretaris Partai Golkar Sumut Hanafi Harahap, yang terindikasi terlibat makelar proposal dana hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) Pemprovsu tahun 2010.

‘’Hanafi Harahap terlibat makelar proposal di Kantor Gubernur Sumatera Utara dengan memainkan aliran dana ke Yayasan PAUD Asoka Asam Kumbang yang disunat sekitar Rp175 juta,’’ tegas Kordinator Aksi Yos Simatupang, saat itu.

Massa yang datang dengan membawa sejumlah spanduk itu meminta Kejatisu untuk menangkap dan mengusut tuntas kasus dana bansos yang melibatkan sekretaris DPD partai berlambang pohon beringin itu. ‘’Tangkap Hanafi Harahap sebagai pemotong Bansos!’’ teriak massa AMPK.

Kemarin, Hanafi kembali menegaskan kalau aksi AMPK itu. ‘’Saya tahu siapa dalang aksi unjuk rasa itu. Dalang itu adalah teman saya sejak lama. Jadi saya tahu betul apa yang dilakukannya ini bentuk rasa kekecewaannya, sehingga ia menuding saya seperti itu,’’ tegas Hanafi.

Kini Hanafi berencana mengumpulkan bukti-bukti atas tudingan tersebut, untuk mengambil langkah hukum. Pasalnya, dia menilai nama baiknya telah dicemarkan.’’Saya akan mengumpulkan informasi dan akan melakukan kordinasi dengan kuasa hukum saya untuk mengambil langkah hukum.Untuk itu saya juga tidak mau berpolemik di media,’’ tegas Hanafi.

Di sisi lain, pihak Kajtisu menyatakan siap mengusut kasus tersebut. Pernyataan tersebut ditegaskan Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare pada wartawan Selasa (15/5) di Jalan AH Nasution Medan.”Masalah tudingan massa pada Sekretaris Partai Golkar itu, nantinya akan kita bawa untuk dilakukan pemeriksaan.Apakah nama yang bersangkutan ada atau tidak dalam penerimaan dana Bansos tersebut,” ucap Marcos.

Marcos juga mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan masyarakat sangat dibutuhkan informasinya mengenai dana Bansos agar lebih terbuka.Karena dengan adanya demo tersebut bisa dijadikan masukan pada Kejatisu.

“Aksi itu akan kita jadikan laporan untuk segera diusut. Kita akan melakukan penyelidikan tentang aksi yang dilakukan amsyarakat, kita akan ungkap kasus tersebut tegas Marcos.

Sementara itu Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menegaskan bahwa beberapa pejabat Pemprovsu yang telah dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang tersandung dalam perkara Bansos tahun 2010, ia serahkan sepenuhnya pada Bidang hukum (binkum) Pemprovsu. “Silahkan saja mereka melakukan koordinasi,’’ tegas Gatot.

Gatot juga enggan menjawab wartawan perihal tindakannya terhadap para pejabat yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejatisu. Gatot tak mau membuka suara soal pejabat yang tersandung itu akan dinonaktifkan dari jabatan atau tidak. ‘’Silahkan saja tanya pada bidang hukum ya,’’ ujar Gatot.(rud/ari)

Peluru

Ramadhan Batubara

Banyak yang mengatakan, Pilgubsu mendatang sudah pasti dengan mekanisme yang sama. Maksudnya, tetap dipilih oleh rakyat. Untuk membuat Undang-undang itu tidak gampang, butuh proses yang panjang. Sudahlah, sudah pasti Pilgubsu 2013 tidak akan dilakukan oleh DPRD. Titik.

Tapi tunggu dulu, untuk urusan politik tampaknya kita memang harus sering meminggirkan rumus dua tambah dua sama dengan empat. Bahasa politik adalah bahasa kepentingan. Menariknya lagi, kepentingan dalam politik juga tidak tercantum dengan pasti di kamus. Kepentingan adalah sesuatu yang terus berubah. Maka, soal Undang-undang Pemilukada bukan barang besar. Dia tinggal diset saja. Apalagi, kabarnya untuk kali ini DPR (baca, sebagian besar anggota DPR) dan pemerintah tampaknya sepaham.

Kesepahaman antara DPR dan pemerintah ini patut diperhatikan dengan baik. Pasalnya, atas nama kesepahaman, Undang-undang Pemilukada bisa dijadikan prioritas. Jika sudah jadi prioritas, maka pemilihan gubernur melalui anggota DPR tinggal ketok palu bukan? Ketika palu sudah diketok, maka Pilgubsu secara langsung oleh rakyat bisa rawan. Tapi, bukankah Pilgubsu bisa diistimewakan? Maksudnya, pemilihan gubernur oleh DPRD dilakukan usai Pemilu 2014. Dengan kata lain, Pilgubsu yang digelar pada 2013 masih pakai mekanisme lama. Tentu, hal itu juga mungkin terjadi.

Tapi, ketika gubernur Sumatera Utara mendatang dianggap penting oleh partai-partai tertentu, bisa saja Pilgubsu ‘dipaksa’ dengan mekanisme baru (padahal sebuah pengulangan dari zaman orde baru), yakni pemilihan oleh DPRD. Kasarnya begini, ketika Sumatera Utara dianggap provinsi penting terkait Pemilu 2014 mendatang, maka partai-partai besar akan meletakkan ‘orang’ sebagai gubernur. Namanya partai besar, meletakkan gubernur melalui pemilihan oleh DPRD kan tinggal bulatkan suara saja kan?

Lalu, bagaimana dengan jadwal yang sudah ditetapkan pada 7 Maret 2013. Apakah skenario itu (menetapkan Undang-undang Pemilukada) bisa dilaksanakan? Jawabnya bisa saja. Pasalnya, ada kesepahaman antara DPR dan pemerintah. Seandainya molor, kan Pilgubsu tinggal ditunda. Soal pemimpin Sumatera Utara yang kosong, kan tinggal tunjuk Plt-nya.

Pemikiran semacam inilah yang keluar beberapa tokoh yang berniat maju dalam Pilgubsu mendatang. Mereka menunggu kabar pasti soal Undang-undang Pemilukada dan kepastian mekanisme Pilgubsu mendatang. Mereka tak mau salah langkah. Mereka tak mau kehabisan peluru. Ya, kini mereka mengurangi pencitraan diri dan berusaha maksimal untuk menghemat pengeluaran.

Coba bayangkan, ketika mereka sudah mengeluarkan uang banyak dalam pembentukan citra diri di masyarakat, eh, ternyata Pilgubsu malah oleh DPRD. “Bisa habis peluru kita,” kata seorang tokoh yang kabarnya ingin maju ke Pilgubsu mendatang.

Lalu, bagaimana jika tetap dipilih oleh rakyat tapi belum melakukan apapun dalam pencitraan. Bukankah itu bisa juga menjadi bumerang? “Yang penting peluru kita masih ada,” katanya lagi.

Begitulah, soal peluru – baik di dunia politik maupun kriminal – tetap saja menentukan. Karena itu, ketika kepastian mekanisme Pilgubsu masih menggantung, hemat peluru adalah pilihan tokoh tadi. Dan, dia tidak sendiri. Beberapa tokoh yang telah muncul belakangan ini pun belum banyak yang berbuat. Kalaupun ada yang terlihat, pastikanlah bahwa peluru yang dipakai bukan peluru mereka sendiri. (*)

Tim SAR Rusia Jadikan Kelas SMPN 1 Cijeruk sebagai Jamban

Tingkah Laku Tim SAR Rusia Saat Evakuasi Sukhoi

Selama proses evakuasi korban Sukhoi Superjet 100 yang celaka di Gunung Salak, Bogor, tim evakuasi gabungan Indonesia harus bekerja sama dengan tim SAR Rusia. Tetapi, ternyata tidak mudah bekerja sama dengan mereka.

Sidik Permana, Bogor

Tim gabungan evakuasi pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 di Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mulai gerah dengan tim kiriman pemerintah Rusia. Perdebatan demi perdebatan antardua pihak kian sering terjadi.

Senin lalu, Ketua Tim Gabungan Evakuasi dan Penyelamatan SSJ 100 Kol Inf AM Putranto kembali terlibat adu mulut dengan koordinator tim Rusia. Komandan Resor Militer (Danrem) 061 Surya Kancana (SK) itu mendadak naik pitam lantaran tim Rusia kerap bertindak di luar koordinasi.

Padahal, dalam perjanjian awal, tiga tim yang dikirim pemerintah Rusia sepenuhnya berada di bawah koordinasi dan kontrol tim Indonesia. Tiga tim Rusia tersebut terdiri atas tim SAR untuk pencarian korban, tim forensik yang membantu mengidentifikasi jasad korban, dan tim investigasi penyebab kecelakaan.

Cekcok bermula ketika 15 personel anggota tim KNKT Rusia yang hendak berangkat ke titik utama evakuasi di puncak Gunung Salak I dan II tiba-tiba menghentikan perjalanan di puncak Salak I sekitar pukul 12.35 WIB. Alasannya, dua personelnya meminta pulang ke posko karena tak kuat melanjutkan perjalanan (berarti sudah empat personel Rusia yang tak kuat naik Gunung Salak). Parahnya, dua personel itu minta dijemput dengan helikopter. Karuan saja, permintaan tersebut tidak bisa dituruti tim gabungan di posko utama.

Tak hanya itu yang membuat darah Putranto mendidih. Selain meminta jemputan khusus, tim KNKT Rusia berniat membangun banyak tenda di puncak Salak I. Padahal, dataran di puncak Salak I sangat terbatas. Belum lagi, titik tersebut menjadi salah satu rest area bagi tim evakuasi dan wartawan.
“Semua tim Rusia berada dalam satu komando di bawah pimpinan Mayor Budi Syam, komandan 315 Garuda yang berada di atas Gunung Salak. Tidak bisa seenaknya,” ungkap Putranto.

Berdasar pantauan Radar Bogor (grup Sumut Pos), tim KNKT Rusia di puncak Salak I memang kerap membuat para personel tim evakuasi lokal mengelus dada. Betapa tidak, seorang personel tim Rusia tidur dalam satu tenda dengan satu kasur angin. Soal urusan perut, tim dari Negeri Beruang Merah itu juga tak perlu pusing. Sebab, mereka membawa koki sendiri. Mereka pun wajib makan dengan meja makan. “Sementara kami tidur kedinginan di luar tenda dan makan daun karena takut perbekalan habis,” ujar salah seorang tim SAR lokal yang menolak menyebutkan namanya.

Tak hanya tim gabungan evakuasi, warga sekitar base camp tim Rusia juga merasa tak nyaman. Pasukan M4C POCCNN (tim SAR Rusia) kini menguasai fasilitas SMPN 1 Cijeruk. Misalnya, penampungan air yang biasa digunakan warga. Saat ini tempat penampungan air tersebut disulap menjadi kamar mandi darurat milik pasukan Rusia. Sedangkan warga sekitar dilarang menggunakannya. “Mereka tidak boleh semena-mena memakainya. Karena penampungan air tersebut untuk mengairi puluhan rumah warga di sini,” tutur Madun, penjaga sekolah.

Selain itu, kini listrik milik sekolah digunakan tim SAR Rusia untuk menghidupkan peralatan elektronik dan penerangan empat tenda mereka. Padahal, mereka sudah membawa lebih dari dua pembangkit tenaga listrik. Pemakaian listrik yang sangat besar mengakibatkan saklar sekolah naik turun (mati). Apalagi saat malam tiba. Lebih dari lima kali Madun mesti mondar-mandir menyalakan saklar agar listrik kembali terang.
“Saya tidak keberatan, tapi siapa nanti yang bertanggung jawab atas kerusakan dan tagihan listrik ini?” tanya Madun.

Terkait dengan aktivitas belajar mengajar, empat tenda SAR Rusia di lapangan upacara juga dianggap cukup mengganggu. Kemarin para siswa tak bisa melakukan upacara bendera Senin. Konsentrasi belajar siswa juga terganggu oleh hilir mudik helikopter. Lebih parah lagi, salah satu ruang kelas SMPN 1 Cijeruk dibuat jamban darurat oleh pasukan Rusia.

Dengan kondisi itu, mau tidak mau pihak sekolah terpaksa meliburkan siswanya. “Pihak sekolah meliburkan para siswa untuk belajar di rumah,” kata Kepala SMPN 1 Cijeruk Abdul Rozak.

Rozak menambahkan, aktivitas helikopter telah membuat genting sekolah berantakan dan tiga jendela pecah karena empasan angin. “Beruntung terhalang pohon. Jika tidak, bisa pecah semua jendela yang tak jauh dari heliped dan posko utama tim Rusia,” tambahnya.

Sementara itu, Andrey Soroka, wakil tim evakuasi Rusia, mengatakan bahwa timnya hanya berfokus membantu kinerja tim evakuasi Indonesia. Andrey tak membantah bahwa dua personelnya terpaksa kembali turun lantaran tak kuat mendaki Gunung Salak. “Dua orang turun. Satu dari perusahaan Sukhoi dan satu wartawan Rusia. Kami memang berfokus membantu evakuasi dan sama-sama mencari kotak hitam,” ujar Andrey. (*)

Kembangkan Pola Pertanian Terpadu

SIMALUNGUN- Pola pertanian terpadu (PPT) yang diterapkan Koptan Madina sudah membuahkan hasil.

Usaha yang dibina Bank Indonesia (BI) ini bergerak di bidang usaha pembibitan sapi di Nagori Bosar, Kecamatan Panombean Panei, Simalungun.
Bupati Simalungun, JR Saragih, selepas acara penyerahan bantuan BI Social Responsibility terhadap sejumlah kelompok tani, mengakui, pihaknya masih mau mempelajari pola pertanian terpadu.

Sehingga, dukungan Pemkab Simalungun terhadap PPT, baru akan dilakukan Pemkab Simalungun di tahun anggaran 2013. Dengan memasukkan bantuan untuk kegiatan PPT pada APBD Simalungun tahun 2013 mendatang. “Kita belum ada target. Karena harus kita dipelajari dahulu,” ungkap JR Saragih.
Dia menyebutkan, PPT dengan konsep pembibitan sapi luar, serta pemanfaatan potensi kotoran sapi menjadi biogas, sluri (pupuk kotoran sapi) dan sluri diolah menjadi pakan ternak ikan lele, diyakini menguntungkan masyarakat petani. Sehingga konsep PPT ini akan ia terapkan di Simalungun.

Ditanya tentang jaminan pasar daging sapi, ketika nantinya masyarakat berlomba-lomba mengikuti PPT pembibitan sapi luar, Bupati Simalungun ini merasa yakin, pangsa pasar untuk daging sapi akan tetap terjamin. “Karena negeri kita, hingga saat ini masih mengimpor daging sapi,” ungkapnya.

Humas BI Perwakilan Pematangsiantar, James L Tobing menjelaskan, program pertanian terpadu yang diterapkan Koptan Madina, dengan waktu singkat, sudah menunjukkan progres yang baik. Sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peternak lainnya.

Dengan PPT yang dimulai dari pembibitan sapi, Koptan Madina saat ini sudah memiliki kandang, untuk 50 ekor sapi. Kemudian, anggota juga sudah bisa menikmati biogas, sebagai pengganti gas elpiji.

Selanjutnya, dengan menciptakan plankton untuk pakan ikan lele, Koptan Madina mampu menghasilkan 20 ribu ekor ikan lele.  Koperasi ternak usaha tani juga sudah terbentuk. (mag-20)

Keliling Indonesia Buktikan Iritnya Mio J

MEDAN- Meski kehilangan satu kaki, Imam Sujoko berhasil melakukan perjalanan dari Jember menuju Aceh.  Sesampai di Medan Imam dan istrinya berkunjung ke Yamaha Sentral, Jalan Adam Malik, Medan, Senin (14/5).

Kedatangan Imam disambut Disvisi Promosi PT Alfa Scorpii, Ismansyah SE, Divisi Mekanik Agus Susanto, Gerald dari Yamaha Motor Indonesia, serta puluhan anggota klub Vixion 888 Medan.

Selain mengunjungi Alfa Scorpii, Imam akan mengunjungi sejumlah dealer Yamaha yang ada di Medan. Sambutan hangat pun datang dari sejumlah pengusaha dealer Yamaha di Medan, sekaligus memfasilitasi penginapan dan sedikit keperluan Imam bersama istri selama tiga hari di Kota Medan.
Pembuktian Imam atas keiritan Mio J benar-benar terwujud. Imam mengambil sampel, perjalanan dari Pekanbaru menuju Medan yang berjarak 771 km menghabiskan Petramax 10,2 liter. Berati rata-rata pemakaian BBM-nya adalah 1 liter bisa menempuh jarak 75,9 km dengan berboncengan dengan istri serta dengan kondisi jalan yang bervariasi. “Luar biasa irit…,” katanya.

Terkait bahan bakar minyak yang harus dikonsumsi Mio-J itu, Imam mengaku baru mengeluarkan biaya sebesar Rp495 ribu untuk membeli Pertamax .(bbs/jpnn)

Harga Gas Naik, Pasokan Masih Langka

MEDAN- Saat ini pengusaha yang menggunakan bahan baku gas di daerah Jawa Barat dan sekitarnya resah, mengingat harga gas yang naik dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk sebesar 55 persen menjadi US$10,2 per million british thermal unit (mmbtu).

“Hingga saat ini belum ada petunjuk dari pusat terkait kenaikan harga gas di Sumut,” ujar  General Manager PT PGN Strategic Business Unit (SBU) Wilayah III, Moegiono. Dirinya menjelaskan, sebelum kenaikan di Jawa Barat, Sumut sudah terlebih dahulu mengalami kenaikan pada Agustus 2011 lalu. Setelah itu dilanjutkan kenaikan harga di Surabaya. “Tahun lalu kan sudah ada kenaikan sekitar 40 persen dari US$6-7 mmbtu menjadi US$9 mmbtu,” tambahnya.

Moegiono juga menjelaskan, kenaikan harga ini disesuaikan dengan kenaikan harga di hulu atau pemasok. Yang juga berarti ada kenaikan dalam biaya distribusi. “Kalau gas dari hulu naik, maka kita juga menaikkan harga. Untuk biaya distribusi dan pemeliharaan,” ungkapnya. “Dan kenaikan ini, tergantung dari hulu daerahnya,” tambahnya. Untuk persedian gas di Sumut, diakui Mugiono itu masih terjadi kekurangan.(ram)

Pendidikan Berkarakter dan Implementasi di Sekolah

Oleh:
Drs Seram Berutu

Peduli terhadap lingkungan, adalah salah satu bentuk tanggung-jawab manusia secara umum. Kepedulian yang dimaksud adalah keadaan memperhatikan, memikirkan, menganalisa dan mengambil suatu sikap atau tindakan dengan  tujuan  yang baik bahkan lebih baik.

Banyak pengalaman kita sebagai warga masyarakat dan makhluk sosial dari keadaan baik maupun buruk lingkungan kita, apakah sebagai warga kota maupun desa masing-masing mempunyai pengaruh yang mewarnai  sikap pribadi seseorang.

Seseorang yang hidup di daerah pantai akan mengalami kehidupan yang cenderung keras dalam tindakan atau bahkan kasar, secara umum terbentuk karena kondisi kerasnya pola lingkungan laut dan sekitarnya. Terlihat pula perbedaan warna kehidupan dan prilaku seseorang yang hidup di tepi danau, maka kecenderungannya  adalah ketentraman dan kenyamanan perilaku hidup yang bersangkutan.

Bila kita mengamati kebiasaan hidup warga di sekitar Bandara atau Stasiun Kereta Api maka akan ada perbedaan dari sekelompok  warga yang tinggal di pedesaan yang dikelilingi oleh persawahan, sungai yang mengalir jernih dan pepohonan bahkan hutan yang rimbun.

Melalui  keadaan lingkungan hidup yang variatif itu, maka muncul perilaku yang berwarna-warni, bahkan diantara kondisi-kondisi berbeda itu dialami oleh seseorang, maka akan  melahirkan manusia dengan perilaku hasil analisis keadaan yang berbeda tersebut.

Maksudnya adalah, pola hidupnya akan terobsesi oleh berbagai bentuk kondisi lingkungan akan membentuknya  berbeda terhadap kedua bentuk keras dan lembut, resah dan tenang, lusuh dan molek. Karena itu akan ada hasil baru yang dibentuk oleh lingkungan berbeda menjadi satu prilaku yang baru pula. Sejalan dengan pengamatan sedemikian, seorang mahasiswa yang berasal dari sebuah desa sejuk dan damai, lalu menuntut ilmu di sebuah kota besar yang hiruk-pikuk, hingar-bingar dan penuh kesibukan, maka mahasiswa tersebut akan mewarnai prilaku dan pola hidupnya yang baru, dapat pula cenderung lebih baik atau menjadi sangat buruk dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya, yaitu ketika tinggal di desanya.

Sekolah merupakan sebuah lingkungan yang menampung peserta didik dengan berbagai macam bentuk lingkungan sebelumnya, yang melatar belakangi kondisi  lingkungannya menjadi baru. Bila peserta didik berasal dari pedesaan maka secara otomatis akan dipengaruhi oleh lingkungan sekolahnya yang baru yang lebih semarak dan riuh ketimbang di desanya. Demikian pula seorang peserta didik dari sebuah kota yang sibuk dan riuh maka tercipta pula kondisi baru dalam perilakunya sehari-hari.

Kasus-kasus yang dianalisa seperti di atas, sesungguhnya harus menjadi bahan pertimbangan dan membutuhkan ketekunan bagi warga sekolah untuk mengambil tindakan konsisten terhadap pemeliharaan lingkungan yang normatif di sekolah. Lingkungan secara fisik, yaitu lingkungan di luar peserta didik itu sendiri, yang ditekankan harus tetap bersih, rapi dan terpelihara.

Baik gedung, taman, tanaman dan hiasan serta bentuk-bentuk fisik lainnya. Bersih, rapi dan terpeliharanya lingkungan tersebut seharusnya melibatkan seluruh peserta didik secara pro aktif dan memiliki tanggung jawab yang  konsisten.

Itulah sebabnya, pembiasaan peserta didik bahkan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai warga sekolah yang setiap harinya secara rutin perlu terlibat dan berperilaku yang sama untuk terciptanya karakter baru yang terdidik. Lahirnya rasa tanggung jawab akan menimbulkan partisipasi, memerankan partisipasi yang bertanggung jawab itulah yang akan menciptakan kedewasaan yang berkarakter dan akan tertanam bilamana itu secara terus menerus dilaksanakan secara sadar.

Sekolah melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan ruang-ruang belajar maupun praktik, melaksanakan razia kebersihan pribadi, menanam dan memelihara tanaman hias maupun pelindung, menyediakan kantin yang bersih dan higienis, menyediakan tong sampah dan pembuangan yang baik, drainase yang lancar, MCK yang bersih dan terawat serta setiap siswa akan berpartisipasi dan ikut bertanggung jawab.

Sisi lain bahwa pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri juga akan memberikan perhatian, panduan dan teladan sehingga terjadi singkronisasi dan korelasi antara kepedualian sesama warga sekolah, tidak ada yang tidak memberikan perhatian dan partisipasinya.

Bilamana hal itu dapat dilakukan di suatu sekolah sebagai lingkungan yang rata-rata antara  6 sampai 7 jam selama 6 hari per minggu dihuni oleh warga sekolah, maka menanamkan karakter peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab dan bentuk karakter yang berkenaan akan dapat teraplikasi dan dimiliki peserta didik khususnya dan warga sekolah umumnya.

Sejak dahulu kita memiliki karakter tersebut, namun ada masa sebagai babakan terbaikannya penerapan karakter terdidik demikian itu. Reformasi menghasilkan satu sisi kecenderungan kurang peduli terhadap lingkungan pendidiklan baik sekolah maupun kampus-kampus di Indonesia.

Kesibukan dan perhatian fokus terhadap bidang-bidang tertentu juga  mengabaikan keperdulian terhadap lingkungan. Nenek moyang kita tidak menebas, memotong dan menebang maupun merambah secara membabi buta terhadap lingkungannya, apalagi tidak berguna atau dipergunakan maka cenderung adalah membiarkan lingkungan tersebut tetap sebagaimana adanya. Misalnya, terhadap tumbuhan dan atau pohon yang tidak dipergunakan untuk  makanan atau kebutuhan rumah, maka akan dibiarkan hidup bebas dan tidak merusaknya.

Pemerintah kita saat  ini, memandang perlu untuk dibangun kembali karakter positif demikian di negara kita. Yang paling efektif diperkirakan penanaman karakter baik dan bertanggung jawab itu ialah melalui pendidikan di sekolah-sekolah. Pendidikan berkarakter diintegrasikan melalui setiap mata pelajaran yang ada. Bahkan penanaman karakter itu diterapkan pula pada setiap jenjang pendidikan. Kini penanaman karakter tersebut, bagaikan penanaman miliar-miliar pohon kembali, guna menghijaukan kegersangan dan mengurangi bencana banjir, erosi dan abrasi.

Mental kita pun akan kembali  damai dan tidak gersang,  tidak resah, tidak was-was dan mengalami kenyamanan yang damai.  Inilah sekilas opini dan ulasan terhadap bagaimana pentingnya  penanaman karakter di sekolah dan peran serta kita sebagai pendidik  maupun tenaga kependidikan di  satuan pendidikan masing-masing dimana kita mengabdikan diri sebagai amal bakti kita pula terrhadap  bangsa dan negara. Sebagai peran serta kita menghasilkan peserta didik berhasil guna. Kita diharapkan bahkan dituntut untuk tidak tutup mata dan mengabaikan program pemerintah ini.(*)

Penulis adalah guru SMA Negeri 1 Salak, Kabupaten Pakpak Bharat