Home Blog Page 13535

128 KK Belum Ganti Rugi, Tim Tempuh Konsinyasi

Pembebasan Lahan Pembangunan Akses Jalan Menuju Kualanamu

DELISERDANG- Pembangunan akses jalan menuju Bandara Kualanamu masih terkendala pembebasan lahan sepanjang 3,5 km dari 14,5 km jalan akses non tol tersebut. Demi kepentingan nasional, maka Pemrovsu dan Tim Panitia Pembebasan Tana (P2T) dari Pemkab Deliserdang akan menitipkan ganti rugi ke pengadilan (konsinyasi) apabila hingga akhir Mei ini masyarakat belum juga mau menerima ganti rugi.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Tim Sekertariat Wakil Presiden (Setwapres) yang diketuai Plt Asisten Deputi Infrastruktur dan Energi Setwapres Titin Lilis Surinda bersama Sekda Provsu H Nurdin Lubis, SH MM saat meninjau kesiapan pembangunan bandara dan infrastrukturnya di Desa Beringin, Deliserdang, Kamis (10/5).

Berdasarkan hasil tinjauan tersebut, kendala terbesar yang dihadapi menjelang target operasional bandara yang pada Maret 2013 mendatang adalah belum terbangunnya secara keseluruhan jalan non tol menuju bandara. Padahal akses ini diharapkan menjadi jalur utama penumpang menuju bandara sebelum pembangunan jalan tol dan jalur kereta api selesai.

Sekda Provsu Nurdin Lubis dalam kesempatan tersebut mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menghimbau 128 KK masyarakat yang masih menempati jalur pembangunan jalan non tol menuju bandara Kuala Namu agar bekerjasama dan mendukung program nasional.

“Kami memohon pengertian masyarakat yang menempati jalur pembangunan jalan akses menuju Bandara Kualanamu agar mendukung proyek pembangunan nasional. Kalau jalan ini tidak selesai, maka fungsi bandara yang saat ini sudah selesai 80 persen, tidak ada gunanya. Saya himbau masyarakat yang terkena agar bersama-sama mendukung proyek ini dapat selesai pada waktunya,” imbuh Sekda.

Ketika ditanya kendala yang dihadapi, Sekda menjelaskan upaya yang dilakukan Tim P2T yang dipimpin Sekda Kabupaten Deliserdang, sudah mengalami kemajuan yang berarti. Namun Sekda Provsu berharap agar upaya terus ditingkatkan lagi terutama dalam memberi pengertian kepada masyarakat yang terkena dampak agar menerima dana santunan yang dianggarkan melalui APBD provinsi. Seperti diketahui Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho telah menerbitkan Peraturan Gubernur nomor 62 tahun 2011 mengenai santunan pembebasan lahan bagi warga yang menempati lahan eks HGU yang lahannya terkena jalur pembangunan jalan, dimana pendanaannya ditampung oleh Pemprovsu pada APBD TA 2012.  Oleh karena lambannya proses kemajuan pembebasan lahan, maka pemerintah akan mengambil keputusan melakukan konsinyasi ke pengadilan.

“Pada akhir Mei ini tim sudah berketetapan hati, kalau ada yang belum mau terima akan dikonsinyasi. Karena kita sudah melakukan upaya, kita sudah sosialiasai dan sudah minta pengertian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P2T yang juga Sekda Deliserdang, Drs Azwar MSi mengatakan kemajuan pembebasan lahan masyarakat untuk pembangunan jalan menuju bandara mencapai 75 persen. Menghadapi kendala warga yang masih menolak proses ganti rugi hingga akhir Mei nanti, maka pihaknya akan menjalankan proses sesuai dengan prosedur yang ada yaitu konsinyasi ke pengadilan.

“Ini adalah program nasional, tidak merugikan masyarakat. Kami harap masyarakat mau menerima ganti rugi, karena ini juga adalah kebanggaan masyarakat Deliserdang,” kata Azwar.

Kendala yang dihadapi menurut Azwar adalah masyarakat meminta nilai ganti rugi sesuai dengan NJOP, padahal sesuai dengan prosedur dan ketentuan santunan hanya senilai 25 persen dari NJOP yang sudah diatur dengan Pergub. (ari)

Hal ini disebabkan masyarakat tersebut menempati lahan eks HGU PTPN sehingga tidak diberikan ganti rugi sebagaimana umumnya, melainkan hanya santunan yang besarannya ditentukan dalam Pergub.
“Besaran itu tentu sudah melalui pertimbangan matang, karena Pak Gubernur berusaha memberikan santunan dan tidak membiarkan begitu saja masyarakat,” kata Azwar.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Medan, Wijaya Seta mengatakan bila akhir Mei persoalan pembebasan jalan selesai maka akhir Desember jalan sepanjang 3,5 km tersebut akan dapat diselesaikan.
“Tapi kalau molor lagi, bisa jadi jalan sepanjang 3,5 km untuk dua jalur tersebut tidak selesai,” ujar Seta kepada wartawan.
Bila juga tidak terselesaikan persoalan ganti rugi, alternatif yang dapat diambil menurutnya adalah dengan tetap menggunakan jalan eksisting yang ditingkatkan kualitasnya, namun lebarnya tetap. Hal ini tentunya tetap akan menghambat akses karena akan terjadi pengecilan jalan di beberapa ruas.
Tim Setwapres, Titin Lilis Surinda menanggapi bahwa pihaknya akan melaporkan setiap perkembangan dan kendala yang ditemui dalam pembangunan bandara maupun akses jalan. (ari)

Pembelian Mobil Baru Anggota DPRD Diprotes

BINJAI- Pembelian sembilan unit mobil Avanza bagi pimpinan fraksi dan komisi di DPRD Binjai, mendapat protes dari berbagai kalangan di Kota Binjai. Salah satunya  organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Binjai.

Menurut Yudi, anggota HMI, Jumat (11/5), pembelian mobil dinas bagi wakil rakyat itu hanya menghambur-hamburkan uang, tanpa ada manfaat apapun bagi masyarakat Kota Binjai.

“Pembelian mobil baru anggota dewan sangat dissyangkan dan kurag tepat. Karena menurut kami, itu hanya pemborosan dan akal-akalan anggota dewan untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat,” ujarnya.

Ditambahkan dia, alangkah bijaksananya wakil rakyat di gedung dewan bila menggunakan anggaran Rp1,5 miliar itu untuk kepentingan masyarakat banyak, seperti, infrastruktur jalan, biaya kesehatan, pendidikan dan kemaslahan rakyat lainnya. Karena, pembelian mobil baru, hanya akan menambah kepadatan kendaraan.

“Lebih baik, uang satu miliar itu kita alihkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Misalnya, diberikan kepada warga yang tidak mampu melanjutkan sekolah anaknya sampai ke perguruan tinggi. Dengan demikian, generasi muda bisa meraih impiannya dan dapat menjadi SDM handal bagi Kota Binjai,” ucap Yudi. Dia menilai, pembelian mobil dinas itu tidak terlalu penting dilakukan. Sebab, mobil dinas dikhawatirkan untuk kepentingan pribadi. (ndi)

Upal Beredar di Warnet dan SPBU

BINJAI- Pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Jamin  Ginting, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan, menerima uang palsu (upal) pecahan 10 ribu dan 20 ribu dari salah seorang pembeli, Jumat (11/5) sekitar pukul 12.20 WIB. Menurut Sri Rahayu (24) karyawan SPBU, diketahuinya upal itu  saat seorang pria mengembalikan uang pecahan Rp10 ribu yang diterimanya dari karyawan SPBU, ketika sedang mengisi bahan bakar sepeamotornya.

“Saya nggak tahu, anak laki-laki itu menolak uang pengembaliannya, katanya uang ini palsu,” kata Sri.

Sri menambahkan, dirinya tak tahu dari siapa uang pecahan Rp10 ribu itu didapatnya. Soalnya, begitu banyak pembeli BBM di SPBU tempatnya bekerja. “Saya pun tak tahu siapa yang memberikan, karena sibuk mengisi bahan bakar. Saya langsung pegang saja uangnya, tanpa memeriksa terlebih dulu,” urainya.

Kejadian ini, sebut Sri, bukan kali pertama dialaminya. Bahkan, sudah berulang kali menemukan uang pecahan palsu mulai dari pecahan Rp10 ribu sampai Rp50 ribu.

“Tadi juga ada perempuan membeli minyak,dia memberi uang pecahan Rp20 ribu, tapi sempat ketahuan, dan saya kembalikan lagi. Memang disini sering ditemukan uang palsu seperti itu,” katanya.

Selain di SPBU, sejumlah warung internet (warnet) di Kota Binjai juga kerab menemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu. “Aku pernah juga menerima uang palsu pecahan Rp100 ribu dari anak sekolah, waktu dia mau bayar warnet, kalau tak salah sekitar 3 bulan lalu,” ucap Endi, operator warnet di Binjai Kota. (ndi)

Tahanan Nyaris Tewas

LABUHAN- Sarman Tampubolon (17), tahanan Polsekta Medan Labuhan, Jumat (11/5) dinihari sekira pukul 02.30 WIB nyaris tewas bunuh diri. Remaja berdomisili di Jalan Veteran Pasar IV Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli ini diduga berusaha mengakhiri nyawanya dengan cara menelan lotion obat anti nyamuk di dalam sel tahanan.

Untungnya, aksi anak pensiunan TNI terkait kasus curanmor itu diketahui para tahanan dan dilarikan petugas ke RSU Ametha Sejahtera.
Informasi diperoleh Sumut Pos diduga pemicu nekatnya, Sarman untuk mengakhiri hidupnya setelah merasa kecewa karena tak seorangpun sanak keluarga membesuk dirinya sejak ia dijebloskan ke sel tahanan.

“Pagi tadi saat ada tahanan yang mau ke kamar mandi melihat ada tahanan menggelepar di lantai setelah nekat minum lotion anti nyamuk sebanyak empat bungkus. Kami langsung berteriak, lalu polisi membawanya keluar sel menuju ke rumah sakit,” ungkap JR Saragih, seorang penghuni sel tahanan Polsekta Medan Labuhan.

Saragih, menuturkan semenjak menjadi penghuni sel tahanan polisi pada Jumat (4/5) lalu, Sarman memang tak banyak bicara. Bahkan dia lebih banyak diam dan suka menyendiri. Sedangkan keluarganya tak satupun terlihat membesuk dirinya. (mag-17)

PDAM Tirta Wampu Bangun Jaringan Baru

LANGKAT- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu Stabat, Kabupaten Langkat, membangun jaringan baru di Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, berkapasitas 10 liter/ detik yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat, bagi seribu sambungan ke rumah tangga.
“Kita juga akan membuat dua hidran umum, demi kelancaran pengerjaan pompa air ini kami mohon doa serta dukungan dari masyarakat demi kelancaran pekerjaan pembangunan yang akan dilaksanakan Senin (14/5) mendatang,” ungkap Direktur PDAM Tirta Wampu Jufrizal, SE melalui staf ahli teknik Syarifuddin Nasution, Jumat (11/5).

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karang Gading Drs. Saiful Bahri dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak PDAM Tirta Wampu, karena PDAM sudah lama di dambakan oleh masyarakat desa ini, mengingat air di desa ini kurang bagus baik dari segi kesehatan maupun dari segi kebersihannya. (ndi)

Tibo Belum Fit

Timnas Ditahan Persiba 1-1

BANTUL- Masuknya beberapa pemain Indonesia Super League (ISL) ke timnas rupanya tidak sepenuhnya menjadi jaminan mereka bisa main maksimal. Pasalnya, kondisi Titus Bonai ternyata belum sepenuhnya siap diturunkan.

Koordinator timnas PSSI, Bob Hippy menjelaskan, Tibo panggilan Titus Bonai, kondisinya belum seratus persen. Karena itu, pemain asal Persipura Jayapura itu tidak tampil lagi saat timnas melakukan uji coba melawan Persiba Bantul yang berakhir seri 1-1, kemarin (11/5).

“Tibo sedang ke Jakarta, dia tidak ikut main hari ini (kemarin, Red). Dia minta ijin ke manajemen untuk berobat ke dokter disana,” katanya.
Sayang, dia tidak tahu benar apa yang membuat Tibo kurang fit. Hanya, Bob memaparkan bahwa kurang baiknya kondisi Tibo sudah terlihat sejak dia bergabung bersama timnas di Jogjakarta pada Selasa (8/5) lalu.

Karena kondisi itu pula, Tibo pada pertandingan melawan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 9 Mei lalu hanya diturunkan setengah babak. “Dari awal gabung latihan dia memang kelihatan kurang fit. Karena itu dia ingin berobat dahulu. Saat uji coba juga kelihatan kurang maksimal,” tutur mantan pemain Nasional tersebut.

Bob juga belum bisa memastikan apakah dengan kondisi seperti sekarang Tibo siap untuk dijadikan tulang punggung tim saat timnas berangkat ke Palestina dalam turnamen An Nakbah pada 13-23 Mei. (aam/jpnn)

Menanti Duo Naturalisasi

MEDAN- Sejak awal putaran kedua, karteker PSMS Suharto selalu dipusingkan dengan skuad yang tidak lengkap. Faktor cedera dan akumulasi yang bergantian mendera pemainnya kerap memusingkan Suharto untuk menentukan line up-nya. Terakhir Zulkarnaen, Denny Rumba dan Wawan Widiantoro yang harus diparkir karena cedera.

Angin segar sempat berhembus saat manajemen PSMS mengaku akan mendatangkan dua pemain naturalisasi dari Pelita Jaya, Ruben Wuarnamaram dam Toni Cussel. Kabar kedatangan keduanya telah dihembuskan sebelum keberangkatan tim menjalani tur tiga pulau. Namun sampai saat ini kedua pemain naturalisasi Belanda itu belum juga bergabung.

Suharto tak memungkiri jika kedatangan keduanya akan membuat dirinya sedikit lega. Toni bisa menjadi opsi alternatif di lini tengah. Juga Ruben yang membuat Suharto punya opsi lain di depan selain Saha dan Nico Malau. “Kalau mereka bisa hadir tentu akan sangat bagus. Apalagi mereka bisa membuat saya punya pilihan lain di tengah dan depan,” kata Suharto kemarin.

Tak dipungkirinya, rotasi yang kerap dilakukannya karena stok pemain yang terbatas, terutama di lini belakang. “Rotasi memang mendesak saya lakukan karena stok pemain juga terbatas. Di lini belakang yang paling sering terjadi. Tapi dampaknya sering terjadi miskomunikasi antar pemain,” katanya.
Namun, Suharto tak mau terlalu berharap banyak pada keduanya. Apalagi keduanya belum jelas kapan bisa bergabung dengan tim. “Saya tidak mau berharap kepada mereka. Skuad yang ada bisa dioptimalkan. Tentu dengan menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu juga mewanti-wanti cedera,” tambahnya.

Beruntung menjelang dua laga kandang kontra Persela (20/5), dan Arema (26/5), PSMS bakal komplit. Tiga pemain yang cedera tengah dalam masa pemulihan dan diprediksi akan bisa tampil sebelum laga kontra Persela. Selain itu, kali ini PSMS bersih dari akumulasi kartu. Alamsyah Nasution sudah kembali dari akumulasi kartu.

“Jika tim tampil komplit itu sebuah keuntungan buat kita. Tapi di luar itu saya harus benahi beberapa sektor seperti pertahanan dan lini depan yang belakangan lemah finishingnya,” jelasnya.
Sementara Manajer PSMS, Benny Tomasoa mengatakan belum bisa memastikan kepastian jadwal keduanya bergabung dengan tim. Meski mengaku sudah mendaftarkan pengesahan keduanya ke Badan Liga Indonesia (BLI). “Kita memang sangat membutuhkan keduanya dalam situasi saat ini. Hanya tinggal menunggu mereka bergabung. Mudah-mudahan sebelum 20 Mei,” tandasnya. (mag-18)

Mayang Putra Bungkam Gumarang

Piala Specs 2012

MEDAN- Sekolah Sepak Bola (SSB) Mayang Putra mengalahkan SSB Gumarang dengan skor 1-0 pada babak penyisihan Piala Specs 2012 di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat (11/5). Gol semata wayang milik SSB Mayang Putra tercipta Wilman di menit 56.

Laga Mayang Putra dan Gumarang ini berlangsung sengit dan atraktif sehingga mampu memukau ratusan penonton yang memadati stadion yang menjadi markas PSMS Medan tersebut. Secara keseluruhan, anak-anak Mayang Putra yang dibesut Rahimsah terbilang mendominasi jalannya pertandingan.
Di menit 28, Kurniawan pemain Mayang Putra mendapatkan hukuman kartu kuning akibat pelanggaran yang dilakukannya. Hingga berakhirnya babak pertama, semua usaha kedua kubu belum juga membuahkan hasil yang berarti, sehingga kedudukan berakhir dengan skor 0-0.

Di babak kedua, anak-anak Mayang Putra langsung menggempur pertahanan Gumarang. Lalu, di menit 49, Reza Surya dari Mayang Putra menerima kartu kuning akibat pelanggaran yang dilakukannya.

Akhirnya di menit 56, Wilman berhasil memecah kebuntuan dengan menjebol gawang Gumarang yang dijaga Rahmat. Mayang Putra unggul 1-0. Tertinggal satu gol, pelatih Gumarang Hamdardi, mengintruksikan anak-anak asuhnya meningkatkan pola permainan. Namun sayang, hingga wasit Husain meniup peluit panjang, skor tak berubah 1-0 untuk keunggulan Mayang Putra.

Usai pertandingan, Rahimsah pelatih SSB Mayang Putra mengaku bangga dengan penampilan anak asuhnya. “Tentu kami belum puas, karena masih banyak lagi pertandingan yang harus diselesaikan untuk mencapai juara,” katanya.

Selanjutnya dia mengatakan tetap melakukan evaluasi permainan kepada anak asuhnya. “Sebenarnya peluang yang diciptakan cukup banyak tapi tinggal penyelesaian yang kurang greget,” katanya.

Babak penyisihan turnamen Piala Specs ini akan kembali digelar sore ini di Stadion Kebun Bunga Medan. Di partai pertama, SSB Sejati Pratama akan berhadapan dengan SSB Medan Utara, sementara di partai kedua, SSB Surya Putra Marendal akan melawan SSB Cikal Garuda.(mag-10)

Tuan Rumah ISG, Riau Ajukan Rp550 M

JAKARTA- Tahun ini dan tahun depan, Provinsi Riau akan terus disibukkan dengan even olahraga. Juni nanti, Riau akan menjadi tuan rumah kualifikasi Piala Asia U-22 Juni 2012. September mendatang, provinsi yang dipimpin Gubernur Rusli Zainal itu menjadi tuan rumah PON XVIII. Dan tahun depan (2013), Riau dipercaya sebagai tuan rumah ajang Islamic Solidarity Games (ISG).

Nah, untuk menyukseskan ISG 2013, Riau diberitakan mengajukan dana penyelenggaraan senilai Rp550 miliar. Tapi dana itu dianggap terlalu besar oleh pemerintah. “Riau mengajukan senilai Rp550 miliar. Tapi dana itu kami rasionalkan. Selanjutnya kami coba mengajukan anggaran di kisaran Rp250 miliar hingga Rp300 miliar saja,” kata Deputi Menpora Bidang Pembinaan dan Prestasi, Djoko Pekik. Dana tersebut itu akan diusulkan tahun depan.

Joko Pekik menyatakan, jika ISG tidak seperti SEA Games dimana satu cabor bisa digelar jika ada minimal empat negara yang ikut. “Dana yang diajukan itu terlalu besar karena di ISG setiap nomor yang dapat dipertandingan itu syaratnya diikuti minimal delapan negara,” lanjutnya.

Jika cair, dana itu bakal digunakan untuk penyelenggaraan even saja. Tidak untuk pembangunan ataupun renovasi venue pertandingan. Sebab fasilitas olahraga di Riau sudah komplet dengan digelarnya PON XVIII September mendatang.(ali/jpnn)

Tim Futsal Sumut ke Piala Emas

MEDAN- Tim futsal Sumut siap berjuang di ajang Piala Emas di GOR Ciracas, Jakarta Timur, 13-19 Mei mendatang. Tim ini dilepas manajemen tim futsal PON Sumut dan unsur pengurus Badan Futsal Daerah (BFD) Sumut di Bandara Polonia Medan, Jumat (11/8) pagi.
Ajang ini akan menjadi tolok ukur persiapan tim futsal Sumut menghadapi PON XVIII pada September nanti. Apalagi beberapa pesaing dari daerah lain ikut ambil bagian pada turnamen ini.

Manajer tim Bahar Siagian berpesan kepada seluruh pemain yang akan bertanding untuk mengharumkan nama Sumut di even itu. Tak dipungkirinya even ini cukup bergengsi. “Saya ingatkan tim futsal ini membawa nama daerah. Jaga nama baik Sumut dan junjung tinggi sportivitas tim,” katanya kepada para pemain.

“Even ini tidak sembarangan. Karena tim-tim peserta yang ikut bertanding kebanyakan tim peserta PON dari daerah lain. Selain itu klub-klub futsal di Jawa juga ikut berpartisipasi. Artinya ini tantangan buat tim ini untuk meraih prestasi sekaligus memantau kekuatan lawan untuk PON,” tambahnya.
Bahar meyakini jika tim futsal Sumut mampu menjuarai turnamen ini, besar kemungkinan peluang meraih emas di PON XVIII nanti terbuka. “Kalau bisa juara disini bukan tidak mungkin kita meraih emas di PON,” tambahnya.

Sementara itu Ketua BFD Sumut, Rafriandi Nasution menyatakan keikutsertaan tim futsal Sumut di Piala Emas ini tak lepas dari dukungan pihak-pihak yang peduli. Antara lain keluarga mantan Gubernur Sumut, Raja Inal Siregar yang menyediakan pakaian lengkap untuk bertanding.
“Tim mendapat pakaian lengkap dari pak Yuriandi Siregar yang diserahkan Mantan pemain PSMS, Abdullah Lubis. Juga dukungan dari pemerintah maupun swasta,” ungkapnya.

Di Jakarta nanti, tim futsal Sumut dipimpin Sekretaris BFD Sumut, Furkanis Chaniago dan Pelatih Alpinus. Turut melepas Kadis Perikatan dan Kelautan Sumut, OK Zulkarnain, Wakil Manajer Ilyas Sitorus, perwakilan PT Perkebunan Sumut, Darwin Nasution, Kepala SDM Bank Sumut, Bahren Siagian dan Ketua Bidang Teknik BFD, Sakiruddin Lubis. (mag-18)