Home Blog Page 13561

Innova Tabrak Truk Parkir, 7 Tewas

AEK NATAS-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Aek Natas Labuhanbatu Utara (Labura) kemarin sore. Tujuh orang tewas setelah mobil Kijang Innova menabrak sebuah truk tronton.

Ceritanya, gara-gara hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya pengemudi mobil Kijang Inova BK 1144 YW menabrak bagian belakang truk tronton BK 9119 FF yang parkir di tepi jalan, Kamis (3/5) sekira pukul 18.00 WIB. Akibatnya, 7 orang tewas, 2 orang kritis. Peristiwa ini terjadi di di Jalinsum Aek Natas Labuhanbatu Utara (Labura) tepatnya di Km 248.

Informasi diperoleh dari Adi (31), Fahmi (46) dan Hendro (42), sesaat sebelum kejadian, mobil Kijang Innova melaju dari arah Rantauprapat ke Labura dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi Innova berusaha mendahului truk yang ada di depannya.

Namun entah bagaimana mobil itu tiba-tiba oleng dan lari jalur ke kanan badan jalan. Saat bersamaan, ada truk yang sedang parkir. Lalu, pengemudi Innova menghantam bagian belakang truk yang sedang parkir.

Suara benturan yang kuat membuat warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian terkejut. Dalam hitungan detik warga sudah berkumpul di lokasi kejadian untuk melihat apa gerangan yang terjadi.

Warga melihat ada 9 orang penumpang Innova yang terkapar bersimbah darah di dalam mobil. Melihat itu, warga lalu menghubungi petugas satlantas. Tak lama berselang petugas datang dan melakukan evakuasi. Diduga penumpang mobil Innova ini rombongan keluarga karena sesuai data dari kartu tanda penduduk yang dikumpulkan polisi, korban memiliki alamat yang sama yakni di Sungai Sentosa Ajamu Kecamatan Bilah Hilir Labuhanbatu.
Setelah seluruh korban dikeluarkan dari dalam mobil diketahui 6 orang meninggal di lokasi kejadian akibat mengalami luka yang cukup parah. Sementara tiga orang lagi kritis.

Kemudian polisi membawa para korban kritis dan jenazah para korban ke RSU Labura.

Sesaampainya di RSU Labura, 6 jenazah korban dibawa ke ruang kamar mayat, sedangkan 3 korban kritis dibawa ke Instalasi Gawat Darurat. Namun baru beberapa menit mendapat perawatan di RSU Labura, satu korban kritis bernama Ucok (6) meninggal dunia.

Terpisah, Kanit Laka Polsek Bilah Hilir Guntur M Siagian didampingi Aiptu Hamid Darwin mengatakan, truk yang sedang parkir itu sedang mengalami gangguan mesin. Keterangan itu didapat Guntur dari Ali (30) warga Jalan Rakutta Sembiring Lorong 20 Pematangsiantar yang merupakan sopir truk yang sedang parkir tersebut. “Dia (Ali, Red) duduk sekitar 5 meter dari truknya itu,” tambah Guntur.

Guntur menambahkan, saat ini kasus tabrakan ini masih diselidiki dan pihaknya sedang menunggu mobil derek untuk membawa mobil Innova dan truk yang ditabrak ke Polsek Bilah Hilir sebagai barang bukti. (st/smg)

Hardiknas dan Demo

Faliruddin Lubis
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Sejak pagi tepatnya Rabu 2 Mei, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) saya sengaja keluyuran di jalanan Kota Medan. Setelah jalan sana-jalan sini saya singgah di warkop tempat ngumpul para kuli tinta.

Saat duduk-duduk sambil menikmati makanan dan minuman kawan-kawan wartawan yang baru datang selalu nyeletuk. “Ada demo di sana dalam rangka Hardiknas,” kata teman wartawan.

“Lalap demo. Hari Buruh demo, Hari Pendidikan Nasional demo. Ah, biarin ajalah itu,” celetuk teman w artawan lainnya.
Teman wartawan yang duduk di sebelah saya pun ngoceh tak karuan. “Emang sekarang ini gila demo. Sebentar-bentar demo. Jenuh juga kita melihatnya. Udahlah biarin ajalah begitu,” sambung teman wartawan lainnya.

Tak berselang lama, teman wartawan yang baru tiba pun ngoceh soal demo. “Itu di kantor Gubsu anak sekolah demo,” katanya.
Kawan yang lain langsung serentak menjawab,” Apapula anak sekolah demo. Udah belajar aja yang bagus kok demo.”
Intinya, ternyata teman-teman memang sudah muak dengan demo yang selalu mereka hadapi.

Apalagi demo sekarang ini tak pandang hari. Sampai-sampai Hari Pendidikan Nasional pun diwarnai aksi demo. Berbagai tuntutan elemen yang mengaku peduli dengan pendidikan menyampaikan tuntutannya mulai dari penolakan UN dijadikannya sebagai standar kelulusan, mendesak realisasi minimal 20 persen anggaran untuk pendidikan, menyelenggarakan pendidikan murah yang berkualitas dan peningkatan sarana pendidikan, menolak komersialisasi pendidikan yang dilakukan para pemangku kebijakan, hingga mengusut Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang banyak diselewengkan.

Tapi, tetap saja tak digubris.Permainan nilai menuju sekolah favorit tetap saja berlangsung dari tahun ke tahun. Jadi apa gunanya demo.
Apalagi demo kemarin melibatkan pelajar yang tak pantas ikut-ikutan. Kan lebih baik belajar di sekolah atau memperingatinya dengan berbagai kegiatan positif.

Atau merenung bersama seperti apa sudah pendidikan yang didapat di bangku sekolah. Jangan-jangan yang didapat cara agar bisa mendapatkan nilai UN yang tinggi. Tak perduli apapun caranya.

Atau hanya melakukan aksi demo jika tak senang dengan guru di sekolahnya, sehingga terbawa-bawa hingga memperingati Hardiknas pun demo. Sementara di zaman sekarang ini aksi demo dianggap sebagai mengganggu ketentraman masyarakat dan sudah menjemukan. Ya seperti yang dibicarakan oleh teman-teman saya tadi.

Sudahlah, boleh melakukan demo tapi hendaknya melihat tempat dan momennya. Jangan setiap memperingati hari bersejarah diisi dengan demo. Muak juga kita macam tak ada acara yang lain selain demo. (*)

 

Dusun Lae Mbalno tak Terjamah Listrik

PAKPAK BHARAT- Sembilan tahun sudah Kabupaten Pakpak Bharat dimekarkan dari Kabupaten Dairi. Mirisnya, ada beberapa desa di Kabupaten Pakpak Bharat belum menikmati penerangan dari aliran listrik. Seperti yang dialami warga Dusun Lae Mbalno Desa Boangmenalu Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat. ‘’Hingga kini kami warga Lae Mbalno belum menikmati penerangan listrik sehingga kami sangat kesulitan menjalankan aktivitas di malam hari akibat belum adanya listrik di desa kami,” keluhnya Parulian Berutu (37) warga Lae Mbalno kepada wartawan, Senin (3/5) di Kecamatan Salak.

Menurutnya, sebaiknya pemerintah dapat memperhatikan penderitaan mereka, karena sampai saat ini untuk penerangan di malam hari warga menggunakan lampu teplok sehingga keadaan semakin sulit. Sementara harga  minyak tanah sangat mencekik leher sejak tidak ada lagi subsidi pemerintah. “Sebagai warga Negara Indonesia kami juga berhak merasakan nikmatnya kemajuan pembangunan, sama seperti warga lainya,’’ pintanya.
Ketiadaanlistrik itu menurutnya membuat kampung tersebut tertinggal dalam segala hal, terutama dalam hal pesatnya perkembangan teknologi dan pembangunan desa. “Ya bagaimana SDM (sumber daya manusia) mau meningkat untuk belajar di malam hari saja anak-anak kami kesulitan, karena harus menggunakan lampu teplok. Kalau lima tahun silam sih tidak masalah, karena bukan kampung kami saja yang belum teraliri listrik namun masih banyak desa lainnya di Kabupaten Pakpak Bharat belum menikmati penerangan listrik, tapi sekarang kayaknya sudah tidak pantas lagi menikmati kehidupan tanpa adanya penerangan yang layak”, ungkapnya.

Hal senada juga dikemukakan Parni Berutu (60) dirinya merasa khawatir dengan keadaan tersebut, ‘’Terkadang kami merasa takut untuk keluar rumah pada saat malam hari, karena cahaya lampu hanya dapat menjangkau dalam ruangan rumah saja, itu pun tidak terang seperti cahaya dari aliran listrik” ujarnya.

Mereka berharap banyak kiranya Pemerintah Daerah (Pemkab) Pakpak Bharat segera merealisasi keinginan warga untuk memprogramkan masuknya aliran listrik ke kampung tersebut. (mag-14)

Kantor Bupati Karo Dilempari Sampah

KABANJAHE- Kenaikan harga retribusi sampah hingga 100 persen tidak menyelesaikan permasalahan menumpuknya sampah di Kecamatan Kabajahe dan Berastagi. Hal ini menyebabkan seratusan massa berunjukrasa dengan cara menabur sampah di Rumah Dinas dan Kantor Bupati Karo, Kamis (3/5).
Pengunjuk rasa  menuntut agar Bupati Karo membatalkan kenaikan retribusi sampah karena mereka menganggap kenaikan tersebut tidak membuat lingkungan Kota Kabanjahe dan Berastagi sekitarnya bebas dari bau busuk dan tumpukan sampah. Malah hanya menambah beban rakyat dengan harus membayar uang sampah dengan biaya lebih tinggi.

Massa yang tergabung dalam LSM Gempita, Toppan RI, HiPI, dan PPM mengancam bila dalam tiga hari sampah-sampah tidak diangkut, akan kembali menggelar aksi yang sama dengan mendatangkan masyarakat karo dalam jumlah lebih besar bersama sampah-sampah dengan cara menaburnya di Kantor Bupati Karo.

“ Bapak Bupati Karo yang berjanji membangun tanah karo ini ternyata hanya menambah beban rakyat, selain beban  kenyamanan dan kesehatan rakyat Karo juga terancam, disebabkan tumpukan sampah yang tidak diangkat-angkat,” kata Ketua LSM Jaringan Nusantara Tanah Karo, Serba Sebayang
Dia juga mengancam akan membuat selebaran kepada masyarakat untuk tidak membayar retribusi sampah sebelum Bupati Karo membatalkan kenaikan tersebut. Pekarangan Rumah Dinas dan Kantor Bupati Karo saat itu tampak dipenuhi sampah dengan aroma busuk.  Menyikapi aksi ini asisten II Drs. Simon Sembiring bersama pejabat lain di Kantor Bupati Karo berjanji akan menuntaskan permasahan sampah ini secepatnya.

“Kami akan segera menyelesaikan permasalahan ini, sebelumnya ada kendala karena armada pengangutan sampah di Dinas Kebersihan tidak mencukupi untuk mengangkat sampah di seluruh kota Kabanjahe dan Berastagi, sehingga tidak bisa diselesaikan dalam sehari. Sekarang Armada telah ditambah dan ini tidak akan terjadi,” jelas Simon.

Asisten II Buapati Karo ini juga mengatakan bahwa kenaikan retribusi sampah bertujuan untuk menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) Karo sehingga dengan demikian permasalahan sampah di Tanah Karo ke depannya  tidak  akan terulang kembali.

Sebelumnya, saat para demonstran tiba di halaman Kantor Bupati Karo tiba-tiba mobil Dinas Pejabat Karo melaju dengan cepat meninggalkan lapangan parkir, yang didalamnya tidak lain adalah pejabat nomor satu di Tanah Karo.

Melihat mobil itu keluar demonstran pun berlari sambil berteriak,” Hey, Bupati jangan lari kau!”. Serta merta massa marah dan melempari mobil tersebut. Kesal ditinggalkan begitu saja demonstran menjadikan halaman Kantor Bupati Karo jadi tempat pembuangan sampah. Dalam waktu yang tidak lama tempat tersebut dipenuhi sampah dan aroma busuk. (mag-19)

400 Massa Blokir PKS Pabatu

TEBINGTINGGI- Sebanyak 400 massa yang tergabung dalam Kelompok Tani Bandar Rejo mendatangi Emplasmen dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Kebun Pabatu Serdangbedagai, Kamis (3/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Massa yang datang dengan mengendarai sepeda motor dan mobil gerobak itu menuding pihak PTPN IV Pabatu menyerobot tanah seluas 254,33 hektar milik rakyat.

Massa menutup akses jalan menuju pabrik penggilingan kelapa sawit di Desa Pabatu, sehingga produksi pabrik terhenti.

Sempat terjadi ketegangan petugas dengan massa. Akhirnya aksi massa itu bisa berjalan tertib setelah petugas datang dan perwakilan dari massa diterima PTPN Pabatu untuk berunding. “Katanya pihak perkebunan ada mengganti tanah warga dengan persetujuan Camat Tebingtinggi bernama Faisal Hasrimi dengan harga Rp800.000 untuk tanah seluas 12 rante pada tahun 2004, itu sama sekali tidak benar,” ujar  Ketua Kelompok Tani Bandar Rejo Wendy.
Setelah 20 orang perwakilan warga diterima mediasi antara pihak perkebunan, Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai dan kepolisian akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri dasn  menunggu kabar hasil mendiasi perwakilan warga dengan pihak perkebunan selanjutnya.

Humas PTPN IV Kebun Pabatu, Suheri ketika dikonfirmasi tidak mengetahui permasalahan tersebut. “Itu bukan wewenang saya menjelaskannya,” kata Suheri sambil pergi meninggalkan wartawan. (mag-3)

Penadah Mobil Curian Berkeliaran di Asahan

ASAHAN: Polres Asahan diminta menangkap tersangka penadah mobil curian antarprovinsi yang saat ini berkeliaran di Kisaran. “Polisi sepertinya tutup mata, tidak menangkap pelaku penadah yang sudah masuk dalam menjadi daftar pencarian orang (DPO),” kata Rajendar Singh, SH, pengacara Rudi alias Lim Cing Liang, salah seorang terdakwa kasus pencurian mobil yang sudah menjalani masa hukuman.

Kepada wartawan di Medan, Kamis (3/5) Singh menyebutkan, kasus pencurian mobil Toyota Fortune milik Saripin, warga Medan terjadi 24 Juli 2010.  Mobil dicuri dari salah satu hotel di Kisaran.Dalam penyelidikan polisi Asahan,  A Guan dan Rudi alias A Cuan ditangkap di Medan. Pengakuan keduanya, mobil dijual ke bengkel Car Station milik Suwandi alias A Cun di Jalan Letda Sujono, Medan. Tetapi saat hendak dilakukan penangkapan, Suwandi sudah kabur sehingga dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Asahan.

Namun, Rudi alias Lim Cing Liang diduga terlibat dalam penadahan mobil itu ditangkap Polres Asahan. Dalam pemeriksaan polisi, Lim Cing Liang mengaku hanya membeli dashboard, bumper dan lampu depan Fortune kepada Suwandi yang digunakan untuk mobilnya. Namun begitu, Lim Cing Liang tetap dipersalahkan sebagai penadah, dan ditahanan selama setengah tahun di penjara.

Suwandi yang masuk DPO Polres Asahan kini  kembali, tapi polisi menangkapnya. “Kami mendesak Polres Asahan menangkap penadah mobil antarprovinsi itu, jangan tebang pilih dalam memproses perkara,” kata Singh. (azw)

PT AquaFarm Nusantara Tabur Benih Mujahir di Pea Parohan

SAMOSIR- PT AquaFarm Nusantara (PT AN) Toba Growout Ajibata dengan Pemerintah Kabupaten (Pembkab) Samosir melakukan penanaman pohon di Pea Parohan Salaon Toba Kecamatan Ronggur Ni Huta Kabupaten Samosir. Selain itu sebanyak 30 ribu benih ikan mujahir ditabur di Danau Pea Parohan (Danau di atas Danau Toba) Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Rabu (2/5).

Sebelum penaburan bibit Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon menyampaikan terima kasih kepada PT AN  yang telah ikut peduli terhadap pengembangan perikanan khususnya di Samosir. Diharapkannya melalui PT AquaFarm yang telah hadir di Samosir, ekonomi dan taraf hidup masyarakat semakin  meningkat.

Dalam kesempatan itu Manager PT AN Toba Growout Project Bambang Kuntoro Setyo SPi menerangkan bahwa PT AN telah melakukan kerjasama dengan Pemkab Samosir untuk melakukan tabur benih di perairan Danau Toba.”Dalam operasional usahanya PT AN memiliki beberapa program CSR (Corporate Sociel Renponsibility) sebagai kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Banyak program yang telah berjalan dan terus kami pelihara agar manfaat yang diharapkan bisa tercapai maksimal. Seperti tabur benih ikan di Sidihoni saat ini,  Danau Sidihoni berjarak 8 kilometer dari Pangururan ini cukup indah,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya PT AN terus memiliki komitmen terhadap lingkungan Danau Toba terutama restocking (penambakan) ikan nila yang memiliki  tujuan untuk meningkatkan biota ikan  mujahir/ikan nila yang mulai berkurang populasinya.

“Rencanaya  dalam jangka panjang dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan masyarakat umum di Danau Toba.” harapnya.
Sementara itu Humas PT AN Jhonson Hutajulu kepada METRO (Group Sumut Pos) mengatakan tujuan dari penaburan bibit danau Pea Parohan adalah untuk melestarikan kekayaan alam dan sebagai bentuk kepedulian PT AN terhadap lingkungan hidup.
Penaburan bibit dilakukan secara bergilir yang dilakukan oleh Management PT AN Rela Sembiring SE , R Buttu Sidabutar, Budi Syahputra SPi, Ir Sinode Godang Sinaga, Johnson Sidabutar, Royon Sinaga, Rahman Gultom dan Heri Tambunan SE MAP.(dra)

Jelang Piala Emas, Tim Futsal Sumut Fokus Stamina

MEDAN- Turnamen Futsal Piala Emas yang dimulai 13 Mei mendatang di Jakarta sebagai agenda pemanasan tim-tim futsal daerah sebelum PON XVIII September mendatang tampaknya dipersiapkan secara serius dihadapi tim futsal Sumut. Tim besutan Alpinus ini tengah menggeber fisik pemain yang akan berpengaruh pada pemantapan strategi tim.

Salah satunya dengan menggelar cross country atau jelajah alam di kawasan Lau Sidebudebu, Brastagi, Sabtu (28/4) lalu. Pelatih Alpinus mengatakan, kegiatan ini sangat tepat dalam menggeber stamina para atlet. “Kita sudah melakukan cross country Sabtu kemarin di Lau Sidebu Brastagi. Ini melengkapi upaya kita membenahi fisik pemain. Sebelumnya kita juga rutin menggelar kegiatan fitnes,” katanya.

Selain itu, latihan fisik rutin digeber dengan lari keliling lapangan di lintasan lari Unimed. “Jarak tempuhnya 8 kilometer sehari. Persiapan tim futsal PON Sumut memang tidak jauh dari penguatan stamina. Ini persiapan khusus untuk Piala Emas yang sejalan dengan persiapan kita menghadapi PON September nanti,” katanya.

Penguatan stamina pemain itu berdampak positif pada hasil VO2 Max pemain yang menunjukkan peningkatan fisik. Alpinus tak memungkiri stamina yang kuat akan mendukung taktik dan strategi yang diterapkannya. “Penguatan stamina menjadi fokus utama disamping game untuk taktik dan teknik. Terutama strategi pressing yang akan saya terapkan di tim ini. Menekan terus tentu butuh stamina yang kuat,” tambahnya.

Selain itu beberapa pemain yang baru bergabung juga sudah mulai beradaptasi dengan tim. “Perlahan mereka sudah mulai menyatu dengan tim. Total 15 pemain ini akan terus dimatangkan kekompakan dan kerjasamanya,” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Tim Futsal PON Sumut, Furkanis Chan berharap Syahidan Lubis, pemain andalan Sumut dapat bergabung dengan tim. Syahidan saat ini tengah ikut seleksi timnas senior pasca menjalani turnamen Piala AFF bersama timnas U-21. “Syahidan tetap stay di Jakarta. Kemungkinan dia bisa bermain bersama kita. Kehadirannya memang sangat kita harapkan demi mencapai target semifinal maupun final di Piala Emas nanti,” pungkasnya.(mag-18)

Ibu-Anak Demo Limbah PT GSI

MEDAN DELI- Puluhan warga terdiri dari ibu-ibu dan anak kecil berdomisili di Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan III Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli, berunjuk rasa di depan pabrik pengolahan besi dan baja PT.Growth Sumatera Industri (GSI), Kamis (3/5) kemarin.
Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan karena mereka menilai limbah pabrik PT GSI diduga tergolong B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) selama ini telah meracuni mereka.

Dari pantauan Sumut Pos di lapangan, para pendemo memenuhi pintu masuk pabrik. Dengan mengusung poster mereka terus mendesak agar manajemen pabrik memenuhi tuntutan warga. Karena sejak pabrik ini di dirikan beberapa tahun lalu, keluhan warga tentang dampak pembuangan limbah yang mengancam kesehatan pernafasan warga diabaikan.

“Kami dirugikan karena limbah pabrik menyengat, bunyi mesin bising, dan debu asapnya juga mengganggu pernafasan. Kami minta kompensasi,” kata, Yanti (34) salah seorang pengunjuk rasa. (mag-17)

Koperasi Jerat Leher Parbetor

BINJAI- Amburadulnya pengelolaan becak bermotor (betor) di Kota Binjai, ditenggarai akibat lemahnya pengawasan dan sosialisasi Pemko Binjai dalam hal ini Dinas Koperasi (Diskop) terkait diberlakukannya peraturan wajib masuk koperasi bagi pengendara betor.

Hal ini menyebabkan munculnya gejolak pada komunitas parbetor untuk menuntut pemerintah memberlakukan peraturan tersebut kepada seluruh parbetor di Kota Binjai yang berjumlah 3.000 betor.

Tuntutan tersebut disampaikan perwakilan perbetor Kota Binjai saat bertemu dengan Komisi A DPRD Kota Binjai, Kamis (3/5).
Dalam pertemuan itu, Samio (43) perwakilan perbetor menerangkan, sejak diberlakukannya peraturan ikut koperasi itu, pihaknya merasa semakin terjepit dan dirugikan. Soalnya, peraturan tersebut mengharuskan parbetor membayar uang masuk Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. (ndi)