Home Blog Page 13562

Sulit Dapat Solar, Nelayan Belawan tak Melaut

BELAWAN- Dari dulu sampai sekarang nasib nelayan kian terpuruk. Sudahlah hasil tangkapan ikan minim, karena dijarah kapal-kapal ikan berukuran besar, kini para nelayan di Belawan kembali dihadapkan dengan persoalan lainnya. Nelayan Belawan mengaku sulit mendapat jatah solar subsidi untuk kebutuhan mesin perahu (boat) mereka. Padahal, pemerintah baik pertamina dan PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR) telah membangun belasan stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBN) dan stasiun pengisian Solar Packed Dealer Nelayan SPDN di sekitar kawasan pesisir.

Menurut penuturan beberapa nelayan pada Sumut Pos, Kamis (3/5) kemarin, menyebutkan, sulitnya mereka mendapatkan pasokan minyak solar sudah dirasakan sejak sejak lama. Anehnya, beberapa oknum pengelola SPBN (Solar Paket BBM Nelayan) yang mendapat izin peruntukan menyalurkan minyak solar subsidi kepada nelayan diduga enggan menjualnya solarnya.

“Seperti di SPBN punya PT AKR di Pajakbaru Jalan Hiu, Belawan asal kami mau beli solar tak dikasih, padahal ketentuan supaya nelayan bawa boat dalam membeli solar sudah dilakukan. Kalau dipikir-pikir yang dibutuhkan nelayan tak banyak, cuma 60 liter buat mesin boat berangkat melaut,” keluh, Syaifullah nelayan asal Belawan ini.

Pria yang akrab disapa, Iful ini menuturkan, kejadian seperti ini sudah dirasakan nelayan selama beberapa bulan terakhir. Bahkan akibat sulitnya dia dan sejumlah nelayan lainnya mendapatkan solar tak jarang mereka membeli solar ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) yang biasa diperuntukan bagi kenderaan atau transportasi di darat dengan harga sedikit lebih mahal.

“Dari pada nggak berangkat melaut, ya terpaksa beli minyak solar ke SPBU dengan harga agak mahal atau Rp5000 per liternya,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, sulitnya nelayan untuk mendapat jatah bahan bakar solar bukan dikarenakan pasokan BBM ke SPBN habis atau tidak di distribusikan oleh PT Aneka  Kimia Raya Corporindo Tbk (AKR). Namun disebabkan pihak pengelola SPBN AKR berinisial, AHU terkesan enggan menjual solar yang khusus diperuntukan bagi nelayan tersebut.

“Kami ini rakyat kecil, cuma janganlah pula dipersulit untuk cari makan. Dulu untuk membangun SPBN disini kami dimintai tanda tangan. Tapi kenapa kok sudah berdiri, minyaknya tak boleh dibeli, kalaupun dikasi kenapa hanya beberapa orang saja. Ada apa ini,?” ujarnya.
Sementara, informasi diperoleh sumut pos, kelangkaan solar yang dirasakan nelayan ini tidak lain karena adanya beberapa SPBN di Belawan yang disinyalir menyalurkan pasokkan minyaknya ke sejumlah gudang penampungan tak resmi untuk kemudian dipasok ke industri yang berada di luar kota Medan.

Diantara SPBN yang diduga menjual jatah solar nelayan itu ke pihak lain menurut sumber adalah SPBN PT AKR di Jalan Hiu Pajak Baru Kelurahan Belawan Bahagia Kecmatan Medan kota Belawan, SPBN di Jalan Young Panah Hijau Kecamatan Medan Marelan dan SPBN yang berada di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Gabion Belawan. (mag-17)

Penjualan SPBU Coco Overload

BELAWAN- Pertumbuhan kendaraan bermotor melaju pesat. Dengan demikian kebutuhan BBM (Bahan Bakar Minyak) juga akan meningkat pula. Seperti di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Coco Jalan Merak Jingga, Medan. Target penjualan usaha milik PT Pertamina Retail ini mengalami over  load dari 4140 KL (kilo liter) menembus angka 4680 KL selama triwulan pertama tahun ini.

“Penjualan BBM untuk jenis premium dan solar kita over  load, dari 46 KL per hari yang ditargetkan, tembus menjadi  52 KL per  harinya. Ini disamping adanya isu rencananya kenaikan BBM subsidi juga dikarenakan perkembangan kendaraan bermotor kian meningkat,” kata M Ali Akbar Simanjuntak Pengawas Non BBM SPBU Coco, Kamis (3/5).

Melonjaknya kebutuhan konsumsi BBM dengan sendirinya turut mendorong terjadinya peningkatan laba (keuntungan) usaha. Untuk tahun 2011 lalu, SPBU Coco yang berada di inti Kota Medan ini diperkirakan meraih laba bersih Rp1,9 miliar.

Sedangkan untuk tahun 2012 laba bersih usaha milik anak perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut diperkirakan mencapai Rp2,3 miliar. Menurut dia, meningkatnya konsumsi BBM bagi pengendara seperti mobil maupun sepeda motor terlihat kian mencolok terjadi pada hari Senin, Sabtu , dan Minggunya.

“Sebenarnya hari-hari  biasa pun ramai, tapi yang terlihat mencolok hari Senin dan Sabtu ataupun menjelang hari libur lainnya. Di samping kita juga mengutamakan pelayanan kepada konsumen sesuai dengan SOP pertamina,” ujarnya saat dihubungi Sumut Pos.

Sedangkan, penjualan BBM non subsidi atau pertamax lanjutnya belum melampaui target penjualan. Dari 2.600 liter per hari yang ditargetkan, penjualan pertamax hanya 1.800 liter  per harinya. Hal ini menurut dia, dikarenakan terjadinya kenaikkan harga pertamax.

“Perbedaan harga pertamax yang mengakibatkan konsumen banyak beralih menggunakan premium, dan ini akan berdampak pada marjin perusahaan berpotensi berkurang bila dibandingkan dengan sebelumnya,” ucapnya. (mag-17)

Rumah untuk Guruku

Guru yang berstatus PNS dan guru honor se-Sumatera Utara (Sumut) akan mendapatkan fasilitas kredit perumahan.

Hal ini ditandai dengan penandatangan MoU antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah Nurdin Lubis dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Medan yang dalam hal ini juga diwakili CEO Achmad Santosa Miad, di Aula Martabe, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (3/5).

Achmad Santosa Miad menjelaskan, fasilitas kredit yang digelontorkan BNI Wilayah Medan ini, merupakan implementasi program Rumah Untuk Guru Ku. Dan kerja sama tersebut sebagai komitmen BNI bersama Pemprovsu untuk pengentasan backlog (kekurangan rumah) yang diamanatkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI yang saat ini berjumlah 13 hingga 14 juta unit. “Melalui kerja sama dengan sejumlah pemda, salah satunya dengan Pemprovsu, BNI menargetkan pengentasan backlog  untuk tahun 2012 sebanyak 32.000 unit,” ucap Miad.

Menurutnya, program Rumah Untuk Guru Ku ini menjadi komitmen seluruh kantor wilayah BNI di Indonesia. Program ini sebagai apresiasi atas tugas mulia para guru dalam dunia pendidikan.

“BNI melalui Kantor Wilayah Medan mencoba membantu meningkatkan kesejahteraan para guru se Sumut mulai tingkat pra sekolah (TK) sampai SMA/SMK yang jumlahnya mencapai 194.121 orang,” bebernya.

Keinginan BNI, diakuinya untuk memfasilitasi kepemilikan rumah kepada para guru PNS dan non PNS se Sumut itu tidak saja disiapkan melalui produk BNI Griya Komersil (non subsidi), tetapi juga melalui BNI Griya Bunga Subsidi.

“Dengan dua skema itu, para guru dapat memilih produk BNI Griya yang lebih variatif dan kompetitif,” ujar Miad.
Sementara, Sekdaprovsu Nurdin Lubis menyatakan, melalui kerja sama ini, program pemerintah untuk pengentasan  backlog di Sumut, bisa lebih cepat terwujud. Karena, hingga saat ini, jumlah penduduk miskin di Sumut sekitar 1,6 juta orang atau 7,3 persen dari 13.042.317 jiwa penduduk.
“Para penduduk yang kurang beruntung itu membutuhkan pemukiman yang layak. Karenanya, kerja sama seperti ini sangat diapresiasi Pemprovsu, terutama untuk menekan angka backlog di daerahnya ini yang kira-kira mencapai angka 100.000 unit rumah,” ungkap Nurdin Lubis.(ari)

Ganti Ganja Aceh dengan Buah Nag

SIGLI-Aceh merupakan daerah penghasil ganja terbesar di Asia selain Thailan, Bahkan ganja di Aceh sangat populer di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan negara-negara lainnya di Asia.

Demikian kata Kapolres Pidie AKBP Dumadi SH SStMK yang membacakan amanat Kapolda Aceh Iskandar Hasan pada acara penanaman perdana buah Naga untuk menggantikan tanaman ganja di Gampong Papuen Kecamatan Muara Tiga, Pidie Kamis (3/4).

Tambah Kapolres, ada beberapa daerah penghasil ganja dengan kwalitasnya sangat bagus, seperti Aceh Besar, Bireun dan Kabupaten Pidie. Dengan dibudidayakan buah Naga menggantikan tanaman ganja, mudah-mudahan masyarakat semakin sejahtera dan tidak lagi menanam ganja. Buah naga bisa mencegah kolestrol, gula darah, dan mengandung zat besi.

“Kita berharap dengan adanya penanaman buah Naga maka masyarakat tidak lagi menanam ganja”.jelasnya.
Dalam acara itu ikut hadir Kapolres Pidie AKBP Dumadi SH SStMK, Kasdim 0102 Pidie M.Rohimad, Danyon 17/RS Armed Simpang Beutong Letkol ARM Erdi Eka Wijayanto. (mir/jpnn)

TKI Tewas Terjatuh, Majikan Didenda

SINGAPURA-Seorang wanita Singapura diadili atas kasus tewasnya seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang jatuh dari lantai 5 apartemen. Oleh pengadilan Singapura, wanita tersebut hanya dikenai denda 5 ribu dolar Singapura (sekitar Rp37 juta).

Gan Hui Leung (46) dianggap lalai untuk memastikan PRT-nya bekerja dengan mematuhi standar keamanan. Korban yang bernama Siti Ustima, tewas terjatuh dari jendela apartemen lantai 5 ketika membersihkan kaca jendela.

Insiden nahas tersebut terjadi pada 11 November tahun lalu. Siti menderita banyak luka pada tubuhnya dan akhirnya meninggal dunia. Diketahui bahwa Siti bekerja pada Gan sejak April 2010 hingga November 2011. Demikian seperti dilansir oleh Channel News Asia, Kamis (3/5/2012).

Dalam persidangan yang digelar hari ini, terungkap bahwa Gan sering melihat Siti membersihkan jendela sembari berdiri di atas kursi, dalam kondisi kaca jendela terbuka lebar. Namun tidak pernah sekalipun Gan sebagai majikan, memperingatkan Siti untuk berhati-hati ataupun mengajarkan cara membersihkan jendela yang lebih aman.

Atas kegagalannya untuk menjamin keselamatan pekerjanya, Gan pun terancam hukuman maksimum 6 bulan penjara atau denda maksimal sebesar 5 ribu dolar Singapura. (net)

Mau Menang Lagi

Persiba vs PSMS

MEDAN- PSMS yang sedang banyak problem menarget kemenangan ketika melawat ke markas Persiba Balikpapan, sore ini. Di pertemuan pertama awal musim lalu, PSMS memang sempat menghajar Persiba 4-1 di Stadion Teladan. Tapi kali ini tentu lain ceritanya. “Kami sudah gelar latihan tadi sore (Kemarin). Dan terlihat motivasi anak-anak sudah kembali semakin baik. Insya Allah mereka bisa bermain bagus dan bisa meraih poin maksimal besok (Hari ini),” kata pelatih PSMS, Suharto ketika dihubungi Sumut Pos, Kamis (3/5).

Tapi menurut Suharto, meski sempat mengalahkan Persiba di Stadion Teladan dengan skor telak 4-1, PSMS harus lebih waspada. Suharto mengharapkan anak-anak asuhannya tak jumawa. Karena, saat ini Persiba sedang menduduki peringkat keenam klasemen sementara ISL dengan torehan poin 33 dari 21 kali bertanding. Berbanding tujuh strip dengan PSMS yang berada di peringkat 13 dengan mengoleksi 25 poin dari 22 kali bertanding.

“Di putaran kedua ini Persiba tampak lebih siap. Materi yang mereka miliki saat ini berbeda dengan putaran pertama lalu. Pemain mereka juga lebih disiplin dan mengalami peningkatan kolektivitas tim yang signifikan,” ujar pelatih berkepala plontos itu.

Suharto juga mengatakan, bakal mewaspadai serangan-serangan yang dibangun anak-anak Balikpapan dari sektor tengah dan sayap. “Asri Akbar dan Sembiring cukup berbahaya khususnya serangan cepat dan umpan akurat yang mereka suplay ke lini depan Persiba,” tandasnya.

Skuad PSMS juga tak lengkap ketika melawan Persiba kali ini PSMS harus minus dua pemain pilarnya, yakni Zulkarnain yang dibekap cedera dan Ledi Utomo yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning.

Dokter tim PSMS dr Raja menjelaskan, sejauh ini kondisi fisik anak-anak PSMS cukup baik. Hanya Zulkarnain yang harus menjalani fisioterapi untuk menyembuhkan cedera paha kanannya.

Selain Zul, Deni Rumba dan Wawan Widiantoro juga masih dibalut cedera dan belum diketahui kapan pulih. (saz)

Toleransi Manifestasi Ajaran Islam

Drs H Hasan Maksum Nasution SH, SPd I, MA

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap keturunan Adam melakukan kesalahan. Dan sebaik-baiknya pelaku kesalahan adalah yang bertaubat (HR Ahmad dan At Tirmidzi).

Manusia yang sadar akan menghiasi dirinya dengan berbagai akhlak yang baik, di antaranya adalah sikap memaafkan dan toleransi. Karena, sikap ini merupakan keniscayaan sosial bagi manusia yang beradab. Sikap ini sejalan dengan nama ‘insan’ yang berarti tenang dan memaafkan. Sikap tenang ini tidak lengkap, jika tidak diiringi dengan sikap memaafkan kesalahan orang lain.

Jika sikap memaafkan dan toleransi hilang dari diri manusia, maka manusia akan terjerumus pada keserakahan dengan alasan prestasi dan kecerdasan. Ia akan melanggar hak orang lain dan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Dengan hilangnya sikap toleran, terjadilah akumulasi kesalahan orang lain dalam memori. Hal ini mempermudah terbukanya file kemarahan ketika terjadi permasalahan atau perselisihan.

Dengan demikian, perselisihan menjadi tertutup hingga tidak dapat mencari jalan keluar untuk menyelesaikan konflik. Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang tidak dapat menerima hal-hal positif dan selalu menganggap semuanya salah dalam kondisi apapun.

Keyakinan bahwa kebahagian berada di luar diri kita dan orang lain adalah penyebab kesengsaraan dan mitos yang yang kita buat sendiri. Sumber kesengsaraan kita justru karena ada sikap dengki dan tidak toleran dalam diri. Sikap toleran adalah suatu sikap tepo seliro kepada sesamanya atau menghargai pendapat orang lain.

Toleransi bisa disebut ‘ikhtimal’, tasamuh yang artinya sikap membiarkan, lapang dada, jadi toleran beragama adalah menghargai, menghormati keyakinan atau kepercayaan seseorang atau kelompok. Suatu sikap yang sangat terlarang bagi seorang muslim, seperti halnya nikah antar agama yang dijadikan alasan sebagai sikap toleransi. Padahal ini adalah sikap sinkritisme yang dilarang oleh Islam. Tidak ada toleransi dalam Islam, apabila berkenaan dengan masala aqidah dan ibadah.

Dalam hal ini, beda antara toleransi dan sinkritisme sangatlah tipis, sehingga kita dapat benar-benar memisahkan mana sikap toleransi dan mana sikap sikritisme, bagi kalangan sekuler, sikritisme bukanlah hal hal yang dipersoalkan, karena mereka menganggap, agama haruslah terpisah sama sekali dengan kehidupan bernegara, Negara tidak boleh mengatur urusan agama, karena itu menyanggut hak azazi seseorang yang tidak perlu diatur oleh Negara.

Islam Tentang Toleransi

Di Indonesia ajaran Islam tentang toleransi sejalan apa yang ada dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 yang berbunyi; “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Pada pasal tersebut dijelaskan, tidak boleh ada paksaan dari mana pun terhadap keyakinan seseorang, karena hal itu termasuk hak azasi yang perlu dilindungi.

Toleransi dalam Islam telah dipraktikkan ketika Rasulullah SAW tinggal di Madinah. Meskipun saat itu beliau adalah seorang pemimpin, namun beliau tetap menghormati umat lain.

Hal ini dapat dilihat, ketika Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian yang dikenal dengan istilah Piagam Madinah. Di dalam Piagam Madinah secara ekspelisit tertulis beberapa golongan dan berbagai suku. Rasulullah SAW tampaknya mempunyai pengetahuan yang luas tentang keadaan politik kelompok-kelompok secara terpisah, maka tidak ada persatuan di antara mereka dan mereka tidak mempunyai pemerintahan yang membawahi berbagai kelompok itu.

Di dalam Piagam Madinah terdapat kalimat-kalimat yang mengandung makna dan mengarah kepada kesatuan dan persatuan. Pada Pasal 1 dinyatakan, “Mereka satu umat, berbeda dengan yang lain”, pasal 15 menyatakan, perlindungan Allah hanyalah satu, pasal 16 menentukan “Orang Yahudi yang mengikuti kita, berhak atas pertolongan dan bantuan”, pasal 24 menyatakan “Kaum Yahudi memikul biaya bersama kaum mukminin selama dalam peperangan”, pasal 25 menyatakan “Yahudi Bani ‘Auf satu umat bersama kaum mukminin”.

Dalam rangka upaya melakukan konvergensi sosial, Rasulullah SAW melakukan langkah-langkah sebagai berikut; Pertama, membangun masjid sebagai tempat ibadah dan pertemuan kaum muslimin. Kedua, mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshor. Ketiga, meletakkan dasar-dasar tatanan masyarakat baru yang mengikut sertakan semua penduduk Madinah yang terdiri berbagai kelompok, termasuk Yahudi. Pada bulan-bulan pertama menetap di Madinah, beliau sibuk mengatur berbagai urusan menyanggut komunitas muslimin, agama dan urusan sekuler.

Banyak sekali urusan kaum muslimin yang ditanganinya, demikian pula dengan urusan internal seperti hubungan dengan pihak Yahudi, Musyirikin dan dengan kelompok-kelompok lain. Di samping membina persatuan intern umat Islam. Rasulullah juga menjalin hubungan dengan orang-orang di luar Islam. Di dalam Piagam Madinah, tentang hubungan umat Islam dengan orang-orang di luar Islam itu ditetapkan ketentuan yang sangat toleransi. Masyarakat Madinah sangat berbeda dengan saat beliau di Mekkah, Beliau melihat, bahwa di Madinah orang-orang hidup rukun dan damai.

Rasulullah SAW sama sekali tidak berfikir hendak mengatur siasat untuk memusuhi atau menyinggirkan mereka, beliau dapat menerima kenyataan adanya orang-orang Yahudi dan kaum penyembah berhala, beliau mengikat perjanjian dengan mereka untuk hidup berdampingan dan bekerja sama, hak dan kewajiban masing-masing suku dan golongan serta hubugan antara yang satu dengan yang lain dicantumkan di Piagam Madinah. Dengan kebijakan rasulullah saw yang membuat suatu perjanjian, justru sangan menguntungkan bagi Islam dan kaum muslimin, tidak sedikit dari mereka (Yahudi dan musyrikin Quraisy) yang kemudian masuk Islam dikarenakan ajaran Islam yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.

Bekaitan dengan tolelaransi dalam masyarakat, Rasulullah SAW bersabda; “Barang siapa yang menyakiti kaum zimmi, maka akulah menjadi penentang/lawannya. Dan barang siapa yang menjadi penentangku, aku akan menentangnya pada hari kiamat”. Hadis ini menunjukkkan, orang zimmi tidak boleh disakiti/diganggu, ia harus dijamin keselamatan jiwa, harta benda dan kebebasan agamanya. Rasulluah akan menindak dan akan mengajukan orang yang disakitinya/menggangu hak zimmi itu, Hadis ini menunjukkan betapa Islam sangat toleran terhadap seseorang meskipun itu tidak satu keyakinan/berlain agama, jadi, tidaklah dibenarkan dalam Islam memusuhi seseorang atau kelompok tertentu dengan alasan, karena mereka adalah orang yang berlainan agama.

Hadis lain yang masih berkaitan dengan sikap toleransi dalam Islam yaitu Nabi Saw bersabda, “Wahai golongan Quraisy, apakah yang akan saya perbuat terhadap kamu sekalian menurut dugaanmu? Jawab mereka; “Engkau akan berbuat baik, sebab engkau adalah seorang saudara yang mulia dan anak seorang saudara yang mulia”. Nabi SAW bersabda “Pergilah (Kemana kamu suka) sebab kamu semuanya dibebaskan/dimaafkan”.

Berkat toleransi Nabi  SAW yang sangat besar itu, golongan Quraisy dan suku-suku bangsa arab lainnya serta bangsa-bangsa non-Arab yang bermacam-macam agama dan kepercayaan itu berbondong-bondong dating kepada Nabi Saw untuk menyatakan diri masuk Islam dan Islam mereka banar-benar lahir bathin atas dasar kemauannya dan kesadaran mereka sendiri.

Itulah beberapa fakta sejarah yang dapat dijadikan bukti, dalam Islam sikap toleransi/menghargai pendapat orang lain amatlah diperhatikan dan di terapkan, oleh karena itulah kita sebagai umat dari Nabi SAW sudah barang tentu mengikuti dan menjalankan apa yang telah diajarkan oleh beliau. (*)

Penulis Dosen STAI Sumatera,
PTI Al Hikamah dan STAI RB Batangkuis.

Urus KK Gratis, Paling Lambat 14 Hari

087867628xxx

Bapak Darussalam Pohan, Kadis Pendudukan dan Capil Kota Medan, sebenarnya untuk mengurus KK berapa biayanya dan berapa lama baru siap? Karena KK saya sampai sekarang belum siap, sudah hampir dua bulan walaupun biaya mahal. Saya tinggal di Jalan Denai Medan Denai.

Langsung ke Kantor Lurah Setempat

Untuk mengurus KK sebaiknya datang langsung ke Kantor Lurah setempat. Jangan menggunakan calo atau perantara lain. Karena untuk mengurus KK sama sekali tak ada dipungut biaya apapun alias gratis. Dan selambat-lambatnya pengurusan tersebut hanya akan memakan waktu 14 hari.

Darussalam Pohan
Kadisdukcapil Kota Medan

Beto Protes Wasit ke Komdis

MEDAN-Kekalahan dari Persikabo berbuntut panjang. Pro Duta FC ternyata tidak main-main dengan niatnya memprotes keputusan wasit yang dinilai merugikan saat bertandang ke markas Persikabo April lalu.

Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi dan Asisten Pelatih, Deca Dos Santos mendatangi kantor LPIS di Jakarta, Selasa (1/5) lalu. Hal itu menyoal keputusan wasit yang membatalkan gol  Antonio Soldelvilla di menit-menit akhir laga karena offside. Padahal wasit Eri Bastari sempat menyatakan gol sebelum para pemain Persikabo mengerubungi wasit melakukan protes. Persikabo unggul 1-0 hingga akhir laga.

“Kita datang ke kantor PSSI pukul 15:00 wib, untuk memprotes kebijakan wasit saat mengadapi Persikabo Bogor,” ujar Beto kemarin.
Melalui bukti  rekaman video saat pertandingan yang diyakini Beto Toni tidak terperangkap offiside apalagi sebelumnya wasit tengah juga sahkangol tersebut.(mag-18)

Gempur Kaum Ayah tak Salat Jumat

JULOK– Penegakan syariat Islam menjadi salah satu perjuangan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Aceh, dr Zaini Abdullah–Muzaki Manaf. Untuk penegakkan ini mereka akan memanfaatkan sepenuhnya peranan para kaum ibu terutama janda (inong bale).

Iktikad memperkuat pengamalan Syariat Islam kaffah di bumi Aceh, Muzakir Manaf mengintruksikan kepada para kaum ibu terutama janda untuk ikut membantu.

“Kita akan perdayakan kaum ibu terutama pasukan inong bale. Mereka akan kita beri gaji  untuk mengejar dan menggempur kaum ayah yang tak pergi ke masjid menunaikan salat Jumat,” tandas pria yang biasa disapa Mualem ini pada acara syukuran kemenangan Partai Aceh dalam Pilkada 2012, yang dilaksanakan  di Dayah Bustanul Huda Paya Pasi Kecamatan Julok Aceh Timur.

Pria yang baru saja selesai melaksanakan  road show ke Jakarta menemui petinggi-petinggi negara ini mengatakan, dari awal mereka mereka telah mempunyai visi dan misi yakni akan menerapkan nilai-nilai budaya Aceh dan Islam di semua sektor kehidupan masyarakat.

“Artinya kami akan membangun masyarakat beriman, bertakwa, berakhlak mulia, beretika dan berkarakter dengan mengangkat budaya Aceh bernafaskan Islam sebagai upaya mengembalikan harkat dan martabat wilayah ini,” katanya lagi menambahkan, visi mereka lainnya yakni mensejahterakan masyarakat Aceh melalui peningkatan ekonomi rakyat baik itu pertanian.

“Ke depan kita juga prioritaskan, dalam masa kerja seratus, penambahan  kuota jamaah haji  asal Aceh, sehingga dapat  menunaikan ibadah rukun kelima itu lewat jalur laut dengan mengunakan kapal pesiar  Star  Cruise. Dengan demikian  ongkos  naik haji lebih murah yaitu berkisar  cukup Rp 5 juta rupiah/ jamaah,” ujar Muzakir Manaf didepan para Ulama Aceh dan para undangan yang hadir di acara syukuran tersebut.

Hal senada juga diucapkan, Bupati Aceh Timur, terpilih Hasballah HM Thaeb alias Rocky, dalam pidatonya. Ketika dirinya menduduki jabatan Bupati Aceh Timur periode 2012-2017, dirinya akan membentuk jamaah pengajian di setiap menasah mulai dari kota hingga ke pelosok desa. “Kedepan tidak ada lagi Keuchik dan Imam di setiap Gampong yang tidak bisa memandikan dan mengkafani  jenazah,”  ucapnya.

Selain itu, kata Rocky, amanah rakyat yang diberikan kepadanya akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pihaknya didepan ulama dan para undangan juga berjanji akan melakukan   upaya peningkatan ekonomi rakyat, dalam hal ini peningkatan pembangunan infrastruktur pertanian dengan membuka irigasi kedaerah yang belum mendapatkan irigasi.

Sebelumnya Wakil Gubernur terpilih Muzakir Manaf,  Hasballah HM Thaeb (Rocky) dan Istri Bupati Aceh Timur terpilih, Syahrul Syamaun (Linud) dan Istri, Wakil Bupati Aceh Timur terpilih, dipeusijuek oleh beberapa  ulama  diantaranya Tgk H Muhammad Ali (Abu Paya Pasi), Tgk H Idris (Abu Rih Julok), dan Tgk H Abdul Wahab Keude Dua.

Turut hadir pada acara syukuran  dan Peusijuek itu seluruh tokoh agama Aceh Timur, tokoh Pemuda Aceh Timur, Iskandar Usman Al – Farlaky, Ketua DPRK  Aceh Timur Tgk Alauddin, SE beserta anggotanya, Ketua Baitul Mal Aceh Timur Tgk H Ikbal Hanafiah, BTH, MA  jajaran Partai Aceh dan KPA Aceh Timur, serta ratusan undangan lainya.(yas/jpnn)