Home Blog Page 13567

Kontes Robot Nasional Regional I Sumatera Diikuti 56 Tim

Potensi Utama mendapat kehormatan sebagai penyelenggara Kontes Robot I Nasional Regional Sumatera.  Diikuti 56 tim robot dari 25 perguruan tinggi se-Sumatera, peserta dituntut memperlihatkan teknologi terbaru.

Kontes yang diselenggarakan Minggu, 5 Mei 2012 ini akan melombakan dua kategori, yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Tiga tim terbaik dalam kontes nantinya mengikuti kontes robot nasional  bersama 5 tim wilayah regional Indonesia lainnya
Pemenang utama kontes tingkat nasional akan mewakili Indonesia mengikuti Asia Pasific Broadcasting Union Robot Contest (Abu Robocorn) 2012 di Hongkong.

“Untuk saat ini kita hanya akan mengambil pemenang dari wilayah I yang akan menjadi wakil untuk ajang Nasional,” ujar Ketua Panitia KRI-KRCI Regional I, M Rusdi Tanjung.

Sedangkan untuk Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) akan bertanding 45 tim robot yang tersebar pada tiga divisi pertandingan, yaitu Divisi Senior Beroda yang diikuti oleh 24 tim, Divisi Senior Berkaki diikuti oleh 15 tim, dan Divisi Liga Sepakbola Robot Humanoid yang akan diikuti oleh 6 tim. Dan juara nasional kontes ini nantinya akan mewakili Indonesia pada Kontes Robot Internasional di Amerika.

“Sama seperti kontes KRI, pemenang dalam regional I ini akan bertanding secara nasional,” ungkap Rusdi.

Salah satu tim yang terbaik dalam kontes ini adalah tim dari Batam, dimana reaksi robot tim ini cukup cepat. Selain itu, tim juga didukung oleh pihak kampus untuk mengembangkan robot ciptaan mereka. Terutama dalam Kontes Robot Indonesia, yang mengambil tema “Gunungan”. Dimana robot akan bekerja dan di nilai sesuai dengan kerja yang mereka lakukan.

“Dengan tema gunung ini, diharapkan robot dapat bekerja dan jangan menyentuh sesuatu yang tidak perlu, karena dapat finalty atau pengurangan nilai,” ungkap Ketua Dewan Juri, Dr Ir Wahidin Wahab.

Dalam pertandingan ini, 1 tim terdiri dari 3 orang, dimana 1 orang akan menjadi driver yang menggerakkan robot, setelah itu melewati rintangan, dan robot otomatis diharapkan bergerak dan mendaki gundukan yang disebut sebagai gunungan. “Bila berhasil, maka peserta akan mendapatkan nilai sesuai dengan rintangan yang dihadapi,” tambahnya.

Guru Besar dari Universitas Indonesia ini menyatakan bahwa antusias dari peserta, terbukti banyak robot hasil kerja mereka sudah mulai menggunakan teknologi terkini. (ram)

Muntah Jadi Alarm Tanda Bahaya

Penanngangan Cepat Selamatkan Korban Keracunan Makanan

Makanan yang dimakan biasa-biasa saja. Namun, jika tiba-tiba mual, muntah, dan pusing, bisa jadi kondisi tersebut pertanda keracunan.

KERACUNAN makanan hendaknya tak diabaikan. Sebab, ada risiko dampak serius keracunan hingga berujung pada kematian.
Misalnya, yang dialami Ponco, yang meninggal karena mengalami dehidrasi. Selain Ponco, istri, anak, menantu, dan cucunya mengalami keracunan setelah makan daging sapi. Namun, kondisi korban yang lain tak separah Ponco (Grup Sumut Pos, Selasa (1/5).

Menurut dr Yudianto, ada beberapa gangguan awal yang menjadi tanda ke racunan. Di antaranya, kram perut, mual, pusing, muntah, dan akhirnya diare. Kejadian mual hingga muntah berlangsung cukup cepat, seti daknya sejam setelah terkonta minasi. ’’Diare baru muncul tiga jam setelah mengalami mual dan pusing,’’ ucapnya.

Biasanya, keracunan sembuh sendiri dalam waktu 24 jam. Namun, ada kalanya gejalanya berlanjut hingga korban muntah lebih dari 3–4 kali. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga 3 jam kemudian.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah diare disertai darah ataupun lendir. ’’Orang terdekat harus langsung memberikan pertolongan pertama agar kondisi korban keracunan tak bertambah parah,’’ terang dokter lulusan FK Unair itu.

Pertolongan pertama adalah minum obat penetral racun (selengkapnya lihat grafis). Salah satunya, norit yang bersifat arang aktif yang mampu menyerap apa pun yang berada di sekitarnya, termasuk racun. Hanya, norit cuma menyerap racun yang masih di saluran pencernaan dan belum ikut beredar dalam darah.
Meski norit mampu menyerap banyak racun, obat tersebut juga menyerap zat gizi dan vitamin di makanan. Karena itu, saat minum obat tersebut, korban harus terus mendapat cairan untuk mengganti zat yang ikut terserap norit. Bila tak tersedia norit, bisa minum air kelapa hijau atau susu.
Susu memiliki kelebihan mengikat racun dalam tubuh agar tak beredar lebih jauh. Susu juga bisa merangsang muntah sehingga makanan beracun bisa ikut keluar.

’’Bila kondisi berlanjut meski sudah diberian pertolongan pertama, segera bawa ke rumah sakit. Sebab, dikhawatirkan korban akan mengalami dehidrasi karena sering muntah dan diare,’’ imbuh dokter tersebut.

Apalagi bila korban keracunan adalah balita dan lansia. Tentu lebih baik secepatnya dibawa ke RS. Tubuh anak mengandung banyak cairan. Bila mengalami dehidrasi, kondisinya akan membahayakan.

Kasus keracunan makanan memang banyak terjadi. Namun, ada satu hal yang perlu diwaspadai. Yakni, keracunan makanan kemasan kaleng. Terutama karena ada bakteri clostridium botulinum.

Korban keracunan bakteri tersebut ditandai pandangan kabur, sulit berbicara, hingga lemah seluruh tubuh. Gejala lebih lanjut adalah sulit bernapas maupun tidak mampu menggerakkan lengan atau kaki.
Bayi dan anak-anak memiliki risiko yang lebih besar.

Salah satu tanda kemasangmengandung racun, bau tak wajar saat kaleng dibuka. Bila terjadi perubahan rasa maupun tekstur, jangan nekat mengonsumsi makanan tersebut. ’’Meski belum kedaluwarsa, bila ada tandatanda perubahan rasa, bentuk, tekstur, dan bau, jangan dikonsumsi,’’ tegasnya.
Perlukah membawa sampel makanan atau faces ke RS? ’’Bila hanya keracunan individual, tak perlu seperti itu,’’ tambahnya. (ai/c5/nda/jpnn)

Beli Sabu Dikampung Kubur, AKP Lodewyk Gol

MEDAN- Kampung Kubur, siapa yang tak kenal dengan lokasi tersebut. Tempat para pemakai maupun bandar sabu-sabu ini jarang berhasil ditangkap polisi, terutama bandarnya. Kali ini, AKP Lodewyk Siahaan ditangkap aparat Polsekta Medan Baru usai membeli sabu, kemarin (5/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga, sabu diperoleh dari Jalan Taruma atau yang akrab disapa Kampung Kubur.

Dengan barang bukti sabu 1 gram senilai Rp200 ribu, perwira tiga balok emas di pundaknya digelandang ke Polsekta Medan Baru guna proses lebih lanjut.
Penangkapan mantan Kanit I Sat Sabhara Mapolresta Medan tiga tahun silam ini, berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengatakan AKP Lodewyk ini kerap kali memperjualbelikan narkoba jenis sabu-sabu. Lodewyk pun bahkan kerab menyetir mobilnya sendiri Nissan Extrail Silver ke “gudangnya” narkoba di kawasan Sumut ini. Mendapat informasi inilah, sekitar lima personil polisi dari Mapolsekta Medan Baru yang berpakaian preman pun merangsek kesana. Polisi sempat kehilangan jejak di kawasan Kampung Kubur itu.

Setiap sudut jalan di kawasan kampong kubur itu. Nah tepatnya Jalan Taruma petugas langsung memepet dan menyalib mobil mewah itu dengan memalangkan sepeda motor yang ditunggangi para Tugas Luar Medan Baru itu. AKP Lodewyk sempat melawan dan mengatakan bahwa dirinya bukan belanja sabu kesana, melainkan menjumpai rekanya.

Tidak langsung percaya, para personil itu pun langsung menyuruh Lodewyk turun dari kemudi mobil. Dari kantong celanaya, polisi mendapati serbuk kristal itu. Nah, untuk pengembangan selanjutnya AKP Lodewyk pun diboyong ke Mapolsekta Medan Baru beserta mobil Nissan Extrail Silver BK 1364 KO itu.

Saat dilakukan pemeriksaan, tiba-tiba AKP Lodewyk kejang-kejang dan wajahnya pucat pasi. Sekira pukul 19.30 Wib AKP Lodewyk pun dilarikan ke RS Bhayangkara Jalan KW Hasym Medan. Hingga kini, AKP Lodewyk belum juga bisa dimintai keteranganya.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Dony Alexander, SIk saat dikonfirmasi melalui phonselnya membenarkan penangkapan Lodewyk. “Dia sudah lama jadi TO (target operasi) kita. Biar pun anggota Polisi kalau memang mengantongi narkoba kita tangkap juga,” ujarnya.

Dony belum bisa memastikandari mana AKP Lodewyk membeli sabu. Tersangka belum bisa ditanyai karena langsung dibantarkan ke RS Bhayangkara Medan.

Sebelumnya, rumah AKP Lodewyk di di Jalan Lowbeng Klewang, Kecamatan Medan Kota, pernah digrebek oleh Polsekta Patumbak beberapa bulan lalu. Penggrebekan dilakukan setelah dua pemakai sabu yang di Jalan Garu I mengaku membeli sabu tersebut dari kediamanya AKP Lodewyk.

Akan tetapi dalam penggrebekan yang dipimpin Kapolsekta waktu itu, AKP SW Siregar, Lodewyk berhasil meloloskan diri. Sedangkan menurut keterangan warga yang melihat penggrebekan, polisi sengaja melepaskan pelaku yang saat itu sedang berada di rumah. “Sengaja dilepas polisi, dia aja nggak lari. Mana mungkin bisa lolos, orang rumahnya sudah dikepung,” kata warga sekitar saat kejadian itu pada Posmetro Medan (Grup Sumut Pos).
Warga sekitar ternyata sudah lama kesal dengan ulah Lodewyk yang kerap membawa Anak Baru Gede (ABG) ke rumahnya untuk mengkomsumsi sabu. Warga kerap melaporkan hal itu ke Polsekta Medan Kota, tetapi tak kunjung berani menangkapnya.

“Satu warga sini pun nggak ada yang suka liat dia, buat rusak anak-anak disini,” kata para ibu-ibu tak jauh dari kediaman Lodewyk sehari usai penggerebekan. (eza/fit/smg)

Enam Orang Diamankan Pasca Betrok di Namu Ukur, Langkat

BINJAI- Pasca penyerangan yang dilakukan sekelompok pemuda bersenjata api di Dusun Tanjung Bingai, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, kondisinya mulai kondusif, Sabtu (5/5).

Pihak kepolisian dari Polres Binjai, sedikitnnya mengamankan 6 orang warga sekitar untuk dimintai keterangan. Keenam warga tersebut masing-masing Supriadi (25) warga Pondok Sireang-reang, Kecamatan Sei Bingai, Enno Purba (42) warga Simpang Namu Buah, Kecamatan Sei Bingai, Sandi (25) warga Dusun 1, Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Polmes Surbakti (30) warga Dusun 1, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai dan Rudi Purba (30) warga Simpang Kuta Bulu, Kecamatan Sei Bingai. Serta seorang lagi bernama Bergen Sembiring warga Dusun Tanjung Bingai, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, yang sudah diamankan polisi terlebihdulu, karena kedapatan membawa senjata api jenis soft gun.

“Kita sudah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat melakukan penyerangan. Hingga kini kita masih memintai keterangan dari mereka,” kata Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, saat ditemui di Polsek Sei Bingai, ketika meninjau lokasi kejadian.

Orang nomor satu di jajaran Polres Binjai ini mengaku, dari keterangan saksi yang diperiksa, penyerangan ini didalangi RS, tokoh pemuda di wilayah tersebut. Atas perintahnyalah kelompok pemuda yang melakukan penyerangan di Dusun Tanjung Bingai, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat itu terjadi. “Kita masih memburunnya dan RS sudah menjadi target kita dan dalam waktu dekat akan kita amankan,” kata Musa. (ndi)
Disinggung mengenai permintaan warga, yang meminta polisi agar bertindak tegas terhadap pelaku penyiraman soda api terhadap Abdulah Sani (47) dan Natangsyah Ginting (52), warga Desa Tanjung Bingai, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, yang mengakibatkan salah satunnya tewas.

Kapolres mengaku, pihaknnya sebelumnnya sudah mengamankan Robin dan Maksa, yang disebut-sebut melakukan penyiraman berdasarkan keterangan salah satu korban yang selamat. Namun, karena tidak cukup bukti, pihaknnya terpaksa melepaskan keduannya.
“Kita juga tidak mau bertindak gegabah dengan permasalahan ini dan juga nggak bisa sembarangan mengamankan orang. Nanti, kalau kita salah mengamankan, kita bisa kena prapid,” ujarnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, pihak kepolisian tidak bisa sembarangan mengamankan seseorang. “Kita juga tidak ingin orang ketiga memanfaatkan suasana untuk memperkeruh keadaan. Ke depannya, kita akan melakukan pertemuan agar kedua belah pihak yang bertikai yakni dari kelopok RS dan K, untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini.

“Kita sedang berkoordinasi dengan Bupati Langkat, untuk ke depannya melakukan pertemuan dengan kedua kubu yang bertikai. Semua itu dilakukan agar permaslahan ini cepat selesai. Sementara, yang sudah terbukti melakukan perusakan akan kita proses sesuai dengan hukum berlaku,” tegas Musa.
Sementara di lokasi kerusuhan, meski warga sudah memulai aktivitasnya, namun suasana di sana masih cukup lengang dan mencekam. Puluhan personel Brimob dan petugas dari Polresta Binjai masih disiagakan guna mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.

“Sampai saat ini kita masih melakukan penjagaan terhadap warga di sini, karena mereka takut tiba-tiba perang kembali terjadi. Soalnya, kedua kelompok pemuda yang bertikai merupakan tetangga dekat. Makanya, sampai saat ini kita ditahan oleh warga agar tidak pergi dari kampung ini,” kata Bripka Mardianto, Kanit 2 Berimob ketika ditemui di lokasi.(ndi)

Korban Pencurian Rp1 M Melapor ke Propam Polresta Medan

MEDAN- Sungguh sedih nasib wanita setengah baya ini. Selama berbulan-bulan, RS (69) harus berjuang mendapat keadilan hukum atas kasus yang menimpa dirinya. Bukannya mendapat proses hukum, RS justru mendapat teror sejak laporan disampaikannya ke Polsek Medan terkait musibah pencurian yang menimpa dirinya.

Peristiwa itu berawal Senin (9/1) lalu sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Starban, Kelurahan Polonia Medan. Pencuri berhasil membobol teralis besi jendela kamar tidur dengan membawa brankas besi berisi perhiasan dan surat berharga senilai Rp1 miliar lebih. RS sendiri melaporkan ke Polsek Medan Baru, keesokan harinya, Selasa (10/1). Laporan tersebut tertuang dalam surat laporan dengan nomor STPL: STPL/77/I/SU/2012.

RS yang sudah mendapat musibah justru semakin terpuruk dengan sikap oknum aparat Polsek Medan Baru yang menurutnya tidak memproses laporan yang disampaikannya. RS semakin terkejut setelah mengetahui laporan yang disampaikannya pertama kali pada Selasa (10/1/2012) itu, tidak dibuatkan Berita Acara Perkara (BAP)nya. RS pun mencoba menindaklanjuti dengan kembali mendatangi petugas Polsek Medan Baru guna mempertanyakan status proses laporan atas musibah yang menimpanya. Usaha RS tidak membuahkan hasil.

Selanjutnya, RS terus mencoba mencari keadilan dengan mempertanyakan kembali status tindaklanjut laporan kasus pencurian yang menimpanya dengan meminta anaknya menelusuri pelaku dan status laporan kasus tersebut. Bersama anaknya Nixon Parapat yang berprofesi sebagai pengacara, RS memutuskan membuat laporan ke Propam Polresta Medan, Jumat (27/4/2012). Laporan ini langsung ditindaklanjuti Kasi Propam Polresta Medan AKP Benno Sidabutar dengan mendatangi Polsek Medan Baru saat itu juga. AKP Benno menegur oknum petugas penyidik Polsek Medan Baru yang tidak memproses laporan RS.

Nixon Parapat selaku keluarga korban kepada wartawan menyampaikan sangat menyayangkan sikap tim penyidik dan Kapolsek Medan Baru yang menurutnya tidak menindaklanjuti kasus  pencurian yang menimpa keluarganya. Padahal, pihaknya sudah memberi keterangan pelaku pencurian dari hasil informasi yang didapatnya dari beberapa pihak.

‘’Saya bukannya menyesalkan tidak tertangkapnya pelaku. Yang sangat saya sayangkan sikap oknum penyidik yang tidak membuatkan BAP dan tidak adanya tindaklanjut pengejaran atas pelaku,’’ jelas Nixon.

Dia juga sangay menyayangkan mengapa harus pihak Propam Polresta Medan turun tangan langsung menegur penyidik barulah penyidik di Polsek Medan Baru memproses kasus dialami keluarganya.

RS sendiri saat diwawancarai terlihat sedih dan menyatakan dirinya pasrah atas musibah yang menimpanya. RS hanya berharap kejadian yang menimpa dirinya jangan sampai terjadi pada korban lainnya.

‘’Soal barang perhiasan saya yang hilang, saya hanya pasrah karena peluang akan kembali sepertinya sangat kecil kemungkinan. Namun, yang saya sesalkan kenapa laporan yang saya sampaikan bersama anak dan saudara saya tidak diproses. Itulah yang membuat saya kurang menerima atas sikap pelayanan pihak Polsek Medan Baru,’’ tutur RS. (tms)

Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah

BELAWAN- Ribuan rumah di Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan dan Medan Marelan kembali terendam rob, Sabtu (5/5) kemarin. Banjir rob yang menggenangi ruas jalan di perkampungan dan jalan utama menuju Pelabuhan Belawan, suhunya berbeda dari biasanya. Air laut yang lebih dari 4 jam merendam rumah warga tersebut terasa dingin.

“Ini sudah memasuki hari ke tiga, hanya pasang perdani (rob-red) kali ini air lautnya terasa agak dingin dan berbeda dari sebelumnya,” kata Uman (50) warga Pajak Baru Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan, Kota Belawan.

Uman menuturkan, rob yang datang pada musim 15 hari bulan (jelang purnama) itu mulai terjadi pada pukul 13.00 WIB dan surut pada pukul 18.00 WIB. Hanya saja genangan rob setinggi 60 centimeter itu kondisi airnya tampak sedikit keruh.  “Bukan cuma dingin, air lautnya juga tampak keruh. Mungkin ini disebabkan luapan Sungai Deli akibat hujan diberbagai daerah dan kemudian mengalir ke arah laut,” tutur dia.

Bajir rob yang kerap terjadi, lanjutnya, dikarenakan terjadinya reklamasi pantai dan pembabatan hutan bakau yang berada di pinggiran pesisir pantai Belawan. Terlebih areal hutan bakau yang seharusnya dijadikan resapan air, kini telah beralih fungsi menjadi pemukiman dan tempat usaha.
“Tiga tahun belakangan ini hampir seluruh kawasan di Belawan kerap jadi langganan pasang air laut. Padahal di tahun 1990-an air pasang laut yang terjadi hanya sampai pinggiran pantai saja. Tapi kini, pasang laut telah memasuki jalan-jalan utama di Kota Belawan,” ungkapnya.

Meski gelombang rob tidak sampai menghentikan aktitivas warga, namun warga mengaku direpotkan oleh air laut yang masuk ke dalam rumah mereka. Beberapa perabotan rumah warga seperti kursi dan lemari basah akibat terendam air rob.

“Ini termasuk pasang besar (perdani). Biasanya rumah saya tidak kemasukan air, tapi sekarang air sudah masuk,” kata Anisa (41) warga Medan Marelan. (mag-17)

PSSI Sumut Aktifkan Kembali Sepak Bola Wanita

MEDAN- Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Utara berencana membangkitkan kembali persepakbolaan wanita, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Reza Lubis selaku Ketua Biro Sepakbola wanita PSSI Sumut  kepada wartawan saat memantau latihan sepak bola wanita Pengcab Medan di lapangan Disporasu Jalan Pancing Medan, Sabtu (5/5).

“Selain aktif mendukung olahraga lain, di kepengurusan kami yang baru khususnya bidang sepak bola wanita, akan komit untuk memajukan kembali sepak bola wanita ini,” tutur Reza.

selanjutnya Reza menambahkan, pada tahun 2010 silam Sumut pernah meraih gelar juara empat nasional, di mana yang menjadi juara satu adalah wilayah Papua Barat, disusul juara dua Jawa Barat, dan DKI Jakarta sebagai juara tiga.

“Kita akan mengadakan pembinaan yang lebih serius karena dae rah Sumut bungkam beberapa tahun belakangan ini,” katanya lagi.
Sebagai bukti dari keseriusan PSSI Sumut dalam membina sepak bola wanita ini, pertengahan bulan Mei PSSI Sumut akan menggelar seleksi tim daerah Sumut.

Adapun 33 Pengurus Cabang (Pengcab) di Sumut, enam Pengcab di antaranya sudah menyatakan kesiapannya dalam menghadapi seleksi itu. Yakni Pengcab Medan, Asahan, Langkat, Serdang Bedagai, Deliserdang dan Pematang Siantar.

Peluang untuk mengikuti seleksi itu masih terbuka lebar. Dan total pemain sepak bola wanita Sumut yang akan terpilih sebanyak 18 pemain.
Untuk program jangka pendek, Reza juga mengungkapkan setelah seleksi rampung, tim Sumut langsung mengadakan persiapan untuk mengikuti kejuaran sepak bola wanita Nasional di Jakarta yang rencananya akan dimulai pada Juni mendatang.  (mag-10)

Ajaran Budha Tetap di Hati

Peringatan Hari Raya Waisak

MEDAN- Bagi umat Budha, perayaan Waisak memang sangat berkesan di mana Waisak diperingati setiap tahun sekali. Apalagi, ajaran Budha akan selalu berada dihati umatnya.

“Waisak itu merupakan tiga peristiwa penting yakni Kelahiran Sidarta Gautama, Mencapai Penerangan Kesempuranaan dan Maha Parinibana (wafatnya Sang Budha). Walaupun sang Budha wafat, ajarannya tetap hidup di hati umatnya,” kata Biksu (Sangah) YM Ven di Vihara Borobudur, Sabtu (5/5) malam.
Dia menyebutkan, Waisak tahun 2012, Vihara Borobudor mengadakan Perayaan Waisak 2556 B.E tahun 2012 selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 4 sampai 6 Mei 2012. Diantaranya, Ta Pei She Cout Shang Kung, Pa She Pa Fo Hung Ming Pau Chan Bab I dan Bab II dan Pa She Pa Fo.

Selanjutnya, pada Sabtu 5 Mei, Cing Kang Pau Chan Bab I + Shang Kang,  Cing Kang Pau Chan Bab II, Cing Kang Pau Chan Bab III dan Puja Bakti Theravada + Dhamma Desanu + Prosesi Lilin.

Di hari terakhir, Minggu 6 Mei 2012, diisi dengan kegiatan San Pa U I Pai, Shang Kung + Ifo, Wisudhi Trisarana, Cing Kang Cing, Phu Men Phing + Hui Sang.
“Yang paling berkesan ajaran Budha sehubungan dengan Perayaan Waisak ini yakni 3 langkah sejati sujud dan Pemandian Rupang Budha,” sebutnya.
Tambah YM Ven, puncaknya Minggu (6/5) pukul 11.00 WIB dengan hadirnya ribuan umat Budha yang melaksanakan ibadah di vihara sejak pagi, siang, sore dan malam. “Vihara bisa menampung ribuan umat Budha tapi bergantian masuknya. Kalau malam ini sekitar 800 lebih yang keluar masuk beribadah,” jelasnya.

Dijelaskannya, salah satu rangkaian acara Waisak nanti adalah Visudhi Trisarana (menyatakan berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangah), dan Visudhi Upasaka/Upasika (pengambilan lima sila). Pada Waisak ini, pemasangan pelita tiga hari berturut-turut bertujuan mengajak umat Budha agar senantiasa mawas diri dan berada di jalan yang benar dengan Dhamma sebagai pelita dan sumber penerangan. Maka dengan begitu, segala berkah kebaikan, kedamaian dan kebahagiaan akan menyertai kita semua dan juga mendoakan keselamatan dan kemakmuran bagi bangsa dan negara agar terbebas dari segala musibah dan bencana,” pungkasnya.

Sedangkan di Vihara Maitreya di kompleks Cemara Asri Medan, juga menyediakan 10 ribuan lilin untuk semua umatnya yang hadir. Dan 3 ribuan lentera untuk para umat Budha yang hadir. “Kalau di vihara kita, perayaan puncak akan diselenggarakan pada Sabtu malam (5/5). Bukan besok perayaan tersebut,” ujar Ketua Panitia Vihara Maitreya, Mita.

Selain prosesi lilin, salah satu hal wajib yang dilakukan pada perayaan Waisak ini adalah pembacaan kitab Varita. “Pembacaan kitab suci ini memiliki tujuan untuk pemujaan pada sang Budha, karena sang Budha rela melepaskan kehidupan duniawi untuk menyelamatkan umat,” ungkap Mita.
Hal lain adalah pelepasan lentera, yang melambangkan pelepasan semua beban dalam hidup. “Tidak dipungkiri bahwa hidup selalu ada cobaan. Dengan membakar lentera ini akan mengangkat semua beban dalam hidup,” tambah Mita.

Sementara itu, umat Buddha di Cani Borobudur juga merayakan hari raya Waisak 2566 BE/ 2012, hari ini. Detik-detik perayaan Tri Suci Waisak dipusatkan di Candi Borobudur  dan Candi Mendut, Jawa Tengah, pagi ini pukul 10.34.49 WIB.

Ritual yang akan berlangsung hingga malam hari itu akan diwarnai dengan pelepasan ribuan lampion ke udara.
Sementara perayaan Waisak secara nasional (Dharmasanti Waisak) 2556 BE/2012 direncanakan dihelat di Pekan Raya Jakarta, 16 Mei mendatang. Antara lain akan mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Acara silaturahmi itu juga akan menyuguhkan drama musical.
Undangan sudah disampaikan langsung Ketua Umum DPP Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) sekaligus Ketua Umum Panitia Waisak Nasional Indonesia 2556 BE/2012 Siti Hartati Murdaya di Kantor Presiden. (jon/ram/jpnn)

Anggota DPR Punya Rekening Ratusan Miliar

JAKARTA – Dugaan Badan Anggaran (Banggar) DPR sebagai lumbung korupsi agaknya benar. Kemarin, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada rekening milik salah seorang anggota Banggar yang tidak beres. Nilainya sangat fantastis, rekening tersebut dialiri uang hingga ratusan miliar rupiah.

Ketidakberesan itu disampaikan langsung oleh Ketua PPATK M. Yusuf di sebuah forum diskusi di Jakarta. Dijelaskan, total dana hingga ratusan miliar rupiah di rekening itu merupakan akumulasi dari beberapa tahun kebelakang. “Bukan saat ini saja, tapi akumulasi sejak 2006,” ujar Yusuf.
Lebih lanjut dia menjelaskan, rekening gendut anggota Banggar itu atas nama satu orang saja. Dia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Apalagi, dia mengaku sudah memberikan laporan lengkap kepada instansi pimpinan Abraham Samad itu.
Jika benar rekenig tersebut berisi uang panas, bisa dipastikan daftar hitam di Banggar semakin panjang. Sebelumnya, badan yang dipimpin oleh Melchias Marcus Mekeng itu sudah tersandung kasus Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID). Seperti diketahui, kasus tersebut terjadi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

Tidak hanya itu, saat ini KPK juga masih mengusut kasus yang melibatkan Wa Ode Nurhayati. Bahkan, saat diperiksa KPK Kamis (3/5) dia langsung menyebut bahwa empat unsur pemimpin Banggar dan Wakil Ketua DPR Anis Matta telah menyalahi prosedur dalam pengalokasoian dana DPID.
Namun sayang, Yusuf enggan membocorkan siapa nama anggota Banggar pemilik rekening gendut itu. Saat ini dia hanya bisa berharap kalau temuan yang telah disampaikan dua minggu lalu tersebut bisa segera ditindaklanjuti. “Nggak perlu disebutkan detail, semua sudah tahu,” imbuhnya.

Informasi tersebut disampaikan ke KPK bareng dengan tujuh rekening lain milik anggota DPR yang mencurigakan. Namun, dia memastikan kalau tujuh rekening gendut anggota parlemen plus satu milik anggota Banggar itu tidak termasuk milik Angelina Sondakh.

Yakin KPK bisa menyelesaikan semua itu” Dia menegaskan kalau para pimpinan KPK wajib untuk mengusutnya. Yusuf juga tidak peduli kalau dugaan korupsi tersebut itu membelit Bos Besar atau Ketua Besar yang kerap disebut anggota DPR saat terjerat hukum. “Siapapun itu, jangan jadi omong besar. Saya bilang segeralah itu,” tandasnya.

Dia memilih berpikir positif kalau pimpinan KPK bakal berani menjerat pelaku transaksi mencurigakan yang diduga korupsi. Dia juga yakin betul kalau permainan di Banggar bakal terungkap jika pemilik rekening gendut itu dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (dim/jpnn)

678 Pohon Ganja Ditanam di Kebun Kopi

SIMALUNGUN- Di areal perbukitan Nagori (Desa) Sibuntuon, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun, Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Simalungun, menemukan ladang ganja seluas 5 rante, Sabtu (5/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dari lokasi penemuan, petugas berhasil mengamankan 678 batang pohon ganja dan 20 kilogram ganja kering siap edar.
Selain menyita pohon ganja dan ganja kering, personel Sat Narkoba juga mengamankan barang bukti lain berupa, dongkrak, dua keping papan dan timbangan.

Sebelum ditemukan, pemilik ladang ganja Radianson Girsang (39), sudah lebih dahulu ditangkap dari rumahnya di Nagori Sinaman, Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun. Sementara pemilik lainnya, Bertin Sidauruk, tidak berhasil ditangkap petugas.
Ladang ganja itu berhasil diungkap, berawal dari penangkapan yang dilakukan petugas terhadap Lamhot Sipayung (40), warga Jalan Turi-turi, Kelurahan Saribu Dolok, Kecematan Silimakuta, Simalungun.

Lamhot ditangkap saat hendak menghisap ganja di sebuah warung tuak, di Nagori Purba Hinalang, Kecamatan Purba, Simalungun, Jumat (4/5) sekira jam 21.00 WIB. Saat ditanya, Lamhot mengaku memperoleh ganja dari pemilik warung tuak, Nando Hutagalung.
Tanpa menunggu lama, saat itu juga, petugas langsung membekuk Nando Hutagalung. Sebanyak 1,5 kilogram ganja kering dari sekitar warung tuak, berhasil ditemukan.

Masih merasa penasaran, petugas Sat Narkoba Polres Simalungun lakukan pengembangan kasus. Nando Hutagalung-pun diinterogasi, untuk mendapat informasi asal usul ganja 1,5 kilogram. Hingga akhirnya, Nando-pun buka mulut dan mengatakan, dirinya mendapat ganja dari Radianson Girsang. (mag-20/smg)