Home Blog Page 13575

SSB Generasi Kosek Bertolak ke Jakarta

MEDAN- Sekolah Sepak Bola (SSB) Generasi Kosek akan bertolak ke Jakarta mengikuti lanjutan kualifikasi Manchester United Primer Cup (MUPC) 2012 tingkat nasional, hari ini, Rabu (2/5). Hal itu disampaikan Sucipto Kepala Pelatih SSB Generasi Kosek kepada wartawan usai latihan di Lapangan Lanud Polonia Medan, Selasa (1/5).

“Lain kali kami tidak janji bisa mengikuti ajang ini lagi karena terus terang kebanyakan siswa tidak mampu untuk membeli tiket, memang kalau menang biaya ongkos pulang akan ditanggung sponsor,” katanya.

SSB Generasi Kosek bisa melaju hingga ke tingkat nasional setelah mengalahkan SSB Gumarang dengan perolehan skor 5-3 di partai final MUPC tingkat Sumut di Lapangan Lanud Polonia Medan, Sabtu (21/4) lalu.

Selanjutnya Sucipto menambahkan, dalam hal persiapan timnya untuk menghadapi ajang bergengsi itu sudah mantap. “Semenjak lolos di tingkat Sumut waktu lalu, saya tetap meningkatkan pembinaan kepada anak-anak, terlebih dalam hal menempa mental karena menurut saya hal itu merupakan yang paling riskan selain masalah kemampauan dalam  mengolah bola,” katanya mengakhiri.

SSB Generasi Kosek akan bertemu dengan sembilan tim lainnya dari daerah yang berbeda di Jakarta dan mulai bertanding Jumat (4/5) dan Minggu (6/5) mendatang.

Di tempat terpisah, Ketua MUPC 2012 Sumut Nunuk mengatakan, tim terbaik dari Regional Country Final akan mewakili Indonesia bertanding di regional Asia Tenggara. Tahun ini Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam menyelenggarakan pertandingan final Asia Tenggara melawan tim terbaik dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan India nanti yang akan diadakan pada tanggal 28-31 Mei mendatang di Jakarta. (mag-10)

Methodist Binjai dan Sutomo 1 tak Terbendung

Grandfinal Liga basket Pelajar Sumut 2012

MEDAN- Langkah tim-tim unggulan tak terbendung pada Grand Final Liga Basket Pelajar (Libala) 2012 di GOR Angsapura, Selasa (1/5) kemarin. Di kategori putra, Sutomo 1 dan Methodist Binjai melaju ke babak semifinal.

Sutomo 1 mengandaskan Sisingamangaraja Tanjungbalai dengan skor fantastis 110-31. Sementara Methodist Binjai mengungguli Harapan Mandiri 78-55. Di semifinal putri, Methodist 2 melaju ke final dengan menghentikan langkah Wiyata Dharma 62-40.

Pertarungan Sutomo 1 dan Sisingamangaraja Tanjung Balai bak pertarungan David lawan Goliath. Sutomo 1 yang berstatus juara zona Medan masih terlalu tangguh bagi Sisingamangaraja yang bertarung sebagai tim terbaik di zona Tanjung Balai. Sutomo 1 yang bermaterikan Christoper, Reynaldo, Tommy, Fredrick dan Surya terlalu dominan bagi lawannya. Di kuarter kedua  Sutomo 1 sudah unggul jauh 51-17.

Dominasi Sutomo 1 tak terbendung meski Pelatih Suwandy sudah melakukan beberapa rotasi. Strategi full pressure Sutomo 1 membuat para pemain Sisingamangaraja kesulitan mengejar defisit angka yang terlampau jauh. Bahkan untuk masuk ke zona lawan saja, Andi dkk kesulitan. Beberapa kali mereka terjebak kesalahan sendiri maupun agresifitas Sutomo 1 yang kerap sukses melakukan steal. Tambahan 33 angka membuat Reynaldo cs unggul 84-23 di kuarter ketiga.

Kuarter penentu, Sutomo 1 tak juga mengendurkan keran angkanya. Tembakan tiga angka Tommy semakin menegaskan superioritas Sutomo 1. Shot Christoper membuat Sutomo 1 menembus 100 angka dan menutup laga 110-31.

Pelatih Sutomo 1, Suwandy mengakui kekuatan lawan jauh di bawah timnya hingga timnya bermain sangat dominan. “Iya memang lawannya di bawah. Tapi tetap harus ada perbaikan di pertandingan berikutnya. Defence tetap harus diperbaiki. Apalagi di semifinal kita akan menghadapi Methodist Binjai yang lebih berpengalaman,” tambahnya.

Sementara duel Methodist 2 dan Wiyata Dharma di semifinal putri menyajikan aksi ciamik Angeline. Jebolan DBL Champ Amerika itu menjadi inspirator kemenangan timnya. 34 angka disumbangkannya untuk Methodist 2. Tim besutan Jenny ini sempat kesulitan di kuarter awal namun mampu bangkit di tiga kuarter berikutnya hingga akhirnya mengakhiri laga 62-40. (mag-18)

Beto Kecewa Hardiansyah

Buntut Kartu Merah Saat Lawan PSP Padang

MEDAN- Kemenangan tipis 1-0 Pro Duta FC atas PSP Padang, Minggu (29/4) kemarin, tidak hanya menghadirkan sukacita namun juga kekecewaan. Ini menyoal ulah bek Pro Duta, Hardiansyah yang diusir wasit di menit 87. Hardi mendapat kartu merah langsung akibat ulahnya memukul pemain lawan. Ketika itu ia berduel ketat dengan Fransiskus.

Tak ayal Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi menyayangkan ulah Dian, sapaan akrab Hardiansyah. Jika biasanya pelatih yang terkenal tempremental ini menyalahkan wasit, kali ini ia memaklumi keputusan wasit Yudi Nur Cahya mengusir pemainnya. “Saya pikir wasit bertindak benar. Kalau saya jadi wasit tentu saya juga akan berbuat demikian. Ia dengan sengaja memukul pemain lawan. Dan ini kerugian buat kami,” ujarnya didampingi Asisten Pelatih, Deca Dos Santos.

Wajar saja Beto kecewa. Ketika itu Kuda Pegasus masih ditahan PSP Padang. Bermain dengan 10 orang akan lebih menyulitkan untuk mencetak gol. Beruntung tak lama pasca kartu merah, Arif Sajali mampu menuntaskan bola liar di kotak penalti menjadi gol. “Dia bahkan bisa dihukum tiga sampai empat pertandingan karena ulahnya. Bisa saja ada sanksi dari komisi disiplin karena ini,” ujarnya.

Hukuman ini tentu membuat Pro Duta pincang di laga berikutnya. Terutama di lini pertahanan, pos yang diisi Dian. Apalagi Pro Duta sebelumnya sudah kehilangan Antonio Soldevilla karena cedera. “Kartu merah itu membuat kami harus mencari penggantinya. Ke depannya kami akan menghadapi Persitara di Stadion Tugu. Saya belum bisa pastikan  siapa. Ada Saralim dan Rifki. Tergantung siapa yang paling siap nanti pada saat latihan terakhir sebelum bertanding,” tambahnya.

Lini belakang yang pincang itu sempat membuat Beto melakukan spekulasi. Xavi Perez yang biasa beroperasi sebagai playmaker ditempatkan di belakang saat duel dengan PSP Padang. Xavi terlihat cukup menjalankan perannya dengan baik mendampingi kapten tim, Suyatno. Bukan tidak mungkin pemain bernama lengkap Fransisko Javier Perez itu kembali ditempatkan di belakang.(mag-18)

Forki Jaring Atlet untuk Piala Mendagri

MEDAN- Untuk menjaring atlet di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Mendagri XVI di Manado, Sulawesi Selatan, Juni mendatang, Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karateka-do Indonesia (Forki) Sumut menggelar Kejurda untuk tingkatan kadet dan junior pada 5-6 Mei mendatang. Kejuaraan akan digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Provsu.

Ketua Panitia, Delphinus Rumahorbo mengatakan, 26 Pengcab Forki se-Sumut, dua kabupaten/kota yang belum memiliki pengurus dan 21 perguruan tinggi Sumut akan ikut ambil bagian pada kejurda yang mempertandingkan 23 kelas ini. “Ini sebagai seleksi untuk Kejurnas di Manado memperebutkan Piala Mendagri. Begitu seterusnya akan berlanjut di Kejuaraan di Uzbekistan,” ujarnya didampingi Wakil Ketua Jaya Kirana Lubis dan panitia lainnya.
Selain itu, Kejurda ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi Pengcab/Perguruan Forki se Sumut. “Mudah-mudahan ini mendapat dukungan dari pemerintah dan pihak lainnya untuk mengirimkan atlet terbaiknya mengikuti Kejurda ini,” tuturnya.

Keberhasilan Forki Sumut berkontribusi pada SEA Games 2011 lalu dengan sumbangan empat emas memang membuat para karateka Sumut kerap diperhitungkan di mata nasional. Ketika itu dua karateka andalan Sumut, Doni Darmawan dan Jintar Simanjuntak menyumbang emas pada nomor perseorangan dan beregu.

Begitu juga keberhasilan di Piala Mendagri dengan merebut enam kali kejuaraan lewat Nilawati Daud (1989), Donni Dharmawan (2003), Takashi Hadi (2007), Indah Mogia Angkat (2009), Tiffani Hadi (2010) dan Maruli Butar-butar (2010).  “Kita sudah pernah menjuarai Piala Mendagri itu 6 kali. Kejurnas itu nanti yang ke-16 kalinya. Kita berharap tahun ini kita rebut kembali,” tandasnya.

Senada, Jaya Kirana Lubis yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Organiasasi PB Forki mengatakan ajang ini tepat untuk evaluasi hasil latihan. “Jadi ini sebagai bentuk kepedulian kita bagi karateka Sumut,” tandasnya.

Diharapkan pada tahun depan, Sumut sudah lebih meningkatkan level kejuaraan menjadi Kejurnas. Didukung dengan keberadaan GSG yang berkapasitas ribuan penonton. “Dengan keberadaan GSG yang baru ini, kita bisa beranikan diri untuk menyelenggarakan Kejuaraan tingkat nasional,” pungkasnya. (mag-18)

Turnamen Piala Specs 2012 Digelar 6 Mei

MEDAN- Mantan pemain dan keluarga besar Persatuan Sepakbola Medan dan Sekitarnya (PSMS) menggelar turnamen Piala Specs U-15 di Stadion Kebun Bunga, 6 Mei hingga 2 Juli mendatang. Hal itu disampaikan ketua pelaksana turnamen Iner Siagian kepada wartawan di sekretariat Mantan Pemain dan Keluarga PSMS di Jalan Kebun Bunga Medan, Selasa (1/5).

Disebutkannya, hingga kemarin, peserta yang sudah mendaftar ke panitia sebanyak 16 SSB yakni SSB Bima, SSB LBK Pakam Bersinar, SSB Kebun Bunga, SSB Bina Pratama Kabanjahe, SSB Lokomotif, SSB Medan Soccer, SSB Hamparan Permata, SSB Mabar Putra, SSB Kharisma, SSB Rajawali, SSB Gumarang, SSB Mayang Putra, SSB Sejati Pratama, SSB Medan Utara, SSB SPM, serta SSB Cikal Garuda.

Sistem pertandingan dalam turnamen ini setengah kompetisi dan dibagi empat pool, A, B, C, dan D. Setiap pool terdiri dari empat tim. Juara dan runner up grup lolos babak berikutnya.(mag-10)

Infrastruktur Dibenahi, Prestasi Datang Sendiri

Hari ini (2/5), seluruh institusi pendidikan di tanah air memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Demikian juga dengan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Dinas Pendidikan sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengurusi dunia pendidikan di Sergai tidak akan menjadikan peringatan Hardiknas ini sebagai seremoni saja, melainkan sebagai momentum refleksi untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai pada masa lalu dan apa yang akan digapai di masa-masa yang akan datang.

Sejarah mencatat, daerah yang dipimpin Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman ini sudah banyak memperoleh kemajuan di bidang pendidikan. Ini dilihat dari mutu pendidikan yang sudah semakin maju, baik dari sisi kualitas anak didik yang tingkat kelulusan UN-nya rata-rata 99 persen maupun kemampuan guru yang sudah dapat diandalkan.

Kemudian infrastruktur sekolah yang sudah membaik dan penambahan sarana pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tapi hal itu belum ada apa-apanya.

Meskipun Kabupaten Sergai usianya masih relatif muda yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Deliserdang, delapan tahun yang lalu, namun banyak hal-hal yang harus dibenahi. Pemkab Sergai yakin seiring berjalannya waktu, segala kekurangan-kekurangan untuk menjadikan dunia pendidikan yang maju di Kabupaten Sergai akan bisa terwujud. Hal ini sudah menjadi komitmen Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman untuk memajukan pendidikan bagi 653.250 jiwa penduduknya.

Di awal pemekaran tepatnya tahun 2005 lalu, Kabupaten Sergai hanya memiliki tujuh unit gedung SMA Negeri. Padahal Indonesia sudah 60 tahun merdeka. Tepat 8 tahun usia Sergai yang dipimpin Bupati Sergai Ir HT Erry Nuradi MSi dan Wakilnya Ir H Soekirman yang memimpin dua periode,  sudah ada 18 unit gedung SMA Negeri yang dibangun di setiap kecamatan, bahkan di Kecamatan Perbaungan memiliki dua unit SMA Negeri ditambah juga dengan pembangunan tujuh unit SMK Negeri yang tersebar di setiap kecamatan, antara lain dua di Kecamatan Sei Rampah, satu di Kecamatan Sipispis,  satu di Kecamatan Pantai Cermin, satu di Kecamatan Dolok Masihul, satu di Kecamatan Teluk Mengkudu dan satu di Kecamatan Perbaungan. Padahal sebelumnya di Sergai tidak ada SMK Negeri.

Kedepan, Pemkab Sergai memprogramkan SMK Negeri ada di setiap kecamatan. Hal ini seiring dengan angka partisipasi kasar (APK) SMA/SMK tahun 2011 yang naik secara signifikan di banding tahun sebelumnya. Itu baru di bidang pendidikan menengah.

Di bidang pendidikan dasar, seiring dengan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu, Pemkab Sergai juga memperbaiki 253 ruang kelas SMP dari 36 unit gedung SMP Negeri. Lalu dari jumlah itu ada 12 SMP berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) dan tujuh sekolah yang masih berstatus Rintisan Sekolah Standar Nasional (RSSN).

Tak cukup sampai di situ, pada tahun 2011 sudah dibangun juga ruang kelas baru serta menambah lima gedung perpustakaan dan dua ruang laboratorium. Sama halnya juga tingkat SD dimana saat ini sudah 99 persen atau sebanyak 2830 ruang kelas dari 2854 ruang yang ada atau 457 unit sekolah SD Negeri/Swasta sudah direhab. Hebatnya lagi SDLBN di Kecamatan Pegajahan dan SD di Desa Bengkel juga sudah berstatus RSBI.

Di bidang lain untuk mengantisipasi anak usia wajib belajar 12 tahun yang tidak bersekolah, karena ketidak mampuan biaya, Pemkab Sergai juga telah menerbitkan Perda No 31 tahun 2007 tentang wajib belajar 12 tahun dengan menggratiskan SPP bagi siswa SMAN, SMKN, dan MAN mulai tahun 2008.
Lalu saat ini juga, Pemkab Sergai sedang membahas Ranperda wajib belajar membaca Al-Quran bagi pelajar beragama Islam di semua tingkatan sekolah. Nah, untuk memayungi pelaksanaan pengelolaan pendidikan yang lebih baik, Pemkab Sergai telah menerbitkan Peraturan Bupati No 12 tahun 2009 tentang sistem penyelenggaraan pelayanan pendidikan yang telah diperdakan dengan No 15 tahun 2009.

Lain hal nya di bidang pendidikan non formal. Di bawah kepemimpinan Bupati Sergai HT Erry Nuradi, Pemkab Sergai juga telah meningkatkan sarana dan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), RA dan TK negeri dan swasta.

Apalagi secara teknis pelaksanaanya langsung dipantau oleh Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Evi Diana Erry Nuradi yang peduli terhadap dunia pendidikan.  Dari 90 unit TK, RA dan PAUD tahun 2005 sekarang sudah menjadi 505 unit pada tahun 2011 serta membangun gedung perpustakaan di 17 kecamatan dan dilengkapi dengan mobiler dan buku-buku ilmu pengetahuan. Tahun 2011 lalu juga sudah membangun 82 gedung perpustakaan SD.

Di bidang lain untuk kelancaran proses belajar mengajar, di Sergai jumlah guru sudah mencukupi yakni 8427 orang dengan rincian guru PNS 4487 orang, guru Non PNS 3940 orang. Untuk kesejahteraannya para guru PNS maupun Non PNS sudah mendapatkan tunjangan tambahan penghasilan baik itu bentuknya insentif maupun tunjangan fungsional. Maka tak heran meskipun usia Sergai masih muda tetapi banyak prestasi-prestasi yang sudah diraih. Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi warga Sergai pada umumnya. (dra)

 

Turnamen Brimo Utama Cup Digelar

STABAT- Sebanyak 20 klub meramaikan turnamen sepak bola Brimo Utama Cup di Lapangan Sepak Bola Nur Cahaya, Kecataman Tanjungpura, Langkat, mulai 27 April hingga 19 Mei 2012 mendatang. Turnamen ini memperebutkan piala bergilir Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Fadly Nurzal yang menjadi sponsor tunggal dalam turnamen sepak bola Brimo Utama Cup tingkat usia 17 tahun ini. Kami berharap, semoga Bapak Fadly Nurzal bisa menjadi pemimpin di Sumut sehingga bisa lebih berperan dalam perkembangan olahraga, khususnya sepak bola,” kata Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Syafrie SE pada pembukaan turnamen tersebut, Jumat (27/4) lalu.

Sementara Fadly Nurzal dalam sambutannya mengungkapkan, kekompakan dan seportifitas merupakan kunci kesuksesan dalam sepakbola. Menurutnya, sepak bola merupakan sebuah olaharaga yang mendunia dan mampu membuka sekat-sekat perbedaan yang ada. Dia berharap, turnamen ini bisa menghasilkan pemain-pemain andal, bahkan bisa menjadi pemain nasional. Karenanya, dia mengimbau kepada seluruh pemain yang ikut serta dalam turnamen ini berlatih dengan sungguh-sungguh dan menempa mental agar mampu menjadi juara.

Selanjutnya, Fadly memberikan tropi kepada Muhammad Syafrie SE selaku panitia dan dilanjutkan dengan tendangan pertama pertanda dimulainya turnamen.(ade)

Tim Voli Sumut Kalahkan Tim PON Riau

LUBUKPAKAM- Meski tidak ikut sebagai peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII (PON) yang bakal digelar di Riau, tim voli Sumut senior putra dan putri sukses mengalahkan Tim Pelatda PON Riau, di GOR Serba Guna Lubukpakam, Jumat (27/4) hingga Minggu (29/4) lalu.

Pada hari pertama, tim voli senior putra Sumut dengan gemilang mengalahkan tim Pelatda PON Riau dengan skor 3-1 (23-25, 25-13, 25-18, 25-22). Demikian juga dengan Tim Senior Putri Sumut yang dikomandoi Dina Paramitha, sukses menundukkan tim tamu dengan 3-1 (25-13, 26-24, 20-25, 25-22).
Kemenangan diraih Tim Pelatda PON Riau ketika menghadapi Tim Junior Sumut putra putri yang bermaterikan pelajar. Tim Pelatda PON Riau putri menang mudah 0-3 (14 -25, 21-25, 11-25). Namun di bagian junior putra, tim Sumut yang diasuh Ramino-Rizal (R2) yang juga bermaterikan pelajar, justru memberikan perlawanan serius. Di set ke-2, Hermanto (C) sempat menutup raihan angka Pelatda PON Riau dengan nilai 16, walaupun akhirnya kalah dengan angka 1-3 (21-25, 25-16, 21-25, 21-25).

Pertandingan menarik terjadi pada pertandingan ini, dimana Tim Pelatda PON Riau yang diasuhan Sugito Halim mendapat perlawanan sengit dari Tim Junior Sumut yang juga Runner Up POP Nasional Tahun 2011, kelas ini juga disaksikan langsung oleh Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Voli Sumut, Elfian sekaligus memberikan apreisasi kepada tim junior Putra Sumut, diharapkan tim Junior ini merupakan cikal bakal Tim PON Sumut 2016.

Sedangkan di cabang Voli Pantai Voli Pelatda PON Riau Putri mengakui keunggulan junior duet Santi Mayasari-Fitri Krisdayanti dengan angka 2-1. Hal yang sama juga diraih pasangan senior Eria Riski dan Cici Latinova 2-1, di bagian Putra Riski Ramadanu dan Yopi Pranata (Junior) harus menerima keunggulan tim tamu dengan angka 0-2. (btr)

Nikahi DJ tanpa Resepsi

Alice Norin

Sengaja nikah diam-diam. Malu dirayakan besar-besaran. Sekelebat saja bintang film dan pesinetron Alice Norin menanggalkan status jandanya. Diam-diam dia menikah lagi di Bandung pada Juli 2011. Alice dipinang kekasihnya, Alvin Yudhapatria yang lebih dikenal dengan nama DJ Alvin.
“Memang akad nikah aja. Kita udah merencanakan dari 2010, terus maunya 2011 akhir tapi aku ada syuting, ya akhirnya dipercepat,” ungkap Alice kepada wartawan, kemarin.

Pernikahan keduanya itu hanya dilangsungkan secara sederhana. Mereka tidak menggelar resepsi seperti pasangan artis lainnya. Akad nikah Alice juga hanya dihadiri keluarga besar saja.

“Alvin juga malu, jadi dia maunya kekeluargaan saja. Maunya bikin resepsi tapi buat Alvin bukan hal yang besar juga,” imbuh Alice.
Bintang Ketika Cinta Bertasbih ini mau saja dinikahi cepat lantaran sudah cocok dengan Alvin yang selalu mendukung pekerjaannya di dunia entertainment. “Mantap ya mau nikah. Kali ini nggak mau main-main deh. Jadi benar-benar serius, saling support. Usianya juga nggak terlalu jauh dari aku,” jelas Alice yang juga bekas DJ ini.

Namun, karena kesibukan masing-masing, serta ingin merasakan nikmatnya berpacaran, Alice dan Alvin sepakat menunda momongan. “Dia mau kerja dulu. Jarang ada orang yang pengertian dengan jam kerjaku yang gila banget,” ucapnya.

Ini pernikahan kedua buat Alice setelah pada akhir 2009 bercerai dengan DJ Riri. Kala itu, salah satu penyebab perceraian karena Alice ketahuan selingkuh dengan putra pengusaha papan atas Sudwikatmono, Agus Lasmono Sudwikatmono.

Lucunya, wanita blasteran Norwegia-Sunda itu dengan gamblang mengakui perselingkuhannya. “Yah memang benar aku menjalin hubungan dengan Agus Lasmono Sudwikatmono, hubungan kita lewat telepon atau SMS-an,” kata Alice.

Kata Alice, dia sudah ‘main api’ dua bulan sebelum bercerai.’Sejauh apa kemesraan Alice dengan pria   itu? “Kita  manja-manjaan dan dia bilang aku cute.  Seneng dengernya,’’ujarnya.  (rm/jpnn)

Bau dan Ribut dari Pedagang Bakal Ganggu Pelaksanaan UN

085276123xxx

Asalamulaikum, Bapak Wali Kota H Rahudman Harahap dan Bapak Kadis Pendidikan Kota Medan Rajab Lubis. Coba anda bayangkan bagaimana sakit rasa anak-anak murid SD PWKI Jalan Kemiri 1 yang tidak melaksankan Ujian Nasional pada 7 Mei Senin depan. Karena sangat terganggu dari bau amis ikan dan ributnya pedagang ikan yang berjualan di seputaran Jalan Tanjung Bunga 1 DAM Kemiri 1.

Saya harap untuk Jumat (4/5) ini derah itu harus steril dari pedagang ikan. Kerahkan Satpol PP atau pun TNI dan POLRI untuk mengamankan daerah itu. Apabila waktu pelaksanaan Ujian Nasiona nanti mereka masih bisa jualan, saya rasa sama-sama biadapnya tukang ikan dan Pemerintah Kota Medan, saya harap pemeritah tau apa yang harus dilakukan supaya masyarakat tidak menganggap biadap.

Akan Koordinasikan ke Dinas Kebersihan dan PD Pasar

Terima kasih atas pemberitahuannya. Dengan keluhan ini, kami dari pihak Disdik Kota Medan akan membangun kerjasama dengan pihak Dinas Kebersihan dan PD Pasar. Sebelum pelaksanaan Ujian Nasional nanti, kami akan melakukan pembersihan, dan sesegera mungkin saya akan melaporkan hal ini ke kedua pejabat yang berwenang di Dinas Kebersihan dan PD Pasar.

Rajab Lubis
Kepala Disdik Medan