Home Blog Page 13578

Kapal Meledak di Qatar, 4 WNI Tewas

QATAR- Sebuah kapal boat meledak di kilang minyak di lepas pantai Qatar Minggu (29/4). Enam orang tewas, empat di antaranya dilaporkan warga negara Indonesia.

Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene, kepada wartawan, Senin (30/4).

Dia mengatakan, insiden naas itu terjadi di lepas pantai Ras Laffa. KBRI di Doha menginformasikan bahwa empat orang WNI meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. “Saat ini jenazah sedang disemayamkan di rumah sakit al-Khor, sekitar 60 kilometer dari Doha. Staf kedutaan sedang menuju ke sana, mungkin sudah tiba,” kata Tene.

Tene mengaku, belum mendapatkan konfirmasi nama-nama korban yang tewas. Namun, dia mengatakan mereka adalah pegawai perusahaan tugboat Nakilat SvitzerWijsmuller Qatar.

Belum diketahui penyebab ledakan tersebut. Kedutaan Besar Qatar belum dapat dihubungi untuk mendapat konfirmasi lebih lanjut. (net)

Golkar Jangan Buru-buru Capreskan Ical

JAKARTA – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris mengatakan di negara demokrasi tidak ada hak istimewa ketua umum (ketum) partai secara otomatis jadi calon presiden (capres). Termasuk di Partai Golkar.

Karena itu, menurut dia, harus dibuka kesempatan bagi figur atau tokoh di luar ketua umum yang mampu dan layak untuk ikut bersaing sebagai capres.
“Jika ketua umum ngotot dan tidak bisa dihindari lagi, itu berarti di dalam partai sudah menguat apa yang disebut oligarki. Kekuasaan ketum dan lingkungan terdekatnya sudah menguasai Golkar,” kata Syamsudin Haris kepada wartawan, usai diskusi di gedung Nusantara IV, Senayan Jakarta, Senin (30/4).

Dia mengaku heran melihat kecendrungan elit Partai Golkar yang memelihara oligarki.(fas/jpnn)

Tangkap Anas Urbaningrum

JAKARTA – Politisi Partai Gerindra, Permadi bersama sejumlah organisasi seperti Pejuang 45 dan KPA kembali mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/4).

Mereka datang ke gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said untuk memberikan dukungan kepada Pimpinan KPK Abraham Samad agar segera menuntaskan kasus-kasus besar seperti skandal Bailout Century dan proyek Hambalang.

Pada kesempatan itu, Permadi meminta KPK segera menangkap Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Menurut mantan politisi PDI Perjuangan itu, berdasarkan fakta-fakta di persidangan, Anas Urbaningrum sudah jelas-jelas terbukti keterlibatannya dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang.

“Supaya ditahan orang-orang yang dalam fakta persidangan jelas terbukti. Mosok Wayan Koster dicekal, Anas dibiarkan bebas. Lebih banyak mana fakta persidangan yang menunjuk Anas dari Wayan Koster,” tegas Permadi.(fat/jpnn)

Menggeloranya Hari Buruh Internasional

Muchti Yuda Pratama

“Hidup buruh, hidup buruh.”

Itulah yel-yel yang sering kita dengar ketika para buruh mengadakan aksi tuntutan unjuk rasa pada pemerintah, apalagi menjelang Hari Buruh Internasional yang diperingati pada tanggal 1 Mei. Peringatan yang biasa dikenal dengan sebutan May Day merupakan puncak peringatan hak-hak buruh di seluruh belahan dunia. Pada hari tersebut, banyak unjuk rasa dan berbagai bentuk peringatan lain yang dilakukan oleh para buruh maupun aktivis pembela hak-hak buruh.

Menjelang Hari Buruh Internasional tersebut, bangsa Indonesia dikagetkan dengan meninggalnya tiga TKI di Malaysia akibat ditembak oleh Polisi Diraja Malaysia dan yang paling menyakitkan adalah organ tubuh TKI tersebut diambil untuk tranplantasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintahan sekarang telah gagal dalam memberikan perlindungan bagi kaum buruh Indonesia terutama Menakertrans, yang sibuk melakukan rencana perlindungan jika sudah jatuh korban dan belum mempunyai program yang jelas untuk melindungi TKI yang bekerja di luar negeri.

Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengungkapkan bahwa setiap tahun kaum buruh di seluruh Indonesia merayakan Hari Buruh International dan berbagai tuntutan yang disuarakan kaum buruh kepada pemerintahan SBY tidaklah pernah berubah, yaitu di antaranya perlindungan kepada TKI luar negeri, menjadikan Hari Buruh sebagai hari libur Nasional serta penghapusan sistem kerja kontrak dan menolak upah kerja murah serta Privatisasi BUMN.

Tetapi sampai sekarang tidak ada satupun tuntutan yang didengarkan oleh pemerintah. Ini menunjukkan bahwa SBY telah mengingkari janji ketika dalam kampanye Pemilihan Presiden 2004 dan juga 2009 akan mensejahterakan kaum buruh. Tetapi bukan jadi halangan dan membuat bosan kaum buruh untuk terus menyuarakan tuntutan ketidakadilan yang selama ini menjadi tuntutan kaum buruh.

Arief juga menekankan bahwa pemerintahan SBY melalui menteri tenaga kerja dan transmigrasi hanya melakukan tindakan yang biasa saja dalam menghadapi tuntutan buruh menjelang Hari Buruh Internasional, yaitu mengumpulkan pimpinan buruh bersama institusi kepolisian dengan meniupkan janji pada kaum buruh. Sudah sepantasnya kaum buruh untuk ke depan dan jangan lagi mau berkompromi yang nyatanya tidak pernah berpihak pada kesejahteraan kaum buruh.

Menyikapi keadaan situasi nasional tentang nasib buruh ke depan, maka ada beberapa tuntutan yang disampaikan FSP BUMN Bersatu kepada pemerintahan sekarang dan mudah-mudahan dapat didengar dan dilakukan sebagai berikut :

  1. Memecat Menakertrans yang sudah gagal melindungi TKI di luar negeri terkait banyak kasus TKI yang dipancung, disiksa, dibunuh dan diperkosa.
  2. Untuk mencari sumber pendanaan APBN untuk mensusbsidi harga BBM agar tidak terjadi kenaikan, mendesak pemerintah SBY-Boediono segera menaikkan besarnya royalti sektor pertambangan dan pengenaan pajak karbon  yang harus didapatkan oleh pemerintah  setara dengan royalti yang didapat negara lainnya.
  3. Pemerintah harus memberikan sarana bantuan  kredit  murah untuk rumah buruh serta biaya kesehatan yang murah bagi kaum buruh akibat upah buruh murah yang diterapkan pemerintah SBY.
  4. Mendorong Jamsostek untuk membangun lebih banyak lagi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) murah di lokasi pusat industri yang banyak buruhnya.
  5. Selamatkan industri nasional dari kebangkrutan, berantas pungutan liar dan korupsi yang meyebabkan terhambatnya kesejahteraan buruh.
  6. Menolak privatisasi BUMN  dan menolak BUMN dijadikan tempat untuk korupsi berjamaah oleh parpol dan elit politik.
  7. Lengkapi TKI luar negeri dengan alat komunikasi berupa handphone seperti yang dijanjikan SBY ketika ada TKI yang disiksa di Arab Saudi.
  8. Hentikan  pengiriman TKI unskill ke luar negeri selama tidak ada perlindungan yang jelas dari negara dan negara tempat TKI luar negeri bekerja.
  9. Pemerintah harus menerbitkan Undang-Undang perlindungan bagi kaum petani dan nelayan agar kesejahteraan mereka terlindungi.
  10. Mencabut sistem kerja kontrak dan tolak upah buruh murah.

Harapan Menakertrans RI

Di samping itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs. Muhaimin Iskandar, M.Si meminta kepada serikat buruh untuk memperingati Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei 2012 ini dengan kegiatan bakti sosial. Karena pada tahun ini, pemerintah telah merealisasikan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh. Pemerintah telah mendirikan rumah susun sejahtera sewa untuk 5.600 buruh. Beliau mengatakan bahwa hal tersebut adalah contoh serius meningkatkan kesejahteraan kaum buruh.

Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan bantuan transportasi untuk buruh dari rumah di basis industri ke lokasi kerja dan pemerintah juga akan membangun tiga rumah sakit buruh. Ini semua merupakan hadiah peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2012.

Untuk kesemuanya itu, beliau meminta para buruh untuk memperingati Hari Buruh Internasional dengan cara yang berbeda, yaitu memperingati Hari Buruh dengan damai, melaksanakan kegiatan bakti sosial dan aktivitas lain yang lebih tenang.

Penutup

Para buruh di berbagai belahan dunia serentak untuk memperingati May Day dengan berbagai tuntutan yang menjadi tugas pemerintah. Menggeloranya May Day bisa menjadi media evaluasi bagi sistem perburuhan dan atau ketenagakerjaan khususnya di  Indonesia sekaligus menjadi masukan positif bagi perbaikan di bidang tenaga kerja Indonesia.

Sebaliknya, May Day bisa menjadi dilema yang dihadapi negara dalam perubahan-perubahan yang lebih baik. Akankah negara tercinta mampu untuk terus berdiri dengan kokohnya atau malah menjadi semakin rapuh karena digerogoti oleh kepentingan politik semata? Pemerintahlah yang akan menjawabnya dengan tegas dan fasih. Untukmu para buruh, selamat Hari Buruh Internasional!

* Muchti Yuda Pratama ,
Dosen STIKes Medistra Lubuk Pakam  

IRT Tewas Dirampok, 2 Pelaku Dimassa

BELAWAN- Seorang ibu rumah tangga, Delima Mariani (35) warga Pasar IV, Medan Marelan ditemukan tewas setelah dirampok oleh kawanan perampok jalanan di Jalan Marelan Raya, Pasar V Kelurahan Rengas Pulau, Senin (30/4) sore.

Informasi yang dihimpun dari sekitar lokasi kejadian, korban berboncengan dengan Gusti Purnamawati (40) dan Andini (3) dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Korban ketika itu baru pulang mengambil dokumen BPKB kendaraan sepeda motornya dari satu perusahaan perkreditan sepeda motor.

Ketika melintas di kawasan Pasar II Marelan, sepeda motor korban tiba-tiba dipepet kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Hondar Revo, belakangan diketahui bernama, Ahmad Imran (20) dan Heri Irwandi (20).

Sadar tasnya dibawa kabur kedua penjahat jalanan itu, korban memburu pelaku keduanya dengan mempercepat kendaraannya. Aksi kejar-kejaran antar pelaku terus terjadi, tepatnya di Jalan Marelan Raya Pasar V Medan Marelan, tepatnya di depan Swalayan Wiego sepeda motor korban yang melaju kencang menabrak sepeda motor pelaku.

Akibatnya, terjadi benturan diantara kedua sepeda motor tersebut. Tapi naas bagi, Delima, ia terjatuh persis ke tengah badan jalan dan secara kebetulan satu unit mobil jenis sedan menabrak bagian kepalanya.

“Bagian kepalanya (korban-red) sempat ditabrak ban mobil yang ada dibelakangnya, karena saat itu korban menabrak sepeda motor pelaku rampok,” sebuta seorang saksi mata di tempat kejadian, Zulkifli (30).

Sementara itu, Gusti Purnamawati yang merupakan kakak korban, mengalami cidera di bagian kepala. Sedangkan putri kandung korban, Andini berhasil selamat dan hanya mengalami cidera ringan.

“Korban dibawa warga langsung ke RSU Wulan Windi, Marelan. Tapi satunya yang ditabrak bagian kepalanya sudah meninggal,” sebutnya.
Setelah korban diselamatkan, warga mengetahui kedua pemuda itu merupakan peampok jalanan. Akhirnya, tanpa dikomandoi warga langsung melayangkan pukulan ke kedua pelaku. Akibaynya mengalami babak belur.

Tak hanya warga, pengendara yang melihat dari kejauhan juga melampiaskan emosionalnya kepada kedua pelaku. Puas memukuli, warga akhirnya menyerahkan ke dua pelaku ke Mapolsekta Medan Labuhan. Sementara, mobil sedan yang menabrak para korban kabur menuju kawasan Simpang Kantor. (mag-17)

Gubuk Warga Penggarap Dibakar OTK

BINJAI- Sengketa tanah eks HGU PTPN II kebun Sei Semayang terus berlanjut, dan bergejolak. Mulai kontak fisik antara karyawan PTPN II dengan warga penggaraf dan memanfaatkan jasa orang tak dikenal (OTK) untuk membakar gubuk/rumah pondok  warga penggarap.

Seperti terjadi, Senin (30/4) sekira pukul 12.00 WIB dibakar OTK. Akibatnya gubuk yang dimanfaatkan warga untuk berteduh atau tempat istirahat sementara itu habis dilalap api. Hingga kini, kondisi di tanah eks HGU PTPN II itu masih memanas.

“Kami cemas terus-terusan begini. Jika kami berladang bisa-bisa kena bacok, kami minta pemerintah segera mungkin menyelesaikan persoalan ini,” pinta seorang warga tani, Nurhalizah.

Dia menduga, pembakaran gubuk itu dilakukan secara sengaja untuk memperkeruh suasana eks HGU PTPN II Sei Semayang. Kuat dugaan OTK yang berulang kali melakukan gerakan anarkis dan teror, dibayar penguasa yang ingin memiliki tanah tersebut.

“Soalnnya yang membakar itu menaiki mobil jenis Avanza warna silver dan beberapa orang mengendarai kereta. Mereka inilah yang kami duga sengaja diturunkan oleh pemilik modal untuk meperkeruh keadaan,” ucapanya.

Kasat Reeskrim Polres Binjai AKP Aris Fianto, yang langsung turun ke lokasi mengaku, masih menyelidiki kasus ini. “kami masih melakukan penyelidikan. Gubuk tersebut dibakar oleh orang yang tidak dikenal,” tegasnnya singkat. (mag-4/smg)

Tiga Jam Tunggu Dokter, Bayi Baru Lahir Tewas

LUBUKPAKAM- Pasangan suami istri, Muhammad Anwas (34) dan Poniseh (30) warga Lingkungan I Kelurahan Paluh Kemiri, Lubukpakam kecewa akibat pelayanan RSUD Lubukpakam. Pasalnya, tindakan medis sangat lambat akibatnya bayi yang dikandungnya tewas, setelah keluar dari kandungan ibunya.
Anwas membeberkan, Senin (30/4) sekitar pukul 11.00 WIB istrinya masuk ke ruangan operasi untuk melahirkan.

Tapi, sebelumnya istrinya merupakan pasien bersalin oleh bidan Juliani br Tanjung di Lubukpakam.

Tapi, saat hendak melahirkan sesuai jadwal, Minggu (29/4), karena tidak lahir juga, Senin (30/4) istrinya disarankan ke RSUD Lubukpakam untuk mendapat penanganan lebih lanjut dengan cara operasi.

Karena ada saran itu, Anwas langsung membawa istrinya, sekitar pukul  08.00 WIB  di RSUD Deliserdang untuk menjalani persalinan dengan fasilitas Jampersal (jaminan persalinan).

Sesampainya di RSUD Lubukpakam itu, perawat menyebutkan dr Masjuanda SpOG yang menangani operasinya. Dokter yang disarankan itu tak kunjung datang. Ternyata, setelah tiga jam, dr Masjuanda SpOG tiba di RSUD Deli Serdang. Seketika itu juga dilakukan operasi terhadap Poniseh.

Akhirnya, bayi laki laki berhasil dikeluarkan dari rahim istri Anwas. Hanya saja, bayi malang itu lahir tidak mengeluarkan suara tangisan. Belum sempat diberikan tindakan, bayi itu tewas dan dipindahkan ke ruang flamboyant tempat bayi dirawat. Sedangkan istri Anwas menjalani perawatan ke ruang ICU.
Menjawab kondisi itu, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Deli Serdang, dr Reskhi Jonian didampingi dr Isnaini Dakhry dan dr Evy Hutagalung, menjelaskan pasien merupakan kiriman dari bidan JT yang praktek di Lubukpakam.

Seharunsya, bayi itu lahir Minggu (29/4). Tapi, hasil pemeriksaan terhadap Poniseh, terjadi infeksi 18.400, padahal normalnya 3.500.
Dia menambahkan, bidan itu sudah memberikan obat perangsang agar bayi itu lahir. Tapi bayi itu tidak lahir sehingga dikirim ke RSUD Lubukpakam untuk operasi. “Akhirnya bayi bisa dikeluarkan dengan kondisi, jantungnya lemah dan tidak mengeluarkan suara. Kepala bayi juga tidak normal lagi karena bayi itu sudah mendesak keluar tapi selalu gagal keluar,” sebutnya. (btr)

Pemprovsu dan Menkumham Kembangkan HAM

Pemprovsu dan Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM bekerjasama di bidang penelitian dan pengembangan HAM di Sumatera Utara (Sumut).

Kerja sama itu dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), yang dilakukan Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST dengan Kepala Litbang HAM Kemenkum dan HAM Prof DR Ramli Hutabarat, di Kantor Gubsu, Senin (30/4).

Dalam MoU itu dibangun program kemitraan dalam pelaksanaan kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan HAM. Melalui MoU itu akan dilaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan HAM serta berbagai kegiatan yang terkait bimbingan teknis, konsultasi ahli dan berbagi informasi aktual di bidang HAM.

Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin dalam sambutannya yang dibacakan Prof Ramli Hutabarat, mengungkapkan kondisi faktual yang terjadi di Indonesia, masih membutuhkan pembenahan dan perbaikan atas penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM.

“Bagi saya, acara ini merupakan momentum yang membanggakan karena pemerintah Pemprovsu di bawah kepemimpinan Gatot Pujo Nugroho telah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan hukum dan HAM,” sebutnya.

Sementara itu, Gatot dalam sambutannya mengatakan, Pemprovsu menyadari pentingnya perlindungan akan HAM dimana, dinamika yang berkembang pergerakannya lebih cepat dari pada kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Aparatur pemerintah yang bertugas memberikan perlindungan HAM perlu mendapatkan peningkatan kapasitas melalui kegiatan penelitian dan pengembangan HAM, sehingga mampu mengimplementasikannya di Sumut.” ujarnya.

Dia berharap kerjasama bisa diarahkan dalam upaya meningkatkan pemahaman hukum, HAM dan demokrasi bagi kalangan aparatur, meningkatkan pemahaman, kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum. “Kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemprovsu, agar dalam penyusunan program dan kegiatan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan permasalahan di daerah,” Ujarnya. (ari)

Tiga Rumah Terbakar, Satu Tewas Terpanggang

Terjadi Saat Hujan Deras dan Mati Lampu

BATUBARA- Kobaran api membakar rumah  Dewi (50) warga Dusun 4 Jalan Rakyat, Desa Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara , Minggu (29/4) sekira pukul 22. 30 WIB.

Selain rumah Dewi, kobaran api juga menghanguskan dua rumah tetangganya Rusli (38) dan Alwi Anwar  (44) serta membakar seorang warga bernama Suri (15).

Peritiwa ini terjadi, ketika Suri  hendak menyalakan lilin di depan rumahnya karena kebetulan sedang terjadi pemadaman listrik disebabkan hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Karena angin terlalu kencang, percikan api dari lilin yang dipasang Suri, diduga menyambar bensin daganga orangtuanya yang tidak jauh dari posisinya menyalakan lilin. Kobaran api yang kian membesar, juga menyulut ke dua rumah di sebelahnya. Ketika api sudah bisa dipadamkan, Suri ditemukan terpanggang di sekitar warung dekat rumahnya.

Menurut Usman (48), warga setempat, pertama kali mengetahui peristiwa itu adanya teriakan minta tolong dari korban kebakaran yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari tempat tinggalnya. Meski sempat tak menghiraukan teriakan minta tolong itu, tapi dirinya penasaran hingga mencoba melihat dari dalam rumah.

Ketika dilihat, kobaran api sudah menyala di atas atap rumah tetangganya itu. Spontan dia pun bergegas melihat da memberikan bantuan untuk memadakan api.

Camat Tanjung Tiram M Nasir,  ketika dikonfirmasi mengatakan, Pemkab Batubara telah menyerahkan Rp1juta untuk korban meninggal, dan Rp500 ribu untuk tiga bangunan rumah yang terbakar.

Adapun korban dalam peristiwa itu, Suri (15) kelas 2 SMP hangus terpanggang, Ahmd.Jaki (24) punggung terbakar, Putri alias Puput, mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan masih dirawat di RSU Kisaran. (smg)

Meriahkan Hari Kartini ke 133 Pria Ditantang Masak Nasi Goreng

TEBING TINGGI- Memperingati Hari Kartini ke 133, PTPN III Gunung Pamela menggelar lomba memasak nasi goreng untuk kaum suami (pria) yang diikuti 7 Afdeling, tehnik, KTU dan APK di Aula Emplasment PTPN III Gunung Pamela, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (30/4).
Keluar sebagai juara 1 dari Afedeling V dengan tim pemasak Asisten Kepala (Askep) Ir Supangat didampingi Rudi Arianto sebagai asistennya. Dengan berpakaian ala koboi, kedua peserta ini menampilkan nasi goreng flora dan fauna dengan bahan baku campuran dari siput laut.

“Resepnya biasa, gaya masaknya yang lain. Waktu yang diberikan panitia selama 30 menit memasak nasi goreng untuk 10 piring sudah kita selesaikan dengan cita rasa tersendiri,” ujar Supangat penuh semangat.

Manejer PTPN III Kebun Gunung Pamela H Tambal Siregar yang juga sebagai juri mengungkapkan, kegiatan ini selain memperingati Hari Kartini, juga memberikan gambaran kepada suami (pria) bahwa zaman sekarang emansipansi dengan wanita tidak ada bedanya. “Suami harus bisa melayani dirinya sendiri terutama dalam urusan dapur, suami dituntut juga harus pintar memasak. Bagaimana kalau istri kita pergi mengurus anak ke Medan? apa yang bisa kita perbuat? berarti kalau kita bisa memasak ditinggal istri kan tidak menjadi kerepotan bagi diri kita sendiri,” ungkap Tambal.

Sambung dia, dalam kategori penilaian lomba memasak nasi goreng ini, pihaknya mengutamakan kekompakan tim, kebersihan, tepat waktu, bahan-bahan yang digunakan serta cita rasa. “Ini kita umpamakan dengan pendidikan manajemen kepemimpinan, kita dituntut untuk bisa mengerjakan semua dan jadikanlah diri kita contoh yang terbaik dikeluarga dan lingkungan,” ungkap Tambal Siregar.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Ibu (Ikbi) Perkebunan PTPN III Kebun Gunung Pamela, Nyonya Hj Masdewani Harahap, meminta kaum ibu menjadi contoh tauladan lingkungannya.

“Kita harus bisa seperti Ibu Kartini, yang mandiri,”  jelasnya.(mag-3)