Home Blog Page 13577

Program Loyalti Untuk Pelanggan dan Mitra Outlet

Telkomsel Siapkan Hadiah Mobil Bagi Pelanggan dan Mitra Outlet

Telkomsel kembali memberikan apresiasi kepada pelanggan prabayar dan mitra outlet yang ada di Sumatera melalui program REJEKI ISI ULANG dan JUTAWAN OUTLET SUMATERA. Masing-masing program ini memungkinkan pelanggan dan outlet mendapatkan hadiah utama berupa 1 Unit Mobil KIA Sportage M/T dan hadiah menarik lainnya. 

Menurut Head Of Telkomsel Sumatera Group – Gilang Prasetya “Program REJEKI ISI ULANG dan JUTAWAN OUTLET SUMATERA merupakan salahsatu bentuk perhatian kami kepada pelanggan yang tetap loyal menggunakan Telkomsel, serta mitra outlet yang juga memiliki peranan sangat penting dalam menjaga loyalitas pelanggan Telkomsel melalui ketersediaan produk di outlet hingga membantu Telkomsel dalam melakukan edukasi keunggulan produk Telkomsel kepada pelanggan di outletnya”.

Program Rejeki Isi Ulang adalah program yang dikhususkan untuk pelanggan prabayar Telkomsel di Sumatera (kecuali nomor HLR Aceh), baik pelanggan baru maupun pelanggan yang sudah lama menggunakan kartu simPATI,KartuAS dan Kartu Facebook.

Untuk mengikuti program ini tidak diperlukan registrasi khusus, caranya pelanggan prabayar cukup melakukan isi ulang pulsa pada periode program yang berlaku mulai dari tanggal 1 Mei 2012 hingga 31 Juli 2012. Jika selama periode program telah mencapai total isi ulang minimal Rp.60ribu, secara otomatis pelanggan tersebut akan berpeluang mendapatkan salahsatu hadiah yang akan diundi pada bulan September 2012.

Bagi pelanggan yang melakukan isi ulang pulsa selama periode program, mencapai total isi ulang pulsa minimum Rp.300.000, secara otomatis berpeluang mendapatkan salahsatu dari seluruh hadiah yang disediakan berupa 30 (tiga puluh) HP Android, 30 (tiga puluh) Tas Trolley, 9 (sembilan) unit Samsung Galaxy Tab 8.9”, 9 (sembilan) unit Sepeda Motor Honda Vario, dan hadiah utama undian berupa 1 (satu) Mobil KIA Sportage M/T.

Melengkapi program Rejeki Isi Ulang, Telkomsel juga menyelenggarakan program JUTAWAN OUTLET SUMATERA (JUARA). Program apresiasi ini dikhususkan bagi seluruh mitra outlet yang juga berada diwilayah Sumatera. Program ini juga menyediakan hadiah undian berupa 1 (satu) unit Mobil KIA Sportage M/T, Honda Vario, Tablet Cyrus TV Pad, Blackberry Apollo. Program yang diperuntukkan khusus untuk mitra outlet diseluruh willayah Sumatera ini, dimulai dari tanggal 1 Mei 2012 hingga 31 Juli 2012.

Bagi mitra outlet yang ingin mengikuti program JUARA, akan mendapatkan informasi lengkap tentang mekanisme program melalui petugas Sales Force yang berada dimasing-masing wilayah cluster mitra outlet.

Sama halnya dengan program Rejeki isi Ulang, pengundian pemenang program JUTAWAN OUTLET SUMATERA, juga akan dilakukan pada bulan September 2012. dan Informasi pemenang akan diumumkan melalui Media cetak, website resmi Telkomsel yakni www.telkomsel.com, seluruh kantor pelayanan Telkomsel serta call center Telkomsel dengan menekan 155 dari handphone.

Gilang menambahkan “Kami berharap di usia Telkomsel yang kini mencapai 17 Tahun, melalui program loyalty ini baik pelanggan maupun mitra outlet dapat semakin merasakan kedekatan emosional yang lebih erat dengan Telkomsel, dan merasakan manfaat lain dari sekedar layanan Telekomunikasi”.

Pada kesempatan ini Telkomsel tetap menghimbau kepada seluruh pelanggan dan mitra outlet agar tetap berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel. Dalam setiap program undiannya, Telkomsel tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apapun.

2013, May Day Libur

MEDAN-Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang lebih dikenal dengan May Day tahun depan akan menjadi hari libur daerah di Sumatera Utara. Janji ini dikemukakan pihak Pemerintah Sumatera Utara (Pemprovsu) di depan elemen buruh.

“Pada 2013 kita akan membuat Expo untuk menyambut May Day dan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur,” ujar Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, saat bertemu dengan berbagai elemen serikat buruh di Sumut, di Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman Medan Minggu (29/4) malam.

Gatot menjelaskan, selain menetapkan 1 Mei sebagai hari libur daerah, Pemprovsu juga akan menyusun peraturan daerah (Perda), mengenai buruh dan mengusulkan perubahan aturan sistem pengupahan kepada pemerintah pusat.

Terkait penetapan May Day sebagai hari libur, Gatot meminta jajaran Pemprovsu dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dapat memfasilitasi usulan tersebut. May Day diperingati sebagai pestanya kaum buruh dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan positif dan elegan, di antaranya Labour Expo Party kerja sama pengusaha dan buruh.

Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba langsung menyambut baik. “May Day dijadikan hari libur kami sangat setuju dan kami sudah berkali kali mengusulkan kepada pemerintah, sehingga hari tersebut bisa nikmati buruh bersama keluarga. Ini adalah penghargaan bagi pekerja. Kalau bisa Sumut memulai terlebih dahulu sebelum pusat, akan bagus sekali,” kata Parlindungan Purba.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga mengatakan akan dibentuk tim kecil yang terdiri dari unsur buruh, pengusaha dan pemerintah serta pakar untuk menyusun berbagai materi usulan perubahan Kepmen Tenakerja dan Tansmigrasi Nomor 17 tahun 2005. Tugas tim ini nantinya akan menyusun komponen apa saja yang perlu ditambahkan untuk mencapai kebutuhan layak pekerja, serta berabagai usulan lainnya yang dianggap perlu.

Seperti diungkapkan Minggu Saragih dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Kepmen 17/2005 ini dianggap menjadi penyebab utama rendahnya upah buruh karena hanya memasukkan 44 komponen. “Jumlah komponen tersebut sudah tidak relevan dengan kebutuhan riil pekerja minimal 90-an komponen kebutuhan. Disamping itu, Permen hanya menghitung kebutuhan hidup bagi pekerja lajang, sehingga upah yang selama ini ditetapkan tidak mampu menghidupi anggota keluarga kaum buruh,” ujarnya.

Dua Aksi, Dua Tujuan

Peringatan May Day hari ini di Medan tampaknya akan terpecah menjadi dua. Pertama, aksi turun ke jalan yang berkumpul di Lapangan Merdeka dan kedua yang berkumpul di Lapangan Benteng.

Massa buruh yang berkumpul di Lapangan Merdeka diketahui akan menuju Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol dan Kantor Gubernur di Jalan Diponegoro. Sedangkan massa yang berkumpul di Lapangan Benteng memilih Bandara Polonia sebagai tujuan.
Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala Divisi Advokasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Buruh Seluruh Sumatera Utara (SBSU), M Amrul Sinaga SH kepada Sumut Pos.

“Iya, jadi. SBSU seperti tahun-tahun sebelumnya juga akan turun dalam peringatan May Day besok (hari ini, Red). Kalau SBSU bersama serikat buruh/serikat pekerja lainnya, dalam peringatan besok akan mengerahkan perwakilan sedikitnya 2.000 anggota,” tegasnya, Senin (30/4).

Lebih lanjut Amrul menyatakan, aksi akan dimulai dari Lapangan Merdeka sebagai titik kumpul, kemudian dilanjutkan ke gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol dan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Medan. “Iya, bersama pemerintah di Lapangan Merdeka dengan tetap mempertahankan roh dan/atau semangat May Day dengan tuntutan utama adalah jadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional, hapuskan sistem kerja outsourcing, hapuskan praktik PPH 21 yang sangat memberatkan kaum buruh/pekerja dan lainnya. Aksi terus berlanjut ke gedung DPRD Sumut dan Kantor Gubsu,” tuturnya.

Di sisi lain, Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU) juga akan turun ke jalan dengan ribuan massanya dengan mengambil titik kumpul di Lapangan Benteng. “Bersama elemen buruh yang tergabung dari mahasiswa dan masyarakat bersedia turun dalam aksi May Day ini. Diperkirakan massa akan terus bertambah untuk beraksi menuntut kesejahteraan kaum buruh,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI)1992 Provinsi Sumatera Utara, Drs Pahala Napitupulu, kemarin siang.

Dalam aksinya tersebut, lanjut Pahala, massa mengharapkan Plt Gubsu dan Kapoldasu dapat menerima seluruh aspirasi massa di Bandara Polonia Medan. “Hal itu kami lakukan dengan berkumpul di Bandara Polonia Medan agar presiden dan menteri perhubungan serta dunia internasional mengetahui nasib buruh di Kota Medan sudah tertekan,” ucapnya.

Lalu, kenapa tidak berkumpul di Lapangan Meredeka seperti yang difasilitasi pemerintah dan memilih Lapangan Benteng sebagai titik kumpul? “Sebenarnya kami tidak menerimanya lahir bathin. Tapi kami tetap menghargainya karena itu merupakan hak mereka,” tegasnya.

“Kenapa Kita tidak melakukan aksi ke Gubernur? Itu karena banyaknya persoalan di tengah-tengah masyarakat yang belum teselesaikan. Agar presiden mengetahui dan dunia internasional juga mengetahui bahwa segudang masalah di Sumatera Utara ini belum dapat diselesaikan,” timpal Koordinator Aksi, Bambang Hermanto, dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92.

Terkait dengan rencana DBSU, beberapa jalan menuju Bandara Polonia pun dijaga ketat. Tiga titik yang masuk dalam kategori pelumpuhan akses jalan menuju bandara tersebut yakni Simpang Jalan Mustang dengan Jalan Juanda tepatnya di belakang Hotel Pardede, Simpang Jalan Juanda dengan Jalan Letda Sudjono, dan Jalan Mustang tepatnya didekat Runway Bandara Polonia Medan.

“Kita upayakan dengan tertib, aman dan damai walau ada pemblokiran jalan di beberapa titik namun kita tidak akan berbuat anarkis kecuali…,” tambah Bambang Hermanto.

Kemarin, di KIM Sudah Ada Aksi

Sementara itu, seratusan massa dari SBSI 1992, kemarin sudah melakukan pawai mengelilingi Kawasan Industri Medan (KIM). Aksi dimaksud guna menyerukan dan mengajak rekan-rekan mereka (buruh) yang bekerja di kompleks perindustrian tersebut untuk turun ke jalan melakukan aksi hari ini.
Amatan Sumut Pos di KIM Kecamatan Medan Deli, seratusan massa dengan  mengendarai sepeda motor dan mobil keliling dari KIM I hingga menuju ke KIM II. “Kita lakukan ini sebagai  bentuk solidaritas, agar besok rekan-rekan buruh dapat berpartisipasi dalam aksi 100 ribu buruh turun ke jalan,” kata Adi Jhon JB Sitanggang Ketua DPC SBSI 1992 Kota Medan.

Dikatakannya, dalam memperingati hari buruh sedunia sedikitnya sekitar 20 ribu massa SBSI akan turun ke jalan. “Kita akan berkumpul di Kota Medan bersama rekan-rekan yang lain,” ungkapnya.

Aksi kemarin berlangsung tertib. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto berharap agar para pengunjuk rasa yang akan menyampaikan orasinya tetap menjaga kondusifitas. “Menyampaikan aspirasi itu hak warga negara yang diatur dalam Undang-undang, namun diharapkan jangan sampai anarkis,” pesannya.

Buruh di Deliserdang Mengheningkan Cipta

Aksi yang sama juga dilakukan Dewan Buruh Deliserdang, kemarin. Kegiatan digelar di depan pintu gerbang Kawasan Industri (KIM Star) Tanjungmorawa. Beberapa pengurus Dewan Buruh Deliserdang berorasi dengan menggunakan alat pengeras suara. Umumnya, orasi bertujuan untuk membujuk serta menghimbau agar buruh ikut aksi hari ini.

Selain berorasi, dewan buruh juga melakukan hening cipta. Hening cipta itu dipersembahkan untuk para pahlawan buruh yang gugur saat memperjuangkan hak buruh. Doa khusus diberikan kepada Marsinah pahlawan buruh dari Jawa Timur dan Rusli pahlawan buruh di Sumatera Utara, serta pahlawan buruh lainnya di seluruh belahan dunia.

Selesai kegiatan orasi serta mengheningkan cipta, massa Dewan Buruh Deliserdang bubar dengan iring-iringan kendaran bermotor dan kawalan petugas kepolisian dari Polres Deliserdang. (ari/adl/gus/mag-17/btr)

Menag: Jangan Polemikan Azan!

JAKARTA-Pernyataan Wakil Presiden Budiono semakin menjadi kontroversi. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengusulkan suara azan tak perlu lagi nyaring. Bahkan lebih pantas dilantunkan secara lirih. Tak pelak pendapat tersebut menuai kritikan. Sebagian ulama menyesali.

Apalagi di tengah kehidupan bangsa yang mulai lupa  dengan nilai-nilai religius.

Menanggapi persoalan itu, Menteri Agama Suryadharma Ali meminta persoalan suara azan yang menjadi tanda masuk salat tak perlu lagi dipertajam. Pendapat-pendapat apapun bisa menjadi benar dan beralasan, jika melihat pada kontekstualitasnya. “Jangan dipolemikan lah. Suara Azan itu kan baik. Jadi tak perlu diperbincangan lebih dalam,” kelitnya usai memberikan pengarahan kepada pejabat eselon I di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (30/4).

Menurutnya, persoalan suara azan bukanlah esensi yang perlu diperdalam. Lebih baik membahasa dan mendiskusikan persoalan umat yang lebih besar lagi. Misalkan meningkatkan kualitas keimanan dan  sebagainya.

Dia khawatir jika suara azan itu menjadi perdebatan yang serius dapat melupakan pada persoalan lebih besar. Akibatnya umat muslim lah yang mengalami kerugian tersebut. “Mari kita berdialog pada persoalan yang lebih esensi lagi. Cukup tak perlu lagi diperdebatkan suara azan itu,” ujarnya.
Ditanya soal perlunya aturan suara azan, Ketua umum PPP ini berbalik tersenyum dan sempat tetawa kecil. Dia menilai aturan suara azan menjadi sangat tidak pantas. Bahkan terkesan berlebihan. Tak itu saja, dia mengatakan jika suara azan perlu pengaturan khusus. Maka nanti mekanisme apapun terkait suara yagn nyaring perlu pengaturan pula. Akibatnya semakin rumit persoalan yang sesungguhnya sederhana. “Nggak perlulah ada aturan soal suara azan. Nanti suara orang demo pun diatur. Nggak boleh ini, nggak boleh itu,” paparnya tertawa.

Menteri Agama berharap umat muslim dapat lebih mengelola dirinya secara baik. Meningkatkan kualitas keimanan dan terus mengamalkan nilai-nilai yang telah diajarkan. Tidak terlalu sibuk dengan persoalan yang sepele.

Dalam pertemuan dengan pejabat di lingkungan Kementerian Agama, Suryadharma Ali mengingatkan target kerja kementerian agama selama setahun mendatang. Target-target itu antara lain pengelolaan keuangan yang baik. Karena citra kementerian agama masih dianggap buruk oleh masyarakat. “Kita harus kerja keras. Mencapai bukti pengelolaan keuangan yang baik. Ditambah pelayanan yang juga meningkat,” ujarnya.(rko)

Tak Penuhi Kursi Pilih Independen PPP Siap Ceraikan PKS

MEDAN- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memutuskan akan mengusung calon gubernur dari kader partai, dan dipastikan tak akan berkoalisi lagi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seperti saat mengusung Syamsul-Gatot.

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Drs H Hazrul Azwar MM mengaku, dari pengalaman PPP berkoalisi dengan PKS mendukung pasangan Syamsul Arifin dan Gatot Pujo Nugroho jelas PPP tak bisa bekerja sama dengan PKS.

“Pengalaman sudah menunjukkan pada saat koalisi dengan PKS saat mendukung Syampurno kita tak bisa bekerjasama. Jadi tak usah saya kembangkan lagilah, itulah faktanya,” ujarnya di Asrama Haji Medan, saat menggelar reses dan sosialisasi UU Pemilu, Minggu (29/4).

Dia mengatakan, DPP PPP sudah menyatakan mendukung kadernya maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) periode 2013-2018. Kader yang didukung itu adalah Ketua DPW PPP Sumut, H Fadly Nurzal SAg.

Ketua Fraksi PPP DPR RI itu menyebutkan, kini Fadly  ditugasi untuk terus melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik. Hal itu dilakukan untuk memenuhi syarat dukungan minimal 15 kursi DPRD Sumut.

“Walaupun pada laporannya sudah ada beberapa partai, itukan masih dalam bentuk lisan. DPP PPP masih tetap menunggu putusan koalisinya,” katanya.
Begitupun, tegasnya, bila dukungannya Fadly Nurzal tidak memenuhi 15 kursi DPRD Sumut sebagai syarat maju Cagubsu. PPP bisa mengusungnya secara independen.

“Itu bisa karena PPP Sumut sudah menyelam, dan harus dilanjutkan. Jadi tidak ada salahnya PPP mendukung independen, sekalian buat terobosan baru,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sumut, Fadly Nurzal yang ketika itu menegaskan, komunikasi dengan partai politik tetap dilakukan secara terbuka. Hal itu sebagai bagian untuk memperkuat jaringan. “Sekarang terus berjalan komunikasi politik dengan partai lain, dan PPP terus konsolidasi ke desa-desa,” sebutnya.

Ketika disinggung mengenai PPP enggan bekoalisi dengan PKS, Fadly tidak memberikan komentar apapun. Politisi yang dikenal vokal di DPRD Sumut itu memilih diam.

Terpisah, Ketua MPW PKS, Sigit Pramono Asri SE mengatakan, PKS dan PPP sekarang ini masih koalisi dengan PPP. Apalagi, PPP dan PKS sama-sama partai Islam. Koalisi PKS dan PPP sesuai akadnya berakhir sampai 2013.

“Jadi ada baiknya kita komunikasi kembali apa saja yang menjadi kendala, tersumbat atau apapun namanya. Istinya PKS tetap terbuka untuk partai Islam, apalagi dengan PPP sebagai partai Islam tertua yang masih eksis,” ucapnya, Senin (30/4).

Dia mengingatkan, sesama partai Islam tidak boleh memutus tali silaturahim,PKS tetap ingin kerja sama dengan PPP secara terus menerus. Kemudian, PKS juga tetap sebagai partai terbuka dengan partai Islam. “Dengan partai non Islam PKS tidak menutup komunikasi politik, apalagi dengan partai Islam. Bagi PKS, partai Islam sebagai prioritas untuk kerja sama,” sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut itu membeberkan, membangun Sumut tidak bisa sendirian, seperti diketahui bersama partai dominan yang memiliki kursi di DPR RI ataupun DPRD Sumut masih membutuhkan koalisi, apalagi hanya partai yang kursinya pas-pasan.

“PKS tidak akan menutup diri, PKS tetap terbuka. Apalagi PKS itu banyak belajar dari PPP, baik berpolitik ataupun berdiskusi,” katanya.
Menyikapi kondisi itu, Sigit menegaskan, pihaknya tetap bersilaturahim dengan PPP, kemudian akan segera melakukan pembicaraan mengenai beberapa program menjelang Pilgubsu.

“Ketua DPW PKS dan PPP sebenarnya sudah bertemu, hanya saja belum mengkristal . Jadi kami akan melakukan komunikasi politik kembali dengan PPP setelah ada persetujuan dari DPP PKS,” sebutnya.

Menanggapi perseteruan PPP dan PKS, Pakar Politik USU, Prof DR HM Arif Nasution MA mengatakan, apa yang disampaikan PPP sebenarnya satu bentuk kerinduan saja, selama ini mungkin sudah ada komunikasi tapi belum tersalurkan.

“Saya anggap itu hanya sebatas komunikasi orang yang sedang rindu saja, mungkin ada komunikasi yang terhambat sekarang ini,”katanya.
Dia menyatakan, komunikasi yang terhambat mungkin saja saat sama-sama mendukung Syampurno. Artinya PPP merasa bersama dengan PKS, tapi terhambat komunikasinya. Jadi dilontarkan komunikasi untuk kerinduan yang disampaikan Hasrul Azwar.

“Apalagi sekarang ini akan muncul Pilkada baru. Apakah ini awal komunikasi politik itu, sebenarnya untuk menentukan siapa yang diusung partai itu tidak bisa ditentukan oleh daerah, melainkan keputusannya tetap di tingkat pusat,” sebutnya.

Lebih lanjut, dia menegaskan, pemikiran yang disampaikan Hasrul perlu diteliti kembali, apakah didukung oleh pengurus DPC atau DPW lainnya di Indonesia.

Hal lainnya, mengenai PPP akan mengusung kandidat pilgubsu dari jalur independen jika Fadly Nurzal tak memperoleh dukungan partai lain, Arif mengatakan, bagi partai politik yang kekuatannya masih tanggung, tapi menganggap kadernya bisa maju. Maka harus bersiap-siap untuk memilih jalur lain yakni independen. “Tapi itu masih sangat berat,” katanya.

Sekarang ini, sarannya, PPP dan PKS bukan memisahkan diri, melainkan memperkuat komunikasi politiknya, sehingga tujuan partai yang tetap berlandaskan Islam sama-sama terwujud. “Perlu diingat, partai tak terlepas dari koalisi. Dan koalisi itu butuh komunikasi baik dan komitmen,” tegasnya. (ril)

Turman Siagian Sempat Peluk Anggi

MEDAN-Kematian Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Turman Siagian, cukup mengejutkan. Apalagi, dia ditemukan tewas setelah berduaan dengan teman kencannya di Hotel Aryaduta Medan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Heru Prakoso ketika dikonfirmasi kemarin mengatakan, korban bersama teman wanitanya itu naik ke kamar 1186. Setelah di kamar tersebut korban sempat ngobrol dan memeluk teman wanitanya itu. Sekitar 15 menit kemudian korban masuk ke kamar mandi lalu teman wanitanya mendengar suara jatuh.

Lanjut Heru, begitu dilihat Anggi ternyata korban sudah tergeletak di lantai kamar mandi dengan keadaan kejang-kejang. “Anggi langsung menghubungi resepsionis dan tidak lama kemudian korban sudah meninggal dunia,” terang Heru saat memaparkan kronologis kejadian.

Menurut Heru, kasus kematian itu ditangani Mapolsekta Medan Baru yang telah melakukan olah TKP bersama tim identifikasi Polresta Medan. Menurut laporan yang diterima Heru dari Kapolsekta Medan Baru Kompol Donny Alexander, petugas sudah mengamankan barang-barang berharga milik korban disaksikan oleh manajer Hotel Arya Duta. “Penyidik juga masih mencari tahu rekan-rekan korban yang sempat bersama di hotel itu melalui rekaman CCTV dari lobi sampai ke kamar korban,” ujarnya.

Lanjut Heru, jenazah korban sempat dibawa ke RS Pirngadi Medan untuk dilakukan visum dan otopsi guna mengetahui penyebab kematian. Namun, belakangan informasi yang diterima, keluarga korban yang berada di Bekasi tidak menginginkan jenazah diotopsi. Tetapi, visum sudah dilakukan tim dokter. “Keterangan dokter kematian itu karena penyakit jantung. Semalam sudah dibawa pulang jenazahnya ke Bekasi,” kata Heru.

Saat disinggung apakah penyakit jantung disebabkan korban meminum obat kuat, Heru menjawab mungkin saja. “Mungkin sekali karena itu, lantaran dia (korban) di kamar bersama teman wanita yang bukan isterinya,” kata Heru.

Keluarga Mengaku Ikhlas

Saat ini jenazah Turman masih disemayamkan di rumah duka, Kompleks Bulog, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Menurut pihak keluarga, Viktor Siagian, almarhum direncanakan akan dikebumikan pada Selasa (1/5) di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Pihak keluarga sendiri mengaku ikhlas atas peristiwa ini. Apalagi dari hasil visum RS Pirngadi Medan yang mereka terima, dijelaskan jika almarhum meninggal karena serangan jantung. “Dari hasil visum disebutkan, itu karena jantung. Beliau adalah orang yang dihormati, walaupun masih muda,” ungkapnya, tidak mau menanggapi informasi miring seputar penyebab berpulangnya almarhum.

Demikian juga halnya dengan pihak Kemenparkraf sendiri, belum ada yang bersedia memberikan informasi terkait hal ini. Meski begitu, kehilangan sosok Turman tak bisa dihindarkan. “Kami dari keluarga merasa terpukul. Karena beliau meninggal secara mendadak. Beliau satu-satunya tulang punggung keluarga. Dari anak dan istrinya masih syok,” tambahViktor Siagian.

Informasi dihimpun Sumut Pos, Polsek Medan Baru masih memeriksa 1 orang saksi terkait kematian Turman. Adalah teman kencan almarhum, Anggi Murni (37), warga Jalan Tanjung Balai Payageli Medan yang diperiksa.

Untuk selanjutnya menurut Kapolsekta Medan Baru Kompol Dony Alexander , pihaknya akan memanggil Arni (35) yang mengenalkan korban dengan Anggi. Setelah itu pemeriksaan akan berlanjut pada pihak hotel seperti pihak sekuriti yang bertugas saat korban ditemukan tewas.

Warning buat Marie Pangestu

Tewasnya Turman di kamar hotel bersama wanita bukan istrinya, membuat Anggota Komisi X DPR, TB Dedi S Gumelar buka suara. Politisi yang juga dikenal dengan nama Miing ini, melalui Sumut Pos di Jakarta menyatakan bela sungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Meski begitu, dia mengatakan kematian Turman adalah sebuah warning bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Marie Elka Pangestu. “Jadi pemimpin itu sebenarnya, harus tahu prilaku anak buahnya,” kata Miing, kemarin.

Seorang menteri menurut Miing, harus bisa menekankan pada bawahan, betapa pentingnya menjaga nama baik korps di mana ia bernaung. “Apalagi kalau dalam posisi tengah menjalankan tugas yang diamanatkan,” tambahnya.

Untuk itu di tengah keprihatinannya, Miing berharap setidaknya lewat peristiwa ini, para pimpinan dapat semakin menekankan fungsi pembinaan bagi para bawahan. Pria yang duduk di komisi yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan ini sebenarnya mengaku, tidak ingin mengomentari hal ini terlalu jauh. Karena masalah ini lebih merupakan urusan pribadi. Sehingga akan terasa sulit untuk menanggapinya. Apalagi sebagai anggota dewan, mereka lebih berperan pada pengawasan kebijakan. “Jadi ini merupakan hak dan tanggung jawab atasannya untuk menilai. Cuma memang saya kira kalau memang beliau pejabat, sudah berkeluarga, lalu menggunakan obat-obatan, pokoknya susah deh untuk mengomentarinya. Karena ini kan urusan pribadi,” ungkapnya. (gir/gus/adl)

May Day & Deg-degan

Dame Ambarita
Pemimpin Redaksi Sumut Pos

Hari ini, puluhan pengusaha barangkali lagi deg-degan. Betapa tidak, 1 Mei alias May Day (bukan May Day yang menjadi sinyal tanda bahaya standar internasional, Red), adalah hari buruh sedunia yang kerap ditandai dengan aksi demo besar-besaran.

Kaum pengusaha deg-degan, takut kalau-kalau buruh bersikap anarkis dan merugikan perusahaan, atau berhasil memperjuangkan kenaikan upah hak cuti ini itu, hak memperoleh bonus ini itu yang semuanya menjadi mimpi buruk bagi pengusaha.

Masyarakat umum juga deg-degan. Takut fasilitas umum dirusak atau terganggu, takut jalanan jadi macet akibat arak-arakan buruh yang berjejalan naik truk lengkap dengan yel-yelnya, takut bersenggolan dengan iring-iringan sepeda motor yang dikendarai tanpa helm lengkap dengan ikat kepala atau ikat lengan, yang semuanya menyiratkan kesan: kami siap melawan!

Barangkali, kaum buruh awalnya tidak berniat mengedepankan image negatif dalam aksi-aksi mereka. Namun harus diakui, beberapa kali aksi buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka kerap diwarnai aksi yang mengganggu kenyamanan masyarakat umum. Salahsatu contoh nyata adalah kemacetan lalu-lintas yang acap terjadi saat buruh arak-arakan di jalan raya.

Di balik seluruh aksi kaum buruh yang membuat pengusaha dan masyarakat umum deg-degan tersebut, sebenarnya terselip sebuah pesan humanis dan politik: Buruh juga manusia dan memiliki kekuatan.”

Buruh juga adalah manusia yang berhak untuk hidup sejahtera. Meski hanya kelas pekerja, buruh juga ikut memajukan perekonomian sebuah bangsa, sekaligus mampu melumpuhkan ekonomi bangsa jika melakukan pemogokan. Karena itu, jangan sepelekan buruh.

Awalnya, May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Pada perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat, terjadi pengintensifan jam kerja ayng tidak manusiawi, upah yang minim, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik.

Diperlakukan tidak manusiawi seperti itu, kalangan kelas pekerja pun melawan. Muncullah pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat pada tahun 1806. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan menuntut pengurangan jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Pada bulan Juli 1889, Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS tanggal 1 Mei itu sebagai hari buruh sedunia dan mengeluarkan resolusi berisi:: “Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu di mana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, semua buruh menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari, dan melaksanakan semua hasil Kongres Buruh Internasional Perancis.”

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara dan sejak tahun 1890, tanggal 1 Mei, yang diistilahkan dengan “’May Day”’, diperingati oleh kaum buruh di berbagai Negara.

Di Indonesia sendiri, hari Buruh mulai diperingati tahun 1920. Namun pada masa pemerintahan Orde Baru, gerakan Buruh dilarang di Indonesia, karena dihubungkan dengan paham komunis.

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Dari sekedar menuntut pengurangan jam kerja dan kenaikan upah, tuntutan buruh berkembang seiring kebutuhan zaman. Beragam tuntutan menjadi agenda gerakan buruh. Namun intinya adalah peningkatan kesejahteraan. Karena buruh juga manusia. Dan memiliki kekuatan. Karena itu, jangan pernah anggap enteng kekuatan buruh. (*)

 

Gabungkan Kecanggihan Alat dan Insting Reserse

Laboratorium Cybercrime Bareskrim Polri Terbesar Se-Asia

Penipuan kartu kredit, situs video porno, atau ancaman bom dengan SMS kini bisa dilacak hanya dalam hitungan menit oleh polisi. Dari ruang steril di lantai 4 gedung Bareskrim Mabes Polri, operasi dikendalikan oleh para jagoan cyber.

RIDLWAN-AGUNG PUTU-DHIMAS G, Jakarta

Pelataran Mabes Polri sudah sepi. Jam dinding di ruang kerja Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Sutarman bergerak pelan mendekati angka 8. Namun, jenderal kelahiran Solo, Jateng, itu belum beranjak dari kursinya.

“Bapak sering pulang larut, sampai jam 10  malam,” bisik staf pribadi Sutarman kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) Rabu (25/4) malam lalun
Sejurus kemudian, Sutarman menyambut dengan ramah. Jenderal bintang tiga itu tersenyum dan memberikan isyarat untuk menunggu. Dia masih sibuk menandatangani berkas-berkas di map merah dengan segel bertulisan ‘Segera’ dan ‘Rahasia’.

Sekitar sepuluh menit, mantan Kapolrestabes Surabaya itu berdiri, lalu menjabat tangan dengan akrab. “Biasa saja, kita bekerja tiap hari memang harus dituntaskan. Sampai malam ya nggak apa-apa,” katanya.

Malam itu Sutarman sedang memantau perkembangan kasus pencurian pulsa oleh provider telepon seluler. “Sebentar lagi kami akan menahan beberapa orang,” ungkapnya.

Pencurian pulsa itu berhasil dibongkar oleh tim Cybercrime Bareskrim Polri. “Sampai saat ini baru satu operator (Telkomsel, Red) yang kita sidik. Kalau nanti ada dari operator lain, kita juga akan tangani,” ujarnya.

Tak hanya soal content provider, cybercrime juga berhasil menangkap para peretas (hacker) database Telkomsel yang berhasil menjebol pengamanan server. Jumlahnya tujuh orang. Mereka kini ditahan di Bareskrim Polri.

“Mereka ini pintar-pintar sekali. Bayangkan, mereka bisa membobol pengamanan hingga tujuh gate (lapis pengaman, Red). Tapi, ya tetap kalah pintar dari penyidik saya,” tutur Sutarman dengan bangga.

Kejahatan digital atau cybercrime menjadi salah satu fokus Bareskrim sekarang. “Kasus kejahatan komputer ini banyak modusnya. Misalnya, pemesanan barang lewat internet. Duit sudah dikirim, ternyata barang tidak sampai,” terangnya.

Sutarman mencontohkan salah satu laporan dari pengusaha di Swiss yang tertipu dalam jual beli batu bara via internet. Dalam beberapa kasus, internet juga jadi ajang pemerasan. Misalnya, koleksi foto atau video yang bocor di e-mail yang kemudian menjadi bahan ancaman. “Semuanya itu bisa dilacak. Tidak ada kejahatan yang tidak meninggalkan jejak,” ujar alumnus Akpol angkatan 1981 tersebut.

Namun, kepiawaian dan alat canggih saja tak cukup, insting reserse juga diperlukan. “Di sini nilai unggul kita. Kombinasi antara insting seorang reserse dan perangkat modern,” ujar Sutarman.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mencontohkan saat anak buahnya melacak sebuah laporan pemerasan melalui e-mail. “Ketika ditelusuri, ternyata beralamat di sebuah warung internet. Aktivitasnya juga ada pada jam-jam tertentu di malam hari,” katanya. Sutarman lalu menelepon Kapolres setempat. “Saya perintahkan untuk datang ke warnet itu, lalu periksa orang yang sedang online di sana,” ujarnya.

Rupanya, hanya satu orang yang sedang online, yakni si penjaga warnet. “Ya sudah, tangkap saja, periksa dulu,” kata Sutarman. Insting Sutarman sebagai reserse tepat. “Setelah diinterogasi, benar dia yang memeras. Jadi, memang harus ada kombinasi insting dan alat,” lanjutnya.

Maraknya kejahatan melalui komputer sudah diramalkan suami Elly Sutiarti itu sejak lima tahun yang lalu. Sutarman memaparkannya dalam buku tentang e-commerce. Mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid tersebut optimistis, tidak ada kejahatan cyber yang tak bisa dilacak. “Kalau alat saya ini masih 4 G, lima tahun lagi memang harus diperbarui karena kejahatan digital ini juga tiap hari makin canggih,” ujarnya.

Salah satu prestasi lain cybercrime adalah melacak jejak terdakwa kasus korupsi wisma atlet M Nazarudin yang kabur ke Kolombia Agustus lalu. “Ketika dia ada komunikasi live melalui Skype ke TV One, langsung kami lacak,” tuturnya. Hasil penelusuran, komunikasi tersebut dilakukan Nazaruddin di Dominika. “Malam itu juga saya perintah tim untuk berangkat mengejar ke sana,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat tersebut.

Laboratorium cybercrime Polri adalah yang terbesar di Asia. Letaknya di lantai 4 gedung Bareskrim. Tak sembarang orang bisa masuk ke ruang kedap itu. Bahkan, polisi biasa (non penyidik cybercrime, Red) harus punya izin khusus dari Kabareskrim agar bisa masuk.

Sutarman mengungkapkan, fasilitas yang ada di laboratorium itu adalah sumbangan dari Australian Federal Police (AFP). Nilainya sekitar 20 juta dolar Australia (AUD). “Alhamdulillah, tidak ada sepeser pun uang negara (APBN) yang digunakan, namun sangat bermanfaat,” ucapnya.

AFP terkesan dengan penanganan kasus-kasus terorisme di Indonesia. Terutama penanganan Bom Bali 1 2002 yang banyak memakan korban warga negara Australia. “Mereka kagum dengan reserse kita yang dengan alat seadanya bisa menemukan sasis mobil yang dipakai Amrozi mengebom,” kata jenderal berputra tiga (Devina, Dicki, dan Danny) itu.

Sutarman menunjukkan ruang demi ruang. Misalnya, ruang training yang terdiri atas 12 tempat duduk dan satu tempat duduk bagi trainer. Ruang yang luasnya separo lapangan voli itu dilengkapi komputer dengan layar LCD 21 inci.

Di lorong terdapat layar yang dipasang di ruang server. Juga, ada peta yang menampilkan polda-polda yang sudah terintegrasi. “Lima belas polda sudah masuk jaringan kita. Semua terhubung,” ujar Kanit IV Subdit Cybercrime Bareskrim AKBP Heru Yulianto yang mendampingi Sutarman.
Di laboratorium itu juga ada ruang investigasi dengan 18 tempat duduk. Jika ada sebuah kasus yang terlacak, mereka langsung berkoordinasi dengan satuan kewilayahan di dekat TKP untuk melakukan penangkapan. “Penyidik cybercrime itu duduk saja di depan komputer, nanti di lapangan sudah ada yang menangkap,” jelas Sutarman.

Ada juga dua ruang interogasi yang didesain transparan. Suasananya nyaman. Ada karpet dan dilengkapi pendingin ruang. Di ruang interogasi itu ada hiasan dinding bermotif modern minimalis. “Sekarang sudah tidak zamannya bandit digebuki,” kata Sutarman. Bahkan, hacker-hacker yang ditangkap Polri akan diubah jadi tenaga ahli. “Kita akan rekrut mereka,” ujarnya.

Saat ini ada 27 penyidik di cybercrime. Sebagian besar mendapatkan pelatihan di luar negeri. Dengan kemampuan yang dimiliki, para penyidik tersebut tentu rawan godaan. “Memang bisa saja ada bisikan nakal. Tapi, kalau mereka lakukan itu, pasti ketangkep,” tegas Sutarman. Dia yakin, anak buahnya di cybercrime tak akan berbuat menyimpang. “Mereka ini darahnya Bhayangkara, ada semangat korsa. Ini yang jadi pegangan kita untuk terus mengabdi,” tandasnya. (*)

Perekaman E-KTP Lampaui Target

JAKARTA – Target perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) untuk gelombang pertama yang ditenggat 30 April 2012, telah melampaui target. Untuk 197 kabupaten/kota yang memulai perekaman e-KTP sejak 2011 hingga 30 April 2012, ditargetkan bisa merekam 67 juta e-KTP.

Mendagri Gamawan Fauzi menyebutkan, target tersebut telah tercapai.  “Target hingga April 2012 tercapai dan program reguler tetap jalan,” kata Gamawan Fauzi di Jakarta, Senin (30/4). Yang dimaksud program reguler adalah perekaman e-KTP yang melewati 30 April 2012.

Dia menyebutkan, hingga Sabtu (28/4), perekaman e-KTP sudah mencapai target. Secara resmi, Gamawan akan melaporkan pencapaian target perekaman e-KTP pada hari ini (1/5).

Sementara, Kapuspen Kemendagri, Reydonnyzar Moenek menyatakan, perekaman e-KTP sudah melampuai target.  Dia menyebutkan angka 67,2  juta, pada 25 April 2012.  Angka itu tidak termasuk perekaman e-KTP yang dilakukan oleh sejumlah kabupaten/kota yang menjalankan program ini di 2012. Jika yang gelombang II ikut dihitung, jumlahnya total sudah mencapai 71,2 juta.

Dia mengatakan, penambahan angka secara drastis terjadi pada Jumat, Sabtu, dan Minggu (29/4). Ini terjadi setelah 2.386 kecamatan ditelepon satu per satu oleh tim dari Kemendagri, minta data terakhir. Diduga, karena ada telepon ini, ribuan kecamatan itu ngebut melakukan perekaman.
“Dalam sehari bisa tambah satu juta,” ujar Donny, panggilan akrabnya. (sam)

Tiga Ledakan Dahsyat Guncang Syria

Sehari setelah Tim  Pemantau PBB Tiba

DAMASKUS- Belum ada tanda-tanda bahwa kekerasan di Syria bakal mereda. Sebaliknya, intensitas dan skala konflik antara oposisi dan pasukan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad justru meningkat.  Dua ledakan bom yang cukup dahsyat mengguncang Kota Idlib, barat daya Syria, kemarin (30/4). Sedikitnya, 20 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Mayoritas korban adalah anggota pasukan keamanan Syria.

Insiden itu justru terjadi hanya sehari setelah kedatangan tim pemantau PBB yang dipimpin Mayjen Robert Mood. Tim tersebut membawa misi untuk memantau gencatan senjata di antara kubu yang bertikai di Syria. Gencatan itu disepakati sesuai dengan proposal damai yang digagas oleh Kofi Anna, utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Syria.

Rami Abdel Rahman, pimpinan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), kelompok aktivis oposisi Syria yang berpusat di Inggris, mengatakan bahwa dua ledakan yang terjadi dalam waktu beruntun itu meluluhlantakkan sejumlah bangunan. “Ledakan itu menarget dua markas aparat keamanan. Yang pertama menghancurkan markas intelijen angkatan udara dan yang lainnya mengenai markas intelijen militer,” katanya.

Tetapi, laporan para aktivis berbeda dengan pernyataan pemerintah Syria dan dikutip oleh stasiun televisi nasional. Televisi Syria melaporkan bahwa korban tewas berjumlah delapan orang, termasuk warga sipil. Puluhan lainnya luka dalam dua ledakan di dua lokasi di Hananu Square, Jalan Carlton, Idlib. Berita televisi tersebut menyatakan bahwa teroris berada di balik serangan bom tersebut.

Tayangan televisi juga menunjukkan ceceran darah di lokasi ledakan. Sekelompok orang yang marah mengutuk serangan tersebut dan menyatakan dukungan mereka atas rezim Assad. “Inikah kebebasan yang mereka inginkan?” teriak seorang pria sambil berdiri di dekat perempuan yang menggendong anak dengan darah mengalir di bagian depan wajahnya.

Salah satu gedung yang menjadi target serangan tersebut luluh lantak. Sejumlah mobil di sekitarnya hancur atau rusak berat akibat kerasnya ledakan.
Sebuah ledakan besar lainnya, yang diperkirakan akibat bom mobil, juga terjadi di kawasan Qudsiya, dekat Kota Damaskus. Namun, belum diketahui jumlah korban dalam insiden tersebut. (afp/rtb/bbc/cnn/cak/dwi/jpnn)

Sejuta PNS Wajib Didiklat

JAKARTA – Upaya mengasah profesionalisme PNS sehingga tercipta birokrasi yang bersih, kompeten, dan beriklim melayani terus digenjot Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Caranya dengan merancangan diklat sejuta PNS. Diklat ini wajib dilakukan meskipun anggaran yang tersedia minim.

Keterangan ini disampaikan langsung oleh Menpan-RB Azwar Abubakar ketika membuka diklat anaslisi jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK) di Pandeglang, Banten kemarin (30/4). “Tidak ada uang bukan alasan untuk tidak mendiklat PNS,” tutur menteri asal PAN itu.

Menurut Azwar, penyakit laten aparatur PNS yang cenderung bersikap layaknya penguasa bukan pelayan, serta kompetensi yang kurang disebabkan karena lemahnya perhatian pada pendidikan dan pelatihan PNS. Melalui diklat sejuta PNS ini, diharapkan PNS-PNS di seluruh nusantara semakin terdidik dan terlatih.

Menteri yang juga mantan anggota DPR itu merasa miris ketika melihat jomplangnya perbandingan anggaran diklat pengawai dengan anggaran perjalanan dinas. Dia mengatakan, anggaran perjalanan dinas secara nasional bisa mencapai Rp 18 triliun. Sebaliknya anggaran untuk diklat PNS secara nasional hanya Rp 2,5 triliun.

Dengan alokasi anggaran tadi, alasan tidak ada uang untuk menggelar diklat bagi Azwar sudah terbantah dengan sendirinya. “Solusinya adalah anggaran belanja perjalanan dinas harus ditekan atau dipotong,” tandasnya. Setelah itu, hasil penekanan anggaran belanja perjalanan dinas itu digiring masuk untuk biaya diklat pegawai.

Keruhnya cermin penganggaran ini, dianalogikan Azwar seperti keluarga yang setiap bulan mengajak anak-anaknya bertamsya. Bulan ini ke Merak, bulan selanjutnya ke Ancol, dan bulan-bulan berikutnya ke tempat rekreasi lain secara terus menerus. “Keluarga seperti ini bukan keluar yang baik. Tapi keluarga yang biadab,” tandasnya.

Dia mengatakan, rekreasi bagi keluarga itu cukup setahun dua kali. Selebihnya anggaran digunakan untuk dana sekolah anak-anaknya. Sehingga bisa menjadi investasi masa depan untuk si anak sendiri.
Terkait dengan pelaksanaan diklat sejuta PNS, sudah dikoordinasikan dengan pimpinan Lembaga Administasi Negara (LAN) beserta jajarannya. (wan/jpnn)