Home Blog Page 13584

Yamaha Tetap Terbuka untuk Rossi

MADRID- Kiprah Valentino Rossi bersama Ducati tak lepas dari pantauan bekas timnya, Yamaha. Bahkan, pintu untuk Rossi masih terbuka jika ingin kembali.

Sejak hijrah ke Ducati, Rossi belum juga memperlihatkan performa positif. Musim lalu, musim perdananya di Ducati, bahkan menjadi salah satu yang terburuk dalam karier Rossi karena tak ditandai dengan satu kemenangan pun.

“Sulit buat saya untuk mengatakan apa yang terjadi, tapi saya merasa kalau ia kehilangan keyakinan akan motornya,” nilai Direktur Yamaha Motor Racing Lin Jarvis kepada AS. “Valentino adalah pebalap luar biasa dan paham bagaimana cara meningkatkan dan merancang sebuah sepeda motor, tapi jika Anda tak senang dengan sesuatu maka Anda tak bisa tampil sebaik mungkin. Terus seperti ini tidak baik untuknya atau Ducati, atau olahraga ini,” lanjutnya.

Seiring dengan tidak kunjung memuaskannya performa Rossi di Ducati, mulai muncul spekulasi kalau juara dunia tujuh kali kelas primer itu akan memutuskan hijrah di akhir musim nanti. Nama Yamaha, yang dibela rider Italia berusia 33 tahun itu pada periode 2004-2010 dan sudah mengantar Rossi ke empat gelar juara dunia pun muncul. Lantas apa kata kubu Yamaha sendiri?

“Apakah kembalinya dirinya (ke Yamaha) menjadi kemungkinan menarik? Terutama untuk pers, saya tidak menutup pintu, tapi ini bukan situasi yang realistis. Yang terpenting adalah Valentino memenuhi kesepakatannya dengan Ducati,” simpul Jarvis.(net/bbs)

Romano Faneti Jadi Buah Bibir

Romano Faneti menjelma jadi bintang yang paling bersinar usai menjuarai GP Spanyol akhir pekan lalu. Keberhasilannya naik podium utama kelas Moto3, Minggu (29/4) lalu, membuat pebalap berusia 16 tahun tersebut menjadi buah bibir sejumlah pebalap top MotoGP.

Padahal, ada hal lain yang tetap menarik untuk disimak. Misalnya keberhasilan Casey Stoner menjuarai MotoGP di Sirkuit Jerez, karena ini untuk pertama kali dalam kariernya, juara dunia 2007 dan 2011 tersebut meraih kemenangan di sana, begitu juga aksi Pol Espargaro yang mengalahkan Marc Marquez, dalam perburuan podium utama Moto2.

Namun, topik tentang Fenati menyita perhatian publik, termasuk para bintang MotoGP. Pria kelahiran Ascoli Piceno, Italia, 15 Januari 1996 ini, dianggap sebagai pebalap fenomenal, karena musim 2012 merupakan debutnya di arena grand prix.

Karena itu, wajar bila Fenati diprediksi bakal merajai arena balap motor paling bergengsi di muka bumi ini, karena menuai hasil menjanjikan dalam dua seri yang sudah dilakoninya. Bahkan setelah menjadi runner-up di Qatar, kali ini Fenati tampil sangat luar biasa karena finis dengan gap yang sangat jauh, yaitu 36,139 detik dari Luis Salom, yang berada di belakangnya.

“Tentu saja rasanya menyenangkan. Para pebalap yang saya hanya bisa saksikan lewat televisi tahun lalu, kini membicarakan tentangku,” ujar Fenati, tentang apa yang terjadi usai kesuksesannya di Jerez. (net/bbs)

SSB Sejati Pratama Target Juara Piala Specs

MEDAN- Sekolah Sepak Bola (SSB) Sejati Pratama akan ambil bagian dalam turnamen Piala Specs 2012 yang akan digelar di Stadion Kebun Bunga Medan, mulai Minggu (6/5) hingga 2 Juni mendatang. Hal itu disampaikan pelatih SSB Sejati Partama Salim, didampingi humas Mila di Lapangan Por Sejati, Jalan Karya Jaya Medan Johor, Rabu (2/5).

“Di ajang ini, kita akan menurunkan satu tim. Kita ingin mengulang masa jaya dimana pada 2009 lalu kita pernah juara dua. Ya, minimal mempertahankan saja sudah mantap,” tutur Salim.

Salim menambahkan, untuk mempertahankan prestasi itu tentu tidak gampang. Timnya masih perlu meningkatkan pembinaan yang lebih intensif mengingat dua tahun belakangan ini pada ajang yang sama, SSB Sejati Pratama belum pernah memenangkannya lagi.
Untuk menghadapi turnamen itu, SSB Sejati Pratama akan diperkuat Huga sebagai kapten tim, Sukma dan Aldo sebagai penjaga gawang.

Selain berkiprah di ajang lokal, Salim tentu mengharapkan anak asuhnya bisa mengikuti jejak mantan siswa SSB itu yakni pemain yang sudah berkiprah di klub-klub papan atas di negara ini salah satunya adalah Saktiawan Sinaga yang sekarang bermain di klub Mitra Kukar, M Rizal bermain di Semen Padang, Alamsyah Nasution sekarang masih main di PSMS dan masih banyak lagi pemain yang lain.(mag-10)

Madina Tuan Rumah Popdasu X

MEDAN- Pekan Olahraga Pelajar Daerah Provinsi Sumatera Utara (Popdasu) adalah kegiatan pertandingan olahraga pelajar daerah yang bersifat multi event yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali di kabupaten/kota se Sumut.

Hak tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu) Drs Darwis Siregar kepada wartawan sesaat setelah memimpin rapat akhir Popdasu 2012 di ruang rapat Dispora Sumut Jalan Williem Iskandar Medan, kemarin.

Disebutkannya, Popdasu merupakan titik kulminasi prestasi olahraga daerah yang merupakan hasil kurun waktu 2 tahun, yang dilaksanakan oleh pengurus Bapopdasi kabupaten/kota, Dispora/Diknas/Banpora bersama-sama dengan Pengcab, KONI kabupaten/kota dan semua komponen yang ada di daerahnya.

Popdasu, dilaksanakan bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan persahabatan, persatuan, dan kesatuan daerah di Sumut serta untuk menjaring atlet berprestasi yang nantinya akan diseleksi untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di tahun berikutnya.(jun)

Saya Lihat Istri Saya Terbakar Hidup-hidup…

Buyung Sidi Rajo, Korban Selamat dari Tragedi Bus PO Yanti

Gusti Ayu, Payakumbuh

Buyung Sidi Rajo tak pernah menduga, Selasa (1/5)  pukul  03.30 WIB akan menjadi  hari terakhir kebersamaannya dengan istrinya, Rosida. Kebakaran bus  PO Yanti Dumai–Solok di kelok 9 Kabupaten Limapuluh Kota, telah  merenggut nyawa istrinya.

Dengan mata  kepalanya  sendiri, ia  menyaksikan  istrinya  meregang nyawa  saat  kobaran api  membakar tubuh istrinya. Ia  tak berdaya  untuk dapat  menyelamatkan Rosida. Karena  tubuhnyapun sudah  mengalami  luka bakar  yang cukup parah.  Dengan  airmata  yang berlinang, ia  hanya dapat memandangi  tubuh  istrinya  terbakar. Walau  dalam lubuk hatinya, ia  ingin sekali  menolong sang istri yang berjuang melawan  kobaran api.

Buyung hanya terduduk lesu  di salah satu tempat tidur di ruangan bangsal rumah sakit Adnaan Payakumbuh. Sesekali  terlihat  ia  meringis menahan sakit. Sebab dipungungnya dipenuhi luka  bakar. Tak hanya  itu, kedua  tangannya juga di penuhi luka bakar. Namun luka bakar itu hanya mengenai dari siku sampai pangkal  lengannya saja. Matanya memandang  ke setiap orang yang masuk ke ruangannya, tatapannya nanar melihat  pengunjung yang datang satu persatu ke ruang tempat dia dirawat.

Pada Padang Ekspres (grup Sumut Pos) ia bercerita, kejadian kebakaran PO Yanti yang terbakar itu hanya berlangsung singkat. Hanya dalam rentan waktu 5 menit kobaran api sudah menghanguskan seluruh badan bus. Sejak  berangkat dari Duri sampai Kelok 9, tak sekalipun ada kerusakan pada kendaraan itu. Bahkan saat bus berhenti di rumah makan, juga tidak pernah ada kerusakan mesin kendaraan. Para penumpang memanfaatkan untuk mengisi perut yang lapar. Kala itu, ia  bersama istrinya juga makan bersama di  rumah  makan tepi jalan tersebut.

Setelah 30 menit kendaraan melaju, para penumpang mengeluhkan aroma kabel  yang  terbakar. Tak lama kemudian terlihat percikan api di bagian depan kendaraan. Para penumpang di dalam bus itupun panik. Sopir dan kernek PO Yanti terlihat keluar dari kendaraan. Sementara para penumpang masih terkunci  di dalam.

Api semakin membesar. Para penumpang di bagian depan, masih dapat menyelamatkan diri melewati pintu depan. Namun karena api cepat menjalar, para penumpang pada bagian tengah tak bisa keluar dari bus. Penumpang bagian tengah dan belakang terperangkap dalam kendaraan. Pintu bagian belakang bus tak bisa terbuka karena diikat. Tumpukan barang-barang memenuhi depan pintu keluar. Tak hanya itu, ban kendaraan  juga ada di pintu bagian belakang. Api semakin besar berkobar. Para penumpang pun akhirnya panik. Buyung yang duduk di bagian tengah juga panik, di samping tempat  duduknya sang istri juga  terlihat cemas.

“Saya panik pintu tak bisa terbuka. Karena diikat. Saya tak tahu kenapa pintu belakang diikat seperti itu. Lalu saya menendang kaca pintu dengan kaki saya, lalu diikuti oleh  penumpang lainnya. Tenaga saya tak cukup kuat untuk melakukan itu seorang diri. Asap yang menghitam membuat saya sesak napas. Seorang anak muda mempersilahkan saya  untuk keluar melalui jendela bus. Sambil  merangkak saya berhasil  keluar,” aku Buyung.

Sayang, usahanya untuk menolong sang istri tak tercapai. “Saya sudah berusaha  menolong istri , namun ia tak punya tenaga untuk merangkak seperti saya. Anak muda  itu berhasil keluar bus. Sedangkan istri saya  tidak. Dari bawah  bus, saya melihat  istri saya  terbakar hidup-hidup,” ujar  pria yang berumur 63 tahun ini.

Ia kembali melanjutkan ceritanya, jarak rumah masyarakat dengan lokasi  kebakaran bus  cukup jauh, sehingga korban yang selamat tidak cepat mendapatkan pertolongan. Ia juga mengaku tak tahu pasti, berapa orang yang selamat atau yang meninggal dalam kebakaran itu. Ia hanya melihat banyak penumpang yang terjebak dalam bus yang tak bisa menyelamatkan  diri.

“Kejadian itu terjadi setelah kami melewatkan makan malam bersama. Saya tak menduga jika hari itu akan jadi hari terakhir saya bersama  istri,” ucapnya.

Pria  berkulit  hitam manis ini mengatakan, ia kerap mengunakan Bus Yanti saat pulang  dari Duri ke Solok. Namun biasanya, ia hanya mengunakan PO Yanti dengan ukuran kecil. “Saya tak tahu, kenapa pada saat itu, saya ingin sekali naik kendaraan dengan bus  besar. Rupanya  peristiwa ini terjadi. Sekarang saya hanya bisa pasrah, mungkin memang ini surah suratan dari Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Penumpang yang selamat lainnya  Fikri (27) juga mengaku selamat karena ia membobol kaca jendela dengan kakinya. Ia mengatakan awalnya ia panik untuk menyelamatkan diri, namun saat ia melihat Buyung Sidi Rajo menghantamkan kakinya ke kaca jendela, ia pun melakukan hal yang sama. Ia mendahulukan Buyung Sidi Rajo keluar dari bus karena ia  melihat kondisi Buyung Sidi Rajo sudah kewalahan  bertahan. “ Saya tak tega saja melihat Pak Buyung kesulitan bernapas. Alhamdulillah saya masih bisa selamat,”  ujarnya. (*)

Bus PO Yanti Terbakar di Kelok Sembilan, 13 Tewas

Tengkorak Bertumpuk di Pintu Belakang

PAYAKUMBUH- Bus PO Yanti jurusan Dumai-Tebingtinggi terbakar di kawasan Kelok Sembilan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Akibatnya 14 orang dinyatakan tewas. 14 jenazah yang sudah menjadi tengkorak akibat terbakar ditemukan bertumpuk di belakang pintu keluar bus.

Peristiwa tragis ini tepatnya terjadi di Dusun Hulu Air Kecamatan Harau, Selasa (1/5) pukul 04.30 WIB. “Saya kaget ada suara orang ramai sekali di luar. Bapak menyuruh saya melihat apa yang terjadi. Saya jalan ke halaman dan saya lihat beberapa orang sibuk mencari-cari air. Saya tunjukkan selang air pada mereka. Tapi api sudah besar dan mereka sudah tak bisa memadamkannya,” ungkap Zedna Yulida (28) penduduk yang tinggal paling dekat dengan TKP.

Rumah Zedna berada persis di bukit kecil sebelah kiri jalan raya di mana mobil bus PO Yanti BA 3635 L dilalap si jago merah. Zedna hanya menyaksikan suasana panik para penumpang yang sudah berada di luar bus dari bawah pohon mangga di atas bukit di halaman rumahnya.

“Saya tak mendengar jeritan atau apapun dari atas bus yang terbakar itu. Saya pikir semua penumpang sudah turun dan tidak ada yang tinggal,” tambahnya.

Zedna baru mengetahui adanya korban terbakar setelah sejam kemudian datang mobil pemadam kebakaran. Setelah api padam tiba-tiba pintu belakang mobil bus terbuka sendiri dan mereka melihat banyak tengkorak orang bertumpukan. “Barulah saya tahu ada orang yang terbakar di dalam sana,” cerita Zedna sambil menghapus butiran air matanya. Ibu muda ini terlihat sedih menceritakan peristiwa yang disaksikannya itu. “Saya sama sekali tak menyangka,” tambahnya.

Dalam kebakaran bus itu, 13 penumpang yang meninggal. “Terdiri dari 3 orang perempuan dewasa, 3 orang laki-laki dewasa, 4 orang anak-anak, 1 balita, dan 2 orang anak perempuan,” ungkap Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partono kepada Riau Pos grup Sumut Pos) di RSUD dr Adnan WD Payakumbuh.
Kapolres mengatakan, penyebab pasti kebakaran itu belum bisa dipastikan. “Ini bisa saja karena kesalahan teknik ataupun kesalahan manusia. Tapi kita masih mendalaminya. Sampai saat ini kita sudah periksa 11 saksi,” ungkap Kapolres.

Sementara itu supir dan kernet bus PO Yanti naas itu sudah menyerahkan diri mereka ke Polres Limapuluh. Sebelumnya, ketika terjadi kebakaran keduanya memang melarikan diri dengan meninggalkan penumpang yang terkurung dalam bus. “Sekitar pukul 04.30 pagi mereka menyerahkan diri. Pengakuan mereka, mereka sudah berusaha memadamkan api tapi gagal. Mereka langsung meninggalkan TKP dan menyerahkan diri ke sini,” ungkap Kapolres.

Sebagai iktikat baik tanggung jawab keduanya, mereka langsung diamankan di Mapolres. Dalam waktu 1×24 jam status mereka baru akan ditingkatkan jadi penahanan.

Satu Ambulance Ikut Terbakar

Di sisi lain, satu dari empat unit ambulans milik RSUD Adnan WD Payakumbuh terbakar. Ambulance itu terbakar saat petugas medis, tengah mengevakuasi 13 jenazah korban. “Kita punya 4 unit ambulans. Dua ambulance digunakan untuk mengevakuasi korban tewas dan korban selamat. Dari 2 ambulans itu, salah satunya ikut terbakar saat evakuasi jenazah berlangsung,” kata Direktur RSUD Adnan WD Payakumbuh dr Herijon, Selasa pagi.
Herijon mengaku, tidak tahu persis penyebab terbakarnya ambulance RSUD Adnan WD. “Ambulans itu memang sudah tua. Tadi karena kondisi darurat, tetap kita gunakan untuk evakuasi jenazah. Beruntung, saat ambulans terbakar, tidak ada jenazah atau korban bus Yanti yang sedang dievakuasi,” kata Herijon.

Sampai kemarin siang, ambulance RSDU Adnan WD yang terbakar saat mengavakuasi jenazah korban bus Yanti belum diperbaiki. Untuk menagngkut jenazah korban yang sudah dikenali identitasnya dari dari rumah sakit menuju alamat masing-masing.

“Seluruh tenaga medis juga kita siagakan di rumah sakit. Kita akan berkordinasi lebih lanjut, dengan tim Disaster Victim Identification Polda Sumbar,” kata Herijon didampingi Kepala Badan Kesbang Penanggulangan Bencana Daerah Payakumbuh Yufnani Awai.

Wakil Wali Kota Payakumbuh Syamsul Bahri Dt Bandaro Putiah, saat membesuk korban selamat, meminta seluruh jajaran RSUD Adnan WD agar memberi pelayanan prima. “Ini adalah musibah Sumatera Barat. Musibah nasional. Seluruh jajaran RSUD Adnan WD, kita minta bekerja lebih ekstra, dalam menangani korban terbakarnya bus Yanti. Kita juga akan terus berkordinasi dengan pemerintah provinsi,” ujar Syamsul Bahri. (len/fd/frv/rpg)

Papan Reklame Harus Ditata

Wali Kota Medan Pimpin Rapat Evaluasi Kebersihan

Dicanangkan program Medan Bersih Sampah oleh Pemerintah kota (Pemko) Medan. problem kebersihan di ibu kota provinsi Sumatera Utara ini mulai teratasi. Bahkan, selama ini sampah banyak berserakan dan menumpuk di mana-mana, kini mulai  bersih dan tidak ada penumpukan sampah.

Program Medan Bersih Pemko Medan dibahas dalam rapat evaluasi pelaksanaan Piala Adipura yang dihadiri Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harapap MM bersama Wakil Wali Kota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri. Hadir juga dalam rapat evaluasi tersebut, Ketua TP PKK Kota Medan Hj Yusra Rahudman Harahap, Staf Ahli, Asisten, pimpinan SKPD, camat, lurah dan  pengurus TP PKK Kecamatan dan kelurahan di Gedung Dharma Wanita, Senin (29/4) malam.

Dalam rapat tersebut, Rahudman menyebutkan, Kota Medan sudah mulai bersih dari sampah yang menumpuk dan berserakan, namun yang kini terjadi adalah kehadiran papan reklame baik itu bando, billboard maupun spanduk yang tidak tertata dengan baik. Hal itu yang menyebabkan wajah Kota Medan terlihat carut-marut, dan terkesan tidak bersih.

“Selain papan reklame, masalah taman yang seyogianya dibangun untuk menambah keindahan wajah Kota Medan, ternyata tidak mendukung. Taman yang ada saat ini tidak terlihat indah dan asri lagi, akibat kurangnya perawatan dan penataan dari Dinas Pertamanan Kota Medan selaku intansi yang bertanggungjawab dengan masalah taman di Kota Medan,” ujarnya.

Menyahuti itu, Rahudman meminta, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, Erwin Lubis untuk segera melakukan penataan dan pengawasan terhadap papan reklame maupun taman kota. Selama ini, keberadaan papan reklame yang tidak tertata menyebabkan Kota Medan seperti hutan reklame.
“Saya ingatkan kepada Kadis Pertamanan untuk secepatnya melakukan penataan, mana bando maupuin billboard yang sudah tidak memiliki izin segera ditertibkan. Begitu juga dengan spanduk maupun poster-poster yang di tempel di pohon-pohon,” tegasnya.

Dia mengatakan, Kepala Dinas Pertamanan harus bisa memastikan taman kota terlihat indah dan bersih. Bila taman yang sudah ada pohon, jangan diletakkan pot bunga, sehingga benar-benar terlihat indah. Selain itu, harus terus lakukan penghijauan untuk menjadikan kota lebih hijau. Guna mewujudkannya, Kadis Pertamanan segera berkordinasi dengan dengan camat dan lurah.

“Permasalahan di Kota Medan sudah bukan msalah sampah lagi, melainkan pada papan reklame,” ujarnya.

Rahudman berpendapat, bila kota mau terlihat bersih dan indah, maka reklame harus ditata dan ditertibkan. Sebab,  keberadaan papan reklame sangat memprihatinkan dan mengakibatkan wajah di Kota Medan terlihat semrawut. Apabila masalah reklame ini tidak secepatnya ditangani, maka keinginan untuk mendapatkan Piala Adipura tahun 2012 sulit terealisasi.

“Sudah 10 tahun lamanya Kota Medan tidak mendapatkan Piala Adipura. Jadi masalah reklame secepatnya ditangani,” pungkasnya.
Selain Dinas Pertamanan, Rahudman juga menyoroti Perusahaan Daerah (PD) Pasar yang selama ini Dirut PD Pasar, Benny Sihotang terus berkutat mengurusi masalah pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Petisah. Padahal persoalan pasar cukup banyak sehingga butuh perhatian cukup serius.

“Dari hasil penilaian tim Adipura, terbukti pasar hanya mendapatkan nilai 6. Jadi saya minta Dirut PD Pasar bertanggungjawab penuh dengan seluruh pasar tradisional di kota ini,” tegasnya.

Dinas Bina Marga kota Medan juga tidak luput mendapat warning dari Wali Kota Medan terkait jalan berlubang, drainase dan trotoar menjadi focus sorotan. Untuk jalan berlubang, Rahudman tidak  mau  berkompromi lagi. “Saya minta tahun ini, tidak ada lagi ditemui jalan berlubang di Kota Medan. Jadi Kadis Bina Marga bertanggung jawab penuh dengan masalah jalan berlubang, drainase dan trotoar,” pintanya.

Sedangkan untuk Dinas Kebersihan, Rahudman memberi penekanan agar bisa mengatasi sistem pengendalian sampah. Karenanya, seluruh peralatan yang dimiliki benar-benar dimaksimalkan penggunaannya. Di samping itu, tempat pembuangan sementara (TPS) dan container penampungan sampah dibenahi agar terlihat cantik dan menarik. Kemudian, memberdayakan pasukan melati dan bestari untuk mewujudkan Medan bersih sampah.
“Dalam mendukung kebersihan, saya perintahkan Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Medan, Zulkifli Sitepu melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Selain Dinas Kominfo, Wali Kota Medan juga melibatkan TP PKK Kota Medan dalam upaya menjadikan Medan bersih dan hijau. Pengurus TP PKK juga diharapkan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hasil sosialisasi dilaporkan langsung kepada Tim 9 yang dibentuk Wali Kota Medan untuk menjadikan Kota Medan lebih bersih sehingga mendapatkan Piala Adipura.

Lebih lanjut, Rahudman mengingatkan, untuk melakukan pengawasan langsung terkait dengan pemaparan yang dilakukannya, bersama Wakil Wali Kota Medan dan Sekda akan langsung melakukan pengawasan, melihat apa yang dipaparkannya itu benar-benar dijalankan dengan baik oleh SKPD, camat dan lurah.

Rahudman berjanji akan langsung turun mamantau sejumlah kecamatan seperti Medan Barat, Medan Helvetia, Medan Petisah, Medan Polonia, Medan Baru dan Medan Perjuangan.

Sedangkan Wakil Wali Kota bertugas memantau Medan Kota, Medan Amplas, Medan Johor, Medan Sunggal dan Medan Selayang. Sementara Sekda ditugaskan memantau Medan Area, Medan Denai, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan.
“Mulai besok, saya, wakil wali kota dan Sekda  mulai melakukan pemantauan,” tegasnya.

Dzulmi Eldin mengingatkan kepada SKPD terkait, camat dan lurah untuk melaksanakan semua itu dengan penuh keikhlasan. Apabila ada rekan kerja yang belum melaksanakan kinerja dengan baik, diharapkan untuk selalu diingatkan.

“Jangan malah digunjingkan, sebab kita semua harus bersinergi untuk menjadikan Medan lebih bersih dan hijau,” katanya.

Ketua TP PKK kota Medan, Hj Yusra Rahudman Harahap dengan senang hati dilibatkannya dalam upaya menjadikan Kota Medan bersih sampah. Untuk itu, Yusra mengajak seluruh ibu-ibu pengurus TP PKK Kota Medan, kecamatan dan kelurahan agar bersama-sama mengimbau seluruh masyarakat di wilayahnya masing-masing  mendukung program kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Masalah reklame yang saat ini tidak tertata dengan baik menyebabkan program kebersihan yang sudah berjalan, tertutupi akibat kesemrawutan reklame tersebut. Untuk itu penertiban dan penataan reklame harus secepatnya dilakukan,” cetusnya. (adl)

4 Papan Reklame Ditertibkan

Dinas Pertamanan Kota Medan berjanji akan segera membongkar puluhan papan reklame di empat kawasan yang selama ini sudah diatur untuk bebas reklame. Pasalnya, keberadaan papan reklame tersebut telah melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) No 58/2011 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Perda No 11/2011.
“Pembongkaran itu akan dilakukan di dekat Lapangan Benteng dan di Jalan Perdana pada 4 Mei dan segera ditertibkan,” kata Kadis Pertamanan Kota Medan, Erwin Lubis.

Dia mengatakan, pembongkaran papan reklame tersebut akan dilakukan secara bertahap. Dikarenakan ada sekitar puluhan papan reklame yang masih berdiri.

“Tapi kami membongkarnya secara bertahap. Kalau sudah habis masa berlakunya, maka izinnya tidak diperpanjang,” ujarnya.

Erwin menyebutkan, Dinas Pertamanan penertiban dilakukan segera mungkin dengan cara persuasif dan tidak brutal. Kemudian, pihak pemilik papan reklame akan diperingatkan dan dimohonkan untuk membongkar sendiri konstruksi papan reklamenya. Tapi, bila sampai batas waktu yang ditentukan tak juga dibongkar, barulah Dinas Pertamanan membongkarnya.

Menurut dia, dalam aturan Perda tersebut dinyatakan bahwa ada empat kawasan di Medan yang harus bebas dari papan reklame. Keempat kawasan yang tidak dibenarkan mendirikan papan reklame yakni di Jalan Diponegoro, Jalan Sudirman, Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Pengadilan.
Dia memaparkan, penertiban papan reklame di empat kawasan itu bertujuan untuk penataan Kota Medan, selain itu bertujuan untuk membuat kenyamanan bagi pejalan kaki. Maka papan reklame komersil yang masih berdiri tegak segera ditertibkan.

Menurut Erwin, untuk membongkar papan reklame yang sudah habis masa berlakunya, akan dilakukan dengan tim. Adapun tim yang menertibkannya yakni, Dinas Pertamanan, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Asisten di Pemko Medan.

Erwin menerangkan, penertiban papan reklame di atas trotoar jalan hanya dilakukan pada papan reklame yang sudah habis masa waktunya di empat jalan protokol di Kota Medan.

“Kami tertibkan di empat Jalan protokol, karena dalam aturannya yang tidak dibenarkan itu di jalan protokol,” terangnya.

Dia menjelaskan, papan reklame yang boleh berdiri di Kota Medan harus mengacu kepada aturan Perwal Kota Medan No 58/2011, tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Perda No 11/2011 tentang pajak reklame serta tata cara penyelanggaraan reklame.

“Kalau papan reklamenya berdiri di tengah trotoar, selain dapat mengganggu pejalan kaki, bisa sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Buktinya, banyak papan reklame yang tumbang  saat hujan deras dan terkadang memakan korban yang melintas di jalan tersebut,” pungkasnya. (adl)

Pemerintah Sepakat Hapus Outsourcing

JAKARTA-Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar sepakat untuk menghapuskan ataupun membatasi pengguanaan tenaga outsourcing di Indonesia. Menurutnya, sistem outsourcing di Indonesia ini terbukti menyengsarakan para pekerja/buruh.

“Outsourcing terbukti sudah menyengsarakan pekerja. Pemerintah berjanji akan membenahi masalah ini sampai akar-akarnya,” kata Muhaimin Iskandar saat menerima beberapa perwakilan dari serikat pekerja di Gedung Kemenakertrans, Jakarta, Selasa (1/5).

Muhaimin menjelaskan, sistem outsourcing di Indonesia ini sangat kebablasan dan tidak lagi menghiraukan kesejahteraan pekerja. “Memang harus ada pengawasan dalam pelaksanaan outsourcing di suatu perusahaan. Kami sudah menindak beberapa perusahaan yang melenceng dalam melaksanakan sistem outsourcing,” ujarnya.

Mengenai masih adanya upah minimum yang diberikan perusahaan kepada para pekerjanya, Muhaimin mengimbau pengusaha untuk lebih mengedepankan kesejahteraan buruh. “Perusahaan harus memperhatikan hal ini. Karena, pencapaian prestasi perusahaan itu tergantung pada buruh,” tegasnya.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Cak Imin ini menegaskan, dirinya siap mengeluarkan merampungkan aturan outsourcing ini pada bulan Juli 2012 mendatang. “Jadi, tunggu saja sampai aturan ini keluar,” serunya.

Sementara itu, Ketua Divisi Informasi dan Komunikasi DPP Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat memberikan apresiasi terhadap seluruh kegiatan peringatan hari buruh (May Day) yang berlangsung di hampir seluruh daerah di Indonesia.

“Peringatan may day tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan di tempat-tempat tertentu para buruh memperingati may day dengan cara menyampaikan aspirasi di tempat-tempat strategis tanpa anarkis. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan May Day tahun ini,” kata Andi Nurpati.

Pernyataan apresiasi terhadap para buruh ini, lanjut Andi Nurpati, karena dalam kenyataannya semua kegiatan May Day berjalan relatif baik. Ini semua diperhatikan Presiden SBY sehingga presiden dan Partai Demokrat menyampaikan apresiasi dan merespon aspirasi buruh yang meminta peningkatan kesejahteraan dan penghapusan outsourcing. “Presiden SBY sudah memerintahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) untuk menindaklanjutinya,” tambah Andi.

Dijel askannya, outsourcing dibolehkan karena ada landasan hukumnya yakni UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. “UU ini dibuat oleh pemerintahan sebelum SBY jadi presiden. Tapi presiden sudah memerintahkan agar kementerian terkait mengakomodasi tuntutan tersebut dengan cara menghapus menerapan outsourcing secara bertahap.

“Pengurangan outsourcing itu sangat dimungkinkan secara bertahap sambil mencari bentuk ideal antara hubungan buruh dengan investor,” tegasnya.
Soal buruh memang menjadi poin penting di negeri ini. Pasalnya, meski sumberdaya alamnya cukup kaya, namun nasib buruh baik di Sumatera Utara maupun di sejumlah wilayah Indonesia, masih tetap berada dibawah garis kemiskinan. Terutama nasib karyawan pekerja alihdaya atau biasa dikenal dengan istilah outsourcing. Padahal terkait hal ini, pemerintah telah mengaturnya dengan jelas lewat Pasal 59 dan Pasal 66 ayat 2a Undang-Undang 13 tentang Ketenagakerjaan. Sayangnya, ayat dalam undang-undang itu malah berkata lain. Dengan kata lain, ayat teresebut yang membuat nasib karyawan outsourcing semakin tidak menentu.

“Outsourcing itu merupakan sistem perbudakan modern. Di mana perusahaan jasa tenaga kerja mengendalikan pekerja untuk perusahaan pemakai (user). Ini yang tidak menyambung,”ungkapnya Guru Besar Hukum Perburuhan Universitas Indonesia, Prof Aloysius Uwiyono di Jakarta, kemarin.

Menurut Aloysius, outsourcing pada dasarnya terdapat dua jenis. Yaitu pekerjaan dan pekerja. Untuk outsourcing pekerjaan, ia mencontohkan sebuah pekerjaan di subkontrakkan oleh sebuah perusahaan kepada perusahaan lain. Lewat langkah ini, dipastikan jika gaji yang seharusnya diterima oleh pekerja tidak dapat utuh. Pasalnya, harus dipotong uang jasa untuk perusahaan subkontrak yang menerima kontrak tersebut. Sementara outsourcing pekerja artinya pekerja dengan kondisi pekerjaan dalam waktu lama dan pekerjaan inti perusahaan bersangkutan.

Hal senada juga dikemukakan Sekretaris Jenderal Forum Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan-Minuman (FSP RTMM), Sudarto. Bahkan pria ini lebih jauh meminta dengan tegas agar pemerintah benar-benar memperhatikan hal-hal terkait masalah Kebutuhan Hidup Layak (KHL) para buruh. “Persoalan KHL ini perlu terus diperjuangkan demi kesejahteraan para buruh dan keluarganya ke depan,” katanya.

Untuk itu bersama dengan sejumlah buruh lainnya, mereka mendesak perlu segera dilakukannya revisi Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003, tentang ketenagakerjaan. Sebab selama ini, banyak pasal-pasal dalam UU tersebut dinilai belum mampu memayungi, melindungi dan membawa kehidupan buruh menuju ke kehidupan yang lebih baik lagi. (cha/fas/jpnn/gir)

KPK Bidik Anas dan Istri

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menyelidiki proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor. Ketua KPK Abraham Samad, Selasa (1/5), membenarkan adanya indikasi keterlibatan Anas Urbaningrum dalam proyek pembangunan stadion dan sekolah olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang bernilai Rp1,2 triliun. Abraham tak bersedia membeberkan lebih jauh indikasi keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan komisinya telah mendapatkan informasi penting dari anggotan
Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, Ignatius Mulyono.

“Kan sudah ada keterangan kalau Ignatius Mulyono disuruh Anas menyelesaikan sertifikat tanah untuk Hambalang,” ujarnya.

Wakil Ketua KPK lainnya, Zulkarnaen mengungkapkan KPK mengendus adanya penyimpangan oleh PT Dutasari Citralaras yang menjadi subkontraktor pemenang tender proyek ini yakni PT Adhi Karya. PT Dutasari adalah perusahaan tempat istri Anas menjadi komisaris. Tapi, menurut Anas, ia sudah mundur sejak proyek Hambalang belum dimulai.

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP menegaskan dua aspek yang menjadi perhatian KPK dalam penyelidikan Hambalang. “Pertama soal sertifikat dan kedua soal proses pengadaan proyek multiyears,” kata Johan Budi kepada wartawan di kantor KPK, Jakarta, hari ini.

Johan sendiri belum dapat menjelaskan keterlibatan pihak-pihak dalam proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menelan biaya Rp1,2 triliun itu. Tetapi Johan menyatakan KPK masih menelusuri indikasi penyelewengan proyek Hambalang. “Ya ini kami lagi mencari di dua ini. Kami lagi mencari indikasi tindak pidananya,” ujar Johan.

Terkait kasus ini, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum membantah semua tudingan terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin terkait kasus dugaan korupsi pembangunan komplek olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Bahkan Anas yang membantah telah mengatur soal kepengurusan sertfikat tanah Hambalang.

“Tidak betul (saya mengatur soal Hambalang). Memangnya saya calo tanah. Memangnya saya calo sertifkat?” ujar Anas Urbaningrum di KPK beberapa waktu lalu. Mantan anggota KPU itu juga membantah perihal pertemuan-pertemuan yang dsebut untuk mengurus proyek senilai Rp1,2 triliun itu. Sebaliknya, Anas menganggap semua tudingan tersebut adalah bentuk skenario-skenario politik untuk mengkaitkan dirinya dalam kasus hukum.
Kasus ini berawal dari penyelidikan KPK terkait kasus Wisma Atlet yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Proyek Hambalang menuai banyak kontroversi setelah Nazaruddin menyebut fee proyek itu untuk mendanai pemenangan Anas Urbaningrum dalam Kongres Partai Demokrat tahun 2010.

Nazaruddin, yang juga terdakwa kasus suap Wisma Atlet juga menyebutkan adanya keterlibatan Anas dalam kasus Hambalang, antara lain meminta dirinya melobi sejumlah pihak agar sertifikat Hambalang selesai diurus. (net/jpnn)

Indikasi Keterlibatan Anas dan Istri

1. Anas merencanakan proyek Hambalang
Ketua Komisi Olahraga Mahyuddin membenarkan dirinya, Angelina Sondakh, dan     Nazaruddin pernah bertemu dengan Menteri Andi Mallarangeng di kantor     Kemenpora. Proyek Hambalang disebut, tapi Mahyuddin mengaku lupa detailnya.     Namun, menurut Nazar, “Pertemuan membicarakan Hambalang, bukan yang lain.”     Nazar menyatakan pertemuan itu diatur Anas.

Bantahan Anas:
“Saya kira sama saja dalam kasus Hambalang. Sebab, dalam kasus Wisma Atlet terbukti tidak benar.” (Kamis, 26 April 2012)

2. Anas meminta pengurusan sertifikat Hambalang
Ignatius Mulyono mengaku diminta Anas, kala itu Ketua Fraksi Partai Demokrat di     DPR, mempercepat pengurusan sertifikat Hambalang. “Saya dimintai tolong tanya ke     Pak Joyo (Kepala BPN Joyo Winoto) kenapa tanah Hambalang tak segera selesai     (sertifikatnya),” kata Mulyono di gedung KPK pada 17 Februari 2012.

Bantahan Anas:
“Tidak betul (saya mengatur soal Hambalang), memangnya saya calo tanah.”
(Kamis, 26 April 2012)

3. Menerima fee proyek Hambalang
Sumber di KPK membenarkan Anas menerima fee yang diduga terkait dengan proyek     Hambalang. Sebelumnya, Nazar pun pernah mengungkapkan, PT Adhi Karya, yang     memenangi tender Hambalang, menyerahkan Rp100 miliar pada Mei 2010. Rp 50     miliar untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam Kongres Bandung, sisanya     untuk anggota DPR serta pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Bantahan Anas:
”Tidak ada duit, hanya ada daun jambu.”

4. Athiyyah Laila terkait PT Dutasari Citralaras

  • Athiyyah menjadi komisaris dan pemegang saham perusahaan Dutasari, yang   merupakan subkontraktor PT Adhi Karya di Hambalang. Athiyyah disebut mundur        dari Dutasari pada 2009, tapi tidak pernah ditemukan tercatat dalam akta  perubahan.
  • Temuan PT Dutasari mungkin melakukan pelanggaran, di antaranya karena   mensubkontrakkan lagi pekerjaan itu kepada PT Kurnia Mutu.
  • Ada temuan di Dutasari, Athiyyah berkongsi dengan Mahfud Suroso, orang dekat  Anas, yang disebut-sebut Nazar sebagai kurir fee Rp 100 miliar dari Adhi Karya, dan        di sana pun ada tokoh Partai Demokrat, Munadi Herlambang.

Bantahan Anas:
“Posisi beliau (istrinya, Athiyyah) komisaris pada 2008, tapi dimintai keterangan kasus Hambalang tahun 2010.”
(26 April 2012).

5. Keterangan Anas yang janggal

  • Anas menyatakan istrinya berada di Dutasari karena kedekatan Mahfud Suroso dengan orang tua mereka. Padahal Anas-Mahfud dekat sejak SMA, sebelum Anas   menikah.
  •  Anas kerap tak membantah langsung soal tudingan Nazaruddin. Soal mobil sogokan,  misalnya, Anas tak secara gamblang menunjukkan asal-usul mobilnya.

Bantahan Anas:
“Alah, rumor-rumor enggak benar.”

Insentif Gubernur Belum Cair

081265109662

Bapak Gubernur yang terhormat kapan uang insentif dari Gubernur dicairkan untuk para guru? Mana janjimu untuk mensejahterakan para guru? Bagaimana murid bisa pintar kalau gurunya tidak sejahtera?

Diserahkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota

Perlu kami beritahukan bahwasanya uang insentif dari APBD untuk para guru sudah diluncurkan. Penyalurannya kami serahkan ke pemerintah kabupaten/kota. Untuk itu, bisa langsung ditanyakan ke pemerintah kabupaten/kota setempat.

Saiful Syafri
Kepala Dinas
Pendidikan Sumut