Home Blog Page 13586

Terima Kasih Insan Pers

PAKPAK BHARAT- Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh Insan Pers yang bertugas di Kabupaten Pakpak Bharat atas pemberitaan yang dipublikasikan melalui media cetak yang menunjang kinerja pemerintah setempat.

Hal tersebut, disampaikan Bupati Remigo Yolando Berutu pada acara coffe morning Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dengan Insan Pers dalam rangka upaya sinergitas kooperatif menuju pemahaman bersama atas tugas masing-masing yang saling membutuhkan.

Bupati Remigo Yolando Berutu dalam sambutannya, mengharapkan kepada seluruh Insan Pers/Wartawan agar tetap menjaga hubungan yang harmonis dengan pemerintah setempat dan  menjalin silatuhrahmi.

“Kegiatan seperti ini (coffe morning-red) dapat diagendakan dan dijadikan kegiatan rutin yang bertujuan untuk saling tukar informasi antara pemerintah dengan Insan Pers,”  tandas Remigo, seraya menggaransi press room untuk Insan Pers/Wartawan secepatnya akan terealisasi.(mag-14)

Berhasil Kelola PNPM, Desa Karang Gading Raih Kompak Award

LANGKAT- Tim Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, menggelar pelatihan bagi pemantau kegiatan di Desa dan Kelurahan yang terdanai oleh PNPM-MP tahun 2012. Pelatihan tim pemantau tersebut di ikuti 24 orang dari 8 desa yang terdanai.

“Tahun ini Kecamatan Secanggang mendapat Rp1,1 milyar dari PNPM untuk 7 Desa dan 1 Kelurahan yang dalam waktu dekat ini pelaksanaan pekerjaannya akan dimulai,” ujar Camat Secanggang melalui Kepala Seksi PMP Aman Sitepu, ST, di sela-sela pembukaan pelatihan, Selasa (1/5) di aula rapat Kantor Camat Secanggang.

Pelatihan yang mengambil tema ‘Melalui pelatihan tim pemantau, kita tingkatkan partisipasi masyarakat’ ini, diikuti oleh beberapa desa di Kecamatan Secanggang yang terdanai yaitu Desa Karang Gading, Cinta Raja, Kuala Besar, Tanjung Ibus, Kebun Kelapa, Teluk, Selotong dan Kelurahan Hinai Kiri.
Sementara itu, Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Teknik Heru Santoso, ST dan Maria Makaria, ST, secara bergantian menyampaikan, keberadaan pemantau dalam program PNPM ini bukan merupakan momok bagi pelaksana program apalagi untuk mempersulit pekerjaan.

“Adanya tim pemantau ini untuk memberikan masukan bagi kepentingan kualitas pekerjaan juga memberikan saran dan pendapat untuk dirembukkan bersama,” ujarnya.

Maria Makaria berharap, tim pemantau yang terdiri dari tiga orang perdesa, hendaknya dapat menjalin kerja sama dengan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di desa dan kelurahan, sehingga program yang di peroleh itu dapat terselesaikan dengan hasil yang baik.

“Dana Rp1,1 miliar tersebut terbesar di anggarkan ke bangunan fisik, dan 17 persen anggaran tersebut untuk 19 kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dengan besaran satu kelompok memperoleh 10 juta,” kata Maria.

Sedangkan Heru Santoso menyampaikan, pada hari ini di Kecamatan Secanggang ada yang menerima penghargaan yaitu Desa Karang Gading memperoleh si Kompak Award dalam kategori Perencanaan Pembangunan Desa terbaik II tingkat Sumatera Utara dan juga Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Secanggang terbaik III tingkat Sumatera Utara. “Hari ini mereka mengambil hadiahnya di Labuhan Batu Utara,” sebutnya.
Kepala Desa Karang Gading Kusdiantoro, ketika dihubungi mengatakan terima kasihnya kepada pelaku PNPM di desanya, dan juga kepada masyarakat desa Karang Gading yang telah banyak membantu dalam kerjasamanya untuk mensukseskan PNPM.

“Saya juga bangga semua ini dapat terwujud karena kerja sama lembaga desa yang sudah tertata dengan baik antara Pemerintah Desa, LPMD dan BPD,” ujarnya seraya mengatakan penghargaan ini merupakan penghargaan RPJMD tahun 2011. (ndi)

Bandara Nyaris Lumpuh, Massa Sweeping

Peringatan Mayday di Sumut

MEDAN-Peringatan hari buruh internasional (May Day) di Sumatera Utara berlangsung aman dan terkendali. Kendati sempat diwarnai keributan namun bisa diatasi.

Seperti di Medan, ribuan buruh yang bergabung dengan mahasiswa dan warga mencoba menerobos masuk Bandara Polonia Medan, Selasa (1/5) pagi. Aksi yang digelar ribuan massa itu bisa diatas pihak kepolisian.

Amatan Sumut Pos, Selasa pagi di seputaran Jalan Imam Bonjol, ribuan massa yang tergabung dalam Formas (Forum Masyarakat Sari Rejo) melakukan aksi demo memperingati hari buruh  bersama dengan elemen buruh dan elemen mahasiswa.

Aksi demo yang dilakukan oleh buruh, masyarakat dan mahasiswa itu hanya bertahan sampai di simpang Jalan Imam Bonjol dan Jalan Juanda. Massa tertahan persis berada di samping rumah sakit milik TNI AU karena petugas sudah memasang kawat berduri menuju jalan masuk Bandara Polonia Medan. Sempat terjadi pelemparan yang dilakukan massa agar bisa menerobos menuju bandara dan polisi tetap bertahan di ring kawat berduri.
Massa sempat memblokade akses masuk ke dalam bandara, namun kepolisian langsung mengambil inisitif dengan membuka kawat duri sebagai jalan alternative bagi masyarakat menuju bandara.

Masyarakat yang menuju ke bandara langsung mendapat kawalan dari polisi untuk menuju Bandara Polonia.
Kasat Pamobvit Polresta Medan, Kompol Calvin Simanjuntak SIK mengatakan, mobil petugas disiagakan untuk mengantarkan calon penumpang kedalam masuk. “Ini kita lakukan agar masyarakat tak terlalu capek berjalan dan kita mengantar jemput para penumpang baik yang berangkat ataupun yang tiba di Bandara Polonia Medan sehingga mereka merasa lebih nyaman lagi,” katanya disela-sela memimpin personelnya.
Petugas juga dilengkapi dengan pakaian seragam dinas lengkap dalam pengamanan pascaaksi buruh ini. Tak hanya itu, mobil rantis dan water canon juga disiagakan dan seluruh personel diturunkan termasuk polwan-polwan cantik.
Sementara itu, akses menuju Bandara Polonia Medan tetap dijaga oleh pendemo diantaranya di Jalan Mustang, Jalan Imam Bonjol dan Angkasa Pura. Kendati begitu jalan alternatif untuk ke luar bandara masih bisa digunakan masyarakat yakni dari Komplek Perumahan Mongonsidi dan dari belakang komplek perumahan TNI-AU.
GM Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Kol PNB Bram Bharoto Tjiptadi mengaku, pihaknya jauh-jauh sudah mengantisipasi hal tersebut.
“Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan juga sudah mengantisipasi hal ini dimana ini kita lakukan agar masyarakat bisa melakukan penerbangan,” pungkasnya.
Walau begitu dampak aksi massa itu penerbangan terpaksa ditunda satu jam. Penerbangan ditunda karena para penumpang banyak yang tak sesuai waktunya berangkat karena akses menuju bandara terhambat.
Nevi (29), salah satu penumpang yang hendak berangkat ke Jakarta mengaku, dirinya terganggu dengan demo ini. Dijelaskannya, akibatnya penerbangannya menjadi terkendala. “Saya khawatir penerbangan batal dan saya terlambat,”jelasnya.
Namun, setelah dilihatnya ternyata memang penerbangan tertunda disebabkan demo tersebut. “Penerbangan terpaksa ditunda dan pihak penerbangan sudah memaklumi hal ini kata pegawainya kepada saya,” ucapnya.
Dalam kejadian ini massa pengunjuk rasa dengan masyarakat yang hendak menuju ke bandara sempat adu mulut. Mereka saling caci maki yang diakhiri dengan sorakan.
Mega Hasibuan (40) seorang penumpang yang hendak bertolak ke Jakarta melalui Bandara Polonia Medan mengaku perang mulut dengan massa agar ia bisa melewati akses jalan menuju bandara.
“Aku mau masuk, jangan kelen halangi, aku mau ke Jakarta, mau jenguk bapak aku yang sedang sakit di Jakarta,” teriaknya kepada massa.
Massa tetap ngotot tidak memperbolehkah Meg masuk. “Aku minta tolong, buka lah, buka lah, buka lah, aku sudah terlambat, pesawatnya sudah mau terbang,” teriaknya lagi.
Begitu juga dialami , Herna (23) yang hendak ke Batam. Ia dan keluarganya pasrah saat dihadang massa. “Saya mau ke Batam bang, orang ini (Pendemo-red) tidak boleh kami melalui jalan ini,” ujarnya dengan nada kecewa. Herna mengaku kecewa sikap yang dilakukan massa.

“Boleh saja aksi, tetapi jangan menggangu orang lain dan kepentingan orang lain, seperti pemblokiran jalan ini, yang jadi korban mereka adalah kami, para penumpang,” kata wanita bertubuh ramping ini.

Sementara itu Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengatakan aksi hari buruh berjalan damai begitu juga sejumlah daerah di Sumut juga aman-aman dan berjalan lancar.

”Di daerah aman, begitu juga di daerah di Sumut lancar dan aman.”ucapnya.

Aksi ini berakhir bubar setelah hujan deras turun dilokasi, akibat pendemo dan polisi berjaga berlarian untuk berteduh, akhirnya ruas jalan di Jalan Imam Bonjol kembali normal.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisnu, nekad diguyur hujan melihat anggotanya kehujanan saat mengamankan aksi demo. “Anggota basah, maka saya pun basah juga,” katanya sambil berdiri tegak di tengah guyuran hujan. (jon/gus/uma/ram)

Ditambahkan orang nomor satu di Polda Sumut ini, dirinya tetap menjalankan tugas dan tak ingin memberikan contoh buruk kepada anggotanya. “Saya sebagai Kapolda Sumut harus memberikan contoh yang baik. Tak hanya itu, ini juga hari ulang tahun buruh maka kita Polri juga harus memberikan kenyamanan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka,” pungkasnya.

Mengenai personel yang disiagakan, Irjen Pol Wisnu mengaku, personel disiagakan di semua tempat dan titik-titik kota. “Personel yang disiagakan 4606 personel dibantu dengan 3 Kompi personel dari TNI,” pungkasnya.

Sementara, massa yang tergabung dalam Konsolidasi Buruh dan Rakyat Indonesia (KBRI) sempat membuat panik pengunjung pusat perbelanjaan carrefour yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan sekitar pukul 11.00 Wib.

Puluhan masa tersebut memaksa masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut untuk mengajak para pekerja di pusat perbelanjaan untuk tidak bekerja.
Kedatangan massa ke lokasi awalnya hanya meminta kepada pihak Carrefour untuk meliburkan para pekerjanya. Hanya  saja, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi pihak pengelola sehingga puluhan massa memaksa masuk ke pusat perbelanjaan itu.

Sempat terjadi persitegangan dengan pihak keamanan pusat perbelanjaan, namun karena jumlah masa yang terlalu banyak, pihak keamanan tidak mampu menghalau dan puluhan masa berhasil masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut.

Sementara sejumlah pengunjung yang melihat kondisi itu, spontan berhamburan lari keluar untuk menyelamatkan diri. Meskipun tidak terjadi aksi anarkis, namun pihak pengelola yang merasa tidak aman atas kondisi tersebut, selanjutnya memutuskan untuk menutup seluruh toko yang ada di pusat perbelanjaan tersebut.

Yudi selaku Pimpinan Aksi dalam orasinya menuntut agar menetapkan 1 Mei menjadi hari libur nasional. Mereka juga menutut untuk menolak dan menghapus praktik out scorching, system kerja kontrak dan harian lepas.

“Kita hanya menuntut para pekerja di pusat perbelanjaan ini untuk diliburkan. Karena kita tidak ingin mereka dipaksa bekerja hari ini. Kita juga memberikan pilihan kepada mereka untuk bergabung ataupun kembali ke kediamannya ,asing-masing,” ujarnya.

Sedangkan Koordinator aksi, Ida saat menyampaikan orasinya mengatakan meminta seluruh pekerja carrefour Jalan Jamin Ginting ikut andil dalam memperjuangkan nasib para buruh, yang dikendalikan oleh kaum kapitalis. “Ayo para pekerja Cerfour bersama kita turun kejalan memperjuangkan nasib kita, biar kita tidak dijajah oleh pihak kapitalisme,” ungkap Ida.

Akibat dari aksi ini, pusat perbelanjaan tersebut ditutup untuk sementara. Sebagian besar karyawannya diizinkan pulang. “Terpaksa kami meliburkan karyawan hari ini,” kata Faisal, Sepervisor Care Four Padang Bulan.

Pantauan di lokasi, aksi masa mulai beralih beberapa jam kemudian, setelah pihak pengelola menutup pusat perbelanjaan Carrefour untuk beberapa saat.
Selesai sweeping, massa kemudian bergerak ke Plaza Medan Fair di JalanGatot Subroto. Mereka juga membidik para karyawan Carrefour yang ada di pusat perbelanjaan itu. Walau secara tidak sampai masuk, dikarenakan sebelum mencapai pintu masuk, sudah ditahan oleh pihak keamanan. Saat tersebut, massa mencoba masuk dari pintu belakang Plaza.

Selesai sweeping, buruh kemudian  menuju titik kumpul di depan gerung TVRI dan Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau Medan, lalu bergabung sebentar dengan aksi buruh lain di Lapangan Merdeka. Tujuannya untuk menggabungkan diri di Lapangan Merdeka ini adalah untuk menunjukkan kepada massa buruh yang melakukan aksi tidak turun ke jalan.

Selain sweeping, aksi buruh kali ini juga di warnai dengan pembakaran foto Obama dan SBY-Boediono di Konsultan Amerika, dan bakar ban serta blokade jalan di depan gedung Uniland, Medan. Isu yang diangkat adalah melawan kapitalis dan imprealis, dan Amerika di anggap buruh sebagai
pelaku semua ini.

Dalam orasinya, buruh menuntut tingkat kesejahteraan yang layak, perlindungan terhadap hak-hak warga negara termasuk petani dan rakyat kecil, menurunkan harga bahan pokok serta menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

Batam Pilot Project Indonesia WiFi

BATAM- Industri telekomunikasi khususnya internet nirkabel menggunakan jaringan WiFi semakin menggeliat dan membutuhkan keseriusan untuk menggarapnya demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pasalnya, saat ini akses internet tidak hanya dapat dilakukan di kantor, melainkan di tempat-tempat umum seperti restoran, kafe, sekolah, kampus dan lainnya. Tidak terbayangkan betapa sulitnya jika pada zaman sekarang tidak ada akses internet.

Kebutuhan terhadap akses data yang lebih cepat itu dapat dipenuhi oleh jaringan WiFi. Untuk mendukung dan memenuhi tuntutan itu, PT Telkom menggulirkan program ‘Indonesia WiFi’ yang telah dikenalkan di Bandung, beberapa waktu lalu.

Indonesia WiFi sangat penting karena kebutuhan akses internet yang andal sudah tersebar merata di semua tempat. Program ini ditujukan untuk publik dan merupakan inisiatif Telkom dalam menyediakan platform layanan broadband berbasis infrastruktur WiFi di Indonesia, serta terbuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak.

Guna mendukung program tersebut, dua kota yakni Batam dan Bangka Belitung (Babel) ditunjuk menjadi Pilot Project. Khusus penunjukan Batam, dipilihnya daerah otorita tersebut karena berbagai hal dan paling utama tentu disebabkan berdekatan dengan Singapura.

“Batam dan Babel dipilih karena daerah kepulauan dan coverage-nya terbilang tidak terlalu besar sehingga manajemen memandang tidak terlalu sulit untuk dievaluasi. Khusus Batam, daerah ini sangat berdekatan dekat dengan Singapura yang terbilang negara maju. Guna mengikuti keterbelakangan internet, kita harus mendukung ‘Indonesia WiFi’. Diharap, dengan program tersebut, infrastruktur telekomunikasi di kawasan ini dapat mengimbangi kemajuan negara tetangga,” ujar Ir Imanuddin, Manager Consumer Service Area Riau Kepulauan (Rikep) PT Telkom didampingi Sujarwo, Manajer Divisi Access  di kantornya Jalan Ir Jaksa Agung R Suprapto, Sekupang, Batam, kepada sejumlah wartawan Medan yang mengikuti Media Tour, beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata Imanuddin, jika pilot project ini berhasil maka akan dirasakan kemudahan mengakses internet dari berbagai lokasi, sehingga  kita tidak akan minder lagi dengan negara Singa tersebut.

Memang, lanjutnya sejauh ini di Batam sendiri ‘Indonesia WiFi’ masih terpasang di 282 titik hotspot dari 1000 yang direncanakan. Dari jumlah 282 tersebut, diletakkan di pusat-pusat keramaian seperti Bandara Hang Nadim 38 titik hotspot, Panbil Plaza 22 dan lainnya tersebar di rumah makan, perbankan dan sebagainya. Sehingga orang yang berkunjung ke Batam bisa langsung mengakses ‘Indonesia WiFi’.
“Memang, di Batam sampai sekarang masih terpasang 282 titik karena berbagai kendala di antaranya diperlukan izin dari pihak-pihak tertentu. Tapi April ini ditargetkan mampu mencapai 500 titik kemudian meningkat menjadi 1000 hingga akhirnya seperti target yang dicanangkan yakni 1 juta hotspot di seluruh Indonesia,” terangnya.

Dengan demikian, lanjut Imanuddin siapa saja yang searching di berbagai tempat, kalau ada tertera @wifi.co.I’d di layar laptop atau gadget miliknya, itulah ‘Indonesia WiFi’ dan bisa langsung digunakan atau diakses untuk berselancar. Khusus pengguna speedy bisa mendapatkan keuntungan atau free dengan jumlah tertentu lewat masing-masing kriteria paket yang dipakai dan untuk mengaksesnya cukup memasukkan username dengan nomor Speedy dan password nomor telepon yang dipakai.

Untuk mendukung kesuksesan program ‘Indonesia WiFi’, Imanuddin mengaku telah melakukan beberapa langkah di antaranya berkoordinasi dengan Wali Kota Batam serta pihak realestate setempat. Khusus ke pihak pengembang perumahan, Telkom Batam telah melakukan perjanjian kerjasama.
“Mereka bertanya apakah Telkom bisa melayani kebutuhan internet layaknya seperti di Singapura dan tantangan itu akan kita jawab,” tegasnya.

Dia menambahkan, ‘Indonesia WiFi’ sesungguhnya ingin menonjolkan Speedy tak hanya bisa diakses di rumah saja melainkan seluruh Indonesia. “Indonesia WiFi’ menekankan keuntungan finansial hanya nomor dua sedangkan yang utama merupakan service Telkom Grup kepada pelanggan,” terangnya seraya menambahkan warga negara asing yang masuk ke Indonesia bisa langsung mengakses ‘Indonesia WiFi’ dan tentunya ini merupakan kebanggaan kita.(ila)

Sony Xperia S Semakin Canggih

Setelah smartphone Sony berganti nama menjadi Sony Mobile Communication, vendor ponsel asal Jepang itu punya tugas berat mengubah citra produk mereka agar terlepas dari bayang-bayang Sony Ericsson.

Sony mengawali debut smartphone-nya di Indonesia dengan Sony Xperia S. Produk bersisitem operasi Android ini resmi dipasarkan pada 13 April 2012. Seperti apa kemampuan Sony Xperia S?

Dalam paket pembelian Xperia S, disertai dengan kabel data, charger, earphone, dan buku petunjuk dan kartu garansi. Xperia S dibanderol dengan harga Rp 5,499,000.

Tahun 2012 ini, Sony merilis tiga smartphone Xperia yang tergabung dalam seri NXT. Ketiganya adalah Xperia S, Xperia P dan Xperia U. Apa bedanya seri NXT dengan smartphone keluarga Xperia lainnya?

Jawabannya ada di bagian bawah smartphone. Pada tiga smartphone seri NXT, membentang garis transparan yang disebut Sony sebagai desain ikonik seri NXT.

Dalam garis transparan itu terdapat ikon back, home dan menu. Ikon-ikon itu juga terlihat dari bagian belakang smartphone. Garis transparan itu akan menyala ketika layar dalam posisi aktif, sehingga memunculkan kesan elegan. Meski Sony telah memajang logo mereka sendiri di bagian depan, namun logo lama Sony Ericsson yang tersohor itu masih ada di bagian belakang. Secara bertahap, logo tersebut akan benar-benar hilang dari jajaran smartphone besutan Sony.

Ketika digenggam, Xperia S yang memiliki bentang layar 4,3 inci ini terasa nyaman. Bagian belakang yang terbuat dari bahan plastik agak kesat sehingga tidak licin.

Di bagian atas, terdapat tombol power/kunci dan jack audio 3,5mm. Tombol pengatur volume, port Micro-HDMI dan tombol kamera di bagian kanan. Sedangkan di sisi kirinya hanya ada port MicroUSB.

Xperia S menyediakan memori internal 32GB dan tidak ada slot untuk penambahan memori eksternal. Slot SIM card-nya menggunakan nano SIM card.
Seperti smartphone keluarga Xperia lainnya, Sony membekali kemampuan kamera yang luar biasa pada Xperia S. Dengan sensor 12MP dan Exmor R, Xperia S dapat menghasilkan foto-foto yang mengesankan.(net)

Pemprovsu Janji Selesaikan Sari Rejo

Ribuan buruh dari berbagai penjuru di Kota Medan berkumpul, di Lapangan Merdeka, dalam rangka memperingati hari buruh internasional.

Massa yang tergabung dalam Dewan Buruh Sumatera Utara (DBSU), terdiri dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, SMI Kota Medan, Kontras Sumut, IKOHI Sumut, LBH Sumut, GSBI, FMN, TEPLOK, LP2SU, usai  mengikuti kegiatan peringatan hari buruh di Lapangan Merdeka Medan, dalam tajuk “Pesta Rakyat”, kemudian melanjutkan aksinya menyusuri sejumlah ruas jalan protokol di Medan, untuk menuju beberapa titik aksi antara lain di Jalan Imam Bonjol tepatnya di depan Gedung DPRD Sumut, kemudian Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan serta ke Bandara Polonia Medan.
Pantauan Sumut Pos, untuk menyambut aksi massa, di sekeliling Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Medan, sudah terpasang kawat berduri sudah.

Pemprovsu  tidak ingin membiarkan pengunjuk rasa sendiri dalam menyampaikan aspirasi.

Karenanya, Nurdin Lubis Sekda Provsu  berkenan mendatangi pengunjuk rasa dari kelompok Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), yang sejak menjelang siang sudah berkumpul ke arah pintu masuk menuju Bandara Polonia, tepatnya di Samping Hotel Pardede Internasional.

Menjawab tuntutan Formas soal tanah di Sari Rejo, Nurdin Lubis mengatakan siap menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. (ari)

Aktivitas Pelabuhan Belawan Berjalan Lancar

Sebanyak 2000 buruh dari sejumlah serikat pekerja menuntut peningkatan kesejahteraan dalam demonstrasi Hari Buruh di Kawasan Industri Medan (KIM), Selasa (1/5) pagi. Aksi unjuk rasa memperingati hari buruh sedunia tersebut nyaris ricuh dengan petugas satuan pengaman (Satpam) KIM terkait aksi sweeping yang dilakukan ribuah massa.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa diantaranya berasal dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 menuntut pemerintah serius dalam mewujudkan kesejahteraan buruh, serta menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional.”Kami menuntut adanya jaminan sosial nasional, dan buat Perda tentang ketenagaankerjaan di kota Medan serta hapuskan sistem out sourcing dan buruh kontrak,” teriak para buruh.

Ribuan massa yang memadati bundaran KIM II Medan tersebut nyaris bersitegang dengan petugas Satpam KIM saat berkeliling ke sejumlah pabrik untuk mengajak para buruh lainnya agar ikut turun ke jalan. Keributan kecil tersebut berhasil ditenangkan oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan disekitar lokasi kompleks perindustrian.

Dengan mengendarai sepeda motor dan mobil, sekira pukul 10.00 Wib massa yang berkonvoi kemudian bergerak ke arah Jalan KL Yos Sudarso Medan Deli menuju ke Lapangan Merdeka guna berkumpul dengan ribuan massa lainnya.

Pantauan sumut pos di lapangan, konvoi kenderaan ribuan massa buruh pengunjuk rasa mengusik kelancaran arus lalu lintas (lalin). Sepanjang jalur KIM hingga Jalan KL Yos Sudarso mengalami kemacetan cukup panjang terjadi karena ada penggalangan massa.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Heru Prakoso kepada sumut pos mengatakan, aksi unjuk rasa buruh di KIM masih berjalan lancar dan tidak ada terjadinya aksi anarkis.”Sampai saat ini situasi masih lampu hijau (aman), belum ada tindakan yang mengarah pada terjadinya anarkis,” kata, Heru saat melakukan pemantauan pengamanan di KIM.

Meski unjuk rasa buruh memperingati may day berjalan lancar, namun aktivitas disejumlah pabrik di KIM ada yang libur dan berhenti beroperasi.”Dari laporan yang saya terima ada sejumlah pabrik di KIM libur, mungkin mereka takut menjadi sasaran massa buruh,” ungkap dia. (mag-17)
Direktur Utama (Dirut) PT KIM (Persero), Gandi Tambunan ketika dikonfirmasi sumut pos terkait ungkapan pihak menejemen sehari sebelumnya yang memasti tidak akan ada libur selama perayaan hari buruh sedunia terkesan menghindar.”Nanti saja kita ketemu dikantor,” dalih, Gandi sambil berlalu usai memantau aksi unjuk rasa ribuan massa buruh di KIM.

Tapi sayangnya ketika akan dikonfirmasi dikantornya, baik Dirut PT KIM maupun Humasnya tak bisa ditemui. Bahkan saat dikonfirmasi via telepon, Gandi tak bersedia menjawab dan membalas pertanyaan sumut pos yang dikirim melalui layanan pesan singkat ke selularnya.

Sejumlah pabrik yang libur beroperasi diantaranya, PT Growt Asia dan PT. PT Charoen Pokphand. Salah seorang staf operator PT Growt Asia mengaku, industri produsen pengeolahan besi dan baja tempatnya bekerja berhenti total melakukan aktivitasnya selama satu hari.”Benar, tiga shif kerja di pabrik libur. Itu kebijakan menejemen sebelum peringatan hari buruh yang jatuh pada hari ini (1/5-red),” kata, Setia Wali.

Ketika ditanya dampak kerugian perusahaan akibat may day, Wali mengaku tak mengetahuinya secara pasti berapa kerugian yang diderita perusahaan.”Angka pastinya saya tidak tahu, karena itu adanya dibagian keuangan. Hanya perkiraan ratusan juta bahkan mencapai miliaran rupiah kemungkinan ada,” ucapnya.

Sementara, beberapa industri yang tetap beroperasi diantaranya PT.Musim Mas. Menurut staf Humasnya, Juanda mengaku pada hari buruh sedunia operasional di industri produsen minyak goreng  ini tetap berjalan normal.”Operasional masih aman dan normal seperti biasa, tidak ada kendala. Buruh kita tetap kerja dan tak ada yang turun melakukan aksi unjuk rasa,” terang Juanda.

Aktivitas Pelabuhan Belawan Lancar

Terpisah, amatan sumut pos di Pelabuhan Internasional Belawan pada peringatan hari buruh tahun ini tetap berjalan lancar, meski pengiriman barang dari KIM ke pelabuhan terbesar di Sumatera ini sempat mengalami keterlambatan namun aktivitas bongkar muat di pelabuhan dimaksud berjalan normal.

“Aktivitas di BICT (Belawan Internasional Container Terminal) lancar sejak tadi pagi. Bongkar muat dari kapal dan sebaliknya jelasnya tidak mengalami kendala,” tandas, Asisten Menejer Hukum dan Humas BICT, H Suratman kepada sumut pos.

Dialihkan Malam Hari

Disisi lain, dampak dari aksi massa buruh pada may day justru mengakibatkan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui depot Instalasi Medan Group (IMG) Pertamina di Jalan KL Yos Sudarso Km 20 Medan Labuhan justru mengalami perubahaan. Pasokan BBM yang sebelumnya dilakukan dari pagi hingga menjelang malam hari, oleh menejemen perusahaan pendistribusian minyak milik BUMN tersebut jadwalnya dirubah pada malam hari.
“Pendistribusian BBM ke SPBU terpaksa kita alihkan sejak kemarin malam, ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penghadangan truk tangki oleh para pengunjuk rasa,” terang, Hendrik Humas dan Pengawasan PT Elnusa Petrofin Medan.

Dia menyebutkan, pengiriman pasokan BBM pada malam hari tersebut hanya dilakukan untuk sementara waktu, dan jadwal pendistribusian akan kembali berjalan normal apabila aksi unjuk rasa buruh telah usai.”Jadi sifatnya sementara waktu saja, kalau situasi sudah normal maka jadwal pendistribusian akan kembali seperti semula,” ujarnya. (mag-17)

Presentasi Berbuah Hadiah Berangkat ke Luar Negeri

Tiga Mahasiswi IPB Bikin Beras Analog Pengganti Beras Otentik

Keberhasilan IPB membuat beras analog mendapatkan apresiasi dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Beras sintetis itu diharapkan mampu meringankan ‘beban’ beras alami sebagai makanan pokok rakyat Indonesia.

M. DINARSA KURNIAWAN, Bogor

Tanggal 17 April 2012 adalah hari bersejarah bagi Annisa Karunia dan dua rekannya, Suba Santika Widara dan Yulianti. Ketiganya mahasiswi Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB Bogor. Malam itu mereka mendapatkan apresiasi istimewa dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Annisa cs dijanjikan berangkat ke luar negeri karena berhasil membuat beras analog sebagai bahan makanan pokok pengganti beras.

Saat itu Dahlan memberikan kuliah umum memperingati 60 tahun Pendidikan Pertanian Indonesia di Gedung Graha Widya Wisuda IPB, Dramaga, Bogor. Dahlan lantas membuka sesi tanya jawab. “Begitu pembawa acara mengumumkan membuka sesi tanya jawab, saya langsung lari ke atas panggung. Tapi, di atas sudah ada 14 orang,” kata Annisa saat ditemui di F-Technopark, laboratorium di Fateta, pekan lalu.

“Padahal, moderator hanya mengizinkan maksimal lima penanya. Akhirnya diundi. Sebenarnya saya kalah, tapi saya memaksa, karena lawan suit saya adalah adik kelas,” sambungnya lantas tertawa.

Mahasiswi berjilbab itu pun berhasil mempresentasikan beras analog di depan Dahlan. Dia menjelaskan, beras analog merupakan beras sintetis yang dibuat dari berbagai macam tepung, seperti sorgum, jagung, atau sagu. Bentuknya mirip beras, tapi warnanya kecokelatan.

Memang belum dipastikan kapan Annisa dkk diberangkatkan ke luar negeri. Yang jelas, dia berharap kepergian mereka ke luar negeri bukan sekadar jalan-jalan. Mereka ingin mendapatkan beasiswa S-2 di Universitas Wageningen, Belanda. Perguruan tinggi tersebut mengkhususkan diri pada ilmu pertanian.

Jika harapan itu tak dikabulkan, Annisa berharap bisa diberi kesempatan menghadiri pertemuan Institute of Food Technologist (IFT) Expo di Las Vegas, Amerika Serikat, Juni mendatang. “Tapi, kalaupun nanti hanya jalan-jalan, kami tetap senang, karena hasil kerja kami diapresiasi. Tapi, harapan kami, sepulang dari luar negeri bisa membawa manfaat secara keilmuan,” ungkap mahasiswi semester delapan ini.

Riset tentang beras analog sebenarnya dilakukan sebagai tugas akhir (TA) bagi Annisa, Suba, dan Yulianti. Kebetulan inventor beras analog adalah Slamet Budijanto, dosen pembimbing mereka sendiri. Tema beras analog adalah topik yang dia tawarkan kepada tiga mahasiswi itu.

Menurut Slamet, beras analog sebenarnya adalah riset yang dilakukannya tahun lalu dengan biaya dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Namun, sampai deadline presentasi, Slamet belum bisa membuatnya secara sempurna karena terkendala mesin.

Bagi Slamet, meski riset yang dilakukan Annisa dkk dibiayai sendiri, itu semacam penebusan utang pada Kemenristek. Hasilnya pun cukup signifikan. Bahkan, bentuk beras sintetis itu nyaris sempurna, menyerupai beras betulan. (*/c2/ari/jpnn)

Apa yang Kau Cari Geng Motor?

Drs John F Marpaung MA

Fenomena kenakalan remaja dan anak-anak muda kita semakin menjadi-jadi. Kalau dulu ancaman bahaya terhadap remaja adalah bahaya seks bebas, narkoba, miras, kini muncul ancaman yang baru, geng motor.

Kita tidak tahu pasti cikal bakal lahirnya geng motor sebagai bahaya baru bagi masyarakat.

Bayangkan, kalau kita di Kota Medan berjalan pada malam Minggu di atas jam 12, kita bisa diberhentikan tanpa sebab, dipukul tanpa sebab, sepeda motor atau harta benda lainnya dibawa lari.

Sungguh sebuah pemandangan yang jauh dari manusia beradab dan bermoral. Nurani sudah mati, etika sudah hilang, pikiran mungkin juga sudah dirasuki oleh setan.

Kini geng motor menjadi penyakit sosial baru di kota-kota besar seperti Medan dan Jakarta. Hampir setiap malam Minggu di Kota Medan anak-anak nakal ini membuat keonaran. Melempar pom bensin, melempar KFC, merampok, bahkan tidak segan memukul tanpa belas kasihan sedikitpun.

Kita pun sangat menyesalkan mengapa aparat Polri tidak bisa mengatasi masalah ini. Memang Polri sebagai institusi tidak bisa sendirian mengatasi ini. Tetapi sebagai institusi yang punya kapasitas dan kewenangan kelembagaan sudah seharusnya Polri mengatasi ini dengan maksimal agar tercipta sebuah masyarakat yang kondusif serta tertib di negara kita.

Kitapun tidak tahu persis apa yang dicari oleh geng motor ini. Apakah dengan melakukan kekerasan mereka bisa menjadi kaya mendadak? Tentu tidak. Apakah dengan melakukan kekerasan mereka langsung menjadi freeman yang dihormati dan ditakuti oleh masyarakat? Tidak juga.

Sekarang bukan lagi zaman otot, tetapi zaman otak. Budaya fisik dalam arti premanisme tidak lagi pada tempatnya. Negara-negara luar sekarang bicara mengenai nuklir, kemajuan IT, kemajuan teknologi mutahir. Mereka bukan bicara mengenai bagaimana manusia yang kebal senjata. Tetapi apa yang bisa dilakukan untuk terus melakukan penemuan teknologi terkini.

Lantas, apa sebenarnya yang kau cari geng motor? Kalau mafia Italia di Sisilia dan Venezia jelas yang dicari, yakni uang..uang..uang.. dan uang. Mereka bermain pada kelas tinggi. Mereka tidak menyusahkan orang kecil. Mereka bermain pada level atas dan selalu melakukan aksinya dengan teknologi terkini. Artinya mereka merupakan mafia yang terorganisir dan punya Renstra yang jelas. Mereka punya tujuan yang jelas pula. Mereka punya target yang ingin dicapai. Sekalipun mereka mengabaikan moral. Tidak seperti geng motor kita yang tidak tahu apa yang mau dicari. Justru merugikan orang lain.

Geng motor memberikan kita banyak pesan. Ada beberapa hal yang perlu kita pahami sekaligus mengenai mengenai geng motor ini. Pertama, kita dihadapkan pada sebuah fase krisis generasi. Bayangkan apa jadinya bangsa ini tanpa dukungan generasi yang bermoral dan berahlak. Geng motor merupakan sebuah pesan bahwa bangsa ini dihadapkan pada krisis moral. Kita tidak tahu apakah keluarga, sekolah gagal menndidik mereka menjadi manusia bermoral? Kalaulah kita bilang bahwa kekerasan karena kemiskinan, fenomena geng motor bukanlah karena kemiskinan. Mana mungkin orang miskin mau membelikan anaknya sepeda motor yang harganya lumayan mahal.

Justru orang yang bergabung di geng motor adalah orang-orang yang mampu secara ekonomi dan dari kalangan kelas atas. Selama ini studi sosiologi selalu menempatkan akar dari kekerasan adalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Geng motor bukan lahir dari kekerasan dan kesenjangan sosial.
Geng motor lahir sebagai sebuah konsekuensi logis kegagalan keluarga dan sekolah dalam mendidik mereka menjadi manusia bermoral. Ini pun tidak bisa menjadi sebuah kesimpulan.

Kedua, negara ini membutuhkan pendidikan karakter yang kuat agar menjadi negara yang punya masa depan yang lebih bagus. Geng motor merupakan sebuah potret dimana anak-anak muda ini kehilangan karakter yang bagus. Presiden Soekarno dulu selalu menekankan perlunya sebuah karakter yang kuat bagi bangsa Indonesia agar bisa menajdi bangsa yang diperhitungkan. Kegagalan menanamkan karakter yang kuat bagi bangsa ini menjadi tanggung jawab kita semua.

Ketiga, perlu sebuah upaya bagaimana menjadikan anak-anak muda ini menjadi asik dengan hal-hal yang bersifat positif. Pengalaman saya ketika belajar di Virginia State University tahun 1994 banyak tempat-tempat anak muda menuangkan bakatnya. Mulai dari bengkel remaja, olahraga, dan berbagai sarana publik lainnya. Mereka semua menuangkan bakatnya dan bebas mengekspresikan kemampuannya. Sehingga dari mereka terbangun sebuah energi yang sangat positif. Membuat mereka asik dengan hal-hal yang positif tidaklah sulit. Hanya butuh komitmen dari penguasa di negara ini. Memang negara kita sekarang berjuang sangat keras agar terbebas dari korupsi. Korupsi menjadi penyakit akut bangsa yang membuat semua sendi kehidupan bangsa ini sangat rapuh.

Sekali lagi, apa yang kau cari geng motor sehingga meresahkan masyarakat? Engkau geng motor tidak akan pernah menajdi kaya dengan perilaku seperti ini. Engkau geng motor hanya akan menjadi sampah masyarakat yang akan busuk dan dicampakkan ke tong sampah masyarakat.
Engkau geng motor harus melihat ini bukan lagi zaman otot, tetapi zaman otak. Engkau geng motor tidak usah menjadi belajar jadi preman karena preman bukan zamannya lagi.

Kita harus berjuang terus bagaimana supaya bibit geng motor divaksin agar jangan menyebar. Mengamputasi genologi geng motor adalah keharusan.
Sungguh sebuah perilaku biadab memukul orang yang tidak tahu apa-apa dan merampoknya dengan ramai-ramai di tempat umum. Untuk itu Polri harus tegas agar muncul efek jera. Sudah banyak persoalan yang dialami oleh negara ini. Muncul lagi persoalan yang sangat menyayat hati, sekelompok orang atas nama geng motor melakukan keonaran di tempat umum.

Tidak segan-segan memukul dan merampok orang di jalan raya. Mari berperang melawan geng motor mulai dari keluarga. Keluarga harus mengevaluasi  dan mendidik semua anak remajanya sebagai pencegahan yang paling efektif. Sekali lagi, apa yang kau cari geng motor? Kalau mafia Italia di Sisilia sangat jelas yang dicari. Sementara kau geng motor tidak tahu apa yang mau kau cari.(*)

Penulis adalah: Ketua Pembina STMIK Pelita Nusantara Medan

Mahasiswa UHN Sandera Mobil

Minta Diantarkan ke Kuburan

Ratusan Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (UHN) melakukan aksi Tragedi UHN Berdarah yang bertepatan pada Tanggal 1 Mei 2012. Aksi memperingati sekaligus mengenang tragedi 1 Mei 2000 tentang kebiadapan aparat negara yakni kepolisian yang menewaskan teman mereka yakni Ricardo Silitonga dan Calvin Nababan.

Aksi dilakukan di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (1/5) sore pukul 17.00 WIB.

Menurut Seref Napitulu meminta kepada pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, pasalnya hingga saat ini tragedi 1 Mei tersebut tidak diproses secara hukum.

“Kami mau tragedi itu diusut, sampai saat ini kematian teman kami tidak diproses hukum,” terang dia.  Pantauan Sumut Pos di lokasi, mahasiswa yang tergabung dari Kebebasan Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (KBM-UHN) mengajak sejumlah rekan-rekannya untuk ikut dalam mengenang tragedi 12 tahun yang lalu. Selain itu, massa tersebut juga melakukan teatrikal dan bakar ban di depan kampus mereka.

Massa aksi sempat menyandara sebuah mobil pick up dan Colt Diesel untuk mengatar mereka berjiarah kekuburan rekan mereka yang tewas pada 1 Mei 2000 di Pemakan Kristen di Jalan Gajah Madah. Setelah sang supir mengizinkan mereka untuk diantar ke pemakaman, mobil yang dikendari merekan pun berjalan berlawan arah di Jalan Perintis Kemerdekaan Membuat arus lebih macet lagi.

Yang mana sebelumnya jalan tersebut sempat diblokir para pendemo karena membakar ban, kini kemacetan ditambah lagi dengan melawan arus atas kenderaan yang mereka tumpang, pihak kepolisian yang berjaga dilokasi tidak terlihat, hanya sejumlah personil lalulintas yang melihat aksi tanpa bisa berbuat apa-apa saat melawan arus yang memacatkan jalan ini.(gus/jon)