Home Blog Page 13591

Didemo Pers dan LSM Hulman Melarikan Diri Lewat Kantor Bank Sumut

SIANTAR- Wali Kota Siantar Hulman Sitorus dan Wakil Wali Kota Koni Ismail Siregar, melarikan diri lewat Bank Sumut Jalan Merdeka sekira pukul 11.00 WIB saat pers dan LSM melakukan demonstrasi ke kantor wali kota, Senin (23/4).

Pers dan LSM kembali menuntut wali kota meminta maaf terbuka terkait ucapannya yang melecehkan pers dan LSM beberapa bulan lalu.
Sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, puluhan wartawan dan LSM berkumpul di eks Bioskop Ria dekat Lapangan Adam Malik. Massa bergerak menuju kantor wali kota di Jalan Merdeka.

Saat itu, mobil dinas wali kota BK 1 W dan mobil dinas wakil wali kota BK 9 W sedang parkir di halaman Balai Kota. Beberapa personel Satpol PP kemudian memindahkan kedua mobil ini ke pinggir jalan disekitar Bank Sumut.

Ketua Forum Solidaritas Wartawan dan LSM Siantar dan Simalungun (FSWLSS) Samsudin Harahap, saat berorasi menuturkan, Hulman Sitorus tidak pantas lagi memimpin Kota Siantar karena tindakannya yang sering kontroversial, termasuk mengejek pers dan LSM membahayakan negara.
“Lengserkan Hulman Sitorus, Hulman tidak pantas lagi menjadi wali kota Siantar. Selama dua tahun menjadi wali kota, tidak ada pembangunan yang berarti di Kota Siantar ini,” kata Samsudin.

Saat wartawan dan LSM demo di halaman Balai Kota, Hulman sedang berada di Ruang Data Pemko yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi pendemo. Saat itu, Hulman  bersama Koni sedang memberikan bantuan kepada 500 petugas kebersihan di Kota Siantar dalam rangka Ultah Kota Siantar. Namun hingga 30 menit wartawan dan aktivis LSM berorasi, Hulman tidak kunjung keluar menemui pengunjuk rasa. (ral/smg)

Kejatisu Dinilai Salah Tetapkan Tersangka Bansos

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dinilai salah kaprah dalam penetapan tersangka dalam kasu penyelewengan anggaran bantuan Sosial dan dana hibah Pemprovsu tahun 2010 senilai Rp104 miliar.

Penetapan tersangka dinilai salah kaprah, karena jaksa penyidik Pidsus Kejatisu menetapkan tersangka pada orang yang dinilai tidak bertanggungjawab dalam penyaluran dana bansos dan hibah, hanya pada pegawai rendahan (staf) di tiga biro di Pemprovsu.

Pernyataan tersebut dikatakan Ketua DPP Ikatan Advokasi Indonesia (Ikadin) Otto Hasibuan SH, pada wartawan, Senin (14/4) di Medan.
“Memang penegakan hukum terhadap pelaku korupsi di Indonesia ini, sudah sangat menyimpang. Bayangkan saja, Kejaksaan hanya berani menetapkan tersangka bagi pegawai rendahan atau hanya staf biasa. Saya juga mengikuti perkembangan penyidikan kasus korupsi Bansos Pemprovsu yang ditangani Kejatisu,” ujar Otto Hasibuan.

Otto Hasibuan juga menyatakan, penetapan tersangka terhadap staf biasa Kejaksaan bisa dipertanyakan dan menilai kejaksaan hanya lepas rodi dengan menetapkan orang yang tidak tepat sebagai tersangka, hanya untuk dijadikan kambing hitam.

“Itulah kinerja Kejaksaan, mereka hanya melepas target dalam menangani korupsi. Sehingga orang yang tidak seharusnya dijadikan tersangka, harus dijadikan tersangka begitulah hukum di Indonesia. Ini bentuk ketidak mampuan mereka (jaksa) untuk menahan orang yang paling bertanggungjawab dalam hal ini pejabat yang bersangkutan. Kalau masalah penetapan tersangka terhadap Ummi Kalsum staf di Biro Ekonomi Pemprovsu oleh jaksa, kita curiga dan patut dipertanyakan, bagaimana mungkin seorang staf biasa bisa mengambil kebijakan dan mengeluarkan uang yang begitu banyak, itu sangat mustahil,” ucap Otto Hasibuan.

Untuk itu, Otto Hasibuan berharap agar Kejagung harus benar-benar memperhatikan kinerja kejaksaan yang berada di daerah-daerah termaksud di Sumatera Utara. Karena jaksa bekerja hanya sebagai melepas target saja.

Sementara itu, Kepala Kejakasaan Tinggi Sumatera Utara Noer Rahmad, ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (24/4) di Kejatisu, mengenai penetapan tersangka staf Biro Ekonomi Pempropsu Ummi Kalsum Nasution SE, mengatakan, penetapan tersangka hanya masih proses.
“Penyidikan ini kan masih proses, kita lihat nanti sejauh mana. Masih banyak yang akan kita ungkap, penyidikan masih bekerja. Masalah penetapan tersangka itu kan, sesuai mekanisme penyidikan,” ujar Kajatisu.

Ketika disinggung kenapa hanya staf biasa yang dijadikan tersangka, dan kenapa pejabat Pemprovsu dan anggota dewan yang terlibat dalam perkara ini tidak diselidiki? Noer Rahmad tidak dapat menjawabnya.

Sementara itu, Ummi Kalsum Nasution, bersama dengan anak dan suaminya datang dari pagi pukul 09.00 WIB, memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kejatisu. Turun dari betor, Ummi Kalsum bersama suaminya langsung masuk keruangan Pidsus Kejatisu. (rud)

Butuh Striker Andal

KEBUTUHAN PSMS akan striker mumpuni menjadi sesuatu yang vital. Tanpa sosok penyerang, kegagalan menceploskan gol terjadi seperti saat menghadapi PSM Makassar, Sabtu (21/4) lalu.

Hal serupa bisa saja terulang, lantaran tim Ayam Kinantan bakal lama tidak diperkuat seorang striker andalannya, Jecky Pasarela.
Jecky harus mengikuti seleksi Timnas senior. Kondisi itu menjadikan alarm tanda bahaya bagi PSMS berbunyi nyaring. Jecky, yang telah melesakkan empat gol bagi PSMS di musim IPL 2011/2012 merupakan sosok penting, yang tanpa kehadirannya, lini depan lemah, tanpa finisher andal.
Empat peluang matang tercipta saat PSMS menjamu Pasukan Ramang-julukan PSM, dua lewat Nico Susanto, satu peluang Rinaldo dan satu peluang Kiki Lussisanto, sayang tidak bisa dimaksimalkan.

Kondisi itu, bukan tanpa alasan. Dua pertandingan tanpa Jecky, PSMS mandul gol. Selain saat bentrok PSM, menghadapi Bontang FC di putaran pertama lalu, PSMS harus menyerah 2-0.

Selebihnya, dengan Jecky, PSMS hanya tidak mampu menyarangkan gol saat dijamu Persibo Bojonegoro di putaran pertama lalu, selebihnya, kendati didominasi kekalahan, PSMS selalu berhasil melesakkan gol ke gawang lawan dari 11 pertandingan yang telah digelar.

Status pemain seleksi Timnas Jecky membuat kondisi mandul bisa saja terulang. Jika harus melakoni beberapa tahapan seleksi Timnas, dipastikan Jecky akan cukup lama absen memperkuat tim besutan Fabio Lopez di pertandingan lanjutan IPL maupun Piala Indonesia.

Selayaknya Jecky memilih, apakah harus berada di Timnas, atau kembali fokus bersama PSMS. Ada dua faktor penyebabnya, selain ketatnya persaingan lantaran harus bersaing dengan beberapa striker klub IPL atau di luar IPL, yang membuat peluang jadi lebih kecil, kebutuhan PSMS akan dirinya lebih besar.

Memang, PSMS memiliki beberapa opsi penyerang pengganti seperti Heri Swandana, Juanda Mayadi, Nico Susanto dan Rinaldo. Namun, kualitas pemain pengganti belum terbukti karena belum pernah melesakkan gol.

Namun, Fabio Lopez mengatakan,  masuknya Jecky mengikuti seleksi Timnas merupakan kesempatan yang jarang terjadi sehingga tidak boleh disia-siakan. “Kami juga tidak mungkin menghambat karir pemain kami, karena kesempatan seperti ini jarang diperoleh pemain,” ujarnya, Senin (23/4).
Tanpa Jecky, PSMS praktis hanya akan mengandalkan Julio Cesar Alcorse. Sayangnya, Julio kerap kesulitan menerapkan pola 4-3-3 yang diusung PSMS. (saz)

NPC Sumut Target Empa Emas

MEDAN- Atlet cabor tenis meja National Paralimpic Commite Sumatera Utara (NPC-Sumut) terus digenjot sebagai persiapan mengikuti Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) Oktober mendatang di Riau.

“Kita menerapkan latihan lima kali dalam seminggu,” tutur M. Ridwan, pelatih kepala tenis Meja Sumut kepada wartawan di sela-sela latihan di tempat latihan tennis meja NPC Sumut Jalan Stadiun Teladan Medan Kota, Senin (23/4).

Selanjutnya Ridwan menambahkan jika atlet yang akan memperkuat tenis meja NPC Sumut adalah Ahmad Safari di kelas cacat B, Ali Akbar Tarigan kelas cacat A, Algi Pari di kelas tuna rungu, Rudi Kartika kelas tuna rungu, kelas Badar Johan kelas kursi roda.

“Rencananya Juni mendatang kita akan memanggil atlet dari daerah-daerah untuk mengikuti seleksi terkait penambahan atlet Sumut ini,” katanya.
Pada gelaran Porcanas nanti Ridwan menargetkan anak asuhnya meraih empat medali emas. “Saya yakin target itu dapat terpenuhi karena persiapan yang dilakukan anak-anak sudah sangat bagus,” katanya.

Pada Porcanas lalu tim tenis meja NPC Sumut meraih dua medali emas lewat Roslinda Manurung dan Susilawati, serta sebuah medali perak dari pasangan ganda campuran Ali Akbar dan Susilawati. (mag-10)

Dua Tersangka Pembobolan Kas Pemkab Batubara Segera Disidang

JAKARTA- Dari total tujuh pelaku tindak pidana pencucian uang dan pembobol dana kas Pemerintah Kabupaten Batubara, dan dua lainnya di mana perkaranya disebut terkait kasus ini, kini hanya tinggal dua orang lagi yang belum dihadapkan ke meja pengadilan.

Namun Kejaksaan Agung memastikan, berkas perkara keduanya masing-masing atas nama Abdul Rahman maupun M.Ibrahim, akan segera diajukan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Demikian diungkapkan salah seorang staf Kejaksaan Agung, yang enggan menyebut namanya saat bertemu dengan koran ini di Tipikor, kemarin. “Penyidik saat ini masih terus mendalami berkas atas nama masing-masing Abdurrahman dan M Ibrahim. Mudah-mudahan cepat rampung bang, sehingga bisa segera dilimpahkan ke pengadilan,” ungkap pegawai yang bermohon namanya tidak disebut, karena segan dengan atasan dan tidak ingin melampaui kewenangan pimpinan.

Namun meski demikian, ia memastikan jika Majelis Hakim Tipikor, hingga saat ini telah menjatuhi vonis atas tiga terpidana. Masing-masing atas nama Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Batubara, Yos Rouke. Lalu Bendahara Umum Daerah Pemkab Batubara Fadil Kurniawan dan atas nama Daud Aswan Nasution. Sementara dua terdakwa lainnya dipastikan akan segera divonis dalam pekan ini dan pekan depan, setelah sebelumnya dituntut penjara hingga 14 tahun dan tujuh tahun. Masing-masing atas nama Ilham Martua Harahap dan David Purba. “Kasus ini kan banyak sekali tersangkanya bang. Semunya kalau tidak salah ada delapan orang. Jadi memang penyidik cukup bekerja keras, karena satu dan lainnya saling terkait. Tapi mudah-mudahan semua rampung dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Tim Penyidik Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Agung (Tim Satsus Tipikor Kejagung) pada Senin (13/3) malam, berhasil menangkap dua tersangka lain pembobol dana kas Pemkab Batubara, setelah buron lebih dari delapan bulan. (gir)

Kekerasan Pada Anak Disebabkan Pola Asuh dan Cara Mendidik yang Salah

MEDAN – Kasus kekerasan pada anak masih tinggi dan terus mengalami peningkatan. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumut, hingga April 2012 ada 58 kasus, sedangkan 2011 sebanyak 164 orang dan tahun 2010 ada 153 anak.

“Kasus kekerasan terhadap anak banyak terjadi di lingkungan mereka juga dan dilakukan orang-orang terdekat. Sayangnya kasus paling tinggi tetap kekerasan seksual. Selebihnya kasus kekerasan fisik dan soal hak kuasa asuh,” kata Ketua KPAID Sumut, Zahrin Piliang.

Menurutnya, mengenai tindakan  pencabulan, mayoritas dilakukan oleh keluarga sendiri, tetangga dan bahkan aparat penegak hukum. Faktor penyebab terjadinya kekerasan karena pola asuh orangtua dan cara mendidik serta menangani anak yang salah, kurangnya pengertian tentang perkembangan anak, keluarga yang kurang harmonis, dan tekanan ekonomi.

“Dampak kekerasan pada anak menyebabkan kesehatan anak mengalami gangguan. Pertumbuhan tubuh yang kurang normal, anak melarikan diri dari rumah yang memberikan resiko lebih besar kepada mereka dan banyak lagi akibat yang sangat fatal,” ujarnya.

Hendaknya, kata Zahrin, keluarga lebih peka terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan pada anak. “Keluarga juga harus memberi contoh yang baik di rumah dan perhatikan perkembangan anak mereka.

Ke depan, pihaknya mengharapkan kerjasama dengan Pemprovsu untuk lebih memberi prioritas pada perlindungan anak dengan cara mulai memikirkan tempat yang aman bagi anak-anak yang menjadi korban dengan pembangunan rumah aman atau rumah sosial perlindungan anak.  (mag-11)
“Kita harap ini lebih diprioritaskan, karena setiap tahunnya kasus-kasus ini terus bertambah,” bebernya. (mag-11)

Dua Peboling Sumut Buka Peluang ke Kejuaraan Pelajar Asia

MEDAN-Dua atlet boling yang akan diterjunkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 September mendatang kini akan dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Pelajar Asia di Jakarta pada 8-15 Juli mendatang. Mereka adalah Imam Wiguna dan Aldila Indryati. Keduanya telah mengikuti Seleksi Nasional pada Sabtu (21/4) kemarin di Lintasan Jaya Ancol Jakarta.

Dari hasil Seleknas, keduanya mempunyai potensi besar untuk diterjunkan di Kejuaraan Pelajar Asia itu.  “Sejak awal saya yakin mereka punya kemampuan untuk lolos. Tahun lalu keduanya juga memiliki pengalaman tampil di Asian School Championship di Thailand,” kata Ketua PBI Sumut, Singgih Goenawan kemarin.

Bukan asal membual, Imam dan Indry, sapaan Aldila, mencatat hasil apik pada seleknas tersebut. Indry mencatat hasil memukau di kategori putrid dengan menempati posisi teratas dengan kemasan 2.303 poin. Sementara Imam Wiguna menembus urutan ke enam dengan bukuan 2.283 poin dari 12 game. Capaian yang cukup baik dari 18 peserta.

Keyakinan Singgih pun semakin menguat merujuk pada hasil seleknas itu. “Saya pribadi sangat yakin Imam dan Indri bakal dipilih,” tambahnya.
Jika lolos keduanya akan mengikuti training camp (TC) di Jakarta dengan ditangani duet pelatih Sid Allen dan Rubben G. Duet pelatih itu menorehkan prestasi mengantarkan Indonesia meraih 3 medali emas di SEA Game 2005 Manila dan 1 emas Asian Games Qatar 2006.  (mag-18)

Sepekan, Sekolah Digenangi Air

SERGAI-   Menjadi langganan banjir, kurangnya lampu jalan, hingga minimnya zebrakros di Kecamatan Sei Rampah, Sergai, menjadi bahan keluhan masyarakat di daerah tersebut kepada anggota DPRD Sergai Dapil III saat melakukan reses di Kantor Camat Sei Rampah, Senin (23/4).

Isa’i Dali Munthe,  warga Kampung Keling, Kecamatan Sei Rampah  di hadapan anggota dewan mengatakan, satu jam saja hujan turun, Desa Sei Rampah sudah menjadi langganan banjir yang sangat sulit mengering di akibatkan saluran pembuangan yang tidak beres, begitu juga dengan  lampu jalan yang minim hingga suasa malam di ibu kota Sergai ini gelap.

Begitu juga  diungkapkan R Sihombing Spd, Kepala Sekolah SD Negeri 102041 Dusun VIII, Desa Firdaus, Kecamatan  Sei Rampah, dia mengeluhkan sekolahnya yang sudah sepekan ini digenangi air hingga muridnya malas belajar.

“Kiranya reses ini dapat membantu keluhan kami,” ungkapnya.

Menyikapi keluhan warga tersebut, Sembilan anggota DPRD Sergai Dapil III diantaranya, H Usman Efendi Sitorus, Abdul Rahim, Budi SE, Dolon, H Sinurat, Ir Loso Mena, Riadi, Longwe, dan Ramses Simanjuntak  mengatakan, pejabat Pemkab Sergai paling suka bermain air, kebanyakan rumah pejabat di Sei Rampah ini terandam air tapi mereka pura-pura tidak tahu. “Jadi mereka lebih suka bermain air,” terang Usman Effendi Sitorus dari Partai PPP itu.
Lebih  lanjut dikatakannya, anggota dewan dalam  waktu dekan akan memanggil dinas terkait. “Dinas terkait akan kita surati dan akan kita minta segera melakukan tindakan,” tegasnya Dolon dari PDIP itu.

Wali Kota Warning Pimpinan SKPD

Evaluasi Kinerja Pemko Medan Triwulan I Tahun 2012

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM memberi warning (peringatan) keras bagi seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Medan. Bagi  yang tidak mampu menjalankan amanah, dipastikan akan dievaluasi dan terancam mutasi.

Peringatan keras itu disampaikan Rahudman Harahap dalam Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Program/Kegiatan SKPD Triwulan I Tahun Anggaran 2012 di Santika Dyandra Hotel Medan, Senin (23/4).

Menurut dia, pimpinan SKPD yang mampu mengemban amanah dengan baik, maka dialah yang ikut dengan dirinya di triwulan kedua. Pasalnya, dirinya menginginkan para pimpinan SKPD itu bisa berkreasi maupun inovasi sesuai tugasnya masing-masing.

Dia menyatakan, peringatan itu disampaikan karena buah kekecewaan dengan hasil kinerja pimpinan SKPD pada Triwulan I berakhir. Ada pimpinan SKPD yang kinerjanya jalan di tempat.

“Sebagai pimpinan SKPD, sebaiknya bertanya ke dalam hati pribadi apakah sudah melakukan inisiatif dalam menjalan tugas selama ini. Selain yang diperintahkan wali kota, saya melihat tidak ada terobosan, kreasi maupun inovasi dilakukan selaku pimpinan SKPD. Untuk itu setelah rapat evaluasi capaian kinerja ini selesai, evaluasi dan mutasi harus dilakukan,” tegasnya.

Rahudman mengaku sangat kesal dengan keterlambatan sejumlah pimpinan SKPD dalam rapat tersebut. Ketika15 menit menyampaikan pengarahan dan bimbingan, beberapa pimpinan SKPD memasuki ruangan. Melihat keterlambatan bawahannya itu, Rahudman langsung memerintahkan petugas Satpol PP untuk segera menutup pintu.

“Saya sudah meninjau pelaksana an UN di beberapa SMP dan sampai di Kecamatan Medan Selayang. Saya berharap tidak ada lagi  pimpinan SKPD yang datang terlambat dalam rapat ini, ternyata masih ada  juga yang datang terlambat. Lebih sibuk kalian tampaknya dibandingkan dengan wali kota,” ucap Rahudman dengan nada tinggi.

Sementara, dalam arahan dan bimbingan yang disampaikannya dalam rapat yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri, Dewan Kota, Staf ahli, Asisten, Pimpinan SKPD, camat/lurah, Dirut BUMD Pemko Medan serta Kepala Puskesmas. Rahudman menyoroti masih banyaknya jalan yang rusak dan berlubang sehingga timbul keluhan dari masyarakat.

“Satu contoh ketika meninjau UAN di SMP Negeri I Medan Jalan Bunga Asoka, kondisi jalannya sangat parah,” sebutnya.
Selanjutnya, orang nomor satu di Pemko Medan itu mengkritisi Dinas Pertamanan. sejauh ini dilihatnya belum ada terobosoan yang dilakukan. Bahkan, ada taman yang awalnya indah kini menjadi tidak indah lagi.

“Saya minta kinerja harus ditingkatkan lagi, termasuk dalam menindak papan reklame maupun bando yang tidak memiliki izin,” ingatkannya.
Di samping itu, terkait penertiban warung internet (warnet) yang tidak berkelanjutan tak luput menjadi sorotan Rahudman. Dia menyarankan, sebaiknya penertiban dilakukan secara rutin, sehingga memberikan efek jera bagi para pemiliknya. Dengan begitu pemilik warnet benar-benar mematuhi Perwal yang telah diterbitkan terkait dengan pengoperasian warnet.

Selain pimpinan SKPD, Rahudman juga menyampaikan ketidakpuasan atas kinerja para camat selama ini. Dinilainya, belum ada para camat yang  membuat kebijakan dan terobosan dalam upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu, memasuki triwulan II tahun 2012, para camat harus mampu menunjukkan  kinerja terbaiknya dan berani melakukan inovasi sehingga masyarakat merasa benar-benar terlayani dengan baik.

Sedangkan masalah kebersihan, Rahudman menegaskan tidak ada tawar-tawar, Kota Medan harus bersih dari sampah. Itu sebabnya memasuki triwulan II, kinerja seluruh aparaturnya, terutama Dinas Kebersihan, camat dan lurah dalam mengatasi sampah harus lebih maksimal lagi, sehingga hasil yang diperoleh bisa lebih baik dari sebelumnya.

Atas dasar itu, dia menegaskan kepada seluruh pejabatnya agar benar-benar komitmen dalam menjalankan tugas. Di dalam birokrasi, ada sistem pembinaan karir sehingga selalu ada rotasi, mutasi dan promosi secara berkala yang secara keseluruhan dimaksudkan untuk mengembangkan prestasi kerja SKPD.

Lebih lanjut, Rahudman memaparkan mengapa perlu dilakukan evaluasi capaian kinerja SKPD secara berkala. Hal itu semata-mata dilakukan agar capaian yang diraih pada 2012 lebih baik dari 2011. Kemudian, dia mengingatkan bahwasanya pimpinan SKPD masih memiliki waktu tiga triwulan lagi untuk mewujudkan semua rencana kerja SKPD yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan, atas dasar itulah secara berkala ia harus melakukan evaluasi, baik terhadap input yang tersedia, proses yang sudah berjalan dan output yang sudah dicapai, termasuk kekurangan dan ketepatannya.

“Jadi kita berkumpul hari ini tujuannya memperkokoh komitmen guna mensukseskan program kerja yang telah ditetapkan tahun 2012,” sebutnya.(adl)

Sumut jadi Model Kerukunan Umat Beragama

MEDAN- Sumatera Utara (Sumut) menjadi contoh atau model kerukunan antar umat beragama di Indonesia.  Setidaknya pengakuan itu diberikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Senin (23/4).

Sumut dipilih sebagai daerah kajian srategis untuk ditawarkan sebagai solusi ke presiden. “Sumut dipilih karena provinsi ini masyarakatnya heteregon dengan kehidupan antar umat beragamanya relatif kondusif. Hasil penelitian dan kajian ini nantinya akan menjadi solusi paper yang akan diserahkan ke presiden,” kata Deputi Bidang Pengkajian Strategis Lemhanas Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Herry Haryanto, dalam kunjungannya di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (23/4).

Lemhanas berkeinginan membuat sebuah rumusan ilmiah dalam membangun kerukunan umat beragama dalam mencapai tujuan harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara demi ketahanan nasional. Dalam penelitian yang mereka kembangkan, juga ingin mengetahui persis bagaimana pemahaman aparat pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan model kerukunan umat beragama di daerah.

Herry menjelaskan, kajian tersebut sangat penting mereka lakukan mengingat dalam beberapa waktu terakhir banyak muncul konflik sosial di beberapa daerah. Semua konflik tersebut juga disinyalir berkaitan erat dengan persoalan keyakinan dan konflik agama seperti pendirian tempat ibadah, pengrusakan dan penyerangan ke kelompok yang dinilai berbeda aliran seperti Ahmadayah, Syiah dan Sunni.

Staf Ahli Kajian Strategis Lemhanas Mayjen TNI (Purn) Lumban Sianipar mengatakan, harus diakui model kerukunan umat beragama yang selama ini ditunjukkan di Sumut dibangun atas dasar kearifan lokal. Artinya, bukan dibangun oleh pemerintah, tapi masyarakat sendiri memberikan andil.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Sabrina mewakili Plt Gubernur Sumut mengatakan, kerukunan antar umat beragama di Sumut, bukan terjadi dengan sendirinya. Tapi sudah dengan membentuk forum tokoh lintas agama, kemudian dari sisi budaya dan kearifan lokal, serta konsep Dalihan Na Tolu yang cukup kuat dan mengakar. (ari)