Home Blog Page 13593

Kelabui SPBU, Sopir Tangki Setel Alat Pengangkut BBM

BELAWAN- Bisnis BBM (Bahan Bakar Minyak) ilegal yang memerlukan investasi rupiah, ternyata tak hanya menjanjikan untung besar. Banyak masalah rumit yang tak kunjung terselesaikan. Bagaikan sebuah lingkaran setan, pelanggaran yang terjadi saling terkait satu sama lain. Perjalanan BBM bersubsidi dari Instalasi Pengisian (Depot) menuju SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak) masih diwarnai budaya suap, sehingga kasus truk tangki ‘kencing’ di jalan pun tak pernah tuntas.

Pengusaha SPBU hanya bisa mengeluh dan takut membuka rahasia. Benarkah penyunatan volume pasokan truk tangki tidak hanya melibatkan oknum petugas pertamina, tapi ada oknum lain yang memberikan fasilitas untuk memodifikasi tera ukur yang terdapat di dalam truk tangki pengangkut jatah minyak rakyat tersebut.

Penelusuran Sumut Pos, Kamis (26/4) kemarin, dalam membongkar kasus truk tangki ‘kencing’ di jalan harus dimulai dari proses perjalanan BBM bersubsidi dari Instalasi (depo) Pengisian Pertamina Medan Group di Jalan KL Yos Sudarso Km 20 Medan Labuhan menuju SPBU. Dugaan yang cukup mengejutkan, praktik penyunatan BBM nekat dilakukan sopir truk tangki dengan memodifikasi alat pengukur minyak atau tera ukur (tera metrologi) yang terdapat di dalam tangki. Ini dilakukan untuk mengelabui pemeriksaan dari petugas pengawas SPBU.

Menurut pengakuan sopir tangki pertamina, untuk menutupi perbuatannya dan mengelabui petugas SPBU para sopir pun mencari cara dengan mengakali serta memodifikasi alat pengukur BBM yang ada dibagian bawah penutup tangki.

“Caranya gampang, tinggal nyetel jarum tera ukurnya saja yang ada di bawah tutup tangki (rantang) yang kita bawa. Karena, begitu sampai di SPBU yang diperiksakan jarum teranya pas atau tidak. Kalau jarum penunjuk teranya sudah cocok, kan tak ada masalah,” ungkap seorang sopir berinisial AR.
Sebelum memodifikasi alat pengukur BBM yang terdapat di truk tangki, biasanya para supir harus terlebih dulu mencari bahan materialnya ke UPTD Balai Metrologi
Disperindag Sumut di Persatuan STM Kampung Baru Medan.”Balai Metrologi itu dilibatkan dalam proses pengukuran kapasitas muatan tangki, biasanya truk tangki diharuskan pengukuran ulang pada setiap tahunnya,” sebut dia.
Setelah mendapat material sejenis kawat halus sebagai jarum penunjuk tera ukur dari oknum petugas metrologi, para pengemudi truk tangki pertamina mulai mengakali tera ukur di dalam tangki tersebut.
“Pada alat tera ukur di tangki truk pertamina itukan ada lobang kecil, dari situlah awal untuk mengakali alat pengukur minyak itu. Makanya sering diistilahkan oleh sopir ada jarum pengukur tera asli dan palsu. Tujuannya supaya SPBU terkecoh, meski BBM yang kami antar itu sebenarnya berkurang,” bebernya.

Meski dapat mengelabui petugas SPBU, sebut dia, tapi tak jarang pula petugas pengawas BBM di SPBU yang mendapat pasokan komplain karena jatah pesanannya berkurang. “Itupun terjadi kalau pengawas SPBU curiga, lalu BBM dimasukkan ke tangki timbun SPBU untuk diukur ulang dengan alat tera mereka. Tapi kalau mereka tidak tahu ya aman-aman saja,” ucapnya.

Dia menyebutkan, praktik kekurangan jatah BBM seperti ini diakuinya pernah ketahuan oleh petugas pengawas SPBU. Setelah dilakukan pengukuran ulang, ternyata hasilnya berbeda. Walaupun sudah ketahuan sopir biasanya tetap tak mengaku dan bersikukuh kalau ukuran tera di truk tangkinya sudah benar.

“Kalau ketahuan ya kita (sopir) pura-pura merasa benar saja, paling nanti SPBU komplain ke PT Elnusa, lalau diganti sama perusahaan tentang ke kurangan minyak tadi. Dan kalau kita diperiksa pengawas Elnusa, kita jawab saja kita tak ada ‘kencing’ sambil menunjukan jarum tera ukur di truk tangki tidak kurang. Soalnya pengawas perusahaan PT Elnusa pun tak tahu kalau tera ukurnya sudah kami olah,” ceplosnya.

Kendati ia mengakui perbuatannya tersebut melanggar hukum, namun menurut dia hal tersebut dilakukannya karena banyaknya tekanan dari oknum tertentu. Belum lagi maraknya aktivitas pungutan tak resmi yang terjadi di lingkungan depot pengisian milik pertamina.

Terpisah, Kepala Satuan Pengaman PT (Persero) Pertamina Upms I Medan, Parman, ketika dikonfirmasi terkait dugaan kelebihan muatan (tonase) terhadap truk tangki ketika melakukan pengisian di depot pertamina tidak membantah. Dia mengakui, adanya oknum petugas pengisian BBM dari PT Mesran dan permainan dari oknum petugas pertamina yang melakukan pengukuran muatan. (mag-17/ram)

Susi Air Jatuh Saat Pemotretan di Kaltim

Dua Warga Afrika Tewas

JAKARTA – Satu di antara tujuh pesawat Susi Air buatan Swiss jatuh di pedalaman Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, saat menjalankan misi pemotretan udara dari Kementerian Pertahanan, Rabu (25/4) lalu.

Musibah yang menimpa pesawat Pilatus Porter milik Susi Air bernomor registrasi PK VVQ tersebut terjadi di Desa Mauritan, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pesawat diketahui hilang kontak pada pukul 17.00 Wita (25/4) hingga akhirnya ditemukan pada pukul 02.00 Wita (26/4).

Pesawat nahas tersebut jatuh 30 kilometer dari Tabang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan koordinat PT. 1160065080 00304898. Dua orang yang ada di pesawat itu, McDougal Ian Rusel (57), ahli pemotretan udara dari Australia, dan Jonnatan Wilis (28) pilot Susi Air berkebangsaan Afrika Selatan, tewas.

“Pesawat itu memang biasa untuk pemotretan udara karena ada lubang di bawahnya,” katanya.

Dalam kecelakaan tragis kemarin, salah satu anak perusahaan Susi Air, PT ASI Pudjiastuti Geosurvey, sedang mengerjakan pemotretan wilayah dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Dengan teknologi yang ada, mereka dapat menghasilkan gambar dengan kerapatan kontur setiap 0,5 meter sehingga bisa memproduksi peta topografi skala 1 : 1000, skala 1 : 2000 atau skala yang lebih kecil.

Menurut Susi, seharusnya tidak ada kendala teknis dari pesawat tersebut. Sebab, usia pesawat itu tergolong muda, yaitu produksi 2009 atau baru tiga tahun beroperasi. Susi Air mengoperasikan pesawat tersebut karena cukup andal bermanuver mengikuti elevasi daratan. “Kalau hanya untuk penumpang, bisa muat sembilan orang. Tapi, kemarin cuma dua orang,” lanjutnya. (wir/c2/ttg/jpnn)

Wujudkan SDM Inovatif dan Berakhlak

UMA Gelar The First International Conference on Religiusity in Development (RIDEV 1)

Universitas Medan Area (UMA) menggelar The First International Conference on Religiusity in Development (RIDEV 1) di Hotel Madani Medan, Kamis (26/4). Dalam seminar internasional ini menghadirkan sejumlah pemakalah dan peserta seminar dari Sumut, provinsi lain, dan mancanegara.

SEMINAR internasional yang dibuka Plt Gubsu diwakili Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM didampingi Ketua Yayasan Pendidikan H Agus Salim (YPHAS) Drs M Erwin Siregar MBA, Rektor UMA Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA dan Direktur Program PPs UMA Prof Dr Ir Hj Retna Astuti Kusmawardani MS ini menghadirkan pemakalah Rektor IAIN Sumut Prof Dr H Nur Ahmad Fadhil Lubis.

Hadir juga pemakalah dari Malaysia, Thailand dan Indonesia antara lain Muhammad Syukri Saleh (ISDEV University Sains Malaysia), Zainal (University Antarbangsa Malaysia), Abdul Arin Bin Yusof (UUM Malaysia), Chairat Siripatana (ISWU Walaikat University), Phutsa A. Muhammad (Songkhla University Hat Yai Thailand), Irfan Arpandi Batubara (UMN) dan Nina Siti Salmania (UMA).

Plt Gubsu H Gatot Pujonugroho ST dalam sambutan tertulis dibacakan Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM memberi apresiasi terhadap pelaksanaan seminar internasional yang diadakan UMA. Ia berharap seminar dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari termasuk dalam pembangunan bidang keagamaan.

Nurdin mengungkapkan harapan terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan spiritual yang mampu mengikuti percepatan laju pembangunan di Sumut.

“Hendaknya terus diperhatikan nilai-nilai agama dan nilai luhur bangsa. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) akan membawa peningkatan kesejahteraan, kemajuan peradaban dan peningkatan daya saing menggerakan pembangunan,” katanya.

Ia berharap melalui berbagai upaya yang dilaksanakan pemerintah bersama lembaga pendidikan di Sumut dapat tercipta masyarakat berkualitas, maju, mandiri, sejahtera dengan dilandasi moral dan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. “Jangan Iptek kurangi nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Ketua Yayasan Pendidikan H Agus Salim (YPHAS) Drs M Erwin Siregar MBA mengajak mahasiswa dan staf pengajar UMA dalam seminar internaional dapat meningkat ilmu pengetahuan.

Diakui Erwin, saat ini banyak ancaman mengganggu integritas berbangsa di tanah air dan penurunan akhlak. Karenanya, Ketua YPHAS menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan undangan yang mencurahkan pemikiran dan waktu dalam seminar internasional.

Dalam kesempatan ini, Erwin menceritakan keberadaan Islamic Centre UMA dimana UMA ke depan diharapkan dapat berkembang lebih maju dalam menghasilkan sumber daya manusia inovatif dan berakhlak.

Rektor UMA Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA mengungkapkan pentingnya seminar internasional berkaitan dengan agama sehingga dapat dihasilkan suatu rumusan yang sangat berharga bagi masyarakat. “Pembangunan yang berdasrkan iman akan membawa dampak pada pembangunan yang bermartabat,” katanya.

Direktur Paskasrjana UMA Prof Dr Ir Hj Retna Astuti Kusmawardani MS menyampaiakan terima kasihnya kepada semua pihak, yang telah menyukseskan seminar internasional. Sedangkan Ketua Panitia Dr Warjio mengatakan ini sebagai seminar internasional pertama berkaitan dengan human development yang akan menjadi agenda rutin tiap tahun dimana tahun 2013 akan berlangsung di Thailand.

“Seminar ini dilatarbelakangi persoalan pembangunan yang seolah-olah nilai etika dan moralitas mulai dipinggirkan ditandai dengan korupsi merajalela, pembangunan tak beretika dan ketidakadilan pada masyarakat,” katanya. (*)

Kunci Jawaban UN Beredar Lewat SMS

MEDAN-Komunitas Air Mata Guru (KAMG) kembali menemukan kecurangan dalam pelaksanaan UN di Medan serta beberapa daerah lainnya seperti Sibolga, Humbahas, Perbaungan, Binjai Labuhan Batu dan daerah lainnya.

Selain banyaknya ditemukan kunci jawaban oleh sejumlah pengawas dari  murid, tim monitoring yang melakukan investigasi juga menemukan beredarnya kunci jawaban melalui SMS dan lainnya.

“Dalam pelaksanaan UN SMP selama dua hari ini, tim monitoring menemukan banyak kecurangan yang terjadi di Kota Medan, dan daerah lainnya. Setidaknya indikasi kecurangan terlihat ketika para siswa sudah mulai hadir di sekolah sejak pukul 05.00 WIB,”ungkap Ketua Investigasi UN KAMG, Benny Sinaga saat melakukan temu pers di Kantor KAMG, Jalan Sei Merah Medan, Rabu (25/4). Bahkan, bilang Benny, kebocoran soal IPA juga telah beredar melalui pesan singkat dari salah satu siswa SMP di Kota Medan.

Ironisnya, kunci jawaban tersebut beredar sehari sebelum pelaksanaan ujian yakni Selasa malam(24/4) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Yang sangat disayangkan ketika kita coba menanyakan kepada siswa siapa yang memberikan kunci jawabannya, mereka tidak mau menyebutkannya,”aku Benny.

Sementara itu pembina KAMG, Resta Lubis menilai, kecurangan UN terjadi karena kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah. Menurutnya, pelaksanaan UN baik SMA dan SMP cacat hukum karena MA dengan tegas menolak kasasi pemerintah terkait gugatan warga negara pada 2009 lalu.
“Dalam amanat putusan MA, sebelum melaksanakan UN pemerintah harus meningkatkan kualitas guru dan kelengkapan sarana dan prasarana sekolah serta akses lainnya. Selain itu pengadilan memerintahkan pemerintah untuk mengambil langkah kongkret mengatasi gangguan psikologis dan mental peserta didik dalam usia anak akibat penyelenggaraan UN. Serta meninjau kembali sistem pendidikan Nasional,”terangnya. Hanya saja menurut Resta, pemerintah tidak peduli dengan kondisi tersebut, dan lebih mementingkan sebuah kebijakan yang menguntungkan.

“Sehingga untuk mengejar nilai standar dan mencapai 100 persen kelulusan membuat sekolah, siswa dan guru terpaksa melakukan kecurangan untuk bisa lulus. Mungkin bisa disebut dengan istilah Abang Curang Adik Ikut-Ikutan,”ucapnya. (uma)

Sorot Korupsi di Dinkes dan Dishub Sumut

Kantor Kejatisu Dilempar Telur Busuk

MEDAN-Dua gelombang unjuk rasa menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, di Jalan AH Nasution Medan. Kedua gelombang aksi unjukrasa masing-masing menuntut pengusutan dugaan korupsi di instansi pemerintah di Sumatera Utara. Salah satu elemen sempat melakukan aksi pelemparan telur busuk ke halaman kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, yang dijaga aparat kepolisian dan staf korps Adhyaksa tersebut.

Aksi unjukrasa tersebut pertama kali dilakukan dari Forum Mahasiswa Berantas Korupsi (Formabek). Kedatangan massa meminta pertanggunjawaban atas penyelidikan kasus korupsi yang dilakukan Kejatisu di Dinas Kesehatan Sumatera Utara.

“Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera melakukan penyelidikan atas penggunaan anggaran tahun 2011 dan 2012 di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara,” teriak kordinator aksi, Riki dengan menggunakan pengeras suara di depan pagar besi pintu masuk Kejatisu.
Dalam orasi, Riki mensiyalir bahwa Dinkes Sumut telah melakukan penyimpangan dan penyelewengan anggaran yang dilakukan oknum-oknum pejabat di Dinkes Sumut, pada program perbaikan gizi masyarakat senilai Rp 4,25 miliar.

“Bukan itu saja dugaan penyimpangan juga terjadi Rumah Sakit Kusta Sicanang senilai Rp8 miliar, dengan biaya belanja penguburan Rp17. 250.000 dalam setiap tahun, penyimpangan anggaran pada honor PTT Rp 649.800.000 per tahun,” ujar Riki.

Begitu juga aksi unjukrasa yang dilakukan mahasiswa Universitas Nusantara (UMN). Massa menuntut agar Kejatisu mengusut dugaan korupsi di Dinas Perhubungan Sumut, bahkan aksi itu diwarnai lemparan telur busuk ke kantor Kejatisu dan membakar ban di depan gerbang masuk kantor tersebut yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Alwasliyah Medan, di Jalan AH Nasution Medan.

Massa dalam orasinya mendesak Kejatisu untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di Dinas Perhubungan Sumut, yang diduga melibatkan Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Rajali SSos dengan total kerugian negara sebesar Rp106.455.000.000.

Sementara, aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (LSM BMB SU) di depan pintu masuk kantor Wali Kota Medan, berakhir ricuh dengan petugas Satpol PP yang mencoba menahan masa masuk ke dalam kantor.

Dalam aksinya, masa meminta kepada Wali Kota Medan Rahudman Harahap segera mencopot Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (Kadis TRTB) Medan dan oknum lainnya yang diduga melakukan konspirasi tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) terhadap pengembang bangunan.

Selain itu masa juga meminta agar membatalkan proyek renovasi rumah dinas Wali Kota Medan, karena dinilai menmghamburkan anggaran sebesar Rp2,55 miliar, yang ditampung dalam APBD 2012 dan dibagi menjadi 3 paket. Sementara masyarakat di kota Medan masih banyak yang membutuhkan dana tersebut.(rud/adl)

Kasat Ngeluh Kekurangan Material Pembuat SIM

Korlantas Polri Sidak Sat Lantas Polresta Medan

MEDAN-Korps Lalulintas Mabes Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polresta Medan, di Jalan Adinegoro, Kamis (26/4) siang.

Dalam kunjungan itu,  rombongan dari Mabes Polri melihat langsung pelayanan yang diberikan Sat Lantas Polresta  Medan. Kasubdit Gakum Korlantas Mabes Polri, Kombes Indrajit yang memimpin rombongan sesaat akan meninggalkan Sat Lantas Polresta menuturkan, kedatangan mereka ke Medan dalam rangka penilaian terhadap pelayanan  publik yang dilakukan Sat Lantas, khususnya dalam mekanisme penerbitan SIM (Surat Izin Mengemudi). “Ya, penilaian aja, penilaian pelayanan,” ujarnya.

Indrajit mengatakan, penilaian tak hanya dilakukan di Sat Lantas Polresta Medan. Ia mengatakan, selain di Medan, penilaian juga mereka lakukan di sembilan Sat PAS (Satuan Penerbitan dan Administrasi SIM) di Indonesia. Setelah dilakukan penilaian, hasilnya akan dievaluasi Korlantas Mabes Polri.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Risya Mustario mengatakan, kedatangan rombongan Mabes Polri tersebut meninjau proses layanan penerbitan SIM di Sat Lantas. Saat Ditanya tentang kekurangan Sat Lantas saat ini, Risya mengatakan, Sat Lantas selama ini sering kesulitan dalam memenuhi kebutuhan material pembuatan SIM. (gus)

Wali Kota Medan Terima Penghargaan K3

Rahudman: Ini Berkat Kerja Keras dan Kerja Sama

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM diberi penghargaan oleh Menakertrans karena telah berhasil melakukan pembinaan K-3 para pekerja di Kota Medan. Hal itu dibuktikan karena ada 42 perusahaan di Kota Medan juga masuk nominasi sebagai perusahaan yang masuk dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) memiliki Lembaga Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LP2K3).

“Keberhasilan ini berkat upaya Pemko Medan dan segenap jajaran yang terus memberikan perhatian terhadap dunia tenaga kerja di Kota Medan,” Kata Rahudman, Kamis (26/4).

Dia mengatakan, sebelum penghargaan diberikan, tim dari pusat terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Medan.

“Ini berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, sampai akhirnya Kota Medan layak menerima penghargaan,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, panitia penyerahan penghargaan mengumumkan 21 wali kota/bupati se-Indonesia. Khusus di Sumut, ada satu kota dan dua kabupaten yang memperoleh pengharhaan. Diantaranya Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM, Bupati Langkat Ngongesa Sitepu dan Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi.

Sedangkan dari daerah lainnya, dari Jawa Timur, ada Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Pasuruan . Kemudian, Kabupaten Cilegon (Banten), Jakarta Selatan (DKI Jakarta), Rokan Hulu (Riau), Pekanbaru (Riau), Dumai (Riau), Siak (Riau), Musi Banyuasin (Sumsel), Makassar (Sulsel), Bitung (Sulut), Cirebon (Jabar), Majalengka (Jabar), Bandung (Jabar), Balikpapan (Kaltim), Kutai Timur (Kaltim), dan Bupati Indramayu (Jabar).

Sedangkan 15 gubernur yang menerima penghargaan K3, Plt Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho ST, kemudian Gubernur Jawa Timur, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) , DI Yogyakarta, Jambi dan Riau.

Dalam sambutannya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar menjelaskan jumlah perusahaan yang meraih penghargaan Zero Accident meningkat sebesar 44,3 persen atau 227 perusahaan dibandingkan 2011 hanya mencapai 512 perusahaan.
Dia menyebutkan, penghargaan K3 diberikan ke-245 perusahaan atas evaluasi hasil audit dari lembaga audit, jumlahnya meningkat 6,7 persen dibandingkan 2011 lalu mencapai 238 perusahaan.

“Pemerintah tidak hanya memberikan penghargaan kepada pemenang, tapi bentuk insentif lainnya agar jumlah perusahaan dan daerah yang peduli keselamatan dan kesehatan kerja dapat meningkat,” ucap peraih bintang Mahaputera itu.

Muhaimin memaparkan, K3 sudah seharusnya menjadi kewajiban dan budaya sehari-hari karena dapat mencegah terulangnya kejadian kecelakaan kerja yang dapat merugikan semua pihak.

“Pelaksanaan K3 tidak lagi dilakukan secara parsial, tapi dilakukan dengan pendekatan sistem di seluruh manajemen, tenaga kerja, kontraktor dan sumber produksi yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan,” ujarnya.

Lebih jauh, dia menyatakan, pemberian penghargaan diharapkan bisa meningkatkan motivasi bagi pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat agar meningkatkan pembinaan dan pelaksanaan K3 demi terwujudnya tekad Indonesia Berbudaya K3 pada 2015. (adl)

Dinsosnaker Rutin Bina Perusahaan

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kadisosnaker) Kota Medan, Marahusin Lubis mengatakan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM berhak menerima penghargaan karena telah melakukan pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) di perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Medan.
Dia membeberkan, tim dari Dinsosnaker sudah turun ke sejumlah perusahaan yang ada di Kota Medan. Pada kesempatan tim mengecek tentang sistem keselamatan kerja di masing-masing perusahaan. Kemudian, sebagian besar perusahaan yang ada di Kota Medan sudah memiliki sertifikat K-3.
Hal lainnya, paparnya Dinsosnaker Kota Medan juga memfasilitasi sejumlah karyawan perusahaan untuk mengikuti ujian dalam pengambilan sertifikat K-3 dari Kementerian Tenaga Kerja. Kegiatan itu digelar dua sampai tiga kali dalam setahun.

Tak cukup sampai disitu, Husin juga menyebutkan, tim dari Dinsosnaker setiap triwulan melakukan peninjauan ke masing-masing perusahaan, guna memastikan tentang sertifikat K-3 serta melakukan pembinaan.

“Setiap tiga bulanan kami tetap survey masing-masing perusahaan untuk kelengkapan K-3. Kemudian, memberikan pembinaan dan pembekalan kepada perusahaan terkait dunia kerja,” paparnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sesuai UU No. 1/1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3), seluruh dunia kerja lebih  memprioritaskan keselamatan setiap pekerjanya.

“Alhamdulillah di Kota Medan angka kecelakaan kerja sudah turun, karena perusahaan sudah memiliki teknis keselamatan kerja yang baik di Kota Medan,” sebutnya.   Sementara itu, saat disinggung merupakan program rutin yang digelar Kemenakertrans  RI. Dia memaparkan, penghargaan  itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah dalam mendukung upaya sosialisasi K3 tingkat nasional.  (adl)

Nadal Menang Mudah

BARCELONA– Rafael Nadal tidak perlu mengeluarkan keringat terlalu banyak untuk melangkah ke putaran ketiga Barcelona Open. Petenis peringkat dua dunia ini hanya membutuhkan waktu satu jam dan 20 menit untuk menyudahi perlawanan Guillermo Garcia-Lopez dengan skor 6-1 dan 6-2.
Nadal, yang menempati unggulan pertama ini mengatakan kepada wartawan, lutut sebelah kirinya memang sempat kambuh lagi. Cedera itu sama seperti saat Nadal mundur dari turnamen Sony Ericsson Open.

Meski demikian, Nadal mengaku tidak perlu khawatir dengan cedera itu. “Memang lebih baik dari yang saya duga, saya memainkan sebuah pertandingan yang bagus,” ungkap Nadal selepas pertandingan.

“Saya memang membuat beberapa kesalahan, saya merasa nyaman dengan pukulan backhand saya dan saya tampil solid sepanjang pertandingan,” lanjut petenis asal Spanyol tersebut dilansir Reuters, Kamis (26/4).

Pada babak perempat final nanti, Nadal akan berhadapan dengan pemenang antara Pablo Andujar (Spanyol) atau Robert Farah (Kolombia). (net/bbs)

Stoner Abaikan Kecepatan Lorenzo

JEREZ– Keberhasilan Jorge Lorenzo menjuarai MotoGP Qatar memang mengejutkan. Namun, Casey Stoner sama sekali tidak khawatir dengan kecepatan motor Lorenzo.

Di arena MotoGP Qatar yang mana menjadi ajang pertama untuk kelas 1000cc, Lorenzo memang tampil gemilang. Pembalap Yamaha itu berhasil keluar menjadi pemenang mengalahkan Stoner.

“Saya melihat motor Yamaha dan bagaimana kinerja mereka. Saya melihat ada kesamaan kinerja dengan motor Honda. Itu membuat balapan menjadi mudah buat kami, hingga kami semakin dekat dalam meraih poin dan melakukan overtake,” kata Stoner.
“Saya mencoba untuk mempelajari hal yang sama di Honda. Cara Lorenzo membalap sama dengan Pedrosa dan saya menunggangi motor kami. Lorenzo tidak memiliki kecepatan saat tikungan seperti di masa lalu, tapi akselerasinya lebih baik,” sambungnya.

Faktanya, kecepatan motor Honda memang cukup menganggumkan. Kendati demikian, Stoner berharap kru Honda sedikit mempelajari data yang diperlihatkan Yamaha dalam balapan di Qatar, dua pekan lalu dan mencoba memperbaiki sejumlah masalah.

“Kami harus bekerja keras untuk membuat motor lebih baik. Meski motor masih belum sempurna, tapi saya masih berpeluang untuk meraih kemenangan dan anda seharusnya tidak perlu takut, kecuali jaraknya sangat jauh,” jelas Stoner.

“Jika demikian, maka harus takut untuk perebutan gelar juara. Dengan cara kinerja motor untuk sementara ini Honda, Yamaha dan Ducati, maka saya tidak merasa ada perbedaan yang jauh,” tutup pembalap asal Australia itu dilaporkan MCN, Kamis (26/4).

Sementara Manajer tim Wilco Zeelenberg mengaku yakin kalau Lorenzo bisa mencetak hattrick di Sirkuit Jerez. Lorenzo memang sangat mengenal baik Sirkuit Jerez. Selama dua tahun, pembalap asal Spanyol berhasil menjadi pembalap tercepat. Selain itu, performa Lorenzo di lintasan sepanjang 4.423 m itu pada sesi tes juga tidak mengecewakan.

Pada tes resmi MotoGP yang berlangsung Maret kemarin, Lorenzo hanya tertinggal 0.173 detik dari juara bertahan Casey Stoner, yang pada saat itu menguasai sesi tes resmi tersebut. Tim Lorenzo mengaku tidak sabar untuk balapan di Jerez.

“Saya sudah tidak sabar untuk melihat balapan di Jerez, selalu menyenangkan menggelar even di sana dengan begitu banyak penonton,” demikian kata Zeelenberg.

“Lorenzo sudah berhasil menang dua kali beruntun, target kami adalah meraih kemenangan ketiga secara beruntun. Setelah di Qatar, kami percaya diri dengan kemampuan paket motor,” sambung manajer Lorenzo itu.(net/bbs)

Rossi Buat Sejarah ke-200

Akhir pekan ini di GP Spanyol, Valentino Rossi bakal menjadi pebalap ketiga yang masuk jajaran anggota klub 200. Jika melakukan start di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (29/4), maka “The Doctor” membuat sejarah melakukan start ke-200 di kelas premier.

Mantan juara dunia kelas 125 cc dan 250 cc ini melakukan debutnya di kelas 500 cc pada tahun 2000 di Welkom di Afrika Selatan. Sejak itu, pebalap berusia 33 tahun asal Italia tersebut meraih prestasi tujuh kali juara dunia kelas premier, dan mencatat rekor 79 kali naik podium utama.

Tahun ini merupakan musim ke-13 Rossi di kelas premier, dan dia masih menjadi pebalap kelima dengan rekor kemenangan terpanjang. Sayang, sejak meninggalkan Yamaha pada 2010 untuk bergabung dengan Ducati, mantan pebalap Honda ini belum pernah menang lagi.

Kemenangan pertama Rossi di kelas 500 cc terjadi pada tahun 2000, ketika naik podium nomor satu di Donington Park. Sedangkan kemenangan terakhir juara dunia sembilan kali grand prix ini di MotoGP terjadi pada tahun 2010, ketika memenangi GP Malaysia. Artinya, antara kemenangan pertama dan terakhir ada rentang waktu 10 tahun dan 93 hari.

Alex Barros, Phil Read, Giacomo Agostini, dan Loris Capirossi, menjadi pebalap dengan rekor kemenangan terpanjang di kelas premier. Tetapi jika Rossi berhasil meraih kemenangan lagi, maka dia akan membuat sebuah rekor baru untuk hal ini (kemenangan terpanjang). (net/bbs)