Home Blog Page 13594

Undang Din Syamsuddin, Hadirkan Saksi-saksi di Malam Penggusuran

Muhasabah Setahun Penghancuran Masjid Al-Ikhlas

Setahun sudah Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor Medan dihancurkan. Untuk mengenang penghancuran itu Aliansi Ormas Islam berencana melakukan serangkaian kegiatan 3-4 Mei mendatang.

Bagus, Medan

“MOMENTUM ini sebagai kebangkitan umat membela Izzah Islam. Umat Islam tidak ingin lagi ada penghancuran masjid atas nama apapun, apalagi itu untuk proyek kapitalis,” kata Ketua Panitia Muhasabah Setahun Penghancuran Mesjid Al-Ikhlas Kota Medan, Drs Anwar Bakti, kepada wartawan, Selasa (24/4) siang.

Panitia yang dibentuk terdiri dari Anwar Bakti sebagai Ketua, Aidan Panggabean (Wakil Ketua), Afrian Effendi (Sekretaris), Muslim Kamal (Wakil Sekretaris), dan Supriohadi (Bendahara). Sementara Timsar Zubir, Leo Amsar Adnan dan Amiruddin BPM ditunjuk sebagai Penasehat Panitia.
Acara ini akan dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP MUI, Prof Dr H Dien Syamsuddin, yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah sebagai pembicara utama dalam muhasabah tersebut.

“Setelah panitia bertemu dengan Ketua MUI Sumut, Prof Abdullah Syah, beliau bersama Sekretaris MUI Sumut Prof Dr Hasan Bakti Nasution, merespon dan mendukung acara ini. Undangan telah dihaturkan kepada Pak Dien. Sebelumnya muhasabah ini juga telah diberitahu dan direspon sangat positif oleh mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Amien Rais dan Prof Syafii Maarif,” kata Anwar, sembari menyebutkan pertemuan antara panitia dan MUI Sumut dilakukan di kantor MUI Sumut Jalan Sutomo Ujung Medan, kemarin.

Anwar yang juga Ketua Majelis Hikmah dan Kebijakan Publik PD Muhammadiyah Kota Medan menuturkan, beberapa kegiatan telah dirancang. Pada Kamis (3/5) pukul 20.00 WIB, akan dilangsungkan Dialog Keumatan dan Reka Peristiwa Peruntuhan Mesjid Al-Ikhlas.

“Selain dialog, nantinya ini akan berisi kesaksian dari korban dan saksi mata pada malam kejadian penganiayaan dan pengusiran oleh oknum-oknum aparat keamanan,” terang Anwar.  Pada saat bersamaan, juga akan dilangsungkan launching Buku Putih Tragedi Hitam Penghancuran Mesjid Al-Ikhlas Kota Medan. Buku ini nantinya akan disebar ke seluruh organisasi, masyarakat dan mesjid di Kota Medan.

“Tidak hanya di Medan, kita merencanakan akan mengirim ke seluruh wilayah di Sumut, tokoh-tokoh nasional di Jakarta dan kepada Presiden RI Istana Negara. Banyak masyarakat tidak tahu peristiwa ini dan mengetahui duduk perkara penghancuran ini. Ini bukan kasus biasa. Kita mengharap masyarakat nantinya jelas mengetahui siapa korban, pelaku penghancuran dan kriminal itu serta yang berkaitan dengan penghancuran ini,” tegas Anwar Bakti.
Jumat (4/5), pasca salat Jumat, panitia akan mengadakan Tabligh Akbar pada pukul 14.00 WIB di reruntuhan Mesjid Al-Ikhlas Jalan Timor Medan yang direncanakan dihadiri ribuan jamaah. Panitia juga telah mengamanahkan kepada Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan, Rafdinal MAP, untuk mensosialisasikan materi khutbah mengenai peruntuhan mesjid ini ke seluruh khatib Jumat dan mesjid di Kota Medan.

“Jadi, pada hari itu, khutbah Jumat di seluruh Kota Medan akan berisi tentang peran masjid dan terutama keprihatinan yang mendalam pada penghancuran mesjid yang ada di kota ini,” tegas Anwar.

Menurut Anwar, aliansi telah mengamanahkan kepada panitia untuk all out dalam acara ini. “Kita all out. Kita melibatkan semua elemen ormas Islam untuk hadir pada saat itu dan mendukung acara ini,” katanya. (*)

Durant Menangkan Thunder

OKLAHOMA– Juara bertahan NBA, Dallas Mavericks gagal menundukkan tuan rumah Oklahoma City Thunder usai kalah setengah bola, 99-98 dalam game pertama babak 16 besar format best of seven, Sabtu (28/4) malam waktu setempat.

Kevin Durant menjadi bintang lapangan pada pertandingan tersebut setelah memastikan kemenangan Thunder lewat tembakan dua poinnya saat laga menyisakan 1,5 detik lagi. Durant juga mencetak 25 poin untuk Thunder pada pertandingan yang membuat Thunder memimpin sementara 1-0 atas Mavs.
Russell Westbrook memimpin perolehan poin Thunder dengan menyumbang 28 poin, ditambah Serge Ibaka yang turut menjaringkang 22 poin. Tak mau kalah, James Harden menyarangkan 19 poin, meski baru kembali setelah mengalami gegar otak ringan akibat dipukul forward Los Angeles Lakers, Metta World Peace pekan lalu.

Mavs yang sesungguhnya ingin mencuri kemenangan di laga tandang game pertama, terpaksa harus menerima hasil ini. Bintang Mavs, Dirk Nowitzki sendiri baru bermain cemerlang di kuarter keempat setelah mencetak 11 dari 25 poinnya pada lima menit akhir pertandingan.

Guard Mavs, Jason Terry menjaringkan 20 poin, ditambah sumbangan 17 poin dari Shawn Marion. Vince Carter juga menyusul dengan raihan 13 poin kendati Mavs akhirnya tetap kalah pada pertandingan ini.

Di laga NBA babak 16 besar play off lainnya, Orlando Magic memimpin 1-0 dari best of seven usai menundukkan tuan rumah Indiana Pacers 81-77, Sabtu (28/4/2012) malam waktu setempat.

Duo Guard Magic, Jameer Nelson dan Jason Richardson tampil gemilang dengan sama-sama mencetak 17 poin. Glen Davis juga tampil mengesankan dengan menorehkan 16 poin bagi Magic.

Di kubu Pacers, David West memimpin perolehan poin timnya dengan  19 poin. (bbs/jpnn)

Dagingnya di Makan, Kulit jadi Tas Golf Seharga Rp25 Juta

Mengunjungi Cluster Kerajinan Kulit Buaya di Merauke

Cluster kerajinan kulit buaya di Kabupaten Merauke, satu-satunya yang ada di Provinsi Papua. Mungkin juga satu-satunya sentra kerajinan kulit buaya di tanah air. Kulit crocodylus novaeguneae itu dibuat dompet, jaket, tas, sepatu hingga tas golf dengan kualitas tinggi. Harga juga tinggi, mulai ratusan ribu hingga puluhan juta.

SYAHRIPUDIN, Merauke

Tanah Papua sangat kaya. Selain bahan tambang seperti emas, tembaga, batubara plus minyak bumi dan gas, di provinsi paling ujung tanah air itu juga hidup beragam reptil liar. Salah satunya buaya air tawar yang banyak di sungai dan rawa. Nyaris di setiap sungai dan rawa di provinsi itu pasti terdapat buaya dengan berbagai ukuran. Mulai ukuran sebesar tangan orang dewasa hingga beberapa meter.

Beberapa warga suku asli pedalaman Papua, hidup dari mencari binatang liar ini untuk disantap dagingnya. Kebanyakan buaya yang sering ditangkap berukuran di bawah 20 inci (seukuran lengan manusia dewasa). Sedangkan kulitnya dibuang begitu saja. Melihat itu, beberapa pengusaha lantas memanfaatkan kulit buaya untuk dibuat kerajinan. Seperti dompet, jaket, tas, sepatu hingga tas golf.

Saat ini, para pengusaha UKM (usaha kecil menengah) itu bergabung dalam Koperasi Animha. Di koperasi yang berdiri sejak 1996 ini terdapat 45 pengusaha kulit buaya yang memiliki lebih dari 200 pekerja. “Menjadi pengrajin kulit buaya cukup menjanjikan. Buktinya, saya bisa membiayai kuliah dua anak saya,” terang Joko Kinasih, salah satu pengusaha kerajinan kulit buaya kepada INDOPOS (grup Sumut Pos).

Dia juga mengatakan, omzetnya sebulan minimal mencapai Rp10 juta. “Tapi itu juga tergantung dari bahan bakunya. Karena buaya pada musim penghujan seperti ini sulit diburu. Kalau musim kemarau, buaya akan mengambang di sungai dan rawa-rawa dan mudah ditangkap,” ungkapnya juga ayah empat anak yang sudah menjadi  pengusah kulit buaya sejak 1998 ini. Pria yang akrab disapa Joko ini juga mengatakan, ada 5 suku pedalaman Papua yang jadi penyuplay tetap kulit buaya kepada para pengrajin.

Yakni, suku Kimma, Badai, Okaba, Muting dan Jagebob. “Biasanya kulit buaya kami dapat dari empat suku itu. Kami membelinya dari opsi (pedagang perantara yang berhubungan dengan suku pedalaman) bukan langsung dari para suku itu. Setiap inchi (1 inchi=2,54 cm) kami membayar Rp35 ribu-Rp37 ribu,’’ ungkap pengusaha asli Banyuwangi, Jawa Timur, yang bertransmigrasi ke Papua pada 1986 ini.

Selain masalah bahan baku, para pengusaha kulit buaya juga mengeluhkan produknya tidak bisa dijual keluar dari Papua. “Kami ingin kerajinan kulit ini kalau bisa dijual di seluruh Indonesia kalau bisa ekspor ke luar negeri, kami pasti untung besar. Tidak seperti saat ini yang hanya dijual di Provinsi Papua saja,” cetusnya juga. Untuk penjualan antar daerah biasanya dilakukan pedagang pengecer.

Para pedagang pengecer ini membeli produk kerajinan kulit buaya dari para pengusaha di Merauke lantas dijual lagi. “Mereka (pengusaha perantara, Red) yang untung besar karena kerajinan kulit buaya ini mereka jual berlipat-lipat harganya. Padahal kami yang bekerja keras membuatnya,” ungkapnya lagi.
Untuk diketahui, berbagai produk kerajinan kulit buaya sangat mahal. Contohnya, untuk dompet saja paling dijual Rp350 ribu. Begitu juga dengan gesper yang harganya Rp500 ribu hingga Rp2 juta dan tas wanita Rp3 juta-Rp5 juta. Sedangkan sepatu dan jaket kulit buaya Rp5 juta ke atas. Bahkan, tas golf dipatok Rp25 juta. “Harga semahal itu wajar. Karena pembuatan berbagai kerajinan kulit buaya butuh waktu lama,” terang Joko lagi.

Satu kulit buaya, harus disamak dengan waktu 15 hari plus beberapa hari untuk proses pengeringan kulit dengan matahari. “Saat ini, sudah canggih karena sudah ada bahan-bahan kimia. Butuh 9 bahan kimia untuk proses penyamakan. Belum lagi proses pewarnaan,” ungkapnya juga.

Dia juga menjelaskan, dulu untuk pewarnaan dengan pewarnaan alami dari kulit pohon, kulit buaya direndam 2 bulan. “Saat ini pewarnaan cuma butuh 1 hari selesai. Tapi memang hasilnya tidak sebagus pewarna asli dari kulit pohon itu,” ungkapnya juga.

Joko juga bersyukur kalau pemerintah pusat dan pemerintah daerah turun tangan membantu para pengusaha kulit buaya ini. Salah satunya dibantu dengan proses perizinan dan penyediaan modal kerja bergulir dari Kementerian Badan Usaha Milik Negar (BUMN). Salah satunya dari PT Askes (Persero) yang memberikan pinjaman dana bergulir sebesar Rp1 miliar untuk 20 pengusaha (masing-masing mendapatkan Rp50 juta). Penyerahan dana bergulir Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari PT Askes (Persero) itu diserahkan secara resmi kepada para pengusaha, Kamis (26/4) lalu bertempat di Aula Swissbel Hotel, Merauke, Papua.

Tidak tanggung-tanggung penyerahan dana bergulir itu langsung dilakukan Asisten Deputi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Kementerian BUMN, Dr Upik Rosalina, MSi dan Direktur Keuangan PT Askes (Persero) Purnawarman Basundoro. “Bantuan yang diberikan kepada pengusaha kecil dari BUMN yang sudah berhasil itu merupakan kewajiban. Itu diatur dalam Undang-Undang No.19 Tahun 2003 tentang BUMN. Istilahnya, BUMN mengembalikan keuntungan yang berhasil diraih kepada masyarakat. Selain itu, keuntungan BUMN juga untuk membantu warga miskin agar berusaha meningkatkan taraf hidupnya,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Askes (Persero) Purnawarman Basundoro mengatakan bantuan bergulir yang diberikan kepada pengusaha kulit buaya yang ada di Kabupaten Merauke diberikan untuk memotivasi agar usaha mereka lebih besar lagi. “Modal bergulir yang kami berikan kepada para pengusaha ini bunganya sangat rendah hanya 6 persen. Kami harapkan dengan modal kerja ini mereka bisa meningkatkan produksinya,” terangnya.
Pemberian dana begulir PKBL dari PT Askes (Persero) disambut dengan suka cita oleh para pengusaha kulit buaya. “Semoga dengan bantuan dana ini bisa membuat usaha kami terus berkembang,” ungkap Joko lagi.

Itu juga diamini Aminudin, pengusaha kulit buaya lainnya. “Karena untuk meminjam modal sangat sulit di sini,” terangnya.

Dia juga mengaku, dengan modal usaha itu bisa membuat usaha yang dia geluti sejak 2003 itu makin berkembang. “Modal ini akan saya belikan mesin-mesin untuk meningkatkan produksi pabrik saya. Saat ini omzet saya hanya Rp15 juta per bulan. Tapi saya yakin dengan dana ini maka omzet saya akan meningkat menjadi Rp20 juta per bulan,” terang pengusaha yang mengaku memiliki 7 pekerja tersebut. (bersambung)

All Spanish Final Tercipta di Barcelona

FINAL antara sesama petenis tuan rumah (Spanyol) akhirnya tercipta di babak final turnamen tenis Barcelona Open 2012. David Ferrer yang sukses mengalahkan Milos Raionic di semi final akan bersua Rafael Nadal yang menyingkirkan Fernando Verdasco.

Rafael Nadal yang menjadi unggulan pertama turnamen mengalahkan rekan senegaranya, Fernando Verdasco dalam dua set langsung, 6-0 6-4 di babak semi final. Petenis yang baru saja menang di turnamen tenis Monte Carlo Masters itu akan mengincar gelar trofi ketujuh di turnamen ini.

“Dia (David Ferrer) adalah salah satu rival yang lebih baik anda hindari, tetapi saya sangat senang untuknya. Dia adalah petarung sejati, sosok yang hebat dan pemain yang pantas mendapat banyak penghormatan,” ujar Nadal, dilansir dari Eurosport, Minggu (29/4).

“Saya mengharapkan yang terbaik untuk dirinya, tidak hanya untuk besok, tetapi untuk sepanjang musim ini,” imbuhnya sembari tersenyum.
Ferrer yang menjadi unggulan ketiga turnamen sukses menundukkan wakil asal Kanada, Milos Raionic di semi final, dalam dua set langsung 7-6 -7-6. Raionic yang di babak perempat final menyingkirkan Andy Murray memberikan perlawanan alot bagi Ferrer.

“Saya merasa baik (setelah menang). Ini adalah pertandingan yang sangat sulit, tetapi saya bermain solid dan konsisten,” ungkap Ferrer.
“Ini adalah final keempat saya di sini, perjalanan menuju final sangat sulit dilakukan. Raonic salah satu petenis yang memiliki servis terbaik di turnamen, dia banyak mengalami peningkatan dan masih sangat muda,” paparnya. (bbs/jpnn)

Panutan Rakyat dan Pelopor Ekonomi Bangsa

Menko Kesra dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Hadiri Muktamar XV IMM di Medan

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menghadiri Muktamar XV Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, Sabtu (28/4) sore.

MUKTAMAR ini mengangkat tema  Kristalisasi Gerakan Kaum Muda untuk Indonesia Bangkit juga dihadiri Ketua Fraksi PAN DPR RI Ibrahim Sakti Batubara, Ketua PAN Sumut Syah Afandin, politisi Leo Nababan, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap, Waka Poldasu Brigjen Cornelis Hutagaol MM dan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Dari IMM, hadir Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Ton Abdillah Has, Ketua Panitia Muktamar Zulfi Amri, Sekretaris Panitia Supriadi Djae, Ketua IMM Sumut Jefrizal dan pengurus dan utusan IMM se-Indonesia dan undangan lainnya.

Rangkaian muktamar IMM diawali dengan jamuan makan di rumah dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman Medan, Jumat (26/4) malam yang dihadiri Muspida Plus Medan dan sejumlah ulama. Juga diadakan pawai taaruf di Asrama Haji Medan, Sabtu pagi yang dilepas Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin didampingi Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Saat membuka muktamar, Menko Kesra memberi apresiasi terhadap kiprah IMM yang lahir di kalangan kaum intelektual dalam menebarkan kebaikkan dan memerangi kejahatan.

Ia mencontohkan sikap kritis mahasiswa menolak rencana kenaikan harga BBM menunjukkan keberpihak pada  masyarakat dan penyeimbang kebijakan  pemerintah. Karenanya, menteri berharap peran pemuda dalam menciptakan kondisi kondusif dan pencegahan radikalisme, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan  kekerasan dengan penguasaan llmu Pengetahuan (Iptek) dan serta Iman dan Taqwa (Imtaq).

Ia mengakui besarnya peran IMM sehingga keberadaannya menebar kebaikan dan menentang ketidakbaikan dimana IMM sebagai milik  seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, lanjutnya, anggota IMM harus jadi panutan masyarakat dan pelopor ekonomi bangsa.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin berharap IMM dapat membawa perubahan bangsa Indonesia yang lebih baik. Umat Islam merupakan kekuatan untuk dunia yang  membawa rahmatan lil alamin.

Ia pun  mendukung muktamar yang mengangkat  tema Muktamar IMM untuk kristalisasi  gerakan kaum muda untuk indonesia  bangkit dengan berdiri di atas semua partai politik di Indonesia.

Sedangkan Ketua Umum DPP IMM Ton Abdilah  Has mengungkapkan tekad IMM membawa kebangkitan indonesia. Untuk itu, Ton  mengajak IMM Se-Indonesia  bersama pimpinan wilayah, cabang, dan ranting Muhammadiyah untuk  melakukan kerja-kerja advokasi  dan pendampingan pada rakyat. (*)

PSMS Laporkan Persiraja

Pelipis Kiki Lussisanto Robek, Jecky Pasarela Dapat 24 Jahitan

MEDAN- Manajemen PSMS melaporkan Persiraja Banda Aceh ke Komisi Wasit dan operator IPL, PT LPIS. Pelaporan ini terkait adanya indikasi tak menjunjung tinggi sportivitas atau fair play pada laga lanjutan IPL yang digelar di Stadion H Dhimurtala Lampineung, Sabtu (28/4) lalu.

Kekalahan 2-0 atas anak-anak Laskar Rencong bisa diterima jika diraih dengan cara fair play. Namun, banyaknya kejanggalan yang terjadi hingga berujung dua pemain Ayam Kinantan harus dilarikan ke rumah sakit sehingga menimbulkan reaksi keras manajemen PSMS.

Seperti diberitakan sebelumnya, ulah pemain Persiraja Stephen Nagbe Mennoh yang menanduk Kiki Lussisanto menyebabkan pelipis kanannya robek. Sedangkan Jecky Pasarela mengalami robek bibir dan gusi akibat disiku pemain Persiraja Andria. Karena kejadian tersebut, Jecky harus menerima 24 jahitan.

“Kami sudah melaporkan rentetan kejadian yang dialami PSMS berdasarkan pengakuan dan kesaksian ofisial dan pemain waktu di Banda Aceh. Laporan kami kirimkan hari ini (kemarin, Red),” ungkap manajer PSMS Doli Sinomba Siregar, Minggu (29/4).

Doli berharap, kejadian tersebut tak terulang lagi di pertandingan-pertandingan Persiraja berikutnya. “Kejadian itu sangat menodai dunia persepakbolaan Indonesia, dan merugikan tim-tim yang berlaga di sana,” jelasnya lagi.

Laporan yang diajukan tersebut berisi lambatnya pihak Panpel pertandingan Persiraja melakukan penanganan terhadap Jecky Pasarela dan Kiki Lussisanto. Panpel pertandingan Persiraja juga tak mendampingi sekretaris tim PSMS Heru Prawono yang membawa dua pemain PSMS ke rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh sebagai rujukan.

“Lucunya lagi, orang rumah sakit Zainal Abidin menolak melakukan perawatan pemain kami. Padahal sudah satu jam menunggu karena alasan tak ada obat dan kemudian berganti beralasan takut tak dibayar Panpel pertandingan Persiraja,” tutur Heru.

Karena alasan tersebut pula, kedua pemain PSMS terpaksa dipindahkan ke rumah sakit Kesdam I/Iskandar Muda. “Darah dari luka Kiki mengucur terus tanpa ada perawatan, begitu juga Jecky. Makanya kami segera pindah ke rumah sakit lain,” ungkap Heru pula.

Ternyata kejadian ini bukan hanya menimpa skuad PSMS. Tim PSM Makassar yang juga berlaga di Banda Aceh pada putaran pertama, Minggu (11/3) lalu, juga mengalami nasib serupa.

Saat itu, pemain PSM yang harus dilarikan ke rumah sakit adalah M Aswar Syamsudin. “Aswar harus dilarikan ke RS Kesdam juga. Kejadiannya sama, disikut pemain Persiraja, padahal lagi nggak bawa bola,” ungkap Media Officer PSM Andi Syadzwina.

Syadzwina menuturkan, pihaknya juga melaporkan Periraja ke LPIS dan PSSI. “Menurut coach (Segrt Petar), Persiraja harus dihukum lebih berat agar kapok. Misalnya bertanding tanpa suporter atau pindah homebase. Ini enggak fair buat tim-tim lain,” katanya.

“Harusnya LPIS atau PSSI sesekali melakukan cross check langsung ke sana (Banda Aceh). Kami saja, meski disiarkan live di MNC TV masih sempat mereka kerjain. Dokter kami ditendang di tengah lapangan. Lantas, ofisiial lain juga diludahi penonton. Pemain kami Satrio Syam yang tak mampu menahan emosinya waktu itu, sampai mendatangi penonton mengajak berkelahi,” papar Syadzwina. (saz)

Terkait Pelayanan di RS dr Pirngadi Walikota Harus Tegas

MEDAN-Kualitas pelayanan di RSUD dr Pirngadi Medan yang begitu memprihatinkan rentan menimbulkan masalah terhadap pasien. Wali Kota Medan Rahudman Harahap diharapkan bertindak tegas terhadap manajemen rumah sakit plat merah tersebut.

“Kami minta Wali Kota Medan segera bertindak tegas terhadap buruknya kualitas di RS dr Pirngadi. Bila perlu direktur sebagai pimpinan manajemen dipanggil khusus oleh walikota. Jangan sampai masalah fatal yang membuat pasien kehilangan nyawa terulang di masa mendatang,” tegas Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda kepada Sumut Pos, kemarin.

Menurut Surianda pihak manajemen RS sebetulnya menyadari pelayanan mereka yang tidak maksimal kepada pasien, namun sampai saat ini tidak ada perbaikan substansial yang dilakukan manajemen. “Manajemen berulangkali berjanji akan membenahi pelayanan. Tapi sampai saat ini tak pernah kelihatan realisasinya,’’ dia menyayangkan.

Surianda mengakui Komisi B belum menjadwalkan pemanggilan terhadap manajemen dr RS Pirngadi lantaran sibuk membahas evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Medan tahun anggaran 2011.

Bila rapat evaluasi LKPJ 2011 tuntas dilakukan, Komisi B akan menjadwalkan  pemanggilan kembali manajemen RSUD dr Pirngadi. “Rencananya selesai rapat Banmus bulan depan. Kami akan panggil merekat,” ungkapnya.

Dalam rapat evaluasi LKPJ 2011 bersama RSUD dr Pirngadi Medan dan Dinas Kesehatan Medan dengan pokok bahasan sektor kesehatan, Komisi B menemukan fakta bahwa pihak RS belum serius meningkatkan kapasitas paramedis di RS tersebut.

Komisi B meminta paramedis disertakan dalam sejumlah pelatihan dan peningkatan keahlian agar memiliki pengetahuan yang baik saat menangani pasien.

Surianda menduga buruknya faktor pelayanan medis yang diberikan kepada pasien akibat ketidaksiapan sumber daya manusia paramedis yang ada.
Sehingga muncul anggapan buruk RS dr Pirngadi bukan lagi tempat menyembuhkan melainkan tempat menakutkan bagi pasien yang datang ke sana. “Jika pelayanannya baik tentu tak ada gugatan ke pengadilan. Kondisi ini ancaman serius bagi RS milik pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Kota Medan, Taufik Reza Pakpahan pada Senin (30/4) atau hari ini akan kembali mendatangi Pemko Medan menanyakan hasil konsultasi dengan pihak RSUD dr Pirngadi Medan terkait sejumlah kasus yang terjadi belakangan.

‘’Rabu (25/4) lalu kami sudah mendatangi kantor Pemko Medan untuk bertemu Asisten Kemasyarakatan Musadad. Tapi saat itu beliau sedang rapat. Rencananya kami akan datang kembali Senin (30/4) atas pelayanan yang banyak pungutan biaya,” tegasnya. (adl)

Diselamatkan Gol Sajali

PRO DUTA vs PSP PADANG

LUBUKPAKAM- Pro Duta FC memastikan raihan angka penuh saat menjamu PSP Padang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Minggu (29/4). Pro Duta unggul 1-0 berkat gol telat Arif Sajali dua menit jelang bubar. Hasil ini memastikan Kuda Pegasus tetap kokoh di puncak klasemen Divisi Utama Liga Indonesia 2011/2012.

Tautan peringkat di klasemen yang berbeda jauh tak membuat PSP Padang gentar. Penghuni dasar klasemen ini mampu memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah. Hasrat ingin keluar dari zona degradasi melandasi semangat Fransiskus cs. Strategi pertahanan berlapis ala pelatih Zulkifli Jamal cukup membuat pasukan Roberto Bianchi kesulitan.

Satu-satunya peluang emas terjadi di menit 15. Pro Duta mendapat tendangan bebas di mulut kotak penalti namun tendangannya belum mengarah tepat ke gawang. Babak pertama berakhir tanpa gol.

Melihat lini depannya kurang greget, Beto memasukkan dua striker lincah, Arif Sajali dan Ghozali Muharram di awal babak kedua. Masuknya kedua pemain itu membuat anak-anak Kuda Pegasus mampu menghadirkan ancaman yang lebih berbahaya bagi lawan.

Di menit 55, kerjasama satu dua para pemain Pro Duta berujung terbukanya ruang untuk Laakkad. Striker Maroko ini melepaskan tendangan yang masih mampu diamankan kiper PSP, Rahmat. Begitu juga lima menit berselang, saat tendangan lemah Ghozali gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Rahmat. Bola lepas dan hampir disambar Laakkad.

Hujan deras yang mengguyur di pertengahan babak kedua membuat lapangan tergenang dan Pro Duta yang banyak bermain dengan bola pendek semakin kesulitan. Sedikit frustasi, pemain Pro Duta, Hardiansyah Lubis justru melakukan tindakan yang merugikan timnya. Duelnya dengan striker lawan, Fransiskus di menit 87 berujung kartu merah setelah wasit menangkapnya melakukan pukulan.

Namun dengan sepuluh pemain, Kuda Pegasus tak berhenti menekan. Semenit berselang, Pro Duta justru sukses memecah kebuntuan. Tendangan Rahmad Hidayat ditepis Rahmat dan menghasilkan bola liar yang sukses disambar Arif Sajali. Gol itu memastikan kemenangan Pro Duta 1-0.
Pelatih Pro Duta, Roberto Bianchi mengakui timnya sedikit kerepotan menghadapi lawannya dan akhirnya sedikit beruntung. “Kami bermain dengan 10 orang dan cuaca juga sedikit menghambat permainan kami karena lapangan becek. Tapi justru mendapatkan peluang dan bola liar di kotak penalti,” katanya.

Sementara Pelatih PSP Padang, Zulkifli Jamal mengaku timnya kurang beruntung.(mag-18)

Grand Final Libala Digelar 1 Mei

MEDAN- Tim-tim basket pelajar terbaik dari lima zona akan saling unjuk kemampuan untuk meraih gelar juara dalam babak grand final Liga Basket Pelajar (Libala) 2012 yang digelar 1 hingga 4 Mei mendayang di GOR Angsapura Medan. Menurut Herijanto, Kabid Pembinaan dan Prestasi Perbasi Sumut, babak grand final Libala ini akan menganut sistem gugur.

“Delapan tim akan bertarung dengan sistem playoff atau sistem gugur. Tak lagi memakai sistem setengah kompetisi seperti di penyisihan zona,” katanya.
Dari jadwal yang dirilis Perbasi Sumut, pertarungan ketat akan tersaji pada duel tim-tim zona Medan dengan para tim dari daerah. Juara zona Medan, Sutomo 1 akan ditantang Sisingamangaraja Tanjungbalai. Demikian juga runner up zona Medan, Wahidin akan menghadapi SMA Sultan Agung Pematangsiantar sebagai tim terbaik di zona Siantar.

Meski di atas kertas diunggulkan, Pelatih Wahidin, Hidayat Natasasmita mengakui tidak akan menganggap remeh lawan. “Kita tidak mau anggap remeh lawan. Menghadapi Sultan Agung kita harus tetap all out karena sistem pertandingan sistem gugur,” katanya.(mag-18)

UN Bukan Tolok Ukur Kualitas Pendidikan

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) diharapkan menjadi sebuah sarana untuk melihat sejauhmana pencapaian siswa di akhir tingkat sekolah. Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis.

Bagaiamana seharusnya pelaksanaan UN?

Seharusnya pelaksanaan UN disesuaikan dengan masing-masing kondisi di daerah-daerah, yang perlu dipahami adalah, ada perbedaan baik dari sarana, fasilitas, sumber daya manusia (SDM) guru, inilah yang perlu didalami agar UN ini tidak menjadi beban baik terhadap siswa, guru maupun kepala sekolah. Sudah saatnya pendidikan di negara ini juga berlaku sistem otonom, sehingga para siswa dan guru tidak lagi stres ketika menghadapi UN.

Bagaimana kondisi sekolah di daerah?

Bisa kita bayangkan bagaimana kondisi sekolah di Jakarta, dengan sekolah yang ada di luar Jakarta, baik itu ditinjau dari sisi sarana, fasilitas maupun SDM para pendidiknya. Kalaupun dalam UN ini telah dibentuk sistem pengawasan yang cukup ketat, tapi apakah prinsip kejujuran sudah benar-benar terjaga. Tapi justru sebaliknya, UN membuat siswa, guru maupun kepala sekolah menjadi stres.

Apakah UN  bisa  jadi tolak ukur?

Tidak serta merta UN dapat menjadi tolok ukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kita harus melihat sejauhmana kopetensi siswa di akhir tingkatan, sebab setiap sekolah tidak mendapatkan fasilitas yang sama, sehingga kita tidak bisa menyimpulkan bahwa UN sebagai tolok ukur dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selama ini apakah ada seorang kepala sekolah yang rela mempertaruhkan jabatanya hanya karena dianggap gagal dalam mendongkrak hasil UN secara maksimal, karenanya jadikanlah UN ini sebagai sarana untuk membangun karakter pendidikan.

Bagaimana standarisasi pemenuhan guru?

Standarisasi harus juga dilihat dari pemenuhan guru, sebab guru merupakan faktor utama dalam pemenuhan pendidikan. Kemudian pemenuhan sarana pembelajaran, baru kemudian sekolah tersebut mempunyai daya jawab terhadap lokalnya. Sedangkan tahun ini, soal tidak lagi diberikan dalam bentuk amplop tetapi langsung dalam kotak. Jadi setiap sekolah memperoleh soal langsung dari dalam kota. Dengan format dan sistem distribusi yang berbeda itu, harus bisa disosialisasikan kepada sekolah penyelenggara agar proses UN berjalan tertib dan lancar.

Bagaimana dengan soal cadangan?

Mengenai tidak adanya soal cadangan lagi tahun ini, dinas harus bisa menyikapi jika ternyata ada soal yang rusak. Formulasi solusi kekurangan soal harus segera di cari agar siswa bisa tetap mengikuti ujian. Sampai sekarang belum ada formulasi khusus dari dinas jika ternyata ada soal yang rusak. Hal itu harus jadi perhatian karena persoalan ini bisa merugikan siswa yang akan ikut ujian. Dinas harus menyampaikannya kepada pengawas agar tidak terjadi kebingungan sehingga UN bisa berjalan tertib. (*)